Renungan Harian

1 August 2014

Renungan Harian, 1 Agustus 2014 – Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.” (Yer 26:1-9)

Nabi Yeremia diutus Tuhan kepada orang Yehuda supaya mereka bertobat. Kalau tidak, Bait Suci yang mereka banggakan akan dihancurkan, sama seperti yang ada di Silo. Alih-alih bertobat, mereka malah mau membunuh nabi Yeremia. Mereka menolak nabi utusan Allah itu. Di kemudian hari mereka pun menolak Yesus, Anak Allah. Begitulah manusia: melakukan kejahatan demi kejahatan, tapi terus mengharapkan kebaikan dari Allah. Apakah kita yang hidup di zaman ini lebih baik dari mereka?

(Mazmur 69:5.8-10.14)
Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas.
Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku.
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya:
2  Beginilah firman TUHAN: “Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun!
3  Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
4  Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,
5  dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu,  —  tetapi kamu tidak mau mendengarkan  —
maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.
7 Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN.
8  Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati!
9  Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.

31 July 2014

Renungan Harian, 31 Juli 2014 – Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Loyola

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. (Mat 13:47-53)

St. Ignasius yang kita peringati hari, meninggalkan segala kemapanan hidupnya guna menjadi miskin demi menjadi teladan yang baik dalam hidup beriman. Dia berusaha menjadikan iman sebagai dasar dalam setiap tindakan sehari-hari. Dengan perjuangan yang berat, Ignasius berusaha untuk dididik Tuhan dan akhirnya menjadi pengajar yang handal dan ulung. Hidup kita hendaknya juga bersedia untuk dididik oleh Roh Allah. Agar kita bisa menjadi pendidik bagi keluarga dalam kedewasaan iman.

(Mazmur 146:2abc,2d-4,5-6)
Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.
Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.
Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:
Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
47  “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
48  Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
49  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
50  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
51  Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”
52  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”
53 Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

30 July 2014

Renungan Harian, 30 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang” (Mat 13:44-46)

Kalimat terpendam menyatakan bahwa Kerajaan Sorga itu tersembunyi,sehingga tidak setiap orang mengetahui. Karenanya seringkali tidak diperhatikan, yang mencaripun kadang tidak mendapatkannya juga. Butuh ketekunan dan ketelitian untuk melihatnya. Penting juga adalah bagaimana usaha kita untuk menemukannya. Kerajaan Allah tidak datang begitu saja, tetapi perlu ada usaha. Dengan memahami makna dan mengetahui nilai Kerajaan Sorga, maka kita layak berusaha untuk mendapatkannya. Sejauh mana kita sudah berusaha menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup kita? Apakah kita tekun mencari atau hanya menunggu saja?

(Mazmur 59:2-3,4-5a,10-11,17-18)
Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.
Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah.
Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya TUHAN,
aku tidak bersalah, merekalah yang lari dan bersiap-siap.
Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku.
Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.
Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.
Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

29 July 2014

Renungan Harian, 29 July 2014 — Peringatan Wajib Santa Marta

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yoh 11:19-27)

Hidup kita tak pernah lepas dari pengalaman ditinggalkan oleh orang yang dekat dan kita kasihi. Apakah pengalaman itu justru membuat kita makin beriman dan mengenal Yesus? Ataukah, justru semakin terpuruk hingga kita tak lagi peduli pada pelayanan yang sudah kita lakukan? Kita bisa gagal, sedih dan menderita; tapi apakah pengalaman itu justru membuat kita semakin aktif melayani, menggereja dan semakin teguh dalam iman? Atau justru sebaliknya? Ingat! Kesedihan, kegagalan dan penderitaan terkadang harus terjadi atas kita untuk membuat kita semakin beriman pada Tuhan.

Mazmur 79:8.9.11.13
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

Bacaan Lengkap hari ini:
19  Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
20  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
21  Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
22  Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”
23  Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.”
24  Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
25  Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
27  Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

28 July 2014

Renungan Harian, 28 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun. (Yer 13:1-11)

Bangsa Israel dipilih menjadi terang untuk bangsa-bangsa. Terangnya didapat dari Tuhan dengan mendengarkan para nabi. Kalau mereka tidak mau mendengarkan, mereka dalam kegelapan, jadi tidak berguna. Yesus menugaskan kita menjadi terang dunia. Maka tugas utama kita adalah mendengarkan Tuhan. Barulah kita bisa menjadi alat di tangan Tuhan. Kedatangannya kita mohonkan dalam doa Bapa Kami. Biar mulai kecil, jangan patah semangat. Tuhanlah yang memberi pertumbuhan.

(Ulangan 32:18-19,20,21)
Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.
Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Beginilah firman TUHAN kepadaku: “Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!”
2  Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku.
3  Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya:
4  “Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!”
5  Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku.
6  Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!”
7  Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.
8  Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
9  “Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem.
10  Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apapun.
11  Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.”

27 July 2014

Renungan Harian, 27 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang” (Mat 13:44-52)

Dimanakah keberadaan Kerajaan Surga? Kerajaan Surga bisa hadir dimana pun , namun kita berharap agar Kerajaan Surga hadir dan terwujud dalam kehidupan keluarga kita masing-masing. Keluarga adalah Eclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga). Didalam keluarga, Allah menyimpan harta yang sangat berharga, yakni Kerajaan Surga. Maka bagi kita orang beriman, tidak ada pengurbanan yang terlalu besar untuk memperoleh Kerajaan Surga. Oleh karena itu, mohonlah rahmat Allah dan karunia keberanian untuk berjuang dan berkurban demi Kerajaan Surga.

(Mazmur 119:57,72,76-77,127-128,129-130)
Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku.
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.
Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.
Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Bacaan Lengkap hari ini:
44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
47  “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
48  Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
49  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
50  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
51  Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”
52  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

26 July 2014

Renungan Harian, 26 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang” (Mat 13:44-52)

Dimanakah keberadaan Kerajaan Surga? Kerajaan Surga bisa hadir dimana pun , namun kita berharap agar Kerajaan Surga hadir dan terwujud dalam kehidupan keluarga kita masing-masing. Keluarga adalah Eclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga). Didalam keluarga, Allah menyimpan harta yang sangat berharga, yakni Kerajaan Surga. Maka bagi kita orang beriman, tidak ada pengurbanan yang terlalu besar untuk memperoleh Kerajaan Surga. Oleh karena itu, mohonlah rahmat Allah dan karunia keberanian untuk berjuang dan berkurban demi Kerajaan Surga.

(Mazmur 119:57,72,76-77,127-128,129-130)
Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku.
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.
Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.
Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Bacaan Lengkap hari ini:
44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
47  “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
48  Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
49  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
50  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
51  Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”
52  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Renungan Harian, 26 Juli 2014 – Peringatan Wajib Santo Yoakim dan Santa Anna, Orang Tua Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi berbahagialah matamu karena
melihat dan telingamu karena mendengar. (Mat 13:16-17)

Kebahagiaan para Rasul adalah mendengar dan melihat Yesus secara pribadi. Dan juga karena para Rasul diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga sedangkan kepada orang banyak tidak. Apa sebenarnya rahasia Kerajaan Surga itu? Yesus bukan saja mewartakan Kerajaan Surga, tetapi Ia sendiri merupakan perwujudan dari Kerajaan Surga. Rahasia ini hanya dimengerti oleh orang-orang yang memiliki mata iman, hati yang murni dan telinga yang peka akan suara Allah. Semua ini dimiliki oleh St. Yoakim dan St. Anna orang tua St. Perawan Maria.

(Mazmur 132:11,13-14,17-18.)
TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
“Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.
Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.”

Bacaan Lengkap hari ini:
16  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

25 July 2014

Renungan Harian, 25 Juli 2014 – Pesta Santo Yakobus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; (Mat 20:20-28)

St. Yakobus yang kita rayakan hari ini adalah seorang nelayan yang kasar. Namun dalam karunia Roh Kudus ia berubah menjadi pribadi yang mulia dan sangat dekat dengan Yesus. Kebanyakan orang menyimpan hartanya pada tempat yang khusus dan aman, tetapi Allah menyimpan kekayaan-Nya dalam bejana yang rapuh, yakni dalam diri St. Yakobus, dalam diri kita – yang kerapkali hidup serampangan dan seenaknya sendiri. Walau demikian, harta kekayaan-Nya tetap aman hingga hari ini. Yakinlah bahwa dengan segala kekurangan yang ada, kita pun boleh menerima karunia Allah.

(Mazmur 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6)
Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan Lengkap hari ini:
20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21  Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
22  Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
23  Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
24  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
26  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

24 July 2014

Renungan Harian, 24 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Mat 13:10-17)

Ayat emas ini bisa ditambahkan lagi dengan menyadari apa yang engkau sadari! Kita perlu menyadari anugerah-anugerah yang kita terima setiap saat ini. Banyak diantara kita yang tidak menyadari setiap anugerah yang dilimpahkan kepada kita dengan cuma-cuma, kita menjadi orang yang tidak tahu bersyukur. Namun bila kita menyadari dan bersyukur terus menerus atas anugerah tersebut, kita akan menjadi pribadi yang berbahagia.

(Mazmur 36:6-7ab,8-9,10-11)
Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.
Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat.
Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.
Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!

Bacaan Lengkap hari ini:
10  Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”
11  Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
12  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
14  Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
15  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
16  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Older Posts »

Powered by WordPress