Bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. (Yoh 16:29-33)
SEORANG DIRI, kalimat yang sangat mengerikan bagi sebagian orang, karena merasa dikucilkan tidak ada yang memperhatian dan kesepian. Hari ini Yesus mengingatkan kita, bahwa Bapa selalu menyertai kita, karena kita adalah anak anak-Nya sejak pembaptisan. Kita menjadi satu dengan Kristus dan Gereja, selama kita tidak meninggalkan Kristus dan Gereja, kita tidak akan seorang diri. Tuhan beserta kita, sekarang dan selama lamanya.
Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan (Mzm 68:32)
Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. (Yoh 17:11b-19)
Yesus berdoa kepada Bapa bagi murid-murid yang akan ditinggalkan-Nya di dunia. Inilah yang dimohon Yesus bagi mereka: Supaya Bapa memelihara mereka dalam kekudusan dan melindungi mereka dari yang jahat, supaya mereka menjadi satu dan sukacita Yesus menjadi penuh dalam diri mereka. Menjadi rasul Yesus tidak menjamin bahwa orang setia sampai akhir. Kisah Yudas mengingatkan kita supaya tetap waspada dan rendah hati. Godaan ada di mana-mana. Tapi kita mempunyai Bapa yang melindungi kita di jalan kekudusan dan persatuan.
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mzm 103:2)
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. (Yoh 16:23b-28)
Kita meminta kepada Tuhan melalui doa doa kita. Karena itu sangat penting untuk mempunyai cara doa yang benar. Doa yang didasari dengan iman yang benar dan penyerahan yang tulus. Doa kita hendaknya doa dengan iman, yaitu doa yang didasari dengan penyerahan kepada kehendak Tuhan. Maka bila belum dikabulkan, jangan putus asa dan hilang kepercayaan pada Bapa. Sebaliknya hendaknya kita tetap penuh pengharapan bahwa Allah punya kehendak baik untuk kita. Yesus adalah jaminan yang mampu memenuhi hidup kita.
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. (Mzm 47:2)
Dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. (Yoh 16:20-23a)
Kenaikan Tuhan kesurga menimbulkan rasa duka dan perasaan ditinggakan oleh Yesus. Namun Yesus mengatakan bahwa Dia akan kembali, dan tidak ada yang dapat merampas kegembiraan itu. Kita umat kristiani adalah generasi penerus para murid. Kita tidak mengalami kehadiran langsung Yesus seperti para murid, karena itu iman kitalah yang harus yakin bahwa Yesus beserta kita, seperti yang dikatakan Paulus : bukan aku sendiri yang hidup, melainkan Yesus hidup di dalam aku (Gal 2:20) Iman bahwa Yesus selalu ada ditengah kita dan selalu menyertai kita dengan Roh Kudus, membuat kita gembira senantiasa.
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. (Mzm 47:2)
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. (Mrk 16:15-20)
Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan ini, Yesus mengutus para murid untuk mewartakan Injil kepada segala makhluk. Karena mereka perlu mendapat pewartaan Injil. Dewasa ini kita para pengikut Yesus masih memegang amanat yang sama. Kabar baik damai dan kasih masih tetap harus dikabarkan. Di-mana mana diseluruh dunia masih dibutuhkan kabar sukacita. Panggilan kita adalah menanam kebaikan, menanam cinta Allah ditengah kehidupan umat manusia sehingga didunia ini semakin tercipta damai, ketenteraman dan kasih persaudaraan berdasarkan, kebenaran, kejujuran, keadilan dan kebijaksanaan.
Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. (Mzm 47:5)
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:12-15)
Roh Kebenaran akan menyelamatkan kita dari kesesatan. Ia memimpin kita ke jalan yang menuju Allah dan keselamatanNya. Bagi kita, kehadiran dan peran Roh Kebenaran adalah hal yang sangat penting dan menentukan. Dengan percaya akan kehadiran dan peran-Nya dalam kehidupan kita, maka kita akan selalu diingatkan dan diinsyafkan akan kesalahan kesalahan kita. Artinya kita dimampukan untuk melihat dengan jujur kesalahan kesalahan kita, dan mengakui bahwa itu adalah dosa. Hidup beriman kita akan berbuah dengan kehadiran Roh Kebenaran dalam hidup ini.
Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi! (Mzm 148:1)
Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yoh 16:5-11)
Setelah 40 hari wafat, Yesus naik ke Surga. Sejak saat itu sampai akhir jaman, Yesus hadir didunia sebagai Roh Penghibur. Tidak nampak wujudNya, tapi kehadiranNya sangat nyata dalam karya Roh, yang dapat kita rasakan. Ketika kita jatuh dalam dosa, dan merasa tertekan hingga seperti dipenjara, Roh Penghibur akan membimbing kita, memperbaharui hidup kita serta menginsyafkan hati kita akan dosa. Karena itu, bukalah hati, biarkanlah Roh Penghibur membimbingmu.
Dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. (Mzm 138:7)
Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, (Kis 1:15-17.20-26)
Hari ini kita merayakan pesta St. Matias, pengganti Yudas Iskariot. Dari bacaan kita tahu bahwa Matias dipilih berdasarkan petunjuk Tuhan sendiri, melalui doa yang dipanjatkan para rasul dan jemaat yang hadir saat itu. Libatkan selalu campur tangan Tuhan, ketika kita akan menetapkan suatu keputusan. Karena dengan demikian, kita akan lebih berhati hati dan bijak dalam menjatuhkan sebuah keputusan. Serta mengimani bahwa kehendak Bapa lah yang terjadi, bukan kehendak kita pribadi.
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya. (Mzm 113:7-8)
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku (Yoh 15:9-17)
Apakah buah buah Roh Kudus saat kita dibaptis dan lahir baru dalam Kristus, akan melimpah secara otomatis? Jawabnya : TIDAK. Kita harus menyadari bahwa buah buah Roh Kudus itu akan tumbuh bilamana kita senantiasa hidup dalam kasih Tuhan, diperbaharui dan terus disegarkan oleh kasih-Nya. Dengan demikian buah buah Roh Kudus akan tumbuh berkembang dengan lebatnya. Dengan kasih Tuhan niscaya kita akan menghasilkan buah yang sangat berguna bagi kita sendiri serta orang orang di sekeliling kita.
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. (Mzm 98:3)
Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. (Yoh 15:18-21)
Menjadi murid Yesus dan mentaati perintah-Nya menanggung resiko untuk dibenci dan dikucilkan. Tapi kita wajib terus berusaha berbuat baik dan menghadirkan kebaikan Allah ditengah dunia. Kita telah dipilih Yesus menjadi milik-Nya, jika kita dibenci, dikucilkan. Ingatlah Yesus telah mengalami semuanya, terhina sampai titik yang terendah. Penderitaan para pengikut Kristus, ibarat api iman yang senantiasa menyala, berkobar dan tidak pernah padam. Api itu dinyalakan oleh Roh Kudus yang akan mendampingi umatNya hingga akhir jaman.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! (Mzm 100:1)