Renungan Harian

1 October 2014

Renungan Harian, 1 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus

Filed under: Renungan Harian — Renungan Harian @ 05:30

Seperti seorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur(Yes 66:10-14b).

Teresia Martin lahir di Perancis tahun 1873. Di usia 15 tahun ia masuk biara Karmel dan meninggal di usia 24 tahun. Ia digelari Santa dan Pelindung Misi di tahun 1925. Bagaimana mungkin, padahal ia tidak pernah ke luar negeri? Teresia menjadi teladan kesederhanaan seorang anak dengan penyerahan total kepada Allah yang mengasihinya dan yang ia kasihi. Ia mengorbankan seluruh hidupnya, doa-doanya, penderitaannya karena penyakit bagi Misi. Ia kuat karena mengalami penghiburan Allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!
11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.
12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.
13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.
14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat;

30 September 2014

Renungan Harian, 30 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. (Luk 9:51-56)

Orang Samaria menolak Yesus, karena merasa hanya dijadikan transit, mereka ingin Yesus tinggal dikotanya. Tapi penolakan ini menyakitkan hati para murid. Berbeda dengan orang Samaria, St. Hieronimus yang kita rayakan hari ini, justru tanpa serep menerima dan mencintai Yesus. Dengan baptisan, kita telah menyatakan diri sebagai orang yang mencintai dan menerima Yesus. Namun hal ini masih perlu diuji dengan bukti. “Sejauh mana kita sudah menerima Yesus?” Sejauh kata? Sejauh doa? Atau sejauh ide dan pikiran belaka? Semoga sejauh perbuatan nyata!

(Mazmur 88:2-3,4-5,6,7-8)
Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.
Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;
sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.
Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan.
Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.
Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.
Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku.

Bacaan Lengkap hari ini:
51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

29 September 2014

Renungan Harian, 29 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Mikael, Rafael dan Gabriel, Malaikat Agung

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:47-51)

Hari ini kita merayakan pesta tiga malaikat agung yang kita kenal dalam Kitab Suci, yakni: Malaikat Agung Gabriel, Mikael dan Rafael. Mereka bertugas menolong manusia dalam pertempuran melawan setan; menyelamatkan jiwa-jiwa pada saat kematian; dan memberi kabar gembira. Banyak hal yang kita alami dalam hidup ini menunjukkan bukti adanya kehadiran para malaikat. Terlepas dari kecelakaan maut, terbebas dari gangguan sijahat, merupakan tanda-tanda pertolongan malaikat pada manusia. Kita beruntung dalam hidup karena selalu mendapat pertolongan malaikat Allah.

(Mazmur 138:1-2a.2bc-3.4-5)
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus
dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu;
mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.

Bacaan Lengkap hari ini:
47  Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”
48  Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”
49  Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”
50  Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.”
51  Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.

28 September 2014

Renungan Harian, 28 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. (Mat 21:28-32)

Kita diajak untuk menyadari akan dosa dan dengan rendah hati bertobat, berbalik kepada Allah yang Maharahim. Itulah tanda kita percaya kepada Tuhan. Tidak ada tobat tanpa percaya, bahwa Allah menebus kita lewat Putera-Nya yang disalibkan demi cinta-Nya yang besar kepada kita. Dengan Pembaptisan kita pun diangkat menjadi anak-anak Allah. Dengan teladan Yesus, kita diajak taat ketika diutus Bapa untuk bekerja dikebun anggur.

(Mazmur 25:4b-5.6-7.8-9)
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan lengkap hari ini:
28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
31  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
32  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak bisa Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

27 September 2014

Renungan Harian, 27 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Vincentius a Paulo, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Luk 9:43b-45)

Penderitaan dan kematian adalah topik yang tidak menarik untuk dibicarakan. Namun Yesus tetap mengatakannya berulang ulang, sebab itulah jalan keselamatan! Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan dan tidak ada surga tanpa kematian. St. Vinsensius a Paulo yang kita peringati hari ini adalah orang yang sangat menghayati makna penderitaan untuk kebahagiaan sesama. Hidup St. Vinsensius selalu dibimbing dan dikuatkan oleh penderitaan Yesus, sehingga mampu memberikan pelayanan dan bimbingan pada banyak orang yang mengalami penderitaan.

Mazmur 90:3-4,5-6,12-13,14,17
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN  —  berapa lama lagi?  —  dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Bacaan Lengkap hari ini:
43b Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
44  “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
45  Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

26 September 2014

Renungan Harian, 26 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” (Luk 9:18-22)

Menurut St. Hieronimus, tidak mengenal Kitab Suci berarti juga tidak mengenal Kristus. Belum cukup bila kita hanya merenungkan sendiri Kitab Suci. Tafsiran ilmiah terhadap Kitab Suci pun hanya bersifat membantu. Lagipula penafsiran Kitab Suci yang otentik selalu harus sesuai dengan Iman Gereja. Tempat yang paling tepat untuk membaca dan mendengarkan Kitab Suci adalah liturgi. Setiap kali Kitab Suci dibacakan dalam Gereja, terutama dalam Ekaristi, maka Allah sendiri berbicara kepada umat-Nya. Alangkah indahnya bila dalam keluarga dihidupkan tradisi membaca Kitab Suci agar makin mengenal Dia dengan benar!

(Mazmur 144:1-4)
Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

Bacaan Lengkap hari ini:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

25 September 2014

Renungan Harian, 25 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” (Luk 9:7-9)

Sebagai orang beriman, tak cukup hanya mengetahui bahwa Tuhan itu ada. Bahkan, tanpa henti pula kita menuntut Tuhan untuk menampilkan diri dan meyakinkan kita. Kerap kita bersikap seperti Herodes dan “berusaha melihat Yesus” namun tanpa disertai iman dan keinginan untuk bersahabat dengan Yesus. Sehingga kita sering merasakan kesia-siaan hidup, karena merasa Tuhan tidak ada. Kita lupa bahwa napas baru kita setiap kita bangun pagi adalah bukti karya Tuhan? KIta patut bersyukur kepada Tuhan karena Dia sudah memberikan yang terbaik bagi kita.

(Mazmur 90:3-4.5-6.12-13.14.17)
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN  —  berapa lama lagi?  —  dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
8  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.
9  Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

24 September 2014

Renungan Harian, 24 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah (Luk 9:1-6)

Seorang utusan haruslah memiliki sikap ketergantungan total pada Allah yang telah mengutusnya. Ia yang telah mengutus, Ia pula yang akan menyediakan segala kelengkapan yang dibutuhkan. Dengan demikian, dari pihak para utusan, kepercayaan dan kepasrahan pada penyelenggaraan ilahi merupakan suatu tuntutan mutlak yang harus diperhatikan. Tugas perutusan kita salah satu adalah menjadikan keluarga kita Gereja Rumah Tangga yang bertumbuh dalam Sabda Tuhan. Tuhan sudah menyiapkan segalanya, terserah kita untuk menjadi utusan yang baik demi kemuliaan nama-Nya.

(Mazmur 119:29.72.89.101.104.163)
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
2 Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3 kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4 Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
5 Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

23 September 2014

Renungan Harian, 23 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Padre Pin dari Pietrelcina, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah (Luk 9:1-6)

Seorang utusan haruslah memiliki sikap ketergantungan total pada Allah yang telah mengutusnya. Ia yang telah mengutus, Ia pula yang akan menyediakan segala kelengkapan yang dibutuhkan. Dengan demikian, dari pihak para utusan, kepercayaan dan kepasrahan pada penyelenggaraan ilahi merupakan suatu tuntutan mutlak yang harus diperhatikan. Tugas perutusan kita salah satu adalah menjadikan keluarga kita Gereja Rumah Tangga yang bertumbuh dalam Sabda Tuhan. Tuhan sudah menyiapkan segalanya, terserah kita untuk menjadi utusan yang baik demi kemuliaan nama-Nya.

Mazmur 119:29.72.89.101.104.163
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
2  Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3  kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4  Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
5  Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
6  Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

22 September 2014

Renungan Harian, 22 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur (Luk 8:16-18)

Sebagai orang Kristiani kita harus berani dan aktif untuk memancarkan cahaya bagi setiap orang disekeliling kita. Dunia kita saat ini, sangat membutuhkan cahaya-cahaya yang sungguh bisa menerangi kehidupan. Karena kegelapan hati sudah semakin meluas. Tindak kejahatan terus meningkat, kekerasan semakin sering terjadi dan kelompok-kelompok yang memecah belah persatuan semakin merajalela. Beranikah kita sebagai orang Kristiani memancarkan cahaya bagi orang disekitar kita dan membutuhkan bantuan kita? Inilah tugas perutusan kita.

(Mazmur 15:2-3ab.3cd-4ab.5)
Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya
dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN;
yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
16  “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
17  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

Older Posts »

Powered by WordPress