Renungan Harian

23 January 2015

Renungan Harian, 23 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. (Mrk 3:13-19)

Kita dipanggil, datang dan diutus untuk mewartakan Injil. sama seperti Yesus juga memanggil para rasul. Tetapi kita tak hentinya harus tetap belajar, meski kita telah diberi bekal kekayaan rohani. Bersatu dengan Allah, bersahabat dengan Tuhan Yesus adalah suatu kebahagiaan. Hal ini paling kita rasakan, saat merayakan Ekaristi, disitu kita merasakan kasihNya yang luar biasa. Tetapi kita dipanggil tidak hanya untuk menikmati kebaikan Allah bagi diri kita sendiri. Kita wajib berbagi kebahagiaan itu. Itulah sejatinya panggilan kita, mewartakan kabar sukacita bagi sesama.

Mazmur Tanggapan : Mzm 85:8.10.11-12.13-14

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Lengkap hari ini:

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

22 January 2015

Renungan Harian, 22 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. (Mrk 3:7-12)

Mereka melihat dalam diri Yesus bukan hanya tabib yang mampu menyembuhkan segala penyakit. Lebih dari itu. Mereka menemukan dalam Dia seorang Pemimpin rohani, imam agung yang saleh, tanpa salah dan tanpa noda. Yesus menghadirkan Bapa bagi mereka. Dan berada bersama Dia seperti di surga rasanya. Itulah sebabnya mereka mau mengurbankan segalanya dan menempuh perjalanan jauh untuk menemui Dia. Apakah saya sudah dekat dengan Yesus? Apa yang saya lakukan untuk bertemu dengan Dia dan tinggal selalu dalam hadirat-Nya?

Mazmur Tanggapan : Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “TUHAN itu besar!”

Bacaan Lengkap hari ini:

7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,

8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.

10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.

11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

21 January 2015

Renungan Harian, 21 Januari 2015 – Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. (Mrk 3:1-6)

Situasi seperti ini masih ada saat ini. Manusia tega membangun persekongkolan jahat. Atas nama hukum dan aturan, hasil buah dari dendam kesumat, rakyat banyak menjadi korban. Manusia sudah tuli dan buta untuk melihat dan mendengarkan suara rakyat. Dalam semangat Yesus, kita patut mendukung apapun yang baik dan benar. Harus berani membuang kepentingan sesaat dan iming-iming sesaat yang akan menjerumuskan kita. St. Agnes yang kita peringati hari ini, berani menolak semua tawaran duniawi. Beranikah kita melakukan hal yang sama?

Mazmur Tanggapan : Mzm 110:1-4

Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!

Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Bacaan Lengkap hari ini:

1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”

4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.

5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

20 January 2015

Renungan Harian, 20 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, (Mrk 2:23-38)

Bukan hari Sabat yang mengatur manusia, tetapi manusia yang mengatur hari Sabat. Aturan harus tetap ada, karena ini penting. Namun pelaksanaannya jangan membabi buta. Alangkah indahnya bila kita membangun niat untuk taat kepada aturan dengan loyalitas yang tinggi, sambil mengapresiasi orang-orang yang sedang berusaha menuju pada ketaatan sempurna. Keselamatan manusia adalah nilai tertinggi dari segala aturan.

Mazmur tanggapan: Mzm 111:1-2.4-5.9.10c

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.

Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.

Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.

Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:

23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.

24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,

26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”

27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

19 January 2015

Renungan Harian, 19 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, (Mrk 2:18-22)

Berpuasa adalah untuk mendekatkan relasi dengan Tuhan. Sebab kedekatan seperti itu kelak dapat menyelamatkan. Berpuasa untuk membantu menyucikan hati dan menguduskan diri. Oleh karena itu, jika kita puasa tetapi masih dengan perbuatan dosa, apakah artinya berpuasa? Jika hati dan pikiran masih menghakimi orang lain, apa artinya berpuasa? Karena itu sama dengan menambal baju tua dengan kain yang baru, pasti akan sobek lagi. Jangan berpuasa berlebihan hingga kita tidak punya kekuatan untuk melawan kecenderungan dosa dan lupa berbuat kebaikan.

Mazmur Tanggapan : Mzm 110:1-4

Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!

Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Bacaan Lengkap hari ini:

18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

19 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.

20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.

22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

16 January 2015

Renungan Harian, 16 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; (Mrk 2:1-12)

Kerinduan untuk bertemu Yesus, membuat orang menggunakan akalnya agar dapat berjumpa dengan Yesus. Dan niat itu tercapai! Seperti kerinduan si lumpuh yang diturunkan dari sotoh rumah. Kitapun sebagai umat beriman, hendaknya memiliki kerinduan yang sama, kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus. Dan kerinduan itu memancarkan cinta kita yang besar pada Yesus, yang telah memanggil kita menuju kesempurnaan dan keselamatan. Mari kita memupuk rasa rindu ini agar dosa kita diampuni dan kelemahan-kelemahan kita disembuhkan!

Mazmur tanggapan : Mzm 78:3.4bc.6c-7.8
Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami,
tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.
supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,
supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya;
dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah.
Bacaan Lengkap hari ini:
1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
3  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
4  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
5  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
6  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
7  “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
8  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
9  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
10  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — :
11  “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
12  Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

12 January 2015

Renungan Harian, 12 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk 1:14-20)

Injil hari ini mengisahkan bagaimana para murid dipanggil oleh Yesus. Mereka terpanggil menjadi murid Yesus dan sejak saat itu mereka harus hidup dalam sikap tobat terus menerus dan hidup dari Injil. Hal ini bukan seuatu yang mudah dilakukan. Mereka perlu berjuang dan berusaha sungguh sungguh untuk menghadapi kesulitan yang ada. Ingatlah saat mereka dipanggil menjadi murid, tidak serta merta mereka menjadi suci. Bahkan mereka makin merasa tidak pantas bagi Tuhan. Menjadi Kristen adalah anugerah dan panggilan Allah yang harus kita syukuri.

Mazmur tanggapan. Mzm 97:1.2b.6.7c.9
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
segala allah sujud menyembah kepada-Nya.
Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

11 January 2015

Renungan Harian, 11 Januari 2015 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. (Mrk 1:7-11)

Pembaptisan oleh Yohanes menunjukkan bahwa dalam hidup-Nya Yesus harus ditenggelamkan. Artinya, Dia harus mengalami penderitaan dan kematian untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Dengan demikian, pembaptisan yang sekarang kita terima adalah pembaptisan untuk menerima karya penyelamatan Yesus, melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Tapi sebelum menerima baptisan, pertama  kita harus bertobat. Hanya seringkali kita putus asa dalam bertobat, karena selalu diulang lagi. Bertobat dengan kata kata membuahkan putus asa., karenanya kita harus kembali pada Yesus. Percaya pada kuasa Yesus dan ajaran-Nya. Inilah lahir baru.

Mazmur Tanggapan. Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!
Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
8  Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”
9  Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
10  Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
11  Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

10 January 2015

Renungan Harian, 10 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” (Yoh 3:22-30)

Untuk menjadi rendah hati, diperlukan perjuangan yang keras serta rahmat dari Allah. Orang mesti berjuang untuk mengalahkan dirinya sendiri, egonya, aneka kecenderungannya seperti mengalahkan orang lain. Pergaulan dengan sesama dimasyarakat, menjadi sarana belajar mengenai sikap kerendahan hati. Bagaimana dengan kita sendiri? Sudahkah kita melakukan keutamaan berupa kerendahan hati seperti Yohanes Pembaptis? Mampukah kita mengorbankan kepentingan pribadi, demi kebahagiaan orang lain?

Mazmur antar Bacaan. Mazmur 149:1-2.3-4.5.6a.9b
Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!
Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka,
Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23  Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
24  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
25  Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
26  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”
27  Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

9 January 2015

Renungan Harian, 9 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Luk 5:12-16)

Bagaimana kita merasakan kedamain dalam berdoa, bila kita tidak percaya kepada Tuhan? Doa akan terasa sangat melelahkan, bila tidak berlandas pada keepercayaan bahwa Dia mampu membuat segala-galanya baik adanya. Bagaimana kita juga dapat melangkahkan kaki dengan mantap, kalau kita meragukan kasih dan pendampingan Tuhan? Kita membutuhkan pertolongan-Nya, maka kita harus terlebih dahulu yakin, bahwa Dia akan rela membantu kita. Seperti yang dilakukan orang yang sakit kusta.

Mazmur tanggapan. Mazmur 147:12-13.14-15.19-20
Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
13  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
14  Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
15  Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
16  Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Older Posts »

Powered by WordPress