Renungan Harian

21 December 2014

Renungan Harian, 21 Desember 2014 – Minggu Advent Keempat

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:26-38)

Maria benar benar tak mengerti apa yang disampaikan malaikat kepadanya, tetapi ia berani mengambil resiko dengan menjawab “YA”. Maria berani mengambil resiko untuk Allah yang diimaninya. Maria baru sepenuhnya mengerti tanggung jawab dari “YA” yang dia ucapkan saat ia melahirkan Yesus dan hadir dalam hidup Yesus sampai wafat-Nya di Golgota. Perjalanan hidup Maria adalah resiko ucapannya : “terjadilah padaku menurut kehendakMu.” Mari kita juga berani mengambil resiko untuk Allah dengan mengatakan “jangan kehendakku, melainkan kehendak-Mu terjadilah”

(Mazmur 89:2-3.4-5.27.29)
Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.”
Diapun akan berseru kepada-Ku: ‘Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.’
Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.

Bacaan Lengkap hari ini:
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

20 December 2014

Renungan Harian, 20 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Luk 1:26-38)

Jika Allah sendiri yang menyiapkan nama bagi seorang anak laki laki yang lahir dari rahim Maria, pasti itu bukan sembarang nama.  Anak itu harus dinamai Yesus, karena Dia lah yang akan menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka ((Mat 1:21) Nama Yesus dalam bahasa Iberani berarti “Allah membebaskan”. Yesus diutus Allah untuk membebaskan dan menyelamatkan manusia dari segala dosa. Mari kita nantikan kedatangan sang Imanuel.

(Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6)
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Bacaan lengkap hari ini:
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

19 December 2014

Renungan Harian, 19 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? (Luk 1:5-25)

Seorang imam sekaliber Zakharia pun masih mempunyai keraguan akan rencana Tuhan. Apalagi kita yang awam? Memang iman bukan sesuatu yang semudah membalik tangan! Adven adalah masa untuk belajar semakin percaya kepada Allah. Bila Allah menghendaki, kita wajib mengamini, karena kehendak-Nya itu menyelamatkan, dan Allah tidak akan pernah menyengsarakan umat-Nya. Allah mampu membuat segalanya indah dan baik bagi umat-Nya. Tak ada yang mustahil bagi Allah, dan tentunya juga bagi setiap orang yang percaya! Amin!

(Mazmur 71:3-4a.5-6ab.16-17)
Bacaan lengkap hari ini:
5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

18 December 2014

Renungan Harian, 18 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Haruskah sebagai orang beriman kita marah marah? Sepertinya boleh saja, tapi itu bukan satu keharusan. Yang menjadi keharusan sebagai orang beriman adalah mengerti peristiwanya dan menemukan rencana Allah di dalamnya! Kita harus sadar bahwa dalam setiap peristiwa suka atau duka, Tuhan selalu punya rencana di dalamnya. Karenanya kita harus mempertimbangkan setiap peristiwa dalam terang budi dan keteduhan hati serta berkeyakinan bahwa Dia punya rencana dalam hidup kita, maka semua duka yang kita alami adalah upaya Tuhan mendewasakan iman kita.

(Mazmur 72:1-2.12-13.18-19)
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!
Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.

Bacaan lengkap hari ini:
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

17 December 2014

Renungan Harian, 17 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Mat 1:1-17)

Bila kita melihat silsilah Yesus sang Penebus, maka ternyata tidak semua nya adalah mereka yang bermoral baik. Alah tidak menyembunyikan  hal hal yang memalukan.  Allah menjunjung tinggi kebenaran dengan memaparkan apa adanya. Ia mau menunjukkan kepada kita realita Yesus, Anak Allah. Sering kita merasa terpukul, bila asal usul kita diungkit ungkit. Semoga dengan melihat silsilah Yesus, kita mampu menerima apa adanya siapa diri kita.

(Mazmur 72:1-2.3-4b.7-8.17)
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

16 December 2014

Renungan Harian, 16 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. (Mat 21:28-32)

Omong Doang sudah menggejala dimana mana, bahkan dalam kehidupan religius. Kaul imamat diucakan dan diikrarkan meriah didepan umat sering hanya tinggal dibibir. Kaum awam sama saja, janji baptis maupun janji pernikahan suci tak menggema dalam hidup. Melalui Injil hari ini kita patut merenungkan bahwa relasi antara kita dan Allah adalah sebuah relasi seperti ikatan janji. Allah berjanji akan memberi hidup yang kekal kepada manusia dan manusia berjanji akan mentaati perintah perintah-Nya. Kiranya kita mewujudkan janji kita dalam tindakan sehari-hari.

(Mazmur 34:2-3.6-7.17-18.19-23)
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bacaan Lengkap hari ini:
28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
31  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
32  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

15 December 2014

Renungan Harian, 15 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” (Mat 21:23-27)

Para imam dan akhli Taurat tidak percaya bahwa kuasa Yesus itu datang dari surga. Mereka tidak berani mengatakannya. Mereka takut akan orang banyak. Jika melawan orang banyak, kekuasaan mereka akan terancam. Kehadiran Yesus nyata nayta mengancam kekuasaan dan kepercayaan orang banyak kepada mereka. Suatu kenyataan yang juga diketahui oleh para akhli Taurat bahwa ada kuasa yang bekerja dalam diri Yesus. Dengan kuasa itu, Yesus ingin memberdayakan manusia agar berkembang dalam iman. Inilah yang ditakuti oleh para akhli Taurat. Sebagai pengikut Yesus, sejauh mana kita sudah mengakui kuasa Yesus dengan iman yang penuh?

(Mazmur 25:4bc-5ab.6-7c.8-9)
ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku,
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan Lengkap hari ini:
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
24  Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
25  Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
26  Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”
27  Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesuspun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

14 December 2014

Renungan Harian, 14 Desember 2014 – Minggu Advent Ketiga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” (Yoh 1:6-8.19-28)

Minggu Advent selalu ditampilkan 4 tokoh Injil yaituYesaya, Yohanes Pembaptis, Maria dan Yosef. Hari Minggu Ketiga Adven yang dikenal juga dengan Minggu Sukacita/Gaudette ditampilkan Yohanes pembaptis, Siapakah dia? Yohanes yang artinya “karunia Tuhan”, hidupnya amat sederhana. Ia adalah model atau teladan iman, kerendahan hati, jujur dan tidak haus kekuasaan. Tugasnya adalah sebagai pembuka jalan agar kasih ilahi berjumpa dengan yang ninsani. Masa Adven adalah masa untuk perjumpaan yang indah ini. Yohanes Pembaptis mengantarkan hadirnya Yesus dalam hati umat.

(Lukas 1:46-48.49-50.53-54)
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

Bacaan Lengkap hari ini:
6  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
7  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”
20  Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”
21  Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!”
22  Maka kata mereka kepadanya: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
23  Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
24  Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
25  Mereka bertanya kepadanya, katanya: “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”
26  Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
27  yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
28  Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

13 December 2014

Renungan Harian, 13 Desember 2014 — Peringatan Wajib Santa Lusia, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” (Mat 17:10-13)

Ditolak dan dimusuhi adalah pengalaman yang menyakitkan. Namun, apakah dengan mengalami ketidak adilan, kita akan berontak dan ganti balas dendam? Bagaimana dengan kita yang menamakan diri Kristiani? Memang menjadi pengikut Kristus dizaman sekarang ini semakin banyak menghadapi tantangan, hambatan, bahkan penolakan. Apakah kita akan mundur teratur untuk mencari aman didunia ini? Tidak, kita harus sabar dan rendah hati, serta merefleksi diri. Belajar dari tantangan dan hambatan yang ada untuk memurnikan motivasi hidup iman, harapan dan kasih kita. Kita harus tetapkan hati untuk berani menghadapi segala hambatan yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus.

(Mazmur 80:2ac.3b.15-16.18-19)
Hai gembala Israel, pasanglah telinga,
Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar
Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,
batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang disebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu itu,

Bacaan Lengkap hari ini:
10  Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?”
11  Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
12  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.
13  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

12 December 2014

Renungan Harian, 12 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19)

Mendengarkan ajaran Yesus aja tidaklah cukup. Perlu melibatkan hati, mendengar dengan kebajikan dan tahu hikmat serta tujuan mulia Yesus, untuk apa Ia mengajar. Sikap ini seharusnya menjadi sikap dalam mendengarkan Tuhan dan juga sesama, terutama dalam komunikasi dalam komunitas. Keharmonisan komunitas sangat ditopang oleh kemampuan masing-masing anggota untuk saling mendengarkan, untuk saling mengerti. Sudahkah komunitas kita menjadi pendengar yang baik bagi satu sama lain? Semoga diberkati komunikasi dalam komunitas kita, karena satu sama lain menjadi pendengar yang baik.

Mazmur 1:1-6
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
17  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

Older Posts »

Powered by WordPress