Renungan Harian

21 September 2014

Renungan Harian, 21 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Mat 20:1-16)

Hari ini kita tidak diajak merenungkan tentang keadilan, tetapi tentang sikap berani bersyukur. Mengapa? Karena Allah itu sejatinya selalu baik kepada kita. Allah telah memberikan kita panggilan untuk datang dan terlibat didalam karya-Nya, yaitu didalam kebun anggur. Ia memang menjanjikan upah, tetapi kita tidak perlu menuntut hak Allah. Ia punya hak untuk memberi sesuai kebutuhan kita. karena itu, kita tak berhak protes karena kita telah memercayakan diri kita pada Allah. Kita hanya diminta untuk bekerja dan menerima hasil sesuai kebaikan-Nya.

(Mazmur 145: 2-3.8-9.17-18)
Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
5  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6  Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8  Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9  Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
11  Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13  Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16  Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

20 September 2014

Renungan Hari Sabtu 20 September 2014 – Peringatan Wajib St. Andreas Kim Tae Gon, Imam & Paulus Chong Hasang, dan kawan kawan – Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.” (Luk 8:4-15)

Sang Penabur adalah Kristus sendiri dan benih yang ditabur adalah Sabda Allah. Dari antara benih terseburt ada yang jatuh ditanah yang berbatu batu, maknanya adalah banyak orang menerima Sabda Yesus dengan sukacita, tetapi tidak berakar, sehingga mudah mati. Kita harus meneladani St. Andreas Kim yang mengatakan: “Jadilah orang Kristiani bila engkau berharap untuk bahagia setelah meninggal dunia, karena Tuhan memiliki hukuman bagi mereka yang menolak untuk mengenal-Nya. Apakah kita juga ingin menjadi Kristiani yang bahagia?

Mazmur 56:10.11-12.13-14
Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

Bacaan Lengkap hari ini
4 Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
5  “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11  Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

19 September 2014

Renungan Harian, 19 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3)

Para wanita pengikut setia Kristus adalah orang yang rela mengabdikan diri kepada Sang Guru. Kekayaan sepertinya bukan modal mereka untuk mengikuti Tuhan. Kekayaan yang mereka miliki itu sekedar sarana yang mendorong mereka untuk melayani sesama dengan sebaik mungkin. Kemauan hati untuk selalu mendengarkan sabda dan kehendak-Nya, itulah yang selalu menyemangati mereka untuk terus mengikuti Yesus. Kiranya teladan kaum wanita yang seringkali dianggap lemah ini juga menggugah hati kita untuk makin melayani Tuhan dengan segenap kemampuan kita.

(Mazmur 17:1.6-7.8b.15)
Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3  Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

18 September 2014

Renungan Harian, 18 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. (Luk 7:36-50)

Apa yang dilakukan wanita berdosa kepada Yesus, adalah perbuatan mulia yang mendatangkan berkat baginya dan pelajaran bagi banyak orang yang melihatnya. Ia tahu apa yang dilakukannya dan Yesus pun membiarkan hal itu terjadi. Karena Yesus tahu dia melakukannya dengan sepenuh hati dan Yesuspun merestuinya, maka benarlah yang dikatakan Yesus : “Imanmu telah menyelamatkan” Bersungguhlah dalam hidup saat harapan kita kecil. Lebih bersungguhlah saat kita mungkin akan kalah. dan makin bersungguhlah saat kita tidak mungkin meraih kemenangan. Inilah yang namanya iman!

(Mazmur 118 : 1-2.16ab-17.28)
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan,
tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

Bacaan Lengkap hari ini:
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

17 September 2014

Renungan Harian, 17 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. (Luk 7:31-35)

Ungkapan ini menggambarkan bagaimana hati manusia tertutup rapat akan kedatangan Kerajaan Allah dan sama sekali tidak perduli akan kunjungan Allah yang telah menjadikan kita makhluk pilihan. Banyak diantara kita yang menolak untuk bertobat, kita lebih rajin mencari alasan untuk menolak daripada bekerja sama dengan Allah. Namun kebijaksanaan Allah membuktikan kebenaran-Nya dalam hidup orang yang menerima pertobatan. Ternyata memang sulit merubah orang yang tegar hati. Berdoa adalah salah satu caranya.

(Mazmur 33:2-3.4-5.12.22)
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
3  Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
4  Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
5  Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

16 September 2014

Renungan Harian, 16 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus dan Santo Siprianus, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Allah telah melawat umat-Nya.” (Luk 7:11-17)

Kita semua belum pernah berjumpa dengan Tuhan. Namun jauh didalam lubuk hati, kita rindu ingin berjumpa dengan-Nya. Meski dalam kenyataan kita baru bisa berjumpa dengan Tuhan saat kita sudah mati, namun Tuhan punya cara agar Ia dapat kita jumpai setiap saat. Ada yang dijumpai saat dalam kesedihan; ada yang dijumpai saat sukacita dan banyak cara dari merenung, berdoa. Hari ini kita merayakan St. Kornelius dan St. Siprianus dua sahabat. Keberanian dan iman yang teguh itu tak mungkin ada jika mereka tidak lebih dahulu berjumpa dengan Tuhan. Mari kita mohon, agar diberi kepekaan sehingga kita dapat berjumpa dengan Tuhan.

(Mazmur 100:2.3.4.5)
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Ny
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Lengkap hari ini:
11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

15 September 2014

Renungan Harian, 15 September 2014 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berduka Cita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya (Yoh 19:25-27)

Betapa dukacita seorang ibu melihat anaknya dihukum mati secara mengerikan? Itulah yang kita peringati hari ini, Bunda Maria berdukacita. Apa makna peringatan ini bagi kita? Bunda Maria mengajak kita untuk taat dan setia pada kehendak Allah. Bunda maria mengajarkan makna penderitaan yang menyelamatkan. Dan terakhir, Bunda Maria mengemban misi istimewa untuk mencintai dan menyertai kita, khususnya saat kita mengalami penderitaan. Sampai detik ini pun Bunda Maria masih berduka, karena kita seringkali menghina Yesus dengan terus berdosa. Sadarkah kita?

(Mazmur 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20)
Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku!
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!

Bacaan Lengkap hari ini:
25  Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
26  Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
27  Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

14 September 2014

Renungan Harian, 14 September 2014 – Pesta Salib Suci

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh 3:13-17)

Bagaimana sikap kita terhadap Yesus? Kita menerima Dia sepenuhnya sebagai Anak tunggal Allah, karena dengan percaya kepada-Nya, kita tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kita juga mengakui dengan lidah kita bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan kita. Dan terakhir, kita hadapi realitas hidup didalam Tuhan. Seperti dikatakan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, “Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”

(Mazmur 78:1-2.34-35.36-37.38)
Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.
Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.
berbalik dan mengingini Allah;
mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia.
Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
13  Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
14  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
15  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
17  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

13 September 2014

Renungan Harian, 13 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik: (Luk 6:43-49)

Semua karunia, talenta, kesempatan, energi dan segala sesuatu dalam hidup kita hendaknya digunakan untuk tujuan apa Allah menciptakan kita. Kita masing-masing akan memainkan peranan khas yang Allah rancang bagi kita. Jika kita tidak memberikan buah yang baik, unik dan khas bagi Gereja, maka buah itu tidak akan ada. Maka, kenalilah unsur unsur baik dalam diri kita dan kembangkan semuanya demi kemuliaan Allah.

(Mazmur 116:12-13.17-18)
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

Bacaan Lengkap hari ini:
43  “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
44  Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
45  Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”
46  “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
47  Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya  —  Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan  — ,
48  ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
49  Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

12 September 2014

Renungan Harian, 12 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah orang buta menuntun orang buta? (Luk 6:39-42)

Kita adalah seperti orang buta yang meminta tuntunan dari orang buta juga guna mengerti tentang kehidupan. Jangan kita mengandalkan kekuatan sendiri ketika kita berusaha tamat dalam pelajaran tentang kebahagiaan, kebaikan hati dan kebijaksanaan hidup. Yesus lah Guru sejati dari pelajaran ini. Jangan belajar dari sumber lain, belajarlah dari Injil. Sudahkah kita mempunyai Alkitab dirumah? Ingatlah bahwa guru dan buku adalah jendela ilmu, sedangkan Kitab Suci adalah jendela Surga yang akan menuntun kita yang buta menjadi celik matanya.

(Mazmur 84:3-6.12)
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Bacaan Lengkap hari ini:
39  Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
41  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
42  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Older Posts »

Powered by WordPress