Renungan Harian

28 January 2014

Renungan Harian, 28 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Tomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga (2Sam 6:12b-15.17-19)

Siapa bilang berdoa itu harus selalu serius? Boleh menangis di hadapan Tuhan, tapi dilarang tertawa? Tuhan adalah sumber sukacita. Lihat Daud. Ia sangat bergembira di hadapan Tuhan. Ia menyanyi dan menari-nari. Mengapa tidak? Pasti Tuhan juga senang melihat tingkah-nya. Memang ada yang tidak suka, antara lain Mikhal istrinya. Kita tidak bisa menyenangkan setiap orang. Di dalam Yesus kita punya keluarga baru, yaitu siapa saja yang melakukan kehendak Allah. Semoga kita tahu memuji Allah dan bersukaria di hadapan-Nya dengan keluarga baru itu, sebab Tuhan sungguh amat baik.

“Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” (Mzm 24:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
13  Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
14  Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
15  Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
17  Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
18  Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.
19  Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.

27 January 2014

Renungan Harian, 27 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” (Mrk 3:22-30)

“Fitnah” itulah yang dilakukan para akhli Taurat setelah mereka gagal melawan kebenaran Yesus. Yesus menghadapi fitnah ini dengan tegas, sabar dan rendah hati. Ia menangkis fitnah dengan perumpamaan dan menegaskan bahwa menghujat Roh Kudus adalah dosa kekal. Bila kita melawan fitnah dengan kemarahan, kebencian dan balas dendam pasti hanya akan menimbulkan persoalan yang baru. Keluarga harmonis adalah keluarga yang tidak mudah digoyang fitnah. Sebab hidup keluarga tersebut didasarkan pada kuasa Allah yang tidak terkalahkan oleh kuasa apapun.

Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. (Mzm 89:25)

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
23  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
24  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
25  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
26  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
27  Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
28  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
29  Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
30  Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

26 January 2014

Renungan Harian, 26 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali (Mat 4:12-23)

emi keselamatan nyawa-Nya, Yesus meninggalkan Nazareth. Dan sejak saat itu Yesus memberitakan pertobatan. Yesus memulai karya-Nya justru didaerah yang tidak mengenal Allah. Dari hal ini jelas bahwa keselamatan bukan untuk orang Yahudi saja, tapi untuk segala bangsa dimuka bumi. Tindakan Yesus untuk meninggalkan Nazareth, bisa menjadi inspirasi bagi para pewarta untuk berani meninggalkan kemapanan hidup dan menyongsong tantangan baru. Peralihan inilah yang sering menuntut pengorbanan. Sayangnya, pengorbanan sering dihindari oleh banyak orang yang mengaku beriman.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 26:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22  dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

25 January 2014

Renungan Harian, 25 Januari 2014 – Penutupan Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. (Mrk 16:15-18)

Bagi kita kaum awam, memberitakan Injil keseluruh dunia tidak perlu dengan berkotbah atau mengajar, melainkan cukup dengan “TELADAN”. Cara hidup yang dilakukan oleh keluarga kita, mengajar orang-orang disekitar kita tentang apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita kaum Kristiani, murid Yesus. Keakraban, kerukunan dan kesederhanaan hidup adalah bukti hukum kasih yang diajarkan oleh Yesus. Dan itulah kesaksian hidup kita sebagai seorang Kristiani sejati.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

24 January 2014

Renungan Harian, 24 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja – Hari Ketujuh Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (Mrk 3:13-19)

Yesus memanggil dua belas murid dan memberi kesempatan yang sama untuk menerima kuasa dan mewartakan Injil. Ternyata tidak semua dari 12 murid ini sempurna. Petrus menyangkal Yesus 3 x dan Yudas Iskariot mengkhianati Dia. Ketika kita jatuh dalam dosa, kita mesti belajar dari Petrus, yang tetap percaya kepada Yesus, bahwa Ia akan mengampuni dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Selama kita menyadari situasi dosa dan bagaimana memulai dengan yang baru, dan memilih jalan yang tepat untuk keluar dari masa lalu.

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. (Mzm 57:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
14  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
15  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
16  Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
17  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
18  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
19  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

23 January 2014

Renungan Harian, 23 Januari 2014 – Hari Keenam Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” (Mrk 3:7-12)

Kita seharusnya malu, karena roh jahat berani mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Roh jahat berani tersungkur didepan Yesus, sedangkan kita yang telah dibaptis dan memiliki Yesus, meragukan kuasa Yesus yang setiap saat bekerja di dalam hidup kita. Kita hanya ketakutan, jika mengalami derita dan penyakit. Kita kurang memiliki sukacita dan pengharapan! Ketakutan adalah penghalang kita untuk disembuhkan, menjadi penghalang untuk mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Kita harus berani menemui Yesus dan berkata:”Tuhan tambahkanlah iman kami!”

kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Mzm 56:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,
8  dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
9  Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
10  Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
11  Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”
12  Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

22 January 2014

Renungan Harian, 22 Januari 2014 – Hari Kelima Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. (Mrk 3:1-6)

Dihadapan para penguasa Yahudi, Yesus sedikitpun tidak menunjukkan rasa takut. Bahkan Yesus berani marah dan memandang sekeliling-Nya. Yesus lebih menjunjung nilai kemanusiaan dan kebenaran daripada hari Sabat dengan menolong orang yang mati sebelah tangannya. Setiap orang dan keluarga dipanggil untuk berjuang demi nilai kemanusiaan dan kebenaran. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan dan ketidak adilan dalam rumah tangga sangat ditentang. Saat ini dunia membutuhkan pejuang-pejuang nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran, yang berani bertindak nyata, seperti Yesus.

Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; (Mzm 144:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
2  Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
3  Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”
4  Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.
5  Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
6  Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

21 January 2014

Renungan Harian, 21 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir – Hari Keempat Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Mrk 2:23-28) 

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” Inilah firman Allah pada Samuel saat dia diminta untuk mengurapi anak Isai menjadi raja. Tuhan melihat hati, bagi-Nya Hari Sabat memang penting, tetapi prioritas utama adalah kehidupan dan tidak bermaksud melanggar hukum. Apakah hanya karena hari Sabat, maka para murid tidak boleh memetik gandum untuk dimakan? Sungguh, firman Tuhan itu hidup, membebaskan dan menggembirakan hati.

Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus (Mzm 89:20)

Bacaan Lengkap hari ini :

23  Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
24  Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
25  Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
26  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu  —  yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam  —  dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
27  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
28  jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

20 January 2014

Renungan Harian, 20 Januari 2014 – Hari Ketiga Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. (Mrk 2:18-22)

Maksud Yesus, nanti ketika Dia wafat disalibkan, para murid sebagai sahabat mempelai, yaitu Yesus sendiri, pada waktu itulah mereka akan mengungkapkan kepedihan dengan puasa. Sejak itu, puasa para murid digabungkan dengan peristiwa penangkapan dan penyaliban Yesus. Puasa mereka mengungkapkan belarasa terhadap Yesus. Saat itulah mereka belajar ikut merasakan pengurbanan Yesus bagi keselamatan manusia. Apakah puasa kita juga mengungkapkan hal yang sama?

“siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mzm 50:23b)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
19  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
20  Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
21  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
22  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

19 January 2014

Renungan Harian, 19 Januari 2014 – Hari Kedua Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29-34)

Ucapan Yohanes menyatakan kerendahan hatinya. Yohanes sadar bahwa Dia yang akan melanjutkan perintisannya telah datang. “Dia semakin bertambah besar, dan aku semakin kecil,” Yohanes dengan berani dan jujur mengatakan siapakah dirinya dihadapan Yesus. Yohanes mengajak kita untuk berani menjadi rendah hati, berani melayani sesama dengan siap memasuki dan mengerti cara hidup dan karakter mereka, sambil menerima keberadaan mereka apa adanya.

” aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mzm 40:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
30  Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
31  Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
32  Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
33  Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
34  Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress