Renungan Harian

30 September 2010

Renungan Harian, 30 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. (Luk 10:1-12)

Ada satu kebenaran yang kadang kita lupakan, bahwa Allah membutuhkan kita manusia untuk melangsungkan karya kasih-Nya. Allah melibatkan kita dalam rencana keselamatan-Nya. Kitapun dilibatkan sebagai utusan-Nya dalam hidup keluarga, kerja maupun keseharian. Dengan mengandalkan Dia serta menebarkan damai dan sejahtera kepada sesama, maka rumah, kantor, gereja dan diri kita juga dipenuhi dengan kasih. Selamat melanjutkan karya kasih Tuhan.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

29 September 2010

Renungan Harian, 29 September 2010 – Pesta Santo Mikael, Gabriel dan Rafael Malaikat Agung

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:47-51)

Hari ini Gereja memperingati tiga malaikat besar, Mikael, Gabriel dan Rafael. Mikael pembela kebenaran; Gabriel pembawa kabar gembira dan Rafael sang Penyembuh. Mereka jugalah yang naik turun dari langit untuk menemui Yesus sang “Anak Manusia” karena Yesus adalah liaison officer / sang perantara antara manusia dan surga. Yesus mengatakan ini kepada Natanael supaya dia bukan hanya terpesona oleh Yesus, tetapi juga menghayati bahwa Dia sungguh sungguh Allah dan sungguh sungguh manusia.

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu (Mzm 138:1)

28 September 2010

Renungan Harian, 28 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. (Luk 9:51-56)

Hati kita juga sering panas menghadapi masalah dan baru puas setelah membalas yang menyakiti hati kita. Namun sabda Yesus menyadarkan kita, agar tidak main hakim sendiri. Pikiran yang jernih akan memampukan kita menyikapi konflik dengan kepala dingin. Kita harus mampu mengolah konflik dalam hidup dengan bijak.

Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku (Mzm 88:2)

27 September 2010

Renungan Harian, 27 September 2010 – Peringatan Wafat Santo Vincentius a Paulo

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Luk 9:46-50).

Hari ini Gereja merayakan peringatan Santo Vincentius a Paulo. Dalam diri Santo Vincentius inilah tercermin makna sebenarnya dari yang terkecil adalah yang terbesar”. Dengan mengutamakan orang miskin dan menghayati kemiskinan, Santo Vincentius telah menunjukkan kebesaran dirinya. Santo Vincentius memiliki cinta yang dalam kepada kaum miskin, ini terungkap dalam surat suratnya kepada para misionaris Konggregasi Misi (CM). Santo Vincentius menunjukkan bahwa nilai nilai Kerajaan Allah berbeda, bahkan kebalikan dari nilai-nilai dunia. Mari kita dahulukan mereka yang papa dan miskin. Option for the poor.

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. (Mzm 17:6)

26 September 2010

Renungan Harian, 26 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luk 16:19-31)

Kebebalan manusia membuat mereka tidak percaya kepada siapapun yang membawa kabar keselamatan. Akibatnya adalah TERLAMBAT, seperti si kaya yang berfoya foya selama hidupnya tanpa mau memperhatikan Lazarus yang makan sisa santapannya bersama anjing anjing. Mumpung masih punya kesempatan, taatilah hukum Musa. Turutilah kehendak-Nya, agar kita memperoleh kebahagiaan bersama Dia.

TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung (Mzm 146:7)

25 September 2010

Renungan Harian, 25 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. (bdk Luk9:43-45)

Murid murid Yesus tidak mengerti, namun tidak berani bertanya, kenapa Yesus orang yang akan menyelamatkan isi dunia, harus menderita? Baru kemudian, mereka mengerti, bahwa karya keselamatan haruslah melalui penderitaan. Demikian pula dengan kita yang sering tidak mengerti dengan apa yang kita alami. Percaya dan yakinlah bahwa salib penderitaan akan menghantarkan kita kepada keselamatan. Beranilah bertanya kepada Tuhan dalam doa. Dia pasti akan menjawabnya.

Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu. (Mzm 90:17)

24 September 2010

Renungan Harian, 24 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:19-22)

Pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, “siapakah Yesus itu?” Sepertinya sulit kita menemukan jawabnya, Kita baru bisa menjawab pertanyaan ini bilamana kita sudah mengenal Dia secara pribadi. Baik melalui Ekaristi, Sabda, pelayanan sosial maupun rohani. Proses pengenalan secara pribadi ini berlangsung secara terus menerus sepanjang hidup kita. Kiranya pengenalan dengan Yesus secara pribadi makin menguatkan panggilan hidup kita.

Terpujilah TUHAN, gunung batuku. (Mzm 144:1a)

23 September 2010

Renungan Harian, 23 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal hal demikian?” (Luk 9:7-9)

Herodes sangat gelisah mendengar berita tentang Yesus. GELISAH adalah tanda alami bahwa ada yang tidak beres dalam diri kita. Gelisah adalah rasa resah, akibat dari situasi hati yang sedang cemas dan kuatir. Terapi terbaik untuk rasa gelisah adalah iman yang kuat pada Yesus. Bukankah Dia sudah mengatakan : “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah ( Yoh14:1) Kita akan gelisah seumur hidup, bilamana menutup diri terhadap iman akan Dia.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mzm 90:12)

22 September 2010

Renungan Harian, 22 September 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. (Luk 9:1-6)

Yesus memerintahkan murid murid-Nya untuk mewartakan firman Allah. Namun benarkah mereka samasekali tidak membawa bekal? Tidak benar, mereka membawa bekal berupa tenaga dan kuasa untuk menguasai setan dan menyembuhkan penyakit penyakit. Ini semua lebih penting dari bekal lahiriah. Karena mereka diterima orang banyak bukan karena penampilannya, tetapi karena pewartaannya. Ingatlah, perlengkapan lahiriah hanya sarana. Bekal kekuatan dan kuasa Tuhan melalui sakramen penguatan adalah bekal sejati kita untuk pewartaan.

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mzm 119:105)

21 September 2010

Renungan Harian, 21 September 2010 – Pesta Santo Matius, Rasul Penginjil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Mat 9:9-13)

Semua orang mengerti kenapa Yesus memilih Matius, jawabnya klise : Dia datang untuk orang berdosa. Namun ada yang bisa kita renungkan dari hal ini. Perbuatan dosa masa lalu tidak selesai hanya dengan diratapi. Apabila Tuhan memberi kesempatan untuk pertobatan, bergembira, dan tanggapilah seperti Matius. Bila hari ini kita mendengar Yesus mencari Matius, itu tanda bahwa Tuhan juga mengajak kita bertobat, dan belajar melakukan yang baik menuju selamat.

Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. (Mzm 19:4)

Older Posts »

Powered by WordPress