Renungan Harian

31 December 2010

Renungan Harian, 31 Desember 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia (Yoh 1:1-18)

Hari ini adalah hari terakhir ditahun 2010. Seperti yang dikatakan Yohanes, kita telah menerima karunia demi karunia dari kepenuhan-Nya, maka marilah dipenghujung tahun ini kita menghitung karunia yang telah kita terima dari Tuhan sepanjang tahun ini. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk gagal. Tuhan menghendaki manusia hidup dalam kelimpahan-Nya. Karena itu mari, kita songsong tahun yang baru besok, dengan karya yang bermanfaat. Mari kita berubah dan berbuah.

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.” (Mzm 96:10)

30 December 2010

Renungan Harian, 30 Desember 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. (Luk 2:36-40)

Yesus menjadi besar, dewasa, kuat dan penuh hikmat, adalah karunia dari Allah disurga, namun juga banyak karunia lain yang menyertai Dia sejak Dia blm lahir hingga saat dilahirkan, Yusuf dan Maria yang membesarkan Dia dengan kasih sayang. 3 orang majus yang melindunginya dari kekejaman Herodes. Hidup kita juga tidak kalah dalam hal karunia dibandingkan Yesus. Sejak belum lahir hingga saat ini begitu banyak karunia karunia Allah yang diberikan kepada kita, namun apakah kita menyadarinya?

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak (Mzm 96:11)

29 December 2010

Renungan Harian, 29 Desember 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan (Luk 2:22-35)

Menurut Taurat, anak sulung adalah milik Tuhan dan orang tua harus menyerahkannya.
Kitapun juga selalu menyerahkan anak anak kita kepada Tuhan untuk dibaptis.

Disini makna “menyerahkan” menjadi sangat dalam. Kita menyerahkan anak anak kita kepada Tuhan, agar Dia yang membimbing, mengatur dan menaungi hidup anak anak kita.

Anak bukan milik atau jaminan hari tua bapak dan ibunya.
Ia hanya dititipkan kepada kita untuk kita asuh dan pelihara.

Sudahkah kita benar benar mengimani arti “menyerahkan”?

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak (Mzm 96:11)

28 December 2010

Renungan Harian, 28 Desember 2010 – Pesta Kanak Kanak Suci Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya (Mat 2:13-18)

Hari ini, kita peringati ribuan anak yang telah menjadi martir tersebut, sebagai Pesta Kanak kanak Suci Martir.
Tanpa kita sadari terkadang kita bersikap kejam seperti Herodes.

Hanya karena mengejar keinginan/ambisi pribadi, dengan sengaja kita tega ‘menghabisi’ teman, saudara, bahkan bayi.

Kita lupa arti peri kemanusiaan, demi memuaskan keinginan diri sendiri.

Menjelang akhir tahun layak kita merenungkan betapa orang lain dalam hal ini bayi tak berdosa menjadi martir bagi kita.

Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! (Mzm 124:7)

27 December 2010

Renungan Harian, 27 Desember 2010 – Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Pengarang Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20:2-8)

Apakah beda Tomas dan Yohanes serta kita semua dalam menyikapi “percaya” akan Allah? Tomas tidak percaya sebelum melihat ; Yohanes melihat dan makin percaya. Sedangkan kita semua tidak melihat dan percaya. Itulah iman kita sebagai orang Nasrani, didasari oleh pewartaan para rasul yang telah melihat Yesus secara jasmani dan kemudian mewartakan sabda-Nya kepada kita semua. Itulah sebabnya kita juga harus mewartakan Sabda-Nya kepada sesama, agar kita layak hidup dalam persekutuan dengan Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mzm 97:12)

26 December 2010

Renungan Harian, 26 Desember 2010 – Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.” (Mat 2:13-15, 19-23)

Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus. Setiap orang butuh KELUARGA, dimana ia diterima, disayang, dilindungi, dan dipenuhi segala kebutuhan pokoknya, baik fisik maupun psikis.

Yusuf menunjukkan tanggung jawab nya kepada keluarga dengan mengikuti petunjuk malaikat Tuhan.

Relasi antara anak, ibu, ayah, adik kakak hendaklah tertuju pada kasih yang menghidupkan. Mari bersama Tuhan kita melangkah bersama untuk menjadi keluarga kudus juga.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

25 December 2010

Renungan Harian, 25 Desember 2010 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , , — Renungan Harian @ 06:00

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Luk 2:1-14)

Kita telah merayakan Dies Natalis Kristus yang ke 2010. Dimana sekarang kita merayakannya dengan gegap gempita,

penuh kemeriahan dan suasana gemerlap baik itu di Gereja maupun di mal dan rumah rumah.

Natal pertama jauh dari kemeriahan.

Yesus lahir dalam kesenyapan malam ditemani oleh domba dan para gembala.

Kontradiktif dengan Natal saat ini.

Pertanyaannya : apakah dengan gemerlapnya Natal saat ini, kita sudah memupuk kesetia kawanan dengan Yesus sang Penebus?

SELAMAT NATAL!

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. (Mzm 96:11-13)

24 December 2010

Renungan Harian, 24 Desember 2010 – Advent Hari Terakhir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , , — Renungan Harian @ 06:00

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-79)

Banyak kerinduan dan keinginan seorang ayah terhadap masa depan anaknya. Ini semua diungkapkan oleh Zakharia saat anaknya lahir. Harapan utamanya adalah agar anaknya menjadi pendahulu Sang Mesias yang dinantikan. Dia tidak hanya berhenti dalam cita cita namun dia membawa semuanya kedalam doa dengan niat yang sangat mendalam. Kita juga perlu senantiasa berjaga dalam doa agar setiap langkah hidup kita dan keluarga dituntun kejalan yang benar.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Mzm 89:1)

23 December 2010

Renungan Harian, 23 Desember 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. (Luk 1:57:66)

Bayi yang baru lahir nampak tak berdaya, tapi ia penuh potensi. Kaki yang kecil mungil bisa berkembang menjadi kaki pelari atau pemain sepak bola. Menjadi apakah anak ini, tergantung dari kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menemukan dan mengembangkan segala potensi yang ada. Kemampuan rohani juga perlu dikembangkan, sehingga mampu mengasihi, menanamkan keadilan dan kebenaran, sikap rendah hati dan mencintai kebaikan.

Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. (Mzm 25:10)

22 December 2010

Renungan Harian, 22 Desember 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. (Luk 1:46-56)

Ayat diatas adalah petikan dari “Magnificat” pujian Bunda Maria kepada Allah. Maria percaya bahwa Tuhan sudah melakukan perbuatan besar terhadap dirinya. Iman dan kepercayaan Maria sungguh sungguh diuji dalam kenyataan yang harus dihadapinya. Justru dalam kesulitan dan tantangan, iman Maria makin diteguhkan. Iman itu ibarat benih yang harus terus dipelihara, dan dikembangkan. Bila kita setia dan taat dalam tugas sebagai orang Kristen, kita akan melihat rencana Tuhan terlaksana di dalam hidup kita.

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.” (1 Sam2:1)

Older Posts »

Powered by WordPress