Renungan Harian

31 July 2011

Renungan Harian, 31 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” (Mat 14:13-21)

Kisah Yesus memberi makan 5000 orang sering kita dengar, betapa para murid kebingungan karena hanya ada 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, untuk dibagikan kepada begitu banyak orang. Namun bagi Yesus, yang sedikit itu sudah cukup. Tuhan akan melengkapinya, dan itu terjadi. Kadang kita diberi tugas yang jauh melampaui kesanggupan kita. Baiklah kita berikan dan lakukan apa yang ada pada kita sesuai kesanggupan kita. Biar sedikit, Tuhan akan melengkapinya.

TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. (Mzm 145:18)

30 July 2011

Renungan Harian, 30 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” (Mat 14:1-12)

Keberanian Yohanes sebagai saksi kebenaran berbuah kematian. Ia berani menegur Herodes raja yang dikenal kejam dan licik. Dalam hidup kita sering tidak seberani Yohanes. Kita masih sungkan, takut, ragu untuk menegur teman bahkan bos, ortu, atau orang yang lebih tinggi dari kita, bilamana mereka berbuat tidak baik. Biasanya kita hanya menggunjingkan dan menjadikannya sebagai bahan gosip. Inikah sikap anak anak Allah? Teladani sikap Yohanes yang berani ambil resiko demi kebenaran.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mzm 67:3)

29 July 2011

Renungan Harian, 29 Juli 2011 – Peringatan Wajib Marta, Maria dan Lazarus Sahabat Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yoh 11:19-27)

Percaya akan Tuhan membangkitkan kembali hidup rohani yang sudah mati karena dosa. Itulah inti dari ayat hari ini. Semuanya itu adalah karunia bagi kita sebagai hamba yang dikasihi oleh Tuhan-Nya. Bagaimana kita mengimplementasikan dalam hidup kita sehari hari? Jika ada kasih seperti yang dimiliki dan dinyatakan Yesus, maka kita pun akan jadi orang yang perduli terhadap sesama dalam segala aspek kehidupan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mzm 34:8)

28 July 2011

Renungan Harian, 28 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar (Mat 13:47:53)

Penghakiman Allah sungguh adil. Di akhir zaman semua kedok akan dibuka dan kebohongan dibongkar. Apa artinya ini? Masa hidup kita adalah kesempatan untuk terus bertobat. Saat saat kehidupan adalah waktu berharga untuk merubah diri. Kita dipanggil untuk memilih : bertobat atau terus tenggelam dalam dosa. Allah memang Maharahim dan penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia-Nya. Namun ini bukan alasan untuk tidak bertobat. Kerahiman-Nya menjadi peringatan bagi kita untuk memperbaharui diri dan bertobat.

Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! (Mzm 84:1)

27 July 2011

Renungan Harian, 27 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Mat 13:44-46)

Mutiara yang indah adalah Kerajaan Surga. Bagi kita yang beriman, Kerajaan Surga memiliki nilai paling tinggi dalam hidup kita. Disana terdapat jaminan keselamatan. Namun, harga Kerajaan Surga nilainya sama dengan seluruh hidup. Untuk bisa memasuki Kerajaan Surga itu, kita harus meninggalkan segala galanya. Meninggalkan seluruh keduniawian kita. Hanya dengan itulah, Kerajaan Surga dapat kita alami secara utuh dan membahagiakan. Sungguh suatu tantangan yang berat, maka mohonlah rahmat kepada-Nya.

Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduslah Ia! (Mzm 99:5)

26 July 2011

Renungan Harian, 26 Juli 2011 – Peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna, Orang Tua Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Mat 13:16-17)

Inilah jawaban untuk pertanyaan abadi manusia : mengapa kejahatan dan dosa tetap ada saat ini, meski Yesus telah menebus dosa kita. Bukan Allah membiarkan, tetapi hati manusia yang egois dan keras , membuat dosa dan kejahatan merajalela. Dunia sudah menulikan telinga kita dari bisikan Tuhan. Mari kita refleksikan diri kita, apakah kita termasuk mereka yang tuli terhadap bisikan Tuhan?

TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu (Mzm 132:11)

25 July 2011

Renungan Harian, 25 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. (2Kor 4:7-15)

Hari ini kita rayakan pesta St. Yakobus, rasul yang dikenal spontan dan ceplas ceplos. Ia pernah ditegur oleh Yesus, saat dia minta orang Samaria dihukum, karena telah menolak Yesus. Ia juga pernah dimarahi oleh murid lainnya, karena meminta untuk dapat duduk disisi Yesus. Namun dengan segala kekurangannya, Yakobus adalah orang yang konsisten. Ia tidak hanya mendengar dan menyerap ajaran Gurunya, tetapi juga setia melakukannya sampai akhir hidupnya. Ia melayani umat dan mati sebagai martir. Teladan nyata untuk kita.

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. (Mzm 126:6)

24 July 2011

Renungan Harian, 24 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Mat 13:44-52)

Menjadi anggota Kerajaan Sorga berarti memiliki segala galanya, yang tak ternilai harganya. Namun sudahkah kita menjadikan Kerajaan Sorga sebagai target hidup kita? Apakah kita berani meninggalkan semua hal yang menghalangi kita bersatu dengan-Nya? Mari kita mohon rahmat Tuhan, agar kita selalu merindukan Tuhan sang Mutiara yang terindah itu.

Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. (Mzm 119:129)

23 July 2011

Renungan Harian, 23 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Darimanakah lalang itu? (Mat 13:24-30)

Kejahatan adalah suatu misteri. Bukankah Allah menjadikan segalanya baik? Kejahatan datang darimana? Mengapa Tuhan membiarkannya? Kejahatan tidak perlu dicari jauh jauh. Ia ada di dalam diri kita. Setiap saat kita dihadapkan pada pilihan melakukan yang baik atau yang tercela. Kita tahu apa yang baik, tapi mengapa kita justru memilih yang tidak baik? Tuhan itu sabar. Ia tahu bahwa sebenarnya kita baik, dan Ia merangkul kita dalam kelemahan kita. Kita tidak berjuang sendirian. Ia bersama kita dan selalu menguatkan kita.

Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! (Mzm 50:14)

22 July 2011

Renungan Harian, 22 Juli 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu (Mat 13:18-23)

Bila kita mendekat kepada Tuhan, setan selalu berusaha menghalangi. Saat kita mendengarkan homili, setan berusaha mengacaukan pikiran, dan membuyarkan konsentrasi. Kita jadi ingat anak di rumah, pekerjaan, acara makan, shoping sepulang Misa, dan lain lain. Firman Tuhan berlalu begitu saja, tanpa sempat kita resapi. Setanlah yang membuat kita tidak menghayati kotbah atau Injil, karena dia kuatir kita tidak lagi mau mendengarkan bisikan jahatnya. Lawanlah!

Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya (Mzm 19:9)

Older Posts »

Powered by WordPress