Renungan Harian

30 September 2011

Renungan Harian, 30 September 2011 – Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”(Luk 10:13-16)

Hari ini Yesus mengecam beberapa kota. Kecaman Yesus ini bukan emosi hati yang marah, namun ungkapan dari hati yang penuh keprihatinan dan kesedihan. Karena mereka semua sudah diperingatkan supaya bertobat, namun tetap tegar tengkuk. Hingga saat ini Yesus tetap menyerukan dan mengajak kita untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan sesama. Sampai kapanpun Yesus tetap tidak berubah, Dia datang untuk menyelamatkan,bukan membinasakan. Dengar dan laksanakanlah seruan Nya!

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

29 September 2011

Renungan Harian, 29 September 2011 – Pesta St. Mikael, St. Gabriel dan St. Rafael, Malaikat Agung

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat malaikatnya berperang melawan naga itu (Wah 12:7-12a)

Malaikat adalah pesuruh Allah untuk rencana keselamatan bagi manusia dan menjadi pelayan Anak Manusia. Hari ini kita rayakan pesta para malaikat agung yaitu Mikael artinya siapa yang setara dengan Allah?; Gabriel artinya kekuatan Allah dan Rafael yang artinya Tuhan menyembuhkan. Tuhan senantiasa melindungi dan memelihara umat-Nya lewat para malaikat-Nya yang kudus. Semoga kita juga menjadi Gabriel yang memberi harapan pada sesama; seperti Mikael berjuang melawan kejahatan dan seperti Rafael yang membantu mereka yang butuh pertolongan.

Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. (Mzm 138:1)

28 September 2011

Renungan Harian, 28 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Aku akan ikut Engkau ke mana saja Engkau pergi. (Luk 9:57-62)

Ikut Yesus? Sadar konsekuensinya? Harus rela meninggalkan segala nya, terutama adalah meninggalkan ke’aku’an kita. Ikut Yesus, bukan berarti akan memperoleh kemapanan duniawi, karena yang Tuhan janjikan adalah kemapanan disurga baka. Kalaupun Dia memberi kemapanan dibumi, itupun untuk dibagikan kepada sesama. Ingat, kemapanan dan kenyamanan duniawi suatu saat berakhir, maka carilah kemapanan dan kenyamanan di dalam Yesus yang kekal abadi.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku! (Mzm 137:6)

27 September 2011

Renungan Harian, 27 September 2011 – Peringatan Wajib St. Vincentius a Paulo, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kamipun akan pergi! (Zakh 8:20-23)

Hari ini kita memperingati St. Vincentius a Paulo, beliau terkenal dengan prinsipnya “option for the poor”, segalanya untuk orang miskin. Beliau juga yang mengenalkan semangat “mencari Tuhan dengan meninggalkan Tuhan”. Maksudnya jika kita sedang berdoa ( mencari Tuhan ) tetapi kita harus menolong orang miskin, maka tinggalkan doamu dan bantulah si miskin dengan sepenuh hati, karena perbuatan ini mampu melunakkan hati Tuhan juga. Seperti yang dikatakan St. Lukas, Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan, tetapi menyelamatkan (bdk Luk 9:56)

Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. (Mzm 87:3)

26 September 2011

Renungan Harian, 26 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Luk 9:46-50)

Bagi Yesus anak kecil adalah lambang kelemahan, ketidak berdayaan. Yesus menasehati kita supaya menerima Tuhan dalam diri orang orang kecil. Bila kita memihak mereka, pasti bukan supaya kita menjadi besar atau terkenal. Tapi kita dipanggil untuk menjadi kepanjangan tangan Allah bagi mereka yang lebih membutuhkan. Mengenai siapa yang akan menjadi terbesar atau terkecil, Allah sendiri yang akan menentukan kriterianya.

TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, (Mzm 102:16)

25 September 2011

Renungan Harian, 25 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.” (Mat 21:28-32)

Melihat – percaya dan taat adalah satu rangkaian aktifitas. Dengan melihat, kita percaya dan kemudian mentaati. Namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Ada yang melihat, tetapi tidak percaya dan karenanya tidak merasa perlu mentaati. Jika demikian perlu ditambahkan satu aktifitas di dalam aktifitas tersebut yaitu “pertobatan” Bertobat supaya dapat mempercayai apa yang kita lihat dan bahkan yang tidak kita lihat. Janganlah kita terus menerus membenarkan diri membangun tembok yang tak bisa ditembus, bahkan tidak oleh kerahiman Allah.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mzm 25:5)

24 September 2011

Renungan Harian, 24 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. (Luk 9:43b-45)

Banyak orang takut bertanya saat menghadiri Pendalaman Iman atau diskusi. Padahal mereka tidak mengerti. Alasannya bisa karena malu, nanti dianggap bodoh. Dalam hal ini kita perlu belajar rendah hati. Ada juga yang tidak mau bertanya, karena sebenarnya mereka takut bahwa jawabannya akan membuat mereka tersadar dari mimpi dan khayalan indah yang ada dalam pikirannya. Dalam hal ini kita harus berani mengambil resiko dan menyelesaikannya bersama Allah dengan segala konsekuensinya.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10)

23 September 2011

Renungan Harian, 23 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)

Seperti Petrus, kita semua telah mengakui Yesus sebagai Juruselamat (Mesias). Namun, mungkin proses pembuktiannya masih menjadi masalah, karena pengakuan itu bukan hanya dengan mulut tetapi terlebih dengan hati. Pengakuan dari hati itu adalah anugerah “dari Tuhan”. Pengenalan akan Yesus tidak sekedar pengetahuan tetapi harus sampai mencintai Dia dengan segenap hati. Kita belum sampai pada ujian iman sejati, “pejah gesang nderek Gusti” (mati hidup ikut Yesus). Tapi kita harus siap siaga berjaga saat batu ujian menimpa kita.

Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm 42:12)

22 September 2011

Renungan Harian, 22 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal hal demikian?” (Luk 9:7-9)

Herodes hanya berhasil membungkam Yohanes dengan membunuhnya, namun tidak bisa membungkam kebenaran. Kebenaran yang diungkapkan oleh Yohanes, kembali muncul melalui Yesus. Sampai kapanpun kebenaran tidak akan lenyap. Satu satunya cara untuk bisa menghadapi kebenaran adalah dengan membuka hati terhadap kebenaran. Artinya, kita perlu bersahabat dengan kebenaran dan hidup dalam kebenaran itu. Jika kita tidak mau bersahabat dengan kebenaran, maka kita akan selalu terusik, dan pada saatnya kita akan digilas oleh kebenaran.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

21 September 2011

Renungan Harian, 21 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Mat 9:9-13)

Matius si pemungut cukai dinilai banyak orang adalah pendosa, namun Yesus memilih dan mengutusnya sebagai rasul. Kitapun walau penuh dengan dosa, juga dipanggil dan dipilih untuk menjadi murid murid-Nya yang pada gilirannya diutus untuk merasul. Yesus tidak memaksa, kehendak bebas kita lebih diutamakan, jadi kita yang menentukan apakah kita mau menjadi murid murid-Nya seperti Matius atau tidak. Mari kita hayati tugas kerasulan kita ditengah-tengah umat paroki.

Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. (Mzm 19:4)

Older Posts »

Powered by WordPress