Renungan Harian

21 December 2011

Renungan Harian, 21 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.” (Luk 1:39-45)

Kunjungan Maria ke rumah Elisabet bermakna luar biasa.  Elisabet dipenuhi Roh Kudus membuatnya menyebut Maria sebagai Bunda Tuhan. Maria tidak banyak berbicara, pribadi dan martabatnya yang berbicara, membuat Elisabet kagum. Banyak diantara kita yang tidak mempunyai karunia untuk mewartakan kabar sukacita dengan kata kata. Namun, kita bisa mewartakan Kristus lewat sikap hidup dan tingkah laku, sekalipun tidak ada satu kalimatpun tentang Kristus yang kita ucapkan. Itulah evangelisasi yang sejati.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 33:1)

20 December 2011

Renungan Harian, 20 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38)

Sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki sikap seperti Maria. “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu” Setiap orang selalu bersedia dipakai oleh Allah untuk kebaikan manusia dan kemuliaan Allah. Semakin banyak orang bersedia, semakin banyak pula orang yang mengalami keselamatan Tuhan. Marilah kita mohon agar kita pantas untuk menjadi alat Tuhan. Kita menjadi tangan-Nya, untuk menolong orang banyak; kita menjadi mulut-Nya untuk mewartakan segala yang baik.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

19 December 2011

Renungan Harian, 19 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” (Luk 1:5-25)

Kemarin Maria yang bertanya dengan polos kepada Gabriel, hari ini Zakharia bertanya kepada Gabriel juga. Namun kali ini Allah menilai Zakharia tidak mempercayai firman-Nya, maka Zakharia dihukum menjadi bisu sampai lahirnya Yohanes, anaknya. Seperti Zakharia, kita tidak mampu memahami sepenuhnya pikiran dan rencana Tuhan. Kita seringkali ingin mengatur Tuhan sesuai dengan pikiran kita, dan bukan menyerahkan diri kita untuk diatur-Nya. Serahkan semuanya dan biarkan Dia yang atur hidup kita.

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mzm 71:8)

18 December 2011

Renungan Harian, 18 Desember 2011 – Minggu Advent Ke-empat

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Luk 1:26-38)

Pertanyaan Maria kepada Malaikat Gabriel ini bukan menguji sang Malaikat, tetapi pertanyaan polos seorang remaja yang tidak mengerti.  Dijaman moderen yang serba instant dan tergesa gesa, banyak anak dari kecil sudah diajar nilai nilai duniawi yang jauh dari kepolosan dan ketulusan hati, semuanya hanya diukur dari kebutuhan. Kiranya kepolosan Maria dalam bertanya dapat menjadi contoh dan inspirasi kita untuk tetap memilih nilai kesederhanaan. karena hanya kesederhanaan batin dan sikaplah yang mendapat tempat dihati Allah.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Mzm 89:2)

17 December 2011

Renungan Harian, 17 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:2.8-10)

Nubuat kuno itu digenapi dengan sempurna oleh Yesus. Hari ini Injil berbicara ttg silsilah Yesus. Ia mau menunjukkan bahwa Yesus masuk ke dalam sejarah manusia dengan segala kelemahan dan dosanya.  Yesus adalah keturunan ketujuh dari tujuh keturunan. Tujuh adalah angka yang sempurna.. Ia sendiri tidak mempunyai keturunan menurut daging. Tapi Roh-Nya memberi hidup kepada semua orang beriman turun temurun.

Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! (Mzm 72:7)

16 December 2011

Renungan Harian, 16 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. (Yoh 5:33-36)

Jika kita ingin mewartakan bahwa Yesus adalah Mesias, maka cara paling jitu adalah dengan memberi kesaksian lewat perbuatan perbuatan kasih kita pada sesama. Itu adalah teladan dari sikap Yesus yang melakukan kehendak Bapa-Nya sebagai bukti siapa Dia itu sebenarnya. Jika sesama melihat kita berbuat baik dan melakukan dalam kehidupan seharian, maka itu adalah bukti bahwa perbuatan baik yang benar, nyata dan dapat dilihat mata serta dirasakan, ternyata lebih mampu memberi kesaksian daripada sekedar kata kata.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mzm 67:3)

15 December 2011

Renungan Harian, 15 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada Yohanes (Luk 7:24-30)

Biasanya kita sulit untuk mengakui kelebihan orang lain, apalagi mau membanggakannya. Sebenarnya memuji kehebatan orang lain, tidak berarti merendahkan diri kita sendiri. Justru kemampuan menghargai orang lain dengan tulus, akan membuat harkat diri kita makin bernilai. Yesus dengan spontan memuji Yohanes didepan orang banyak yang mengagumi Dia, tanpa takut kehilangan pamor. Teladanilah Dia !

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. (Mzm 30:1)

14 December 2011

Renungan Harian, 14 Desember 2011 – Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar”(Luk 7:19-23)

Yesus bukan type orang yang suka omong kosong, makanya saat Yohanes menyuruh muridnya bertanya kepada Yesus, Yesus meminta mereka melihat apa yang Dia lakukan. Dengan cara ini tidak ada yang kecewa, karena mereka melihat kenyataan. Coba kita sendiri mengingat ingat apakah kita juga sering banyak berbicara, tetapi tidak ikut berbuat sesuatu atau melakukan apa yang kita katakan? Ya Tuhan Yesus, ingatkan aku untuk rajin berbuat baik dan bukan hanya bicara.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan. (Mzm 85:13)

13 December 2011

Renungan Harian, 13 Desember 2011 – Peringatan Wajib Santa Lusia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut pemungut cukai dan perempuan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mat 21:28-32)

Mengapa Yesus sampai mengatakan demikian? Justru orang yang kita anggap tidak baik, lebih dulu masuk Kerajaan Surga? Yesus ingin menunjukkan bahwa kita yang kelihatan suci, biasanya malu mengakui kesalahan, sehingga sulit untuk bertobat. Yesus mengajak kita untuk tidak malu berubah, tidak malu untuk mengaku dosa, agar kita menerima pertobatan dan melayani Allah dengan ketaatan penuh. Jangan kalah dengan orang orang yang kita anggap rendah, bila kita merasa lebih bermartabat.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:6)

12 December 2011

Renungan Harian, 12 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” (Mat 21:23-27)

Pertanyaan bernada tendensius ini dilontarkan oleh pemuka bangsa Yahudi. Sebenarnya mereka sudah tahu bahwa Yesus adalah utusan Allah, namun mereka tidak mau mengakui dan tidak mau menerima kuasa Allah yang ada dalam diri Yesus. Manusia diciptakan dan diberi karunia karunia istimewa untuk dipergunakan demi kebahagiaan manusia. Namun sering kita iri dan benci terhadap kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Kita sulit menerima bahwa ada orang lain yang lebih hebat dari kita. Lalu apa beda kita dengan pemuka bangsa Yahudi?

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress