Renungan Harian

29 February 2012

Renungan Harian, 29 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. (Luk 11:29-32)

Apakah untuk bertobat kita harus menunggu isyarat dari Tuhan? Manusia jaman ini adalah generasi Niniwe abad 21. Seperti yang dikatakan dalam Surat gembala Uskup Malang, kiranya retret agung kali ini kita juga membongkar sikap hati kita terutama dalam hal relasi dengan Tuhan. Bertobat saja tidak cukup tetapi dengan percaya kepada Injil maka iman kita dikuatkan untuk mempertahankan pertobatan kita. Semoga kita tidak jadi orang Kristen buah tomat. Minggu tobat, Senin kumat.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

28 February 2012

Renungan Harian, 28 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.  (Mat 6:7-15)

Apakah inti doa yang sebenarnya? sangat sederhana : “TUHAN KASIHANILAH KAMI HAMBAMU INI” Apa yang layak untuk kita minta dikasihani: pertama adalah makanan; kedua adalah batin kita dan ketiga adalah pengampunan dosa. Ketiganya membutuhkan belas kasihan Allah untuk kita dapat memperolehnya. Semuanya itu ada dalam Doa Bapa Kami. Sungguh luar biasa kalau kita dapat mendoakan Bapa Kami dengan baik dan khidmat, tidak asal menghafal tanpa dihayati.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:6)

27 February 2012

Renungan Harian, 27 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang (Mat 25:31-46)

Pada akhir jaman Allah tidak akan bertanya tentang pangkat, kuasa atau agama kita. Namun Allah akan bertanya apa yang telah kita perbuat untuk sesama yang membutuhkan bantuan. Itulah tolok ukur yang dipakai Tuhan untuk menentukan tempat kita kelak disurga, yaitu apakah ajaran Kasih yang telah disampaikan dan ditunjukkanNya itu benar benar dilakukan oleh semua pengikut-Nya. Memperhatikan sesama yang menderita dengan mewujudkan kasih secara nyata. Semoga kekuatan kasih Allah membimbing kita untuk dapat menjadi domba pilihan-Nya.

Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya (Mzm 19:9)

26 February 2012

Renungan Harian, 26 Februari 2012 – Minggu Prapaskah 1

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk 1:12-15)

Dalam hidup kita sering mengalami rupa rupa percobaan dan godaan.Tidak mudah memelihara dan mempertahankan kedekatan kita dgn Tuhan. Kita dihadapkan dengan perubahan nilai nilai Kerajaan Allah dengan tawaran yang menjanjikan kekuasaan; harta dan kenikmatan. Padahal nilai nilai Kerajaan Allah itulah yang melestarikan kedekatan kita dengan Tuhan. Kiranya diminggu pertama Prapaskah ini iman kita semakin dikuatkan agar tidak jatuh dalam godaan. Semoga rahmat Tuhan menyadarkan kita untuk bangkit dan memperbaikinya. 

Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. (Mzm 25:9)

25 February 2012

Renungan Harian, 25 Februari 2012 – Hari Sabtu sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32)

Kita cepat menilai orang lain sebagai orang berdosa namun kita lupa kalau kitapun tidak luput dari dosa. Sering kita cepat mengucilkan orang lain karena mereka kotor, menjijikkan. Kita sendiri dengan segala versi nya juga seorang pendosa. Sebagai kaum pendosa, kitapun diundang untuk datang kepada Yesus, menyerahkan diri kepada belas kasih-Nya. Kadang kita tahu bahwa kita seorang pendosa, tetapi dengan keras hati kita merasa yakin bahwa kita bisa merubah diri kita sendiri tanpa perlu bertobat. Ini bentuk arogansi lain dari seorang pendosa. Bertobatlah! Jangan keras hati!

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm 86:11)

24 February 2012

Renungan Harian, 24 Februari 2012 – Hari Jumat setelah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. (Mat 9:14-15)

Kita hidup disaat sang Pengantin telah diambil, maka itulah saat dimana kita berpuasa. Puasa adalah bentuk pertobatan dan kerendahan hati. Satu upaya untuk semakin dekat dengan Tuhan Yesus, sekaligus juga upaya untuk makin mampu memberikan perhatian kepada sesama. Upaya agar kita makin mampu meneladani misi Yesus didunia, yaitu menghadirkan Kerajaan Allah. Satu hal perlu diingat: bahwa kita berpuasa bukan untuk mendapat pahala, tapi untuk lebih memaknai pertobatan kita.

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. (Mzm 51:2)

23 February 2012

Renungan Harian, 23 Februari 2012 – Hari Kamis Sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9:22-25)

Hidup didunia ini sangat terbatas. Butuh keberanian untuk mengatakan ‘cukup’ bagi kebutuhan dan kenikmatan dunia, sebelum semuanya itu malah menghancurkan diri kita sendiri. Kenapa demikian? Karena kita akan sia siakan waktu untuk hal hal yang lebih baik, yaitu menerima Yesus dalam hidup. 3 syarat utama menjadi murid Yesus adalah : (1) penyangkalan diri; (2) memikul salibnya; dan (3) mengikuti Yesus. Yang utama adalah penyangkalan diri, karena yang harus kita sangkal adalah egoisme, akar segala dosa. Ingat kalahkan diri sendiri sama dengan kalahkan dunia.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

22 February 2012

Renungan Harian, 22 Februari 2012 – Hari Rabu Abu, Awal Masa Prapaskah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu (Yoel 2:12-18)

Hari ini adalah awal Masa Prapaskah. Tuhan mengajak kita untuk menunjukkan penyesalan atas segala kekotoran di dalam diri kita. Kita diajak untuk mengumpulkan sampah batin kita dan mendaurnya ulang menjadi rahmat pengampunan. Ada tiga unsur pertobatan yang disoroti oleh Yesus, yakni : sedekah, berdoa dan puasa. Ketiganya janganlah dilakukan secara demonstratif, biarlah hanya Allah saja yang mengetahui upaya kita. Dosa yang dilebur dalam salib Tuhan akan berbuah dalam kebangkitan dan sukacita. Mari kita gunakan Masa Tobat ini untuk menjd manusia baru dalam Kristus. Proficiat!

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 51:3)

21 February 2012

Renungan Harian, 21 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Darimanakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? (Yak 4:1)

Pertengkaran adalah ciri dari orang yang masih dikuasai hawa nafsu. Hawa nafsu dan ambisi duniawi membelenggu tubuh kita juga. Keduanya menghambat karya kita untuk menjadi pelayan dari semuanya, yaitu sesama manusia. Rasul Yakobus menasihati supaya kita bersikap rendah hati. Karena Allah menentang orang yang angkuh dan congkak. Karenanya menjelang masa prapaskah yang dimulai besok, mari kita rendahkan diri dihadapan Tuhan, agar Tuhan meninggikan kita.

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mzm 55:23)

20 February 2012

Renungan Harian, 20 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:14-29)

Percaya itu bukan hal yang mudah. Para rasul tidak dapat mengusir roh jahat, karena mereka tidak yakin akan kemampuannya. Sering kita lebih mengandalkan kekuatan sendiri daripada bergantung kepada Allah. Kita lebih percaya dengan apa yang kelihatan dan sudah pasti daripada apa yang tidak kelihatan dan belum jelas. Sungguh, ayat diatas dapat menjadi sebuah doa yang indah saat kita kehilangan kepercayaan. Disamping itu percaya saja juga tidak cukup. Kita perlu berdoa untuk mengusir kekuatan jahat dalam hidup kita. Maka dari itu percaya dan berdoa menjadi senjata andalan kita untuk melawan kuasa jahat.

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Older Posts »

Powered by WordPress