Renungan Harian

7 July 2013

Renungan Harian, 7 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk 10:1-9)

Bagaimana kalau dibalik, yaitu kita diutus sebagai serigala ke tengah-tengah domba? Barangkali ada lebih banyak orang yang berminat diutus Yesus, sebab lebih menarik menjadi yang kuat di tengah yang lemah daripada sebaliknya. Tapi Yesus memang menghendaki bahwa kita menjadi yang lemah di tengah yang kuat. Dengan demikian nyatalah bahwa pewartaan Injil tidak terjadi karena kekuatan manusia, tetapi merupakan karya kuasa Allah. Kita tidak perlu takut atau ragu bila kita menjadikan diri alat di tangan Tuhan.

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. (Mzm 66:16)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
3  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

6 July 2013

Renungan Harian, 6 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? (Mat 9:14-17)

Yesus ingin kita hidup sempurna seperti Bapa. Apa maksudnya? Bukan hidup sebagai pertapa yang berpuasa terus menerus. Puasa itu baik di tempat dan pada waktu yang cocok. Orang tidak berpuasa waktu diadakan pesta. Saat Yesus datang ke tengah umat-Nya, itulah pesta. Itulah saat membuka diri untuk menyambut Sang Mempelai dan menerima kabar baik yang Ia sampaikan. Perihal puasa, nanti ada waktunya. Yesus mengajak kita bertindak atas dasar kasih. Kasih tidak fanatik. Untuk segala-nya ada waktunya.

Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! Mzm (135:3)

Bacaan Lengakp hari ini :

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
16  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
17  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

5 July 2013

Renungan Harian, 5 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan (Mat 9:9-13)

Orang Israel suka mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan untuk mohon ampun atau anugerah lain. Tetapi kehidupan mereka jauh dari kasih Tuhan dan kasih sesama. Yesus mengutip ucapan nabi Hosea (Hos 6:6) sebab, di zaman Yesus pun perilaku orang masih sama seperti di zaman Hosea (750 SM) . Yesus sebagai Putra Bapa, paling mengenal hati Bapa. Ia menunjukkan apa yang sungguh berkenan kepada Bapa, yaitu menunjukkan kasih dan belaskasih kepada sesama. Yesus merangkul orang berdosa supaya mereka bertobat dan diselamatkan.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 106:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

4 July 2013

Renungan Harian, 4 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” (Mat 9:1-8)

Ada penyakit yang melumpuhkan badan. Tapi ada penyakit yang lebih parah lagi, yaitu dosa yang melumpuhkan jiwa. Yesus mau menunjukkan bahwa Ia bukan tabib, melainkan penyelamat. Kita umumnya tidak tinggal diam kalau tiba-tiba kena stroke dan menjadi lumpuh. Segalanya kita upayakan supaya dibebaskan dari penyakit itu dan bisa berjalan kembali. Tapi kalau ada dosa, bahkan sampai banyak, yang melumpuhkan jiwa, siapa yang peduli? Yesus mengajak kita untuk tidak memperhatikan yang lahiriah saja, sebab Tuhan melihat hati.

Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup. (Mzm 116:8)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
2  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
3  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
4  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
5  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
6  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
7  Dan orang itupun bangun lalu pulang.
8  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

3 July 2013

Renungan Harian, 3 Juli 2013 – Pesta Santo Tomas, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:24-29)

Yesus mengkritik sikap Tomas. Dan inilah iman kepercayaan yang kita jalani sekarang ini. Sebab kita adalah orang-orang yang mengikuti Yesus, bukan karena melihat, tetapi karena percaya kepada-Nya. Berkat iman kepercayaan itulah, kita menjadi sewarga dengan para kudus (Ef 2:19-22) Kritikan terhadap Tomas memperlebar peluang bagi setiap orang untuk percaya kepada Yesus, sang Kehidupan.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
25  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
27  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
28  Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
29  Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

2 July 2013

Renungan Harian, 2 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:23-27)

Apa yang harus kita lakukan untuk memusnahkan ketrakutan yang ada dalam diri kita? Bersahabatlah selalu dengan Yesus dan menjadikan-Nya teman seperjalanan, dekat, intim dan yakin akan pertolongan-Nya. Seperti bayi dalam pangkuan ibunya, tetap tenang dan percaya, demikian juga hendaknya kita. Dunia akan selalu ribut seperti badai, kehidupan akan terus bergejolak seperti ombak. Namun selama Yesus bersama kita, kita selalu dekat, percaya dan komunikatif dengan-Nya, semua itu akan dihardik oleh Yesus. Dia-lah yang akan memusnahkan ketakutan kita.

Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Mzm 26:3

Bacaan Lengkap hari ini :

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
24  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
25  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
26  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

1 July 2013

Renungan Harian, 1 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku akan mengikut Engkau ke mana saja Engkau pergi. (Mat 8:18-22)

Sebuah pernyataan yang keluar dari hati yang tulus dan jiwa yang besar. Yesus tidak memadamkan api orang itu, tapi menghadapkannya pada realita. Ikut Yesus tidak berarti menjadi kaya, hidup terjamin. Ikut Yesus berarti memeluk kemiskinan dan tidak punya jaminan hidup karena tidak memiliki apa-apa seperti Yesus sendiri. Jaminannya adalah Bapa di surga yang tidak membiar-kan anak-anak-Nya terlantar. Namun ikut Yesus juga perkara yang mendesak. Ikutlah sekarang juga, jangan menunda-nunda sampai orangtua meninggal entah kapan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
20  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
21  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
22  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

30 June 2013

Renungan Harian, 30 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. (Luk 9:51-62)

Mereka yang mau mengikuti Yesus harus bebas dari alasan materi, keluarga dan juga alasan arogansi, seperti yang ditunjukkan oleh Yakobus dan Yohanes. Karena Yesus adalah seorang Guru yang sudah begitu terkenal dan dihargai, maka kedua murid tersebut mau bersikap sok. Yesus menegur sikap arogan mereka. Teguran tersebut menjadi sangat penting, karena sikap arogan dan kekerasan bertentangan dengan ajaran cinta kasih yang dibela Yesus sampai mati. Satu hal yang sangat penting untuk kita ingat : “kekerasan tidak pernah boleh dipakai sebagai solusi”

Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” (Mzm 16:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52  dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53  Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54  Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55  Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56  Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
58  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
59  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
61  Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
62  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

29 June 2013

Renungan Harian, 29 Juni 2013 – Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat 16:13-19)

Hari ini kita merayakan dua rasul besar, Petrus dan Paulus. Kedua rasul besar ini memiliki pengenalan mendalam akan Yesus. Pengenalan mereka tentang Yesus tidak diperoleh secara kilat. Mereka mengalami jatuh-bangun untuk dapat mengenal Yesus secara mendalam: Petrus pernah mengingkari Yesus, dan paulus pernah menjadi pembunuh orang Kristen. Namun, setelah disadarkan dan berusaha mengenal Yesus secara mendalam, keduanya menjadi saksi iman yang berani dan tangguh. Pertanyaan Yesus diatas masih ditanyakan kepada kita hingga hari ini. Sampai kita mengenal-Nya sedalam mungkin.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 32:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

28 June 2013

Renungan Harian, 28 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Ireneus – Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Mat 8:1-4)

St. Ireneus yg kita peringati hari ini, membuktikan bahwa dengan berpasrah maka akan mendapatkan rahmat yang sesuai kehendak Tuhan. Yesus yang diutus untuk menebus dosa manusia dengan sengsara dan wafatnya juga bersikap pasrah, sepenuhnya biarlah terjadi seturut kehendak Bapa-NYa. Bagaimana dengan kehidupan kita selama ini? Apakah kita sudah memohon kepada Tuhan dengan benar? Ataukah kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan? Mari kita belajar dari orang kusta, jika Tuhan berkenan maka aku akan sembuh!

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
2  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
3  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
4  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress