Renungan Harian

31 December 2012

Renungan Harian, 31 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (Yoh 1:1-18)

Dalam suasana sukacita menyambut Tahun yang baru, Yohanes menyadarkan kita akan rencana Allah atas manusia. Allah tidak menginginkan umatnya berjalan sendirian ditengah dunia yang gelap. Itulah sebabnya Ia mengutus Putra-Nya untuk menjadi manusia. Yesuslah terang dunia itu. Dialah yang telah direncanakan Allah sejak awal. Sebagai bukti kesetiaan Allah pada manusia. Sayangnya tidak semua mau menerima terang Allah ini. Banyak yang lebih memilih tinggal didalam kegelapan. Apakah kita sudah melihat terang yang dari Allah itu? Mari kita refleksikan pada akhir tahun ini.

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
5  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
6  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
7  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
9  Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
15  Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”
16  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18  Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

29 December 2012

Renungan Harian, 29 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu (Luk 2:22-35)

Berkat imannya yang teguh, Simeon dapat “melihat” bahwa Bayi yang diasuh kedua orang tua sederhana itu adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Dengan spontan Simeon menyambut dan menatang Bayi yang berada dipangkuan Maria. Dengan hati yang meluap luap dan kepenuhan Roh Kudus Simeon mengucapkan Kidungnya yang terkenal : Sekarang Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini pergi sesuai dengan firman-Mu, karena telah melihat keselamatan yang dari padaMu. Ketika mencapai usia senja, kita dapat meneladan Simeon yang hidup benar dengan doa dan matiraga sehingga boleh melihat Yesus, sebelum tenggelam dalam keabadian.

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35  —dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri—,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

28 December 2012

Renungan Harian, 28 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya (Mat 2:13-18)

Herodes begitu takut kehilangan takhta. Ia takut kepada seorang Raja Damai yang baru lahir. Takut ancaman dari seorang bayi yang baru lahir membuat Herodes kalap dan membasmi semua anak yang seumur dengan Yesus. Karena itu terjadilah bahwa anak anak kecil yang tak berdaya, yang belum tahu apa apa, menjadi martir martir kecil, seperti yang kita peringati hari ini. Apakah arti manusia dibandingkan dengan Allah yang   mahatinggi, mahamulia dan mahabesar? Mungkinkah Allah menjadi saingan kita atau Herodes? Yesus itu Raja, tapi kerajaan-Nya bukan dari bumi ini.

Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
14  Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
15  dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”
16  Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
17  Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
18  “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”

27 December 2012

Renungan Harian, 27 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20:2-8)

Yohanes menyebut diri murid yang dikasihi. Dengan mata kasih, kita bisa melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain. Melihat kubur kosong, Yohanes percaya Yesus telah bangkit. Kasih dan percaya sulit dipisahkan. Kasih memberi kita mata yang jeli untuk melihat tanda-tanda kehadiran Allah yang penuh kasih dalam hidup ini. Kita akan melihat apa yang dilihat oleh Yohanes, yaitu hidup kekal yang ada bersama-sama dengan Bapa. Apa yang telah menjadi nyata bagi murid yang dikasihi, menjadi nyata bagi kita juga.

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mzm 97:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
3  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
4  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
5  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
6  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
7  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

26 December 2012

Renungan Harian, 26 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:17-22)

Hari ini kita memperingati St. Stefanus, martir pertama Gereja. Dia sudah berjuang untuk membela Kristus dan mempertahankannya sampai ajal. Cintanya kepada Allah terbawa sampai mati saat dirajam demi perjuangannya memperoleh hidup yang kekal dan keselamatan jiwa. Gereja juga mengajarkan bahwa “percaya pada Yesus dan akan Dia yang mengutus-Nya adalah perlu supaya memperoleh keselamatan. Dan tidak seorangpun menerima kehidupan kekal, kalau ia tidak bertahan sampai akhir dalam iman. Karena itu, bertahanlah dalam iman akan Tuhan sampai akhir hidup kita.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku (Mzm 31:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

25 December 2012

Renungan Harian, 25 Desember 2012 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan (Luk 2:1-14)

Dengan kelahiran Yesus, Allah yang tak kelihatan mendapat wujud.  Anak Allah turun ke dalam jurang kesengsaraan manusia untuk membawa kita kepada diri-Nya dan meninggikan kita. Kita bisa menghayati itu semua bila kita beriman kepada-Nya, membuka hati untuk menerima Dia sebagai Raja Penyelamat. Datanglah, Tuhan, lahirlah kembali dalam hati kami. Selamat Natal. Imanuel,  Allah beserta kita!

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, di hadapan TUHAN, sebab Ia datang (Mzm 96: 11.13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendafta
rkan semua orang di seluruh dunia.
2  Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
3  Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
4  Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, —karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud—
5  supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
6  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
8  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

24 December 2012

Renungan Harian, 24 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-79)

Itulah panggilan Yohanes, untuk itu ia lahir. Ia harus mewartakan kedatangan Tuhan, menyiapkan hati orang lewat pertobatan agar bisa menerima Yesus Penyelamat. Tugas Yohanes adalah juga tugas kita. Menurut Paus Benediktus, tak ada prioritas yang lebih besar daripada menolong orang bertemu dengan Yesus. Kita membuka jalannya dengan menyapa orang susah, kesepian, orang yang mencari arti hidup. Satu sapaan ramah bisa membuka persahabatan yang membawa kepada perjumpaan dengan Kristus.

Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. (Mzm 89:29)

Bacaan Lengkap hari ini :

67  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70  —seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus—
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

23 December 2012

Renungan Harian, 23 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Dalam “Tahun Iman” ini kita diajak menemu-kan kembali iman kita sebagai anugerah yang berharga. Iman memampukan kita melihat rencana Tuhan yang indah buat kita masing-masing. Iman membuat kita berjumpa dan berpaut dengan Tuhan, berserah diri secara utuh kepada kehendak-Nya. Maka kita menjadi alat di tangan Tuhan demi keselamatan kita dan dunia. Iman yang demikian adalah iman yang hidup, yang menghasilkan buah kasih, keadilan dan damai bagi Kerajaan Allah.

Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami. (Mzm 80:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

22 December 2012

Renungan Harian, 22 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46-56)

Dengan ketulusan dan kerendahan hati Maria melambungkan pujian bagi Allah. Karena ia sadar akan kerendahannya dihadapan Allah, ia ingin mempersembahkan dirinya apa adanya. Kita kadang terlalu banyak berbicara namun tidak ada tindakan konkrit, maka kita perlu belajar dari Bunda Maria, bagaimana menggunakan suara hati kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tiga hari lagi kita akan merayakan kelahiran Yesus. Apa yang telah kita persiapkan? Sudahkah kita mempersiapkan hati kita dengan benar?

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. (1 Sam 2:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya

21 December 2012

Renungan Harian, 21 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus (Luk 1:39-45)

Bagaimana supaya kita dipenuhi Roh Kudus? Mohonlah kepada Bapa agar Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Bersama Bunda Maria kita berdoa agar bersama dia kita memperoleh karunia Roh Kudus. Bersama Bunda Maria juga kita berharap agar pengalaman Elisabet juga menjadi pengalaman kita. Tanpa Roh Kudus tidak mungkin Elisabet mampu berkata seperti ayat diatas. Semoga kita dapat menyambut kelahiran Yesus yang adalah Tuhan dengan penuh sukacita.

Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! (Mzm 33:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress