Renungan Harian

26 September 2012

Renungan Harian, 26 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. (Ams 30:5-9)

Doa yang sederhana, senada dengan “Berilah kami rezeki pada hari ini”. Yang diminta secukupnya saja, tidak berlebihan. Bukan kekayaan, supaya jangan lupa Tuhan. Bukan juga kekurangan, agar dalam keadaan lapar kita jangan sampai menghujat Allah. Yesus berpesan kepada murid-murid yang diutus supaya jangan membawa apa-apa. Suksesnya misi mereka tidak tergantung dari banyaknya bekal, tapi sejauh mana mereka dari hari ke hari mempercayakan diri kepada Tuhan sumber kehidupan.

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mzm 119:105)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
6  Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.
7  Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni:
8  Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
9  Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

25 September 2012

Renungan Harian, 25 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)

Ayat ini sepertinya menyakitkan bagi seorang Maria ibu Yesus, namun sebenarnya justru Yesus memuji Maria sebagai orang yang mendengar dan melaksanakan firman Tuhan saat Maria berkata : ” Terjadilah padaku menurut perkataanMu”  Kita sering mendengar firman, akan tetapi sering pula kita tidak melaksanakannya. Maria ibu Yesus beserta saudara saudara-Nya membuka diri untuk mendengar firman Tuhan. dan melaksanakannya dalam hidup, sehingga firman Allah itu berbuah limpah. Kita sekarang sudah tahu caranya, tinggal melaksanakan.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
20  Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
21  Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

24 September 2012

Renungan Harian, 24 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. (Ams 3:27-34)

Di dunia yang penuh kebohongan ini, siapakah yang bisa dipercaya? Sebaliknya, adakah orang yang menaruh kepercayaan pada kita? Kalau ada, bukankah itu sangat berharga, dan merupakan awal persahabatan? Biasanya kita jaga dengan hati-hati, jangan sampai mengecewakan dia. Jadi betapa keji membuat rencana jahat terhadap orang yang mau bersahabat dengan kita. Inilah ajakan supaya kita tulus hati. Jangan cuma bermulut manis, tetapi hati pun manis pula sebagai pancaran kehadiran Roh Kudus.

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mzm 15:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

27  Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
28  Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.
29  Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
30  Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
31  Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya,
32  karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
33  Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
34  Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.

23 September 2012

Renungan Harian, 23 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. (Keb 2:12.17-20)

Kematian Yesus justru mengungkapkan identitas-Nya. Kepala pasukan yang melihat mati-Nya demikian bersaksi: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah”. Tidak sampai di situ saja. Seperti dinubuatkan Yesus sendiri, tiga hari kemudian Ia bangkit. Maut tidak berkuasa menahannya. Kegelapan tak mampu memadamkan cahaya-Nya yang cemerlang. Yakinkah kita bahwa harimau mati meninggalkan belangnya? Percayakah kita bahwa akhirnya kebaikan akan menang atas kejahatan? Yesus adalah buktinya.

Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! (Mzm 54:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

12. “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa dosa terhadap pendidikan kita.
17. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
18. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
19. Mari kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
20. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

22 September 2012

Renungan Harian, 22 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya”. (Luk 8:4-15)

Perumpamaan hari ini adalah peringatan kepada semua pengikut Yesus, bagaimana mereka menanggapi firman Allah. Kita harus mawas diri, masuk kelompok manakah kita? Apakahkelompok tanah dipinggir jalan? Kita dengar firman Tuhan, tapi iblis mengambil firman itu dari dalam hati kita, supaya kita jangan percaya dan diselamatkan. Atau tanah yang berbatu? Gembira setelah mendengar firman, tetapi tidak berakar, percaya sebentar dan kemudian murtad. Atau kita termasuk kelompok tanah yang subur; kita dengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati dan berbuah dalam ketekunan. Tuhan memberkati.

Maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. (Mzm 56:13)

Bacaan lengkap hari ini :

4  Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
5  “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11  Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

21 September 2012

Renungan Harian, 21 September 2012 – Pesta Santo Matius, Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Mat 9:9-13)

Tindakan Matius luar biasa. Pada zaman ini, tidak banyak orang yang mau segera bangkit dan mengikuti panggilan-Nya. Bahkan banyak yang sudah ikut pelajaran agama, saat mau dibaptis, mundur teratur. Bagi Matius, panggilan Yesus secara pribadi adalah sebuah kehormatan dan sekaligus kesempatan emas yang tidak boleh disia siakan. Dipanggil Yesus bisa melalui banyak cara, dan ini adalah  kesempatan yang sangat berharga karena lewat panggilan itulah Yesus hendak mengubah hidup kita. Yesus mau menyatakan rencana penyelamatan-Nya bagi kita.

Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. (Mzm 19:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

9  Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

20 September 2012

Renungan Harian, 20 September 2012 – Peringatan Wajib Santo Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong dkk., Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang (1 Kor 15:1-11)

Santo Paulus tidak berkata ia berhasil karena kerja kerasnya atau usahanya yang gigih. Ia mengakui apa yang berhasil ia capai adalah karena kasih karunia Allah, karena pemberian cuma-cuma dari Allah. Yang sama berlaku untuk kita, hanya saja, kita tidak selalu menyadarinya. Perlu iman untuk melihat kehadiran dan karya Tuhan dalam hidup kita. Juga kesediaan untuk dibentuk menjadi bejana yang indah dan berguna. Yang membangun kepribadian kita mungkin terlebih pengalaman yang pahit dan menyakitkan ketimbang yang enak.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 118:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
2  Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu—kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
3  Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
4  bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
5  bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
6  Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
7  Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
8  Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
9  Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
11  Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

19 September 2012

Renungan Harian, 19 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis (Luk 7:31-35)

Yesus melukiskan betapa bebalnya orang orang yang ada disekeliling-Nya. Tidak ada yang mampu membuat telinga dan hati mereka tertarik. Mereka tidak lagi peka atau terbuka terhadap tanda tanda kebenaran yang sudah diwartakan oleh Yohanes dan Yesus sendiri. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kita? Kita harus tetap yakin akan apa yang kita ucapkan dan ajarkan sebagai hal yang baik dan benar. Kebaikan dan kebenaran memang sering tidak mudah diterima. Tetapi kita tidak boleh menyerah, karena justru inilah ujian bagi kita.

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! (Mzm 33:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

18 September 2012

Renungan Harian, 18 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (Luk 7:11-17)

Allah melakukan segala galanya karena belas kasih. Ia datang kedunia dalam diri Yesus, hanya karena cinta. Dalam mengadakan aneka mukjizat, seperti Injil hari ini, Yesus melakukan semuanya hanya dalam kasih. Ia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat-Nya hanya karena kasih, bukan karena jasa dan kebaikan umat-Nya. Apa makna dari semua ini? Sebagaimana Kristus berbagi kasih dengan kita, hendaknya kita juga berani berbagi kasih dengan sesama. Sebab hanya dengan berbagi kasih dengan sesama, kita telah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.

Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mzm 100:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

17 September 2012

Renungan Harian, 17 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” (Luk 7:1-10)

Iman yang sesungguhnya adalah sikap rendah hati, percaya sepenuhnya kepada Allah sehingga kita berani memasrahkan seluruh hidup. Sikap semacam itulah yang diperlukan kita dalam kehidupan beriman. Keberanian untuk mengosongkan diri, menyadari ke tidak berdayaan dan kemudian berjuang sambil berserah total kepada Allah, itulah yang perlu kita tumbuhkan dalam hati kita. Allah mampu untuk menjadikan mungkin, apa yang tidak mungkin. Perwira Romawi memberi contoh kepada kita, bagaimana harus percaya kepada kuasa Allah.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau (Mzm 40:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress