Renungan Harian

2 November 2012

Renungan Harian, 2 November 2012 – Hari Raya Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6:37-40)

Percaya kepada Yesus bagi orang Kristen sepertinya bukan hal yang sulit. Namun percaya bukan hanya berkata, melainkan berbuat. Untuk itu bagi kita yang sudah percaya namun belum sungguh sungguh percaya, dibutuhkan kerahiman Allah yang harus kita mohon dengan sangat. Peringatan arwah orang beriman hari ini mengingatkan kita untuk juga berdoa bagi saudara saudara kita yang sudah berpulang dan yang belum percaya dengan sungguh sungguh saat mereka hidup didunia. Dengan mendoakan, kitapun diingatkan.

Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. (Mzm 130:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

37  Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

1 November 2012

Renungan Harian, 1 November 2012 – Hari Raya Semua Orang Kudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat 5:1-12a)

Siapakah orang yang suci hatinya? Dalam pemahaman kita, mereka adalah orang orang yang oleh Gereja digelari kudus dan tak terbilang banyaknya. Juga mereka yang telah mengalami proses penyucian untuk menjadi kudus. Karena sesuai rencana Allah, maka semua orang beroleh keselamatan. Hari ini kita rayakan semua org kudus, hendaklah perayaan ini memacu semangat kita untuk menjadi satu dari anggota persekutuan para kudus, agar seperti Sabda Bahagia Yesus, kita juga menjadi pemilik Kerajaan Surga. Pertobatan terus menerus harus menjadi jalan kita untuk menggapai Kerajaan Surga.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
2  Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3  “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4  Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
7  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
9  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

31 October 2012

Renungan Harian, 31 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. (Ef 6:8)

Kita mau berbuat baik pada orang yang juga baik kepada kita. Tuhan minta lebih dari itu, yaitu berbuat baik kepada semua orang, terlebih yang telah berbuat jahat, merugikan atau menyusahkan kita, yang tidak kita sukai dan tak tahu terima kasih. Jangan harapkan perbuatan baik kita dibalas oleh orang kepada siapa itu ditujukan. Tuhanlah yang akan membalasnya. Dia tidak memandang bulu, tetapi menerbitkan matahari-Nya bagi setiap orang,  baik dan jahat.

TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. (Mzm 145:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
2  Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
3  supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
4  Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
5  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
6  jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,
7  dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.
Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.
9  Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

30 October 2012

Renungan Harian, 30 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” (Luk 13:18-21)

Bila ragi dapat merubah secara negatif dalam hal orang Farisi , ternyata ragi juga bisa merubah segala sesuatu menjadi sangat positif bagi menggambarkan Kerajaan Allah. Pengaruh positif apa yang dapat kita berikan untuk pertumbuhan Kerajaan Allah? Tidak lain adalah doa. Berdoa dalam peristiwa peristiwa setiap hari dan setiap saat. Semua bentuk doa dapat menjadi ragi, yang dengannya Tuhan membandingkan dengan Kerajaan Allah. Selama Tahun Iman ini, mari kita makin meresapi situasi biasa sehari hari dengan doa doa kita.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
19  Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”
20  Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
21  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

29 October 2012

Renungan Harian, 29 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, (Luk 13:10-17)

Hukum Sabat wajib dirayakan dengan menghentikan pekerjaan harian. Tapi Yesus mengintervensi larangan itu, bukan meniadakan tetapi menyempurnakan. Apa alasan-Nya? Hukum bukanlah sebagai tujuan hidup manusia, tapi sebagai sarana mencapai keselamatan. Alasan lain adalah Yesus secara lansung menyingkap kemunafikan orang Israel, karena pada hari Sabat mereka sebenarnya juga bekerja memberi makan ternaknya. Dan yang ketiga, Yesus memberikan sentuhan kasih kepada ibu yang 18 tahun kerasukan roh. Utamakan kasih dalam setiap tindakan kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
11  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
12  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.”
13  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
14  Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”
15  Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
16  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”
17  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

28 October 2012

Renungan Harian, 28 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” (Mrk 10:46-52)

Pengalaman penyembuhan Bartimeus sibuta ini, mestinya menjd pelajaran dan inspirasi bagi kita dalam menjawab panggilan Tuhan dengan iman yang mantap. Sebab kita adalah orang buta juga. Mata jasmani boleh melek, tetapi mata batin seringkali buta. Pengenalan yang mendalam akan Yesus cukuplah mencelikkan kembali mata rohani kita agar dapat membuat kita siap mengatasi segala rintangan. Keteguhan membuat kita yakin bahwa Yesus pasti sudah melihat kita lebih dahulu sebelum kita melihat Dia. Maka kita harus berani berteriak memanggil Dia agar dicelikkan seperti Bartimeus.

Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” (Mzm 126:2b)

46  Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
47  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
48  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
49  Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
50  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
51  Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
52  Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

27 October 2012

Renungan Harian, 27 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. (Luk 13:1-9)

Pertobatan adalah harga mati, syarat utama untuk selamat. Tanpa tobat hidup akhirat akan terasa berat. Hidup didunia tidak bisa disamakan dengan hidup dialam baka. Karena kenikmatan atau penderitaan di dunia fana belum tentu berlanjut di alam baka. Karena itu pertobatan terus menerus adalah kunci sukses untuk mendapat kehidupan surgawi. Yesus mengajak orang yang bercerita kepadanya untuk introspeksi dirinya, agar tidak mendapat celaka seperti orang Galilea. Tuhan selalu sabar mengingatkan dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk melakukan refleksi dan pertobatan.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
2  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
3  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
4  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
5  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
6  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
9  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

26 October 2012

Renungan Harian, 26 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar (Luk 12:54-59)

Bukan hanya mereka yang hidup dijaman Yesus tidak tahu memutuskan apa yang benar. Zaman ini juga masih banyak orang yang tidak tahu bahwa berdamai dengan sesama atau keluarga adalah satu tindakan yang benar. Kita punya kebiasaan membiarkan relasi kurang harmonis berlarut larut dan membuat perasaan sangat tidak enak dalam hati mereka. Seandainya saja kita tahu apa yang benar! Kita pasti hidup dalam damai, sukacita dan bahagia. mari kita membiarkan diri dibimbing Roh Kudus agar mampu memutuskan apa yang benar untuk dilakukan dan juga hidup secara benar.

“Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”  (Mzm 24:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

54  Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56  Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
57  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
58  Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
59  Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

25 October 2012

Renungan Harian, 25 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! (Luk 12:49-53)

Apakah kita harus berpikir tentang api sebagai cinta, Injil atau karunia Roh Kudus? Lebih baik kita tetap berpikir bahwa api itu untuk memurnikan, membakar semua yang lapuk dan memberi kehidupan. Api peradilan Allah menghancurkan semua yang tidak menyerahkan diri kepada daya pembaharuannya. Untuk bisa hidup bagi Dia, hati kita mesti dimurnikan dan dibersihkan dari segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah. Itulah sebab Api Yesus membakar dan memurnikan hati kita, menguduskan dan membawa kita kepada keselamatan.

Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. (Mzm 33:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

49  “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53  Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

24 October 2012

Renungan Harian, 24 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini (Ef 3:2-12)

Paulus adalah rasul pilihan Allah. Ia tidak lupa bahwa sebelumnya ia penganiaya jemaat Kristus. Itu tidak membuat dia minder, malah menambah rasa syukurnya kepada Tuhan. Jelek-jelek juga dipanggil! Kita tidak perlu menghapus masa silam kita betapa pun buruknya. Setiap pengalaman, biar jelek, pasti ada hikmahnya. Masa silam Paulus membuat dia rendah hati dan terus menerus mensyukuri kasih karunia Allah. Yang penting bukan yang dulu, tapi apa yang bisa saya wujudkan sekarang dengan rahmat Tuhan.

Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. (Yes 12:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

2  —memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
3  yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.
4  Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,
5  yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
6  yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
7  Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,
9  dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,
10  supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,
11  sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
12  Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress