Renungan Harian

3 February 2013

Renungan Harian, 3 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 4:21-30)

Mata semua orang di rumah ibadat itu tertuju kepada Yesus. Kata-kata-Nya mengalir indah mempesona. Yesus tidak sekedar membaca nubuat, tapi menjadikan itu kenyataan dalam diri-Nya. Dialah yang diurapi untuk menyampai-kan kabar baik kepada orang miskin, diutus untuk membebaskan orang tawanan, membuat orang buta melihat. Apakah Yesus diterima dengan sorak sorai? Tidak! Malah Ia ditolak. Sampai hari ini pun masih banyak yang  menolak Dia, padahal Ia pembawa keselamatan.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini:

21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
23  Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

2 February 2013

Renungan Harian, 2 Februari 2013 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu (Luk 2:22-32)

Sudah berabad-abad lamanya bangsa Israel menantikan Mesias yang dijanjikan Allah melalui para nabi. Sekarang Ia sudah datang dalam rupa bayi yang kecil dan lemah ini. Roh Kudus telah menyatakan itu kepada Simeon, dan ia menatang-Nya di dalam tangannya. Sukacitanya hampir tidak terbendung. Sekarang ia siap mati, sebab tujuan hidupnya sudah tercapai. Banyak orang melihat bayi itu juga, tetapi tidak mengenali Dia. Apakah saya mengenali Penyelamat jika Ia datang? Bahkan sekarang sudah di tengah kita?

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:9)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

1 February 2013

Renungan Harian, 1 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk 4:26-34)

Tumbuhnya Kerajaan Allah adalah karya Allah, bukan jasa manusia. Kita hanya bisa menyiapkan lahannya, menaburkan benih, dan menyi-raminya. Tetapi Tuhanlah yang memberi daya tumbuh. Kadang kita tidak sabar, karena sepertinya tidak terjadi apa-apa. Kita ingin cepat melihat hasil, dan kecewa atau kecil hati kalau itu tidak segera nampak. Perlu sabar dan bertekun dalam iman serta bertahan dalam penderitaan dan perjuangan yang berat. Tuhan tidak ingkar janji.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan (Mzm 37:39)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
27  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
29  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
30  Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
31  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
32  Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
33  Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
34  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

31 January 2013

Renungan Harian, 31 Januari 2013, Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosco, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian”. (Mrk 4:21-25)

Pelita adalah lambang terang. Iman adalah terang. Kebenaran adalah terang. Allah sendiri adalah terang dan kita masing-masing juga disebut terang. Pelita yang bersinar dalam kegelapan pasti ditaruh ditempat yang strategis supaya menyinari semua orang. Dunia kita sekarang makin gelap karena iman makin redup, kebenaran makin terselubung. Banyak orang hidup tanpa Allah karena merasa tidak membutuhkan Dia. Mari kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Mzm 24:6)

Bacaan lengkap hari ini :

21  Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
22  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
23  Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
24  Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
25  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

30 January 2013

Renungan Harian, 30 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah (Mrk 4:1-20)

Firman diwartakan, didengar, dibaca, dialami. Banyak firman yang terlewatkan. Yang didengar atau dibaca pun segera dilupakan. Ladang hati perlu disiapkan dengan cermat: dibersihkan dari batu dan semak, dibajak dan dipupuk. Mungkin proses yang menyakitkan tapi perlu. Bila kita kosong dari segala egoisme, dapatlah Tuhan menaruh hukum-Nya di dalam hati kita, dan menuliskannya dalam akal budi kita. Dan jadilah kita umat Perjanjian Baru yang tumbuh dan berbuah karena berakar kuat dalam Kristus

“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” (Mzm 110:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
2  Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
3  “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4  Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
9  Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
10  Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
11  Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
12  supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
13  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
14  Penabur itu menaburkan firman.
15  Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
16  Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
17  tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
18  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
19  lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
20  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

29 January 2013

Renungan Harian, 29 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mrk 3:31-35)

Ucapan Yesus bukan mau mengingkari relasi kekeluargaan dengan ibu dan kerabat-Nya, tapi ingin menyadarkan kita semua. Yesus ingin agar semua orang tidak hanya dekat dengan Dia secara fisik; tetaip jauh lebih dalam dan nyata, yaitu melakukan apa yang sudah mereka dengar dari-Nya. Yesus ingin semua pengikut-Nya meneladani Maria, ibu-Nya yang selalu setia melakukan kehendak Allah, sehingga kita juga layak disebut anggauta keluarga Allah.

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku. (Mzm 40:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
32  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”
33  Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
34  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
35  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

28 January 2013

Renungan Harian, 28 Januari 2013 – Peringatan Wajib Santo Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” (Mrk :22-30)
Kita mengenal Allah sebagai yang maha pengampun. Ternyata ada juga dosa yang tidak bisa diampuni-Nya. Orang Farisi melihat segala yang baik yang dilakukan Yesus. Tetapi dengan menyatakan bahwa karya Allah adalah karya roh jahat, mereka menutup jalan pengampunan bagi diri sendiri. Sebab Roh Kuduslah yang mengampuni. Kalau Ia disangkal, siapa lagi yang akan mengampuni? Tidak ada!

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; (Mzm 98:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
23  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
24  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
25  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
26  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
27  Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
28  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
29  Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.
30  Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

27 January 2013

Renungan Harian, 27 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku”, (Luk 1:1-4; 4:14-21)

Roh Tuhan juga kita terima lewat Pembaptisan. Oleh rahmat Pembaptisan kita dikaruniai Roh Kudus supaya kita berani menyampaikan kabar baik kepada orang lain dan membuat mereka percaya akan Allah; berani membebaskan orang orang yang teraniaya, juga mereka yang tertawan oleh kekuasaan, jabatan dan apapun yang membuat orang lupa akan Tuhan. Tugas kita sebagai orang Kristen yang telah dilengkapi dengan karunia Roh Kudus adalah memberikan pembebasan kepada mereka dan penglihatan kepada mereka yang kurang percaya supaya semakin mengimani Allah. Yakinlah, Roh Kudus ada pada kita.

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
15  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

26 January 2013

Renungan Harian, 26 Januari 2013 – Peringatan Wajib Santo Timotius dan Santo Titus, Uskup

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. (Mrk 3:20-21)

Bila keluarga Yesus mengira Dia tidak waras, maka para ahli Taurat mengira Dia kerasukan roh jahat. Ada persamaan antara orang yang dirasuki roh jahat dan orang yang dipenuhi Roh Kudus, tetapi perbedaannya juga besar. Mereka sama sama memiliki tenaga dan kuasa yang sangat kuat. Namun roh jahat punya daya penghancur yang luar biasa. Tapi orang yang dipenuhi Roh Kudus punya daya penyembuhan, menghidupkan dan melakukan perbuatan perbuatan kasih. Buah buah Roh Kudus itulah yang bekerja dalam diri Yesus, dan bukan roh jahat.  Kuasa apakah yang ada dalam diri kita?

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. (Mzm 96:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
21  Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

24 January 2013

Renungan Harian, 24 Januari 2013 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” (Mrk 3:7-12)

Roh jahat pun mengenal Yesus sebagai Anak Allah, namun roh jahat tidak mengimani-Nya. Sebaliknya kita para murid murid Yesus yang percaya dan tahu bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah” mempunyai tugas untuk mewartakan apa yang kita ketahui dan percayai tentang Yesus. Kita harus dapat membuat semua orang tahu, sadar dan secara bebas mengimani bahwa Yesus adalah Anak Allah dan bukan karena intimidasi atau paksaan. Bila syarat ini tidak dipenuhi maka iman yang terbentuk adalah iman yang dangkal dan tidak mengakar di dalam Yesus.

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mzm 40:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,
8  dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
9  Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
10  Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
11  Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”
12  Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress