Renungan Harian

4 August 2012

Renungan Harian, 4 Agustus 2012 – Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri.” (Yer 26:11-16.24)

Tidak mudah bicara apa yang benar. Yeremia diancam mati karena bernubuat, Yohanes Pembaptis dipenjara karena mengkritik Herodes. Keadaan sekarang tidak jauh berbeda, Orang mau membungkam keadilan dan kebenaran. Semangat kita bicara dan bertindak adalah semangat kasih. Kasih tidak mengenal takut, kasih tidak mementingkan diri sendiri. Dimana ada kasih disitu ada keberanian tanpa pamrih. Roh Kudus akan menuntun dan memberi kebijaksanaan untuk mengatakan apa yang harus kita katakan dan lakukan. Tuhan yang membimbing.

Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-Mu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 69:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri.”
12  Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu.
13  Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu.
14  Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu.
15  Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”
16  Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita.”
24  Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh.

3 August 2012

Renungan Harian, 3 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mat 13:54-58)

Penduduk Nazareth kecewa pada Yesus, karena mereka mengenal asal usulnya. Mereka tidak percaya bahwa orang dengan asal usul seperti itu mampu menjadi nabi yang baik. Kita sering terkena virus Nazareth ini. Kita meremehkan orang lain. Kita dengan mudah menghakimi orang lain dari sedikit data yang kita miliki. Apalagi, karena kekurangan iman, kitapun gampang melawan kebenaran iman, mudah mengkritik pengabar Injil, seenaknya menuduhnya cari popularitas. Ya Yesus, maafkan karena aku sering takut beriman dengan teguh dan berani. Betapa sering aku meragukan-Mu.

Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! (Mzm 69:14)

Bacaan Lengkap hari ini :

54  Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
55  Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
56  Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
57  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.”
58  Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

2 August 2012

Renungan Harian, 2 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku (Yer 18:1-6)

Disatu sisi, kita ini ibarat periuk tanah liat. Rentan, mudah pecah dan hancur. Tapi disisi lain, kita harus bangga bahwa yang membentuk kita bukan manusia, melainkan Allah, atas dasar cinta, dengan kualitas setara Allah dan dilindungi dari waktu ke waktu. Setiap kali ada ancaman pecah atau hancur, seperti hati risau dan hilang arah dalam hidup, Allah selalu siap turun tangan. Turun tangan untuk membentuk kita kembali. Kemanakah kita lari setiap kali ketidak berdayaan yang mengancam keutuhan diri dan iman menguasai kita?

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya (Mzm 146:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
2  “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.”
3  Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.
4  Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
5  Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6  “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

1 August 2012

Renungan Hari Rabu 1 Agustus 2012 – Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria De Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku (Yer 15:10.16-21)

Kata-kata indah itu diucapkan Nabi Yeremia ketika ia sedang mengalami pergumulan batin. Panggilannya sebagai nabi membuat ia mengalami penderitaan yang tidak berkesudahan, sampai ia mengutuki hari kelahirannya. Tapi di dalam pergumulannya itu ia menemukan kekuatan dan penghiburan dalam firman Tuhan. Sayang bagi banyak orang firman Tuhan dalam Alkitab masih merupakan harta yang terpendam. Pengalaman Yeremia mengajak kita untuk menggali kekayaannya.

Sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. (Mzm 59:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Aku bukan orang yang menghutangkan ataupun orang yang menghutang kepada siapapun, tetapi mereka semuanya mengutuki aku.
16  Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
17  Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.
18  Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.
19  Karena itu beginilah jawab TUHAN: “Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.
20  Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.
21  Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan engkau dari genggaman orang-orang lalim.”

31 July 2012

Renungan Harian, 31 Juli 2012 – Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Loyola

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, (Yer 14:17-22)

St. Ignasius yang kita rayakan hari ini adalah mantan prajurit kerajaan Spanyol. Karena terluka di medan perang, ia terpaksa dirawat. Ia mengisi waktu dengan membaca banyak buku rohani. Di situlah ia merasakan damai dan sukacita. Berhadapan dengan yang Kudus, ia menyadari kedosaannya dan bertobat. Roh Kudus mengajarkan banyak hal kepada-nya. Ia mendirikan Serikat Yesus yang sangat berjasa dalam meningkatkan kehidupan rohani umat.Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku (Mzm 34:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Katakanlah perkataan ini kepada mereka: “Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan.
18  Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya.”
19  Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian!
20  Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu.
21  Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya!
22  Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu.

30 July 2012

Renungan Harian, 30 Juli 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi”(Mat 13:31-35)

Dimanakah Kerajaan Sorga itu? Disini, ditengah tengah kita. Dalam hati kita selalu ada Kerajaan Sorga, yang diumpamakan Yesus sebagai biji sawi. Kecil sekali, tetapi dengan perawatan yang baik, maka dapat tumbuh besar. Kerajaan Sorga dalam hati kita juga demikian, awalnya kecil, tapi pengaruhnya sangat besar. Kerajaan Sorga mampu mengembangkan siapapun yang bersentuhan dengannya. Bagaimana cara mengembangkan Kerajaan Sorga dalam diri kita? Dengan melayani Kristus dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, terutama bersama keluarga, komunitas dan lingkungan masyarakat.

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. (Ul 32:18)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”
33  Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
34  Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
35  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

29 July 2012

Renungan Harian, 29 Juli 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:1-15)

Didepan ribuan orang dengan hanya mempunyai lima ketul roti dan dua ekor ikan, tak mengherankan bila Andreas mencetuskan keputusa asaannya. Namun Yesus tidak menjawab Dia hanya meminta murid murid-Nya menyuruh orang banyak itu duduk. Dan yang terjadi 5.000 orang ,mendapat makan sampai kenyang. Tugas kita adalah menjadi tangan tangan Yesus untuk melakukan kebajikan bagi sesama. Bagaimana itu mungkin? Biarlah Yesus yang bekerja bagi kita. Yang dibutuhkan Yesus adalah kesediaan, serta hati yang penuh belas kasihan sebagai dasar pelayanan kita.

TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”
6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
7  Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”
8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
9  “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
10  Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”
13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.”
15  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

28 July 2012

Renungan Harian, 28 Juli 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. (Mat 13:24-30)

Pesan Injil hari ini adalah “sabar menanti” Jangan tergesa buat orang percaya pada Yesus. Jangan singkirkan orang yang belum percaya pada Yesus. Tetaplah sabar terhadap orang lain agar mereka percaya kepada Yesus. Yesus tidak mau orang ikut dia dengan setengah hati, hanya KTP nya yang ikut Yesus. tapi ke Gereja tak pernah. Yesus menghargai proses. Proses untuk menjadi dewasa dalam memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus. Kita perlu sabar, karena banyak orang lamban percaya dan butuh berpikir. Dalam kenyataan, teladan kita sebagai pengikut Yesus adalah daya tarik utama bagi mereka yang belum percaya.Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! (Mzm 84:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
25  Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
26  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
27  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
28  Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
29  Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

27 July 2012

Renungan Harian, 27 Juli 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku akan mengangkat bagimu gembala gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian. (Yer 3:14-17)

Pemimpin itu penting, karena bukan hanya perintahnya diikuti, tetapi perbuatannya pun ditiru. Kalau dia bersih, pemerintahannya bersih. Kita yang ikut Yesus diberi Roh Kudus untuk menimbang nimbang mana yang baik dan mana yang jahat. Firman Tuhan terus  ditaburkan di lahan hati kita. Tanah yang subur perlu digarap dan dipupuk melalui penderitaan yang diterima dengan rela dan gembira. Benih yang tumbuh perlu dipelihara dengan doa, sakramen dan perbuatan baik supaya menghasilkan buah limpah.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.
15  Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.
16  Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.
17  Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta TUHAN, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama TUHAN ke Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah langkah menurut kedegilan hatinya yang jahat.

26 July 2012

Renungan Harian, 26 Juli 2012 – Peringatan Wajib Santo Yoakim dan Santa Anna, orang tua Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Mat 13:16-17)

Punya mata untuk melihat dan punya telinga untuk mendengar dan MAU mendengar adalah satu kunci kebahagiaan hidup. Hari ini kita memperingati St. Yoakim dan St. Anna, orang tua Bunda Maria. Sebagai seorang anak, Maria menjadi pendengar yang baik atas nasihat orang tuanya. Sehingga bukan hanya Maria, tetapi Yoakim dan Anna pun pasti berbahagia karenanya. Jika kita mau mendengar setiap ajaran orang tua, bahkan ajaran Tuhan sendiri, kita akan menjadi orang yang berbahagia. Nikmatilah kebahagiaan itu dengan penuh rasa syukur.

TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu” (Mzm 132:11)

Bacaan Lengkap Hari ini :

16  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress