Renungan Harian

18 January 2014

Renungan Harian, 18 Januari 2014 – Pembukaan Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristiani

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” (Mrk 2:13-17)

Cara paling baik untuk berubah adalah mengikuti ajakan-Nya: “Ikutlah Aku”. Mendekat dan belajar dari-Nya membuat kita mampu mengubah nada yang salah dalam diri, dalam sikap dan dalam berpikir. Jangan memandang Yesus dari jauh, nanti kabur. Jika semakin jauh dari Dia, hidup semakin tidak benar, kebenaran semakin kabur dan jalan semakin berat. Lihatlah para pendosa, betapa bahagia mereka bisa makan bersama dengan Yesus dan sesama tanpa nada dan rasa yang salah. Jika ada yang salah dalam keluarga, mendekatlah dan hadirkan Yesus untuk mengubah yang salah. Dia bisa melakukan apa pun untuk kita.

Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang. (Mzm 21:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
14  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
15  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
16  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
17  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

17 January 2014

Renungan Harian, 17 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Antonius Abas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Mat 19:16-26)

Yang penting bagi kita ialah kesadaran bahwa menjadi sempurna bukan hal yang mustahil. Masuk kerajaan Allah adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia semata. Pertanyaan penting bagi kita adalah mampukah kita bekerja sama dengan rahmat Allah untuk membebaskan diri kita dari himpitan kekayaan, sehingga dapat mencapai kesempurnaan?

Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. (Mzm 88:25)

Bacaan Lengkap hari ini :

dari situ.
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

16 January 2014

Renungan Harian, 16 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, (Mrk 1:40-45)

Permohonan si kusta adalah sebuah sikap kerendahan hati, dalam bentuk dialog dia tidak memaksakan kehendaknya. Dia hanya ingin agar kehendak Tuhanlah yang terjadi atasnya. Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk bisa menjadi insan-insan yang mau berdialog. Berdialog dengan kerendahan hati,  dan penyerahan kehendak. Tak ada dalam permohonannya kesombongan atau paksaan. Karena itu, mari kita refleksikan diri kita masing-masing, sudahkah kita menjadi insan-insan yang mau berdialog dan memberi kesembuhan?

Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu (Mzm 44:26)

Bacaan lengkap hari ini :

40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
41  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”
42  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
43  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
44  ”Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
45  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

15 January 2014

Renungan Harian, 15 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” (1Sam 3:1-10.19-20)

Di waktu malam Samuel mendengar namanya dipanggil berkali-kali. Ternyata itu bukan suara imam Eli. Maka imam itu mengajarnya menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu mendengar.” Maka Tuhan pun menyampaikan firman-Nya. Dalam berdoa yang penting bukanlah kita berbicara kepada Tuhan, tapi mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita. Segala yang dilakukan Yesus, berdoa di tempat sunyi, mewartakan Injil atau menyembuhakn orang sakit, adalah pelaksanaan kehendak Bapa. Perlu hati yang hening dan bening untuk mendengar suara Tuhan berbicara kepada kita.

“aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mzm 40:8

Bacaan lengkap hari ini :

1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
2  Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3  Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
4  Lalu TUHAN memanggil: “Samuel! Samuel!,” dan ia menjawab: “Ya, bapa.”
5  Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur.
6  Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”
7  Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
8  Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
9  Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
10  Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
20  Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

14 January 2014

Renungan Harian, 14 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” (Mrk 1:21b-28)

Yesus  berbicara sebagai orang yang berkuasa, sebab setanpun mengakui Dia sebagai “Yang Kudus dari Allah”. Yesus sungguh berwibawa, salah satu bukti wibawa Yesus ialah Dia menghardik setan, menyembuhkan orang yang kerasukan setan. Ia juga berani menyempurnakan hukum Taurat dan aturan Sabat. Sesungguhnya wibawa adalah kuasa yang diakui. Sebagai umat beriman, memercayakan diri kepada kuasa Yesus adalah sikap yang tepat. Kita mendengarkan ajaran-Nya, menyimpan dalam hati, kemudian mengamalkan dalam kehidupan nyata.

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.” (1 Sam 2:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

21Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
22  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
24  ”Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
25  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
26  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
27  Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
28  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

13 January 2014

Renungan Harian, 13 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk 1:14-20)

Hari ini Yesus memulai membentuk keluarga baru dengan memilih dan dan memanggil para rasul secara pribadi untuk menjadi satu keluarga Allah dan saksi karya kasih Allah lewat kebersamaan, keberadaan dan sikap hidup Yesus sampai wafat dikayu salib. Tidak ada seorangpun didunia ini, hidup tanpa keluarga. Gereja adalah rumah tangga dan keluarga bagi siapapun, khususnya mereka yang menderita. Kita telah dipanggil dan dipilih Yesus untuk menjadi anggota tubuh mistik-Nya, yakni Gereja dan bersama-sama siap sedia melayani Allah dan sesama.

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, (Mzm 116:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

12 January 2014

Renungan Harian, 12 Januari 2014 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:13-17)

Yesus merendahkan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes. Sebagai orang yang sudah dibaptis, beranikah kita merendahkan diri demi pelayanan sesama? Pelayanan itu bukan berarti menjadi “pembantu”, “pesuruh”, “petugas”, tetapi setiap tindakan yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama, itulah pelayanan. Sudahkah semua hal yang anda lakukan dalam bidang apa pun menjadi sarana kesejahteraan dan kemajuan bersama? Baptisan memberikan kewajiban kepada kita semua.

Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! (Mzm 29:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
14  Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

11 January 2014

Renungan Harian, 11 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. (Yoh 3:22-30)

Yohanes Pembaptis merendahkan diri dihadapan Yesus, meski banyak orang mencoba membandingkan dia dengan Kristus. Spritualitas Sang perintis ini hendaknya menjiwai setiap orang yang menjadikan dirinya sebagai pewarta Injil. Sungguh menyedihkan jika para pewarta berlomba-lomba ingin menjadi makin besar, makin populer, bahkan makin kaya! Mereka sudah mendapatkan upahnya!

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23  Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
24  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
25  Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
26  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”
27  Jawab Yohanes: “Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

10 January 2014

Renungan Harian, 10 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku mau, jadilah engkau tahir.” (Luk 5:12-16)

Bapa kita di surga sungguh amat baik. Sebagaimana jawaban Yesus kepada penderita kusta itu, “Ya, Aku mau”, demikianlah jawaban Bapa menanggapi permintaan kita. Ia ingin anak-anak-Nya, keliarga-Nya, mendapatkan yang terbaik. Gambaran keluarga ideal adalah setiap anggota keluarga mau berusaha saling memenuhi harapan anggota masing-masing, tanpa perlu memikirkan kepentingannya lebih dulu. Memang membutuhkan pengorbanan. Bukankah Allah tetap mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaan kita, sekalipun kita jarang bersyukur dan berterima kasih kepada Dia?

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
13  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
14  Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
15  Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
16  Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

9 January 2014

Renungan Harian, 9 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. (1Yoh4:19-5:4)

Bagaimana orang bisa mengasihi Allah kalau tidak mengasihi ciptaan-Nya yang dijadikan menurut gambar dan rupa-Nya? Mana mungkin menghormati Allah kalau tidak menghormati buah hati-Nya, yaitu sesama kita? Kita semua punya misi di dunia ini, yaitu meneruskan misi Yesus. Kita pun telah diurapi dengan Roh Allah untuk membawa kabar baik kepada orang miskin, membebaskan orang yang tertawan dan tertindas, membuat orang buta melihat dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Ya, tahun ini akan menjadi tahun rahmat bila kita masing-masing menjadi penyalur rahmat bagi sesama.

Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. (Mzm 72:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20  Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.
2  Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
3  Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
4  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress