Renungan Harian

22 December 2013

Renungan Harian, 22 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Mat 1:18-24)

Keputusan Yusuf untuk menceraikan Maria dicegah oleh Allah. Melalui malaikatNya, Yusuf diberitahu tentang rahasia besar rencana Tuhan. Hanya karena imannya kepada Allah, Yesus menjadi tidak bimbang dan bingung. Dengan mantap ia mengambil maria sebagai isteri. Sebagai umat beriman kita juga dipanggil untuk mempersiapkan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa hidup kita. Panggilan yang tidak mudah dan penuh resiko. Beriman berarti ada kesediaan hati untuk mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” (Mzm 24:3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

21 December 2013

Renungan Harian, 21 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Jaminan Allah selalu menjadi andalan dan pegangan tak tergoyahkan bagi orang terpilih. Tidak semuanya terang benderang. Tapi jaminan Tuhan adalah daya ekstra untuk berani berkata: “terjadilah kehendak-Mu” Kita dipilih Tuhan untuk melaksanakan tugas pelayanan sesuai kemampuan kita. Apapun tugas yang dipercayakan, itu adalah pilihan Allah. Kita dapat belajar dari Maria bagaimana menjawab panggilan dan tugas dari Tuhan. Pilihan Allah adalah pemberian. Pemberian adalah tugas. Kita maju bersama Dia.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

20 December 2013

Renungan Harian, 20 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. (Luk 1:26-38)

Perasaan Maria yang rela menerima derita untuk keselamatan sesama, mestinya menjadi panggilan kita. Pelayanan dan cinta kasih kita mestinya terarah pada sesama. Jangan kita malah terpengaruh pada kehidupan dunia, yang hanya mengarahkan tindakan dan perbuatan kita pada kepentingan diri sendiri. Mari berkorban untuk orang lain, agar kehidupan kekal yang kita nantikan dapat kita rasakan bersama dengan semua orang.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

19 December 2013

Renungan Harian, 19 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan” (Luk 1:5-25)

Anak itu anugerah atau karya dari Tuhan. Betapa tidak! Keluarga Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia. Ditambah lagi Elisabet itu mandul. Dalam pandangan manusia tampaknya mustahil. Tetapi bagi Allah tak ada kata mustahil. Sebagai orang beriman kita perlu belajar percaya akan rencana dan karya Tuhan dalam diri pribadi dan keluarga kita. Pasutri Zakharia dan Elisabet menjadi sarana untuk menampakkan karya agung Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan Allah mempunyai rencana indah pada kita semua.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  ”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

18 December 2013

Renungan Harian, 18 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Teladanilah sikap St. Yusuf dalam menghadapi masalah. Berpikiran jernih dan tenang. Ketenangan akan membuat kita berani menghadapi masalah dan tidak lari dari kesulitan. Kalau kita belajar memberi tempat pada ketenangan, maka kita mampu mendengar suara Tuhan. Tuhan berbisik setiap saat, namun hanya dalam hati yang tenang, jernih dan pasrah, orang mampu mendengarkan bisikan Tuhan. Maka, hilangkan hati yang galau dan emosional. Mari kita berdoa agar dalam masa Adven ini diberi rahmat ketenangan hati, pikiran dan perasaan.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! (Mzm 72:2-3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

17 December 2013

Doa Novena Natal

Filed under: Doa — Tags: , — Renungan Harian @ 10:55

(Didoakan secara pribadi/bersama, mulai tanggal 16 s/d 24 Desember)

Bapa surgawi, mampukan aku untuk menyambut dan menerima Yesus, Putera-Mu dengan iman yang teguh ditengah umat manusia yang kian apatis, dengan harapan yang tak pernah pudar ditengah umat manusia yang kian berputus asa, stres dan depresi, dan dengan kasih yang besar di tengah umat manusia yang kian tak manusiawi terhadap sesama yang tercipta secitra dengan-Mu.

Terangilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu dan bersihkanlah hati dan jiwa kami dari segala dosa agar aku dapat merayakan Natal dengan hati penuh sukacita dan damai; di tengah dunia yang suram dan penuh dengan kekerasan serta kejahatan, kami dan orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dapat menjadi tanda pengharapan dan damai di bumi, khususnya ditengah keluarga.

Maranatha! Datanglah, Tuhan Yesus! Amin.

Renungan Harian, 17 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Mat 1:1-17)

Kedatangan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Natal nanti; merupakan tindakan nyata bahwa Dia sungguh berbelas kasih pada manusia yang berdosa ini, karena Dia tidak hanya hidup sebagai manusia saja tetapi juga hidup sebagai Allah. Sifat Allah yang ada pada diri-Nya inilah yang membuat Yesus mampu selalu berbelas kasih pada siapa saja. Kecenderungan kita untuk kalah dan mengalah pada dosa, karena kita hanya hidup sebagai manusia. Kita lupa untuk menghidupi sifat keilahian yang sudah dianugerahkan kepada kita. Agar kita dapat meneladani Kristus.

Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. Mzm 72:17

Bacaan lengkap hari ini :

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

16 December 2013

Renungan Harian, 16 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel (Bil 24:2-7.15-17a)

Alangkah indahnya sekiranya para pemimpin agama Yahudi mengenali nubuat ini dalam diri Yesus. Maka mereka tidak membuat masalah dengan mempersoalkan dari mana kuasa Yesus. Sekiranya mereka tidak membutakan diri sendiri, mereka akan melihat cahaya gemilang yang meliputi diri Yesus dan kerajaan Allah yang telah datang kepada mereka. Mereka akan bersukaria karena tanda-tanda ajaib yang terjadi di tengah-tengah mereka. Amat menyedihkan bahwa mereka telah mengeraskan hati dan dengan sadar memilih untuk tinggal dalam kegelapan maut. Tuhan, bukalah mataku untuk melihat cahaya bintang itu.

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

Bacaan lengkap hari ini :

2  Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
3  Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
4  tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
5  Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!
6  Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.
7  Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.
15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
16  tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
17  Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

15 December 2013

Renungan Harian, 15 Desember 2013 – Minggu Adven III

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat” (Mat 11:2-11)

Pertanyaan murid murid Yohanes tidak langsung dijawab Yesus. Yesus malahan menegaskan agar Yohanes melihat sendiri karya karya dan mujizat yang Yesus lakukan. Dengan pernyataan tersebut, jati diri Yesus sebagai Mesias ditampilkan. Yesus lalu menegaskan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak diri-Nya. Kita sebagai murid-murid Yesus harus yakin bahwa dalam diri Yesus itulah Mesias yang kita nantikan, yang menjadi jaminan harapan dan keselamatan kita. Dalam diri-Nya, berkat Tuhan sungguh dicurahkan.

TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!  Mzm 146:10

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
3  lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”
4  Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
5  orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
6  Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
8  Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
9  Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
10  Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
11  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

14 December 2013

Renungan Harian, 14 Desember 2013 – Peringatan Wajib Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13)

Yohanes Pembaptis adalah “pembuka jalan” untuk Sang Mesias, dia meluruskan jalan Tuhan (Yoh 1:23). Hari ini adalah peringatan St. Yohanes dari Salib. Sebelum meninggal ia sempat memeluk Salib Tuhan sambil berdoa, “Kedalam tangan-Mu, kuserahkan rohku” Masa Adven adalah masa persiapan untuk membuka jalan lebar-lebar dalam hati kita bagi Yesus yang akan lahir. Kiranya Adven menjadi entry point bagi kita untuk berubah dalam penantian akan Tuhan.

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Mzm 80:3

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?”
11  Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
12  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”
13  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress