Renungan Harian

24 September 2013

Renungan Harian, 24 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)
Firman yanf diwartakan Yesus hari ini sunggu merupakan ungkapan yang menenteramkan jiwa dan hati setiap orang yang mencintai keluarga dan berhimpun sebagai anggota keluarga Allah, dimana Kristus sebagai Kepala Keluarga. Melalui perikop ini nampaklah bahwa Yesus merangkul keluarga-Nya dan siapapun dapat menjadi keluargaNya bila mau mendengarkan dan melakukan firman Allah. Kitapun adalah saudara-saudari Yesus. Mari kita tak jemu-jemu mendengar dan melaksanakan firman. Sebab, inilah tanda kita adalah keluarga Yesus.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” (Mzm 122:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
20  Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
21  Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

23 September 2013

Renungan Harian, 23 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. (Luk 8:16-18)

Yesus adalah pelita Allah bagi dunia. Hidup Yesus telah menerangi   kehidupan orang-orang dizaman-Nya. Para murid adalah orang-orang yang telah menemukan keselamatan. Karena itu, Yesus berharap agar mereka bersedia membagikannya kepada semua orang.Kita adalah pelita. Allah telah menyalakan pelita dalam diri kita dan diharapkan hidup kita terus bersinar. Sebab ketika Allah menyalakan pelita. Ia ingin pelita itu menjadi pelita bagi sesama.

TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. (Mzm 126:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
17  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

22 September 2013

Renungan Harian, 22 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. (Luk 16:10-13)

Pilihan selalu menuntut kita untuk memilih. Seorang yang bekerja untuk dua tempat pasti akan memberikan prioritas yang berbeda. Dia akan memposisikan pekerjaan yang satu lebih dari yang lainnya. Bukan tidak mungkin pada akhirnya dia akan meninggalkan salah satunya. Dalam kehidupan beriman, kita dituntut untuk setia kepada Satu Tuhan. Kita tidak mungkin setia kepada-Nya sementara kita juga berusaha untuk mengikuti kepercayaan yang lain. Karenanya kita harus belajar sungguh-sungguh untuk tekun pada Yesus satu-satunya sumber iman kita.

Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN! (Mzm 113:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
11  Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
12  Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
13  Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

21 September 2013

Renungan Harian, 21 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Matius, Rasul dan Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:9-13)

Hari ini kita merayakan pesta St. Matius. Dia adalah pendosa berat tapi dipanggil Tuhan kepada kekudusan. Dimata Yesus, orang berdosa selalu mendapat tatapan mata penuh kasih. Di hati Yesus orang berdosa mendapat tempat khusus. Di mata orang berdosa, wajah Yesus manis dan penuh belas kasih. Perikop diatas haruslah membuat kita sadar. Kitalah orang berdosa yang pertama-tama harus bertobat. Kita sering menjaga jarak dan menjauhi. Ingatlah Yesus menghendaki belas kasihan. Orang berdosa bukan untuk dijauhi, tapi dirangkul seperti Yesus membopong domba yang tersesat.

tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. (Mzm 19:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

20 September 2013

Renungan Harian, 20 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Andreas Kim Tangen, Imam dan Paulus Chong Hasan, Dkk. Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:46

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3)

Saat ini, masih banyak orang yang mau melayani Gereja dengan kekayaan mereka. Ada yang dengan hati tulus, tapi ada pula yang dengan ambisi tertentu. Ini sesuatu yang tidak benar. Apapun jabatan dan fungsi kita di dalam Gereja adalah untuk membangun Gereja sebagai satu tubuh. Sumbangan kita kepada Gereja adalah bagian pelayanan untuk karya Gereja. Jangan pernah membuat Gereja seolah berhutang kepada kita, lalu sesukanya kita mengatur. Mari kita layani Gereja karena Allah, bukan karena kedekatan dengan pastor atau Dewan Pastoral.

sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia. (Mzm 49:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3  Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

19 September 2013

Renungan Harian, 19 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini” (Luk 7:36-50)

Orang miskin, tersingkir dan pendosa sangat merasakan kehadiran dan persahabatan Yesus yang membebaskan  itu. hal ini tidak dirasakan oleh kaum Farisi. bahkan dia melihat sesuatu yang janggal, karena Yesus melakukan dosa dengan membiarkan wanita pendosa membasuh kakinya dengan minyak wangi.  Bagi Yesus sikap wanita ini menunjukkan pertobatan sejati. Apakah kita berani juga menjadi sahabat orang berdosa? Tidakkah kita takut menjadi gunjingan orang?

Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm 111:3)

Bacaan lengkap hari ini :

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  ”Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

18 September 2013

Renungan Harian, 18 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. (Luk 7:31-35)

Apapun yang kita lakukan tidak menarik hati, itulah makna perikop diatas.  Seperti para Farisi dan Akhli Kitab, mereka tidak mau mendengar kata-kata Yesus, mereka hanya sibuk mencari kesalahan-Nya. Mereka banyak bicara sedikit mendengar. Kitapun juga seharusnya begitu, sedikit bicara banyak mendengar, dengan banyak mendengar kita sudah membuka diri untuk menerima Tuhan dalam hati kita dan membiarkan diri kita dibentuk menjadi manusia baru.

Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm 111:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

17 September 2013

Renungan Harian, 17 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: — Renungan Harian @ 05:30

Jangan menangis!  Siapa tidak sedih melihat seorang janda kehilangan anaknya yang tunggal? Siapa lagi yang bisa ia harapkan menjadi tumpuan hidupnya? Banyak orang menunjukkan simpatinya dengan ikut menangis. Hati Yesus pun tergerak oleh belas kasihan. Mungkin juga Ia meneteskan air mata. “Jangan menangis.” Mungkinkah tidak menangis dalam situasi itu? Ya, karena Yesus akan mengubah dukacitanya menjadi sukacita. “Bangkitlah!” Dengan sabda-Nya yang penuh kuasa Yesus membuat anak muda itu hidup kembali dan Ia mengembalikannya kepada ibunya. Sungguh, Allah telah mengunjungi umat-Nya dalam diri Yesus. Hidup dipulihkan; dukacita diubah menjadi sukacita.

Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. (Mzm 101:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

16 September 2013

Renungan Harian, 16 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus dan Santo Siprianus, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Luk 7:1-10)

Bait Injil ini dalam setiap kali konsekrasi menjadi ungkapan ketidak layakan kita untuk menerima Tubuh Kristus. Kalimat aslinya diucapkan oleh seorang perwira Roma yang meminta pertolongan Yesus karena hambanya sedang sakit. Yesus mengakui iman perwira tersebut. Dia menyembuhkan hamba perwira tersebut. Tuhan tahu yang terbaik bagi kita semua. Bahkan sebelum kita meminta kepadaNya, Dia telah merancangkan yang terbaik untuk kita. yang perlu kita lakukan adalah terus berjuang dan percaya bahwa iman dan pengharapan didalam Dia tak akan pernah sia-sia.

Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. Mzm 28:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

15 September 2013

Renungan Harian, 15 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Seorang pendosa bertobat adalah suatu kebangkitan yang harus dirayakan. Salah satu ciri Gereja adalah kudus. Meskipun demikian, para anggotanya tidak luput dari dosa. Semua anggota Gereja, juga pejabat-pejabatnya harus mengakui bahwa mereka adalah orang-orang berdosa. Di dalam mereka semua, tumbuhlah disamping benih Injil yang baik juga lalang dosa sampai akhir zaman. Kita adalah orang berdosa. Namun, karena Tuhan, kita memiliki masa depan: hidup bersama Dia yang mencintai kita dalam Kerajaan Surga.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 51:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  ”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  ”Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress