Renungan Harian

20 November 2013

Renungan Harian, 20 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19:11-28)

Banyak dari kita bersikap seperti hamba yang dihukum. Ketika seseorang diminta untuk menjadi pelayan, entah menjadi anggota Dewan Pastoral, menjadi lektor atau tugas lainnya, selalu menolak. Alasannya, tidak punya kemampuan, tidak tahu dan alasan lain yang kerap dibuat-buat. Padahal, diminta karena dipandang punya kemampuan, tetapi tidak mau. Janganlah meremehkan kemampuan. Kita diutus untuk mengembangkan Kerajaan Allah sesuai kemampuan masing-masing. Ingatlah, pada saat kebangkitan badan kelak kita akan dinilai dari buah yang kita hasilkan selama didunia.

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mzm 17:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
12  Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
13  Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
14  Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
15  Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
16  Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
17  Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
18  Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
20  Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
21  Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
22  Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
23  Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
24  Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
25  Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
26  Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
27  Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

19 November 2013

Renungan Harian, 19 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. (Luk 19:1-10)

Seperti Zakheus yang badannya pendek, kitapun punya banyak keterbatasan untuk dapat melihat dan bertemu dengan Yesus. Keterbatasan kita adalah : pekerjaan, kesibukan, ancaman masyarakat, tidak punya ongkos naik kendaraan umum, dan sebagainya. Tetapi jika kita punya keinginan kuat untuk bertemu Yesus, selalu ada jalan, bisa kreatif seperti Zakheus. Zakheus dengan segala niat baiknya telah menjadi contoh bagi kita. Perjumpaannya dengan Yesus telah menjadikannya manusia baru, dia terlahir baru. Menjadi orang yang jujur dan murah hati. Dia mau berbagi pada sesama.

Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (Mzm 3:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
6  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

18 November 2013

Renungan Harian, 18 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apa yang kau-kehendaki supaya Aku perbuat bagimu? (Luk 18:35-43)

Pernahkah kita bertanya kepada seorang pelayan atau bawahan: Kamu ingin saya berbuat apa untukmu? Itu mengandaikan kita mengakui dia mempunyai keinginan, dan kita siap untuk memenuhi keinginannya. Hal itu dikatakan Yesus kepada seorang pengemis buta! Perkataan-Nya: Anak Manusia datang untuk melayani ternyata bukan basa basi melulu, melainkan kenyataan. Yesus melayani semua, bahkan seorang pengemis buta! Siapa termasuk daftar orang-orang yang saya layani? Apakah saya menghormati keinginan mereka?

Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu. (Mzm 119:158)

Bacaan Lengkap hari ini :

35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
36  Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”
37  Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”
38  Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
39  Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
40  Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
41  “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”
42  Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”
43  Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

17 November 2013

Renungan Harian, 17 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” (Luk 21:5-19)

Selama hidup kita cenderung membangun dan memperindah penampilan yang nampak dipandang mata saja. Sesuatu yang membuat sesama kita berdecak kagum. Tapi apa yang terjadi. Setelah menjalani hidup ini, kita tidak mengalami keindahannya. Semua terasa berat dan menguras banyak tenaga, pikiran dan beaya. Hidup menjadi terasa hampa dan membosankan. Ini terjadi karena kita lupa membangun dan menyimpan kekuatan Tuhan di dalam hati kita untuk menjalani dan menghadapi tantangan. Semua itu dibutuhkan saat kita dalam keterpurukan hati. Ingat kata Yesus bertahanlah!

sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. (Mzm 98:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
6  ”Apa yang kamu lihat di situ  —  akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
7  Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”
8  Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
9  Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
10  Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
11  dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
12  Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
13  Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14  Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
15  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
16  Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
17  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
18  Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
19  Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.

16 November 2013

Renungan Harian, 16 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” (Luk 18:1-8)

Allah tak akan mengecewakan orang yang terus menerus berjaga dalam doa. Namun, semuanya bergantung dari diri kita sendiri. Maukah kita hidup dalam sikap doa? Maukah kita tetap hidup dalam iman, dengan berdoa tanpa jemu-jemu dan merasakan kekuatan doa? Kalau Allah seperti mengulur waktu dalam memenuhi doa kita, itu bukan tanpa alasan. karena Dia ingin agar semua manusia sadar dan berani menempuh jalan benar demi memperoleh hidup sejati. Yang pasti Allah akan segera membenarkan orang beriman.

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya (Mzm 105:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
2  Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
3  Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
4  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
5  namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
6  Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
7  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

15 November 2013

Renungan Harian, 15 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.” (Luk 17:26-37)

Kerajaan Allah itu nyata! Sayang seringkali kita tidak mau menyadarinya. Itulah sebabnya Yesus menekankan perlunya kesadaran akan hadirnya Kerajaan Allah saat ini. Penantian akan datangnya Kerajaan Allah harus menjadi kesadaran dan pilihan hidup kita. kita harus selalu berjaga-jaga menyongsong datangnya hari Tuhan. Kita membuka diri bahwa Tuhan datang untuk menyelamatkan kita. Bila hal ini kita lakukan, Kerajaan Allah datang dan diam diantara kita. Itulah saatnya Allah meraja dalam hati dan hidup kita.

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; (Mzm 19:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
27  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
28  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
31  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
32  Ingatlah akan isteri Lot!
33  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
34  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
35  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”
36  (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)
37  Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

14 November 2013

Renungan Harian, 14 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Luk 17:20-25)

Tidak ada tanda fisik yang menyatakan Kerajaan Allah. Tapi, kehadirannya bisa kita rasakan dan nikmati dalam hidup sehari-hari, terutama lewat roh yang arif dan kudus. Dikala itulah kita boleh mengalami serta merasakan damai, kasih, sukacita, pengampunan serta kelegaan tiada tara. Tidaklah sia-sia Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami: “Datanglah Kerajaan-Mu” Apa tujuan kita mengatakan: “Datanglah Kerajaan-Mu?” Tujuannya adalah berharap agar Kerajaan Allah berkembang sejak sekarang dan selanjutnya melalui pengudusan umat dalam Roh untuk melayani dengan keadilan dan perdamaian sesuai Sabda Bahagia.

Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. (Mzm 119:89)

Bacaan Lengkap hari ini :

20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
22  Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
23  Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
24  Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
25  Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

13 November 2013

Renungan Harian, 13 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Luk 17:11-19)

Disamping berkat kesembuhan, si orang Samaria juga mendapat berkat keselamatan. Berkat keselamatan diperolehnya, karena ia beriman kepada Yesus. Untuk memperoleh keselamatan, kita harus beriman kepada Yesus yang dipupuk lewat relasi pribadi dengan-Nya. nama relasi ini, doa! Dalam doa, persahabatan dapat tumbuh apabila pendoa sering menjumpai secara pribadi Allah yang memanggil, mencari dan mencintainya. Kemajuan dalam cinta persahabatan akhirnya mendorong pendoa untuk memasuki misteri ilahi, misteri Sang Sahabat tercinta. Mari kita belajar berdoa dan bersahabat dengan Dia, agar kita pun beroleh berkat keselamatan.

Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa. (Mzm 82:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

12 November 2013

Renungan Harian, 12 November 2013 – Peringatan Wajib Santo Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:01

“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”(Luk 17:7-10)

Umumnya kata hamba bernada negatif. Menjadi hamba orang lain berarti tidak punya kebebasan. Orang itu patut dikasihani. Tetapi menjadi hamba Tuhan itu suatu kehormatan dan sukacita. Hamba Tuhan  meneladan Yesus yang berkata: Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Kita akan meng-alami bahwa melayani tanpa pamrih, dihargai atau tidak dihargai, dipuji atau dicela, mendatangkan sukacita yang terus menerus. Sebab, yang kita layani adalah Tuhan, bukan ego kita, dan Tuhan adalah sumber sukacita yang tiada habisnya.

 Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. (Mzm 34:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  ”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

11 November 2013

Renungan Harian, 11 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Luk 17:1-6)

Inilah sikap yang bijaksana ! Kebijaksanaan itu penting karena disanalah sumber kebahagiaan dan kedamaian. Orang bijaksana akan menghadirkan kedamaian dimanapun ia berada. Bila menjadi pemimpin ia akan mampu mensejahterakan orang-orang yang dipimpinnya. Ia bisa menegur dengan bijak. Ia bisa mengampuni yang bersalah. Karena itu, betapa pentingnya kebijaksanaan mengingat pada jaman ini semakin langka dimiliki oleh para pemimpin bangsa.

juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
4  Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress