Renungan Harian

28 November 2013

Renungan Harian, 28 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk 21:20-28)

Walau dengan kematian hidup hanyalah diubah, bukannya dilenyapkan, tapi banyak orang berusaha agar hidup ini jangan segera berakhir.  Semua ini terjadi karena rasa takut akan kematian yang mengerikan. Ada beberapa cara agar kita tidak takut dengan kematian  yaitu : Melaksanakan sabda Allah, menghargai dan menerima orang lain dengan rendah hati, menebarkan benih cinta kasih dalam setiap langkah hidup, hadir dalam setiap kesulitan para relasi dan selalu berjaga-jaga. Jika semua itu kita perjuangkan, tak perlu takut. Justru kita harus mengangkat muka menyambut-Nya.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya (Tamb. Dan 3:68)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,
22  sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.
23  Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini,
24  dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
25  ”Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
26  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

27 November 2013

Renungan Harian, 27 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” (LUK 21:12-19)

Hari ini Yesus mengajak kita untuk tetap bertahan di dalam setiap keadaan yang tidak menyenangkan. Bertahan di dalam setiap penderitaan yang hadir dalam hidup kita. Yesus menjanjikan jika kita bertahan dalam penderitaan maka kita akan memperoleh hidup. Kini saatnya kita refleksi kehidupan kita, apakah kita sudah berani bertahan di dalam setiap penderitaan yang hadir di dalam hidup kita? Apakah kita sudah setia dan tidak lari meninggalkan Allah ketika mengalami hal yang buruk? Jika kita setia dan bertahan dalam situasi sulit, kita akan memperoleh hidup. Jangan lah takut, karena ada Allah yang setia mencintai kita.

Puji dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Tamb Dan 3:62

Bacaan Lengkap hari ini:

12  Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
13  Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14  Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
15  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
16  Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
17  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
18  Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
19  Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.

26 November 2013

Renungan Harian, 26 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.” (Luk 21:5-11)

Penyesatan adalah satu sikap yang menggoda orang lain kepada kejahatan. Siapa yang menyesatkan, menjadi penggoda bagi sesamanya. Ia membahayakan kebaikan dan kejujurannya; ia dapat menggiring saudaranya kedalam kematian jiwa. Penyesatan adalah satu kesalahan berat, kalau orang lain digoda dengan sengaja untuk melakukan langkah salah yang buruk, melalui satu perbuatan atau kelalaian. Semoga kita waspada dengan segala penyesatan yang banyak terjadi saat ini.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya (Tamb. Dan 3:57)

Bacaan Lengkap hari ini :

5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
6  ”Apa yang kamu lihat di situ  —  akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
7  Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”
8  Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
9  Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
10  Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
11  dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

25 November 2013

Renungan Harian, 25 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. (Luk 21:1-4)

Sungguh beruntung ibu janda yang miskin itu. Ia tidak perlu merasa minder karena jumlah dermanya begitu kecil sehingga tidak berarti. Tapi ia malah dipuji karena memberi dari kekurangannya, seluruh nafkahnya. Tuhan tidak melihat jumlah uang yang kita berikan, tapi kemurahan hati dalam memberi. Seratus ribu rupiah mungkin tidak berarti bagi seorang pebisnis kaya, sedangkan seribu rupiah saja bisa ditukar dengan singkong rebus pengganjal perut si miskin.

Terpujilah Engkau dibentangan langit. Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya (Tamb Daniel 3:56)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
2  Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
3  Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
4  Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.

24 November 2013

Renungan Harian, 24 November 2013 – Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk 23:35-43)

Hari ini kita merayakan Tuhan kita Yesus Kristus, Raja semesta alam. Kiranya ingatan akan Yesus yang membawa luka-luka-Nya ke surga, juga turut membawa luka-luka hidup kita ke surga. Yesus dengan luka-luka-Nya tergantung di salib, tetapi kedua tangan-Nya terentang untuk merangkul kita, dan mengajak kita naik ke salib bersama Dia, untuk melihat dan menafsirkan hidup kita di dunia ini dengan pandangan baru. Kita seperti si penjahat, putus asa, gagal dan kesepian yang mengakui kelemahan kita. Dalam semua itu bergemalah kata-kata Yesus : kedalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” (Mzm 122:1)

35  Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”
36  Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
37  dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”
38  Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi”.
39  Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
40  Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
41  Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”
42  Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
43  Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

23 November 2013

Renungan Harian, 23 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk 20:27-40)

Percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal adalah iman Katolik yang sejati. Dengan mengimaninya, berarti kita membuka jalan untuk mengalamai hidup kekal dan bersatu dengan Yesus sendiri, dimana dimana di sanalah kita akan merasakan damai dan sukacita sejati. Apa yang kita rindukan dan imani ini bukanlah perkara nanti, tetapi perlu dihayati mulai saat ini, yakni dengan mengenal Yesus, sebagai satu-satunya Allah yang benar.

aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, (Mzm 9:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
28  ”Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
29  Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
30  Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
31  dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
32  Akhirnya perempuan itupun mati.
33  Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
35  tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
36  Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
37  Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
38  Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”
39 Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”
40  Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

22 November 2013

Renungan Harian, 22 November 2013 – Peringatan Wajib Santa Cecilia, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk 19:45-48)

Kita adalah Bait Allah yang baru yaitu tempat kediaman Allah, tempat Roh Allah tinggal oleh karena Kristus. Hal ini yang harus terus menerus menjadi kesadaran iman kita. Bait Allah yaitu diri kita adalah tempat dimana kita bertemu dengan Allah dalam doa yang tidak terputus; memuji, bersyukur dan memohon dengan sepenuh hati. Hanya dengan membangun kesadaran inilah kita tergerak untuk senantiasa menjaga kekudusan dan menjadikan Bait Allah dalam diri kita sebagai rumah dooa yang pantas dan layak.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! (1Taw 29:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

45  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
46  kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.
47  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
48  tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

21 November 2013

Renungan Harian, 21 November 2013 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, (Luk 19:41-44)

Di sini Yesus menunjukkan wajah Allah yang penuh keibuan. Seorang ibu ingin semua anaknya selamat. Ia menegor dan mengingatkan mereka bila mereka ada dalam bahaya. Tetapi mereka tidak mau mendengar, sama seperti dahulu di zaman Yeremia. Maka Yesus menangis. Ia melihat bencana mengerikan yang akan terjadi karena kekerasan hati mereka. Mereka sudah ada di tempat yang curam untuk terperosok ke dalam jurang. Yesus berduka sebab mereka tidak mengenali saat Allah datang untuk menyelamatkan mereka, bahkan mereka menolak Dia.

“Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!” (Mzm 50:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
42  kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

20 November 2013

Renungan Harian, 20 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19:11-28)

Banyak dari kita bersikap seperti hamba yang dihukum. Ketika seseorang diminta untuk menjadi pelayan, entah menjadi anggota Dewan Pastoral, menjadi lektor atau tugas lainnya, selalu menolak. Alasannya, tidak punya kemampuan, tidak tahu dan alasan lain yang kerap dibuat-buat. Padahal, diminta karena dipandang punya kemampuan, tetapi tidak mau. Janganlah meremehkan kemampuan. Kita diutus untuk mengembangkan Kerajaan Allah sesuai kemampuan masing-masing. Ingatlah, pada saat kebangkitan badan kelak kita akan dinilai dari buah yang kita hasilkan selama didunia.

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mzm 17:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
12  Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
13  Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
14  Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
15  Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
16  Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
17  Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
18  Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
20  Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
21  Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
22  Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
23  Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
24  Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
25  Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
26  Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
27  Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

19 November 2013

Renungan Harian, 19 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. (Luk 19:1-10)

Seperti Zakheus yang badannya pendek, kitapun punya banyak keterbatasan untuk dapat melihat dan bertemu dengan Yesus. Keterbatasan kita adalah : pekerjaan, kesibukan, ancaman masyarakat, tidak punya ongkos naik kendaraan umum, dan sebagainya. Tetapi jika kita punya keinginan kuat untuk bertemu Yesus, selalu ada jalan, bisa kreatif seperti Zakheus. Zakheus dengan segala niat baiknya telah menjadi contoh bagi kita. Perjumpaannya dengan Yesus telah menjadikannya manusia baru, dia terlahir baru. Menjadi orang yang jujur dan murah hati. Dia mau berbagi pada sesama.

Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (Mzm 3:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
6  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress