Renungan Harian

26 August 2013

Renungan Harian, 26 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik (Mat 23:13-22)

Kita semua tidak jarang berbuat munafik. Rajin ke gereja dan berdoa, tetapi dibalik tindakan-tindakan lahiriah kita itu, terselubung motif-motif untuk mengelabui orang. Yesus tidak melihat tindakan-tindakan lahiriah kita dalam hal rohani itu, tetapi melihat isi hati kita. Tiada yang tersembunyi bagi Dia. Kita juga senang kalau orang lain masuk Katolik. Bahkan sering juga kita menarik orang supaya masuk Katolik. Tetapi setelah menjadi Katolik, apakah kita mendampingi mereka dan memberi contoh yang baik kepada mereka? Mari kita berlaku jujur, dan mohon ampun serta bertobat.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
14  (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)
15  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
16  Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
17  Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
18  Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
19  Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
20  Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
21  Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
22  Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

25 August 2013

Renungan Harian, 25 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Luk 13:22-30)

Bersama Roh Kudus, kita harus berjuang demi tegaknya iman dan Gereja. Kita mengingatkan sesama yang malas agar kembali kepangkuan Gereja. Kita wujudkan bersama persekutuan umat beriman yang berdaya guna bagi kesejahteraan bersama. Semuanya itu adalah usaha yang sangat berat dan sulit, tetapi kita percaya bahwa Roh Kudus selalu meneguhkan perjuangan kita ini. Bagaimana dengan diri kita sendiri. Kita harus berjuang melewati jalan yang sempit dan menghadirkan rahmat Allah di tempat kita masing-masing. Agar kita menjadi pembawa kabar keselamatan bagi banyak orang.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
24  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
25  Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
26  Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
27  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
28  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
29  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
30  Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

24 August 2013

Renungan Harian, 24 Agustus 2013 – Pesta Santo Bartolomeus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh 1:45-51)

Pertanyaan Natanael ini juga bisa menjadi pertanyaan kita semua : Mungkinkah aku diselamatkan oleh Yesus orang Nazareth itu? Tetaplah berpengharapan pada Yesus. bahkan, dalam iman yang kecil sekalipun, itu tetap berdaya guna untuk menyelamatkan hidup kita, karena Yesus senantiasa menjadi kekuatan yang sangat mungkin di dalam hidup ini. Andalkan Yesus senantiasa. Di dalam Yesus dan bersama Dia, segala sesuatu menjadi mungkin. karena itu, janganlah ada pikiran dalam diri kita, “Mungkinkah?”

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, Mzm 145:11

Bacaan Lengkap hari ini :

45  Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah menemukan orang yang disebut oleh Musa dalam Buku Hukum Allah, dan yang diwartakan oleh nabi-nabi. Dia itu Yesus dari Nazaret, anak Yusuf.”
46  Tetapi Natanael menjawab, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” “Mari lihat sendiri,” jawab Filipus.
47  Yesus melihat Natanael datang, lalu berkata tentang dia, “Lihat, itu orang Israel sejati. Tak ada kepalsuan padanya.”
48  ”Bagaimana Bapak mengenal saya?” tanya Natanael kepada Yesus. Yesus menjawab, “Sebelum Filipus memanggilmu, Aku sudah melihat engkau di bawah pohon ara itu.”
49  ”Bapak Guru,” kata Natanael, “Bapak adalah Anak Allah! Bapaklah Raja bangsa Israel!”
50  Yesus berkata, “Engkau percaya, hanya karena Aku mengatakan bahwa Aku sudah melihat engkau di bawah pohon ara itu? Hal-hal yang jauh lebih besar dari itu akan kaulihat!”
51  Kata Yesus pula, “Sungguh, percayalah, engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah naik turun pada Anak Manusia.”†

23 August 2013

Renungan Harian, 23 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Mat 22:34-40)

Bila kita berhasil menghidupi sabda Yesus hari ini, hidup kita akan terasa lebih indah. Surga tidak akan jauh dari kehidupan kita, bila ada kasih. Tapi, harus kita akui dengan jujur bahwa tidak mudah untuk mewujudkan Sabda Yesus ini. Banyak tantangan harus kita lewati. Kita harus berani mengalahkan perasaan, pikiran dan bahkan kehendak kita sendiri. Untuk itu, kita hendaknya selalu terbuka terhadap kehadiran dan bimbingan Roh Kudus agar kita mampu hidup dalam kasih.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm 146:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36  ”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

22 August 2013

Renungan Harian, 22 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. (Mat 22:1-14)

Undangan Tuhan pertama-tama adalah soal keselamatan yang ditawarkan Tuhan kepada siapapun. Untuk masuk dalam perjamuan Tuhan diharapkan kita berpakaian pantas yaitu “melakukan kasih pada sesama” Karena itu, siapapun yang menanggapi undangan Tuhan dengan sungguh-sungguh akan beroleh keselamatan. Sebaliknya, orang yang menolak undangan Tuhan akan kehilangan keselamatan yang ditawarkan-Nya. Dan ternyata, memang banyak yang diundang, tetapi hanya sedikit yang mau datang.

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; (Mzm 40:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2  ”Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
4  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
5  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
6  dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
7  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
9  Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
10  Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
11  Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
12  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

21 August 2013

Renungan Harian, 21 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Pius X, Paus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:1-16a)

Ada istilah Latin, “Suum quique tribuere”, artinya, berikanlah apa yang menjadi hak orang. Kita harus tetap berlaku adil terhadap sesama dan Tuhan. Ini salah satu keutamaan yang harus diperjuangkan. Bila kita mencermati hari-hari hidup kita, sebetulnya kita harus malu. Terlalu sering kita menuntut hak kita. Selama ini kita lebih banyak mengalami kasih daripada berbuat jasa. Kita mengeluh ini dan itu, sambil melihat banyak hal dengan kacamata adil atau tidak adil semata. Bukankah Allah selalu bertindak terhadap kita melebihi rasa keadilan?

TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! (Mzm 21:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
5  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6  Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8  Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9  Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
11  Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13  Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16  Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

20 August 2013

Renungan Harian, 20 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Bernardus dari Clairvaux, Abas dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (Mat 19:23-30)

Yang dapat diselamatkan ialah mereka yang takut akan Tuhan. Menurut St. Bernardus yang kita peringati hari ini, “Orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap temannya sendiri telah kehilangan takut akan Tuhan.” Seperti St. Bernardus, dia meninggalkan kekayaan duniawi, untuk memperoleh kekayaan rohani. Kekayaan rohani inilah yang menjadi senjata untuk melayani sesama dengan sepenuh hati. Semua ini terjadi, karena percaya akan bimbingan Roh Kudus. Pesan kenabian St. Bernardus ini perlu kita tanggapi dengan mau berbagi. Inilah cara untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan lengkap hari ini ;

23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
27  Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
28  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29  Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

19 August 2013

Renungan Harian, 19 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin” (Mat 19:16-22)

Ternyata, kehidupan sempurna itu tidak ditentukan oleh harta milik, tetapi oleh iman akan Allah. Orang yang beriman kepada Allah selalu perduli pada sesamanya yang terdesak kebutuhannya. Sayang, orang muda itu tidak berani mengambil resiko iman,menjual segala miliknya. Bagaimana dengan kita semua?

Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar Mzm 106:45

Bacaan lengkap hari ini :

16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

18 August 2013

Renungan Harian, 18 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.(Luk 12:49-53)

Pernyataan itu mengejutkan. Bukankah Yesus itu Raja damai, dan menginginkan semua pengikut-Nya hidup dalam damai? Benar! Pertentangan itu bukan dari Yesus melainkan reaksi orang terhadap Yesus. Misalnya, dalam satu keluarga ibu dan anak bungsu menjadi pengikut Kristus. Itu ditentang oleh bapak dan anak-anak yang lain. Jadilah perpecahan di dalam keluarga. Yesus tidak pernah memaksa dan atau memakai kekerasan. Ia mengajar kita mengasihi dan meng-ampuni juga orang-orang yang memusuhi, menentang dan menindas kita.

Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. (Mzm 40:2)

Bacaan lengkap hari ini :

49  ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53  Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

17 August 2013

Renungan Harian, 17 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. (Mat 22:15-21)

Orang-orang Farisi mau menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang politik. Kata pengantar itu bagi mereka mungkin hanya basa basi, tapi mengandung kebenaran yang dalam. Seandainya semua orang Indonesia dari pimpinan yang tertinggi sampai tukang mencabut rumput itu orang jujur, tidak takut kepada siapa pun sebab tidak mencari muka, betapa sejahteranya negara kita ini. Maka kita tidak lagi berbondong-bondong pergi mencari nafkah di negeri orang. Tidak ada pengemis atau gelandangan. Semua hidup makmur dan sejahtera di negeri yang kaya raya ini. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. (Mzm 101:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress