Renungan Harian

1 October 2012

Renungan Harian, 1 Oktober 2012 – Pesta St. Teresia dari Kanak kanak Yesus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1Kor 12:31-13:13)

St. Teresia dari kanak kanak Yesus membawa kelegaan kasih bagi orang berdosa dengan berdoa dan bermatiraga bagi pertobatan mereka. Bahkan lebih dari itu, ia memberi kelegaan kepada Yesus dengan menyerahkan diri seutuhnya untuk berbagi sukaduka hidup dengan Yesus. Kita ini bagaimana? membawa kelegaan ditengah kesesakan atau membawa kesesakan ditengah kelegaan?

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mzm 131:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.
1  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
3  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
8  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
9  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
10  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
12  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13  Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

20 September 2012

Renungan Harian, 20 September 2012 – Peringatan Wajib Santo Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong dkk., Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang (1 Kor 15:1-11)

Santo Paulus tidak berkata ia berhasil karena kerja kerasnya atau usahanya yang gigih. Ia mengakui apa yang berhasil ia capai adalah karena kasih karunia Allah, karena pemberian cuma-cuma dari Allah. Yang sama berlaku untuk kita, hanya saja, kita tidak selalu menyadarinya. Perlu iman untuk melihat kehadiran dan karya Tuhan dalam hidup kita. Juga kesediaan untuk dibentuk menjadi bejana yang indah dan berguna. Yang membangun kepribadian kita mungkin terlebih pengalaman yang pahit dan menyakitkan ketimbang yang enak.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 118:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
2  Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu—kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
3  Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
4  bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
5  bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
6  Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
7  Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
8  Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
9  Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
11  Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

11 September 2012

Renungan Harian, 11 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? (1 Kor 6:1-11)

Bagaimana kalau kita diperlakukan tidak adil? Santo Paulus menasihati kita untuk menerima perlakuan tidak adil dan rela dirugikan. Memang tidak enak. Teladan kita adalah Yesus. Ia manusia yang diperlakukan paling tidak adil. Ia tidak menuntut keadilan pada Bapa-Nya. Dia membiarkan diri dibelenggu, didera, digantung di kayu salib. Maka Bapa sendiri yang memberi keadilan kepada-Nya dan juga pada kita. Ia yang tunduk pada maut, bisa mengalahkan maut dan bangkit dengan jaya.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
2  Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
3  Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
4  Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
5  Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6  Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
7  Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
8  Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
9  Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
10  pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
11  Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

7 September 2012

Renungan Harian, 7 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. (1 Kor 4:1-5)

Pandangan dan penilaian orang tentang diri kita sangat terbatas. Apalagi sangat dipengaruhi oleh suka dan tidak suka. Orang yang disukai, dinilai sangat positif. Sebaliknya orang yang tidak disukai hanya dilihat sifat-sifat buruknya. Begitulah orang Farisi dan ahli Taurat memandang Yesus dan murid-murid-Nya. Mereka selalu mencari cacat cela untuk dijadikan batu sandungan. Manusia sering menghakimi dengan tidak adil. Syukurlah ada Hakim tertinggi yang tahu segalanya. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Dan dia menghakimi dengan belaskasih!

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan (Mzm 37:39)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
2  Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
3  Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
4  Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
5  Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

4 September 2012

Renungan Harian, 4 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. (1Kor 2:10-16)

Bila kita tahu apa yg dikaruniakan Allah, kita akan selalu hidup dalam syukur.  Syukur atas anugerah iman, sehingga kita mampu menerima Yesus sebagai Juruselamat. Iman membuat kita melihat dan menempatkan segalanya dalam proporsi yang benar. Kita bisa memilah-milah mana yang baik dan lebih baik, mana yang berharga dan paling berharga. Kita tidak membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna.  Ya Tuhan, berilah aku Roh-Mu untuk mengenal karunia-Mu.

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. (Mzm 145:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
11  Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
12  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
13  Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
15  Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
16  Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

1 September 2012

Renungan Harian, 1 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1Kor 1:26-31)

Memegahkan Tuhan dengan beramal, mengadakan kebaktian syukur, ziarah dan bersaksi ketika kita sukses, karier meningkat, usaha maju adalah hal yang lumrah. Bahkan lebih kelihatan memegahkan diri kita sendiri sebagai orang yang mendapat pertolongan Tuhan, sedangkan yang lain tidak mendapat. Memegahkan Tuhan ketika kita gagal, karier mandeg, usaha mundur, berada dalam derita, bukan hanya tidak biasa, melainkan kita telah menunjukkan mutu hidup yang mengandalkan Tuhan.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yer 17:7)

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! (Mzm 33:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31  Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

6 June 2010

Renungan Harian, 6 Juni 2010

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ia memecah mecahkan roti itu dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi mu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor 11:24)

Pada perjamuan terakhir Yesus memberikan tubuh dan darah-Nya kepada para murid-Nya secara simbolis. Setelah itu secara nyata Ia serahkan juga nyawa-Nya dikayu salib. Inilah ajaran kasih yang sangat mencolok bagi kita semua. Solidaritas dan pengurbanan diri Yesus begitu tuntas. Dan inilah yang selalu kita kenang dalam Perjamuan Kudus Ekaristi, untuk kita teladani.

“Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” (Mzm 110:1)

Powered by WordPress