Renungan Harian

20 November 2009

Katekismus Singkat – Pasal 15: Yesus Kristus, Allah Sejati Manusia Sejati

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — Renungan Harian @ 10:00

Pasal 15: Yesus Kristus, Allah Sejati Manusia Sejati

Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan bahwa Dia harus dihukum mati. (Markus 14:61-64)

Siapakah Yesus Kristus itu?
Yesus Kristus adalah Putera Allah, Pribadi Kedua dari Tritunggal Mahakudus, Allah sejati Manusia sejati.
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (Gal 4:4-5)

Apakah Yesus Kristus sungguh-sungguh Allah?
Ya, Dia setara dengan Allah Bapa dan setara dengan Allah Roh Kudus.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air adan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasini, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat 3:16-17)
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Mat 28:19)

Apakah Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Allah?
Ya, Dia mengatakan demikian kepada para Rasul-rasul-Nya dan orang-orang dan ketika dibawah sumpah di hadapan para pemimpin agama.
“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:15-16)

Bagaimana Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Allah?
Terutama melalui mukjijat-mukjijat yang dilakukanNya.
“Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:37-38)

Apakah yang dimaksud dengan suatu mukjijat?
Secara umum, suatu mukjijat adalah suatu kejadian luar biasa yang bertentangan atau melebihi hukum-hukum alam dan tidak dapat dijelaskan kecuali melalui kuasa Allah.
“Bagi mereka yang percaya pada Allah, tiada penjelasan yang diperlukan. Bagi mereka yang tidak percaya pada Allah, tiada penjelasan yang mungkin.” (Franz Werfel dalam film “Nyanyian Bernadette)

Apakah ilmu pengetahuan bisa menjelaskan mukjijat-mukjijat di masa depan?
Tidak akan, karena hanya melalui kuasa Allah orang buta bisa disembuhkan seketika atau orang mati kembali hidup.
Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 9:32-33)

Bagaimana mukjijat-mukjijat bisa membuktikan kebenaran suatu pernyataan?
Suatu mukjijat hanya bisa terjadi atas kuasa Allah, dan Allah tidak akan pernah melakukan suatu mukjijat demi suatu kebohongan.
“…segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekaarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. (Yoh 5:36-37)

Apakah contoh-contoh mukjijat yang dilakukan oleh Yesus?
Dia menyembuhkan enam orang buta, sebelas orang sakit kusta, dua orang lumpuh, seorang bisu-tuli, membangkitkan tiga orang dari kematian, mengusir setan-setan dari banyak orang, merubah air menjadi anggur, meredakan badai, berjalan diatas air, dua kali memberi makan ribuan orang hanya dengan beberapa roti dan ikan. Segala alam raya tunduk atas-Nya.
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yoh 20:30-31)

Manakah mukjijat Yesus yang terbesar?
Kebangkitan-Nya dari kematian, seperti telah dinubuatkan oleh-Nya.
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis 1:3)

Bagaimana Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Allah dengan cara-cara lainnya?
Dengan kekudusan hidup-Nya, dengan kesempurnaan ajaran-ajaran-Nya, dengan nubuat-nubuat-Nya, dan dengan memenuhi banyak nubuat-nubuat dari Perjanjian Lama.

Apakah yang dimaksud dengan nubuat?
Ramalan yang pasti tentang kejadian di masa depan yang tidak dapat diketahui secara alamiah tetapi hanya melalui kuasa Allah.

Apakah nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama digenapi oleh Yesus?
Ya. Beberapa diantaranya menyangkut asal-usulnya, kebangsaannya, sukunya, sifat keallahan-Nya, waktu dan tempat kelahirannya, keperawanan ibunda-Nya, pengungsian-Nya ke Mesir, penghianatan terhadap-Nya, dan praktis segala detil-detil seputar peristiwa sengsara dan wafat-Nya: penderitaan, penyesahan, olok-olok, penyaliban, penguburan dan kebangkitan.

Apakah contoh nubuat-nubuat yang disebutkan oleh Yesus?
Yang berikut ini sudah terpenuhi: yang menyangkut peristiwa sengsara-Nya, wafat, kebangkitan, penyangkalan oleh Petrus, penghianatan oleh Yudas, kedatangan Roh Kudus, penindasan terhadap para pengikut-Nya, dan penghancuran Bait Allah dan Yerusalem dan penginjilan ke seluruh penjuru dunia.

Apa nilai dari nubuat-nubuat ini?
Seperti juga mukjijat-mukjijat, nubuat-nubuat ini membuktikan bahwa Yesus berkata sebenarnya ketika Dia menyatakan bahwa Dia adalah Allah.
“pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” (Yoh 10:25)

Apakah Yesus sungguh-sungguh seorang manusia?
Ya, karena Dia memiliki tubuh badani dan roh.

Apakah Yesus seorang manusia yang fana?
Tidak, karena Dia adalah seorang Manusia Ilahi, Pribadi Kedua dari Tritunggal Mahakudus.
Yesus Kristus memiliki dua kodrat, kodrat manusia dan kodrat Allah, akan tetapi Dia tetap adalah satu Pribadi.

Apakah Yesus Kristus adalah Allah dan juga manusia?
Ya. Dia adalah Allah sejak awal mula tetapi menjadi manusia sekitar 2000 tahun yang lalu.
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. (Kol 2:9)

Mengapa Allah mau menjadi manusia?
Untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya dan untuk kembali membuka pintu-pintu surga.
Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa. (1 Tim 1:15)

Bagaimana Yesus menyelamatkan umat manusia?
Dengan mempersembahkan wafat-Nya di kayu salib sebagai kurban yang menebus dosa-dosa kita.
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus…(1 Pet 1:18-19)

Apakah anda akan diselamatkan secara otomatis melalui kematian Yesus?
Tidak, karena wafat-Nya adalah untuk memungkinkan anda untuk diselamatkan.
Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. (Fil 2:12)

Apakah yang perlu supaya kita bisa diselamatkan?
Anda harus masuk pada kontak spiritual dengan wafat Kristus yang menyelamatkan, melalui iman dan pembaptisan dan kesetiaan sebagai anggota Gereja-Nya, dengan mengasihi Allah dan sesama yang dibuktikan lewat kepatuhan pada perintah-perintah-Nya, lewat sakramen-sakramen terutama Sakramen Mahakudus, melalui doa-doa dan perbuatan-perbuatan baik dan bertekun hingga saat terakhir, yaitu menjaga persahabatan dengan Allah dan tetap dalam rahmat hingga saat ajal anda.
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Mat 7:21)

Sumber : gerejakatolik.org

20 September 2009

Katekismus Singkat – Pasal 3: Allah dan Tritunggal Maha Kudus

Filed under: Katekismus Katolik — Tags: , , , — Renungan Harian @ 10:00

Pasal 3: Allah dan Tritunggal Maha Kudus

O alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. [Roma 11:33-36]

Siapakah Allah?
Allah adalah Sang Pencipta “yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” [Mazmur 146:6].

Apa yang dimaksud dengan kata “Pencipta”?
Artinya Allah membuat segala sesuatunya dari ketiadaan. 
“Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga.” [2 Makabe 7:28].

Apakah yang dimaksud dengan ciptaan?
Yaitu segala sesuatu yang dijadikan oleh Allah.

Bagaimana kita tahu bahwa Allah itu ada?
Jika kamu meneliti segala hal di dunia ini, kamu harus mengakui bahwa seseorang telah membuatnya.
“Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepadabumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia?” [Ayub 12:7-10]. “Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Allah” [Mazmur 14:1].

Mengapa kita tidak dapat melihat Allah?
Karena Dia tidak memiliki tubuh.
“Allah itu roh” [Yohanes 4:24].

Dimanakah Allah berada?
Allah itu berada dimana-mana.
“Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat diurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. [Mazmur 139:7-8]

Apakah Allah bisa melihat dan mengetahui segala hal?
Ya, karena Dia hadir dimana-mana. Ini adalah fakta yang menghibur. 
“Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” [Amsal 15:3]

Berapakah umur Allah?
Kita tidak dapat mengukur umur Allah. Dia sudah ada dulu, sekarang dan selama-lamanya, tidak berubah. Ini yang dimaksud dengan kekekalan. 
“Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Allah.” [Mazmur 90:2].

Apakah Allah bisa melakukan segala hal?
Ya, “bagi Allah segala sesuatu mungkin ” [Matius 19:26].

Apakah Allah itu hidup?
Ya, Allah itu hidup; Dia adalah sumber segala kehidupan.

Apakah Allah tergantung pada seseorang atau sesuatu, atau apakah Dia memiliki cacat barang sedikitpun?
Tidak, Dia independen dan sama sekali sempurna dalam segala hal dan tanpa batasan apapun. Kita menyebut hal ini kesempurnaan yang tanpa batas.
“…tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” [Kisah para rasul 17:25].

Apakah Allah memperhatikan kita?
Ya, dan Dia mengasihi kita secara pribadi dengan kasih yang tanpa batas.
“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” [Yesaya 49:15].

Apakah kasih Allah termasuk mengampuni segala dosa-dosa kita?
Ya, jika kamu sungguh-sungguh menyesali dosa-dosamu. 
“Sebab Tuhan, Allahmu, pengasih dan penyayang, Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari padamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya.” [2 Tawarikh 30:9b]

Apa yang dimaksud dengan Tritunggal Maha Kudus?
Ini berarti ada tiga pribadi dalam satu Allah. 
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” [Matius 28:19].

Siapakah tiga Pribadi dalam Allah?
Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. 
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” [1 Yohanes 5:7]

Apakah ketiga Pribadi dalam Tritunggal MahaKudus setara satu dengan yang lainnya?
Ya, Mereka setara, tetapi masing-masing adalah pribadi yang berbeda, dan masing-masing adalah Allah yang sejati, sungguh-sungguh Ilahi.

Bisakah kita memahami kebenaran ini tentang Allah?
Ini adalah suatu misteri yang tidak seorang manusiapun bisa memahami sepenuhnya dengan pikirannya.

Bahan Renungan

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak dapat dipahami oleh alam pikiran manusia. Oleh karenanya, jangan heran kalau kita tidak dapat memahami sepenuhnya tentang bagaimana Allah menciptakan dunia.

Jika Allah tidak mewahyukan hal ini kepada kita, kita tidak akan pernah tahu bahwa ada tiga pribadi dalam satu Allah. Allah mewahyukan kepada kita kebenaran yang intim dari diri-Nya karena Dia mengasihi kita dan karena Dia ingin supaya kita melalui iman dan pembaptisan, mendapat keakraban yang mendalam dengan ketiga pribadi.

Sumber : gerejakatolik.org

Powered by WordPress