Renungan Harian

17 December 2013

Doa Novena Natal

Filed under: Doa — Tags: , — Renungan Harian @ 10:55

(Didoakan secara pribadi/bersama, mulai tanggal 16 s/d 24 Desember)

Bapa surgawi, mampukan aku untuk menyambut dan menerima Yesus, Putera-Mu dengan iman yang teguh ditengah umat manusia yang kian apatis, dengan harapan yang tak pernah pudar ditengah umat manusia yang kian berputus asa, stres dan depresi, dan dengan kasih yang besar di tengah umat manusia yang kian tak manusiawi terhadap sesama yang tercipta secitra dengan-Mu.

Terangilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu dan bersihkanlah hati dan jiwa kami dari segala dosa agar aku dapat merayakan Natal dengan hati penuh sukacita dan damai; di tengah dunia yang suram dan penuh dengan kekerasan serta kejahatan, kami dan orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dapat menjadi tanda pengharapan dan damai di bumi, khususnya ditengah keluarga.

Maranatha! Datanglah, Tuhan Yesus! Amin.

2 June 2012

Doa Dalam Kesesakan

Filed under: Doa,Katekismus Katolik — Tags: — Renungan Harian @ 23:04

Yesus, Tuhanku …, Didalam kemelut hati ini, Aku tidak ingin menuntut hidup mulus tanpa gelombang. Memanggul salib itulah tugasku sebagai pengikutMu, Bukannya lari menghindar.

Namun Tuhan …, Saat-saat aku tidak mengerti jalanMu, tunjukkanlah jalanku ke arah rencanaMu. Waktu kebingungan dan kekhawatiran melanda diriku, jangan lepaskan tanganku.

Mampukanlah aku berdiri tegap melawan gelombang perasaanku yang tak menentu. Bantulah aku untuk bersabar, penuh kasih dan kerendahan hati.

Jangan biarkan aku hanyut melawanMu, menyerah dalam arus percobaan.Biarlah dalam dekapan KasihMu, Menguatkan aku untuk berjuang. Menyadarkan aku bahwa aku tidak sendirian. Tetapi Engkau tidak pernah tinggalkanku dan tetap menopang dan mendekapku dalam segala suasana. Lebih-lebih dalam suasana yang gelap gulita dan membosankan ini.

Tuhan biarkanlah aku semakin murni. Dalam genggaman tanganMu. Amin.

25 September 2009

Katekismus Singkat – Pasal 4: Doa

Filed under: Katekismus Katolik — Tags: , , — Renungan Harian @ 10:00

Pasal 4: Doa

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meinta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:7-11)

Apakah yang dimaksud dengan doa?
Doa adalah memanjatkan hati dan pikiran kita kepada Allah untuk berkomunikasi dengan-Nya.

Mengapa kita harus berdoa?
Kita harus berdoa:
a. untuk menyembah Allah, untuk berkata kepada-Nya bahwa Dialah yang menciptakan kita dan bahwa kita bergantung dalam segala hal kepada-Nya.
b. untuk berterima kasih kepada Allah atas segala rahmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.
“Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Korintus 4:7)
c. untuk meminta ampun dari Allah atas dosa-dosa kita.
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Lukas 18:13)
d. untuk meminta pertolongan Allah dalam segala hal
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamua kan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)

Kapankah kita harus berdoa?
Setiap hari.
a. pada pagi hari, untuk mempersembahkan hari ini kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam menghadapi godaan-godaan hari ini.
b. sepanjang hari, terutama ketika ada godaan.
c. pada malam hari, untuk berterimakasih kepada Allah atas berkat karunia pada hari itu dan untuk meminta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang telah kita lakukan pada hari itu.
d. sebelum dan setelah makan.

Kepada siapa kita berdoa?
a. kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus.
b. Kita juga bisa berdoa kepada Santa Perawan Maria, para malaikat dan orang kudus.
Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. (Wahyu 8:4)

Mengapa kita boleh berdoa kepada Santa Perawan Maria, para malaikat dan para orang kudus?
Karena mereka adalah sahabat-sahabat terbaik Allah dan Allah akan mendengarkan mereka lebih daripada saudara-saudari kita yang lain yang masih hidup dan masih berdosa.
“…pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.” (Ayub 42:8-9)

Kepada siapa kita harus berdoa?
a. Bagi semua orang, siapa saja yang masih hidup di dunia termasuk orang-orang yang memusuhimu.
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44)
b. Bagi arwah-arwah di Api Penyucian. (lihat pasal 12)

Apa intensi doa-doa kita?
Setiap hari berdoalah supaya kita bisa masuk surga; ketika berdoa bagi hal-hal lain, selalu ucapkan: “Jika ini sesuai dengan kehendak-Mu, ya Tuhan.”
“Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:32-33)

Apakah Allah selalu mendengar doa-doa kita?
Ya, tetapi Dia tidak selalu memberikan apa kita minta, karena kita tidak selalu tahu apa yang terbaik bagi kita dan kadang-kadang kita meminta hal-hal yang bisa berakibat buruk bagi diri kita.

Apakah Allah mendengar doa-doa orang berdosa?
Ya, jika mereka memintanya dengan iman yang tulus memohon pertolongan-Nya.
“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah…” (Luka 18:13-14)

Bagaimana kita harus berdoa?
a. dengan penuh perhatian, mengarahkan pikiran kita pada doa kita.
b. dengan rendah hati, sadar bahwa kita tidak memiliki kuasa apapun tanpa Allah.
c. dengan penuh keyakinan, percaya bahwa Allah bisa melakukan segala hal.
d. dengan penuh ketekunan, tidak pernah kehilangan harapan.
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya,yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (1 Yohanes 5:14)

Mengapa doa bersama umum juga diperlukan?
Karena sebagai anggota umat manusia, kita sudah selayaknya memberikan pengakuan kepada-Nya sebagai Tuan segenap umat manusia.

Bagaimana doa bersama umum bisa menolong dunia?
Dengan mendemonstrasikan idealisme Kristiani tentang persaudaraan umat manusia yang mempersatukan laki-laki dan wanita dari segala umur, segala suku bangsa dan segala tempat di dunia dalam menyembah Allah Bapa kita di surga.

Mengapa suatu keluarga harus berdoa bersama?
a. Untuk memohon kepada Allah agar memberkati mereka sebagai suatu keluarga.
b. Untuk meniru Keluarga Kudus (Yesus, Maria dan Yusuf).
c. Untuk memberi teladan yang baik kepada anak-anak.
d. Untuk memelihara ikatan tali kekeluargaan.
“Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)

Berapa kali suatu keluarga sebaiknya berdoa bersama?
Sekurang-kurangnya sekali sehari, sebaiknya setelah makan malam, ketika segenap anggota keluarga sedang bersama-sama.

Mengapa umat Katolik memiliki patung-patung dan gambar-gambar orang-orang kudus?
a. Karena mereka ingin menghormati Santa Perawan Maria dan para kudus, sama seperti kita menghormati para pahlawan.
b. Karena dengan melihat gambar-gambar dan patung-patung dari para kudus Allah, menolong kita untuk mengarahkan pikiran kita pada “perkara-perkara yang diatas” (Kolose 3:2) dan dengan demikian menolong kita dalam berdoa.

Bahan Renungan

Selain doa-doa seperti Bapa Kami dan Salam Maria, kita mesti sering berdoa langsung dari hari kita dengan kata-kata kita sendiri. Doa-doa kita yang terbaik seringkali dilakukan bahkan tanpa mengejawantahkan pikiran-pikiran kita dalam kata-kata. Ini disebut “berdoa dalam kata-katamu sendiri tanpa kata-kata”. Sebutan lain bagi hal ini adalah doa pikiran atau meditasi. Berdoa dengan cara ini barang lima-belas atau dua-puluh menit setiap hari adalah salah satu cara yang terbaik untuk membangun persahabatan dengan Tuhan kita.

Amat baik untuk berdoa di siang hari dengan doa-doa singkat, seperti “Yesus, aku mengasihimu.” “Ya Tuhan, saya mempersembahkan pekerjaan saya saat ini bagi dosa-dosa saya,” “Ya Yesus, kasihanilah.”

Tidak harus berlutut pada waktu berdoa, akan tetapi dengan sambil berlutut, ini bisa membantu menciptakan sikap perilaku dan semangat doa yang sesuai pada waktu berdoa, terutama pada waktu doa pagi dan doa malam.

Sumber : gerejakatolik.org

Powered by WordPress