Renungan Harian

28 May 2014

Renungan Harian, 28 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” (Kis 17:15.22-18:1)

Banyak orang mengatakan lain kali saja, jika diajak berbicara tentang sesuatu yang dia kurang sukai.Tetapi tidak bisa “lain kali saja” untuk kematian. Kematian bisa datang kapan dan dimana saja. Kematian itu perihal waktu. Mati tidak berarti tutup buku dan selesai. Karena setelah kematian, semuanya tergantung bagaimana kita menentukan pilihan dan melakukan tindakan kita, ketika kita masih hidup. Karena itu janganlah berkata “lain kali saja” untuk relasi dengan Tuhan. Terimalah Dia sebagai pilihan terbaik. Dialah acuan setiap langkah perjalanan dan praktek hidup kita.

(Mazmur 148:1-2.11-12b.12c.14a.14bcd)
Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;
hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

23 May 2014

Renungan Harian, 23 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Setelah membaca surat itu jemaah bersukacita karena isinya yang menghiburkan.(Kis 15:22-31)

Roh Kuduslah yang menganugerahkan sukacita dan penghiburan, karena Allah ingin diabdi dengan hati yang rela dan gembira. Itu jelas berbeda dengan beberapa orang yang telah menggelisahkan dan menggoyangkan hati umat dengan ajaran mereka. Itu bukan ajaran para rasul, bukan juga dari Roh Kudus. Pesan dari atas memberi damai yang langgeng dan sejati karena didasarkan pada kasih. Kasih Allah yang kita terima memampukan kita memantulkannya kepada sesama, sehingga kita mengasihi mereka seperti Yesus mengasihi kita.

(Mazmur 57:8-9.10-12)
Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.
Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!
Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;
sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.
Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

Bacaan Lengkap hari ini:
22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.
23  Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.
24  Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka.
25  Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,
26  yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.
27  Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.
28  Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
29  kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”
30  Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka.
31  Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

12 May 2014

Renungan Harian, 12 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.” (Kis 11:1-18)

Walaupun sudah mendapat banyak masukan dari kitab suci, banyak orang Yahudi masih berpandangan nasionalis sempit. Sangka mereka, keselamatan dari Mesias bagi orang Yahudi saja. Petrus diberi sebuah penglihatan sehingga ia tanpa ragu pergi ke rumah Kornelius, seorang perwira Romawi, untuk membawa kabar keselamatan bagi seluruh keluarganya. Yesus Gembala baik pun menandaskan: “Ada domba-domba lain yang bukan dari kandang ini. Domba-domba itu harus Kutuntun juga. Mereka akan mendengarkan suara-Ku.” Berbahagialah kita, kawanan domba-Nya!

(Mazmur 42:2-3;43:3-4)
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
2  Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
3  Kata mereka: “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.”
4  Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
5  “Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.
6  Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
7  Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!
8  Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
9  Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
10  Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
11  Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.
12  Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu,
13  dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
14  Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.
15  Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
16  Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
17  Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”
18  Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

6 May 2014

Renungan Harian, 6 Mei 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” (Kis 7:51-8:1a)

Kita harus belajar seperti Stefanus yang berani menyerahkan hidup kepada Allah. Kerap kali, kita kurang berani dan tidak bersemangat dalam melakukan pengorbanan demi keluarga, panggilan ataupun demi cita cita. Kita menginginkan jalan yang mudah dan tidak banyak pengorbanan. Kita menjadi pendengar Yesus yang selalu meminta tanda. Yesus sendiri adalah tanda yang nyata bagi kita. Kita yang percaya dan mengimani-Nya, harus berani berkorban dan menyerahkan hidup kita. Stefanus menyerahkan hidupnya karena dia telah menemukan Yesus dalam hidupnya.

(Mazmur 31:3c-4.6ab.7b.8a.17.21ab)
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku,
tetapi aku percaya kepada TUHAN.
Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu,
Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang;
Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

Bacaan lengkap hari ini :

51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
52  Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.
53  Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya.”
54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
55  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
56  Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”
57  Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
58  Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
59  Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
60  Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
1    Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.

11 June 2012

Renungan Harian, 11 Juni 2012 – Peringatan Wajib St. Barnabas, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. (Kis 11:21b-26;13:1-3)

Saat Paulus bertobat, tidak ada orang yang percaya karena ia dikenal anti Kristus. Berkat Barnabas, orang mau menerimanya. Hari ini kita memperingati St Barnabas, yang memang ditakdirkan untuk memastikan pertobatan St. Paulus. Adakah orang orang yang Tuhan titipkan kepada kita? Sadarkah kita, bahwa ada beberapa orang di dekat kita yang Tuhan percayakan kepada kita, yang begitu tergantung kepada kita, baik pertobatan, pemulihan, ataupun pengenalannya kepada Tuhan. Maukah kita mengantar mereka kepada Allah?

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

14 May 2012

Renungan Harian, 14 Mei 2012 – Pesta Santo Matias, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, (Kis 1:15-17.20-26)

Hari ini kita merayakan pesta St. Matias, pengganti Yudas Iskariot. Dari bacaan kita tahu bahwa Matias dipilih berdasarkan petunjuk Tuhan sendiri, melalui doa yang dipanjatkan para rasul dan jemaat yang hadir saat itu. Libatkan selalu campur tangan Tuhan, ketika kita akan menetapkan suatu keputusan. Karena dengan demikian, kita akan lebih berhati hati dan bijak dalam menjatuhkan sebuah keputusan. Serta mengimani bahwa kehendak Bapa lah yang terjadi, bukan kehendak kita pribadi.

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya. (Mzm 113:7-8)

7 May 2012

Renungan Harian, 7 Mei 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. (Kis 14:5-18)

Kemampuan Paulus menemukan iman dalam diri si lumpuh yang kafir tentu bukan dari dirinya sendiri, melainkan dari Roh Kudus yang membuka mata Paulus dan menemukan benih iman dalam diri si lumpuh. Butuh keterbukaan hati kepada Roh Kudus untuk bisa menemukan hal yang positif dan sejati dalam diri orang lain. Dengan demikian seperti kata Paulus, kita akan jadi saluran rahmat satu sama lain. Berpikir positif ala Paulus layak kita miliki. Mintalah kepada Roh Kudus, Roh Tuhan sendiri.

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! (Mzm 115:1)

6 May 2012

Renungan Harian, 6 Mei 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul rasul dan menceriterakan kepada mereka (Kis 9:26-31)

Ketika Saulus tiba tiba berubah dari lawan yang ganas menjadi kawan, ia dihadapi dengan penuh curiga. Jangan jangan ia hanya berpura pura untuk memata matai mereka dan kemudian menangkap mereka. Barnabaslah yang mendobrak tembok kecurigaan itu. Dia menjamin ketulusan pertobatan Saulus sehingga ia diterima di kalangan para murid Tuhan. Dunia kita membutuhkan orang orang seperti Barnabas yang membangun jembatan persaudaraan dan kasih, dan bukan tembok kecurigaan dan permusuhan. Itu hanya mungkin bila kita tinggal di dalam Yesus dan menghasilkan buah buah kasih.

Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. (Mzm 22:27)

2 May 2012

Renungan Harian, 2 Mei 2012 – Peringatan Wajib St. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. (Kis 12:24-13:5a)

Kabar gembira, kabar keselamatan makin menjangkau banyak tempat. Banyak pengikut Kristus yang juga menjadi pewarta Injil. Mereka melakukan semuanya karena sudah merasakan betapa besar kasih Allah tercurah atas mereka. Kesadaran menyebarkan Injil dan menghayatinya juga tertanam dalam diri St. Atanasius yang kita rayakan hari ini. Sebagai Uskup beliau kunjungi semua wilayah keuskupan untuk meneguhkan iman umatnya, disamping juga merangkul mereka yang beragama lain dengan iman yang teguh. Kiranya kasih Allah mampu mengobarkan hati kita juga untuk menjadi evangelis.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mzm 67:3)

20 April 2012

Renungan Harian, 20 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” (Kis 5:34-42)

Gamaliel seorang ahli Taurat menyarankan untuk menguji kebenaran ajaran Kristus dengan membiarkannya. Bila memang ajaran dari manusia, dia yakin pasti akan lenyap. Tapi jika benar dari rahmat Allah, maka mengapa harus dilarang? Dijaman inipun kita banyak mengalami hal seperti itu, banyak gerakan gerakan yang mengatas namakan keadilan, namun semuanya palsu. Hanya kebenaran dan rahmat Allah yang akan membimbing gerakan yang murni dan benar benar untuk kepentingan masyarakat yang dapat bertahan.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mzm 27:4)

Older Posts »

Powered by WordPress