Renungan Harian

25 October 2014

Renungan Harian, 25 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. (Luk 13:1-9)

Bertobat menjadi kata kunci dalam mengikuti Yesus. Jangan selalu mengira bahwa orang lain yang mendapat bencana itu dikarenakan dosanya lebih besar dari kita. Melalui perumpaan tentang pohon ara yang tidak berbuah, Yesus memberi kita kesempatan untuk merubah diri dari “lahan gersang” menjadi “lahan subur” Allah memberi waktu untuk kita bertobat, karena pengadilan Tuhan bertujuan untuk memurnikan dan membersihkan kita dari segala dosa. Bukan untuk membinasakan.

(Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5)
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN,
untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
2  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
3  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
4  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
5  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”
6  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
9  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

24 October 2014

Renungan Harian, 24 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk 12:54-59)

Kita semua diberi anugerah kepekaan untuk “mengenali situasi zaman, namun sering enggan untuk menggunakannya. Mengapa? Karena kita lebih suka menggantungkan kepada keputusan mereka yang ahli, agar merekalah yang nanti memikul tanggung jawab. Yesus mengatakan bahwa Kebenaran Allah dinyatakan kepada “orang kecil” bukan kepada “orang bijak dan orang pandai” Seharusnyalah kita yang telah mendapat rahmat untuk mengerti dan memahami segala sesuatu mempergunakannya secara jernih dan merdeka.

(Mazmur 24:1-6)
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Bacaan Lengkap hari ini:
54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56  Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
57  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
58  Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
59  Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Renungan Harian, 24 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk 12:54-59)

Kita semua diberi anugerah kepekaan untuk “mengenali situasi zaman, namun sering enggan untuk menggunakannya. Mengapa? Karena kita lebih suka menggantungkan kepada keputusan mereka yang ahli, agar merekalah yang nanti memikul tanggung jawab. Yesus mengatakan bahwa Kebenaran Allah dinyatakan kepada “orang kecil” bukan kepada “orang bijak dan orang pandai” Seharusnyalah kita yang telah mendapat rahmat untuk mengerti dan memahami segala sesuatu mempergunakannya secara jernih dan merdeka.

(Mazmur 24:1-6)
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Bacaan Lengkap hari ini:
54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56  Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
57  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
58  Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
59  Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

23 October 2014

Renungan Harian, 23 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. (Luk 12:49-53)

Karya Yesus memang menyelamatkan. Tetapi, bagi yang menolak Dia, karya tersebut terwujud dalam bentuk pengadilan. mereka yang menolak berdamai dengan Allah, akan tetap menjadi lawan-Nya (Rm 8:7-8) Inilah konsekuensi Injil, menciptakan adanya dua kubu yang berlawanan. Tidak ada kubu netral. Inti kekristenan adalah loyalitas kepada Kristus. Loyalitas yang berada diatas semua loyalitas yang lain.

(Mazmur 33:1-2.4-5.11-12.18-19)
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan Lengkap hari ini:
49  “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53  Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

21 October 2014

Renungan Harian, 21 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. (Luk 12:35-38)

Hidup kita elalu dihadapkan pada banyak penantian akan datangnya Kerajaan Allah dan rahmat rahmat Tuhan. Semua itu membutuhkan harapan yang mampu menjaga kita agar selalu siap siaga. Yakinlah ketika kita menanti dengan penuh harapan, maka kita tak akan pernaah kecewa. Karena pada akhirnya kita pun boleh menerima rahmat Allah dengan sukacita di dalam hidup kita. Orang yang setia menanti Tuhan tidak akan dikecewakan oleh Allah.

(Mazmur 85:9ab.10-14)
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN.
Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Lengkap hari ini:
35  “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
36  Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
37  Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
38  Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

20 October 2014

Renungan Harian, 20 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan (Luk 12:13-21)

Ketamakan adalah cinta berlebih terhadap sesuatu. Orang tamak sering lupa pada Allah, lupa berdoa. Padahal berdoa adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah atas rahmat-Nya. Orang tamak bekerja juga pada hari Minggu, mereka tidak merasa salah dengan tangan tangan mereka yang rakus dan serakah. Hari ini Yesus memperingatkan kita semua, hidup kita tidak tergantung pada kekayaan, tetapi pada mata batin yang selalu tertuju ke surga. Orang yang demikian akan tekun dalam ibadat Gereja, khusuk dalam berdoa, khidmat dalam mengikuti Misa dan murah hati dalam berbagi kekayaan. Mereka kaya dihadapan Allah.

(Mazmur 100:2-5)
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Lengkap hari ini:
13 ¶  Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”
14  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”
15  Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
16  Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
17  Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
18  Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
19  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
20  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
21  Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

18 October 2014

Renungan Harian, 18 Oktober 2014 – Pesta Santo Lukas, Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:46

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk 10:1-9)

St. Lukas yang kita rayakan pestanya hari ini adalah seorang berpendidikan tinggi, pekerjaannya adalah dokter. tetapi dia siap dan berani meninggalkan semuanya demi memenuhi perutusan Allah untuk menyampaikan kabar sukacita Kerajaan Allah. Injil hari ini mengingatkan kita akan panggilan sejati sebagai orang Kristen, yaitu membawa damai kepada sesama. Komitmen apa yang harus kita bangun dalam diri kita agar bisa merasakan damai yang sejati? Hiduplah dan berimanlah dengan sepenuh hati. Hati yang terbuka selalu siap menerima damai, ketika damai itu datang.

(Mazmur 145:10-11.12-13ab.17-18)

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.
TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Renungan Harian, 18 Oktober 2014 – Pesta Santo Lukas, Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk 10:1-9)

St. Lukas yang kita rayakan pestanya hari ini adalah seorang berpendidikan tinggi, pekerjaannya adalah dokter. tetapi dia siap dan berani meninggalkan semuanya demi memenuhi perutusan Allah untuk menyampaikan kabar sukacita Kerajaan Allah. Injil hari ini mengingatkan kita akan panggilan sejati sebagai orang Kristen, yaitu membawa damai kepada sesama. Komitmen apa yang harus kita bangun dalam diri kita agar bisa merasakan damai yang sejati? Hiduplah dan berimanlah dengan sepenuh hati. Hati yang terbuka selalu siap menerima damai, ketika damai itu datang.

(Mazmur 145:10-11.12-13ab.17-18)

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.
TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

17 October 2014

Renungan Harian, 17 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Luk 12:1-7)

Rasa takut manusia jangan sampai menjauhkan kita dari penghayatan hidup iman secara terbuka dan transparan. Mengapa takut jika orang tahu agama kita? Apakah kita berbuat jahat apabila kita menunjukkan diri sebagai pengikut Kristus? Rasa takut harusnya kita tujukan kepada Allah, sebab dialah yang memberi kita kehidupan.  Allah adalah Bapa yang sayang pada anak-Nya. Bila burung pipit yang ga ada harganya saja disayang, apalagi kita? Bila kita menjalani hidup secara benar, takut berbuat jahat, maka kita telah hidup sebagai orang yang takut akan Allah.

(Mazmur 33:1-2.4-5.12-13)
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
2  Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
3  Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
4  Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
5  Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
6  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,
7  bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

16 October 2014

Renungan Harian, 16 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. (Luk 11:47-54)

Kita kadang merasa lebih penting untuk menghormati orang yang sudah mati. Kita bangun makam yang bagus, berziarah sampai mengingat ingat kebaikan almarhum. Hal ini memang baik dan penting, namun ha lain yang lebih penting dan tidak boleh diabaikan adalah menghormati mereka disaat masih hidup dan ada bersama kita saat ini. Orang tua, suami isteri anak anak dan sesama. Kepada merekalah pertama tama kita harus memberikan kasih sayang, menunjukkan sikap hormat dan meneladan segala kebaikannya. Kuburan indah tidak ada artinya, jika selama hidupnya kita tidak mencintai almarhum.

Mazmur 98: 1,2-3ab,3cd-4,5-6
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel,
segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

Bacaan Lengkap hari ini:
47  Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
48  Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
49  Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
50  supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
51  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
52  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”
53  Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
54  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

Older Posts »

Powered by WordPress