Renungan Harian

21 November 2014

Renungan Harian, 21 November 2014 — Peringatan Wajib Santa Maria dipersembahkan kepada Allah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

?”Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk 19:45-48)

Yesus sungguh sungguh menjaga kekudusan Bait Allah, tempat Bapa-Nya berada.  Menyucikan diri menjadi hal yang utama dan penting ketika kita hendak bersekutu dengan Allah dalam Ekaristi. Banyak orang menyebut Gereja adalah Bait Allah, karena Gereja juga mengalirkan kesucian yang datang dari Roh Kudus. Tapi ada satu Bait Allah yang letaknya sangat dekat dengan diri kita yaitu hati. Mari kita lihat hati kita lebih dalam apakah hati kita sudah mengalirkan sesuatu yang suci dalam hidup sehari-hari kita, agar layak disebut Bait Allah?

(Mazmur 119:14.24.72.103.111.131)
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
45  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
46  kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
47  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
48  tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

20 November 2014

Renungan Harian, 20 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, (Luk 19:41-44)

Tangisan Yesus bagi kota Yerusalaem seumpama tangisan orang tua untuk anak yang mereka sayangi, namun anak itu selalu melawan orang tua. Saat semua tindakan kasih hanya berbalasa pertentangan dan pemberontakan, orang tua akan menangis karena membayangkan apa yang akan terjadi pada anaknya kelak, dengan perangainya yang sangat buruk itu? Tangisan orang tua bagi anaknya bukan sekedar keluar air mata, tetapi remuk dan hancurnya hati, menyalahkan diri sendiri, karena merasa salah mendidik anak-anaknya.

(Mazmur 149: 1-6a.9b)
Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!
Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka,
untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
42  kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

19 November 2014

Renungan Harian, 19 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab aku takut akan tuan”, (Luk 19:11-28)

Tuan dalam perumpamaan ini adalah Tuhan sendiri. Tuhan bermaksud baik memberi kita modal untuk mengembangkan talenta yang ada dalam diri kita semua. tetapi ada yang melihat tindakan Tuhan ini secara negatif, bukan melihatnya sebagai kesempatan untuk berbuat baik atas perkara perkara kecil agar memperoleh rahmat. Perhatikan hamba yangbijaksana, dengan tekun ia mengembangkan talenta yang diberikan TUhan dan memperoleh berkat rahmat. Disini Injil mengajak kita merefleksikan diri tentang bagaimana kita melihat, mendengar dan mengikuti Yesus.

(Mazmur 150: 1 – 6)
Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
12  Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
13  Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
14  Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
15  Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
16  Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
17  Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
18  Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
20  Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
21  Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
22  Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
23  Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
24  Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
25  Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
26  Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
27  Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

18 November 2014

Renungan Harian, 18 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Luk 19:1-10)

Zakheus sangat kreatif dalam memenuhi kerinduannya untuk melihat Yesus. Dalam kelemahannya, ia mencari akal agar dapat memenuhi kerinduan hatinya akan Yesus. Dan diatas semua itu, Yesus memenuhi kerinduannya lebih dari yang ia bayangkan sebelumnya. Besarnya kerinduan akan Yesus menambah besarnya usaha dan kreativitas kita dalam beriman. Kebersamaan dengan Yesus mengubah dan membuat kita sanggup melakukan sesuatu yang luar biasa, sekalipun harus kehilangan. Seperti Zakheus yang kehilangan separuh hartanya dengan rela.

(Mazmur 15:2-5)
Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 ¶  Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

17 November 2014

Renungan Harian, 17 November 2014 – Peringatan Wajib Santa Elisabeth dari Hungaria, Biarawati

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Luk 18:35-43)

Kehendak dan kerinduan harus menyertai otrang yang menghadap Yesus. Itulah bukti iman bahwa Yesus sanggup melakukan segala perkara. Iman mendahului segala yang Yesus lakukan. Yesus hanya minta si buta tahu apa yang dia butuhkan dan percaya bahwa Yesus sanggup menjamah dan menyembuhkan dia. Semua ini perlu dihayati oleh kita semua yang membawa masalahnya kehadapan Yesus. Dan yang terpenting, janganlah kita menjadi penghalang bagi orang lain untuk dapat sampai kepada Yesus.

(Mazmur 1:1-4b.6)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
36  Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”
37  Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”
38  Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
39  Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
40  Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
41  “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”
42  Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”
43  Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah

15 November 2014

Renungan Harian, 15 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? (Luk 18:1-8)

Allah tak akan mengecewakan orang yang terus menerus berjaga dalam doa. Namun, semuanya tergantung dari diri kita sendiri. Maukah kita hidup dalam sikap doa? Maukah kita tetap hidup dalam iman, dengan berdoa tanpa jemu-jemu dan merasakan kekuatan doa? St. Monika telah membuktikannya. Ia selalu berdoa dengan tekun dan setia, sekalipun berada dalam situasi kehidupan yang sangat suram. Bagi St. Monika, doa adalah sesuatu kebutuhan hidup yang penting. Dengan doa yang dilakukan siang malam rahmat Tuhan tercurah atas keluarganya.

(Mazmur 112:1-6)
Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
2  Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
3  Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
4  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
5  namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
6  Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

14 November 2014

Renungan Harian, 14 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. (Luk 17:26-37)

Yesus memberikan gambaran tentang hari kiamat, bukan dengan maksud menakut nakuti, melainkan suatu ajakan untuk menjadi orang yang beriman siap sedia. Karena iman bukan sesuatu yang sifatnya sementara. Hidup kita mengalami pasang surut, suka duka silih berganti, sehat dan sakit turut memberi warna, tetapi kita tetap beriman sampai hari kedatangan-Nya. Kita tidak perlu lagi bertanya, kapan hari terakhir itu tiba. Kerajaan Allah bukan perihal waktu dan tempat, melainkan anugerah keselamatan yang ditawarkan Allah kepada manusia dan oleh manusia disambut dengan iman.

(Mazmur 119:1.2.10.11.17-18)
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
26  Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
27  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
28  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
31  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
32  Ingatlah akan isteri Lot!
33  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
34  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
35  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”
36  (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)
37  Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

13 November 2014

Renungan Harian, 13 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

?
“Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Luk 17:20-25)

Kerajaan Allah bukan hanya soal tanda yg diminta oleh kaum Farisi. Yesuslah satu-satunya tanda yang menghadirkan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah yang mencakup karya dan kehidupan Yesus didunia dan kedatangan-Nya untuk kedua kali. Sebelum masa ini tiba, manusia berulang kali jatuh dalam ketidak setiaan, hidup tanpa iman, dan tanpa syukur kepada Allah. Masa ini pun berakhir tanpa tanda apapun sehingga tiba hari yang dinantikan yaitu kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Hari itu akan menjadi hari penyelamatan bagi yang tetap beriman, namun hari bencana bagi yang tidak. Tuhan murnikanlah iman kami.

(Mazmur 146:7-10)
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Bacaan Lengkap hari ini:
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
22 Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

12 November 2014

Renungan Harian, 12 November 2014 – Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

?Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, (Luk 17:11-19)

10 orang disembuhkan dari kusta, tetapi hanya satu yang kembali kepada Yesus untuk menyembah Allah dan memuliakan-Nya sebagai Sang Penyembuh. Itulah tujuan penyembuhan, yaitu membantu orang mencari, menemukan, dan memuliakan Allah yang hidup, bukan demi kesehatan semata atau demi terhindar dari rasa sakit dan derita. Ketika orang disembuhkan dan tidak memuliakan Allah, ia sedang menumpuk penderitaan dalam dirinya.

(Mazmur 23:1-6)
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Lengkap hari ini:
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17 Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

11 November 2014

Renungan Harian, 11 November 2014 – Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours, Uskup

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Luk 17:7-10)

Realita hubungan antara hamba dan tuan ini memanag nyata dalam hidup kita. Yesus mengangkatnya sebagai bahan pengajaran agar kita dapat memandang realita ini dengan berbeda. Bagi Yesus, hamba adalah pelayan, pelaksana tugas dari tuannya. Dengan kata lain, Yesus ingin mengatakan bahwa semua orang adalah hamba pada waktu dan situasi tertentu. Yesus sendiri juga Hamba Allah. Dengan dibaptis menjadi Kristiani, kita memproklamirkan diri sebagai hamba Allah. Seperti St. Martinus yang kita peringati hari ini, ia memberi teladan untuk tidak takut menjadi hamba Allah.

(Mazmur 37:3-4.18.23.27.29)
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;
Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.

Bacaan Lengkap hari ini:
7 “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

Older Posts »

Powered by WordPress