Renungan Harian

20 September 2013

Renungan Harian, 20 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Andreas Kim Tangen, Imam dan Paulus Chong Hasan, Dkk. Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:46

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3)

Saat ini, masih banyak orang yang mau melayani Gereja dengan kekayaan mereka. Ada yang dengan hati tulus, tapi ada pula yang dengan ambisi tertentu. Ini sesuatu yang tidak benar. Apapun jabatan dan fungsi kita di dalam Gereja adalah untuk membangun Gereja sebagai satu tubuh. Sumbangan kita kepada Gereja adalah bagian pelayanan untuk karya Gereja. Jangan pernah membuat Gereja seolah berhutang kepada kita, lalu sesukanya kita mengatur. Mari kita layani Gereja karena Allah, bukan karena kedekatan dengan pastor atau Dewan Pastoral.

sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia. (Mzm 49:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3  Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

19 September 2013

Renungan Harian, 19 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini” (Luk 7:36-50)

Orang miskin, tersingkir dan pendosa sangat merasakan kehadiran dan persahabatan Yesus yang membebaskan  itu. hal ini tidak dirasakan oleh kaum Farisi. bahkan dia melihat sesuatu yang janggal, karena Yesus melakukan dosa dengan membiarkan wanita pendosa membasuh kakinya dengan minyak wangi.  Bagi Yesus sikap wanita ini menunjukkan pertobatan sejati. Apakah kita berani juga menjadi sahabat orang berdosa? Tidakkah kita takut menjadi gunjingan orang?

Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm 111:3)

Bacaan lengkap hari ini :

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  ”Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

18 September 2013

Renungan Harian, 18 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. (Luk 7:31-35)

Apapun yang kita lakukan tidak menarik hati, itulah makna perikop diatas.  Seperti para Farisi dan Akhli Kitab, mereka tidak mau mendengar kata-kata Yesus, mereka hanya sibuk mencari kesalahan-Nya. Mereka banyak bicara sedikit mendengar. Kitapun juga seharusnya begitu, sedikit bicara banyak mendengar, dengan banyak mendengar kita sudah membuka diri untuk menerima Tuhan dalam hati kita dan membiarkan diri kita dibentuk menjadi manusia baru.

Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm 111:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

16 September 2013

Renungan Harian, 16 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus dan Santo Siprianus, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Luk 7:1-10)

Bait Injil ini dalam setiap kali konsekrasi menjadi ungkapan ketidak layakan kita untuk menerima Tubuh Kristus. Kalimat aslinya diucapkan oleh seorang perwira Roma yang meminta pertolongan Yesus karena hambanya sedang sakit. Yesus mengakui iman perwira tersebut. Dia menyembuhkan hamba perwira tersebut. Tuhan tahu yang terbaik bagi kita semua. Bahkan sebelum kita meminta kepadaNya, Dia telah merancangkan yang terbaik untuk kita. yang perlu kita lakukan adalah terus berjuang dan percaya bahwa iman dan pengharapan didalam Dia tak akan pernah sia-sia.

Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. Mzm 28:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

15 September 2013

Renungan Harian, 15 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Seorang pendosa bertobat adalah suatu kebangkitan yang harus dirayakan. Salah satu ciri Gereja adalah kudus. Meskipun demikian, para anggotanya tidak luput dari dosa. Semua anggota Gereja, juga pejabat-pejabatnya harus mengakui bahwa mereka adalah orang-orang berdosa. Di dalam mereka semua, tumbuhlah disamping benih Injil yang baik juga lalang dosa sampai akhir zaman. Kita adalah orang berdosa. Namun, karena Tuhan, kita memiliki masa depan: hidup bersama Dia yang mencintai kita dalam Kerajaan Surga.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 51:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  ”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  ”Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

13 September 2013

Renungan Harian, 13 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? (Luk 6:39-42)

Kita semua mempunyai bakat alami untuk melihat kesalahan orang lain. Itu bisa kita lakukan dengan cepat, dan akurat. Tetapi kebanyakan kita buta terhadap kesalahan dan kekurangan diri sendiri. Dan kita pandai sekali mencari seribu satu alasan untuk membenarkan diri. Sabda Yesus ini merupakan tamparan bagi kebanyakan dari kita. Membuat kita terdiam untuk mawas diri. Mana ya, balok di mataku? Kalau sudah melihat balok itu. masih ada tugas kedua yang lebih sulit lagi, yaitu mengeluarkannya. Ya Tuhan, kasihanilah kami!

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku. (Mzm16:5-6)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
41  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
42  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

12 September 2013

Renungan Harian, 12 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk 6:27-38)

Perintah untuk mengasihi musuh termasuk yang paling berat, karena itu Yesus meminta kita untuk “mendengarkan-Nya”. Dengan berani mengampuni dan mendoakan orang yang berbuat jahat, kita mampu mengalahkan sikap egois kita. Ingatlah bahwa Allah itu kasih, kasih itu kurban, kurban itu menyakitkan. Sakit bagi diri sendiri, tetapi membahagiakan orang yang kita kasihi. Sudahkah kita mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup?

Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! (Mzm 150:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

11 September 2013

Renungan Harian, 11 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Luk 6:20-26)

Hari ini Yesus mengabarkan “Sabda Bahagia”. Secara nalar sabda ini tidak masuk akal, sebab tidak mungkin orang berbahagia saat lapar, miskin, menangis, dibenci dan sebagainya. Namun,harapan dan iman akan kasih Allah itulah yang membuat orang tabah dan tawakal. Orang yang bertahan dalam derita akan mendapat upah besar disurga. Visi Kristiani menjadi pedoman hidup orang Katolik. Dengan visi itu orang bertahan dan setia dalam segala derita dan cobaan.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

20 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
21  Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
22  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
23  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
24  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
25  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
26  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

10 September 2013

Renungan Harian, 10 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. (Luk 6:12-19)

Yesus memilih dua belas rasul. Ia memilih orang-orang yang sederhana, bukan golongan profesional yang punya keahlian. Allah tidak memilih orang yang hebat, tetapi menunjuk orang yang mampu bekerja dibawah bimbingan-Nya. Bukan orang-orang yang mengandalkan kepandaiannya, namun mereka yang rendah hati dan percaya kepada-Nya. Seperti juga para rasul, kita diutus untuk menyebar-luaskan kabar gembira didalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Hanya semangat Kristus yang dapat membuat kita makin peka akan kebutuhan sesama dan masyarakat.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

Bacaan lengkap hari ini :

12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
17  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
18  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
19  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

9 September 2013

Renungan Harian, 9 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk 6:6-11)

Seringkali kita menghilangkan kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama hanya karena takut melanggar aturan. Tak sedikit orang yang menjadi kaku dan tak berbelas kasih karena peraturan yang ada, bahkan menjadi apatis dan bengis kepada orang yang ada disekitarnya. Mereka ini taat pada aturan, tetapi dibalik ketaatannya, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri. Hari ini kita belajar dari Yesus. Bagi Yesus hukum dan peraturan yang sejati adalah hukum yang memberi kesempatan untuk berbuat baik.

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. (Mzm 62:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

6  Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
7  Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
8  Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
9  Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
10  Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
11  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress