Renungan Harian

10 September 2013

Renungan Harian, 10 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. (Luk 6:12-19)

Yesus memilih dua belas rasul. Ia memilih orang-orang yang sederhana, bukan golongan profesional yang punya keahlian. Allah tidak memilih orang yang hebat, tetapi menunjuk orang yang mampu bekerja dibawah bimbingan-Nya. Bukan orang-orang yang mengandalkan kepandaiannya, namun mereka yang rendah hati dan percaya kepada-Nya. Seperti juga para rasul, kita diutus untuk menyebar-luaskan kabar gembira didalam keluarga, komunitas dan masyarakat. Hanya semangat Kristus yang dapat membuat kita makin peka akan kebutuhan sesama dan masyarakat.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

Bacaan lengkap hari ini :

12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
17  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
18  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
19  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

9 September 2013

Renungan Harian, 9 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk 6:6-11)

Seringkali kita menghilangkan kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama hanya karena takut melanggar aturan. Tak sedikit orang yang menjadi kaku dan tak berbelas kasih karena peraturan yang ada, bahkan menjadi apatis dan bengis kepada orang yang ada disekitarnya. Mereka ini taat pada aturan, tetapi dibalik ketaatannya, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri. Hari ini kita belajar dari Yesus. Bagi Yesus hukum dan peraturan yang sejati adalah hukum yang memberi kesempatan untuk berbuat baik.

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. (Mzm 62:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

6  Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
7  Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
8  Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
9  Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
10  Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
11  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

8 September 2013

Renungan Harian, 8 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:25-33)

Dapatkah orang zaman ini lepas bebas dari harta duniawi? Perasaan kita sama. Bukan hanya sulit, tapi mustahil. Yesus tidak menyuruh kita untuk meninggalkan semua harta, tapi berbuat baik dan berbagi atas apa yang kita miliki yang juga adalah anugerah-Nya bagi kita. Janganlah menjadikan harta sebagai tujuan akhir ataupun sebagai yang kita andalkan dan kita puja. Ingatlah, kita kaya bukan karena banyak menerima tapi karena banyak memberi.

Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. (Mzm 90:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

7 September 2013

Renungan Harian, 7 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Luk 6:1-5)

Hukum dibuat agar manusia dapat hidup dan meluhurkan hidup itu. Lebih dari itu, hukum dibuat agar manusia dapat memuliakan Sang Empunya kehidupan, Allah sendiri. Dialah hukum tertinggi, Dialah Sang Hukum. Tiada yang lebih tinggi daripada Allah dan kasih-Nya. Karenanya, hukum yang terutama adalah hukum kasih. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kita dipanggil untuk hidup seturut hukum kasih-Nya, agar sang Kasih sungguh hadir ditengah kita dan semua orang menikmati kasih-Nya dan hidup bahagia.

Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Mzm 54:4

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
2  Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
3  Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”
5  Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

6 September 2013

Renungan Harian, 6 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” (Luk 5:33-39)

Sikap iri hati orang Farisi dan akhli Taurat menyebabkan mereka berpandangan sempit tentang puasa dan berdoa. Iri hati adalah salah satu dari tujuh dosa pokok. Kita semua memiliki sifat iri hati dalam diri kita. Entah sadar atau tidak, kitapun sering melakukannya. Iri hati timbul dari rasa kurang bersyukur atas apa yang diterima dan dimilikinya. Kiranya dalam Tahun Iman ini kita tingkatkan persahabatan dengan Yesus. Buang jauh-jauh sikap iri hati, karena hidup ini indah dan membahagiakan jika tidak disertai oleh rasa iri hati.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 100:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

33  Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
35  Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
36  Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
37  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
38  Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
39  Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.

5 September 2013

Renungan Harian, 5 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk 5:1-11)

Yesus melakukan mujizat agar orang beriman. Kebenaran ini nampak dalam diri Simon. saat melihat karya Yesus yang ajaib, ia tersungkur didepan Yesus. Rasa imannya mendorong dia menyadari kelemahan dan dosa-dosanya. Pertobatannya menjadi tanda iman yang besar akan kuasa Yesus. Hari ini Yesus mengajar kita bahwa salah satu tanda iman adalah pertobatan. Bertobat bukan karena takut akan hukuman, melainkan karena beriman. Bertobat yang dilandaskan pada rasa takut akan hukuman, bukan pertobatan sempurna. Mari kita bangun sikap tobat sejati yang terbentuk karena iman.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

4 September 2013

Renungan Harian, 4 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. (Luk 4:38-44)

Egoisme, merasa Yesus bermanfaat bagi mereka, maka penduduk Kapernaum menahan Yesus untuk tidak pergi. Ketika kita sudah senang dan berbahagia ada didalam Yesus, kita lupa untuk membagikan Yesus kepada orang lain. Kita tidak memiliki kerinduan agar orang lain juga dapat menerima Yesus. Ketidak relaan untuk membagikan Yesus kepada orang lain membuat kita menjadi egois dan tidak bisa mengerti isi hati Yesus. Kita harus menyadari bahwa Yesus selalu hadir dalam hidup kita, agar kita pun dapat membawa kehadiran Yesus bagi orang lain.

aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 52:10)

Bacaan lengkap hari ini :

38  Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
39  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
40  Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
41  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
42  Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
43  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
44  Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

3 September 2013

Renungan Harian, 3 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Gregorius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Luk 4:31-37)

Kuasa kegelapan mampu menyebut nama Yesus, dan juga tahu  Yesus adalah Yang Kudus. Maka janganlah gelisah atau bingung, kalau kuasa kegelapan mampu menembus Gereja Tuhan yang satu dan kudus itu. Janganlah kaget, bila melihat kuasa kegelapan juga masuk dalam gereja, ketika umat Allah hendak merayakan Ekaristi kudus. Janganlah gelisah dan kuatir, karena memang itulah realitas kehidupan dunia dewasa ini. Sebagai anak Tuhan, kita ditetapkan untuk beroleh keselamatan. Karena itu , kita harus saling menasihati, saling membangun dan saling menguduskan untuk memuliakan Nama Tuhan.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
32  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
33  Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
34  ”Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.
35  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
36  Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”
37  Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

2 September 2013

Renungan Harian, 2 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. (Luk 4:16-30)

Yesus telah membangkitkan kemarahan banyak orang dalam rumah ibadat. Tetapi apakah Yesus takut? Sama sekali tidak. Darimanakah keberanian yang dimiliki Yesus? Ia berkata, “Roh Tuhan ada padaKu, Ia telah mengurapi Aku” Inilah kekuatan dan alasan yang membuat Yesus berani bersaksi, menegur dan didikan tanpa ada keraguan atau ketakutan sedikitpun. Kitapun membutuhkan keberanian untuk percaya pada sabda Yesus. Yesus mengatakan Roh Tuhan ada padaKu. Percayalah bahwa Roh Tuhan juga ada pada kita. Roh Tuhan jauh lebih besar dan lebih kuat dari roh apapun.

 Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. Mzm 96:13

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
23  Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

1 September 2013

Renungan Harian, 1 September 2013 – Minggu Kitab Suci Nasional

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. (Luk 14:1.7-14)

Bukan maksud Yesus memberi pelajaran tentang sopan santun, melainkan tentang kerendahan hati. Masing-masing dari kita suka dihormati. Untuk bisa dihormati, kita perlu menjadi orang “terhormat.” Orang terhormat selalu dan di mana saja menghormati orang lain, siapa pun dia. Tidak menggeser orang lain yang sudah antri lebih dulu, tapi dengan sopan berdiri di paling belakang antrian. Orang rendah hati selalu menganggap orang lain lebih dari dirinya, dan memberi prioritas kepadanya. Orang seperti itulah yang dihormati dan ditinggikan.

dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah. (Mzm 68:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
8  ”Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
9  supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
10  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
11  Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress