Renungan Harian

25 August 2013

Renungan Harian, 25 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Luk 13:22-30)

Bersama Roh Kudus, kita harus berjuang demi tegaknya iman dan Gereja. Kita mengingatkan sesama yang malas agar kembali kepangkuan Gereja. Kita wujudkan bersama persekutuan umat beriman yang berdaya guna bagi kesejahteraan bersama. Semuanya itu adalah usaha yang sangat berat dan sulit, tetapi kita percaya bahwa Roh Kudus selalu meneguhkan perjuangan kita ini. Bagaimana dengan diri kita sendiri. Kita harus berjuang melewati jalan yang sempit dan menghadirkan rahmat Allah di tempat kita masing-masing. Agar kita menjadi pembawa kabar keselamatan bagi banyak orang.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
24  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
25  Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
26  Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
27  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
28  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
29  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
30  Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

18 August 2013

Renungan Harian, 18 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.(Luk 12:49-53)

Pernyataan itu mengejutkan. Bukankah Yesus itu Raja damai, dan menginginkan semua pengikut-Nya hidup dalam damai? Benar! Pertentangan itu bukan dari Yesus melainkan reaksi orang terhadap Yesus. Misalnya, dalam satu keluarga ibu dan anak bungsu menjadi pengikut Kristus. Itu ditentang oleh bapak dan anak-anak yang lain. Jadilah perpecahan di dalam keluarga. Yesus tidak pernah memaksa dan atau memakai kekerasan. Ia mengajar kita mengasihi dan meng-ampuni juga orang-orang yang memusuhi, menentang dan menindas kita.

Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. (Mzm 40:2)

Bacaan lengkap hari ini :

49  ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53  Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

11 August 2013

Renungan Harian, 11 Agustus 2013 – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:39-56)

Kunjungan Maria kerumah Elisabet sangat mengejutkan Elisabet. Kunjungan secara fisik memungkinkan orang membantu yang dikunjungi dengan lebih nyata. Kita bisa mengunjungi sahabat melalui internet atau HP, tetapi tidak mungkin bisa memberikan bantuan secara nyata. Kunjungan secara fisik memungkinkan orang memahami secara utuh keberadaan orang yang dikunjungi. Sehingga memungkinkan makin tumbuhnya simpati dan empati. Kunjungan Maria kerumah Zakharia untuk mengunjungi Elisabet saudaranya telah membuktikan bahwa kunjungan persaudaraan sangatlah penting.

sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 45:17)

Bacaan lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

6 August 2013

Renungan Harian, 6 Agustus 2013 – Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. (Luk 9:28b-36)

Peristiwa ini dikenal sebagai transfigurasi Yesus, yang kita rayakan pada hari ini. Peristiwa ini mengingatkan dan meneguhkan kita, khususnya pada tahun Iman ini, untuk semakin percaya bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami dalam hidup, tidak akan sia-sia selama kita berada dalam “naungan awan bersama Yesus”. Kita akan mengalami kemuliaan Allah. Kita harus melihat perjalanan iman kita. Tuhan memanggil kita bukan untuk hidup sukses, melainkan untuk setia tinggal didalam Yesus dan salib-Nya.

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! (Mzm 97:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

28b Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
29  Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
30  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
31  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
32  Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
33  Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
34  Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
35  Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
36  Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

28 July 2013

Renungan Harian, 28 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. (Luk 11:1-13)

Inilah prinsip berdoa menurut Yesus. Dibutuhkan kerendahan hati sebagai dasar kita berdoa. Berdoa juga membutuhkan kesungguhan hati. Hal ini penting, karena tidak jarang kita berputus asa. Doa dikabulkan karena “sikap tidak malu” kita dan kesungguhan kita “membangunkan”  Yesus. Kita juga membutuhkan pembimbing bagi doa kita. Pembimbing bagi segala doa kita adalah Roh Kudus. Pernahkah kita mohon anugerah Roh Kudus untuk membimbing kita berdoa? Roh Kudus adalah Guru doa didalam batin kita.

sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. (Mzm 138:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
2  Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
3  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
4  dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
5  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
7  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
8  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
10  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
12  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
13  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

21 July 2013

Renungan Harian, 21 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk 10:38-42)

Kerap kita bangga atas pilihan kita. Kita dipuji sebagai orang yang sibuk dan giat melayani. Namun, kesibukan pelayanan menjadi kesempatan untuk mengeluh dan mengecam orang lain. Kita anggap mereka bisanya hanya duduk-duduk saja. Para rubiah dan pertapa dibalik tembok biara kita anggap tidak peka terhadap sesama. Padahal, itu pilihan terbaik mereka. Saya yakin, mereka mendukung kita yang jungkir balik di lapangan dengan doa dan matiraga mereka. Kita perlu saling menghargai pilihan masing-masing, Tuhan lebih melihat hati daripada apa yang kita perbuat.

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mzm 15:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.

17 July 2013

Renungan Harian, 17 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku bersyukur karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Mat 11:25-27)

Allah adalah misteri; manusia tak mungkin memahami hakekat dan jalan-jalan-Nya. Orang bijak dan pandai menyangka bisa memahami Allah dengan segala ilmu mereka. Makin didalami, makin banyak hal yang tidak jelas. Sebaliknya orang sederhana dengan rendah hati minta pencerahan Tuhan. Mohon terang dan bimbingan-Nya supaya makin mengenal, mencintai dan melayani Dia dengan lebih baik. Kepada mereka inilah Tuhan membuka rahasia-rahasia-Nya yang tersembunyi bagi orang bijak dan pandai.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mzm 103:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
26  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya

14 July 2013

Renungan Harian, 14 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”  (Luk 10:25-37)

Begitu baik hati seorang Samaria dalam perumpamaan yang diceritakan Yesus. Sungguh, tindakannya menjadi sebuah contoh dan teladan mengenai menolong sesama tanpa pamrih. Bagaimana seorang Samaria yang dianggap bangsa yang najis, bisa menaruhkasih yang begitu besar pada sesamanya? Tindakan seperti itu hanya mungkin, kalau hati seseorang terbakar oleh cinta kasih, seperti dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus : ” Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” (1Kor 13:6)

Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, (Mzm 69:33)

Bacaan Lengkap hari ini :

25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

7 July 2013

Renungan Harian, 7 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk 10:1-9)

Bagaimana kalau dibalik, yaitu kita diutus sebagai serigala ke tengah-tengah domba? Barangkali ada lebih banyak orang yang berminat diutus Yesus, sebab lebih menarik menjadi yang kuat di tengah yang lemah daripada sebaliknya. Tapi Yesus memang menghendaki bahwa kita menjadi yang lemah di tengah yang kuat. Dengan demikian nyatalah bahwa pewartaan Injil tidak terjadi karena kekuatan manusia, tetapi merupakan karya kuasa Allah. Kita tidak perlu takut atau ragu bila kita menjadikan diri alat di tangan Tuhan.

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. (Mzm 66:16)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
3  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

30 June 2013

Renungan Harian, 30 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. (Luk 9:51-62)

Mereka yang mau mengikuti Yesus harus bebas dari alasan materi, keluarga dan juga alasan arogansi, seperti yang ditunjukkan oleh Yakobus dan Yohanes. Karena Yesus adalah seorang Guru yang sudah begitu terkenal dan dihargai, maka kedua murid tersebut mau bersikap sok. Yesus menegur sikap arogan mereka. Teguran tersebut menjadi sangat penting, karena sikap arogan dan kekerasan bertentangan dengan ajaran cinta kasih yang dibela Yesus sampai mati. Satu hal yang sangat penting untuk kita ingat : “kekerasan tidak pernah boleh dipakai sebagai solusi”

Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” (Mzm 16:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52  dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53  Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54  Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55  Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56  Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
58  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
59  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
61  Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
62  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress