Renungan Harian

8 October 2013

Renungan Harian, 8 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu (Luk 10:38-42)

Bisa saja kita melihat kebutuhan orang lain dan melayani secara luar biasa. Namun, tindakan yang tidak lahir dari pertama-tama mengunyah Sabda, bisa saja melenceng ke hal yang bersifat formalistis. Bungkusnya rapih tapi isinya mengagungkan diri, mengejar jasa dan popularitas. Menjadi murid Kristus bukan hanya sekedar pelayanan kasih terhadap orang lain, tapi pertama-tama dan utama adalah relasi pribadi dengan Yesus.

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm 130:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

7 October 2013

Renungan Harian, 7 Oktober 2013 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan siapakah sesamaku manusia?” (Luk 10:25-37)

Pertanyaan ahli Taurat ini tidak sulit dijawab. Tetapi, pertanyaan Yesus barangkali akan membawa kita ke sudut dimana kita hanya bisa tertunduk malu karena belum menjadi sesama bagi banyak orang. Kita cenderung memilih-milih. Atau kita barangkali lebih terikat pada jadual dan kesibukan kita. Apapun alasannya, kalau kita mau jujur, masih banyak hal yang kita jadikan alasan untuk tidak menjadi sesama bagi orang-orang disekitar kita, khususnya yang menderita. Maria Ratu Rosario yang kita peringati hari ini adalah pribadi yang peka akan kebutuhan sesama. Ia adalah teladan kita.

Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. (Yunus 2:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!

6 October 2013

Renungan Harian, 6 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna (Luk 17:5-10)

Arus dunia mengajak kita untuk menuntut orang lain menghargai dan menghormati kita. Hal ini tidak dikehendaki Yesus. Yesus mau kita melawan arus untuk tidak tunduk pada dunia, tetapi menjadi hamba yang melakukan kehendak-Nya. Melawan arus berarti berjalan menuju kehendak Bapa dan bukan kehendakku. Semangat ini adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah. Kita butuh rahmat Tuhan. Layaklah kita memohon seperti para Rasul: “Tuhan tambahkanlah iman kami” Banyak cara untuk memperoleh rahmat Tuhan. Caranya, kita berani menempatkan diri dalam semangat pembaharuan dan kekudusan.

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (Mzm 95:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”
7  ”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

5 October 2013

Renungan Harian, 5 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Luk 10:17-24)

Menjadi orang pandai adalah dambaan banyak orang. Setiap orang dianjurkan untuk menjadi pandai, karena itu baik. Meski demikian, perlu dipahami bahwa ilmu dan akal budi itu terbatas. Tidak segala hal bisa diselesaikan dengan ilmu dan akal budi. Pada akhirnya kita perlu menyerahkannya kepada kuasa dan kebijaksanaan Allah. Intinya, pertobatan adalah kunci untuk memahami wahyu dan kehendak Allah. Semoga kita memiliki sikap tobat, sehingga mampu memahami wahyu Allah, menghayatinya dan mewartakannya.

Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. (Mzm 69:33)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”

18  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.

24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

4 October 2013

Renungan Harian, 4 Oktober 2013 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Asisi

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (Luk 10:13-16)

Kita sudah menerima berkat dan kebaikan Tuhan setiap hari. Tapi kita tetap mengajukan syarat untuk mau bertobat. Jika Tuhan menunjukkan sesuatu yang lebih hebat lagi, kita baru akan percaya kepada-Nya. Dalam hidup beriman, kita belum sepenuhnya mengimani-Nya sebagai Tuhan. Baru saaat sulit, kita kembali ingat Tuhan.  St. Fransiskus Asisi mengimani Yesus sepenuhnya. kini giliran kita. Kita mesti terus berusaha berjalan dalam iman dan menyemangati saudara-saudari kita agar mereka pun bisa mengimani Yesus sepenuhnya.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

Bacaan lengkap hari ini :

13  ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

3 October 2013

Renungan Harian, 3 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. (Luk 10:1-12)

Tugas perutusan itu amat berat dan penuh resiko. Sebagai seorang murid harus siap menghadapi tantangan hidup. Perutusan sabda tidak bisa dijadikan tugas sambilan dalam kesibukan sehari-hari, melainkan diperlukan tekad bulat, keseriusan diri dan siap menghadapi tantangan. Keselamatan haruslah diterima setiap orang; khususnya oleh mereka yang memang merindukan. Karena itu, tugas perutusan haruslah segera dijalankan. Setiap orang harus berani mengamini Kerajaan Allah.

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
3  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10  Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
11  Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
12  Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

30 September 2013

Renungan Harian, 30 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Luk 9:46-50)

Yesus menegaskan bahwa kebesaran sudah ada dalam diri setiap orang yang memiliki cinta yang besar. Juga bagi mereka yang memiliki sikap seperti anak kecil yang polos, spontan dan jujur tulus. Dari mata anak kecil memancar pandangan yang jernih, tanpa prasangka, tanpa ada maksud-maksud tersembunyi. Sifat-sifat seperti itu menjadi kriteria kebesaran yang digunakan Yesus. Setiap orang yang memiliki kualitas sikap seperti itu menjadi besar dimata Allah.

 bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, (Mzm 102:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

46  Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.
47  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya,
48  dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.
49  Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
50  Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

29 September 2013

Renungan Harian, 29 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu (Luk 16:19-31)

Pesan Injil hari ini mengkritik kita yang sering mengukur persahabatan dari kekayaan, kepopuleran, sedangkan mereka yang miskin, jelek, cacat bukanlah sahabatku. Sehingga kalau yang datang menemui kita seorang yang kaya dan populer akan kita sambut sebaik mungkin. Tetapi sebaliknya, kalau yang datang seorang yang miskin, kita pura pura tidak kenal. Kita diingatkan akan “perintah emas” :”Lakukanlah apa yang kamu ingin orang lain lakukan untuk dirimu” Dengan saling mengasihi, kita akan sama sama menikmati Anugerah Tuhan.

TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung (Mzm 146:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

19 “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
20  Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
21  dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
22  Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
23  Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
24  Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
25  Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
26  Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
27  Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
28  sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
29  Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
30  Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
31  Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

28 September 2013

Renungan Harian, 28 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. (Luk 9:43b-45)

Setelah nubuat Yesus terpenuhi, Rasul Petrus menulis tentang penderitaan Yesus. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran” (1Ptr 2:24) Penebusan Kristus itu hendaknya membuat kita setia dalam iman akan Yesus, karena kita telah menerima Kristus Tuhan kita. Walau dalam kehidupan sehari-hari kita juga menghadapi aneka bentuk penderitaan, hendaknya kita tetap hidup didalam Dia, berakar didalam Dia dan dibangun diatas Dia. Untuk itu, mari kita terus hidup untuk kebenaran dan siap menderita.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

43b Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
44  ”Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
45  Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

27 September 2013

Renungan Harian, 27 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Vincentius a Paulo

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)

Pengenalan akan Yesus harus muncul dari pengalaman pribadi kita, sejauh mana kita selama ini membangun relasi pribadi dengan Dia. Dengan mengenal secara pribadi dan mengalami sendiri siapa Yesus, kita akan mudah berbagi dengan orang lain karena yang kita bagikan berasal dari pengalaman pribadi kita, bukan dari orang lain. Kita memberi dari apa yang kita miliki dan alami sendiri. Tanda kita maju dalam hidup rohani adalah ketika kita memiliki pengalaman iman akan siapakah Yesus didalam hidup kita secara pribadi.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm 43:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19  Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20  Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress