Renungan Harian

30 June 2013

Renungan Harian, 30 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. (Luk 9:51-62)

Mereka yang mau mengikuti Yesus harus bebas dari alasan materi, keluarga dan juga alasan arogansi, seperti yang ditunjukkan oleh Yakobus dan Yohanes. Karena Yesus adalah seorang Guru yang sudah begitu terkenal dan dihargai, maka kedua murid tersebut mau bersikap sok. Yesus menegur sikap arogan mereka. Teguran tersebut menjadi sangat penting, karena sikap arogan dan kekerasan bertentangan dengan ajaran cinta kasih yang dibela Yesus sampai mati. Satu hal yang sangat penting untuk kita ingat : “kekerasan tidak pernah boleh dipakai sebagai solusi”

Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” (Mzm 16:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52  dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53  Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54  Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55  Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56  Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
58  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
59  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
61  Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
62  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

24 June 2013

Renungan Harian, 24 Juni 2013 – Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. (Luk 1:57-66.80)

Tuhan mempunyai rencana yang indah dengan setiap orang. Apalagi dengan Yohanes ini yang lahir dari orangtua yang sangat lanjut usia. Dia akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi dan berjalan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi-Nya. untuk itu ia menyerukan pertobatan kepada semua lapisan masyarakat. Bahkan Raja Herodes tidak luput dari kecamannya. Akibatnya pelayanan nabi Allah harus berakhir di situ. Ia dipenjarakan dan tak lama kemudian dibunuh. Dalam kematiannya pun ia mendahului Tuhan.

Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. (Mzm 139:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
58  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
61  Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
62  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
65  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
66  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

23 June 2013

Renungan Harian, 23 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-24)

Seperti Petrus, kita perlu mengenal Yesus secara pribadi sebelum kita mengimani dan mengikuti-Nya. Untuk itu, kita harus berani memberikan waktu khusus ditengah kesibukan kita untuk lebih mengenal Dia. Berdoa, berefleksi dan berkumpul dengan saudara seiman di lingkungan atau paroki merupakan kesempatan yang baik untuk sungguh mengenal Yesus melalui sharing. Mengimani Yesus berarti mengenal Yesus dan mengikuti jalan yang telah ditunjukkan-Nya. Tanpa Yesus, hidup kita berada dalam kegelapan. Hanya iman kita yang membuat kita menemukan Yesus dalam kegelapan hidup kita.

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. (Mzm 63:2-3)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19  Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20  Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

16 June 2013

Renungan Harian, 16 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Luk 7:36-50)

Iman mengubah hidup seseorang menjadi lebih berpasrah diri. Bahkan kematianpun tidak menakutkan lagi, yang oleh sebagian orang, hal itu menakutkan. Iman akan Allah membuat hati orang tenang, lega karena percaya, dosanya diampuni bila ia mau bertobat. Yesus menghendaki agar setiap orang yang berdosa mau bertobat dan berbalik dari dosa-dosanya. Yesus sangat menantikan kita yang berdosa untuk kembali datang kepada-Nya, kembali menjalin relasi yang akrab. Sama seperti pertobatan yang dilakukan oleh wanita pendosa didepan Yesus.

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

9 June 2013

Renungan Harian, 9 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” (Luk 7:11-17)

Seperti si janda yang kehilangan anaknya dan menjadi kehilangan harapan. Kitapun seringkali menjadi kehilangan harapan saat menghadapi satu musibah. Hari ini Yesus datang membawa harapan bagi kita. Dialah satu-satunya tempat pelarian dari ketidak pastian dunia. Yesuslah sumber penghiburan. Saat kita mengalami beban persoalan hidup, percayalah Dia akan senantiasa berkata “Jangan menangis!” Mungkin saat ini kita belum merasakannya. Tapi jangan kecil hati, semuanya hanya soal waktu.

Supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu. (Mzm 30:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

7 June 2013

Renungan Harian, 7 Juni 2013 – Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, (Luk 15:3-7)

Hari ini kita merayakan “Hati Yesus Yang Mahakudus”. Bagaimanakah sebenarnya hati Yesus itu? Setia saat, dimana-mana Hati Yesus selalu mencari kita supaya hidup bersatu dengan-Nya. Tidak ada batasan sama sekali. Batasannya hanyalah jawaban kita sendiri, YA atau TIDAK. kalaupun kita pernah berkata TIDAK dengan dosa-dosa kita, Ia tidak mengubah kasih-Nya dan tidak menghapus kesempatan untuk kembali. Kita hanya perlu mengakui dosa-dosa kita dan memohon agar Ia menerima kita kembali. Segera tangan-Nya terbuka lebar dan memeluk kita.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

2 June 2013

Renungan Harian, 2 Juni 2013 – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, (Luk 9:11-17)

Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus ini, kita diajak untuk belajar terus dari Yesus sendiri. Ajaran-ajaran bagus yang kita terima dan kebajikan apapun yang kita miliki akan selalu tumpul jika belenggu-belenggu keegoisan, ketakutan dan keserakahan tidak kita singkirkan. Lebih penting lagi, bahwa semua petuah dan kebajikan akan memiliki arti jika dilakukan dengan sikap taat dan percaya kepada Tuhan. Marilah kita yakini bahwa Tubuh dan Darah Kristus akan mengubah kita menjadi lebih baik dan terbuka untuk berkorban.

“Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor 11:24)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
12  Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”
13  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”
14  Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”
15  Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
16  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
17  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

31 May 2013

Renungan Harian, 31 Mei 2013 – Pesta Perawan Maria Mengunjungi Elisabet Saudaranya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:39-56)
Setelah menerima kabar gembira dan mendengar bahwa Elisabet sedang hamil di hari tuanya, Maria bergegas pergi untuk mengunjungi dan melayani dia. ‘Melayani’ adalah kata kunci dalam hidup Maria. Seorang baru menjadi “hamba Tuhan” kalau ia juga menjadi hamba sesama, bahkan yang paling hina. Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi, Hamba Yahweh, datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Dia ingin kita meneladan Dia bukan dalam perbuatan besar, melainkan dalam hal sederhana melayani.

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!” (Yes 12:6)

Bacaan lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali

9 May 2013

Renungan Harian, 9 Mei 2013 – Hari Raya Kenaikan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Luk 24:46-53)

Kenaikan Tuhan adalah saat perutusan. Kita dipanggil menjadi saksi kebangkitan Tuhan Yesus sekaligus juga untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa.   Tugas memberitakan pertobatan dan pengampunan memang tidak mudah. Tetapi Yesus adalah Guru kita. Dia hadir untuk membantu kita mengajak umat Allah bertobat dan mengampuni dosa. Hidup ini perlu diisi dengan pertobatan dan dihiasi dengan pengampunan dosa. Mari kita berjuang mewartakannya. Yakinlah Yesus yang telah naik kesurga tetap selalu menyertai kita.

Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. (Mzm 47:6)

Bacaan lengkap hari ini :

46  Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
47  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
48  Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
49  Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
51  Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
52  Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
53  Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah

8 April 2013

Renungan Harian, 8 April 2013 – Hari Raya Kabar Sukacita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:26-38)
Maria siap menghadapi aneka kepahitan dan duka demi untuk terlaksananya sebuah “kabar sukacita”, kelahiran Sang Mesias.  Maria adalah orang pertama yang menderita demi Yesus. Bila kita harus menderita demi Yesus, apakah kita menerimanya sebagai kabar sukacita? Apakah pahitnya pengalaman hidup kita hadapi dengan gagah perkasa? Menderita dalam iman akan keselamatan adalah sesuatu yang luar biasa. Karena, tidak ada berita yang lebih menyenangkan daripada berita keselamatan. Habis gelap terbitlah terang!

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; (Mzm 40:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress