Renungan Harian

16 June 2013

Renungan Harian, 16 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Luk 7:36-50)

Iman mengubah hidup seseorang menjadi lebih berpasrah diri. Bahkan kematianpun tidak menakutkan lagi, yang oleh sebagian orang, hal itu menakutkan. Iman akan Allah membuat hati orang tenang, lega karena percaya, dosanya diampuni bila ia mau bertobat. Yesus menghendaki agar setiap orang yang berdosa mau bertobat dan berbalik dari dosa-dosanya. Yesus sangat menantikan kita yang berdosa untuk kembali datang kepada-Nya, kembali menjalin relasi yang akrab. Sama seperti pertobatan yang dilakukan oleh wanita pendosa didepan Yesus.

Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

9 June 2013

Renungan Harian, 9 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” (Luk 7:11-17)

Seperti si janda yang kehilangan anaknya dan menjadi kehilangan harapan. Kitapun seringkali menjadi kehilangan harapan saat menghadapi satu musibah. Hari ini Yesus datang membawa harapan bagi kita. Dialah satu-satunya tempat pelarian dari ketidak pastian dunia. Yesuslah sumber penghiburan. Saat kita mengalami beban persoalan hidup, percayalah Dia akan senantiasa berkata “Jangan menangis!” Mungkin saat ini kita belum merasakannya. Tapi jangan kecil hati, semuanya hanya soal waktu.

Supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu. (Mzm 30:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

7 June 2013

Renungan Harian, 7 Juni 2013 – Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, (Luk 15:3-7)

Hari ini kita merayakan “Hati Yesus Yang Mahakudus”. Bagaimanakah sebenarnya hati Yesus itu? Setia saat, dimana-mana Hati Yesus selalu mencari kita supaya hidup bersatu dengan-Nya. Tidak ada batasan sama sekali. Batasannya hanyalah jawaban kita sendiri, YA atau TIDAK. kalaupun kita pernah berkata TIDAK dengan dosa-dosa kita, Ia tidak mengubah kasih-Nya dan tidak menghapus kesempatan untuk kembali. Kita hanya perlu mengakui dosa-dosa kita dan memohon agar Ia menerima kita kembali. Segera tangan-Nya terbuka lebar dan memeluk kita.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

2 June 2013

Renungan Harian, 2 Juni 2013 – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, (Luk 9:11-17)

Pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus ini, kita diajak untuk belajar terus dari Yesus sendiri. Ajaran-ajaran bagus yang kita terima dan kebajikan apapun yang kita miliki akan selalu tumpul jika belenggu-belenggu keegoisan, ketakutan dan keserakahan tidak kita singkirkan. Lebih penting lagi, bahwa semua petuah dan kebajikan akan memiliki arti jika dilakukan dengan sikap taat dan percaya kepada Tuhan. Marilah kita yakini bahwa Tubuh dan Darah Kristus akan mengubah kita menjadi lebih baik dan terbuka untuk berkorban.

“Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1Kor 11:24)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
12  Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”
13  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”
14  Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”
15  Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
16  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
17  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

31 May 2013

Renungan Harian, 31 Mei 2013 – Pesta Perawan Maria Mengunjungi Elisabet Saudaranya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:39-56)
Setelah menerima kabar gembira dan mendengar bahwa Elisabet sedang hamil di hari tuanya, Maria bergegas pergi untuk mengunjungi dan melayani dia. ‘Melayani’ adalah kata kunci dalam hidup Maria. Seorang baru menjadi “hamba Tuhan” kalau ia juga menjadi hamba sesama, bahkan yang paling hina. Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi, Hamba Yahweh, datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Dia ingin kita meneladan Dia bukan dalam perbuatan besar, melainkan dalam hal sederhana melayani.

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!” (Yes 12:6)

Bacaan lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali

9 May 2013

Renungan Harian, 9 Mei 2013 – Hari Raya Kenaikan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Luk 24:46-53)

Kenaikan Tuhan adalah saat perutusan. Kita dipanggil menjadi saksi kebangkitan Tuhan Yesus sekaligus juga untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa.   Tugas memberitakan pertobatan dan pengampunan memang tidak mudah. Tetapi Yesus adalah Guru kita. Dia hadir untuk membantu kita mengajak umat Allah bertobat dan mengampuni dosa. Hidup ini perlu diisi dengan pertobatan dan dihiasi dengan pengampunan dosa. Mari kita berjuang mewartakannya. Yakinlah Yesus yang telah naik kesurga tetap selalu menyertai kita.

Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. (Mzm 47:6)

Bacaan lengkap hari ini :

46  Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
47  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
48  Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
49  Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
51  Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
52  Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
53  Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah

8 April 2013

Renungan Harian, 8 April 2013 – Hari Raya Kabar Sukacita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:26-38)
Maria siap menghadapi aneka kepahitan dan duka demi untuk terlaksananya sebuah “kabar sukacita”, kelahiran Sang Mesias.  Maria adalah orang pertama yang menderita demi Yesus. Bila kita harus menderita demi Yesus, apakah kita menerimanya sebagai kabar sukacita? Apakah pahitnya pengalaman hidup kita hadapi dengan gagah perkasa? Menderita dalam iman akan keselamatan adalah sesuatu yang luar biasa. Karena, tidak ada berita yang lebih menyenangkan daripada berita keselamatan. Habis gelap terbitlah terang!

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; (Mzm 40:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

4 April 2013

Renungan Harian, 4 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu adalah saksi dari semuanya ini. (Luk 24:35-48)

Injil hari ini mengingatkan kita untuk menjadi saksi pertobatan dan pengampunan dosa. Kita yang percaya dan beriman kepada Yesus harus memberikan kesaksian itu, ditempat kerja, keluarga dan komunitas kita. Kita tidak dapat tinggal diam jika kita telah mengalami keselamatan. Kesaksian dan pewartaan merupakan bagian penting dari kehidupan orang beriman kepada Yesus. Kita juga perlu senantiasa bertobat dan membaharui diri sebagai wujud rasa syukur kepada-Nya. Agar mereka yang melihat cara hidup kita akan terpanggil untuk membaharui diri juga.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

35  Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”
37  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
38  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
39  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
40  Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
41  Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?”
42  Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
43  Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
44  Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
45  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46  Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
47  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
48  Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

3 April 2013

Renungan Harian, 3 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. (Luk 24:13-35)

Seringkali kehadiran Tuhan sungguh sungguh tersembunyi dari pengamatan manusia. Dia ada didekat kita, berbicara dan menyapa kita, tetapi kita tidak mengenal-Nya. Dia ada diantara kita, tetapi Dia tersembunyi dari mata kita, seperti kehadiran Yesus di Emaus. Bahkan saat itu Dia memberikan pertanyaan yang membuat kedua murid jengkel. Tetapi kesabaran dan kesetiaan membuat mereka mampu menahan diri.  Dan memperoleh berkat berlimpah dengan makan bersama Yesus. Berlakulah sabar dan setia!

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! (Mzm 105:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
14  dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
15  Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
16  Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
18  Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”
19  Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
20  Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
21  Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
22  Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
23  dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.
24  Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”
25  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
26  Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”
27  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
28  Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
29  Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
30  Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
31  Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
32  Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
33  Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
34  Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.”
35  Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

30 March 2013

Renungan Harian, 30 Maret 2013 – Malam Paskah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? (Luk 24:1-12)

Sejarah keselamatan Allah memuncak pada Paskah, peristiwa kebangkitan Kristus. Hari ini kita merayakan Paskah sebagai puncak seluruh penghayatan iman kita. Sebab, jika tidak ada kebangkitan, maka sia sialah iman kita. Tak ada yang berarti dari semua perbuatan baik, keutamaan, ketekunan dalam doa, aktif dalam pelayanan, menolong sesama yang membutuhkan. Dengan menganugerahkan kebangkitan kepada manusia, Allah sungguh adil. Kristus menjadi buah sulung kebangkitan itu. Berbahagialah kita yang mengimani Kristus sebagai kehidupan dan kebangkitan. Selamat Paskah!

Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. (Mzm 104:30)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
2  Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
3  dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
4  Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.
5  Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
6  Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,
7  yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”
8  Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.
9  Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain.
10  Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.
11  Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.
12  Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress