Renungan Harian

19 December 2012

Renungan Harian, 19 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” (Luk 1:5-25)

Pertanyaan Zakharia membuahkan hukuman dari Allah kepada dia. Kisah ini meminta kita untuk tidak banyak bertanya dalam hal beriman. Iman pada Allah dasarnya adalah sikap menerima tanpa syarat. Pertanyaan pertanyaan yang kita lontarkan kadang justru membuat kita ragu dan tidak percaya kepada Allah. Kita harus mengimani dengan sikap menerima dan berani merenungkan peristiwa yang kita alami  di dalam hati. Agar kehendak Allah terjadi dalam perjalanan hidup kita.

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mzm 71:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

10 December 2012

Renungan Harian, 10 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” (Luk 5:17-26)

Yesus melihat iman MEREKA. Siapakah MEREKA ITU? tidak lain adalah sahabat-sahabat penuh iman yang membawa si lumpuh kepada orang yang paling dia butuhkan, yaitu Yesus. Berbahagialah kita kalau punya sahabat baik yang mau berkurban demi keselamatan kita. Lebih berbahagia lagi kalau kita menjadi sahabat baik bagi orang lain dan mau repot demi kebaikannya. Pelayanan paling indah dan berharga yang bisa kita berikan pada orang-orang di zaman ini ditunjukkan oleh sahabat-sahabat si lumpuh, yaitu membawa orang kepada perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
18  Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
19  Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
20  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”
21  Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
22  Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
23  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
24  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” —berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu—:”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
25  Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
26  Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

9 December 2012

Renungan Harian, 9 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk 3:1-6)

Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan, meninggalkan manusia lama dengan segala kedosaan dan kejahatannya, dan menjadi manusia baru. Baptisan Yohanes adalah tanda pertobatan itu. Kita telah menerima baptisan Allah Tritunggal yang menjadikan kita anak-anak kesayangan Allah. Masih perlukah bertobat? Selalu perlu. Bertobat itu seperti mengoreksi jarum kompas. Kita sering ada di persimpangan jalan dan bingung jalan mana yang harus dipilih. Pilihlah jalan kebenaran iman. Hanya jalan itu membawa kepada keselamatan dan damai sejahtera.

Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” (Mzm 126:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
2  pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3  Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
4  seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5  Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
6  dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

8 December 2012

Renungan Harian, 8 Desember 2012 – Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Luk 1:26-38)

Pada saat menantikan kelahiran Tuhan Yesus dihari Natal nanti, kita pantas untuk bersyukur atas Bunda Maria ysng telah dipersiapkan oleh Allah sendiri dengan dikandung tanpa mewarisi dosa asal. Juga kita bersyukur atas iman dan perjuangan Bunda Maria agar kehendak Bapa sungguh terlaksana demi keselamatan umat manusia. Dan seperti juga Bunda Maria, kita layak mengutamakan terjadinya kehendak Allah daripada kehendak kita sendiri. Bunda Maria doakanlah kami.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. (Mzm 98:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

4 December 2012

Renungan Harian, 4 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Luk 10:21-24)

Orang kecil mempunyai tempat khusus di mata Allah, mulai dari Yusuf yang masih muda dipilih Allah menjadi penyelamat keluarga. Daud menjadi penyelamat bangsa Israel dari serangan Filistin. Dan juga Maria yang kecil menjadi bunda Penyelamat Manusia. Makin kecil, makin kita kosong, dan makin Allah melimpahi kita. Masa advent adalah masa saat menyadari kekosongan dan kekecilan kita. Yakinlah, setiap kita, orang kecil, dipakai Tuhan. Beranilah bicara, mewartakan, menggemakan kehendak-Nya.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! (Mzm 72:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

2 December 2012

Renungan Harian, 2 Desember 2012 – Minggu Adven Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk 21:25-28.34-36)

Memikirkan akhir zaman membuat hati kita kecut dan cemas. Muncul gambaran tentang perang dan segala macam bencana yang mengerikan. Sebelum semua itu terjadi orang bisa mati ketakutan. Injil memberi kita pegangan yang menguatkan. Apa pun yang terjadi, di ujung sana ada kese-lamatan. Kita diajak bangkit dan mengangkat muka untuk melihat Tuhan yang datang untuk menyelamatkan. Datanglah, Tuhan Yesus!

TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. (Mzm 25:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
26  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
34  “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

1 December 2012

Renungan Harian, 1 Desember 2012 – Peringatan Wajib Bruder Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir Indonesia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:34-36)

Ini hari terakhir dari Tahun Liturgi. Yang sudah terjadi, biarlah berlalu. Yang belum, jangan dicemaskan dulu. Kita diajak untuk berjaga-jaga dan berdoa. Menyerahkan diri ke tangan Tuhan yang memelihara dan melindungi. Dalam doa kita menimba kekuatan dari atas. Kita percaya dan yakin akan tiba saatnya Tuhan mematahkan segala kuasa kegelapan. Kebaikan pasti menang atas kejahatan.

Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. (Mzm 95:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

29 November 2012

Renungan Harian, 29 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk 21:20-28)

Yesus ingin menyadarkan semua orang agar mereka mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan-Nya nanti dengan persiapan diri agar layak ikut serta dalam Kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Yesus ingin mengikut sertakan semua manusia ke dalam kemuliaan-Nya. Oleh sebab itu diharapkan adanya keterbukaan dari pihak manusia untuk menyongsongNya dengan sukacita. Marilah kita mengarahkan diri kepada Yesus yang akan datang dalam kemuliaan-Nya.

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mzm 100:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat.
21  Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,
22  sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.
23  Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini,
24  dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
25  “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
26  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

28 November 2012

Renungan Harian, 28 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku”. (Luk 21:12-19)

Sebagai orang Kristen kita tidak usah berharap banyak akan kehidupan yang aman dan tenteram. Seperti yang diungkapkan Lukas hari ini, banyak kesulitan dan hambatan yang akan kita alami. Memang kita tak berharap muncul hal hal yang lebih gawat. Masih banyak orang yang punya hati dan bela rasa, sebab manusia pada hakikatnya tidak suka akan kekerasan. Juga tak pernah boleh ada kekerasan atas nama-Nya. Yang harus ada ialah berjuang keras menegakkan kebenaran. Jangan sampai kita ikutan andil dalam menciptakan iklim yang memperburuk nama Yesus.

Sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. (Mzm 98:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
13  Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14  Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
15  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
16  Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
17  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
18  Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
19  Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

26 November 2012

Renungan Harian, 26 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Luk 21:1-4)

Kedermawanan seseorang bukan terletak pada apa yang diberikan, melainkan pada apa yang dimilikinya. Dari kemiskinannya ia memberikan dua peser; jumlah yang sedikit tapi justru dikagumi Yesus, karena ia memberikan semua yang dimilikinya. Dan itu adalah seluruh nafkahnya. Ia percaya bahwa Allah adalah pemelihara hidupnya. Ia tidak kuatir akan apa yang besok akan ia makan. Ia hidup dalam penyelenggaraan Ilahi. Karena itu, kalau ingin berderma, jangan menunggu kaya. Berikan apa yang kita miliki dan Allah akan mencukupi apa yang kita butuhkan.

 ”Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Mzm 24:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
2  Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
3  Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
4  Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress