Renungan Harian

10 January 2013

Renungan Harian, 10 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku”(Luk 4:14-22a)

Setelah Yesus berpuasa 40 hari dan dicobai iblis dipadang gurun, Yesus berkotbah di Bait Allah. Saat itulah Ia menggenapi nubuat Yesaya tentang penyelamat manusia. Karya keselamatan Allah menjadi hak setiap insan manusia. Namun, kita bebas menerima atau menolak kesempatan baik itu, karena Allah tidak pernah memaksakan kehendak-Nya. Orang yang membuka hati, pasti akan selamat menikmati rahmat-Nya yang melimpah. Maka utamakan selamat!

Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. (Mzm 72:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
15  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya,

1 January 2013

Renungan Harian, 1 Januari 2013 – Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (Luk 2:16-21)

Pada hari pertama tahun baru ini kita bergegas bersama para gembala menemui Yesus Raja Damai, dan Maria Ratu Damai. Perdamaian dunia mulai dari damai di hati setiap orang, di dalam keluarga, di lingkungan. Damai terwujud bila kita saling memberkati, mengharapkan dan memberi yang terbaik kepada sesa-ma. Bukankah kita semua anak-anak Bapa yang sama, maka kita bersaudara, apa pun bangsa, suku dan agama kita. Selamat Tahun Baru 2013!

Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya (Mzm 67:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
21  Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

29 December 2012

Renungan Harian, 29 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu (Luk 2:22-35)

Berkat imannya yang teguh, Simeon dapat “melihat” bahwa Bayi yang diasuh kedua orang tua sederhana itu adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Dengan spontan Simeon menyambut dan menatang Bayi yang berada dipangkuan Maria. Dengan hati yang meluap luap dan kepenuhan Roh Kudus Simeon mengucapkan Kidungnya yang terkenal : Sekarang Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini pergi sesuai dengan firman-Mu, karena telah melihat keselamatan yang dari padaMu. Ketika mencapai usia senja, kita dapat meneladan Simeon yang hidup benar dengan doa dan matiraga sehingga boleh melihat Yesus, sebelum tenggelam dalam keabadian.

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35  —dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri—,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

25 December 2012

Renungan Harian, 25 Desember 2012 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan (Luk 2:1-14)

Dengan kelahiran Yesus, Allah yang tak kelihatan mendapat wujud.  Anak Allah turun ke dalam jurang kesengsaraan manusia untuk membawa kita kepada diri-Nya dan meninggikan kita. Kita bisa menghayati itu semua bila kita beriman kepada-Nya, membuka hati untuk menerima Dia sebagai Raja Penyelamat. Datanglah, Tuhan, lahirlah kembali dalam hati kami. Selamat Natal. Imanuel,  Allah beserta kita!

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, di hadapan TUHAN, sebab Ia datang (Mzm 96: 11.13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendafta
rkan semua orang di seluruh dunia.
2  Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
3  Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
4  Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, —karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud—
5  supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
6  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
8  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

24 December 2012

Renungan Harian, 24 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-79)

Itulah panggilan Yohanes, untuk itu ia lahir. Ia harus mewartakan kedatangan Tuhan, menyiapkan hati orang lewat pertobatan agar bisa menerima Yesus Penyelamat. Tugas Yohanes adalah juga tugas kita. Menurut Paus Benediktus, tak ada prioritas yang lebih besar daripada menolong orang bertemu dengan Yesus. Kita membuka jalannya dengan menyapa orang susah, kesepian, orang yang mencari arti hidup. Satu sapaan ramah bisa membuka persahabatan yang membawa kepada perjumpaan dengan Kristus.

Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. (Mzm 89:29)

Bacaan Lengkap hari ini :

67  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70  —seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus—
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

23 December 2012

Renungan Harian, 23 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Dalam “Tahun Iman” ini kita diajak menemu-kan kembali iman kita sebagai anugerah yang berharga. Iman memampukan kita melihat rencana Tuhan yang indah buat kita masing-masing. Iman membuat kita berjumpa dan berpaut dengan Tuhan, berserah diri secara utuh kepada kehendak-Nya. Maka kita menjadi alat di tangan Tuhan demi keselamatan kita dan dunia. Iman yang demikian adalah iman yang hidup, yang menghasilkan buah kasih, keadilan dan damai bagi Kerajaan Allah.

Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami. (Mzm 80:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

22 December 2012

Renungan Harian, 22 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46-56)

Dengan ketulusan dan kerendahan hati Maria melambungkan pujian bagi Allah. Karena ia sadar akan kerendahannya dihadapan Allah, ia ingin mempersembahkan dirinya apa adanya. Kita kadang terlalu banyak berbicara namun tidak ada tindakan konkrit, maka kita perlu belajar dari Bunda Maria, bagaimana menggunakan suara hati kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tiga hari lagi kita akan merayakan kelahiran Yesus. Apa yang telah kita persiapkan? Sudahkah kita mempersiapkan hati kita dengan benar?

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. (1 Sam 2:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya

21 December 2012

Renungan Harian, 21 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus (Luk 1:39-45)

Bagaimana supaya kita dipenuhi Roh Kudus? Mohonlah kepada Bapa agar Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Bersama Bunda Maria kita berdoa agar bersama dia kita memperoleh karunia Roh Kudus. Bersama Bunda Maria juga kita berharap agar pengalaman Elisabet juga menjadi pengalaman kita. Tanpa Roh Kudus tidak mungkin Elisabet mampu berkata seperti ayat diatas. Semoga kita dapat menyambut kelahiran Yesus yang adalah Tuhan dengan penuh sukacita.

Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! (Mzm 33:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

20 December 2012

Renungan Harian, 20 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Luk 1:26-38)

Kalau lansia yang mandul bisa melahirkan, tidak mustahil juga seorang perawan tanpa suami melahirkan. Bagi Allah yang Mahakuasa tak ada hal yang mustahil. Maria mengandung bukan dari lelaki melainkan dari kuasa Roh Kudus. Nubuat Yesaya yang menimbulkan banyak pertanyaan, menjadi terang benderang dalam kelahiran Yesus Kristus. Dia yang kudus menjadi salah satu dari kita untuk menjadikan kita umat yang kudus.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

19 December 2012

Renungan Harian, 19 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” (Luk 1:5-25)

Pertanyaan Zakharia membuahkan hukuman dari Allah kepada dia. Kisah ini meminta kita untuk tidak banyak bertanya dalam hal beriman. Iman pada Allah dasarnya adalah sikap menerima tanpa syarat. Pertanyaan pertanyaan yang kita lontarkan kadang justru membuat kita ragu dan tidak percaya kepada Allah. Kita harus mengimani dengan sikap menerima dan berani merenungkan peristiwa yang kita alami  di dalam hati. Agar kehendak Allah terjadi dalam perjalanan hidup kita.

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mzm 71:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress