Renungan Harian

9 March 2013

Renungan Harian, 9 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Luk 18:9-14)

Begitulah nasib orang yang menyombongkan diri. Ia akan dibenci oleh Allah. Ya, orang yang sombong akan “dimusuhi” oleh Allah karena sebenarnya, ia hendak menyamai Allah dengan kesombongannya. Dengan menyebut nyebut dosa dan kelemahan orang lain, ia secara tidak lansung hendak mengatakan bahwa dirinya jauh dari dosa. Siapakah yang tidak berdosa selain Allah? Tuhan melihat hati yang tulus, rendah hati, yang mau mengakui segala dosa dan kekurangannya.

Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. (Mzm 51:18)

Bacaan lengkap hari ini :

9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
10  “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12  aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

7 March 2013

Renungan Harian, 7 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” (Luk 11:14-23)

Kebahagiaan hidup kita terletak didalam Allah. Semua bisa kita peroleh hanya dengan membiarkan Dia menjadi Allah bagi kita; dengan mendengarkan Dia dan mengikuti perintah-perintah-Nya. Kita tinggal bersama Dia dan biarkan Dia mengatur hidup kita dan memberikan kebahagiaan kepada kita. Jangan melawan Dia melainkan kita jadikan Allah ujung tombak dari segala perjuangan dan pergumulan hidup kita.

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
15  Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
16  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
17  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
18  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
19  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
20  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
21  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
22  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
23  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

4 March 2013

Renungan Harian, 4 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. (Luk 4:24-30)

Penolakan merupakan sikap tidak menerima perbedaan; juga berarti tidak ada penghormatan terhadap seseorang. Penolakan terhadap Yesus terjadi karena Yesus tidak sesuai dengan gambaran yang mereka harapkan. Banyak juga diantara kita yang lebih menghargai budaya, kebiasaan dan produk luar negeri daripada produk dalam negeri. Jika ini terjadi sebenarnya kita sudah menjadi orang orang yang menolak Yesus. Orang yang mencintai Yesus adalah orang yang dapat menghargai, menghormati dan menerima setiap perbedaan. Kita layak tetap mencintai Yesus, selamanya. Jangan pernah menolak Dia.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Renungan Harian, 4 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. (Luk 4:24-30)

Penolakan merupakan sikap tidak menerima perbedaan; juga berarti tidak ada penghormatan terhadap seseorang. Penolakan terhadap Yesus terjadi karena Yesus tidak sesuai dengan gambaran yang mereka harapkan. Banyak juga diantara kita yang lebih menghargai budaya, kebiasaan dan produk luar negeri daripada produk dalam negeri. Jika ini terjadi sebenarnya kita sudah menjadi orang orang yang menolak Yesus. Orang yang mencintai Yesus adalah orang yang dapat menghargai, menghormati dan menerima setiap perbedaan. Kita layak tetap mencintai Yesus, selamanya. Jangan pernah menolak Dia.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

3 March 2013

Renungan Harian, 3 Maret 2013 – Hari Minggu Prapaskah III

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

 Pohon ara yang tidak berbuah

mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Luk 13:1-9) Pohon ditanam supaya menghasilkan buah yang manis dan lezat. Kalau dia tidak berbuah, wajarlah ditebang saja untuk diganti dengan pohon lain. Pohon ara itu melambangkan hidup kita. Secara ekonomis saja, berapa biaya sudah saya habiskan sejak lahir sampai detik ini? Secara rohani, berapa banyak rahmat, anugerah, kasih sayang, perhatian dan pengorbanan yang diberikan Tuhan melalui orang-orang kepadaku? Buah-buah apa yang sudah saya hasilkan sebagai tanda syukurku? Jangan tunggu, waktunya singkat.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Mzm 103:8

Bacaan lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
2  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
3  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
4  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
5  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”
6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

25 February 2013

Renungan Harian, 25 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36-38)

Yesus telah memberikan diri sepenuhnya kepada kita sahabat sahabat-Nya. Itulah kemurahan hati Yesus, yang menghadirkan kemurahan hati Bapa. Sahabat sejati akan terbukti dalam berbagai keadaan, dalam suka dan duka. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”(Ams 17:17) Persaudaraan sejati harus berani membuang segala gengsi diri. Orang yang rendah hati dan murah hati, siap berkurban, dapat menjadi sahabat yang sejati. Itulah jaminan hidup bahagia.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.
37  “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

24 February 2013

Renungan Harian, 24 Februari 2013 – Minggu Prapaskah II

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” (Luk 9:28b-36)

Hanya itu yang diminta Bapa dari kita, yakni mendengarkan Putra-Nya. Sabda Yesus membawa kepada kehidupan dan keselamatan kekal. Anak  Allah menjadi manusia untuk memperkenalkan kita dengan Bapa. Ia memberi kesaksian tentang Bapa yang teramat mengasihi manusia, sehingga Ia mengutus Putra-Nya yang adalah Jalan, Kehidupan dan Kebenaran. Dengan mengikuti jalan yang menuju kehidupan dan kebenaran itu, sampailah kita kepada persatuan dengan Bapa, sumber kebahagiaan kekal. Untuk itulah kita diciptakan, dan itulah makna hidup kita dengan segala suka dukanya.

Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! (Mzm 27:14)

Bacaan Lengkap hari ini :

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
29  Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
30  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
31  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
32  Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
33  Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
34  Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
35  Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.
36  Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

20 February 2013

Renungan Harian, 20 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka menghendaki suatu tanda (Luk 11:29-32)

Di Eropa makin banyak orang jauh dari Tuhan, semuanya karena mereka melihat tidak ada tanda jelas tentang makna agama bagi dirinya. Kita dipanggil untuk menjadi tanda bagi angkatan jaman sekarang ini bahwa Allah memang ada dan Yesuslah Jalan Kebenaran dan Hidup satu satunya. Tapi sebelum memberi kesaksian, kita sendiri harus mempunyai keyakinan teguh akan Allah yang hidup itu. Caranya, dengan menampilkan gaya dan sikap hidup yang sesuai dengan tuntutan Tuhan, yaitu hidup dalam kasih. Mari kita menjadi tanda yang mengakui Yesus, Putra Allah yang Tunggal. Dengan menghadirkan cara hidup yang guyub dalam damai dan kasih.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

29  Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
30  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
31  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
32  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

17 February 2013

Renungan Harian, 17 Februari 2013 – Hari Minggu Prapaskah I

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya (Luk 4:1-13)

Setan sangat licik. Ia juga tahu Kitab Suci dan memakainya untuk menjatuhkan kita. Itulah bahayanya hafal kitab suci sepenggal-sepenggal. Perlu tahu keseluruhannya sehingga bisa menempatkan satu ayat dalam konteksnya. Kitab Suci yang berisi Sabda kehidupan memungkinkan kita berjumpa dengan Allah yang hidup. Ia mengundang kita untuk hidup dalam persatuan dengan Dia. Bila kita demikian bersatu dengan Allah, Iblis mesti mundur dan tak ada satu kejahatan pun yang mampu menjatuhkan kita.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. (Mzm 91:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
2  Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
3  Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”
4  Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
5  Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
6  Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
7  Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”
8  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
9  Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
10  sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
11  dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
12  Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
13  Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

16 February 2013

Renungan Harian, 16 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32)

Kita semua, adalah orang berdosa. Jiwa kita terluka. Kita butuh pengampunan dan penyembuhan Tuhan. Ironis sekali bahwa orang Farisi menganggap diri benar. Mereka tidak merasa dirinya manusia berdosa seperti para pemungut cukai. Model orang Farisi di masa Yesus tetap ada sampai dewasa ini. Banyak orang merasa tidak perlu mengaku dosa karena ‘tidak punya dosa’. Mereka tidak ingin berjumpa dengan Allah Maharahim yang dalam Sakramen Rekonsiliasi membuka tangan-Nya untuk merangkul orang berdosa.

Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. (Mzm 86:5)

Bacaan lengkap hari ini :

27  Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
28  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
29  Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30  Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
31  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress