Renungan Harian

7 September 2013

Renungan Harian, 7 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Luk 6:1-5)

Hukum dibuat agar manusia dapat hidup dan meluhurkan hidup itu. Lebih dari itu, hukum dibuat agar manusia dapat memuliakan Sang Empunya kehidupan, Allah sendiri. Dialah hukum tertinggi, Dialah Sang Hukum. Tiada yang lebih tinggi daripada Allah dan kasih-Nya. Karenanya, hukum yang terutama adalah hukum kasih. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kita dipanggil untuk hidup seturut hukum kasih-Nya, agar sang Kasih sungguh hadir ditengah kita dan semua orang menikmati kasih-Nya dan hidup bahagia.

Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Mzm 54:4

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
2  Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
3  Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”
5  Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

6 September 2013

Renungan Harian, 6 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” (Luk 5:33-39)

Sikap iri hati orang Farisi dan akhli Taurat menyebabkan mereka berpandangan sempit tentang puasa dan berdoa. Iri hati adalah salah satu dari tujuh dosa pokok. Kita semua memiliki sifat iri hati dalam diri kita. Entah sadar atau tidak, kitapun sering melakukannya. Iri hati timbul dari rasa kurang bersyukur atas apa yang diterima dan dimilikinya. Kiranya dalam Tahun Iman ini kita tingkatkan persahabatan dengan Yesus. Buang jauh-jauh sikap iri hati, karena hidup ini indah dan membahagiakan jika tidak disertai oleh rasa iri hati.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 100:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

33  Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
35  Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
36  Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
37  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
38  Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
39  Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.

5 September 2013

Renungan Harian, 5 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk 5:1-11)

Yesus melakukan mujizat agar orang beriman. Kebenaran ini nampak dalam diri Simon. saat melihat karya Yesus yang ajaib, ia tersungkur didepan Yesus. Rasa imannya mendorong dia menyadari kelemahan dan dosa-dosanya. Pertobatannya menjadi tanda iman yang besar akan kuasa Yesus. Hari ini Yesus mengajar kita bahwa salah satu tanda iman adalah pertobatan. Bertobat bukan karena takut akan hukuman, melainkan karena beriman. Bertobat yang dilandaskan pada rasa takut akan hukuman, bukan pertobatan sempurna. Mari kita bangun sikap tobat sejati yang terbentuk karena iman.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

4 September 2013

Renungan Harian, 4 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. (Luk 4:38-44)

Egoisme, merasa Yesus bermanfaat bagi mereka, maka penduduk Kapernaum menahan Yesus untuk tidak pergi. Ketika kita sudah senang dan berbahagia ada didalam Yesus, kita lupa untuk membagikan Yesus kepada orang lain. Kita tidak memiliki kerinduan agar orang lain juga dapat menerima Yesus. Ketidak relaan untuk membagikan Yesus kepada orang lain membuat kita menjadi egois dan tidak bisa mengerti isi hati Yesus. Kita harus menyadari bahwa Yesus selalu hadir dalam hidup kita, agar kita pun dapat membawa kehadiran Yesus bagi orang lain.

aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 52:10)

Bacaan lengkap hari ini :

38  Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
39  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
40  Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
41  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
42  Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
43  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
44  Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

3 September 2013

Renungan Harian, 3 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Gregorius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Luk 4:31-37)

Kuasa kegelapan mampu menyebut nama Yesus, dan juga tahu  Yesus adalah Yang Kudus. Maka janganlah gelisah atau bingung, kalau kuasa kegelapan mampu menembus Gereja Tuhan yang satu dan kudus itu. Janganlah kaget, bila melihat kuasa kegelapan juga masuk dalam gereja, ketika umat Allah hendak merayakan Ekaristi kudus. Janganlah gelisah dan kuatir, karena memang itulah realitas kehidupan dunia dewasa ini. Sebagai anak Tuhan, kita ditetapkan untuk beroleh keselamatan. Karena itu , kita harus saling menasihati, saling membangun dan saling menguduskan untuk memuliakan Nama Tuhan.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
32  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
33  Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
34  ”Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.
35  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
36  Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”
37  Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

2 September 2013

Renungan Harian, 2 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. (Luk 4:16-30)

Yesus telah membangkitkan kemarahan banyak orang dalam rumah ibadat. Tetapi apakah Yesus takut? Sama sekali tidak. Darimanakah keberanian yang dimiliki Yesus? Ia berkata, “Roh Tuhan ada padaKu, Ia telah mengurapi Aku” Inilah kekuatan dan alasan yang membuat Yesus berani bersaksi, menegur dan didikan tanpa ada keraguan atau ketakutan sedikitpun. Kitapun membutuhkan keberanian untuk percaya pada sabda Yesus. Yesus mengatakan Roh Tuhan ada padaKu. Percayalah bahwa Roh Tuhan juga ada pada kita. Roh Tuhan jauh lebih besar dan lebih kuat dari roh apapun.

 Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. Mzm 96:13

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  ”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
23  Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

1 September 2013

Renungan Harian, 1 September 2013 – Minggu Kitab Suci Nasional

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. (Luk 14:1.7-14)

Bukan maksud Yesus memberi pelajaran tentang sopan santun, melainkan tentang kerendahan hati. Masing-masing dari kita suka dihormati. Untuk bisa dihormati, kita perlu menjadi orang “terhormat.” Orang terhormat selalu dan di mana saja menghormati orang lain, siapa pun dia. Tidak menggeser orang lain yang sudah antri lebih dulu, tapi dengan sopan berdiri di paling belakang antrian. Orang rendah hati selalu menganggap orang lain lebih dari dirinya, dan memberi prioritas kepadanya. Orang seperti itulah yang dihormati dan ditinggikan.

dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah. (Mzm 68:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
8  ”Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
9  supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
10  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
11  Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

25 August 2013

Renungan Harian, 25 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Luk 13:22-30)

Bersama Roh Kudus, kita harus berjuang demi tegaknya iman dan Gereja. Kita mengingatkan sesama yang malas agar kembali kepangkuan Gereja. Kita wujudkan bersama persekutuan umat beriman yang berdaya guna bagi kesejahteraan bersama. Semuanya itu adalah usaha yang sangat berat dan sulit, tetapi kita percaya bahwa Roh Kudus selalu meneguhkan perjuangan kita ini. Bagaimana dengan diri kita sendiri. Kita harus berjuang melewati jalan yang sempit dan menghadirkan rahmat Allah di tempat kita masing-masing. Agar kita menjadi pembawa kabar keselamatan bagi banyak orang.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
24  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
25  Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
26  Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
27  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
28  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
29  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
30  Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

18 August 2013

Renungan Harian, 18 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.(Luk 12:49-53)

Pernyataan itu mengejutkan. Bukankah Yesus itu Raja damai, dan menginginkan semua pengikut-Nya hidup dalam damai? Benar! Pertentangan itu bukan dari Yesus melainkan reaksi orang terhadap Yesus. Misalnya, dalam satu keluarga ibu dan anak bungsu menjadi pengikut Kristus. Itu ditentang oleh bapak dan anak-anak yang lain. Jadilah perpecahan di dalam keluarga. Yesus tidak pernah memaksa dan atau memakai kekerasan. Ia mengajar kita mengasihi dan meng-ampuni juga orang-orang yang memusuhi, menentang dan menindas kita.

Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. (Mzm 40:2)

Bacaan lengkap hari ini :

49  ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
50  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
52  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
53  Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

11 August 2013

Renungan Harian, 11 Agustus 2013 – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:39-56)

Kunjungan Maria kerumah Elisabet sangat mengejutkan Elisabet. Kunjungan secara fisik memungkinkan orang membantu yang dikunjungi dengan lebih nyata. Kita bisa mengunjungi sahabat melalui internet atau HP, tetapi tidak mungkin bisa memberikan bantuan secara nyata. Kunjungan secara fisik memungkinkan orang memahami secara utuh keberadaan orang yang dikunjungi. Sehingga memungkinkan makin tumbuhnya simpati dan empati. Kunjungan Maria kerumah Zakharia untuk mengunjungi Elisabet saudaranya telah membuktikan bahwa kunjungan persaudaraan sangatlah penting.

sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 45:17)

Bacaan lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress