Renungan Harian

15 November 2012

Renungan Harian, 15 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah”(Luk 17:20-25)

Kedatangan Yesus kedunia menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah ditengah tengah kita. Allah meraja di dalam hati kita masing masing. Namun sering kita tidak menyadari kehadiran-Nya. Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri. Kita kurang membuka diri bagi sesama dan lingkungan sekitar. Sikap ini harus segera kita ubah. Kita harus menyadari kehadiran Roh Tuhan dalam hidup kita. Bisa dekat dan bersatu dengan Tuhan adalah berkat yang luar biasa.

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya (Mzm 146:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”
22  Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
23  Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
24  Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
25  Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

14 November 2012

Renungan Harian, 14 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” (Luk 17:11-19)

10 orang kusta disembuhkan Yesus, hanya 1 yang berterimakasih. Bukankah kita juga sering meminta kepada Allah, tetapi setelah diberi, kita lupa bersyukur. Disamping ucapan syukur dalam doa, ucapan syukur yang mendalam adalah berusaha menjadi seperti Dia yang berbaik hati kepada kita. Itulah ucapan syukur yang paling berarti. Caranya adalah mencoba berbaik hati kepada orang orang yNg dicintai-Nya, yaitu orang miskin. Melalui usaha ini, kita sudah menjadi tanda dan penyalur kasih Tuhan.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

12 November 2012

Renungan Harian, 12 Nopember 2012 – Peringatan Wajib Santo Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Luk 17:1-6)

Kita mesti sempurna seperti Bapa dalam hal mengampuni. Dengan mengampuni kita ikut ambil bagian sebagai penyalur rahmat Allah yang Maharahim. Seorang yang mengampuni, dia akan mengalami rasa syukur, kelegaan, kedamaian hati dan kebahagiaan yang mendalam sebagai anak anak Allah yang telah dicintai tanpa syarat. Segalanya akan berlimpah dan hati menjadi lepas bebas.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Mzm 24:6)

Bacaan lengkap hari ini :

1  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

8 November 2012

Renungan Harian, 8 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Dalam hidup kita sering merasa marah, kecewa, dendam, pada orang yang berbuat jahat atau menyakiti hati kita. Orang orang ini membuat kita tertekan, sakit dan tak nyaman. Hanya satu yang Yesus katakan. Dia dan seluruh isi surga akan bersukacita jika ada satu orang berdosa yang bertobat. Saat itu  Yesus mengajak kita untuk berpesta. Pesta yang penuh makna, karena orang yang menyakiti kita sudah bertobat. Bagaimana itu terjadi? Tanpa kenal lelah, kita mendekati dia yang berbuat jahat dan memberikan kasih serta pengampunan Yesus kepadanya.

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! (Mzm 105:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

7 November 2012

Renungan Harian, 7 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? (Luk 14:25-33)

Yesus menyarankan mereka yang mau mengikuti Dia supaya “berhitung” dulu kesiapannya. Jangan sampai mereka mundur ditengah jalan.  Dalam hal ini sudah sepantasnya kita bersyukur bahwa kita dilahirkan dari sebuah keluarga yang telah membentuk pondasi iman kita, sehingga kita tidak perlu berhitung lagi untung rugi ikut Yesus. Kita hanya perlu memperkuat pondasi iman kita dengan memperkaya pemahaman akan kehidupan Kristiani yang benar.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

5 November 2012

Renungan Harian, 5 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu  (Luk 14: 12-14)

Seorang pemulung menabung selama 3 tahun untuk dapat ikut memberikan hewan kurban. Kisah ini langsung menjadi berita menghebohkan, karena si miskin memberi kurban senilai 3 juta rupiah.  Kisah nyata ini harusnya membuat kita malu, betapa si pemulung yang sudah tidak punya arti di masyarakat, masih berusaha memberi arti hidupnya kepada Tuhan-Nya dengan melakukan ibadah yang terbaik. Dia tidak berpikir tentang pendapat masyarakat, dia hanya ingin mendapat balasan dari Tuhan junjungan-Nya. Mari kita meneladani si pemulung dengan berbuat baik secara tulus.

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku (Mzm 131 :2)

Bacaan Lengkap hari ini:

12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

30 October 2012

Renungan Harian, 30 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” (Luk 13:18-21)

Bila ragi dapat merubah secara negatif dalam hal orang Farisi , ternyata ragi juga bisa merubah segala sesuatu menjadi sangat positif bagi menggambarkan Kerajaan Allah. Pengaruh positif apa yang dapat kita berikan untuk pertumbuhan Kerajaan Allah? Tidak lain adalah doa. Berdoa dalam peristiwa peristiwa setiap hari dan setiap saat. Semua bentuk doa dapat menjadi ragi, yang dengannya Tuhan membandingkan dengan Kerajaan Allah. Selama Tahun Iman ini, mari kita makin meresapi situasi biasa sehari hari dengan doa doa kita.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
19  Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”
20  Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
21  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

29 October 2012

Renungan Harian, 29 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, (Luk 13:10-17)

Hukum Sabat wajib dirayakan dengan menghentikan pekerjaan harian. Tapi Yesus mengintervensi larangan itu, bukan meniadakan tetapi menyempurnakan. Apa alasan-Nya? Hukum bukanlah sebagai tujuan hidup manusia, tapi sebagai sarana mencapai keselamatan. Alasan lain adalah Yesus secara lansung menyingkap kemunafikan orang Israel, karena pada hari Sabat mereka sebenarnya juga bekerja memberi makan ternaknya. Dan yang ketiga, Yesus memberikan sentuhan kasih kepada ibu yang 18 tahun kerasukan roh. Utamakan kasih dalam setiap tindakan kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
11  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
12  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.”
13  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
14  Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”
15  Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
16  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”
17  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

27 October 2012

Renungan Harian, 27 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. (Luk 13:1-9)

Pertobatan adalah harga mati, syarat utama untuk selamat. Tanpa tobat hidup akhirat akan terasa berat. Hidup didunia tidak bisa disamakan dengan hidup dialam baka. Karena kenikmatan atau penderitaan di dunia fana belum tentu berlanjut di alam baka. Karena itu pertobatan terus menerus adalah kunci sukses untuk mendapat kehidupan surgawi. Yesus mengajak orang yang bercerita kepadanya untuk introspeksi dirinya, agar tidak mendapat celaka seperti orang Galilea. Tuhan selalu sabar mengingatkan dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk melakukan refleksi dan pertobatan.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
2  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
3  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
4  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
5  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
6  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
9  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

26 October 2012

Renungan Harian, 26 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar (Luk 12:54-59)

Bukan hanya mereka yang hidup dijaman Yesus tidak tahu memutuskan apa yang benar. Zaman ini juga masih banyak orang yang tidak tahu bahwa berdamai dengan sesama atau keluarga adalah satu tindakan yang benar. Kita punya kebiasaan membiarkan relasi kurang harmonis berlarut larut dan membuat perasaan sangat tidak enak dalam hati mereka. Seandainya saja kita tahu apa yang benar! Kita pasti hidup dalam damai, sukacita dan bahagia. mari kita membiarkan diri dibimbing Roh Kudus agar mampu memutuskan apa yang benar untuk dilakukan dan juga hidup secara benar.

“Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”  (Mzm 24:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

54  Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56  Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
57  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
58  Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
59  Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress