Renungan Harian

14 February 2013

Renungan Harian, 14 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. (Luk 9:22-25)

Menyangkal diri tidak berarti menyiksa diri, tetapi mengatakan “tidak” pada nafsu serakah, gila hormat dan kuasa. Melepaskan itu menjadikan kita manusia yang lebih utuh dan bahagia. Tiap orang pasti mempunyai masalah entah apa itu. Itulah salib kehidupan. Kita bisa menolaknya, berontak, marah, putus asa atau mengeluh. Yesus mengajak kita memikulnya setiap hari dengan sabar, tekun dan tabah. Mungkin sendirian kita tidak kuat, tetapi bersama Yesus kita sampai ke tujuan.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

3 February 2013

Renungan Harian, 3 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 4:21-30)

Mata semua orang di rumah ibadat itu tertuju kepada Yesus. Kata-kata-Nya mengalir indah mempesona. Yesus tidak sekedar membaca nubuat, tapi menjadikan itu kenyataan dalam diri-Nya. Dialah yang diurapi untuk menyampai-kan kabar baik kepada orang miskin, diutus untuk membebaskan orang tawanan, membuat orang buta melihat. Apakah Yesus diterima dengan sorak sorai? Tidak! Malah Ia ditolak. Sampai hari ini pun masih banyak yang  menolak Dia, padahal Ia pembawa keselamatan.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini:

21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
23  Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

27 January 2013

Renungan Harian, 27 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku”, (Luk 1:1-4; 4:14-21)

Roh Tuhan juga kita terima lewat Pembaptisan. Oleh rahmat Pembaptisan kita dikaruniai Roh Kudus supaya kita berani menyampaikan kabar baik kepada orang lain dan membuat mereka percaya akan Allah; berani membebaskan orang orang yang teraniaya, juga mereka yang tertawan oleh kekuasaan, jabatan dan apapun yang membuat orang lupa akan Tuhan. Tugas kita sebagai orang Kristen yang telah dilengkapi dengan karunia Roh Kudus adalah memberikan pembebasan kepada mereka dan penglihatan kepada mereka yang kurang percaya supaya semakin mengimani Allah. Yakinlah, Roh Kudus ada pada kita.

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
15  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

13 January 2013

Renungan Harian, 13 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Luk 3:15-16, 21-22)

Hari ini adalah pesta Pembaptisan Tuhan. Pada hari ini Yesus dilantik menjadi Anak sekaligus Hamba Allah yang mewartakan kabar baik kepada orang miskin dan menderita. Perutusan dan ke-Allahan-Nya dimaklumkan justru pada saat Dia merendahkan diri. Betapa tak terpahaminya jalan Allah itu. Mari kita bergaul terus dengan Tuhan yang rendah hati, agar kitapun menjadi rendah hati dan diangkat menjadi pembebas bagi yang miskin dan menderita, lewat apa pun yang kita kerjakan.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak Mzm (104:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
16  Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
21  Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
22  dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

11 January 2013

Renungan Harian, 11 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Luk 5:12-16)

Hari ini kita belajar pada seorang kusta. Ia memohon dengan penuh kerendahan hati karena sadar bahwa keinginannya belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia ingin sembuh, tapi itu baru terjadi jika Tuhan berkenan. Ada tiga jawaban atas doa permohonan kita. Ya; nanti dulu dan tidak. Semua tergantung kepada Tuhan kapan menjawab ya dan kapan menjawab tidak. Pada saat membutuhkan pertolongan, kita 100% mengandalkan Tuhan, meski kita tahu bahwa keputusan ada ditangan-Nya. Karenanya alangkah baiknya jika kita menambahkan doa kita dengan satu kalimat doa : Jika Engkau berkenan”

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
13  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
14  Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
15  Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
16  Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

10 January 2013

Renungan Harian, 10 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku”(Luk 4:14-22a)

Setelah Yesus berpuasa 40 hari dan dicobai iblis dipadang gurun, Yesus berkotbah di Bait Allah. Saat itulah Ia menggenapi nubuat Yesaya tentang penyelamat manusia. Karya keselamatan Allah menjadi hak setiap insan manusia. Namun, kita bebas menerima atau menolak kesempatan baik itu, karena Allah tidak pernah memaksakan kehendak-Nya. Orang yang membuka hati, pasti akan selamat menikmati rahmat-Nya yang melimpah. Maka utamakan selamat!

Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. (Mzm 72:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
15  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya,

1 January 2013

Renungan Harian, 1 Januari 2013 – Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, Hari Perdamaian Sedunia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (Luk 2:16-21)

Pada hari pertama tahun baru ini kita bergegas bersama para gembala menemui Yesus Raja Damai, dan Maria Ratu Damai. Perdamaian dunia mulai dari damai di hati setiap orang, di dalam keluarga, di lingkungan. Damai terwujud bila kita saling memberkati, mengharapkan dan memberi yang terbaik kepada sesa-ma. Bukankah kita semua anak-anak Bapa yang sama, maka kita bersaudara, apa pun bangsa, suku dan agama kita. Selamat Tahun Baru 2013!

Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya (Mzm 67:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
21  Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

29 December 2012

Renungan Harian, 29 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu (Luk 2:22-35)

Berkat imannya yang teguh, Simeon dapat “melihat” bahwa Bayi yang diasuh kedua orang tua sederhana itu adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Dengan spontan Simeon menyambut dan menatang Bayi yang berada dipangkuan Maria. Dengan hati yang meluap luap dan kepenuhan Roh Kudus Simeon mengucapkan Kidungnya yang terkenal : Sekarang Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini pergi sesuai dengan firman-Mu, karena telah melihat keselamatan yang dari padaMu. Ketika mencapai usia senja, kita dapat meneladan Simeon yang hidup benar dengan doa dan matiraga sehingga boleh melihat Yesus, sebelum tenggelam dalam keabadian.

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35  —dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri—,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

25 December 2012

Renungan Harian, 25 Desember 2012 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan (Luk 2:1-14)

Dengan kelahiran Yesus, Allah yang tak kelihatan mendapat wujud.  Anak Allah turun ke dalam jurang kesengsaraan manusia untuk membawa kita kepada diri-Nya dan meninggikan kita. Kita bisa menghayati itu semua bila kita beriman kepada-Nya, membuka hati untuk menerima Dia sebagai Raja Penyelamat. Datanglah, Tuhan, lahirlah kembali dalam hati kami. Selamat Natal. Imanuel,  Allah beserta kita!

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, di hadapan TUHAN, sebab Ia datang (Mzm 96: 11.13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendafta
rkan semua orang di seluruh dunia.
2  Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
3  Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
4  Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, —karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud—
5  supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
6  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
8  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

24 December 2012

Renungan Harian, 24 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-79)

Itulah panggilan Yohanes, untuk itu ia lahir. Ia harus mewartakan kedatangan Tuhan, menyiapkan hati orang lewat pertobatan agar bisa menerima Yesus Penyelamat. Tugas Yohanes adalah juga tugas kita. Menurut Paus Benediktus, tak ada prioritas yang lebih besar daripada menolong orang bertemu dengan Yesus. Kita membuka jalannya dengan menyapa orang susah, kesepian, orang yang mencari arti hidup. Satu sapaan ramah bisa membuka persahabatan yang membawa kepada perjumpaan dengan Kristus.

Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. (Mzm 89:29)

Bacaan Lengkap hari ini :

67  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70  —seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus—
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress