Renungan Harian

17 September 2014

Renungan Harian, 17 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. (Luk 7:31-35)

Ungkapan ini menggambarkan bagaimana hati manusia tertutup rapat akan kedatangan Kerajaan Allah dan sama sekali tidak perduli akan kunjungan Allah yang telah menjadikan kita makhluk pilihan. Banyak diantara kita yang menolak untuk bertobat, kita lebih rajin mencari alasan untuk menolak daripada bekerja sama dengan Allah. Namun kebijaksanaan Allah membuktikan kebenaran-Nya dalam hidup orang yang menerima pertobatan. Ternyata memang sulit merubah orang yang tegar hati. Berdoa adalah salah satu caranya.

(Mazmur 33:2-3.4-5.12.22)
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
3  Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
4  Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
5  Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

16 September 2014

Renungan Harian, 16 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus dan Santo Siprianus, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Allah telah melawat umat-Nya.” (Luk 7:11-17)

Kita semua belum pernah berjumpa dengan Tuhan. Namun jauh didalam lubuk hati, kita rindu ingin berjumpa dengan-Nya. Meski dalam kenyataan kita baru bisa berjumpa dengan Tuhan saat kita sudah mati, namun Tuhan punya cara agar Ia dapat kita jumpai setiap saat. Ada yang dijumpai saat dalam kesedihan; ada yang dijumpai saat sukacita dan banyak cara dari merenung, berdoa. Hari ini kita merayakan St. Kornelius dan St. Siprianus dua sahabat. Keberanian dan iman yang teguh itu tak mungkin ada jika mereka tidak lebih dahulu berjumpa dengan Tuhan. Mari kita mohon, agar diberi kepekaan sehingga kita dapat berjumpa dengan Tuhan.

(Mazmur 100:2.3.4.5)
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Ny
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Lengkap hari ini:
11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

13 September 2014

Renungan Harian, 13 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik: (Luk 6:43-49)

Semua karunia, talenta, kesempatan, energi dan segala sesuatu dalam hidup kita hendaknya digunakan untuk tujuan apa Allah menciptakan kita. Kita masing-masing akan memainkan peranan khas yang Allah rancang bagi kita. Jika kita tidak memberikan buah yang baik, unik dan khas bagi Gereja, maka buah itu tidak akan ada. Maka, kenalilah unsur unsur baik dalam diri kita dan kembangkan semuanya demi kemuliaan Allah.

(Mazmur 116:12-13.17-18)
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

Bacaan Lengkap hari ini:
43  “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
44  Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
45  Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”
46  “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
47  Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya  —  Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan  — ,
48  ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
49  Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

12 September 2014

Renungan Harian, 12 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah orang buta menuntun orang buta? (Luk 6:39-42)

Kita adalah seperti orang buta yang meminta tuntunan dari orang buta juga guna mengerti tentang kehidupan. Jangan kita mengandalkan kekuatan sendiri ketika kita berusaha tamat dalam pelajaran tentang kebahagiaan, kebaikan hati dan kebijaksanaan hidup. Yesus lah Guru sejati dari pelajaran ini. Jangan belajar dari sumber lain, belajarlah dari Injil. Sudahkah kita mempunyai Alkitab dirumah? Ingatlah bahwa guru dan buku adalah jendela ilmu, sedangkan Kitab Suci adalah jendela Surga yang akan menuntun kita yang buta menjadi celik matanya.

(Mazmur 84:3-6.12)
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Bacaan Lengkap hari ini:
39  Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
40  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
41  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
42  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

11 September 2014

Renungan Harian, 11 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk 6:27-38)

Siapakah musuh kita? Pertama adalah orang yang kita jadikan musuh, karena kita menganggap mereka sebagai musuh. Kedua, mereka yang menjadikan kita sebagai musuh. Bagaimana kita dapat mengasihi musuh? Hanya dengan memahami siapa musuh kita. Menerima manusia apa adanya, karena tidak ada orang yang sempurna. Dan mengampuni, bila kita dapat menerima manusia apa adanya maka kita akan mampu mengampuni.  Kasih yang diajarkan Yesus sangat berbeda dengan kasih yang dikenal dunia. Karena kasih yang diajarkan Yesus mengajak kita mengampuni musuh.

(Mazmur 139:1-3.13-14ab.23-24)
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat,
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Bacaan Lengkap hari ini:
27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

10 September 2014

Renungan Harian, 10 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Luk 6:20-26)

Allah tidak melarang orang menjadi kaya. Yang dibutuhkan adalah kelepasan dari keterikatan akan kekayaan itu. Karena bila harta yang menjadi tujuan hidup kita, manusia akan kehilangan harta terbesar yaitu berkat dan cintakasih Allah. Mereka yang sudah kaya seringkali merasa semua itu adalah usahanya sendiri, justru dari arogansi nya sehingga tidak mampu membagi berkat dengan sesamanya, apalagi memandang Allah sebagai Sang Pemberi anugerah. Yang diharapkan Allah dari kita adalah kerendahan hati untuk tetap miskin dan bergantung dihadapan Allah.

(Mazmur 45:11-12.14-15.16-17)
Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!
Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
Keindahan belaka puteri raja itu di dalam, pakaiannya berpakankan emas.
Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.
Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

Bacaan Lengkap hari ini:
20 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
21  Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
22  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
23  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
24  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
25  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
26  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

9 September 2014

Renungan Harian, 9 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul (Luk 6:12-19)

Sebagai orang beriman kita terpanggil untuk menjadi murid Yesus, berarti kita dipanggil untuk mengajar sebagaimana Yesus sendiri. Mengajar merupakan cara terbaik untuk menaburkan benih nilai nilai ilahi dalam hati manusia. Sekering apapun tanah yang kita taburi benih, tentu kita berharap agar dapat memberi kesuburan iman dalam hati. Karena itulah harapan seorang pengajar agar yang mendengar dapat memperoleh hikmah dari ajarannya. Setiap pengikut Yesus dipanggil untuk menjadi pengajar bagi sesama.

(Mazmur 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!
Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka,
Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
17  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
18  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
19  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

6 September 2014

Renungan Harian, 6 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Luk 6:1-5)

Merasa diri saleh dan benar, orang Farisi juga merasa berhak mengatur hidup orang lain atas nama Tuhan. Kelompok seperti ini banyak muncul disekitar kita. Sambil menyerukan nama Tuhan, mereka memerintahkan atau melarang kita melakukan sesuatu. Jika tidak dituruti, mereka akan mengamuk. Orang yang merasa benar sering tidak mau mendengarkan orang lain. Akibatnya, orang menjadi keras dan mau menang sendiri. Agar hati dilembutkan, belajarlah dari Kitab Suci dan tokoh tokoh didalamnya. Menjadi orang yang berhati lembut, itulah kehendak Tuhan.

(Mazmur 145:17-18.19-20,21)
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.
TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.
Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
2  Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
3  Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”
5  Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

5 September 2014

Renungan Harian, 5 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru (Luk 5:33-39)

Hidup adalah sebuah proses. Hidup ini bukanlah suatu “pemenuhan diri” tetapi “pengembangan diri” Dari anggur baru menjadi anggur tua. Orang yang mengembangkan diri tidak akan pernah berhenti ber kreasi. Dia akan terus berproses membina diri untuk mencapai kebahagiaan hidup. Hidup ini harusmempunyai tujuan “menjadi” bukan “memiliki”. Menjadi sesuatu yang lebih baik, menjadi sesuatu yang lebih berguna. Saatnya kita memperbaharui hidup bersama keluarga untuk menjadi lebih baik.

(Mazmur 37:3-6.27-28.39-40)
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;
sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;
TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
33  Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
35  Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
36  Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
37  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
38  Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
39  Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”

4 September 2014

Renungan Harian, 4 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Luk 5:1-11)

Duc in altum -bertolaklah ketempat yang dalam- merupakan sabda Yesus yang sangat populer. Dalam keadaan putus asa karena tidak mendapatkan ikan, para rasul diminta untuk menuju tempat yang lebih dalam, dan mereka percaya! Panggilan kenabian kita adalah menjadi pribadi yang manusiawi, yang hadir dan perduli di tengah-tengah dunia ini. Kehadiran seperti inilah yang dirindukan setiap orang yang terasing satu sama lain yang terjebak dalam keputus asa-an, dan kita memberi mereka semangat untuk “duc in altum”, melalu relasi yang sehat, toleransi dan penuh kasih serta damai.

Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,
yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress