Renungan Harian

18 November 2014

Renungan Harian, 18 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Luk 19:1-10)

Zakheus sangat kreatif dalam memenuhi kerinduannya untuk melihat Yesus. Dalam kelemahannya, ia mencari akal agar dapat memenuhi kerinduan hatinya akan Yesus. Dan diatas semua itu, Yesus memenuhi kerinduannya lebih dari yang ia bayangkan sebelumnya. Besarnya kerinduan akan Yesus menambah besarnya usaha dan kreativitas kita dalam beriman. Kebersamaan dengan Yesus mengubah dan membuat kita sanggup melakukan sesuatu yang luar biasa, sekalipun harus kehilangan. Seperti Zakheus yang kehilangan separuh hartanya dengan rela.

(Mazmur 15:2-5)
Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 ΒΆ  Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

17 November 2014

Renungan Harian, 17 November 2014 – Peringatan Wajib Santa Elisabeth dari Hungaria, Biarawati

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Luk 18:35-43)

Kehendak dan kerinduan harus menyertai otrang yang menghadap Yesus. Itulah bukti iman bahwa Yesus sanggup melakukan segala perkara. Iman mendahului segala yang Yesus lakukan. Yesus hanya minta si buta tahu apa yang dia butuhkan dan percaya bahwa Yesus sanggup menjamah dan menyembuhkan dia. Semua ini perlu dihayati oleh kita semua yang membawa masalahnya kehadapan Yesus. Dan yang terpenting, janganlah kita menjadi penghalang bagi orang lain untuk dapat sampai kepada Yesus.

(Mazmur 1:1-4b.6)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
36  Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”
37  Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”
38  Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
39  Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
40  Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
41  “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”
42  Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”
43  Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah

15 November 2014

Renungan Harian, 15 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? (Luk 18:1-8)

Allah tak akan mengecewakan orang yang terus menerus berjaga dalam doa. Namun, semuanya tergantung dari diri kita sendiri. Maukah kita hidup dalam sikap doa? Maukah kita tetap hidup dalam iman, dengan berdoa tanpa jemu-jemu dan merasakan kekuatan doa? St. Monika telah membuktikannya. Ia selalu berdoa dengan tekun dan setia, sekalipun berada dalam situasi kehidupan yang sangat suram. Bagi St. Monika, doa adalah sesuatu kebutuhan hidup yang penting. Dengan doa yang dilakukan siang malam rahmat Tuhan tercurah atas keluarganya.

(Mazmur 112:1-6)
Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
2  Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
3  Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
4  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
5  namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
6  Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

14 November 2014

Renungan Harian, 14 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. (Luk 17:26-37)

Yesus memberikan gambaran tentang hari kiamat, bukan dengan maksud menakut nakuti, melainkan suatu ajakan untuk menjadi orang yang beriman siap sedia. Karena iman bukan sesuatu yang sifatnya sementara. Hidup kita mengalami pasang surut, suka duka silih berganti, sehat dan sakit turut memberi warna, tetapi kita tetap beriman sampai hari kedatangan-Nya. Kita tidak perlu lagi bertanya, kapan hari terakhir itu tiba. Kerajaan Allah bukan perihal waktu dan tempat, melainkan anugerah keselamatan yang ditawarkan Allah kepada manusia dan oleh manusia disambut dengan iman.

(Mazmur 119:1.2.10.11.17-18)
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
26  Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
27  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
28  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
31  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
32  Ingatlah akan isteri Lot!
33  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
34  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
35  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”
36  (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)
37  Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

13 November 2014

Renungan Harian, 13 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

?
“Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Luk 17:20-25)

Kerajaan Allah bukan hanya soal tanda yg diminta oleh kaum Farisi. Yesuslah satu-satunya tanda yang menghadirkan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah yang mencakup karya dan kehidupan Yesus didunia dan kedatangan-Nya untuk kedua kali. Sebelum masa ini tiba, manusia berulang kali jatuh dalam ketidak setiaan, hidup tanpa iman, dan tanpa syukur kepada Allah. Masa ini pun berakhir tanpa tanda apapun sehingga tiba hari yang dinantikan yaitu kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Hari itu akan menjadi hari penyelamatan bagi yang tetap beriman, namun hari bencana bagi yang tidak. Tuhan murnikanlah iman kami.

(Mazmur 146:7-10)
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Bacaan Lengkap hari ini:
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
22 Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

12 November 2014

Renungan Harian, 12 November 2014 – Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

?Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, (Luk 17:11-19)

10 orang disembuhkan dari kusta, tetapi hanya satu yang kembali kepada Yesus untuk menyembah Allah dan memuliakan-Nya sebagai Sang Penyembuh. Itulah tujuan penyembuhan, yaitu membantu orang mencari, menemukan, dan memuliakan Allah yang hidup, bukan demi kesehatan semata atau demi terhindar dari rasa sakit dan derita. Ketika orang disembuhkan dan tidak memuliakan Allah, ia sedang menumpuk penderitaan dalam dirinya.

(Mazmur 23:1-6)
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Lengkap hari ini:
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17 Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

11 November 2014

Renungan Harian, 11 November 2014 – Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours, Uskup

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Luk 17:7-10)

Realita hubungan antara hamba dan tuan ini memanag nyata dalam hidup kita. Yesus mengangkatnya sebagai bahan pengajaran agar kita dapat memandang realita ini dengan berbeda. Bagi Yesus, hamba adalah pelayan, pelaksana tugas dari tuannya. Dengan kata lain, Yesus ingin mengatakan bahwa semua orang adalah hamba pada waktu dan situasi tertentu. Yesus sendiri juga Hamba Allah. Dengan dibaptis menjadi Kristiani, kita memproklamirkan diri sebagai hamba Allah. Seperti St. Martinus yang kita peringati hari ini, ia memberi teladan untuk tidak takut menjadi hamba Allah.

(Mazmur 37:3-4.18.23.27.29)
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;
Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.

Bacaan Lengkap hari ini:
7 “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

8 November 2014

Renungan Harian, 8 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Luk 16:9-15)

Mamon adalah harta kekayaan yang amat berbahaya bila tidak diawasi dengan baik, karena disatu sisi kita perlu dekat dengan Mamon tetapi dilain sisi kita harus lebih dekat dengan Allah. Dosa pertama dalam Gereja adalah karena uang. Bukankah Yudas Iskariot menjual Yesus untuk 30 uang perak? Paulus juga mengatakan bahwa “akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1Tim 6:10a). Semoga Roh Kudus tetap menjaga kredibilitas Gereja, dan kita semua juga dapat memanfaatkan Mamon secara benar untuk memperkuat iman kita pada junjungan satu-satunya yaitu Yesus.

(Mazmur 112:1-2.5-6.8a.9)
Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
Hatinya teguh, ia tidak takut,
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
9  Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”
10  “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
11  Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
12  Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
13  Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
14  Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

7 November 2014

Renungan Harian, 7 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. (Luk 16:1-8)

Anak-anak dunia memang cerdik dalam menjalankan uang. Hal itu dilakukan demi masa depannya. Anak-anak terang diminta untuk belajar dari mereka ini. uang yang hanya dikumpulkan dan disimpan tidak ada artinya. Ketika mati, semua akan ditinggalkan. Namun, bila orang menggunakan uang untuk menolong kaum miskin dan terlantar, ia tidak akan kehilangan upahnya. Dia akan mengumpulkan pahala surgawi. Belas kasih terhadap kaum miskin menjadi jalan keselamatan. Anak-anak terang, simbol murid Tuhan, juga harus bertindak cerdik untuk mendapatkan harta surgawi.

(Mazmur 122:1-2,3-4a,4b-5)
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN,
untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
2  Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
3  Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
4  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
5  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
6  Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
7  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
8  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

6 November 2014

Renungan Harian, 6 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Tuhan Allah menghendaki kita bertobat. Adalah sukacita besar, ketika kita juga menyadari diri kita sebagai orang berdosa membutuhkan Tuhan untuk menyelamatkan kita. Ada kegembiraan besar, karena hidup atau mati semuanya dipersembahkan bagi Tuhan. Tuhan memiliki rencana indah untuk keselamatan kita. Masalahnya adalah, kita sering lupa bahwa Tuhan mengasihi kita. Kita berpikir bahwa kita bisa menjalani hidup ini dengan kekuatan diri sendiri. Bukan Tuhan yang menjadi andalan kita. Niscaya Allah akan gembira saat kita bertobat dan tinggal bersama Dia.

(Mazmur 105:2-7)
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress