Renungan Harian

22 March 2014

Renungan Harian, 22 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Luk 15:1-2.11-32)

Perumpamaan tentang Anak yang hilang sering diganti dengan Bapa yang baik hati.  Bapa yang ingin kembali menyayangi kita, menghapus kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita kedalam tubir-tubir laut. Sosok Bapa dalam Jinjil hari ini adalah sosok idaman dan dambaan setiap orang. Kebahagiaan dan kebersamaan dalam keluarga dan komunitas jauh diatas segala sesuatu. Harta yang paling berharga adalah keluarga, mutiara yang paling indah adalah keluarga. Kiranya petikan dari lagu film Keluarga Cemara menjadikan cinta dan kasih sayang mengatasi harta dan uang.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

17 March 2014

Renungan Harian, 17 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36-38)

Kita hidup dalam masyarakat yang kental dengan prinsip “do ut de” – “saya memberi, agar engkau memberi”. Kita tidak sadar bahwa di dalam hati kita masih tersimpan rapi sikap “balas membalas”. Sikap balas membalas masih kental daan melekat dalam diri kita. Akibatnya, ia menysisakan sedikit sekali orang yang sungguh murah hati dalam arti sesungguhnya.  Maka banyak orang menyiasatinya dengan memberi tanpa harus diketahui orang lain. Ciri orang yang murah hati adalah tidak mudah menghakimi dan gampang memaafkan. Siap memberi tanpa gembar gembor.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.
37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

12 March 2014

Renungan Harian, 12 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!” (Luk 11:29-32)

Yesus berharap, orang sudah bisa bertobat dengan mendengarkan perumpamaan dan kotbah-Nya. Tetapi Yesus heran, karena mereka semua tak terbuka hatinya dan mau bertobat. Bertobat ialah berbalik dari pikiran dan perbuatan buruk kepada yang lebih baik. Mengapa orang enggan bertobat? Karena mereka menunggu mujizat! Berbahagialah mereka yang percaya dan bertobat walaupun tidak melihat bukti atau mujizat kebesaran Tuhan.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Mzm 51:19

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
30  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
31  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
32  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

8 March 2014

Renungan Harian, 8 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Luk 5:27-32)

Bagi Yesus, yang penting dari undangan makan tersebut adalah tanggapan Lewi yang menerima kehadiran-Nya dalam hidupnya, dan juga kehadiran orang-orang berdoa lainnya untuk mengenal dan menerima Yesus seperti apa yang telah terjadi pada Lewi. Bagi Yesus, hidupNya jauh lebih berguna untuk mereka yang menyadari diri sebagai orang berdosa dan kesediaan untuk mengubah hidupnya dengan melakukan pertobatan, daripada untuk mereka yang merasa diri sebagai orang benar.. Kita juga butuh pertobatan. Maka layaklah kita undang Dia untuk merajai setiap langkah kehidupan kita.

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm 86:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
28  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
29  Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
30  Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
31  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

6 March 2014

Renungan Harian, 6 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? (Luk 9:22-25)

Walaupun cara hidup mengikuti Yesus tidak selalu mudah, dengan hidup menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti-Nya, tetapi akan membawa kepada kehidupan. Tuhan memberi kita pilihan bebas, tetapi sebenarnya pilihan yang tepat adalah kehidupan dan berkat. Bukan kehidupan dalam kemewahan serta ketamakan. Jangan hanya berkutat memenuhi kebutuhan yang tak kunjung habis, tetapi kita juga berusaha menumbuhkan iman dan kepercayaan diri. Agar makin mencintai kehidupan serta takut akan Tuhan, bukan takut pada penderitaan.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, (Mzm 1:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

2 February 2014

Renungan Harian, 2 Februari 2014 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.  (Luk 2:22-40)

Yesus menjadi besar dan kuat karena orang tua-Nya mematuhi semua perintah Tuhan berkaitan dengan Putra-Nya. Dalam hidup dibutuhkan sikap hati seperti Bunda Maria dan St. Yusuf, yang siap dan rela mendengarkan warta tentang Tuhan, sehingga bisa menangkap kehadiran Allah dalam hidup kesehariannya. Untuk itu, maka keterbukaan hati seperti Maria dan Yusuf dan kesabaran menanti seperti Simeon dan Hana harus kita tumbuhkan. Hanya dengan begitu, maka tuntutan ekonomi, kebutuhan materi dan keharusan mencari nafkah tidak mengalahkan iman kita pada Allah.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,”
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  ”Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35   —  dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri  — , supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
36  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
37  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
38  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
39  Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
40  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

10 January 2014

Renungan Harian, 10 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku mau, jadilah engkau tahir.” (Luk 5:12-16)

Bapa kita di surga sungguh amat baik. Sebagaimana jawaban Yesus kepada penderita kusta itu, “Ya, Aku mau”, demikianlah jawaban Bapa menanggapi permintaan kita. Ia ingin anak-anak-Nya, keliarga-Nya, mendapatkan yang terbaik. Gambaran keluarga ideal adalah setiap anggota keluarga mau berusaha saling memenuhi harapan anggota masing-masing, tanpa perlu memikirkan kepentingannya lebih dulu. Memang membutuhkan pengorbanan. Bukankah Allah tetap mengorbankan banyak hal untuk kebahagiaan kita, sekalipun kita jarang bersyukur dan berterima kasih kepada Dia?

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
13  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
14  Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
15  Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
16  Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

1 January 2014

Renungan Harian, 1 Januari 2014 — Tahun Baru 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya. (Luk 2:16-21)

Bunda Maria melihat segala peristiwa dengan mata iman. Kita dapat menyaksikan meskipun hidup Maria tidak mudah namun dia tetap tegar, kuat dan mampu tetap lemah lembut dan sabar berjalan dalam waktu Tuhan sampai akhir hidupnya. Kehidupan dalam keluarga kita saat ini, apapun keadaannya, dingin atau dalam situasi kritis sekalipun, jika suami istri berani hidup di dalam iman seperti Bunda Maria, maka keharmonisan keluarga segera terasa. Hidup dalam iman salah satunya saling menjadikan pasangannya sebagai yang pertama untuk diperhatikan dan dibahagiakan. Selamat Tahun Baru 2014. Tuhan memberkati.

Allah telah memberkati kita; semoga Ia dihormati di seluruh dunia! (Mzm 67:8)

Bacaan lengkap hari ini :

16  Mereka segera pergi, lalu menjumpai Maria dan Yusuf, serta bayi itu yang sedang berbaring di dalam palung.
17  Ketika para gembala melihat bayi itu, mereka menceritakan apa yang dikatakan para malaikat tentang bayi itu.
18  Dan semua orang heran mendengar cerita para gembala itu.
19  Tetapi Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang telah mereka dengar dan lihat, tepat seperti yang dikatakan oleh malaikat.
21 Sesudah berumur delapan hari, anak itu disunat. Dan mereka menamakan-Nya Yesus, nama yang diberikan malaikat kepada-Nya sebelum Ia dikandung ibu-Nya.†

30 December 2013

Renungan Harian, 30 Desember 2013 – Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. (Luk 2:36-40)

Hana yang setiap hari berdoa di Bait Allah memang menantikan kedatangan sang Mesias, dan ketika saat itu tiba, Hana merayakan kelahiran Sang Al-Masehi dengan ucapan syukur dan nubuat. Nubuat Hana adalah totalitas keheningan yang amat kuat dan hikmat. lantunan kiding syukur atas penciptaan semesta raya yang keluar dari kandungan Maria, bunda dari segala yang hidup. Dengan menghayati pujian dalam hati Hana, kita diajak belajar untuk memahami “bahasa hati” seorang wanita, yang justru tak terungkap lewat kata-kata.

Bergembiralah, hai langit dan bumi! Bergemuruhlah hai laut dan semua isinya! (Mzm 96:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

36  Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. Sesudah tujuh tahun kawin,
37  Hana menjadi janda, dan sekarang berumur delapan puluh empat tahun.* Tidak pernah ia meninggalkan Rumah Tuhan. Siang malam ia berbakti di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa.
38  Tepat pada waktu itu juga ia datang, lalu memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan saatnya Allah memerdekakan Yerusalem.
39  Setelah Yusuf dan Maria melakukan semua yang diwajibkan Hukum Tuhan, mereka pulang ke Nazaret di Galilea.†
40  Anak itu bertambah besar dan kuat. Ia bijaksana sekali dan sangat dikasihi oleh Allah.

24 December 2013

Renungan Harian, 24 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-69)

Kiranya getar kehadiran Sang Juruselamat sejati sudah dinubuatkan oleh Zakharia. Rahmat kelahiran Mesias adalah sebuah hadiah pengampunan bagi siapa saja! Pengampunan disini adalah rahmat Tuhan, jadi bukan sekedar pengurangan hukuman atau bebas bersyarat. Tidak ada satu pun yang dapat membebaskan kita dari berbagai akibat atas dosa-dosa kita, kecuali Allah yang penuh cinta serta kelembutan. Mari kita sambut Sang Mesias dengan berani meminta ampun dan mengampuni satu sama lain. Ampun itu rahmat yang menyembuhkan.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Mzm 89:2

Bacaan Lengkap hari ini :

67 ¶  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  ”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70   —  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus  — 
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress