Renungan Harian

7 November 2014

Renungan Harian, 7 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. (Luk 16:1-8)

Anak-anak dunia memang cerdik dalam menjalankan uang. Hal itu dilakukan demi masa depannya. Anak-anak terang diminta untuk belajar dari mereka ini. uang yang hanya dikumpulkan dan disimpan tidak ada artinya. Ketika mati, semua akan ditinggalkan. Namun, bila orang menggunakan uang untuk menolong kaum miskin dan terlantar, ia tidak akan kehilangan upahnya. Dia akan mengumpulkan pahala surgawi. Belas kasih terhadap kaum miskin menjadi jalan keselamatan. Anak-anak terang, simbol murid Tuhan, juga harus bertindak cerdik untuk mendapatkan harta surgawi.

(Mazmur 122:1-2,3-4a,4b-5)
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN,
untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
2  Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
3  Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
4  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
5  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
6  Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
7  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
8  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

6 November 2014

Renungan Harian, 6 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Tuhan Allah menghendaki kita bertobat. Adalah sukacita besar, ketika kita juga menyadari diri kita sebagai orang berdosa membutuhkan Tuhan untuk menyelamatkan kita. Ada kegembiraan besar, karena hidup atau mati semuanya dipersembahkan bagi Tuhan. Tuhan memiliki rencana indah untuk keselamatan kita. Masalahnya adalah, kita sering lupa bahwa Tuhan mengasihi kita. Kita berpikir bahwa kita bisa menjalani hidup ini dengan kekuatan diri sendiri. Bukan Tuhan yang menjadi andalan kita. Niscaya Allah akan gembira saat kita bertobat dan tinggal bersama Dia.

(Mazmur 105:2-7)
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa

5 November 2014

Renungan Harian, 5 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:25-33)

Yang namanya kampanye, pasti isinya menjanjikan sesuatu yang baik bagi pendengarnya, selalu memberi “angin surga”. Dengan harapan bisa mendapatkan simpati dari para pendengarnya. Hari ini juga Yesus mengkampanyekan sesuatu yang tidak populer. Ia mengatakan, “Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut DIa, tidak dapat menjadi murid-Nya” Yesus menawarkan kesengsaraan! Siapa yang mau? Tetapi Yesus menawarkan sengsara, demi sebuah pencapaian yang lebih tinggi yaitu kehidupan kekal bersama Bapa. Siapkah kita berjuang untuk tawaran Yesus ini?

(Mazmur 27:1.4.13-14)
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Lengkap hari ini:
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

4 November 2014

Renungan Harian, 4 November 2014 — Peringatan Wajib Santo Karolus Borromeus, Uskup

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. (Luk 14:15-24)

Sibuk hanyalah sebuah alasan, karena orang bisa saja bersembunyi dibalik kesibukan. Agar punya alasan untuk menghindar dari sesuatu, namun fatal akibatnya! Bahkan pelayan iman pun bisa melakukan hal ini. Melalui perumpamaan undangan pesta, Yesus menuntun kita pada sebuah pencerahan agar dapat membuat keputusan, untuk merasakan dan menyadari tujuan utama hidup ini yaitu keluarga. Dalam keluarga kita sudah merasakan kemurahan Tuhan. Terkadang kita harus merasakan penderitaan hidup, tetapi tetaplah fokus pada tujuan utama. Menundanya hanya berakibat pada sesal sepanjang masa.

(Mazmur 22:26b-27.28-30a.31-32)
nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi,
Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.

Bacaan Lengkap hari ini:
15 Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”
16  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
17  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
18  Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
19  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
20  Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
21  Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
22  Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
23  Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
24  Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

3 November 2014

Renungan Harian, 3 November 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” (Luk 14:12-14)

Saat ini kalau mengadakan jamuan untuk orang miskin, pasti kesan semua orang adalah “pencitraan” Sebenarnya tujuan mulia memberikan kebahagiaan bagi kaum miskin itu membutuhkan ketulusan tanpa pamrih, juga mengajar kita berbelarasa dengan mereka yang tidak punya. Dimana mana orang miskin selalu dikalahkan, diabaikan dan ditindas. Yesus hadir untuk mereka mereka ini. Bahkan Yesus menyamakan diri-Nya didalam wajah dan hidup sebagai orang miskin. Siapapun diantara kita yang mau melayani kaum papa miskin, sebenarnya mereka telah melayani Yesus sendiri.

(Mazmur 131:1-2.3)
TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Bacaan Lengkap hari ini:
12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.

31 October 2014

Renungan Harian, 31 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” (Luk 14:1-6)

Hukum dan aturan itu diperlukan dalam hidup bersama. Dalam hidup berkeluarga juga ada aturan dan hukum, meskipun seringkali tidak tertulis yang berupa etika. Aturan dan hukum itu tidak menjadi hal yang mendesak dan harus diuytamakan kalau ada hal yang lebih penting menyangkut keselamatan. Hukum paling utama yang melandasi kehidupan kita manusia adalah cinta kasih. Ubi caritas est vera, Deus ibi est – Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.

(Mazmur 111:1-2,3-4,5-6)
Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.
Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.
3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”
4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?
6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

29 October 2014

Renungan Harian, 29 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” (Luk 13:22-30)

benarkah hanya sedikit orang yang diselamatkan? Tuhan mengatakan ada dua syarat untuk itu: perjuangan dan tindakan yang segera. Kedua hal inilah yang sering menjadi penghalang orangn untuk diselamatkan dan karenanya sulit untuk masuk Kerajaan Surga. Kita jangan terlalu lama mencari dan melakukan kehendak Allah. Sekarang ironisnya banyak orang yang mau cari jalan instan. mau kaya, tapi tidak mau kerja keras. Mereka memilih korupsi. Kesetiaan kita untukmenempuh jalan-jalan sulit yang penuh perjuangan sulit akan membuat kita menjadi yang terdahulu dalam memperoleh keselamatan.

(Mazmur 145:10-14)
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

Bacaan Lengkap hari ini:
22  Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
23  Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
24  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
25  Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
26  Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
27  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
28  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
29  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
30  Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

28 October 2014

Renungan Harian, 28 Oktober 2014 – Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: (Luk 6:12-19)

Yesus mengajarkan kita untuk menarik diri sejenak dan berdoa kepada Bapa sebelum mengambil keputusan penting, seperti yang dilakukan-Nya sebelum memilih para murid. Hal ini baik karena mampu membiasakan diri kita untuk tidak emosional. Kita semua adalah keluarga Kristiani yang dibangun atas dasar para rasul dan Yesus Kristus lah yang kita wartakan. Kita bisa meneladani St. Simon dan Yudas yang dengan semangat meluap dan berani, telah mengabarkan Injil sampai mati sebagai martir. Gereja menghormati mereka sebagai pelindung pengemban tugas sulit.

(Mazmur 19:2-3.4-5)
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

Bacaan Lengkap hari ini:
12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
17  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
18  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
19  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

25 October 2014

Renungan Harian, 25 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. (Luk 13:1-9)

Bertobat menjadi kata kunci dalam mengikuti Yesus. Jangan selalu mengira bahwa orang lain yang mendapat bencana itu dikarenakan dosanya lebih besar dari kita. Melalui perumpaan tentang pohon ara yang tidak berbuah, Yesus memberi kita kesempatan untuk merubah diri dari “lahan gersang” menjadi “lahan subur” Allah memberi waktu untuk kita bertobat, karena pengadilan Tuhan bertujuan untuk memurnikan dan membersihkan kita dari segala dosa. Bukan untuk membinasakan.

(Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5)
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN,
untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
2  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
3  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
4  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
5  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”
6  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
9  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

24 October 2014

Renungan Harian, 24 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (Luk 12:54-59)

Kita semua diberi anugerah kepekaan untuk “mengenali situasi zaman, namun sering enggan untuk menggunakannya. Mengapa? Karena kita lebih suka menggantungkan kepada keputusan mereka yang ahli, agar merekalah yang nanti memikul tanggung jawab. Yesus mengatakan bahwa Kebenaran Allah dinyatakan kepada “orang kecil” bukan kepada “orang bijak dan orang pandai” Seharusnyalah kita yang telah mendapat rahmat untuk mengerti dan memahami segala sesuatu mempergunakannya secara jernih dan merdeka.

(Mazmur 24:1-6)
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.”

Bacaan Lengkap hari ini:
54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
55  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
56  Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
57  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
58  Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
59  Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress