Renungan Harian

15 October 2014

Renungan Harian, 15 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santa Theresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun. (Luk 11:42-46)

Sikap munafik seperti orang Farisi dan ahli Taurat muncul ketika orang hanya “bersandiwara”. Dalam diri mereka tidak ada hal nyata atas nilai hidup, yang mereka tunjukkan dalam penampilan. Sikap munafik membuat nilai luhur kehidupan menjadi kehilangan arti dan makna. Akibatnya, orang lain akan bersikap acuh terhadap nilai-nilai luhur yang membawa orang pada kebaikan bersama. Dengan membereskan sisi dalam batin kita sendiri dan bersikap jujur, maka Tuhan bertakhta dalam hati kita.

(Mazmur 1:1-4.6)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
42  Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
43  Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
44  Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”
45  Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”
46  Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.

9 October 2014

Renungan Harian, 9 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu (Luk 11:5-13)

Doa permohonan memiliki dua syarat untuk dapat dikabulkan, yaitu kedekatan dan iman. Pemahamannya demikian: jika kita meminta sesuatu kepada sahabat yang kita percayai, mungkinkah dia menolak permintaan kita? Demikian juga bilamana Allah kita perlakukan sebagai sahabat yang akrab. Dan tentunya keyakinan bahwa Allah adalah sahabat kita juga dibentuk oleh iman kepercayaan kita. Allah tidak saja melihat apa yang kita lihat, lalu kita ungkapkan dalam doa permohonan, tetapi Allah juga melihat apa yang belum kita lihat, sehingga buah doa kita melampaui apa yang kita pikirkan. Puji Tuhan!

(Lukas 1:69-75)
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus  —
untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Bacaan Lengkap hari ini:
5  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
7  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
8  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
10  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
12  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
13  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

8 October 2014

Renungan Harian, 8 October 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Luk 11:1-4)

Sebenarnya doa tidak dapat dipelajari seperti ilmu. Karena doa adalah relasi dengan Allah yang bertumbuh makin mesra sehingga menjadi sesuatu yang hidup. Doa yang sebenarnya tidak bersemangatkan kepentingan diri sendiri. Doa yang baik memberi perhatian pada semua pihak. Itulah sebabnya Doa Bapa kami yang diajarkan Yesus memberikan perhatian kepada kepentingan Allah maupun kepentingan pribadi kita. Kepentingan Allah diutamakan, karena kita sadar betapa besar kasih Allah pada kita semua. Sedangkan kepentingan kita layak menjadi permohonan yang kita serahkan kepada kehendak-Nya.

(Mazmur 117:1.2)
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
2  Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
3  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
4  dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

7 October 2014

Renungan Harian, 7 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu. (Luk 10:38-42)

Seluruh Injil menampilkan kepada kita perintah ganda, yang semuanya diperankan oleh Maria dan Marta. Perintah pertama adalah cinta kepada Tuhan yang bisa diungkapkan dengan beberapa hal : mendengarkan sabda-Nya dan setia dalam doa. Ini sudah dilakukan oleh Maria. Kedua: cinta kepada sesama yang bisa kita ungkapkan dengan memberi perhatian dan pelayanan kepada sesama. Ini sudah dilakukan oleh Marta. Gabungan sikap Maria dan Marta haruslah menjadi tujuan hidup kita, relasi dengan Tuhan serta melayani sesama.

Mazmur 139:1-3.13-14ab.14c-15
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat,
dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Lengkap hari ini:
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

6 October 2014

Renungan Harian, 6 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. (Luk 10:25-37)

Orang yang mau repot dan berkorban adalah orang yang mengasihi sesamanya. Yesus mengajak kita untuk mengasihi, bukan hanya sesama yang kita kenal, tetapi juga semua orang. Dalam kehidupan keluarga, sikap mau repot dan berkorban, serta mengalahkan kepentingan diri menjadi kunci keharmonisan hidup berkeluarga.

Mazmur 111:1-2.7-8.9.10c
Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh,
kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
Puji-pujian kepada-Nya tetap

Bacaan Lengkap hari ini:
25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

4 October 2014

Renungan Harian, 4 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus Asisi

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.” (luk 10:17-24)

St. Fransiskus Assisi, yang kita rayakan peringatannya hari ini, telah menemukan Tuhan sehingga ia meninggalkan segala-galanya. Kita telah ditemukan oleh Kristus dan dibaptis dalam nama-Nya. mari kita menghayati penemuan akan Kristus ini didalam hidup kita sehari-hari, karena penemuan akan kristus inilah yang menjadi kunci keutuhan dalam hidup berkeluarga, berkomunitas dan bermasyarakat.

Mazmur 119:66.71.75.91.125.130
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.
Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan.
Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau.
Hamba-Mu aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku tahu peringatan-peringatan-Mu.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Bacaan Lengkap hari ini:
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

3 October 2014

Renungan Harian, 3 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Luk 10:13-16)

Tidaklah pantas bila kita mengeraskan hati menolak Tuhan. Peringatan dan kecaman Yesus itu, layak kita perhatikan dan indahkan. Tidak pantas bila kita membela diri untuk kelakuan buruk kita. Justru reaksi dan kecaman dari pihak luar bahkan Yesus sendiri harus menjadi cermin, bahwa hidup kita ini harus semakin baik dan benar dihadapan Tuhan dan sesama. Bukankah hidup ini selayaknya bertumbuh seperti hidup Yesus saat masih hidup didunia?

(Mazmur 139:1-3.7-10.13-14ab)
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat,

Bacaan Lengkap hari ini:
13 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14 Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16 Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.

30 September 2014

Renungan Harian, 30 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. (Luk 9:51-56)

Orang Samaria menolak Yesus, karena merasa hanya dijadikan transit, mereka ingin Yesus tinggal dikotanya. Tapi penolakan ini menyakitkan hati para murid. Berbeda dengan orang Samaria, St. Hieronimus yang kita rayakan hari ini, justru tanpa serep menerima dan mencintai Yesus. Dengan baptisan, kita telah menyatakan diri sebagai orang yang mencintai dan menerima Yesus. Namun hal ini masih perlu diuji dengan bukti. “Sejauh mana kita sudah menerima Yesus?” Sejauh kata? Sejauh doa? Atau sejauh ide dan pikiran belaka? Semoga sejauh perbuatan nyata!

(Mazmur 88:2-3,4-5,6,7-8)
Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.
Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;
sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.
Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan.
Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.
Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.
Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku.

Bacaan Lengkap hari ini:
51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

27 September 2014

Renungan Harian, 27 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Vincentius a Paulo, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Luk 9:43b-45)

Penderitaan dan kematian adalah topik yang tidak menarik untuk dibicarakan. Namun Yesus tetap mengatakannya berulang ulang, sebab itulah jalan keselamatan! Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan dan tidak ada surga tanpa kematian. St. Vinsensius a Paulo yang kita peringati hari ini adalah orang yang sangat menghayati makna penderitaan untuk kebahagiaan sesama. Hidup St. Vinsensius selalu dibimbing dan dikuatkan oleh penderitaan Yesus, sehingga mampu memberikan pelayanan dan bimbingan pada banyak orang yang mengalami penderitaan.

Mazmur 90:3-4,5-6,12-13,14,17
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN  —  berapa lama lagi?  —  dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Bacaan Lengkap hari ini:
43b Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
44  “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
45  Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

26 September 2014

Renungan Harian, 26 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” (Luk 9:18-22)

Menurut St. Hieronimus, tidak mengenal Kitab Suci berarti juga tidak mengenal Kristus. Belum cukup bila kita hanya merenungkan sendiri Kitab Suci. Tafsiran ilmiah terhadap Kitab Suci pun hanya bersifat membantu. Lagipula penafsiran Kitab Suci yang otentik selalu harus sesuai dengan Iman Gereja. Tempat yang paling tepat untuk membaca dan mendengarkan Kitab Suci adalah liturgi. Setiap kali Kitab Suci dibacakan dalam Gereja, terutama dalam Ekaristi, maka Allah sendiri berbicara kepada umat-Nya. Alangkah indahnya bila dalam keluarga dihidupkan tradisi membaca Kitab Suci agar makin mengenal Dia dengan benar!

(Mazmur 144:1-4)
Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

Bacaan Lengkap hari ini:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress