Renungan Harian

11 October 2012

Renungan Harian, 11 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Luk 11:5-13)

Apa saja bisa kita minta dari Bapa. Tapi ingat! Kehendak Bapa bukan seperti kehendak saya! Kadang kita merasa jengkel, putus asa karena sudah berdoa begitu lama, sudah beramal dan berbuat baik tapi permohonanannya tidak dikabulkan Tuhan. Ingatlah, Tuhan tahu mana yang baik dan berguna bagi keselamatan jiwa anak anak-Nya. Dia selalu memberi yang terindah, tepat pada waktunya. Kuncinya adalah kita percaya, mesti PERCAYA!. Mari kita selalu menjalin relasi yang akrab dengan Yesus, Sahabat sejati. Dia adalah Allah yang peduli.

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:68)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
7  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
8  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
10  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
12  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
13  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

10 October 2012

Renungan Harian, 10 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Luk 11:1-4)

Banyak orang Katolik yang merasa tidak mampu untuk berdoa spontan ataupun memimpin doa. Alasannya macam macam, malu, tidak bisa menyusun kalimat. Hari ini Yesus mengajar kita berdoa sederhana. Dan memang itulah pokok doa bagi kita semua. Memuji Tuhan, mengucap syukur, memohon ampun, memohon rejeki. Jadi marilah kita berdoa seperti yang diajarkan Yesus. Allah mendengarkan doa doa kita, asalkan hati kita tetap tulus dan terarah pada Allah sendiri. Jangan pernah berkata, “Aku tidak bisa berdoa”!

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
2  Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
3  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
4  dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

9 October 2012

Renungan Harian, 9 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” (Luk 10:38-42)

Bentuk hidup apapun yang kita pilih, itu tidak menjadi soal. Masalahnya adalah : Saat kita menganggapnya sebagai beban atau sebagai panggilan yang harus dihayati secara tulus, tanpa mengadili sikap yang dipilih orang lain. Marta ditegur Yesus, karena memandang kesibukannya sebagai suatu beban, bukan sebagai bentuk pelayanan atau suatu panggilan yang harus dilaksanakan secara tulus dan penuh cinta. Injil hari ini menjadi inspirasi dan refleksi kita, apakah kesibukan kita setiap hari merupakan beban atau panggilan untuk melayani?

Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. (Mzm 139:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

38  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
41  Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

8 October 2012

Renungan Harian, 8 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Luk 10:25-37)

Dalam hidup kita pastilah pernah berjumpa dengan orang yang memerlukan pertolongan. Bagaimana sikap kita, dan apa yang kita lakukan? Pura pura tidak tahu? Tuhan memberi hati untuk merasakan penderitaan orang lain, semangat dan kekuatan untuk mengambil tindakan dan akal budi yang dapat dimanfaatkan untuk menemukan cara yang tepat untuk menolong. Gunakan semua itu untuk melaksanakan perintah Yesus untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh (Mzm 111:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

6 October 2012

Renungan Harian, 6 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Luk 10:17-24)

Para murid dengan bangga bercerita pada Yesus tentang kehebatan mereka melakukan perutusan. Tapi Yesus menyambut rasa bangga mereka dengan nasihat yang bijak yang membuka mata mereka. Sukacita sejati tidak terdapat pada penaklukan atau kepemilikan hal hal duniawi, tetapi pada hal hal surgawi lewat karya bakti dan hidup rohani mereka semua. Sehebat dan sepintar apapun kita, tanpa sikap pembaharuan diri dan hidup rohani yang benar, kita akan semakin jauh dari Tuhan.

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-kepadaku. (Mzm 119:135)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

5 October 2012

Renungan Harian, 5 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”(Luk 10:13-16)

Karena begitu marahnya, Yesus pun mengecam dengan sangat pedas. Khorazim dan Betsaida simbol dari penduduk kota tersebut yang hidupnya memuakkan bagi Yesus. Apakah kita juga seperti mereka? Sudah diberi hidup yang nyaman, mapan, namun justru sibuk dengan kenyamanannya sehingga mulai tidak punya waktu untuk Tuhan? Apakah kenyamanan justru membuat kita lupa diri dan mulai meninggalkan Yesus dan ajaranNya? Apabila kesulitan datang, barulah kita mencari Dia untuk mohon pertolonganNya? Yesus pun akan mengecam sikap kita, bertobatlah!

Juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

3 October 2012

Renungan Harian, 3 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Luk 9:57-62)

Mengikuti Yesus, OK,banyak yang mau. Tapi juga banyak yang minta syarat syarat tertentu, meminta fasilitas, meminta ijin dalam mengikuti Dia. Serigala masih punya liang, tapi Yesus, sang Mesias, bantal saja tidak punya. Tak ada kenyamanan, tak ada kemudahan. Seorang rasul, selalu bergerak, pergi dan pergi. Pergi dalam arti meninggalkan satu tempat , tapi juga meninggalkan diri sendiri. Keluar dari kenyamanan diri sendiri diantara keluarga. Apakah Tuhan sudah mampu membuat aku meneladani kekosongan diri Yesus?

Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu. (Mzm 88:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

57  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
58  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.
59  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
61  Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
62  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

28 September 2012

Renungan Harian, 28 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)
Mesias yang sesungguhnya bagi kita saat ini tidak menjadi masalah. Kita sudah mendengar dan percaya. Masalahnya adalah, kita kurang gigih dan bersemangat dalam mengikuti Dia. Banyak alasan kita pakai untuk pembenaran. Kita gampang tergoda janji muluk dalam berbagai bentuk, yang bisa mencampakkan keyakinan kita akan Sang Mesias. Pengakuan dengan mulut saja, tidaklah cukup. Pengakuan ini harus datang dari dalam lubuk hati yang terdalam. Maka apapun juga , kita harus mengikuti Sang Mesias secara utuh.

Terpujilah TUHAN, gunung batuku (Mzm 144:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19  Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20  Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

25 September 2012

Renungan Harian, 25 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)

Ayat ini sepertinya menyakitkan bagi seorang Maria ibu Yesus, namun sebenarnya justru Yesus memuji Maria sebagai orang yang mendengar dan melaksanakan firman Tuhan saat Maria berkata : ” Terjadilah padaku menurut perkataanMu”  Kita sering mendengar firman, akan tetapi sering pula kita tidak melaksanakannya. Maria ibu Yesus beserta saudara saudara-Nya membuka diri untuk mendengar firman Tuhan. dan melaksanakannya dalam hidup, sehingga firman Allah itu berbuah limpah. Kita sekarang sudah tahu caranya, tinggal melaksanakan.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
20  Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
21  Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

22 September 2012

Renungan Harian, 22 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya”. (Luk 8:4-15)

Perumpamaan hari ini adalah peringatan kepada semua pengikut Yesus, bagaimana mereka menanggapi firman Allah. Kita harus mawas diri, masuk kelompok manakah kita? Apakahkelompok tanah dipinggir jalan? Kita dengar firman Tuhan, tapi iblis mengambil firman itu dari dalam hati kita, supaya kita jangan percaya dan diselamatkan. Atau tanah yang berbatu? Gembira setelah mendengar firman, tetapi tidak berakar, percaya sebentar dan kemudian murtad. Atau kita termasuk kelompok tanah yang subur; kita dengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati dan berbuah dalam ketekunan. Tuhan memberkati.

Maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. (Mzm 56:13)

Bacaan lengkap hari ini :

4  Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
5  “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11  Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress