Renungan Harian

26 November 2012

Renungan Harian, 26 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Luk 21:1-4)

Kedermawanan seseorang bukan terletak pada apa yang diberikan, melainkan pada apa yang dimilikinya. Dari kemiskinannya ia memberikan dua peser; jumlah yang sedikit tapi justru dikagumi Yesus, karena ia memberikan semua yang dimilikinya. Dan itu adalah seluruh nafkahnya. Ia percaya bahwa Allah adalah pemelihara hidupnya. Ia tidak kuatir akan apa yang besok akan ia makan. Ia hidup dalam penyelenggaraan Ilahi. Karena itu, kalau ingin berderma, jangan menunggu kaya. Berikan apa yang kita miliki dan Allah akan mencukupi apa yang kita butuhkan.

 ”Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Mzm 24:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
2  Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
3  Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
4  Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

23 November 2012

Renungan Harian, 23 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk 19:45-48)

Gedung Gereja adalah simbol Gereja orang Katolik. Gereja adalah Tubuh Kristus; Tubuh Kristus adalah Komuni Kudus dalam Ekaristi. Karenanya janganlah orang Katolik menjadikan dirinya sebagai sarang penyamun, menjadikan tubuh kita sebagai sarang kejahatan. Ingatlah kata kata St. Paulus bahwa Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus. Sejak penciptaan, Allah menjadikan tubuh kita “baik” adanya. Maka, menggunakan organ tubuh sebagai sarana kejahatan berarti melanggar maksud penciptaan.

Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. (Mzm 119:103)

Bacaan Lengkap hari ini :

45  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
46  kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
47  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
48  tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

22 November 2012

Renungan Harian, 22 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya (Luk 19:41-44)

Kota yang ditangisi Yesus adalah Yerusalem yang sebenarnya adalah diri kita semua, bila kita sulit untuk membuka mata dan hati nurani kita; jikalau kita sulit untuk keluar dari ego kita. Ataukah kita merasa nyaman tinggal dalam keegoisan, ketakutan dan kemalasan kita? Belum sadarkah kita bahwa kegelapan sudah mengasingkan hidup kita? Haruskah kita menanti sampai kita dikepung dan dihimpit oleh musuh sementara musuh dari dalam diri kita sendiri belum bisa kita hadapi? Kita harus segera bergegas dan berbenah diri. Agar layak menjadi pembawa damai.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

41  Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
42  kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

21 November 2012

Renungan Harian, 21 November 2012 – Peringatan Wajib St. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka (Luk 19:11-28)

Kepada kita, Tuhan juga memberikan “mina” modal hidup berupa bakat, kesempatan, peluang, sarana, pekerjaan, dan lain lain. Kita akan dikatakan baik kalau secara kreatif kita mengembangkan semua “mina” yang kita miliki. Sebaliknya kita akan dihakimi sebagai hamba yang jahat kalau kita tidak berbuat apa apa untuk mengembangkan “mina” kita. Hari ini kita memperingati St Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Dengan “mina” yang dimilikinya, St. Maria telah menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Dan ia memperoleh kebahagiaan dan hidup yang berkenan di hati Allah.

Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! (Mzm 150:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
12  Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
13  Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
14  Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
15  Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
16  Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
17  Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
18  Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
20  Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
21  Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
22  Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
23  Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
24  Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
25  Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
26  Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
27  Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
28  Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

20 November 2012

Renungan Harian, 20 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Luk 19:1-10)

Menerima Yesus dengan sukacita dalam hidup sehari hari terutama saat menerima komuni dalam Ekaristi, akan membuat hidup kita diubah-Nya. Suatu fenomena menyedihkan bahwa begitu banyak umat Katolik menerima Komuni suci, tetapi hidup mereka tidak berubah. Karena mereka menyambut Yesus tidak disertai dengan kerinduan yang mendalam untuk berjumpa dengan-Nya. Apapun yang kita terima dalam Kitab Suci maupun pendalaman iman tidak akan merubah hidup kita sebelum kita berjumpa Yesus dalam hati kita. Yesus mengenal hati umat-Nya dan Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. (Mzm 15:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

17 November 2012

Renungan Harian, 17 November 2012 – Peringata Wajib Santa Elisabeth dari Hongaria, Biarawati

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:1-8)

Dari perumpamaan sang janda yang tidak berhenti merengek kepada hakim. Yesus mempertanyakan iman kita! Apakah iman kita sudah seperti sang janda? Yang pertama tama perlu kita bangun adalah beriman dalam berdoa. Kita perlu percaya dan penuh penyerahan dalam setiap doa doa kita. Dalam setiap doa, kita perlu setia dan terus menerus datang kepada Tuhan. Allah akan membenarkan orang orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya. Itulah iman kita kepada Yesus, sekarang dan selamanya.

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mzm 112:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
2  Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
3  Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
4  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
5  namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
6  Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
7  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

15 November 2012

Renungan Harian, 15 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah”(Luk 17:20-25)

Kedatangan Yesus kedunia menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah ditengah tengah kita. Allah meraja di dalam hati kita masing masing. Namun sering kita tidak menyadari kehadiran-Nya. Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri. Kita kurang membuka diri bagi sesama dan lingkungan sekitar. Sikap ini harus segera kita ubah. Kita harus menyadari kehadiran Roh Tuhan dalam hidup kita. Bisa dekat dan bersatu dengan Tuhan adalah berkat yang luar biasa.

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya (Mzm 146:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
21  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”
22  Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
23  Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
24  Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
25  Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

14 November 2012

Renungan Harian, 14 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” (Luk 17:11-19)

10 orang kusta disembuhkan Yesus, hanya 1 yang berterimakasih. Bukankah kita juga sering meminta kepada Allah, tetapi setelah diberi, kita lupa bersyukur. Disamping ucapan syukur dalam doa, ucapan syukur yang mendalam adalah berusaha menjadi seperti Dia yang berbaik hati kepada kita. Itulah ucapan syukur yang paling berarti. Caranya adalah mencoba berbaik hati kepada orang orang yNg dicintai-Nya, yaitu orang miskin. Melalui usaha ini, kita sudah menjadi tanda dan penyalur kasih Tuhan.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

12 November 2012

Renungan Harian, 12 Nopember 2012 – Peringatan Wajib Santo Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Luk 17:1-6)

Kita mesti sempurna seperti Bapa dalam hal mengampuni. Dengan mengampuni kita ikut ambil bagian sebagai penyalur rahmat Allah yang Maharahim. Seorang yang mengampuni, dia akan mengalami rasa syukur, kelegaan, kedamaian hati dan kebahagiaan yang mendalam sebagai anak anak Allah yang telah dicintai tanpa syarat. Segalanya akan berlimpah dan hati menjadi lepas bebas.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Mzm 24:6)

Bacaan lengkap hari ini :

1  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

8 November 2012

Renungan Harian, 8 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Dalam hidup kita sering merasa marah, kecewa, dendam, pada orang yang berbuat jahat atau menyakiti hati kita. Orang orang ini membuat kita tertekan, sakit dan tak nyaman. Hanya satu yang Yesus katakan. Dia dan seluruh isi surga akan bersukacita jika ada satu orang berdosa yang bertobat. Saat itu  Yesus mengajak kita untuk berpesta. Pesta yang penuh makna, karena orang yang menyakiti kita sudah bertobat. Bagaimana itu terjadi? Tanpa kenal lelah, kita mendekati dia yang berbuat jahat dan memberikan kasih serta pengampunan Yesus kepadanya.

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! (Mzm 105:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress