Renungan Harian

12 August 2012

Renungan Harian, 12 Agustus 2012 – Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat KeSurga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya (Luk 1:39-56)

Pertemuan Maria dan Elisabet adalah pertemuan dua benih Suci Sang Penyelamat dan Yohanes Pembaptis yang akan membuka jalan dan tanda Sang Penyelamat telah datang. Tanda yang membuat langit terbuka. Bapa dan Roh Kudus memproklamirkan Sang Penyelamat. Kesetiaan Maria dalam mengandung, melahirkan, melindungi dan mendampingi Putra-nya hingga dikayu salib sungguh luar biasa. Sudah layak dan pantas kalau jiwanya yang bersih murni diangkat bersama tubuhnya yang suci oleh kekuasaan Allah, karena dialah satu satunya wanita yang suci tanpa noda.Segala keturunan akan menyebut aku bahagia (Mzm 45)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

24 June 2012

Renungan Harian, 24 Juni 2012 – Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan” kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya. (Luk 1:57-66.80)

Apa arti sebuah nama? Bagi Zakharia nama adalah satu hal yang sangat penting. Ia merubah tradisi dalam menamai anaknya sesuai dengan kehendak Tuhan. Hari ini kita merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis, nabi besar yang sangat dihargai Tuhan. Nama kita selalu membawa sukacita tersendiri dihati Allah, apakah kita pernah bersukacita karena nama kita? Kiranya nama baptis yang kita pakai, menjadi berkat dan inspirasi bagi kita dalam menapaki kehidupan kita, menjadi pembuka jalan bagi keselamatan Allah didunia.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mzm 139:14)

16 June 2012

Renungan Harian, 16 Juni 2012 – Peringatan Wajib Hati Tersuci Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:41-51)

Bagaimana perasaan orang tua bila kehilangan anak, setelah 3 hari mencari dan ketemu, bukan pelukan atau kerinduan yang didapat justru jawaban yang kurang menyenangkan?. Inilah yang dialami Maria, namun Maria tidak kecewa atau marah. Dia menyimpan semuanya dalam hati. Hari ini Gereja memperingati Hati Tersuci St. Perawan Maria. hatinya menjadi tempat menyimpan semua kedukaannya menghadapi Yesus sejak remaja hingga wafat dikayu salib. Hati Maria juga menjadi tempat curhat kita. Karena Maria mengerti semua masalah kita. 

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; (1 Sam 2:1)

12 April 2012

Renungan Harian, 12 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. (Luk 24:35-48)

Yerusalem, pusat gereja perdana. Disini dimulainya semua pengampunan, pertobatan dan warta keselamatan. Para Rasul menjadi tahan uji menghadapi segala tantangan, rintangan serta penganiayaan. Semua itu membuat gereja menyebar keseluruh muka bumi dan para Rasul memperoleh mahkota yang sama dengan gurunya yakni mahkota kemartiran cinta kasih. Yang buah buahnya kita rasakan sampai saat ini.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

26 March 2012

Renungan Harian, 26 Maret 2012 – Hari Raya Kabar Sukacita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau”. (Luk 1:26-38)

Kita percaya bahwa Maria itu penuh rahmat bukan hanya ketika menerima kabar sukacita dari Malaikat Gabriel, tetapi sejak ia dikandung ibunya. Karena rahmat Allah pula Maria berani berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan…” Refleksi dari rahmat yang diterima Maria ini mengingatkan kita bahwa rahmat Allah-juga lah yang menyanggupkan kita menjawab panggilan Allah, apapun bentuk panggilan hidup kita. Maka selayaknya kita selalu terbuka akan rahmat Allah dan hidup baik satu sama lain. Salam Maria.

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku” (Mzm 40:7)

17 March 2012

Renungan Harian, 17 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain (Luk 18:9-14)

Kadang kita juga seperti orang Farisi, suka merasa lebih hebat dari orang lain. Bisa karena kita dekat dengan bos, dengan pejabat, dengan pastur atau karena kita sudah aktif di banyak organisasi gereja, pelayanan ini dan itu, ataupun punya karir yang tinggi. Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang dapat memonopoli berkat dan rahmat Allah, yang diberikan 100% karena belas kasih Allah sendiri, bukan karena kedekatan kita dengan siapapun atau karena sumbangan kita yang banyak. Ingat barang siapa meninggikan diri, dia akan direndahkan.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah (Mzm 51:18)

12 March 2012

Renungan Harian, 12 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30


“Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman, orang Siria itu.” (Luk 4:24-30)

Elisa orang Israel, kenapa dia tidak mau mentahirkan bangsanya sendiri? Apakah Elisa membenci mereka? Tidak, Elisa tidak membenci mereka, tetapi mereka yang tidak mau percaya pada Elisa. Hati mereka beku terhadap Elisa. Begitu juga orang orang di Nazaret tempat kelahiran Kristus, mereka bahkan coba membunuh Yesus. Hati adalah asal semua tindakan kita. Apa yang kita ekspresikan keluarnya dari hati. Hati adalah tempat lahir kita dalam terang sabda. Semoga hati kita seperti Naaman agar menjadi tempat Kristus mewartakan kebesaran-Nya.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

8 March 2012

Renungan Harian, 8 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Supaya ia memperingati mereka dengan sungguh sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (Luk 16:19-31)

Kemarin kita diingatkan tentang makna dari kekuasaan dan kekayaan yaitu berbuat baik dengan kekuasaan dan kekayaan itu. Hari ini kita melihat seorang kaya yang baru menyadari arti kekayaannya saat ia sudah masuk kedalam neraka, sehingga ia meminta Lazarus untuk  menemui saudara saudaranya supaya mereka mau bertobat dan menghayati makna kekayaan. Jangan menjadikan kekayaan atau kekuasaan itu sebagai tuhan kita. Sehingga membuat kita menjadi egois dan tidak lagi perduli pada kepentingan sesama. Biarlah benih untuk berbuat baik tumbuh subur dihati kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

5 March 2012

Renungan Harian, 5 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36-38)

Tuhan Yesus menawarkan kesempatan istimewa untuk kita semua supaya dapat menghayati kesempurnaan hidup yang ditandai oleh kemurahan hati. Tolok ukurnya bukan sembarangan, yaitu Bapa Surgawi sendiri. Kemurahan hati itu ditandai dengan sikap tulus, tanpa prasangka, tidak menghakimi. Kita layak murah hati, seperti Bapa disurga murah hati, karena kita ini, sebagai pengikut Kristus adalah anak anak Bapa disurga. Semoga kita semua sungguh mampu bersikap murah hati, kini dan sepanjang masa.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

29 February 2012

Renungan Harian, 29 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. (Luk 11:29-32)

Apakah untuk bertobat kita harus menunggu isyarat dari Tuhan? Manusia jaman ini adalah generasi Niniwe abad 21. Seperti yang dikatakan dalam Surat gembala Uskup Malang, kiranya retret agung kali ini kita juga membongkar sikap hati kita terutama dalam hal relasi dengan Tuhan. Bertobat saja tidak cukup tetapi dengan percaya kepada Injil maka iman kita dikuatkan untuk mempertahankan pertobatan kita. Semoga kita tidak jadi orang Kristen buah tomat. Minggu tobat, Senin kumat.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress