Renungan Harian

18 September 2012

Renungan Harian, 18 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (Luk 7:11-17)

Allah melakukan segala galanya karena belas kasih. Ia datang kedunia dalam diri Yesus, hanya karena cinta. Dalam mengadakan aneka mukjizat, seperti Injil hari ini, Yesus melakukan semuanya hanya dalam kasih. Ia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat-Nya hanya karena kasih, bukan karena jasa dan kebaikan umat-Nya. Apa makna dari semua ini? Sebagaimana Kristus berbagi kasih dengan kita, hendaknya kita juga berani berbagi kasih dengan sesama. Sebab hanya dengan berbagi kasih dengan sesama, kita telah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.

Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mzm 100:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

17 September 2012

Renungan Harian, 17 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” (Luk 7:1-10)

Iman yang sesungguhnya adalah sikap rendah hati, percaya sepenuhnya kepada Allah sehingga kita berani memasrahkan seluruh hidup. Sikap semacam itulah yang diperlukan kita dalam kehidupan beriman. Keberanian untuk mengosongkan diri, menyadari ke tidak berdayaan dan kemudian berjuang sambil berserah total kepada Allah, itulah yang perlu kita tumbuhkan dalam hati kita. Allah mampu untuk menjadikan mungkin, apa yang tidak mungkin. Perwira Romawi memberi contoh kepada kita, bagaimana harus percaya kepada kuasa Allah.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau (Mzm 40:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

13 September 2012

Renungan Harian 13 September 2012 – Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk 6:27-38)

Sebagai orang beriman hendaknya kita mempunyai jiwa besar. Ketika berselisih atau konflik dengan sesama tidak elok bila berakhir dengan permusuhan dan dendam. Kita harus berani bermurah hati, mengulurkan tangan dan bersalam damai dengan sesama. Karena mereka sebenarnya bukan musuh. Mereka adalah sesama dan kawan kita yang sedang khilaf. Siapa tahu saat ini bermasalah tapi satu saat justru menjadi dewa penolong kita? Perintah Yesus sangat gamblang,. Kita diminta untuk mencintai, seperti Yesus mencintai kita. Itulah semangat pengurbanan yang sejati.

Tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mzm 139:24b)

Bacaan Lengkap hari ini :

27  “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
37  “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

12 September 2012

Renungan Harian, 12 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”. (Luk 6:20-26)

Sabda Yesus sangat tegas. Dia mengharapkan kita untuk miskin dihadapan Allah. Berarti hanya mengandalkan dan mencari Allah dalam perjalanan hidup kita. Kita mesti setia kepada Dia sepenuhnya. Jika tujuan dan harta kita adalah Allah sendiri, maka hati, budi dan batin kita akan se-mata mata tertuju pada Dia. Nurani kita jernih, bisa membedakan dan memilih mana yang terbaik bagi pertumbuhan jiwa dan hidup rohani kita. Yesus Tuhanku, kuasailah hatiku, agar setiap wakti aku mengandalkan Dikau.

Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
21  Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
22  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
23  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
24  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
25  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
26  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

10 September 2012

Renungan Harian, 10 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk 6:6-11)

Dengan pertanyaan ini, Yesus menekankan bahwa TIDAK melakukan pekerjaan baik yang DAPAT kita lakukan adalah suatu KEJAHATAN. Yakobus bahkan mengatakan lebih tegas bahwa, Jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia sudah berdosa. Jadi atas pertanyaan Yesus diatas, kita memilih yang mana? Apakah ada halangan untuk dapat berbuat baik, padahal kita mampu untuk melakukannya?

TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku. (Mzm 5:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

6  Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
7  Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
8  Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
10  Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
11  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

6 September 2012

Renungan Harian, 6 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Luk 5:1-11)

Mengapa Yesus meminta nelayan bertolak ketempat yang lebih dalam? Karena ada rahasia kekayaan disana dan butuh keberanian untuk pergi ketempat yang lebih dalam. Kitapun dituntut Yesus untuk bertolak ketempat yang lebih dalam. Dosa membuat hidup kita terus mendangkal. Hikmat dunia adalah kebodohan, yang membuat manusia sulit mendengarkan Yesus dan takut bertolak ketempat yang lebih dalam. Apa yang harus kita perbuat? Dengarkan dan lakukan apa yang dikatakan Yesus. Mau dituntun dan mendengarkan adalah sikap orang yang hidupnya mendalam.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

5 September 2012

Renungan Harian, 5 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing masing dan menyembuhkan mereka. (Luk 4:38-44)

Yesus datang menjadi sahabat dan peneguh orang yang menderita dan sakit. Ia menyembuhkan ibu mertua Simon. Banyak orang bersukacita karena Yesus menyembuhkan dan mengusir setan. Begitu juga para imam, dengan rahmat tahbisan mereka hadirkan karya penyelamatan Allah. Mereka menjadi peneguh iman umat yang sedang sakit, bersedih dan menderita. Dengan Sakramen Minyak Suci, para imam melaksanakan tugas Kristus untuk memberikan pengharapan, hiburan dan kekuatan bagi mereka yang sakit. Keterbukaan iman menjadi pintu rahmat Tuhan yang menyembuhkan dan menyelamatkan.

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

Bacaan Lengkap hari ini :

38  Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
39  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
40  Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
41  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
42  Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
43  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
44  Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

3 September 2012

Renungan Harian, 3 September 2012 – Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya”. (Luk 4:16-30)

Pernahkah anda merasa begitu diremehkan atau ditolak, padahal anda telah berusaha berbuat baik? Bersabarlah dan jangan kecil hati. Yesus sudah lebih dahulu mengalami. Kita harus menyadari bahwa semua perbuatan baik tidak lepas dari penolakan. Rasa cemburu dan dengki selalu mengancam. Kekuatan jahat tidak pernah puas sebelum orang baik jatuh. Maka, perbuatan baik harus disertai dengan kekuatan Roh Allah. Disitulah letak kekuatan kita dalam melaksanakan kehendak baik dari Allah. Janganlah penolakan menyurutkan niat kita untuk tetap berbuat kebaikan.

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mzm 119:97)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
17  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
18  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
19  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
20  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
21  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”
23  Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”
24  Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
25  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
26  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
27  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
28  Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
29  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
30  Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

27 August 2012

Renungan Harian, 27 Agustus 2012 – Peringatan Wajib Santa Monika

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Allah telah melawat umat-Nya.” (Luk 7:11-17)

Allah sungguh bertindak bagi manusia yang membutuhkan dan dengan rendah hati memohonnya. Yesus melawat seorang janda dikota Nain yang kematian anaknya, dan karena belas kasihan, Ia hidupkan kembali. Kasih Yesus mengalir dalam diri sang anak, itulah yang menghidupkan. Lawatan Yesus selalu membawa sukacita bagi orang yang percaya dan ingin mengikuti-Nya dengan setia. Hari ini kita memperingati St. Monika ibunda St. Agustinus yang dengan tekun menantikan lawatan Allah kerumahnya agar anaknya mau bertobat. Semoga kita juga mampu merasakan campur tangan Allah dalam segala permasalahan kita.

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. (Mzm 96:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

12 August 2012

Renungan Harian, 12 Agustus 2012 – Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat KeSurga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya (Luk 1:39-56)

Pertemuan Maria dan Elisabet adalah pertemuan dua benih Suci Sang Penyelamat dan Yohanes Pembaptis yang akan membuka jalan dan tanda Sang Penyelamat telah datang. Tanda yang membuat langit terbuka. Bapa dan Roh Kudus memproklamirkan Sang Penyelamat. Kesetiaan Maria dalam mengandung, melahirkan, melindungi dan mendampingi Putra-nya hingga dikayu salib sungguh luar biasa. Sudah layak dan pantas kalau jiwanya yang bersih murni diangkat bersama tubuhnya yang suci oleh kekuasaan Allah, karena dialah satu satunya wanita yang suci tanpa noda.Segala keturunan akan menyebut aku bahagia (Mzm 45)

Bacaan Lengkap hari ini :

39  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
46  Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
47  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
48  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
49  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
50  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
51  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
52  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
53  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
54  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
55  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
56  Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress