Renungan Harian

6 October 2012

Renungan Harian, 6 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Luk 10:17-24)

Para murid dengan bangga bercerita pada Yesus tentang kehebatan mereka melakukan perutusan. Tapi Yesus menyambut rasa bangga mereka dengan nasihat yang bijak yang membuka mata mereka. Sukacita sejati tidak terdapat pada penaklukan atau kepemilikan hal hal duniawi, tetapi pada hal hal surgawi lewat karya bakti dan hidup rohani mereka semua. Sehebat dan sepintar apapun kita, tanpa sikap pembaharuan diri dan hidup rohani yang benar, kita akan semakin jauh dari Tuhan.

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-kepadaku. (Mzm 119:135)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

5 October 2012

Renungan Harian, 5 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”(Luk 10:13-16)

Karena begitu marahnya, Yesus pun mengecam dengan sangat pedas. Khorazim dan Betsaida simbol dari penduduk kota tersebut yang hidupnya memuakkan bagi Yesus. Apakah kita juga seperti mereka? Sudah diberi hidup yang nyaman, mapan, namun justru sibuk dengan kenyamanannya sehingga mulai tidak punya waktu untuk Tuhan? Apakah kenyamanan justru membuat kita lupa diri dan mulai meninggalkan Yesus dan ajaranNya? Apabila kesulitan datang, barulah kita mencari Dia untuk mohon pertolonganNya? Yesus pun akan mengecam sikap kita, bertobatlah!

Juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
14  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
15  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
16  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

3 October 2012

Renungan Harian, 3 Oktober 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Luk 9:57-62)

Mengikuti Yesus, OK,banyak yang mau. Tapi juga banyak yang minta syarat syarat tertentu, meminta fasilitas, meminta ijin dalam mengikuti Dia. Serigala masih punya liang, tapi Yesus, sang Mesias, bantal saja tidak punya. Tak ada kenyamanan, tak ada kemudahan. Seorang rasul, selalu bergerak, pergi dan pergi. Pergi dalam arti meninggalkan satu tempat , tapi juga meninggalkan diri sendiri. Keluar dari kenyamanan diri sendiri diantara keluarga. Apakah Tuhan sudah mampu membuat aku meneladani kekosongan diri Yesus?

Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu. (Mzm 88:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

57  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
58  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.
59  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
61  Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
62  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

28 September 2012

Renungan Harian, 28 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)
Mesias yang sesungguhnya bagi kita saat ini tidak menjadi masalah. Kita sudah mendengar dan percaya. Masalahnya adalah, kita kurang gigih dan bersemangat dalam mengikuti Dia. Banyak alasan kita pakai untuk pembenaran. Kita gampang tergoda janji muluk dalam berbagai bentuk, yang bisa mencampakkan keyakinan kita akan Sang Mesias. Pengakuan dengan mulut saja, tidaklah cukup. Pengakuan ini harus datang dari dalam lubuk hati yang terdalam. Maka apapun juga , kita harus mengikuti Sang Mesias secara utuh.

Terpujilah TUHAN, gunung batuku (Mzm 144:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19  Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20  Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

25 September 2012

Renungan Harian, 25 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)

Ayat ini sepertinya menyakitkan bagi seorang Maria ibu Yesus, namun sebenarnya justru Yesus memuji Maria sebagai orang yang mendengar dan melaksanakan firman Tuhan saat Maria berkata : ” Terjadilah padaku menurut perkataanMu”  Kita sering mendengar firman, akan tetapi sering pula kita tidak melaksanakannya. Maria ibu Yesus beserta saudara saudara-Nya membuka diri untuk mendengar firman Tuhan. dan melaksanakannya dalam hidup, sehingga firman Allah itu berbuah limpah. Kita sekarang sudah tahu caranya, tinggal melaksanakan.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
20  Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
21  Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

22 September 2012

Renungan Harian, 22 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya”. (Luk 8:4-15)

Perumpamaan hari ini adalah peringatan kepada semua pengikut Yesus, bagaimana mereka menanggapi firman Allah. Kita harus mawas diri, masuk kelompok manakah kita? Apakahkelompok tanah dipinggir jalan? Kita dengar firman Tuhan, tapi iblis mengambil firman itu dari dalam hati kita, supaya kita jangan percaya dan diselamatkan. Atau tanah yang berbatu? Gembira setelah mendengar firman, tetapi tidak berakar, percaya sebentar dan kemudian murtad. Atau kita termasuk kelompok tanah yang subur; kita dengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati dan berbuah dalam ketekunan. Tuhan memberkati.

Maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. (Mzm 56:13)

Bacaan lengkap hari ini :

4  Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
5  “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11  Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

19 September 2012

Renungan Harian, 19 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis (Luk 7:31-35)

Yesus melukiskan betapa bebalnya orang orang yang ada disekeliling-Nya. Tidak ada yang mampu membuat telinga dan hati mereka tertarik. Mereka tidak lagi peka atau terbuka terhadap tanda tanda kebenaran yang sudah diwartakan oleh Yohanes dan Yesus sendiri. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kita? Kita harus tetap yakin akan apa yang kita ucapkan dan ajarkan sebagai hal yang baik dan benar. Kebaikan dan kebenaran memang sering tidak mudah diterima. Tetapi kita tidak boleh menyerah, karena justru inilah ujian bagi kita.

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! (Mzm 33:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

18 September 2012

Renungan Harian, 18 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (Luk 7:11-17)

Allah melakukan segala galanya karena belas kasih. Ia datang kedunia dalam diri Yesus, hanya karena cinta. Dalam mengadakan aneka mukjizat, seperti Injil hari ini, Yesus melakukan semuanya hanya dalam kasih. Ia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat-Nya hanya karena kasih, bukan karena jasa dan kebaikan umat-Nya. Apa makna dari semua ini? Sebagaimana Kristus berbagi kasih dengan kita, hendaknya kita juga berani berbagi kasih dengan sesama. Sebab hanya dengan berbagi kasih dengan sesama, kita telah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.

Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mzm 100:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

17 September 2012

Renungan Harian, 17 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” (Luk 7:1-10)

Iman yang sesungguhnya adalah sikap rendah hati, percaya sepenuhnya kepada Allah sehingga kita berani memasrahkan seluruh hidup. Sikap semacam itulah yang diperlukan kita dalam kehidupan beriman. Keberanian untuk mengosongkan diri, menyadari ke tidak berdayaan dan kemudian berjuang sambil berserah total kepada Allah, itulah yang perlu kita tumbuhkan dalam hati kita. Allah mampu untuk menjadikan mungkin, apa yang tidak mungkin. Perwira Romawi memberi contoh kepada kita, bagaimana harus percaya kepada kuasa Allah.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau (Mzm 40:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

13 September 2012

Renungan Harian 13 September 2012 – Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk 6:27-38)

Sebagai orang beriman hendaknya kita mempunyai jiwa besar. Ketika berselisih atau konflik dengan sesama tidak elok bila berakhir dengan permusuhan dan dendam. Kita harus berani bermurah hati, mengulurkan tangan dan bersalam damai dengan sesama. Karena mereka sebenarnya bukan musuh. Mereka adalah sesama dan kawan kita yang sedang khilaf. Siapa tahu saat ini bermasalah tapi satu saat justru menjadi dewa penolong kita? Perintah Yesus sangat gamblang,. Kita diminta untuk mencintai, seperti Yesus mencintai kita. Itulah semangat pengurbanan yang sejati.

Tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mzm 139:24b)

Bacaan Lengkap hari ini :

27  “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
37  “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress