Renungan Harian

8 March 2012

Renungan Harian, 8 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Supaya ia memperingati mereka dengan sungguh sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (Luk 16:19-31)

Kemarin kita diingatkan tentang makna dari kekuasaan dan kekayaan yaitu berbuat baik dengan kekuasaan dan kekayaan itu. Hari ini kita melihat seorang kaya yang baru menyadari arti kekayaannya saat ia sudah masuk kedalam neraka, sehingga ia meminta Lazarus untuk  menemui saudara saudaranya supaya mereka mau bertobat dan menghayati makna kekayaan. Jangan menjadikan kekayaan atau kekuasaan itu sebagai tuhan kita. Sehingga membuat kita menjadi egois dan tidak lagi perduli pada kepentingan sesama. Biarlah benih untuk berbuat baik tumbuh subur dihati kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

5 March 2012

Renungan Harian, 5 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36-38)

Tuhan Yesus menawarkan kesempatan istimewa untuk kita semua supaya dapat menghayati kesempurnaan hidup yang ditandai oleh kemurahan hati. Tolok ukurnya bukan sembarangan, yaitu Bapa Surgawi sendiri. Kemurahan hati itu ditandai dengan sikap tulus, tanpa prasangka, tidak menghakimi. Kita layak murah hati, seperti Bapa disurga murah hati, karena kita ini, sebagai pengikut Kristus adalah anak anak Bapa disurga. Semoga kita semua sungguh mampu bersikap murah hati, kini dan sepanjang masa.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

29 February 2012

Renungan Harian, 29 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. (Luk 11:29-32)

Apakah untuk bertobat kita harus menunggu isyarat dari Tuhan? Manusia jaman ini adalah generasi Niniwe abad 21. Seperti yang dikatakan dalam Surat gembala Uskup Malang, kiranya retret agung kali ini kita juga membongkar sikap hati kita terutama dalam hal relasi dengan Tuhan. Bertobat saja tidak cukup tetapi dengan percaya kepada Injil maka iman kita dikuatkan untuk mempertahankan pertobatan kita. Semoga kita tidak jadi orang Kristen buah tomat. Minggu tobat, Senin kumat.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

25 February 2012

Renungan Harian, 25 Februari 2012 – Hari Sabtu sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32)

Kita cepat menilai orang lain sebagai orang berdosa namun kita lupa kalau kitapun tidak luput dari dosa. Sering kita cepat mengucilkan orang lain karena mereka kotor, menjijikkan. Kita sendiri dengan segala versi nya juga seorang pendosa. Sebagai kaum pendosa, kitapun diundang untuk datang kepada Yesus, menyerahkan diri kepada belas kasih-Nya. Kadang kita tahu bahwa kita seorang pendosa, tetapi dengan keras hati kita merasa yakin bahwa kita bisa merubah diri kita sendiri tanpa perlu bertobat. Ini bentuk arogansi lain dari seorang pendosa. Bertobatlah! Jangan keras hati!

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm 86:11)

23 February 2012

Renungan Harian, 23 Februari 2012 – Hari Kamis Sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9:22-25)

Hidup didunia ini sangat terbatas. Butuh keberanian untuk mengatakan ‘cukup’ bagi kebutuhan dan kenikmatan dunia, sebelum semuanya itu malah menghancurkan diri kita sendiri. Kenapa demikian? Karena kita akan sia siakan waktu untuk hal hal yang lebih baik, yaitu menerima Yesus dalam hidup. 3 syarat utama menjadi murid Yesus adalah : (1) penyangkalan diri; (2) memikul salibnya; dan (3) mengikuti Yesus. Yang utama adalah penyangkalan diri, karena yang harus kita sangkal adalah egoisme, akar segala dosa. Ingat kalahkan diri sendiri sama dengan kalahkan dunia.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

2 February 2012

Renungan Harian, 2 Februari 2012 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki laki sulung harus dikuduskan bagi Allah” (Luk 2:22-40)

Sebagai orang tua yang taat agama, maka Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Bait Allah untuk ditahirkan. Kitapun sebagai orang tua wajib menyerahkan anak anak kita kepada Tuhan dengan cara mengajak mereka mengenal Tuhan sejak dini. Menyempatkan waktu untuk ke Sekolah Minggu, dan mengajar mereka untuk lebih mengenal Tuhan secara pribadi. Orang tua kerap begitu mudah menyuruh anak anaknya membaca Kitab Suci, berdoa bahkan Ekaristi. Namun hanya dengan menyuruh tanpa menemani mereka berdoa, membaca KS ataupun ke Gereja, itu sama saja dengan membangun rumah diatas pasir.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

30 December 2011

Renungan Harian, 30 Desember 2011 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. (Luk 2:22-40).

Bagi Putra-Nya Alah menyediakan keluarga kudus di Nazareth. Disana Yesus bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih. Penyelenggaraan Ilahi atas suatu keluarga juga terjadi dalam hidup kita. Orang tua mendidik anak anak dengan sebaik baiknya dan selalu berusaha membawa mereka kejalan yang benar. Dewasa ini banyak hal mengancam keutuhan keluarga, anak kurang mengenal orang tuanya. Orang tua acuh terhadap anak anaknya. Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf, kiranya bisa menjadi teladan kesetiaan kita dalam berkeluarga.

Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya (Mzm 105:7-8)

29 December 2011

Renungan Harian, 29 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan (Luk 2:22-35)

Inti dari Injil ini adalah “PENYERAHAN”. Yesus diserahkan kepada Tuhan dan Simeon juga menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Keluarga Nazareth yang sederhana tahu menyerahkan segala dharma bakti dan iman mereka kepada Allah. Dan Simeon orang tua yang menatang bayi Yesus, juga menyerahkan kembali semuanya, termasuk hidupnya, kepada Allah. Ada saat kita harus menyerahkan diri untuk memulai hidup baru, tetapi juga ada saat kita harus menyerahkan diri untuk menyiapkan saat kita harus selesai dari kehidupan kita. Mampukah kita seperti Simeon yang berkata :”biarlah hambamu pergi dalam damai”?

Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Mzm 96:2

25 December 2011

Renungan Harian, 25 Desember 2011 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka cepat cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (Luk 2:15-20)

Selamat Natal, Damai Tuhan beserta kita semua. Natal adalah hari yang membahagiakan karena hari ini seorang Juruselamat telah lahir bagi kita. Seperti para gembala menjumpai bayi Yesus dan kembali sambil memuji dan memuliakan Allah, demikian hendaknya kita. Perjumpaan kita dengan Yesus dalam iman harus membangkitkan hati kita untuk memuji dan memuliakan Allah.
 

Adeste fideles,
Laeti triumphantes;
Venite, venite in Bethlehem;
Natum videte,
Regem Angelorum

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, di hadapan TUHAN, sebab Ia datang (Mzm 96: 11,13a)

24 December 2011

Renungan Harian, 24 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:67-69)

Dari tidak mengerti dengan rencana Allah, Zakharia menjadi memahami rencana Allah dalam kerangka penyelamatan manusia. Allah juga menyiapkan kerangka dari tujuan hidup setiap insan, yaitu beribadah kepada-Nya.  Beribadah yang benar adalah menyerahkan diri kepada Allah. Siap mengikuti dan tunduk menyerah pada rencana Allah untuk kita masing masing. Ada banyak kesulitan yang menghalangi untuk penyerahan diri secara total kepada Allah, ketakutan, keangkuhan dan rasa bimbang. Kita harus mampu mengalahkan semuanya untuk menerima kelepasan dari Allah.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. (Mzm 89:2)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress