Renungan Harian

25 February 2012

Renungan Harian, 25 Februari 2012 – Hari Sabtu sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32)

Kita cepat menilai orang lain sebagai orang berdosa namun kita lupa kalau kitapun tidak luput dari dosa. Sering kita cepat mengucilkan orang lain karena mereka kotor, menjijikkan. Kita sendiri dengan segala versi nya juga seorang pendosa. Sebagai kaum pendosa, kitapun diundang untuk datang kepada Yesus, menyerahkan diri kepada belas kasih-Nya. Kadang kita tahu bahwa kita seorang pendosa, tetapi dengan keras hati kita merasa yakin bahwa kita bisa merubah diri kita sendiri tanpa perlu bertobat. Ini bentuk arogansi lain dari seorang pendosa. Bertobatlah! Jangan keras hati!

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm 86:11)

23 February 2012

Renungan Harian, 23 Februari 2012 – Hari Kamis Sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9:22-25)

Hidup didunia ini sangat terbatas. Butuh keberanian untuk mengatakan ‘cukup’ bagi kebutuhan dan kenikmatan dunia, sebelum semuanya itu malah menghancurkan diri kita sendiri. Kenapa demikian? Karena kita akan sia siakan waktu untuk hal hal yang lebih baik, yaitu menerima Yesus dalam hidup. 3 syarat utama menjadi murid Yesus adalah : (1) penyangkalan diri; (2) memikul salibnya; dan (3) mengikuti Yesus. Yang utama adalah penyangkalan diri, karena yang harus kita sangkal adalah egoisme, akar segala dosa. Ingat kalahkan diri sendiri sama dengan kalahkan dunia.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

2 February 2012

Renungan Harian, 2 Februari 2012 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki laki sulung harus dikuduskan bagi Allah” (Luk 2:22-40)

Sebagai orang tua yang taat agama, maka Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Bait Allah untuk ditahirkan. Kitapun sebagai orang tua wajib menyerahkan anak anak kita kepada Tuhan dengan cara mengajak mereka mengenal Tuhan sejak dini. Menyempatkan waktu untuk ke Sekolah Minggu, dan mengajar mereka untuk lebih mengenal Tuhan secara pribadi. Orang tua kerap begitu mudah menyuruh anak anaknya membaca Kitab Suci, berdoa bahkan Ekaristi. Namun hanya dengan menyuruh tanpa menemani mereka berdoa, membaca KS ataupun ke Gereja, itu sama saja dengan membangun rumah diatas pasir.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

30 December 2011

Renungan Harian, 30 Desember 2011 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. (Luk 2:22-40).

Bagi Putra-Nya Alah menyediakan keluarga kudus di Nazareth. Disana Yesus bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih. Penyelenggaraan Ilahi atas suatu keluarga juga terjadi dalam hidup kita. Orang tua mendidik anak anak dengan sebaik baiknya dan selalu berusaha membawa mereka kejalan yang benar. Dewasa ini banyak hal mengancam keutuhan keluarga, anak kurang mengenal orang tuanya. Orang tua acuh terhadap anak anaknya. Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf, kiranya bisa menjadi teladan kesetiaan kita dalam berkeluarga.

Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya (Mzm 105:7-8)

29 December 2011

Renungan Harian, 29 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan (Luk 2:22-35)

Inti dari Injil ini adalah “PENYERAHAN”. Yesus diserahkan kepada Tuhan dan Simeon juga menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Keluarga Nazareth yang sederhana tahu menyerahkan segala dharma bakti dan iman mereka kepada Allah. Dan Simeon orang tua yang menatang bayi Yesus, juga menyerahkan kembali semuanya, termasuk hidupnya, kepada Allah. Ada saat kita harus menyerahkan diri untuk memulai hidup baru, tetapi juga ada saat kita harus menyerahkan diri untuk menyiapkan saat kita harus selesai dari kehidupan kita. Mampukah kita seperti Simeon yang berkata :”biarlah hambamu pergi dalam damai”?

Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Mzm 96:2

25 December 2011

Renungan Harian, 25 Desember 2011 – Hari Raya Natal

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka cepat cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. (Luk 2:15-20)

Selamat Natal, Damai Tuhan beserta kita semua. Natal adalah hari yang membahagiakan karena hari ini seorang Juruselamat telah lahir bagi kita. Seperti para gembala menjumpai bayi Yesus dan kembali sambil memuji dan memuliakan Allah, demikian hendaknya kita. Perjumpaan kita dengan Yesus dalam iman harus membangkitkan hati kita untuk memuji dan memuliakan Allah.
 

Adeste fideles,
Laeti triumphantes;
Venite, venite in Bethlehem;
Natum videte,
Regem Angelorum

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, di hadapan TUHAN, sebab Ia datang (Mzm 96: 11,13a)

24 December 2011

Renungan Harian, 24 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:67-69)

Dari tidak mengerti dengan rencana Allah, Zakharia menjadi memahami rencana Allah dalam kerangka penyelamatan manusia. Allah juga menyiapkan kerangka dari tujuan hidup setiap insan, yaitu beribadah kepada-Nya.  Beribadah yang benar adalah menyerahkan diri kepada Allah. Siap mengikuti dan tunduk menyerah pada rencana Allah untuk kita masing masing. Ada banyak kesulitan yang menghalangi untuk penyerahan diri secara total kepada Allah, ketakutan, keangkuhan dan rasa bimbang. Kita harus mampu mengalahkan semuanya untuk menerima kelepasan dari Allah.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. (Mzm 89:2)

23 December 2011

Renungan Harian, 23 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. (Luk 1:57-66)

Lahirnya Yohanes membuat banyak orang takjub, ibunya sudah sangat tua, ayahnya bisu saat ia dalam kandungan. Tidak heran orang bertanya tanya : “Jadi apakah anak ini nantinya?” Banyak orang bangga memakai nama Yohanes. Mereka ingin berkarya seperti Yohanes, menjadi pembawa kabar sukacita bagi yang berduka. Menjadi perata jalan yang bergelombang. Namun bukan hanya bagi mereka yang bernama Yohanes, kita semua juga siap berkarya. Kita harus selalu siap dan berani meluruskan jalan bagi kedatangan Tuhan.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mzm 25:5)

22 December 2011

Renungan Harian, 22 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

”karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” (Luk 1:46-56)

Seluruh hidup kita adalah pengalaman akan Allah. Dalam suka dan duka, Dia hadir dan melakukan karya karya besar. Memang sulit untuk mampu melihat Allah dalam pengalaman pengalaman buruk kita. Namun yakinlah semuanya akan indah pada waktu-Nya. Tuhan sedang merenda, tapi kita hanya melihat bagian baliknya yang penuh benang ruwet. Ketika kita melihat bidang atasnya, tampaklah keindahannya. Karena itu jangan pernah lupa untuk bersyukur pada-Nya.

Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. (1 Sam 2:1)

21 December 2011

Renungan Harian, 21 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.” (Luk 1:39-45)

Kunjungan Maria ke rumah Elisabet bermakna luar biasa.  Elisabet dipenuhi Roh Kudus membuatnya menyebut Maria sebagai Bunda Tuhan. Maria tidak banyak berbicara, pribadi dan martabatnya yang berbicara, membuat Elisabet kagum. Banyak diantara kita yang tidak mempunyai karunia untuk mewartakan kabar sukacita dengan kata kata. Namun, kita bisa mewartakan Kristus lewat sikap hidup dan tingkah laku, sekalipun tidak ada satu kalimatpun tentang Kristus yang kita ucapkan. Itulah evangelisasi yang sejati.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 33:1)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress