Renungan Harian

29 November 2011

Renungan Harian, 29 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” (Luk 10:21-24)

Yesus sangat bersyukur karena 70 orang kecil yang notabene adalah murid murid-Nya berhasil diterima oleh orang banyak yang relatif juga orang kecil. Orang kecil bukan karena badannya atau hartanya saja, tetapi karena sikap hati yang sederhana, terbuka dan bergantung pada yang lebih besar, yaitu “Allah”. Mari kita semakin kecil agar Allah semakin leluasa berkarya dalam diri kita.

Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! (Mzm 72:7)

26 November 2011

Renungan Harian, 26 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat”. (Luk 21:34-36)

Hari ini adalah hari terakhir tahun Liturgi Gereja, besok adalah awal tahun Liturgi baru yang diawali dengan Advent hari pertama. Injil hari ini lagi lagi ingatkan kita untuk berjaga menjelang kedatangan Tuhan ke dua kalinya. Yesus minta agar kita menunggu saat itu dengan berjaga dan berdoa. Agar dapat dengan senang hati menunggu panggilan terakhir itu. Tuhan sumber kekuatan, biarkanlah Roh Kudus-Mu membimbing aku untuk setia berjaga menantikan kedatanganmu.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama lamanya (T. Daniel 3:82)

25 November 2011

Renungan Harian, 25 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian juga, jika kamu melihat hal hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. (Luk 21:29-33)

Kedatangan Yesus pada akhir jaman bukanlah peristiwa yang mengejutkan. Bagi kita murid murid-Nya, kedatangan -Nya sudah dikatakan sejak lama, kita disiapkan untuk menyongsongnya. Yesus tidak pernah berhenti mengingatkan kita agar tidak ada yang binasa pada hari kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Mari kita awali persiapan kita dengan membaca Kitab Suci setiap hari.

Pujilah Tuhan dan luhurkanlah Dia selama lamanya (T. Daniel 3:75)

24 November 2011

Renungan Harian, 24 Nopember 2011 – Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac, Imam dan Martir Vietnam.

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Luk 21:20-28)

Menjelang akhir tahun Liturgi ini, ditampilkan kisah tentang akhir Zaman. Tampaknya mengerikan, tapi sebenarnya Yesus ingin menyadarkan kita semua bahwa akan tiba waktu nya nanti Anak Manusia akan datang dan membawa kegenapan akan keselamatan yang telah dijanjikan. Sabda Yesus ini membantu kita makin percaya dan yakin bahwa kedatangan Tuhan sebenarnya untuk membawa kita masuk dalam kemuliaan-Nya. Terimakasih Tuhan, Engkau telah mengingatkan aku bahwa pada akhir zaman Engkau akan datang dengan mulia. Amin.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama -lamanya T. Daniel 3:73

23 November 2011

Renungan Harian, 23 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. (Luk 21:12-19)

Sebutan sebagai anak anak Allah mengandung resiko yang tidak ringan. Karena menyandang nama-Nya kita harus siap siap dipersulit, dilecehkan bahkan dianiaya. Penderitaan itu sudah menjadi bagian hidup kita sebagai orang Kristen. Namun Yesus membesarkan hati kita bahwa semua itu adalah kesempatan bagi kita untuk bersaksi. Benar! Iman tanpa kesaksian adalah mati. Yang utama adalah tetapkan dulu hati kita. Pastikan bahwa kita tetap tegar bersama Dia, apapun yang terjadi. Dan Dia akan menuntun kita kejalan yang benar.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama lamanya (T.Dan 3:62)

22 November 2011

Renungan Harian, 22 November 2011 – Peringatan Wajib St. Sesilia – Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya dimana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan (Luk 21:5-11)

Keindahan Bait Allah akhirnya juga hancur. Kemegahan, kekayaan, kecantikan, apapun itu, semua akan hancur saat akhir jaman datang. Ini mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi dibumi. Segala yang fana dibumi akan lenyap. Hanya Tuhan yang kekal abadi. Yang berpaut pada-Nya tak binasa selamanya. Hari ini kita peringati St Sesilia, yang bersama suaminya St. Valerianus mengubur jenazah orang Kristen yang dibunuh. Dan akhirnya St. Sesilia pun dibunuh karena imannya.

Pujilah Tuhan, hai segala buatan Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama lamanya (T. Dan 3:57)

21 November 2011

Renungan Harian, 21 November 2011 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Luk 21:1-4)

Memberi dengan ikhlas, tanpa pamrih seperti nya tidak terlalu sulit. Tapi kalau itu adalah seluruh harta yang kita miliki ceritanya jadi lain. Yesus ingin menekankan bahwa sikap dasar dalam memberikan sesuatu kepada orang lain adalah cinta dan pengorbanan yang mendalam. Bunda Maria adalah anak tunggal St. Anna dan St. Yoakhim, namun dengan penuh keikhlasan orang tuanya menyerahkan pada Tuhan, dan ternyata memang Tuhan memakai Maria sebagai Bunda sang Kristus.

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama lamanya. (T. Dan 3:52)

19 November 2011

Renungan Harian, 19 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk 20:27-40)

Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam manusia, maka ia menjadi hidup. Kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada kita tidak bisa ditiadakan. Bila hidup fana di dunia ini dijalani dengan kudus dalam persatuan dengan Allah yang kudus, maka persatuan itu terus berlanjut dalam hidup kekal bersama-Nya. Dengan demikian hidup kita punya arti dan tujuan yang jelas, yaitu hidup bersama-Nya didunia maupun disurga baka.

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib (Mzm 9:1)

18 November 2011

Renungan Harian, 18 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk 19:45-48)

Bait Allah adalah tubuh Kristus sendiri dan tubuh Kristus adalah Gereja. Yesus tidak berkenan bila Rumah-Nya dijadikan ajang komersialisasi dan penyalah gunaan. Tentu hal ini sesuatu yang tidak disukai oleh para pemimpin orang Yahudi yang hidupnya tergantung pada perpuluhan Bait Allah. Kita sendiri adalah Bait Allah, jangan juga dijadikan sarang kejahatan. Bilamana kita tekun menghadirkan Yesus dalam kehidupan kita Yesus pasti juga akan mengusir segala sesuatu yang tidak berkenan pada-Nya. Pertanyaan-nya, apakah kita sudah mengundang Dia hadir dihati kita?

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi!  (1 Twr 29:11)

17 November 2011

Renungan Harian, 17 November 2011 – Peringatan Wajib Santa Elisabeth dari Hungaria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!” (Luk 19:31-44)

Setiap pribadi ingin damai sejahtera dalam hidupnya, namun banyak kali manusia mencari damai sejahtera dengan cara yang salah. Ada yang dengan konfrontatif, hasilnya adalah damai yang semu. Berbeda dengan Santa Elisabet dari Hungaria, sebagai isteri seorang pangeran, dia juga mencari damai sejahtera. Ia memilih hidup sederhana dan melakukan kehendak Yesus berbagi kasih dengan sesama yang miskin. Kiranya tangisan Yesus membuat kita mencari kedamaian secara benar.

“Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (Mzm 50:15)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress