Renungan Harian Ad Maiorem Dei gloriam

4 December 2012

Renungan Harian, 4 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Luk 10:21-24)

Orang kecil mempunyai tempat khusus di mata Allah, mulai dari Yusuf yang masih muda dipilih Allah menjadi penyelamat keluarga. Daud menjadi penyelamat bangsa Israel dari serangan Filistin. Dan juga Maria yang kecil menjadi bunda Penyelamat Manusia. Makin kecil, makin kita kosong, dan makin Allah melimpahi kita. Masa advent adalah masa saat menyadari kekosongan dan kekecilan kita. Yakinlah, setiap kita, orang kecil, dipakai Tuhan. Beranilah bicara, mewartakan, menggemakan kehendak-Nya.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! (Mzm 72:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
22  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
23  Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
24  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

2 December 2012

Renungan Harian, 2 Desember 2012 – Minggu Adven Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk 21:25-28.34-36)

Memikirkan akhir zaman membuat hati kita kecut dan cemas. Muncul gambaran tentang perang dan segala macam bencana yang mengerikan. Sebelum semua itu terjadi orang bisa mati ketakutan. Injil memberi kita pegangan yang menguatkan. Apa pun yang terjadi, di ujung sana ada kese-lamatan. Kita diajak bangkit dan mengangkat muka untuk melihat Tuhan yang datang untuk menyelamatkan. Datanglah, Tuhan Yesus!

TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. (Mzm 25:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

25  “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
26  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
34  “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

1 December 2012

Renungan Harian, 1 Desember 2012 – Peringatan Wajib Bruder Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir Indonesia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:34-36)

Ini hari terakhir dari Tahun Liturgi. Yang sudah terjadi, biarlah berlalu. Yang belum, jangan dicemaskan dulu. Kita diajak untuk berjaga-jaga dan berdoa. Menyerahkan diri ke tangan Tuhan yang memelihara dan melindungi. Dalam doa kita menimba kekuatan dari atas. Kita percaya dan yakin akan tiba saatnya Tuhan mematahkan segala kuasa kegelapan. Kebaikan pasti menang atas kejahatan.

Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. (Mzm 95:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
35  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

29 November 2012

Renungan Harian, 29 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk 21:20-28)

Yesus ingin menyadarkan semua orang agar mereka mempersiapkan diri untuk menyongsong kedatangan-Nya nanti dengan persiapan diri agar layak ikut serta dalam Kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya. Yesus ingin mengikut sertakan semua manusia ke dalam kemuliaan-Nya. Oleh sebab itu diharapkan adanya keterbukaan dari pihak manusia untuk menyongsongNya dengan sukacita. Marilah kita mengarahkan diri kepada Yesus yang akan datang dalam kemuliaan-Nya.

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mzm 100:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat.
21  Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,
22  sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.
23  Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini,
24  dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
25  “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
26  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

28 November 2012

Renungan Harian, 28 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku”. (Luk 21:12-19)

Sebagai orang Kristen kita tidak usah berharap banyak akan kehidupan yang aman dan tenteram. Seperti yang diungkapkan Lukas hari ini, banyak kesulitan dan hambatan yang akan kita alami. Memang kita tak berharap muncul hal hal yang lebih gawat. Masih banyak orang yang punya hati dan bela rasa, sebab manusia pada hakikatnya tidak suka akan kekerasan. Juga tak pernah boleh ada kekerasan atas nama-Nya. Yang harus ada ialah berjuang keras menegakkan kebenaran. Jangan sampai kita ikutan andil dalam menciptakan iklim yang memperburuk nama Yesus.

Sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. (Mzm 98:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
13  Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14  Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
15  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
16  Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
17  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
18  Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
19  Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

26 November 2012

Renungan Harian, 26 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Luk 21:1-4)

Kedermawanan seseorang bukan terletak pada apa yang diberikan, melainkan pada apa yang dimilikinya. Dari kemiskinannya ia memberikan dua peser; jumlah yang sedikit tapi justru dikagumi Yesus, karena ia memberikan semua yang dimilikinya. Dan itu adalah seluruh nafkahnya. Ia percaya bahwa Allah adalah pemelihara hidupnya. Ia tidak kuatir akan apa yang besok akan ia makan. Ia hidup dalam penyelenggaraan Ilahi. Karena itu, kalau ingin berderma, jangan menunggu kaya. Berikan apa yang kita miliki dan Allah akan mencukupi apa yang kita butuhkan.

 “Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Mzm 24:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
2  Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
3  Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
4  Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

23 November 2012

Renungan Harian, 23 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk 19:45-48)

Gedung Gereja adalah simbol Gereja orang Katolik. Gereja adalah Tubuh Kristus; Tubuh Kristus adalah Komuni Kudus dalam Ekaristi. Karenanya janganlah orang Katolik menjadikan dirinya sebagai sarang penyamun, menjadikan tubuh kita sebagai sarang kejahatan. Ingatlah kata kata St. Paulus bahwa Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus. Sejak penciptaan, Allah menjadikan tubuh kita “baik” adanya. Maka, menggunakan organ tubuh sebagai sarana kejahatan berarti melanggar maksud penciptaan.

Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. (Mzm 119:103)

Bacaan Lengkap hari ini :

45  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
46  kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
47  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
48  tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

22 November 2012

Renungan Harian, 22 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya (Luk 19:41-44)

Kota yang ditangisi Yesus adalah Yerusalem yang sebenarnya adalah diri kita semua, bila kita sulit untuk membuka mata dan hati nurani kita; jikalau kita sulit untuk keluar dari ego kita. Ataukah kita merasa nyaman tinggal dalam keegoisan, ketakutan dan kemalasan kita? Belum sadarkah kita bahwa kegelapan sudah mengasingkan hidup kita? Haruskah kita menanti sampai kita dikepung dan dihimpit oleh musuh sementara musuh dari dalam diri kita sendiri belum bisa kita hadapi? Kita harus segera bergegas dan berbenah diri. Agar layak menjadi pembawa damai.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

41  Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
42  kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
43  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
44  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

21 November 2012

Renungan Harian, 21 November 2012 – Peringatan Wajib St. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka (Luk 19:11-28)

Kepada kita, Tuhan juga memberikan “mina” modal hidup berupa bakat, kesempatan, peluang, sarana, pekerjaan, dan lain lain. Kita akan dikatakan baik kalau secara kreatif kita mengembangkan semua “mina” yang kita miliki. Sebaliknya kita akan dihakimi sebagai hamba yang jahat kalau kita tidak berbuat apa apa untuk mengembangkan “mina” kita. Hari ini kita memperingati St Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Dengan “mina” yang dimilikinya, St. Maria telah menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Dan ia memperoleh kebahagiaan dan hidup yang berkenan di hati Allah.

Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! (Mzm 150:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
12  Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
13  Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
14  Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
15  Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
16  Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
17  Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
18  Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19  Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
20  Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
21  Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
22  Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
23  Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
24  Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
25  Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
26  Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
27  Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
28  Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

20 November 2012

Renungan Harian, 20 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Luk 19:1-10)

Menerima Yesus dengan sukacita dalam hidup sehari hari terutama saat menerima komuni dalam Ekaristi, akan membuat hidup kita diubah-Nya. Suatu fenomena menyedihkan bahwa begitu banyak umat Katolik menerima Komuni suci, tetapi hidup mereka tidak berubah. Karena mereka menyambut Yesus tidak disertai dengan kerinduan yang mendalam untuk berjumpa dengan-Nya. Apapun yang kita terima dalam Kitab Suci maupun pendalaman iman tidak akan merubah hidup kita sebelum kita berjumpa Yesus dalam hati kita. Yesus mengenal hati umat-Nya dan Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. (Mzm 15:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress