Renungan Harian

22 November 2011

Renungan Harian, 22 November 2011 – Peringatan Wajib St. Sesilia – Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya dimana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan (Luk 21:5-11)

Keindahan Bait Allah akhirnya juga hancur. Kemegahan, kekayaan, kecantikan, apapun itu, semua akan hancur saat akhir jaman datang. Ini mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi dibumi. Segala yang fana dibumi akan lenyap. Hanya Tuhan yang kekal abadi. Yang berpaut pada-Nya tak binasa selamanya. Hari ini kita peringati St Sesilia, yang bersama suaminya St. Valerianus mengubur jenazah orang Kristen yang dibunuh. Dan akhirnya St. Sesilia pun dibunuh karena imannya.

Pujilah Tuhan, hai segala buatan Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama lamanya (T. Dan 3:57)

21 November 2011

Renungan Harian, 21 November 2011 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Luk 21:1-4)

Memberi dengan ikhlas, tanpa pamrih seperti nya tidak terlalu sulit. Tapi kalau itu adalah seluruh harta yang kita miliki ceritanya jadi lain. Yesus ingin menekankan bahwa sikap dasar dalam memberikan sesuatu kepada orang lain adalah cinta dan pengorbanan yang mendalam. Bunda Maria adalah anak tunggal St. Anna dan St. Yoakhim, namun dengan penuh keikhlasan orang tuanya menyerahkan pada Tuhan, dan ternyata memang Tuhan memakai Maria sebagai Bunda sang Kristus.

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama lamanya. (T. Dan 3:52)

19 November 2011

Renungan Harian, 19 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk 20:27-40)

Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam manusia, maka ia menjadi hidup. Kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada kita tidak bisa ditiadakan. Bila hidup fana di dunia ini dijalani dengan kudus dalam persatuan dengan Allah yang kudus, maka persatuan itu terus berlanjut dalam hidup kekal bersama-Nya. Dengan demikian hidup kita punya arti dan tujuan yang jelas, yaitu hidup bersama-Nya didunia maupun disurga baka.

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib (Mzm 9:1)

18 November 2011

Renungan Harian, 18 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk 19:45-48)

Bait Allah adalah tubuh Kristus sendiri dan tubuh Kristus adalah Gereja. Yesus tidak berkenan bila Rumah-Nya dijadikan ajang komersialisasi dan penyalah gunaan. Tentu hal ini sesuatu yang tidak disukai oleh para pemimpin orang Yahudi yang hidupnya tergantung pada perpuluhan Bait Allah. Kita sendiri adalah Bait Allah, jangan juga dijadikan sarang kejahatan. Bilamana kita tekun menghadirkan Yesus dalam kehidupan kita Yesus pasti juga akan mengusir segala sesuatu yang tidak berkenan pada-Nya. Pertanyaan-nya, apakah kita sudah mengundang Dia hadir dihati kita?

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi!  (1 Twr 29:11)

17 November 2011

Renungan Harian, 17 November 2011 – Peringatan Wajib Santa Elisabeth dari Hungaria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!” (Luk 19:31-44)

Setiap pribadi ingin damai sejahtera dalam hidupnya, namun banyak kali manusia mencari damai sejahtera dengan cara yang salah. Ada yang dengan konfrontatif, hasilnya adalah damai yang semu. Berbeda dengan Santa Elisabet dari Hungaria, sebagai isteri seorang pangeran, dia juga mencari damai sejahtera. Ia memilih hidup sederhana dan melakukan kehendak Yesus berbagi kasih dengan sesama yang miskin. Kiranya tangisan Yesus membuat kita mencari kedamaian secara benar.

“Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (Mzm 50:15)

16 November 2011

Renungan Harian, 16 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19:11-28)

Apa yang kita lakukan, itulah yang akan Tuhan lakukan pada diri kita. Yesus lebih mementingkan KUALITAS atas kepercayaan yang diberikan-Nya, bukan HASILnya. Kualitas yang baik adalah berusaha dengan JUJUR atas apa yang Tuhan kehendaki. Akan tercapai bila kita mengubah cita cita untuk sukses menjadi cita cita untuk memiliki iman. Kesuksesan tanpa beriman kepada Yesus dapat mencelakakan orang lain, bahkan diri sendiri. Mengusahakan kesuksesan tanpa iman akan menjauhkan kita dari sikap jujur.

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mzm 17:15)

15 November 2011

Renungan Harian, 15 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Luk 19:1-10)

Bacaan hari ini mengajak kita untuk belajar, bahwa keselamatan itu adalah kehendak Allah. Dari kita manusia hanya dibutuhkan kepekaan untuk mendengarkan panggilan Allah. Zakheus tadinya hanya “ingin tahu”siapa itu Yesus yang begitu terkenal. Tetapi saat Yesus memanggil dia. Roh Kudus bekerja dan merubah Zakheus menjadi pribadi yang lain. Pribadi yang bertobat dan rendah hati. Semoga Tuhan menjamah kita dengan lembut dan kita peka untuk menjawab, YA TUHAN aku datang.

Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (Mzm 3:6)

14 November 2011

Renungan Harian, 14 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” (Luk 18:35-43)

Sungguh wajar bila si orang buta menjawab pertanyaan Yesus supaya dia dapat melihat. Bagaimana jika kita yang mendapat pertanyaan itu? Belajar dari orang buta yang disembuhkan Yesus, kita juga perlu menjadi orang orang yang sungguh tahu apa yang kita perlukan dalam hidup ini, yaitu kesehatan rohani dan jasmani. Pejamkan mata dan lihatlah Yesus yang begitu peduli pada kita. Mintalah pada-Nya, agar kita mampu melihat kehadiran-Nya dalam hidup kita.

Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu. (Mzm 119:159)

12 November 2011

Renungan Harian, 12 November 2011 – Peringatan Wajib St. Yosafat

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Luk 18:1-8)

Yesus mencontohkan ketekunan seorang janda dalam minta pertolongan seorang hakim yang angkuh. Kita perlu tekun dan tidak jemu jemunya seperti janda itu dalam berseru kepada Allah. Dan betapa perlunya kita terus berseru mohon belas kasihan dan pengampunan Allah bagi dunia yang makin jahat ini.

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, (Mzm 105:5)

11 November 2011

Renungan Harian, 11 November 2011 – Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Luk 17:26-37)

Takut kematian secara berlebihan membuat hidup kita dipenuhi kegelisahan. Iman Kristiani menegaskan bahwa kita hidup bukan untuk mati, tapi mati untuk hidup. Benih yang tidak mati tetap akan satu biji, kalau dia mati baru menghasilkan buah berlimpah. Mari kita maknai hidup dengan mengisinya secara baik agar menghasilkan buah berlimpah. Hidup atau mati, kita jalani sebagai peristiwa iman yang membawa kita lebih dekat pada Tuhan.

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mzm 19:2)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress