Renungan Harian

28 September 2012

Renungan Harian, 28 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)
Mesias yang sesungguhnya bagi kita saat ini tidak menjadi masalah. Kita sudah mendengar dan percaya. Masalahnya adalah, kita kurang gigih dan bersemangat dalam mengikuti Dia. Banyak alasan kita pakai untuk pembenaran. Kita gampang tergoda janji muluk dalam berbagai bentuk, yang bisa mencampakkan keyakinan kita akan Sang Mesias. Pengakuan dengan mulut saja, tidaklah cukup. Pengakuan ini harus datang dari dalam lubuk hati yang terdalam. Maka apapun juga , kita harus mengikuti Sang Mesias secara utuh.

Terpujilah TUHAN, gunung batuku (Mzm 144:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19  Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20  Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

25 September 2012

Renungan Harian, 25 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)

Ayat ini sepertinya menyakitkan bagi seorang Maria ibu Yesus, namun sebenarnya justru Yesus memuji Maria sebagai orang yang mendengar dan melaksanakan firman Tuhan saat Maria berkata : ” Terjadilah padaku menurut perkataanMu”  Kita sering mendengar firman, akan tetapi sering pula kita tidak melaksanakannya. Maria ibu Yesus beserta saudara saudara-Nya membuka diri untuk mendengar firman Tuhan. dan melaksanakannya dalam hidup, sehingga firman Allah itu berbuah limpah. Kita sekarang sudah tahu caranya, tinggal melaksanakan.

Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. (Mzm 119:27)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
20  Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
21  Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

22 September 2012

Renungan Harian, 22 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya”. (Luk 8:4-15)

Perumpamaan hari ini adalah peringatan kepada semua pengikut Yesus, bagaimana mereka menanggapi firman Allah. Kita harus mawas diri, masuk kelompok manakah kita? Apakahkelompok tanah dipinggir jalan? Kita dengar firman Tuhan, tapi iblis mengambil firman itu dari dalam hati kita, supaya kita jangan percaya dan diselamatkan. Atau tanah yang berbatu? Gembira setelah mendengar firman, tetapi tidak berakar, percaya sebentar dan kemudian murtad. Atau kita termasuk kelompok tanah yang subur; kita dengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati dan berbuah dalam ketekunan. Tuhan memberkati.

Maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. (Mzm 56:13)

Bacaan lengkap hari ini :

4  Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
5  “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11  Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

19 September 2012

Renungan Harian, 19 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis (Luk 7:31-35)

Yesus melukiskan betapa bebalnya orang orang yang ada disekeliling-Nya. Tidak ada yang mampu membuat telinga dan hati mereka tertarik. Mereka tidak lagi peka atau terbuka terhadap tanda tanda kebenaran yang sudah diwartakan oleh Yohanes dan Yesus sendiri. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kita? Kita harus tetap yakin akan apa yang kita ucapkan dan ajarkan sebagai hal yang baik dan benar. Kebaikan dan kebenaran memang sering tidak mudah diterima. Tetapi kita tidak boleh menyerah, karena justru inilah ujian bagi kita.

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! (Mzm 33:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

18 September 2012

Renungan Harian, 18 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (Luk 7:11-17)

Allah melakukan segala galanya karena belas kasih. Ia datang kedunia dalam diri Yesus, hanya karena cinta. Dalam mengadakan aneka mukjizat, seperti Injil hari ini, Yesus melakukan semuanya hanya dalam kasih. Ia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat-Nya hanya karena kasih, bukan karena jasa dan kebaikan umat-Nya. Apa makna dari semua ini? Sebagaimana Kristus berbagi kasih dengan kita, hendaknya kita juga berani berbagi kasih dengan sesama. Sebab hanya dengan berbagi kasih dengan sesama, kita telah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan.

Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mzm 100:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

11  Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
12  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
13  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
14  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
15  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
16  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
17  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

17 September 2012

Renungan Harian, 17 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” (Luk 7:1-10)

Iman yang sesungguhnya adalah sikap rendah hati, percaya sepenuhnya kepada Allah sehingga kita berani memasrahkan seluruh hidup. Sikap semacam itulah yang diperlukan kita dalam kehidupan beriman. Keberanian untuk mengosongkan diri, menyadari ke tidak berdayaan dan kemudian berjuang sambil berserah total kepada Allah, itulah yang perlu kita tumbuhkan dalam hati kita. Allah mampu untuk menjadikan mungkin, apa yang tidak mungkin. Perwira Romawi memberi contoh kepada kita, bagaimana harus percaya kepada kuasa Allah.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau (Mzm 40:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

13 September 2012

Renungan Harian 13 September 2012 – Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk 6:27-38)

Sebagai orang beriman hendaknya kita mempunyai jiwa besar. Ketika berselisih atau konflik dengan sesama tidak elok bila berakhir dengan permusuhan dan dendam. Kita harus berani bermurah hati, mengulurkan tangan dan bersalam damai dengan sesama. Karena mereka sebenarnya bukan musuh. Mereka adalah sesama dan kawan kita yang sedang khilaf. Siapa tahu saat ini bermasalah tapi satu saat justru menjadi dewa penolong kita? Perintah Yesus sangat gamblang,. Kita diminta untuk mencintai, seperti Yesus mencintai kita. Itulah semangat pengurbanan yang sejati.

Tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mzm 139:24b)

Bacaan Lengkap hari ini :

27  “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
31  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
32  Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
36  Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
37  “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
38  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

12 September 2012

Renungan Harian, 12 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”. (Luk 6:20-26)

Sabda Yesus sangat tegas. Dia mengharapkan kita untuk miskin dihadapan Allah. Berarti hanya mengandalkan dan mencari Allah dalam perjalanan hidup kita. Kita mesti setia kepada Dia sepenuhnya. Jika tujuan dan harta kita adalah Allah sendiri, maka hati, budi dan batin kita akan se-mata mata tertuju pada Dia. Nurani kita jernih, bisa membedakan dan memilih mana yang terbaik bagi pertumbuhan jiwa dan hidup rohani kita. Yesus Tuhanku, kuasailah hatiku, agar setiap wakti aku mengandalkan Dikau.

Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
21  Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
22  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
23  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
24  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
25  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
26  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

10 September 2012

Renungan Harian, 10 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk 6:6-11)

Dengan pertanyaan ini, Yesus menekankan bahwa TIDAK melakukan pekerjaan baik yang DAPAT kita lakukan adalah suatu KEJAHATAN. Yakobus bahkan mengatakan lebih tegas bahwa, Jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia sudah berdosa. Jadi atas pertanyaan Yesus diatas, kita memilih yang mana? Apakah ada halangan untuk dapat berbuat baik, padahal kita mampu untuk melakukannya?

TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku. (Mzm 5:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

6  Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
7  Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
8  Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
10  Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
11  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

6 September 2012

Renungan Harian, 6 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Luk 5:1-11)

Mengapa Yesus meminta nelayan bertolak ketempat yang lebih dalam? Karena ada rahasia kekayaan disana dan butuh keberanian untuk pergi ketempat yang lebih dalam. Kitapun dituntut Yesus untuk bertolak ketempat yang lebih dalam. Dosa membuat hidup kita terus mendangkal. Hikmat dunia adalah kebodohan, yang membuat manusia sulit mendengarkan Yesus dan takut bertolak ketempat yang lebih dalam. Apa yang harus kita perbuat? Dengarkan dan lakukan apa yang dikatakan Yesus. Mau dituntun dan mendengarkan adalah sikap orang yang hidupnya mendalam.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5  Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress