Renungan Harian

17 November 2011

Renungan Harian, 17 November 2011 – Peringatan Wajib Santa Elisabeth dari Hungaria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!” (Luk 19:31-44)

Setiap pribadi ingin damai sejahtera dalam hidupnya, namun banyak kali manusia mencari damai sejahtera dengan cara yang salah. Ada yang dengan konfrontatif, hasilnya adalah damai yang semu. Berbeda dengan Santa Elisabet dari Hungaria, sebagai isteri seorang pangeran, dia juga mencari damai sejahtera. Ia memilih hidup sederhana dan melakukan kehendak Yesus berbagi kasih dengan sesama yang miskin. Kiranya tangisan Yesus membuat kita mencari kedamaian secara benar.

“Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (Mzm 50:15)

16 November 2011

Renungan Harian, 16 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19:11-28)

Apa yang kita lakukan, itulah yang akan Tuhan lakukan pada diri kita. Yesus lebih mementingkan KUALITAS atas kepercayaan yang diberikan-Nya, bukan HASILnya. Kualitas yang baik adalah berusaha dengan JUJUR atas apa yang Tuhan kehendaki. Akan tercapai bila kita mengubah cita cita untuk sukses menjadi cita cita untuk memiliki iman. Kesuksesan tanpa beriman kepada Yesus dapat mencelakakan orang lain, bahkan diri sendiri. Mengusahakan kesuksesan tanpa iman akan menjauhkan kita dari sikap jujur.

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mzm 17:15)

15 November 2011

Renungan Harian, 15 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Luk 19:1-10)

Bacaan hari ini mengajak kita untuk belajar, bahwa keselamatan itu adalah kehendak Allah. Dari kita manusia hanya dibutuhkan kepekaan untuk mendengarkan panggilan Allah. Zakheus tadinya hanya “ingin tahu”siapa itu Yesus yang begitu terkenal. Tetapi saat Yesus memanggil dia. Roh Kudus bekerja dan merubah Zakheus menjadi pribadi yang lain. Pribadi yang bertobat dan rendah hati. Semoga Tuhan menjamah kita dengan lembut dan kita peka untuk menjawab, YA TUHAN aku datang.

Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (Mzm 3:6)

14 November 2011

Renungan Harian, 14 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” (Luk 18:35-43)

Sungguh wajar bila si orang buta menjawab pertanyaan Yesus supaya dia dapat melihat. Bagaimana jika kita yang mendapat pertanyaan itu? Belajar dari orang buta yang disembuhkan Yesus, kita juga perlu menjadi orang orang yang sungguh tahu apa yang kita perlukan dalam hidup ini, yaitu kesehatan rohani dan jasmani. Pejamkan mata dan lihatlah Yesus yang begitu peduli pada kita. Mintalah pada-Nya, agar kita mampu melihat kehadiran-Nya dalam hidup kita.

Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu. (Mzm 119:159)

12 November 2011

Renungan Harian, 12 November 2011 – Peringatan Wajib St. Yosafat

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Luk 18:1-8)

Yesus mencontohkan ketekunan seorang janda dalam minta pertolongan seorang hakim yang angkuh. Kita perlu tekun dan tidak jemu jemunya seperti janda itu dalam berseru kepada Allah. Dan betapa perlunya kita terus berseru mohon belas kasihan dan pengampunan Allah bagi dunia yang makin jahat ini.

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, (Mzm 105:5)

11 November 2011

Renungan Harian, 11 November 2011 – Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. (Luk 17:26-37)

Takut kematian secara berlebihan membuat hidup kita dipenuhi kegelisahan. Iman Kristiani menegaskan bahwa kita hidup bukan untuk mati, tapi mati untuk hidup. Benih yang tidak mati tetap akan satu biji, kalau dia mati baru menghasilkan buah berlimpah. Mari kita maknai hidup dengan mengisinya secara baik agar menghasilkan buah berlimpah. Hidup atau mati, kita jalani sebagai peristiwa iman yang membawa kita lebih dekat pada Tuhan.

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mzm 19:2)

10 November 2011

Renungan Harian, 10 November 2011 – Peringatan Wajib Santo Leo Agung

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. (Luk 17:20-25)

Penderitaan adalah salah satu misteri kehidupan. Orang selalu bertanya: Mengapa orang tak bersalahpun harus menderita? Mengapa saya harus menderita? Seperti daun, yang tidak pernah komplain kepada angin yang membuatnya berguguran, karena sesudah jatuh di tanah, dia akan menjadi pupuk yang berguna. Yesus, manusia paling kudus, tanpa dosapun tak luput dari penderitaan. Ia terima dengan sukarela, sebagai konsekuensi dari kasih yang paling besar. St. Leo Agung yang kita rayakan hari ini mengingatkan bahwa penderitaan adalah kodrat. Karena itu hadapi dengan tegar bersama Allah.

Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. (Mzm 119:89)

8 November 2011

Renungan Harian, 8 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Luk 17:7-10)

Merasa banyak berjasa sering menjadikan kita arogan, sombong dan kehilangan hati seorang hamba. Padahal seorang abdi Allah adalah hamba yang menaruh seluruh pengabdian kepada Allah. Kita harus tetap menggantungkan hidup kita pada-Nya. Semua jasa yang kita lakukan adalah atas perintah-Nya, jangan kita berbangga diri, tetaplah rendah hati dan nyatakan siap untuk diperintah oleh Dia.

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. (Mzm 34:2)

7 November 2011

Renungan Harian, 7 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. (Luk 17:1-6)

Kita terlahir dalam suatu keluarga, yang terikat dan terkait, yang terpilih sebagai umat Tuhan. Kita bertanggung jawab satu bagi yang lain. Bila ada yang berbuat salah, jangan didiamkan apalagi digunjingkan, tapi kita wajib menegurnya. Bila ia menyesal, berikanlah pengampunan. Jangan pernah merasa rugi bila kita seringkali mengampuni. Justru sebaliknya, kita rugi besar bila tidak mengampuni, karena dosa kitapun tidak akan diampuni oleh Tuhan. Padahal kita butuh pengampunan lebih dari tujuh kali sehari!

Juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

4 November 2011

Renungan Harian, 4 November 2011 – Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. (Luk 16:1-8)

Hari ini kita lihat bahwa Yesus juga menilai manusia yang selalu profile oriented. Bagi manusia penampilan luar lebih penting daripada isi. Seseorang yang naik mobil mewah, lebih diperhatikan daripada seseorang yang naik sepeda motor. Penampilan luar begitu meyakinkan, walau sebenarnya penuh kepalsuan. Apakah kita membangun kehidupan kita dengan cara cara yang licik dan cerdik demi untuk penampilan? Hari ini kita belajar dari St. Karolus Boromeus, tak ada kepalsuan dalam dirinya. Ia martir cinta kasih, ia mati karena penyakit menular dari orang sakit yang ditolongnya.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress