Renungan Harian

16 June 2012

Renungan Harian, 16 Juni 2012 – Peringatan Wajib Hati Tersuci Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:41-51)

Bagaimana perasaan orang tua bila kehilangan anak, setelah 3 hari mencari dan ketemu, bukan pelukan atau kerinduan yang didapat justru jawaban yang kurang menyenangkan?. Inilah yang dialami Maria, namun Maria tidak kecewa atau marah. Dia menyimpan semuanya dalam hati. Hari ini Gereja memperingati Hati Tersuci St. Perawan Maria. hatinya menjadi tempat menyimpan semua kedukaannya menghadapi Yesus sejak remaja hingga wafat dikayu salib. Hati Maria juga menjadi tempat curhat kita. Karena Maria mengerti semua masalah kita. 

“Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; (1 Sam 2:1)

12 April 2012

Renungan Harian, 12 April 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. (Luk 24:35-48)

Yerusalem, pusat gereja perdana. Disini dimulainya semua pengampunan, pertobatan dan warta keselamatan. Para Rasul menjadi tahan uji menghadapi segala tantangan, rintangan serta penganiayaan. Semua itu membuat gereja menyebar keseluruh muka bumi dan para Rasul memperoleh mahkota yang sama dengan gurunya yakni mahkota kemartiran cinta kasih. Yang buah buahnya kita rasakan sampai saat ini.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

26 March 2012

Renungan Harian, 26 Maret 2012 – Hari Raya Kabar Sukacita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau”. (Luk 1:26-38)

Kita percaya bahwa Maria itu penuh rahmat bukan hanya ketika menerima kabar sukacita dari Malaikat Gabriel, tetapi sejak ia dikandung ibunya. Karena rahmat Allah pula Maria berani berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan…” Refleksi dari rahmat yang diterima Maria ini mengingatkan kita bahwa rahmat Allah-juga lah yang menyanggupkan kita menjawab panggilan Allah, apapun bentuk panggilan hidup kita. Maka selayaknya kita selalu terbuka akan rahmat Allah dan hidup baik satu sama lain. Salam Maria.

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku” (Mzm 40:7)

17 March 2012

Renungan Harian, 17 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain (Luk 18:9-14)

Kadang kita juga seperti orang Farisi, suka merasa lebih hebat dari orang lain. Bisa karena kita dekat dengan bos, dengan pejabat, dengan pastur atau karena kita sudah aktif di banyak organisasi gereja, pelayanan ini dan itu, ataupun punya karir yang tinggi. Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang dapat memonopoli berkat dan rahmat Allah, yang diberikan 100% karena belas kasih Allah sendiri, bukan karena kedekatan kita dengan siapapun atau karena sumbangan kita yang banyak. Ingat barang siapa meninggikan diri, dia akan direndahkan.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah (Mzm 51:18)

12 March 2012

Renungan Harian, 12 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30


“Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman, orang Siria itu.” (Luk 4:24-30)

Elisa orang Israel, kenapa dia tidak mau mentahirkan bangsanya sendiri? Apakah Elisa membenci mereka? Tidak, Elisa tidak membenci mereka, tetapi mereka yang tidak mau percaya pada Elisa. Hati mereka beku terhadap Elisa. Begitu juga orang orang di Nazaret tempat kelahiran Kristus, mereka bahkan coba membunuh Yesus. Hati adalah asal semua tindakan kita. Apa yang kita ekspresikan keluarnya dari hati. Hati adalah tempat lahir kita dalam terang sabda. Semoga hati kita seperti Naaman agar menjadi tempat Kristus mewartakan kebesaran-Nya.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm 42:2)

8 March 2012

Renungan Harian, 8 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Supaya ia memperingati mereka dengan sungguh sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (Luk 16:19-31)

Kemarin kita diingatkan tentang makna dari kekuasaan dan kekayaan yaitu berbuat baik dengan kekuasaan dan kekayaan itu. Hari ini kita melihat seorang kaya yang baru menyadari arti kekayaannya saat ia sudah masuk kedalam neraka, sehingga ia meminta Lazarus untuk  menemui saudara saudaranya supaya mereka mau bertobat dan menghayati makna kekayaan. Jangan menjadikan kekayaan atau kekuasaan itu sebagai tuhan kita. Sehingga membuat kita menjadi egois dan tidak lagi perduli pada kepentingan sesama. Biarlah benih untuk berbuat baik tumbuh subur dihati kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

5 March 2012

Renungan Harian, 5 Maret 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36-38)

Tuhan Yesus menawarkan kesempatan istimewa untuk kita semua supaya dapat menghayati kesempurnaan hidup yang ditandai oleh kemurahan hati. Tolok ukurnya bukan sembarangan, yaitu Bapa Surgawi sendiri. Kemurahan hati itu ditandai dengan sikap tulus, tanpa prasangka, tidak menghakimi. Kita layak murah hati, seperti Bapa disurga murah hati, karena kita ini, sebagai pengikut Kristus adalah anak anak Bapa disurga. Semoga kita semua sungguh mampu bersikap murah hati, kini dan sepanjang masa.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

29 February 2012

Renungan Harian, 29 Februari 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. (Luk 11:29-32)

Apakah untuk bertobat kita harus menunggu isyarat dari Tuhan? Manusia jaman ini adalah generasi Niniwe abad 21. Seperti yang dikatakan dalam Surat gembala Uskup Malang, kiranya retret agung kali ini kita juga membongkar sikap hati kita terutama dalam hal relasi dengan Tuhan. Bertobat saja tidak cukup tetapi dengan percaya kepada Injil maka iman kita dikuatkan untuk mempertahankan pertobatan kita. Semoga kita tidak jadi orang Kristen buah tomat. Minggu tobat, Senin kumat.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

25 February 2012

Renungan Harian, 25 Februari 2012 – Hari Sabtu sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32)

Kita cepat menilai orang lain sebagai orang berdosa namun kita lupa kalau kitapun tidak luput dari dosa. Sering kita cepat mengucilkan orang lain karena mereka kotor, menjijikkan. Kita sendiri dengan segala versi nya juga seorang pendosa. Sebagai kaum pendosa, kitapun diundang untuk datang kepada Yesus, menyerahkan diri kepada belas kasih-Nya. Kadang kita tahu bahwa kita seorang pendosa, tetapi dengan keras hati kita merasa yakin bahwa kita bisa merubah diri kita sendiri tanpa perlu bertobat. Ini bentuk arogansi lain dari seorang pendosa. Bertobatlah! Jangan keras hati!

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. (Mzm 86:11)

23 February 2012

Renungan Harian, 23 Februari 2012 – Hari Kamis Sesudah Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9:22-25)

Hidup didunia ini sangat terbatas. Butuh keberanian untuk mengatakan ‘cukup’ bagi kebutuhan dan kenikmatan dunia, sebelum semuanya itu malah menghancurkan diri kita sendiri. Kenapa demikian? Karena kita akan sia siakan waktu untuk hal hal yang lebih baik, yaitu menerima Yesus dalam hidup. 3 syarat utama menjadi murid Yesus adalah : (1) penyangkalan diri; (2) memikul salibnya; dan (3) mengikuti Yesus. Yang utama adalah penyangkalan diri, karena yang harus kita sangkal adalah egoisme, akar segala dosa. Ingat kalahkan diri sendiri sama dengan kalahkan dunia.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa (Mzm 1:1)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress