Renungan Harian

30 September 2014

Renungan Harian, 30 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. (Luk 9:51-56)

Orang Samaria menolak Yesus, karena merasa hanya dijadikan transit, mereka ingin Yesus tinggal dikotanya. Tapi penolakan ini menyakitkan hati para murid. Berbeda dengan orang Samaria, St. Hieronimus yang kita rayakan hari ini, justru tanpa serep menerima dan mencintai Yesus. Dengan baptisan, kita telah menyatakan diri sebagai orang yang mencintai dan menerima Yesus. Namun hal ini masih perlu diuji dengan bukti. “Sejauh mana kita sudah menerima Yesus?” Sejauh kata? Sejauh doa? Atau sejauh ide dan pikiran belaka? Semoga sejauh perbuatan nyata!

(Mazmur 88:2-3,4-5,6,7-8)
Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.
Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;
sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.
Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan.
Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.
Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.
Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku.

Bacaan Lengkap hari ini:
51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

27 September 2014

Renungan Harian, 27 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Vincentius a Paulo, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” (Luk 9:43b-45)

Penderitaan dan kematian adalah topik yang tidak menarik untuk dibicarakan. Namun Yesus tetap mengatakannya berulang ulang, sebab itulah jalan keselamatan! Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan dan tidak ada surga tanpa kematian. St. Vinsensius a Paulo yang kita peringati hari ini adalah orang yang sangat menghayati makna penderitaan untuk kebahagiaan sesama. Hidup St. Vinsensius selalu dibimbing dan dikuatkan oleh penderitaan Yesus, sehingga mampu memberikan pelayanan dan bimbingan pada banyak orang yang mengalami penderitaan.

Mazmur 90:3-4,5-6,12-13,14,17
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN  —  berapa lama lagi?  —  dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Bacaan Lengkap hari ini:
43b Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
44  “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
45  Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

26 September 2014

Renungan Harian, 26 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” (Luk 9:18-22)

Menurut St. Hieronimus, tidak mengenal Kitab Suci berarti juga tidak mengenal Kristus. Belum cukup bila kita hanya merenungkan sendiri Kitab Suci. Tafsiran ilmiah terhadap Kitab Suci pun hanya bersifat membantu. Lagipula penafsiran Kitab Suci yang otentik selalu harus sesuai dengan Iman Gereja. Tempat yang paling tepat untuk membaca dan mendengarkan Kitab Suci adalah liturgi. Setiap kali Kitab Suci dibacakan dalam Gereja, terutama dalam Ekaristi, maka Allah sendiri berbicara kepada umat-Nya. Alangkah indahnya bila dalam keluarga dihidupkan tradisi membaca Kitab Suci agar makin mengenal Dia dengan benar!

(Mazmur 144:1-4)
Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

Bacaan Lengkap hari ini:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

25 September 2014

Renungan Harian, 25 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” (Luk 9:7-9)

Sebagai orang beriman, tak cukup hanya mengetahui bahwa Tuhan itu ada. Bahkan, tanpa henti pula kita menuntut Tuhan untuk menampilkan diri dan meyakinkan kita. Kerap kita bersikap seperti Herodes dan “berusaha melihat Yesus” namun tanpa disertai iman dan keinginan untuk bersahabat dengan Yesus. Sehingga kita sering merasakan kesia-siaan hidup, karena merasa Tuhan tidak ada. Kita lupa bahwa napas baru kita setiap kita bangun pagi adalah bukti karya Tuhan? KIta patut bersyukur kepada Tuhan karena Dia sudah memberikan yang terbaik bagi kita.

(Mazmur 90:3-4.5-6.12-13.14.17)
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN  —  berapa lama lagi?  —  dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
8  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.
9  Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

24 September 2014

Renungan Harian, 24 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah (Luk 9:1-6)

Seorang utusan haruslah memiliki sikap ketergantungan total pada Allah yang telah mengutusnya. Ia yang telah mengutus, Ia pula yang akan menyediakan segala kelengkapan yang dibutuhkan. Dengan demikian, dari pihak para utusan, kepercayaan dan kepasrahan pada penyelenggaraan ilahi merupakan suatu tuntutan mutlak yang harus diperhatikan. Tugas perutusan kita salah satu adalah menjadikan keluarga kita Gereja Rumah Tangga yang bertumbuh dalam Sabda Tuhan. Tuhan sudah menyiapkan segalanya, terserah kita untuk menjadi utusan yang baik demi kemuliaan nama-Nya.

(Mazmur 119:29.72.89.101.104.163)
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
2 Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3 kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4 Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
5 Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

23 September 2014

Renungan Harian, 23 September 2014 – Peringatan Wajib Santo Padre Pin dari Pietrelcina, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah (Luk 9:1-6)

Seorang utusan haruslah memiliki sikap ketergantungan total pada Allah yang telah mengutusnya. Ia yang telah mengutus, Ia pula yang akan menyediakan segala kelengkapan yang dibutuhkan. Dengan demikian, dari pihak para utusan, kepercayaan dan kepasrahan pada penyelenggaraan ilahi merupakan suatu tuntutan mutlak yang harus diperhatikan. Tugas perutusan kita salah satu adalah menjadikan keluarga kita Gereja Rumah Tangga yang bertumbuh dalam Sabda Tuhan. Tuhan sudah menyiapkan segalanya, terserah kita untuk menjadi utusan yang baik demi kemuliaan nama-Nya.

Mazmur 119:29.72.89.101.104.163
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
2  Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3  kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4  Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
5  Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
6  Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

22 September 2014

Renungan Harian, 22 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur (Luk 8:16-18)

Sebagai orang Kristiani kita harus berani dan aktif untuk memancarkan cahaya bagi setiap orang disekeliling kita. Dunia kita saat ini, sangat membutuhkan cahaya-cahaya yang sungguh bisa menerangi kehidupan. Karena kegelapan hati sudah semakin meluas. Tindak kejahatan terus meningkat, kekerasan semakin sering terjadi dan kelompok-kelompok yang memecah belah persatuan semakin merajalela. Beranikah kita sebagai orang Kristiani memancarkan cahaya bagi orang disekitar kita dan membutuhkan bantuan kita? Inilah tugas perutusan kita.

(Mazmur 15:2-3ab.3cd-4ab.5)
Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya
dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN;
yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
16  “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
17  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

20 September 2014

Renungan Hari Sabtu 20 September 2014 – Peringatan Wajib St. Andreas Kim Tae Gon, Imam & Paulus Chong Hasang, dan kawan kawan – Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.” (Luk 8:4-15)

Sang Penabur adalah Kristus sendiri dan benih yang ditabur adalah Sabda Allah. Dari antara benih terseburt ada yang jatuh ditanah yang berbatu batu, maknanya adalah banyak orang menerima Sabda Yesus dengan sukacita, tetapi tidak berakar, sehingga mudah mati. Kita harus meneladani St. Andreas Kim yang mengatakan: “Jadilah orang Kristiani bila engkau berharap untuk bahagia setelah meninggal dunia, karena Tuhan memiliki hukuman bagi mereka yang menolak untuk mengenal-Nya. Apakah kita juga ingin menjadi Kristiani yang bahagia?

Mazmur 56:10.11-12.13-14
Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

Bacaan Lengkap hari ini
4 Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
5  “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
9  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10  Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11  Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12  Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13  Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14  Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

19 September 2014

Renungan Harian, 19 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3)

Para wanita pengikut setia Kristus adalah orang yang rela mengabdikan diri kepada Sang Guru. Kekayaan sepertinya bukan modal mereka untuk mengikuti Tuhan. Kekayaan yang mereka miliki itu sekedar sarana yang mendorong mereka untuk melayani sesama dengan sebaik mungkin. Kemauan hati untuk selalu mendengarkan sabda dan kehendak-Nya, itulah yang selalu menyemangati mereka untuk terus mengikuti Yesus. Kiranya teladan kaum wanita yang seringkali dianggap lemah ini juga menggugah hati kita untuk makin melayani Tuhan dengan segenap kemampuan kita.

(Mazmur 17:1.6-7.8b.15)
Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3  Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

18 September 2014

Renungan Harian, 18 September 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. (Luk 7:36-50)

Apa yang dilakukan wanita berdosa kepada Yesus, adalah perbuatan mulia yang mendatangkan berkat baginya dan pelajaran bagi banyak orang yang melihatnya. Ia tahu apa yang dilakukannya dan Yesus pun membiarkan hal itu terjadi. Karena Yesus tahu dia melakukannya dengan sepenuh hati dan Yesuspun merestuinya, maka benarlah yang dikatakan Yesus : “Imanmu telah menyelamatkan” Bersungguhlah dalam hidup saat harapan kita kecil. Lebih bersungguhlah saat kita mungkin akan kalah. dan makin bersungguhlah saat kita tidak mungkin meraih kemenangan. Inilah yang namanya iman!

(Mazmur 118 : 1-2.16ab-17.28)
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan,
tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

Bacaan Lengkap hari ini:
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress