Renungan Harian

24 December 2013

Renungan Harian, 24 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya (Luk 1:67-69)

Kiranya getar kehadiran Sang Juruselamat sejati sudah dinubuatkan oleh Zakharia. Rahmat kelahiran Mesias adalah sebuah hadiah pengampunan bagi siapa saja! Pengampunan disini adalah rahmat Tuhan, jadi bukan sekedar pengurangan hukuman atau bebas bersyarat. Tidak ada satu pun yang dapat membebaskan kita dari berbagai akibat atas dosa-dosa kita, kecuali Allah yang penuh cinta serta kelembutan. Mari kita sambut Sang Mesias dengan berani meminta ampun dan mengampuni satu sama lain. Ampun itu rahmat yang menyembuhkan.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Mzm 89:2

Bacaan Lengkap hari ini :

67 ¶  Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
68  ”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
69  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
70   —  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus  — 
71  untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
73  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
74  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
75  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
76  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
77  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
78  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

23 December 2013

Renungan Harian, 23 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” (Luk 1:57-66)

Yohanes Pembaptis memenuhi panggilan sebagai nabi sampai akhir hidupnya. Dia menghayati panggilannya dengan setia dan penuh tanggung jawab. Baginya, kematian justru menyempurnakan panggilan hidupnya sebagai nabi. Karena itu, kita hendaknya juga tidak takut mati untuk mewujudkan panggilan hidup sebagai Kristiani. Kehadiran kita didunia akan bermakna dan membawa sukacita bagi sesama, bila menghidupi apa yang dihayati oleh Yohanes Pembaptis. Kita menjadi orang yang bertanggung jawab dan setia terhadap tugas dan panggilan Tuhan.

Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; (Mzm 25:1)

57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
58  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”
61  Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”
62  Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.
64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
65  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
66  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

21 December 2013

Renungan Harian, 21 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Jaminan Allah selalu menjadi andalan dan pegangan tak tergoyahkan bagi orang terpilih. Tidak semuanya terang benderang. Tapi jaminan Tuhan adalah daya ekstra untuk berani berkata: “terjadilah kehendak-Mu” Kita dipilih Tuhan untuk melaksanakan tugas pelayanan sesuai kemampuan kita. Apapun tugas yang dipercayakan, itu adalah pilihan Allah. Kita dapat belajar dari Maria bagaimana menjawab panggilan dan tugas dari Tuhan. Pilihan Allah adalah pemberian. Pemberian adalah tugas. Kita maju bersama Dia.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 32:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
40  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
41  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
42  lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
43  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
44  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
45  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

20 December 2013

Renungan Harian, 20 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. (Luk 1:26-38)

Perasaan Maria yang rela menerima derita untuk keselamatan sesama, mestinya menjadi panggilan kita. Pelayanan dan cinta kasih kita mestinya terarah pada sesama. Jangan kita malah terpengaruh pada kehidupan dunia, yang hanya mengarahkan tindakan dan perbuatan kita pada kepentingan diri sendiri. Mari berkorban untuk orang lain, agar kehidupan kekal yang kita nantikan dapat kita rasakan bersama dengan semua orang.

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

19 December 2013

Renungan Harian, 19 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan” (Luk 1:5-25)

Anak itu anugerah atau karya dari Tuhan. Betapa tidak! Keluarga Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia. Ditambah lagi Elisabet itu mandul. Dalam pandangan manusia tampaknya mustahil. Tetapi bagi Allah tak ada kata mustahil. Sebagai orang beriman kita perlu belajar percaya akan rencana dan karya Tuhan dalam diri pribadi dan keluarga kita. Pasutri Zakharia dan Elisabet menjadi sarana untuk menampakkan karya agung Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan Allah mempunyai rencana indah pada kita semua.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  ”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

9 December 2013

Renungan Harian, 9 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. (Luk 5:17-26)

Si lumpuh percaya bahwa Yesus sangat berkuasa menyembuhkan dia. Orang banyak yang menutupi jalan tidak memathkan semangat dan harapannya untuk bertemu Tuhan dan disembuhkan. Si lumpuh adalah pribadi yang punya harapan teguh. Dia tidak membiarkan diri dikuasai oleh kelumpuhan. kita perlu belajar seperti mereka. Meski punya banyak kelemahan, harapan tidak boleh mati dalam hati kita. Harapan harius menjadi satu-satunya kekuatan dan penyembuh dalam hidup kita.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan lengkap hari ini :

17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
18  Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
19  Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
20  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”
21  Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
22  Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
23  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
24  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
25  Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
26  Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

7 December 2013

Renungan Harian, 7 Desember 2013 – Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Dosa

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Luk 1:26-38)

Gereja percaya bahwa Roh Kudus bekerja tidak hanya ketika Maria mendengar kabar malaikat. Gereja percaya bahwa Allah telah bekerja sejak awal kehidupan Maria. Allah bekerja “meminjamkan” kekudusan-Nya kepada Maria, sehingga ia terlindung dari segala noda dosa. Itulah kuasa Allah Yang Mahatinggi dan kita rayakan hari ini. Maria dikandung tanpa noda dosa sesungguhnya mewartakan kasih karunia-Nya yang tiada batasnya. Kita pun dipanggil untuk mengimani-Nya seperti Maria dan berusaha agar kuasa Allah sungguh nyata dalam hidup kita.

 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan lengkap hari ini :

bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30  Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
34  Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
35  Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
38  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

30 November 2013

Renungan Harian, 30 November 2013 – Peringatan Wajib Santo Andreas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat 4:18-22)

Tuhan memanggil seseorang untuk dilibatkan, tidak saja dalam rencana-Nya, tetapi juga karya nyata. “Panggilan” disini adalah keputusan menjadi rasul Kristus secara radikal, misalnya para biarawan dan biarawati. Misteri panggilan tetap saja tidak pernah dapat dijelaskan secara tuntas. Karena ada orang yang terpanggil yang bisa setia sampai mati, ada pula yang tidak. Jika kenyataannya ada yang tidak setia sampai mati, kita juga harus punya hati lapang untuk menerima mereka. Karena Yesus bersabda “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”

Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. (Mzm 19:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22  dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

29 November 2013

Renungan Harian, 29 November 2013 – Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir dari Indonesia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. (Luk 21:29-33)

Setiap menjelang akhir Tahun Liturgi (Nopember) atau menjelang Masa Adven (Desember), perikop yang dimunculkan selalu berkaitan dengan akhir jaman. Janganlah bosan mendengarkan semua itu, karena inilah bukti kasih Allah yang tanpa henti mengabarkan warta keselamatan. Apakah kita tidak ingin diselamatkan? Atau, karena mengira akhir zaman masih jauh, sehingga kita tidak perlu bertobat saat ini? Ingatlah orang kaya dan Lazarus. Menyesal kemudian tidak berguna. Pertobatan kita haruslah pertobatan tanpa henti, demi keselamatan kita sendiri.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya (Tamb. Dan 3:75)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
30  Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
31  Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
32  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
33  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

28 November 2013

Renungan Harian, 28 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk 21:20-28)

Walau dengan kematian hidup hanyalah diubah, bukannya dilenyapkan, tapi banyak orang berusaha agar hidup ini jangan segera berakhir.  Semua ini terjadi karena rasa takut akan kematian yang mengerikan. Ada beberapa cara agar kita tidak takut dengan kematian  yaitu : Melaksanakan sabda Allah, menghargai dan menerima orang lain dengan rendah hati, menebarkan benih cinta kasih dalam setiap langkah hidup, hadir dalam setiap kesulitan para relasi dan selalu berjaga-jaga. Jika semua itu kita perjuangkan, tak perlu takut. Justru kita harus mengangkat muka menyambut-Nya.

Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya (Tamb. Dan 3:68)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,
22  sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.
23  Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini,
24  dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”
25  ”Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
26  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress