Renungan Harian

19 September 2011

Renungan Harian, 19 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.”(Luk 8:16-18)

Cahaya pelita itu seperti kabar gembira tentang keselamatan. Kegembiraannya akan memenuhi semua orang yang melihat cahayanya, serta juga memberi kebahagiaan kepada yang mengabarkan. Jadi menaruh pelita diatas kaki dian, atau memberi kesempatan orang lain menikmati cahaya pelita bukan hanya perintah dari Allah, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan terang bagi yang mendengarnya. Gunakan talenta kita untuk menyebarkan cahaya.

TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. (Mzm 126:3)

17 September 2011

Renungan Harian, 17 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.” (Luk 8:4-15)

Persaudaraan adalah benih Kerajaan Allah yang ditaburkan dalam diri manusia. Benih yang membuat manusia rindu untuk senantiasa hidup bersama dengan yang lain dan saling berbagi. Hari ini kita mendengar Yesus bercerita tentang menabur benih ditempat yang berbeda beda. Benih Kerajaan Allah tentulah baik. Tetapi, lahan untuk benih tersebut yang tidak selalu mendukung. Itulah hati kita semua. Apakah hati kita seperti lahan yang ada ditepi jalan? Atau lahan berbatu atau lahan yang penuh semak duri? Kita harus berani melihat dengan jujur lahan seperti apakah kita ini sebenarnya. Untuk benih yang baik, selayaknya kita sediakan lahan yang baik juga.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 100:2)

16 September 2011

Renungan Harian, 16 September 2011 – Peringatan Wajib St. Siprianus dan St. Kornelis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disbt Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3) Dari jaman awal Gereja, para wanita banyak berperan aktif membantu karya pewartaan, juga dalam karya sosial. Kekayaan yang mereka miliki, mereka manfaatkan demi perluasan Kerajaan Allah di dunia. Kita bersyukur kepada ibu ibu di tiap paroki dan lingkungan yang melayani di balik layar, sering tersembunyi. Bapa melihat yang tersembunyi dan memberkati.

Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya Mzm 49:7

13 September 2011

Renungan Harian, 13 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” (Luk 7:11-17)

Kerahiman dan kemurahan hati Yesus sungguh luar biasa. Dia menyelamatkan janda itu dari keterpurukan karena kehilangan anaknya. Dalam keseharian kita, Yesus juga selalu tergerak hati-Nya melihat kita semua. Derita dan beban yang kita pikul, semuanya membuat Dia berbelas kasihan. Dia peduli! Dia mau berbuat sesuatu untuk kita. Percayalah bahwa Ia pasti akan berbuat sesuatu untuk mengatasi masalah kita.

Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. (Mzm 101:2)

12 September 2011

Renungan Harian, 12 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” (Luk 7:1-10)

Hari ini kita melihat betapa Yesus mengagumi iman seorang perwira Romawi yang dikatakan tidak pernah ditemui-Nya diantara org Israel. Kitapun sering mengaku “orang beriman” , bangga telah dibaptis dan menjadi milik Yesus. Namun apakah keyakinan kita akan iman sudah tulus, mendalam dan jujur kepada Tuhan? Yesus mencontohkan si perwira Romawi yang kafir, namun begitu yakin dan percaya bahwa hanya dengan bersabda saja, maka pelayannya akan dapat disembuhkan. Itulah iman yang tulus, jujur dan mendalam.

Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. (Mzm 28:6)

10 September 2011

Renungan Harian, 10 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk 6:43-49)

Apa selama ini kita sudah melakukan apa yang dikatakan Tuhan sehingga layak berseru kepada-Nya : Tuhan, Tuhan ? Juga layak untuk beribadat? Ataukah kita ini orang munafik yang mendengar perkataan Tuhan, tetapi tidak melakukannya, sama seperti orang yang mendirikan rumah diatas tanah tanpa pondasi? Mari kita renungkan, apakah bangunan hidup kita dibangun atas pondasi yang kokoh yakni pada Sabda Tuhan yang selalu kita dengar?

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya. (Mzm 113:2)

7 September 2011

Renungan Harian, 7 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan ……Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. (bdk Luk 6:20-26)

Berbahagia dan celaka! Dua hal yang berbeda namun seperti mata uang keduanya berada disisi yang berbeda. Bahagia disatu sisi dan celaka dilain sisi. Seperti kata St. Bernadette Soubirous mereka yang berdosa ialah mereka yang mencintai kejahatan. Ini adalah tolok ukur kebahagiaan dalam iman Kristiani. Dalam iman, kita akan bahagia karena membenci kejahatan dan disisi lain, celaka karena mencintai kejahatan.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

6 September 2011

Renungan Harian, 6 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ketika hari siang, Ia memanggil murid murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. (Luk 6:13)

Melalui Sakramen Baptis, kita dipilih menjadi murid murid Yesus. Menjadi penerus tugas para Rasul. Kita diundang untuk ikut ambil bagian dalam tritugas Kristus : pengkudusan; pewartaan dan kepemimpinan. Dengan melaksanakan tritugas Kristus tersebut, entah dalam keluarga, Gereja maupun masyarakat, berarti kita telah berpartisipasi dalam karya ilahi. Semoga kita mampu melaksanakan karya ilahi-Nya dengan tekun, setia dan hasilnya tidak mengecewakan.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

5 September 2011

Renungan Harian, 5 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ahli-ahli Taurat dan orang orang Farisi mengamat amati Yesus, kalau kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. (Luk 6:6-11)

Manusia punya dua cara pandang. Cara pandang baik., dengan cara ini mereka melihat kebaikan sebagai pancaran kebesaran dan kasih Tuhan, kalau mereka melihat penipu, mereka berkata: belum ada kejujuran dalam diri orang ini. Sebaliknya orang dengan cara pandang jahat, mereka hanya melihat dan mencari kejahatan dimana mana. Melihat orang hemat ia berkata : Kikir benar! Melihat orang lembut hati, ia berkata : penakut!. Mereka terus iri dan cemburu. Cara pandang mana yg kita lakukan untuk mengamati orang lain?

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. (Mzm 62:5)

3 September 2011

Renungan Harian, 3 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. (Luk 6:1-5)

Hari Sabat adalah hari yang kudus bagi Tuhan. Hari untuk beristirahat dari kerja dan memuliakan sang Pencipta dengan ibadah bersama. Hari untuk merenungkan makna kehidupan. Sesungguhnya, manusia bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Tidak ada waktu untuk menikmati hidup itu sendiri, berelasi dengan sesama dan saling memberi hidup serta mengucap syukur kepada Allah Pemberi kehidupan. Sungguh sangat disayangkan!

Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. (Mzm 54:4)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress