Renungan Harian

24 October 2011

Renungan Harian, 24 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Luk 13:10-17)

Yesus ingin mengajarkan pada kita, agar jangan hanya berfokus pada ritualnya, tetapi makna dibalik setiap tindakan penyelamatan yang Dia lakukan itulah yang lebih penting. Semuanya dilandasi oleh KASIH kepada semua orang, bahkan untuk itu Yesus rela mati dikayu salib. Mari kita teladani keberanian Yesus untuk bertindak tegas guna menyelamatkan sesama. Nikmati rasa syukur dan kegembiraan dari mereka yang mendapat sentuhan kasih kita.

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut (Mzm 68:20)

22 October 2011

Renungan Harian, 22 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?” (Luk 13:1-9)

Jangan membandingkan dosa orang lain dengan diri kita sendiri. Kadang Allah menampakkan penderitaan orang lain secara demonstratif, bukan karena benci, namun karena orang tersebut dipakai sebagai model, agar kita juga sadar dan mau bertobat. Yesus selalu memberi kesempatan untuk bertobat sebelum Allah mencabut nyawa kita dan melemparkan kedalam api neraka. Sampai detik detik terakhir masa hidup kita tetap ada kesempatan bertobat. Sungguh Allah itu pemaaf sejati.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah (Mzm 24:6)

Renungan Harian, 22 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?” (Luk 13:1-9)

Jangan membandingkan dosa orang lain dengan diri kita sendiri. Kadang Allah menampakkan penderitaan orang lain secara demonstratif, bukan karena benci, namun karena orang tersebut dipakai sebagai model, agar kita juga sadar dan mau bertobat. Yesus selalu memberi kesempatan untuk bertobat sebelum Allah mencabut nyawa kita dan melemparkan kedalam api neraka. Sampai detik detik terakhir masa hidup kita tetap ada kesempatan bertobat. Sungguh Allah itu pemaaf sejati.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah (Mzm 24:6)

20 October 2011

Renungan Harian, 20 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. (Luk 12:49-53)

Suara hati ! Suara hati sering membuat kita berseberangan dengan yang lain. Tatkala seseorang tergerak nuraninya untuk membongkar kebobrokan kantornya; saat seorang murid menyuarakan kecurangan gurunya. Yang berakibat mereka dikucilkan bahkan disingkirkan dari komunitasnya. Inilah yang disebut Tuhan pertentangan dalam satu rumah. Selama itu adalah suara hati nurani yang jernih, maka itulah panggilan Tuhan. Tuhan selalu menyertai hamba-Nya yang berani bersikap demi suara hati yang jernih.

Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mzm 1:6)

19 October 2011

Renungan Harian, 19 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. (Luk 12:39-48)

Tuhan mengingatkan kita untuk jadi hamba yang SETIA. Lakukanlah tugas dengan baik, bukan hanya ketika dilihat orang saja. Ingatlah, Tuhan senantiasa berserta kita dan melihat segala perbuatan kita. Waspadalah terhadap godaan kelalaian. Jangan lah menunda-nunda berbuat baik. Jalinlah relasi dengan Nya terus menerus, dengan menempatkan kehendak-Nya sebagai prioritas utama dalam hidup kita.

Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mzm 124:8)

18 October 2011

Renungan Harian, 18 Oktober 2011 – Pesta Santo Lukas Penginjil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ketengah tengah serigala. (Luk 10:1-9)

Dalam setiap akhir Ekaristi, Romo selalu mengucapkan kalimat : “Marilah pergi. Kita diutus” Kalimat ini bukan sekedar perintah, tetapi tugas perutusan yang mengandung nilai Ilahi. St Lukas yang kita rayakan pestanya hari ini, mengisahkan bahwa Yesus mengutus 70 murid untuk mewartakan kabar gembira. Pewartaan adalah tugas wajib kita sebagai murid Yesus, terlebih setelah ikut merayakan Ekaristi. Pewartaan tidak hanya kotbah, tetapi juga kesaksian dan teladan hidup kita sehari hari. Wartakan kabar gembira dengan cara yang paling sederhana, melalui senyum suka citamu dalam menjalani hidup sehari hari.

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu (Mzm 145:11)

17 October 2011

Renungan Harian, 17 Oktober 2011 – Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Antiokhia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk 12:13-21)

Jika kita masuk golongan orang kaya secara materi, layaklah kita mengimbanginya dengan kaya dalam mengenal kehendak Allah. Sehingga kita tahu bagaimana menggunakan kekayaan yang ada. Jika kita tidak masuk orang yang kaya secara materi, bukalah selalu hati kita pada Allah yang kaya dengan rahmat, sehingga kita akan diperkaya dengan segala macam kemurahan hati. Hari ini kita merayakan peringatan St. Ignatius dari Antiokhia seorang uskup yang mampu memperkaya umat dengan segala macam kekayaan rohani. Berusahalah terus untuk jadi orang kaya dalam rahmat Allah!

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:67)

15 October 2011

Renungan Harian, 15 Oktober 2011 – Peringatan Wajib St. Teresa Avilla (Teresa dari Yesus)

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” (Luk 12:8-12)

Ingat Daniel PNS yang difitnah oleh atasannya karena dia menolak untuk merekayasa keuangan? Ingat Yusuf yang difitnah oleh isteri Pontifar, karena menolak ajakannya? Mereka sama sama berserah dan pada saatnya mereka diberi kuasa Roh Kudus untuk menjawab semua fitnahan itu dengan benar. Injil hari ini meyakinkan kita akan hal itu, saat kita mengutamakan kebenaran dan kasih, maka Yesus akan menaungi kita dengan Roh Kudus-Nya.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya  (Mzm 105:8)

14 October 2011

Renungan Harian, 14 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit. (Luk 12:1-7)

Hari ini Injil bicara tentang janji Tuhan untuk menjaga kita. Kita selalu ada dalam perhatian Tuhan. Bukan kehebatan kita yang menjadikan Tuhan perhatian pada kita, tetapi iman kita yang ragu, itulah yang mengundang perhatian Tuhan. Pandangan kita yang merasa kurang pantas di hadapan Allah, itu juga mengundang perhatian-Nya. Selama kita punya iman dan harapan serta rasa takut akan Allah, semua itu menjadi perhatian Allah dan diperhitungkan oleh-Nya.

Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. (Mzm 32:7)

13 October 2011

Renungan Harian, 13 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya. (Luk 11:47-54)

Para ahli Taurat sangat marah mendengar kritikan Yesus. Mereka tak mampu mengolah kritikan dan melihat nilai positif dari teguran Yesus. Mereka gagal mencerna kecaman Yesus. Mereka tidak mau mengubah cara hidup dan pola pikir mereka untuk menemukan jalan keselamatan. Kritik itu bagaikan “jarum suntik” yang menyembuhkan kita. Kita diundang untuk menerima, mencerna dan mengolah setiap kritikan sesama. Semua itu menjadi sarana untuk berubah, bertumbuh dalam hidup rohani dan kepribadian.

Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. (Mzm 130:4)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress