Renungan Harian

22 December 2011

Renungan Harian, 22 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

”karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.” (Luk 1:46-56)

Seluruh hidup kita adalah pengalaman akan Allah. Dalam suka dan duka, Dia hadir dan melakukan karya karya besar. Memang sulit untuk mampu melihat Allah dalam pengalaman pengalaman buruk kita. Namun yakinlah semuanya akan indah pada waktu-Nya. Tuhan sedang merenda, tapi kita hanya melihat bagian baliknya yang penuh benang ruwet. Ketika kita melihat bidang atasnya, tampaklah keindahannya. Karena itu jangan pernah lupa untuk bersyukur pada-Nya.

Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. (1 Sam 2:1)

21 December 2011

Renungan Harian, 21 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.” (Luk 1:39-45)

Kunjungan Maria ke rumah Elisabet bermakna luar biasa.  Elisabet dipenuhi Roh Kudus membuatnya menyebut Maria sebagai Bunda Tuhan. Maria tidak banyak berbicara, pribadi dan martabatnya yang berbicara, membuat Elisabet kagum. Banyak diantara kita yang tidak mempunyai karunia untuk mewartakan kabar sukacita dengan kata kata. Namun, kita bisa mewartakan Kristus lewat sikap hidup dan tingkah laku, sekalipun tidak ada satu kalimatpun tentang Kristus yang kita ucapkan. Itulah evangelisasi yang sejati.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 33:1)

20 December 2011

Renungan Harian, 20 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38)

Sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki sikap seperti Maria. “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu” Setiap orang selalu bersedia dipakai oleh Allah untuk kebaikan manusia dan kemuliaan Allah. Semakin banyak orang bersedia, semakin banyak pula orang yang mengalami keselamatan Tuhan. Marilah kita mohon agar kita pantas untuk menjadi alat Tuhan. Kita menjadi tangan-Nya, untuk menolong orang banyak; kita menjadi mulut-Nya untuk mewartakan segala yang baik.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

19 December 2011

Renungan Harian, 19 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” (Luk 1:5-25)

Kemarin Maria yang bertanya dengan polos kepada Gabriel, hari ini Zakharia bertanya kepada Gabriel juga. Namun kali ini Allah menilai Zakharia tidak mempercayai firman-Nya, maka Zakharia dihukum menjadi bisu sampai lahirnya Yohanes, anaknya. Seperti Zakharia, kita tidak mampu memahami sepenuhnya pikiran dan rencana Tuhan. Kita seringkali ingin mengatur Tuhan sesuai dengan pikiran kita, dan bukan menyerahkan diri kita untuk diatur-Nya. Serahkan semuanya dan biarkan Dia yang atur hidup kita.

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mzm 71:8)

18 December 2011

Renungan Harian, 18 Desember 2011 – Minggu Advent Ke-empat

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Luk 1:26-38)

Pertanyaan Maria kepada Malaikat Gabriel ini bukan menguji sang Malaikat, tetapi pertanyaan polos seorang remaja yang tidak mengerti.  Dijaman moderen yang serba instant dan tergesa gesa, banyak anak dari kecil sudah diajar nilai nilai duniawi yang jauh dari kepolosan dan ketulusan hati, semuanya hanya diukur dari kebutuhan. Kiranya kepolosan Maria dalam bertanya dapat menjadi contoh dan inspirasi kita untuk tetap memilih nilai kesederhanaan. karena hanya kesederhanaan batin dan sikaplah yang mendapat tempat dihati Allah.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Mzm 89:2)

15 December 2011

Renungan Harian, 15 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada Yohanes (Luk 7:24-30)

Biasanya kita sulit untuk mengakui kelebihan orang lain, apalagi mau membanggakannya. Sebenarnya memuji kehebatan orang lain, tidak berarti merendahkan diri kita sendiri. Justru kemampuan menghargai orang lain dengan tulus, akan membuat harkat diri kita makin bernilai. Yesus dengan spontan memuji Yohanes didepan orang banyak yang mengagumi Dia, tanpa takut kehilangan pamor. Teladanilah Dia !

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. (Mzm 30:1)

14 December 2011

Renungan Harian, 14 Desember 2011 – Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar”(Luk 7:19-23)

Yesus bukan type orang yang suka omong kosong, makanya saat Yohanes menyuruh muridnya bertanya kepada Yesus, Yesus meminta mereka melihat apa yang Dia lakukan. Dengan cara ini tidak ada yang kecewa, karena mereka melihat kenyataan. Coba kita sendiri mengingat ingat apakah kita juga sering banyak berbicara, tetapi tidak ikut berbuat sesuatu atau melakukan apa yang kita katakan? Ya Tuhan Yesus, ingatkan aku untuk rajin berbuat baik dan bukan hanya bicara.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan. (Mzm 85:13)

11 December 2011

Renungan Harian, 11 Desember 2011 – Minggu Advent Ketiga, Minggu Sukacita

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” (Luk 1:6-8,19-28)

Seruan ini ditujukan kepada kita semua agar segera berbenah diri; memperbaharui hidup, merubah cara berpikir yang berbelit belit dan cara hidup kita yang menghambat karya Tuhan yang menyelamatkan. Tanggapi segera seruan Yohanes ini. Siapkanlah jalan lurus bagi Tuhan baik secara pribadi maupun dalam komunitas. Hari ini kita memasuki Minggu Advent Ketiga, Minggu Sukacita. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Karena Ia segera datang.

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya (Luk 1:54)

8 December 2011

Renungan Harian, 8 Desember 2011 – Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Luk 1:26-38)

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa. Gereja yakin bahwa tubuh dan jiwanya sudah disiapkan oleh Allah untuk mengandung dan melahirkan Putera Allah. Kuasa Allah Yang Mahatinggi telah membuat tubuh dan jiwa Maria penuh rahmat. Sedemikian penuhnya hingga tak ada noda sedikitpun. Pilihan Allah dan prosesi nya menunjukkan betapa tidak ada yang mustahil didepan Allah. Banyak hal yang tidak bisa dipahami dan tak masuk akal kita alami dalam mengimani Kristus. Namun seperti kata Maria pada malaikat, “terjadilah menurut perkataanmu”, maka itulah iman kita.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib (Mzm 98:1)

5 December 2011

Renungan Harian, 5 Desember 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” (Luk 5:17-26)

Sering kita lupa bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam setiap peristiwa hidup kita se-hari hari. Tuhan senantiasa menyertai kita. Artinya, dalam segala keadaan hidup kita, suka, duka, untung, malang, sehat maupun sakit, Ia selalu menyertai kita. Kita merasa bahwa Tuhan tidak ada, manakala hati tertutup bagi kehadiran-Nya. Membuka hati bagi Dia akan memberi kekuatan baru bagi kita untuk selalu optimis dan tidak takut akan bahaya apapun, karena keyakinan iman, bahwa Tuhan selalu beserta kita.

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! (Mzm 85:8)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress