Renungan Harian

27 October 2011

Renungan Harian, 27 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. (Luk 13:31-35)

Seorang ibu yang mengasihi anak-anaknya dan memasang badannya sendiri demi keselamatan mereka. Apakah anak-anak ayam berterima kasih kepada induknya? Apakah mereka lari kepadanya bila bahaya mengancam? Yesus menyambung dengan pedih: “Tetapi kamu tidak mau.” Tragis memang. Anak ayam seperti juga domba-domba memilih untuk menempuh jalan sendiri yang menuju kepada kebinasaan. Apakah kita selalu berlindung dalam kepak sayapNya?

Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu (Mzm 109:26)

26 October 2011

Renungan Harian, 26 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” (Luk 13:22-30)

Semua orang tahu bahwa menjadi Kristen bukanlah hal yang gampang, banyak tuntutan. Ternyata beragama saja tidak cukup. Mengakui Tuhan saja juga tidak cukup. Sebagai Kristiani kita harus berjuang untuk masuk surga, dengan jalan berhenti dari perbuatan jahat. Meterai iman yang kita terima lewat Pembaptisan haruslah diwujud nyatakan dalam perbuatan baik. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati. Jalan DOA dan perTOBATan mengantar kepada surga.

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. (Mzm 13:5)

25 October 2011

Renungan Harian, 25 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi (Luk 13:18-21)

Ragi adalah lambang cara kerja Kerajaan Allah dan kuasa Allah yang bekerja secara tak terduga. tampaknya sedikit, tetapi dapat merubah secara luar biasa. Kebesaran Allah tidak dapat diduga oleh manusia, sesuatu yang serba biasa bagi manusia sebenarnya adalah tindakan Tuhan yang luar biasa. Semuanya membutuhkan mata iman serta kepekaan untuk menyadarinya. Mari kita belajar menyelami bagaimana kuasa kehadiran dan karya Allah dalam hal sehari hari serta rutinitas kita. Niscaya kita akan menjadi orang yang selalu bersyukur atas karya agung Allah dalam hidup kita.

TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. (Mzm 126:3)

24 October 2011

Renungan Harian, 24 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Luk 13:10-17)

Yesus ingin mengajarkan pada kita, agar jangan hanya berfokus pada ritualnya, tetapi makna dibalik setiap tindakan penyelamatan yang Dia lakukan itulah yang lebih penting. Semuanya dilandasi oleh KASIH kepada semua orang, bahkan untuk itu Yesus rela mati dikayu salib. Mari kita teladani keberanian Yesus untuk bertindak tegas guna menyelamatkan sesama. Nikmati rasa syukur dan kegembiraan dari mereka yang mendapat sentuhan kasih kita.

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut (Mzm 68:20)

22 October 2011

Renungan Harian, 22 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?” (Luk 13:1-9)

Jangan membandingkan dosa orang lain dengan diri kita sendiri. Kadang Allah menampakkan penderitaan orang lain secara demonstratif, bukan karena benci, namun karena orang tersebut dipakai sebagai model, agar kita juga sadar dan mau bertobat. Yesus selalu memberi kesempatan untuk bertobat sebelum Allah mencabut nyawa kita dan melemparkan kedalam api neraka. Sampai detik detik terakhir masa hidup kita tetap ada kesempatan bertobat. Sungguh Allah itu pemaaf sejati.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah (Mzm 24:6)

Renungan Harian, 22 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?” (Luk 13:1-9)

Jangan membandingkan dosa orang lain dengan diri kita sendiri. Kadang Allah menampakkan penderitaan orang lain secara demonstratif, bukan karena benci, namun karena orang tersebut dipakai sebagai model, agar kita juga sadar dan mau bertobat. Yesus selalu memberi kesempatan untuk bertobat sebelum Allah mencabut nyawa kita dan melemparkan kedalam api neraka. Sampai detik detik terakhir masa hidup kita tetap ada kesempatan bertobat. Sungguh Allah itu pemaaf sejati.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah (Mzm 24:6)

20 October 2011

Renungan Harian, 20 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. (Luk 12:49-53)

Suara hati ! Suara hati sering membuat kita berseberangan dengan yang lain. Tatkala seseorang tergerak nuraninya untuk membongkar kebobrokan kantornya; saat seorang murid menyuarakan kecurangan gurunya. Yang berakibat mereka dikucilkan bahkan disingkirkan dari komunitasnya. Inilah yang disebut Tuhan pertentangan dalam satu rumah. Selama itu adalah suara hati nurani yang jernih, maka itulah panggilan Tuhan. Tuhan selalu menyertai hamba-Nya yang berani bersikap demi suara hati yang jernih.

Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mzm 1:6)

19 October 2011

Renungan Harian, 19 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. (Luk 12:39-48)

Tuhan mengingatkan kita untuk jadi hamba yang SETIA. Lakukanlah tugas dengan baik, bukan hanya ketika dilihat orang saja. Ingatlah, Tuhan senantiasa berserta kita dan melihat segala perbuatan kita. Waspadalah terhadap godaan kelalaian. Jangan lah menunda-nunda berbuat baik. Jalinlah relasi dengan Nya terus menerus, dengan menempatkan kehendak-Nya sebagai prioritas utama dalam hidup kita.

Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mzm 124:8)

18 October 2011

Renungan Harian, 18 Oktober 2011 – Pesta Santo Lukas Penginjil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ketengah tengah serigala. (Luk 10:1-9)

Dalam setiap akhir Ekaristi, Romo selalu mengucapkan kalimat : “Marilah pergi. Kita diutus” Kalimat ini bukan sekedar perintah, tetapi tugas perutusan yang mengandung nilai Ilahi. St Lukas yang kita rayakan pestanya hari ini, mengisahkan bahwa Yesus mengutus 70 murid untuk mewartakan kabar gembira. Pewartaan adalah tugas wajib kita sebagai murid Yesus, terlebih setelah ikut merayakan Ekaristi. Pewartaan tidak hanya kotbah, tetapi juga kesaksian dan teladan hidup kita sehari hari. Wartakan kabar gembira dengan cara yang paling sederhana, melalui senyum suka citamu dalam menjalani hidup sehari hari.

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu (Mzm 145:11)

17 October 2011

Renungan Harian, 17 Oktober 2011 – Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Antiokhia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk 12:13-21)

Jika kita masuk golongan orang kaya secara materi, layaklah kita mengimbanginya dengan kaya dalam mengenal kehendak Allah. Sehingga kita tahu bagaimana menggunakan kekayaan yang ada. Jika kita tidak masuk orang yang kaya secara materi, bukalah selalu hati kita pada Allah yang kaya dengan rahmat, sehingga kita akan diperkaya dengan segala macam kemurahan hati. Hari ini kita merayakan peringatan St. Ignatius dari Antiokhia seorang uskup yang mampu memperkaya umat dengan segala macam kekayaan rohani. Berusahalah terus untuk jadi orang kaya dalam rahmat Allah!

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:67)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress