Renungan Harian

30 September 2011

Renungan Harian, 30 September 2011 – Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!”(Luk 10:13-16)

Hari ini Yesus mengecam beberapa kota. Kecaman Yesus ini bukan emosi hati yang marah, namun ungkapan dari hati yang penuh keprihatinan dan kesedihan. Karena mereka semua sudah diperingatkan supaya bertobat, namun tetap tegar tengkuk. Hingga saat ini Yesus tetap menyerukan dan mengajak kita untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan sesama. Sampai kapanpun Yesus tetap tidak berubah, Dia datang untuk menyelamatkan,bukan membinasakan. Dengar dan laksanakanlah seruan Nya!

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mzm 79:9)

28 September 2011

Renungan Harian, 28 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Aku akan ikut Engkau ke mana saja Engkau pergi. (Luk 9:57-62)

Ikut Yesus? Sadar konsekuensinya? Harus rela meninggalkan segala nya, terutama adalah meninggalkan ke’aku’an kita. Ikut Yesus, bukan berarti akan memperoleh kemapanan duniawi, karena yang Tuhan janjikan adalah kemapanan disurga baka. Kalaupun Dia memberi kemapanan dibumi, itupun untuk dibagikan kepada sesama. Ingat, kemapanan dan kenyamanan duniawi suatu saat berakhir, maka carilah kemapanan dan kenyamanan di dalam Yesus yang kekal abadi.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku! (Mzm 137:6)

26 September 2011

Renungan Harian, 26 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Luk 9:46-50)

Bagi Yesus anak kecil adalah lambang kelemahan, ketidak berdayaan. Yesus menasehati kita supaya menerima Tuhan dalam diri orang orang kecil. Bila kita memihak mereka, pasti bukan supaya kita menjadi besar atau terkenal. Tapi kita dipanggil untuk menjadi kepanjangan tangan Allah bagi mereka yang lebih membutuhkan. Mengenai siapa yang akan menjadi terbesar atau terkecil, Allah sendiri yang akan menentukan kriterianya.

TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, (Mzm 102:16)

24 September 2011

Renungan Harian, 24 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. (Luk 9:43b-45)

Banyak orang takut bertanya saat menghadiri Pendalaman Iman atau diskusi. Padahal mereka tidak mengerti. Alasannya bisa karena malu, nanti dianggap bodoh. Dalam hal ini kita perlu belajar rendah hati. Ada juga yang tidak mau bertanya, karena sebenarnya mereka takut bahwa jawabannya akan membuat mereka tersadar dari mimpi dan khayalan indah yang ada dalam pikirannya. Dalam hal ini kita harus berani mengambil resiko dan menyelesaikannya bersama Allah dengan segala konsekuensinya.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10)

23 September 2011

Renungan Harian, 23 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)

Seperti Petrus, kita semua telah mengakui Yesus sebagai Juruselamat (Mesias). Namun, mungkin proses pembuktiannya masih menjadi masalah, karena pengakuan itu bukan hanya dengan mulut tetapi terlebih dengan hati. Pengakuan dari hati itu adalah anugerah “dari Tuhan”. Pengenalan akan Yesus tidak sekedar pengetahuan tetapi harus sampai mencintai Dia dengan segenap hati. Kita belum sampai pada ujian iman sejati, “pejah gesang nderek Gusti” (mati hidup ikut Yesus). Tapi kita harus siap siaga berjaga saat batu ujian menimpa kita.

Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm 42:12)

22 September 2011

Renungan Harian, 22 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal hal demikian?” (Luk 9:7-9)

Herodes hanya berhasil membungkam Yohanes dengan membunuhnya, namun tidak bisa membungkam kebenaran. Kebenaran yang diungkapkan oleh Yohanes, kembali muncul melalui Yesus. Sampai kapanpun kebenaran tidak akan lenyap. Satu satunya cara untuk bisa menghadapi kebenaran adalah dengan membuka hati terhadap kebenaran. Artinya, kita perlu bersahabat dengan kebenaran dan hidup dalam kebenaran itu. Jika kita tidak mau bersahabat dengan kebenaran, maka kita akan selalu terusik, dan pada saatnya kita akan digilas oleh kebenaran.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

20 September 2011

Renungan Harian, 20 September 2011 – Peringatan St. Paulus Chong dan St. Andreas Kim

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)

Ingat Nazaruddin yang menyeleksi tamu tamu yang boleh mengunjungi dia di penjara? Ternyata Yesus juga menyeleksi tamu tamuNya, namun Yesus menyeleksi bukan dari kepentingan pribadi-Nya seperti Nazaruddin, tetapi Ia menyeleksi berdasar seberapa dalam kita menghayati dan mendengarkan firman Allah. Seperti para martir dari Korea yang kita peringati hari ini, St. Andreas Kim,dan St. Paulus Chong adalah tamu sejati Tuhan. Mereka mengimani Yesus sampai mati. Mereka memegang visa untuk masuk Kerajaan Surga.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” (Mzm 122:1)

19 September 2011

Renungan Harian, 19 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.”(Luk 8:16-18)

Cahaya pelita itu seperti kabar gembira tentang keselamatan. Kegembiraannya akan memenuhi semua orang yang melihat cahayanya, serta juga memberi kebahagiaan kepada yang mengabarkan. Jadi menaruh pelita diatas kaki dian, atau memberi kesempatan orang lain menikmati cahaya pelita bukan hanya perintah dari Allah, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan terang bagi yang mendengarnya. Gunakan talenta kita untuk menyebarkan cahaya.

TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. (Mzm 126:3)

17 September 2011

Renungan Harian, 17 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.” (Luk 8:4-15)

Persaudaraan adalah benih Kerajaan Allah yang ditaburkan dalam diri manusia. Benih yang membuat manusia rindu untuk senantiasa hidup bersama dengan yang lain dan saling berbagi. Hari ini kita mendengar Yesus bercerita tentang menabur benih ditempat yang berbeda beda. Benih Kerajaan Allah tentulah baik. Tetapi, lahan untuk benih tersebut yang tidak selalu mendukung. Itulah hati kita semua. Apakah hati kita seperti lahan yang ada ditepi jalan? Atau lahan berbatu atau lahan yang penuh semak duri? Kita harus berani melihat dengan jujur lahan seperti apakah kita ini sebenarnya. Untuk benih yang baik, selayaknya kita sediakan lahan yang baik juga.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 100:2)

16 September 2011

Renungan Harian, 16 September 2011 – Peringatan Wajib St. Siprianus dan St. Kornelis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disbt Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3) Dari jaman awal Gereja, para wanita banyak berperan aktif membantu karya pewartaan, juga dalam karya sosial. Kekayaan yang mereka miliki, mereka manfaatkan demi perluasan Kerajaan Allah di dunia. Kita bersyukur kepada ibu ibu di tiap paroki dan lingkungan yang melayani di balik layar, sering tersembunyi. Bapa melihat yang tersembunyi dan memberkati.

Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya Mzm 49:7

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress