Renungan Harian

6 September 2011

Renungan Harian, 6 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ketika hari siang, Ia memanggil murid murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. (Luk 6:13)

Melalui Sakramen Baptis, kita dipilih menjadi murid murid Yesus. Menjadi penerus tugas para Rasul. Kita diundang untuk ikut ambil bagian dalam tritugas Kristus : pengkudusan; pewartaan dan kepemimpinan. Dengan melaksanakan tritugas Kristus tersebut, entah dalam keluarga, Gereja maupun masyarakat, berarti kita telah berpartisipasi dalam karya ilahi. Semoga kita mampu melaksanakan karya ilahi-Nya dengan tekun, setia dan hasilnya tidak mengecewakan.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Mzm 145:9)

5 September 2011

Renungan Harian, 5 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ahli-ahli Taurat dan orang orang Farisi mengamat amati Yesus, kalau kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. (Luk 6:6-11)

Manusia punya dua cara pandang. Cara pandang baik., dengan cara ini mereka melihat kebaikan sebagai pancaran kebesaran dan kasih Tuhan, kalau mereka melihat penipu, mereka berkata: belum ada kejujuran dalam diri orang ini. Sebaliknya orang dengan cara pandang jahat, mereka hanya melihat dan mencari kejahatan dimana mana. Melihat orang hemat ia berkata : Kikir benar! Melihat orang lembut hati, ia berkata : penakut!. Mereka terus iri dan cemburu. Cara pandang mana yg kita lakukan untuk mengamati orang lain?

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. (Mzm 62:5)

3 September 2011

Renungan Harian, 3 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. (Luk 6:1-5)

Hari Sabat adalah hari yang kudus bagi Tuhan. Hari untuk beristirahat dari kerja dan memuliakan sang Pencipta dengan ibadah bersama. Hari untuk merenungkan makna kehidupan. Sesungguhnya, manusia bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Tidak ada waktu untuk menikmati hidup itu sendiri, berelasi dengan sesama dan saling memberi hidup serta mengucap syukur kepada Allah Pemberi kehidupan. Sungguh sangat disayangkan!

Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. (Mzm 54:4)

2 September 2011

Renungan Harian, 2 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. (Luk 5:33-39)

Yesus ingin menunjukkan suatu kontradiksi bahwa ajarannya yang memberi pandangan baru tentang kehidupan beragama, haruslah juga dihayati oleh mereka yang sudah tidak terkontaminasi lagi oleh ajaran ajaran lama yang menyesatkan. Bagi Yesus, berpuasa bukan hanya sekedar menyiksa diri, tetapi lebih kearah pertobatan. Semua ajaran Yesus mengutamakan manusia dengan dasar Kasih, bukan manusia sebagai obyek hukum. Karena itu untuk bisa mengerti ajaran Yesus, diperlukan cara berpikir yang baru. Bila tidak, pasti akan menjadi kontroversi yang tidak akan ada akhirnya.

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm 100:2)

1 September 2011

Renungan Harian, 1 September 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan sesudah mereka menghela perahu perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Luk 5:1-11)

Meninggalkan satu hal saja yang kita sukai bisa terasa berat dan sulit. Apalagi meninggalkan segala sesuatu: rumah, keluarga, pekerjaan, dan lain lain. Tetapi para rasul rela meninggalkan segalnya untuk mengikuti Yesus. Apa yang menarik mereka kepada-Nya? Ia tidak menjanjikan upah atau jaminan hidup yang lebih baik. Yesus hanya menjanjikan hidup sejati dalam persatuan dengan Allah di dunia ini dan selamanya dalam kebahagiaan kekal di surga. Tetapi itu hanya bisa ditangkap dengan iman.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

31 August 2011

Renungan Harian, 31 Agustus 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang orang sakitnya, yang menderita bermacam macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing masing dan menyembuhkan mereka. (Luk 4:38-44)

Yesus membantu banyak orang hingga sampai saat ini. Ia
membantu agar manusia tidak terhambat dalam perkembangan daya hidupnya, baik secara rohani maupun jasmani. Maka Ia membantu orang-orang yang merasa berat menanggung kelemahan dan beban hidupnya. Seluruh karya dan sabda Yesus ingin menunjukkan datangnya Kerajaan Allah, yaitu Allah yang meraja dalam kehidupan manusia, Allah yang akan memulihkan segala sesuatu menjadi baik adanya.

Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah
Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan
selamanya. (Mzm 52:10)

30 August 2011

Renungan Harian, 30 Agustus 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau : Yang Kudus dari Allah.” (Luk 4:31-37)

Pengakuan ini bukan dari seorang manusia, melainkan dari setan yang merasuki tubuh manusia. Bila roh jahat saja mengakui bahwa Yesus itu Yang Kudus dari Allah, mengapa diantara kita masih banyak yang tidak mengenal-Nya? Kita boleh takjub dengan karya dan sabda Yesus, namun jangan berhenti hanya pada kekaguman dan takjub saja. Lanjutkan dan sempurnakan dengan sikap mengamini dan percaya. Sebab yang akan menyelamatkan kita, bukanlah rasa takjub, tetapi IMAN akan Yesus.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

27 August 2011

Renungan Harian, 27 Agustus 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” (Luk 7:11-17)

Injil hari ini berkisah tentang seorang janda di Nain yang sedih karena kehilangan anaknya. Air mata tidak akan pernah bisa menghilangkan kesedihan, tapi hanya dapat mengurangi emosi untuk sementara. Yesus menegaskan bila kita sedih dan kehilangan, jangan hanya menangis, tetapi percaya dan berharaplah pada Allah. Dia lah satu satunya yang mampu merubah kesedihan jadi kegembiraan.

Sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. (Mzm 98:9)

14 August 2011

Renungan Harian, 14 Agustus 2011 – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-56)

Hari ini kita rayakan Bunda Maria diangkat kesurga. Hal ini terjadi karena Bunda Maria adalah orang pilihan dan terberkati. Bukan karena status atau pendidikannya, tetapi karena iman dan sikapnya. Semua ini terjadi karena Bunda Maria selalu mengarahkan pandangannya keatas, kepada Tuhan. Ia mengagumi serta mengagungkan karya Tuhan. Pengalaman iman Bunda Maria mengajarkan kita bahwa jika kita selalu mengarahkan pandangan keatas, maka ikatan rohani kita akan semakin erat dengan Tuhan. Hati yang penuh syukurpun akan mudah tertuju kepada Tuhan.

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia (Luk 1:48)

24 June 2011

Renungan Harian, 24 Juni 2011 – Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

Dan seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. (Luk 1:57-66, 80)

Zakharia memuji Allah atas karya-Nya yang agung dan anugerah-Nya yang besar yaitu memberinya seorang putera. Ia sadar bahwa tangan Tuhan bekerja dan merestui dia. Elisabet isterinya pasti juga melakukan hal yang sama. Bagaimana dengan kita? Apakah sebagai orang tua kita sadar bahwa kehadiran anak dalam keluarga adalah anugerah Allah? Apakah kita juga sadar bahwa kita ini adalah anugerah Allah? Jika kita sadar, maka marilah kita memuji Allah setiap waktu.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib (Mzm 139:17)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress