Renungan Harian

3 November 2011

Renungan Harian, 3 November 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Seperti juga perumpamaan tentang anak yang hilang, dalam ayat ini juga nampak, betapa Allah sangat berat bila harus kehilangan satu diantara kita karena dosa. Allah menjunjung tinggi nilai pertobatan. Sehingga pertobatan bisa membuat Allah dan seluruh isi sorga bergembira. Mengapa? Karena pertobatan merupakan silih dari pengorbanan Kristus, Putra Allah diatas kayu salib. Perhitungan Allah berbeda dengan hitungan kita, ratusan orang baik, tak seindah satu orang pendosa yang bertobat. Bukan kuantitas, tetapi kualitas yang Allah cari.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:14)

31 October 2011

Renungan Harian, 31 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa apa untuk membalasnya kepadamu (Luk 14:12-14)

Keutamaan orang Kristen adalah berbagi. Berbagi dengan sesama khususnya dengan yang miskin, menderita dan tak mampu membalas kebaikan kita. Bila kita diberkati dengan kecukupan, sesungguhnya kita hanya dipercaya untuk mengelolanya. Segala kekayaan adalah anugerah Tuhan. Karenanya kita layak membagikan demi kebahagiaan bersama. St. Vincentius a Paulo pernah mengatakan : banyak orang kaya yang ingin membagikan hartanya, namun mereka tidak mengerti bagaimana caranya. Mungkin kita yang bisa membantu untuk menyalurkan.

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! (Mzm 69:32)

29 October 2011

Renungan Harian, 29 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. (Luk 14:1.7-11)

Salah satu godaan besar yang sering kita alami sebagai manusia adalah godaan untuk dihargai. Memang penghargaan adalah kebutuhan normal manusia. Namun menjadi tidak normal jika kita berbuat sesuatu hanya untuk dihargai, bahkan tersinggung ketika kita merasa tidak dihargai selayaknya. Yesus memberi teladan merendahkan diri dengan menjadi Manusia. Biarlah kita bisa menjadi manusia yang melayani tanpa pamrih, tanpa menuntut penghargaan dari sesama.

Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya (Mzm 94:14)

28 October 2011

Renungan Harian, 28 Oktober 2011 – Pesta St. Simon dan Yudas Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. (Luk 6:12-19)

Yesus memilih dua belas orang dan mendidik mereka menjadi rasul. Hari ini ini kita peringati Simon orang Zelot dan Yudas anak Yakobus. Mereka juga rasul, namun tidak begitu dikenal, tidak suka tampil, selalu ada di latar belakang. Orang-orang seperti itu juga diperlukan. Mereka pun ambil bagian dan berjasa dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.  (Mzm 19:4)

27 October 2011

Renungan Harian, 27 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. (Luk 13:31-35)

Seorang ibu yang mengasihi anak-anaknya dan memasang badannya sendiri demi keselamatan mereka. Apakah anak-anak ayam berterima kasih kepada induknya? Apakah mereka lari kepadanya bila bahaya mengancam? Yesus menyambung dengan pedih: “Tetapi kamu tidak mau.” Tragis memang. Anak ayam seperti juga domba-domba memilih untuk menempuh jalan sendiri yang menuju kepada kebinasaan. Apakah kita selalu berlindung dalam kepak sayapNya?

Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu (Mzm 109:26)

26 October 2011

Renungan Harian, 26 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” (Luk 13:22-30)

Semua orang tahu bahwa menjadi Kristen bukanlah hal yang gampang, banyak tuntutan. Ternyata beragama saja tidak cukup. Mengakui Tuhan saja juga tidak cukup. Sebagai Kristiani kita harus berjuang untuk masuk surga, dengan jalan berhenti dari perbuatan jahat. Meterai iman yang kita terima lewat Pembaptisan haruslah diwujud nyatakan dalam perbuatan baik. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati. Jalan DOA dan perTOBATan mengantar kepada surga.

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. (Mzm 13:5)

25 October 2011

Renungan Harian, 25 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi (Luk 13:18-21)

Ragi adalah lambang cara kerja Kerajaan Allah dan kuasa Allah yang bekerja secara tak terduga. tampaknya sedikit, tetapi dapat merubah secara luar biasa. Kebesaran Allah tidak dapat diduga oleh manusia, sesuatu yang serba biasa bagi manusia sebenarnya adalah tindakan Tuhan yang luar biasa. Semuanya membutuhkan mata iman serta kepekaan untuk menyadarinya. Mari kita belajar menyelami bagaimana kuasa kehadiran dan karya Allah dalam hal sehari hari serta rutinitas kita. Niscaya kita akan menjadi orang yang selalu bersyukur atas karya agung Allah dalam hidup kita.

TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. (Mzm 126:3)

24 October 2011

Renungan Harian, 24 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Luk 13:10-17)

Yesus ingin mengajarkan pada kita, agar jangan hanya berfokus pada ritualnya, tetapi makna dibalik setiap tindakan penyelamatan yang Dia lakukan itulah yang lebih penting. Semuanya dilandasi oleh KASIH kepada semua orang, bahkan untuk itu Yesus rela mati dikayu salib. Mari kita teladani keberanian Yesus untuk bertindak tegas guna menyelamatkan sesama. Nikmati rasa syukur dan kegembiraan dari mereka yang mendapat sentuhan kasih kita.

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut (Mzm 68:20)

22 October 2011

Renungan Harian, 22 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?” (Luk 13:1-9)

Jangan membandingkan dosa orang lain dengan diri kita sendiri. Kadang Allah menampakkan penderitaan orang lain secara demonstratif, bukan karena benci, namun karena orang tersebut dipakai sebagai model, agar kita juga sadar dan mau bertobat. Yesus selalu memberi kesempatan untuk bertobat sebelum Allah mencabut nyawa kita dan melemparkan kedalam api neraka. Sampai detik detik terakhir masa hidup kita tetap ada kesempatan bertobat. Sungguh Allah itu pemaaf sejati.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah (Mzm 24:6)

Renungan Harian, 22 Oktober 2011

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 06:00

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?” (Luk 13:1-9)

Jangan membandingkan dosa orang lain dengan diri kita sendiri. Kadang Allah menampakkan penderitaan orang lain secara demonstratif, bukan karena benci, namun karena orang tersebut dipakai sebagai model, agar kita juga sadar dan mau bertobat. Yesus selalu memberi kesempatan untuk bertobat sebelum Allah mencabut nyawa kita dan melemparkan kedalam api neraka. Sampai detik detik terakhir masa hidup kita tetap ada kesempatan bertobat. Sungguh Allah itu pemaaf sejati.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah (Mzm 24:6)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress