Renungan Harian

6 November 2013

Renungan Harian, 6 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:25-33)

Mengasihi dan berkorban, melayani dan memberikan diri bagi sesama dengan sukacita hanya mungkin terjadi jika kita berani lepas dari keegoisan dan cinta diri. Pengosongan diri adalah jalan iman. Karena hanya orang yang memiliki iman yang besar, dia akan mampu berjalan mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya. Maka marilah dipenghujung tahun Iman ini kita mohon diberi rahmat keberanian untuk menempuh jalan pelepasan demi tercapainya persatuan dengan Tuhan.

Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. (Mzm 112:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

5 November 2013

Renungan Harian, 5 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap! Tetapi mereka bersama-sama minta maaf. (Luk 14:15-24)

Seorang bapak mengeluh: Bulan ini ada lima undangan pernikahan. Mengapa mesti mengeluh? Karena itu berarti lima kali menyumbang. Undangan Kerajaan Surga itu gratis, cuma-cuma. Tidak perlu memberi sumbangan uang atau materi. Yang perlu adalah kerelaan kita untuk memberi prioritas kepada Tuhan. Menomorsa-tukan Dia di atas segalanya. Begitu banyak alasan kita untuk tidak menanggapi undangan Tuhan. Kita sibuk cari uang, cari senang. Masih ada waktukah untuk Tuhan?

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mzm 131:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”
16  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
17  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
18  Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
19  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
20  Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
21  Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
22  Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
23  Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
24  Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

4 November 2013

Renungan Harian, 4 November 2013 – Peringatan Wajib Santo Carolus Borromeus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. (Luk 14:12-14)

Komunitas yang dibentuk oleh Kristus adalah komunitas yang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Lalu apa yang harus kita lakukan? Berikanlah yang terbaik kepada semua orang tanpa menuntut balasan. Hidup kita dapat menjadi pemberian diri yang terbaik bagi Tuhan dan sesama, asalkan kita dapat menerima segala yang baik dan yang buruk. jangan hanya memilih yang bisa memberi balasan. Dengan demikian kita akan merasakan sukacita hidup karena memberi tanpa pamrih. Inilah kebijaksanaan baru dari Tuhan untuk kita.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! (Mzm 69:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

3 November 2013

Renungan Harian, 3 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Luk 19:1-10)

Kerinduan akan Tuhan menguduskan jiwa dan hati seseorang. Itulah yang kiranya mengawali sukacita Zakheus. Karena Yesus tidak memperhitungkan dosa dan kesalahannya. Kehendak Allah yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, mendapat sambutan positif dari Zakheus. Karena itu, barangsiapa menyambut Dia yang akan datang, pasti akan mendapatkan berkat dan rahmat-Nya. Adanya kerinduan akan Tuhan membuat seseorang merasakan kenyamanan hidup, karena Dia yang dirindukan akan selalu hadir dalam hidupnya.

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. (Mzm 145:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
6  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

31 October 2013

Renungan Harian, 31 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. (Luk 13:31-35)

Yesus tidak gentar dengan ancaman Herodes. Prinsip Yesus, Dia hanya melaksanakan kehendak Allah yang telah mengutus-Nya dan Yesus sungguh siap akan resiko yang harus dihadapi-Nya. Pada hari terakhir bulan Rosario ini, kita diingatkan untuk tidak takut mengakui diri sebagai murid Yesus. Dengan perantaraan Bunda Maria kita mencapai kesatuan dalam Yesus Kristus. Selamat menuntaskan devosi kepada Bunda Maria selama sebulan penuh.

Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, (Mzm 109:26)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.”
32  Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
33  Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
34  Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
35  Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

30 October 2013

Renungan Harian, 30 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! (Luk 13:22-30)

Tanda awal seseorang menjadi pengikut Kristus adalah menrima Baptisan. Pembaptisan bukan sekedar inisiasi untuk masuk kedalam suatu kelompok, tetapi benar benar menjadi meterai kekal untuk menjadi secitra dengan Yesus Kristus. Dalam penciptaan awal, manusia gagal untuk mengemban jatidirinya secitra dengan Allah. Dalam Yesus, citra Allah yang dirusakkan oleh dosa dibarui lagi. Betapa luhurnya Sakramen Baptis itu!

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. (Mzm 13:4-6)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
24  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
25  Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
26  Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
27  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
28  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
29  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
30  Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

29 October 2013

Renungan Harian, 29 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? (Luk 13:18-21)

Dunia kita saat ini menonjolkan aspek kebesaran, kemegahan, kekokohan dan kehebatan. Yang kecil, tidak tampak dan tampak rapuh sehingga tidak pernah diperhitungkan. Namun, sebagai pengikut Kristus, kita justru diajak untuk menjadi kecil, tidak tampak dan tampak rapuh, tetapi memiliki potensi yang dahsyat. Secara fisik kita lemah tak berdaya, tetapi secara rohani kita memiliki daya untuk bisa menjadi garam dan terang dunia bagi orang disekitar kita. Itulah Kerajaan Allah yang tidak menonjolkan penampakan luar, tetapi berkembang didalam hati.

“TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Mzm 126:2

Bacaan lengkap hari ini :

18 Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
19  Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”
20  Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
21  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

28 October 2013

Renungan Harian, 28 Oktober 2013 – Peringatan Wajib Santo Simon dan Yudas, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul (Luk 6:12-19)

Para murid dipilih Yesus dengan tugas perutusan khusus, yakni untuk menjadi penerus menyebarkan warta keselamatan. Sebagai murid Yesus, kita harus setia dalam mendengarkan dan mengamalkan pengajaran Yesus, dalam tindakan konkrit sehari-hari. Ditengah keluarga, ditempat kerja, atau ditengah masyarakat agar kita mampu hidup saling mengasihi. Mari kita terus belajar agar semakin harri kita semakin layak menjadi murid Yesus yang setia seperti dihayati oleh Rasul Simon dan Yudas.

tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Mzm 19:4a

Bacaan lengkap hari ini :

12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
17  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
18  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
19  Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

27 October 2013

Renungan Harian, 27 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.” (Luk 18:9-14)

Doa orang Farisi meski tampak indah dan saleh ternyata sejatinya tidak terpusat pada Allah, tetapi dirinya sendiri. Berbeda dengan doa si pemungut cukai. Dia berdoa dengan jujur dan rendah hati. Doanya mengalir dari dalam hati dan memusat pada Allah. Ia menyadari segala dosanya dengan penuh penyesalan. Seorang pendoa sejati mampu meluapkan isi hatinya dengan tulus dan jujur. Karena doa adalah seruan syukur dan cinta kasih ditengah percobaan dan ditengah kegembiraan.

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. (Mzm 34:17)

9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
10  ”Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
11  Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
12  aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
13  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
14  Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

26 October 2013

Renungan Harian, 26 Oktober 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Luk 13:1-9)

Kita ini seperti pohon. Pohon yang harus menghasilkan buah. Buah-buah yang diharapkan Tuhan ialah buah pertobatan. Kadang kita berbuah lebat, kadang berbuah masam, kadang tidak berbuah. Apakah kita ditebang oleh Tuhan pada saat tidak berbuah? Tidak! Dia masih berharap, mungkin tahun depan kita berbuah. Allah itu murah hati. Allah itu sabar. Ia selalu menunggu bertobatnya manusia. Kita perlu menghasilkan buah-buah pertobatan secara konkrit dengan meninggalkan sifat-sifat menghakimi orang lain, merasa diri lebih baik dan lebih suci daripada orang lain.

“Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Mzm24:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
2  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
3  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
4  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
5  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”
6  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
7  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
8  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
9  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress