Renungan Harian

27 September 2013

Renungan Harian, 27 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Vincentius a Paulo

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Luk 9:18-22)

Pengenalan akan Yesus harus muncul dari pengalaman pribadi kita, sejauh mana kita selama ini membangun relasi pribadi dengan Dia. Dengan mengenal secara pribadi dan mengalami sendiri siapa Yesus, kita akan mudah berbagi dengan orang lain karena yang kita bagikan berasal dari pengalaman pribadi kita, bukan dari orang lain. Kita memberi dari apa yang kita miliki dan alami sendiri. Tanda kita maju dalam hidup rohani adalah ketika kita memiliki pengalaman iman akan siapakah Yesus didalam hidup kita secara pribadi.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm 43:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
19  Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
20  Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
21  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

26 September 2013

Renungan Harian, 26 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” (Luk 9:7-9)

Tak ada yang mengenal Yesus pada awalnya. Yesus juga tidak langsung berterus terang mengatakan identitas-Nya. Lihatlkah para murid. Mereka selalu hidup bersama Dia, tapi tidak tahu siapa Yesus itu. Mengapa pada awalnya Yesus membiarkan diri-Nya tersembunyi, dan tak dikenal? Seandainya sejak awal perutusan Yesus sudah menyatakan diri sebagai Anak Allah. Barangkali Kabar Gembira itu tidak akan bisa diwartakan. Karena Yesus sudah dibunuh sebelum waktu-Nya tiba. Dalam hidup kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

8  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.

9  Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

25 September 2013

Renungan Harian, 25 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang (Luk 9:1-6)

Iman itu harus diwujud nyatakan dalam tindakan nyata atau kesaksian hidup agar menjadi teladan bagi banyak orang. Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa iman tanpa perbuatan akan mati. Bila bicara tentang kasih Tuhan, hendaknya kita sudah mengasihi sesama. Atau tentang pengampunan Tuhan, maka kita sudah lebih dahulu mengampuni seama. Bahkan, seperti Yesus kita pun berani mendoakan orang yang menyakiti kita. Itulah tindakan nyata yang sesuai dengan hidup Yesus, Sang Guru. Tuhan juga memakai kita untuk mewartakan Injil dalam tindakan nyata. Jadilah Injil yang hidup.

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya (Tobit 13:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
2  Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
3  kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
4  Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
5  Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”
6  Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

24 September 2013

Renungan Harian, 24 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21)
Firman yanf diwartakan Yesus hari ini sunggu merupakan ungkapan yang menenteramkan jiwa dan hati setiap orang yang mencintai keluarga dan berhimpun sebagai anggota keluarga Allah, dimana Kristus sebagai Kepala Keluarga. Melalui perikop ini nampaklah bahwa Yesus merangkul keluarga-Nya dan siapapun dapat menjadi keluargaNya bila mau mendengarkan dan melakukan firman Allah. Kitapun adalah saudara-saudari Yesus. Mari kita tak jemu-jemu mendengar dan melaksanakan firman. Sebab, inilah tanda kita adalah keluarga Yesus.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” (Mzm 122:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

19  Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
20  Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
21  Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

23 September 2013

Renungan Harian, 23 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. (Luk 8:16-18)

Yesus adalah pelita Allah bagi dunia. Hidup Yesus telah menerangi   kehidupan orang-orang dizaman-Nya. Para murid adalah orang-orang yang telah menemukan keselamatan. Karena itu, Yesus berharap agar mereka bersedia membagikannya kepada semua orang.Kita adalah pelita. Allah telah menyalakan pelita dalam diri kita dan diharapkan hidup kita terus bersinar. Sebab ketika Allah menyalakan pelita. Ia ingin pelita itu menjadi pelita bagi sesama.

TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. (Mzm 126:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
17  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

22 September 2013

Renungan Harian, 22 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. (Luk 16:10-13)

Pilihan selalu menuntut kita untuk memilih. Seorang yang bekerja untuk dua tempat pasti akan memberikan prioritas yang berbeda. Dia akan memposisikan pekerjaan yang satu lebih dari yang lainnya. Bukan tidak mungkin pada akhirnya dia akan meninggalkan salah satunya. Dalam kehidupan beriman, kita dituntut untuk setia kepada Satu Tuhan. Kita tidak mungkin setia kepada-Nya sementara kita juga berusaha untuk mengikuti kepercayaan yang lain. Karenanya kita harus belajar sungguh-sungguh untuk tekun pada Yesus satu-satunya sumber iman kita.

Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN! (Mzm 113:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

10  ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
11  Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
12  Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
13  Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

20 September 2013

Renungan Harian, 20 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Andreas Kim Tangen, Imam dan Paulus Chong Hasan, Dkk. Martir Korea

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:46

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:1-3)

Saat ini, masih banyak orang yang mau melayani Gereja dengan kekayaan mereka. Ada yang dengan hati tulus, tapi ada pula yang dengan ambisi tertentu. Ini sesuatu yang tidak benar. Apapun jabatan dan fungsi kita di dalam Gereja adalah untuk membangun Gereja sebagai satu tubuh. Sumbangan kita kepada Gereja adalah bagian pelayanan untuk karya Gereja. Jangan pernah membuat Gereja seolah berhutang kepada kita, lalu sesukanya kita mengatur. Mari kita layani Gereja karena Allah, bukan karena kedekatan dengan pastor atau Dewan Pastoral.

sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia. (Mzm 49:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
2  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
3  Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

19 September 2013

Renungan Harian, 19 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini” (Luk 7:36-50)

Orang miskin, tersingkir dan pendosa sangat merasakan kehadiran dan persahabatan Yesus yang membebaskan  itu. hal ini tidak dirasakan oleh kaum Farisi. bahkan dia melihat sesuatu yang janggal, karena Yesus melakukan dosa dengan membiarkan wanita pendosa membasuh kakinya dengan minyak wangi.  Bagi Yesus sikap wanita ini menunjukkan pertobatan sejati. Apakah kita berani juga menjadi sahabat orang berdosa? Tidakkah kita takut menjadi gunjingan orang?

Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm 111:3)

Bacaan lengkap hari ini :

36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39  Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
40  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
41  ”Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
42  Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
43  Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
44  Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
49  Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

18 September 2013

Renungan Harian, 18 September 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. (Luk 7:31-35)

Apapun yang kita lakukan tidak menarik hati, itulah makna perikop diatas.  Seperti para Farisi dan Akhli Kitab, mereka tidak mau mendengar kata-kata Yesus, mereka hanya sibuk mencari kesalahan-Nya. Mereka banyak bicara sedikit mendengar. Kitapun juga seharusnya begitu, sedikit bicara banyak mendengar, dengan banyak mendengar kita sudah membuka diri untuk menerima Tuhan dalam hati kita dan membiarkan diri kita dibentuk menjadi manusia baru.

Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm 111:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
32  Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
33  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
34  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
35  Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

16 September 2013

Renungan Harian, 16 September 2013 – Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus dan Santo Siprianus, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Luk 7:1-10)

Bait Injil ini dalam setiap kali konsekrasi menjadi ungkapan ketidak layakan kita untuk menerima Tubuh Kristus. Kalimat aslinya diucapkan oleh seorang perwira Roma yang meminta pertolongan Yesus karena hambanya sedang sakit. Yesus mengakui iman perwira tersebut. Dia menyembuhkan hamba perwira tersebut. Tuhan tahu yang terbaik bagi kita semua. Bahkan sebelum kita meminta kepadaNya, Dia telah merancangkan yang terbaik untuk kita. yang perlu kita lakukan adalah terus berjuang dan percaya bahwa iman dan pengharapan didalam Dia tak akan pernah sia-sia.

Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. Mzm 28:6

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong,
5  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
6  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
9  Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
10  Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress