Renungan Harian

13 November 2013

Renungan Harian, 13 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Luk 17:11-19)

Disamping berkat kesembuhan, si orang Samaria juga mendapat berkat keselamatan. Berkat keselamatan diperolehnya, karena ia beriman kepada Yesus. Untuk memperoleh keselamatan, kita harus beriman kepada Yesus yang dipupuk lewat relasi pribadi dengan-Nya. nama relasi ini, doa! Dalam doa, persahabatan dapat tumbuh apabila pendoa sering menjumpai secara pribadi Allah yang memanggil, mencari dan mencintainya. Kemajuan dalam cinta persahabatan akhirnya mendorong pendoa untuk memasuki misteri ilahi, misteri Sang Sahabat tercinta. Mari kita belajar berdoa dan bersahabat dengan Dia, agar kita pun beroleh berkat keselamatan.

Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa. (Mzm 82:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
12  Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
13  dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
14  Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17  Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
18  Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
19  Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

12 November 2013

Renungan Harian, 12 November 2013 – Peringatan Wajib Santo Yosafat, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 08:01

“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”(Luk 17:7-10)

Umumnya kata hamba bernada negatif. Menjadi hamba orang lain berarti tidak punya kebebasan. Orang itu patut dikasihani. Tetapi menjadi hamba Tuhan itu suatu kehormatan dan sukacita. Hamba Tuhan  meneladan Yesus yang berkata: Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Kita akan meng-alami bahwa melayani tanpa pamrih, dihargai atau tidak dihargai, dipuji atau dicela, mendatangkan sukacita yang terus menerus. Sebab, yang kita layani adalah Tuhan, bukan ego kita, dan Tuhan adalah sumber sukacita yang tiada habisnya.

 Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. (Mzm 34:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  ”Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8  Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
9  Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
10  Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

11 November 2013

Renungan Harian, 11 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” (Luk 17:1-6)

Inilah sikap yang bijaksana ! Kebijaksanaan itu penting karena disanalah sumber kebahagiaan dan kedamaian. Orang bijaksana akan menghadirkan kedamaian dimanapun ia berada. Bila menjadi pemimpin ia akan mampu mensejahterakan orang-orang yang dipimpinnya. Ia bisa menegur dengan bijak. Ia bisa mengampuni yang bersalah. Karena itu, betapa pentingnya kebijaksanaan mengingat pada jaman ini semakin langka dimiliki oleh para pemimpin bangsa.

juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. (Mzm 139:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2  Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3  Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
4  Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
5  Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
6  Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

10 November 2013

Renungan Harian, 10 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (Luk 20:27-38)

Bagaimana persisnya keadaan kita dalam kehidupan kelak, tidak diberitahukan secara jelas kepada kita. Bukan karena Yesus tidak rela memberitahukan hal itu kepada kita, melainkan karena kebahagiaan di surga kelak demikian sempurnanya, sehingga otak kita tidak sanggup mengertinya. Semoga , bila tiba saatnya, kita masing masing diterima bersama orang orang pilihan-Nya dan berbahagia menikmati hidup abadi di surga.

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. (Mzm 17:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
28  ”Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
29  Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
30  Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
31  dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
32  Akhirnya perempuan itupun mati.
33  Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
35  tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
36  Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
37  Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
38  Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

8 November 2013

Renungan Harian, 8 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu karena ia telah bertindak dengan cerdik. (Luk 16:1-8)

Jangan salah. Bendahara itu tidak dipuji karena tidak jujur, melainkan karena bertindak dengan cerdik dalam menjamin masa depannya. Inti ajaran Yesus disini adalah seruan kepada “anak-anak terang” supaya juga cerdik. Mereka harus arif dan bijaksana di dalam mengejar Kerajaan Allah. Mereka harus pandai menatap masa depan. Kalau bendahara itu memakai harta dunia untuk memperkaya dirinya, anak-anak terang harus memakai harta dunia untuk memperoleh Kerajaan Allah. Naka tidak ada salahnya jika kita belajar dari kecerdikan si bendahara.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Mzm 98:2

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
2  Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
3  Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
4  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
5  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
6  Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
7  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
8  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

7 November 2013

Renungan Harian, 7 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Sayang, orang Farisi tidak mengerti hal ini. Mereka menganggap diri tidak pernah berdosa. Orang Farisi tidak berpikir seperti Yesus untuk membantu orang berdosa supaya selamat dan masuk surga. Sayangnya lagi, tidak jarang itu pun menjadi sikap kita. Kita lebih senang menghakimi dan menghukum daripada mengampuni dan merangkul. Padahal, sikap yang membawa sikacita surgawi adalah sikap yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan menginginkan semua orang selamat, tanpa kecuali. mari belajar dari Yesus, supaya ada sukacita lebih besar lagi di surga.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! (Mzm 27:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4  ”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
8  ”Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

6 November 2013

Renungan Harian, 6 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:25-33)

Mengasihi dan berkorban, melayani dan memberikan diri bagi sesama dengan sukacita hanya mungkin terjadi jika kita berani lepas dari keegoisan dan cinta diri. Pengosongan diri adalah jalan iman. Karena hanya orang yang memiliki iman yang besar, dia akan mampu berjalan mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya. Maka marilah dipenghujung tahun Iman ini kita mohon diberi rahmat keberanian untuk menempuh jalan pelepasan demi tercapainya persatuan dengan Tuhan.

Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. (Mzm 112:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26  ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32  Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

5 November 2013

Renungan Harian, 5 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap! Tetapi mereka bersama-sama minta maaf. (Luk 14:15-24)

Seorang bapak mengeluh: Bulan ini ada lima undangan pernikahan. Mengapa mesti mengeluh? Karena itu berarti lima kali menyumbang. Undangan Kerajaan Surga itu gratis, cuma-cuma. Tidak perlu memberi sumbangan uang atau materi. Yang perlu adalah kerelaan kita untuk memberi prioritas kepada Tuhan. Menomorsa-tukan Dia di atas segalanya. Begitu banyak alasan kita untuk tidak menanggapi undangan Tuhan. Kita sibuk cari uang, cari senang. Masih ada waktukah untuk Tuhan?

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mzm 131:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”
16  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
17  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
18  Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
19  Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
20  Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
21  Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
22  Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
23  Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
24  Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

4 November 2013

Renungan Harian, 4 November 2013 – Peringatan Wajib Santo Carolus Borromeus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. (Luk 14:12-14)

Komunitas yang dibentuk oleh Kristus adalah komunitas yang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Lalu apa yang harus kita lakukan? Berikanlah yang terbaik kepada semua orang tanpa menuntut balasan. Hidup kita dapat menjadi pemberian diri yang terbaik bagi Tuhan dan sesama, asalkan kita dapat menerima segala yang baik dan yang buruk. jangan hanya memilih yang bisa memberi balasan. Dengan demikian kita akan merasakan sukacita hidup karena memberi tanpa pamrih. Inilah kebijaksanaan baru dari Tuhan untuk kita.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! (Mzm 69:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
13  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

3 November 2013

Renungan Harian, 3 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. (Luk 19:1-10)

Kerinduan akan Tuhan menguduskan jiwa dan hati seseorang. Itulah yang kiranya mengawali sukacita Zakheus. Karena Yesus tidak memperhitungkan dosa dan kesalahannya. Kehendak Allah yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, mendapat sambutan positif dari Zakheus. Karena itu, barangsiapa menyambut Dia yang akan datang, pasti akan mendapatkan berkat dan rahmat-Nya. Adanya kerinduan akan Tuhan membuat seseorang merasakan kenyamanan hidup, karena Dia yang dirindukan akan selalu hadir dalam hidupnya.

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. (Mzm 145:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
2  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
4  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
6  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
8  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
9  Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
10  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress