Renungan Harian

26 April 2014

Renungan Harian, 26 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”(Mrk 16:9-15)

Para rasul adalah komunitas awal penyebaran Gereja keseluruh dunia. Mereka dicela oleh Yesus karena kerapuhan iman mereka, lamban dalam mengerti dan mengimani Yesus yang sudah bangkit. Dibalik semua kerapuhan itu, mereka tetap dipilih Tuhan untuk menjadi misionaris. Bila dahulu Yesus memilih Petrus dan kawan kawan dengan segala kelemahannya, hari ini Dia memilih kita semua untuk menjadi misionaris-Nya, menjadi pemberita Injil dimana kita berada, di dalam keluarga, kantor, dan ditengah masyarakat. Apakah kita bersedia?

(Mazmur 118:1.14-15.16a.18.19-21)
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan,
TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bacaan lengkap hari ini:

9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
10  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
11  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
12  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
13  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

28 March 2014

Renungan Harian, 28 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (Mrk12:28b-34)

Jadilah orang bijaksana. Karena orang seperti itu bukan hanya tahu memilah-milah, tetapi tahu memilih terbaik. Bukan hanya tahu merinci tetapi melihat isi terdalam. Bukan hanya tahu menjawab, tetapi bertanggung jawab. Setelah bijaksana, kita dipanggil untuk rela berkorban. Itulah tingkat kebijaksanaan Allah. Salib adalah kebijaksanaan Allah. Orang bijaksana tahu membaca waktu dan akan ada waktu kebijaksanaan Allah menjadi prioritas utama.

(Mazmur 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17)
“Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;
dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.”

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

4 March 2014

Renungan Harian, 4 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk 10:28-31)

Tidak ada sesuatu yang gratis. Ungkapan ini sedikit banyak membuat Petrus bertanya tanya, apa yang akan aku dapat dengan mengikuti Yesus? Jawaban Yesus sangat indah dan mententeramkan hati. Upah bagi pengikut Yesus adalah kelimpahan dan kelipat gandaan segala kebaikan yang tak terlihat lewat hal-hal fisik saja, tetapi didalam penghayatan, didalam lubuk hati kita masing-masing. Sebab banyak orang yang sudah kaya, masih haus untuk mendapatkan lebih, sehingga menghalalkan segala cara. Apapun status kita, bila kita mengikut Yesus dengan tulus dan bahagia, upahmu besar disurga.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”
29  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
31  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

3 March 2014

Renungan Harian, 3 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk 10:17-27)

Peringatan Yesus, betapa sukar orang kaya masuk Kerajaan Allah. Jangan salah mengerti! Yesus tidak mengatakan “mustahil” tetapi “sukar”. Itu bukan berarti tidak mungkin. Manusianyalah yang menjadi tuan terhadap hartanya, bukan sebaliknya malah diperhamba oleh hartanya. Meskipun berat manusia harus berani melakukannya. Mari kita rubah cara pandang kita terhadap kekayaan. Kaya harta, tetapi tak mampu menyelamatkan jiwa, apa artinya. Tapi kaya dalam iman dan kasih berarti keselamatan didalam Yesus. Beranikah kita meyakininya?

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mzm 111:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 ¶  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18  Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
27  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

1 March 2014

Renungan Harian, 1 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Mrk 10:13-16)

Satu hal yang dapat kita lakukan yaitu kembali memeluk sifat kepolosan seorang anak kecil. Tak pernah menyimpan dendam, iri hati dan dengki. Mereka hidup dalam kepolosan suci, yang mengalir dari jiwa Allah sendiri. Tak ada kepura puraan dalam jiwa anak kecil. Kita jadikan sifat anak kecil sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan dalam lingkungan, keluarga maupun tempat kerja.

Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang. (Mzm 141:2)

Bacaan Lengkap hari ini:

13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14  Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
16  Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

28 February 2014

Renungan Harian, 28 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.(Mrk 10:1-12)

Cinta adalah tanggung jawab. Cinta memang sangat indah, tetapi tidak selalu. Bila tidak dipelihara baik, cinta suami istri bisa luntur dan hancur. Bila kita mengalami kesulitan, pandanglah cinta sebagai tanggung jawab. Mencintai berarti memberikan yang terbaik untuk yang dicintai. Sumber kebahagiaan adalah Allah. Karena itu, sertakan Tuhan Yesus dalam keluarga. Buahnya adalah kebahagiaan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
2  Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
3  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
4  Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
5  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6  Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
10  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
12  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

27 February 2014

Renungan Harian, 27 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, (Mrk 9:41-43.45-50)

Firman Tuhan ini sangat keras, tetapi peringatan ini juga ditujukan kepada kita semua yang mengaku diri percaya kepada-Nya. Untuk itu, kita hendaknya terus waspada terhadap seluruh anggota tubuh kita, agar tidak menjadi sumber dosa, tetapi mendatangkan berkat bagi sesama. Namun, bila kita temukan ada yang menjadi sumber dosa, kita harus berani membuangnya jauh jauh dari kehidupan kita. Tidak usah ragu, sehingga makin banyak orang memperoleh keselamatan melalui kehadiran dan cara hidup kita. Semakin mendalam iman seseorang, semakin tegas pula dengan apa saja yang berbau dosa.

Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati (Mzm 49:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”
42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

24 February 2014

Renungan Harian, 24 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?” (Mrk 9:14-29)

Tidak percaya kepada Yesus identik dengan tidak mengimani Yesus dan identik dengan tidak mengandalkan Yesus. Itulah yang terjadi dengan para rasul saat mereka tidak mampu mengusir roh jahat. Injil hari ini menjadikan peringatan bagi kita untuk terus menerus mengandalkan Allah. Dalam doalah, keterbatasan manusia dilengkapi oleh ketak terbatasan Allah. Doa seharusnya dilandaskan pada sikap kepercayaan bahwa “tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Allah”. Itulah yang harus kita lakukan.

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.
15  Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.
16  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”
17  Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
18  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”
19  Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
20  Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
21  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.
22  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
23  Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
24  Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25  Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”
26  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.”
27  Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
28  Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”
29  Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

21 February 2014

Renungan Harian, 21 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Mrk 8:34-9:1)

Mengikut Aku berarti kita berani menjalankan ketaatan. Taat total pada kehendak Allah. Mengikut Aku berarti berani mengambil resiko untuk Kristus. Ketaatan adalah mutlak bagi kita yang mengaku diri menjadi pengikut Kristus, sehingga dengan berani mengambil risiko untuk Kristus. Seperti yang dikatakan oleh St. Louis Mariae de Monfort : Jika kamu tidak mengambil resiko untuk Allah kamu tidak melakukan apapun untuk-Nya!  Dalam kenyataan, mengambil resiko adalah sesuatu yang langka.

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mzm 112:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
35  Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
36  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
37  Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
38  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”
1 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

20 February 2014

Renungan Harian, 20 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan (Mrk 8:27-33)

Apakah kita pernah menderita seperti Yesus? Difitnah, diolok-olok, diludahi? Hadapi setiap bentuk penderitaan, apapun itu, dengan iman; sebab, ditegaskan oleh Rasul Petrus dan Barnabas bahwa “untuk masuk kedalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara”. St. Teresia dari Lisieux pun menegaskan, “Untuk menjadi seorang kudus, orang harus banyak menderita!” Kita bukan berharap menjadi kudus, tetapi dengan menghayati penderitaan sebagai bagian dari iman, maka kita bisa mendapatkan kebahagiaan Kerajaan Allah.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”
28  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”
29  Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”
30  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.
31  Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
32  Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
33  Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Older Posts »

Powered by WordPress