Renungan Harian

5 February 2015

Renungan Harian, 5 Februari 2015 – Peringatan Wajib Santa Agata, Martir

Filed under: Pengumuman — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” (Mrk 6:7-13) Dalam tugas perutusan, kita akan sering mendapat penolakan. Pengalaman ditolak ini justru menjadi berkat saat kita menyadari bahwa penolakan itu menjadi sarana penyerahan diri kepada Allah, agar kuasaNya yang bekerja dan bukan kekuatan kita. Bersyukurlah bahwa kelemahan kita justru membuat kuasa Allah menjadi sempurna. Pengalaman ditolak seharusnya membuat kita menjadi makin rendah hati. Bila kita lemah, justru saat itulah kita mudah bergantung pada Allah dan kita menjadi sarana Allah dalam memuliakan Dia.

Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-4.9-11

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!

Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.

Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela

Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.

Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

Bacaan Lengkap hari ini:

7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,

8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”

12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,

13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

4 February 2015

Renungan Harian, 4 Februari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri,” (Mrk 6:1-6)

Kesulitan tidak akan pernah membunuh kita, dan apapun yang tidak membunuh kita membuat kita semakin kuat. Banyak orang tidak menyadari hal ini karena mereka telah dikalahkan oleh rasa takut mereka sendiri. Hari ini kita melihat bagaimana orang-orang Nazareth menolak Yesus. Ketakutan muncul dalam diri kita bila kita terlalu melekat pada reputasi dan milik kita. Mari kita sadari bahwa Tuhan selalu menyertai kita, sehingga kita bisa berbahagia bukan karena segala hal baik, namun karena kita bia menemukan sisi kebaikan dalam setiap hal yang kita alami.

Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.13-14.17-18a

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya

Bacaan Lengkap hari ini:

1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.

2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

4 Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”

5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.

6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6 #6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

3 February 2015

Renungan Harian, 3 Februari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mrk 5:21-43)

Tuhan adalah sumber terang dipusat jiwa kita yang tak pernah kehilangan kecemerlangannya. Sifat itu abadi! Bila kita membiarkan diri dikuasai dosa berarti menutup kecemerlangan itu dengan jelaga. Kita harus berani bangkit, bergerak dan menjamah Tuhan seperti wanita yang mengalami pendarahan, agar supaya jelaga yang menutupi kecemerlangan sumber terang Tuhan kita lenyap. Selama jiwa tidak menghapus sikap berdosanya dan kembali pada Tuhan, lewat penyesalan dan niat yang tegas, jiwa tetap kehilangan segala kebaikan rohani yang menjamin persatuan dengan Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 22:26b-27.28.30.31-32

nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.

Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!

Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.

Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.

Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.

Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.

Bacaan Lengkap hari ini:

21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,

22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya

23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

31 Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”

32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.

34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”

36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”

37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.

38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.

39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”

40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.

41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”

42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

23 January 2015

Renungan Harian, 23 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. (Mrk 3:13-19)

Kita dipanggil, datang dan diutus untuk mewartakan Injil. sama seperti Yesus juga memanggil para rasul. Tetapi kita tak hentinya harus tetap belajar, meski kita telah diberi bekal kekayaan rohani. Bersatu dengan Allah, bersahabat dengan Tuhan Yesus adalah suatu kebahagiaan. Hal ini paling kita rasakan, saat merayakan Ekaristi, disitu kita merasakan kasihNya yang luar biasa. Tetapi kita dipanggil tidak hanya untuk menikmati kebaikan Allah bagi diri kita sendiri. Kita wajib berbagi kebahagiaan itu. Itulah sejatinya panggilan kita, mewartakan kabar sukacita bagi sesama.

Mazmur Tanggapan : Mzm 85:8.10.11-12.13-14

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Lengkap hari ini:

13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

22 January 2015

Renungan Harian, 22 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. (Mrk 3:7-12)

Mereka melihat dalam diri Yesus bukan hanya tabib yang mampu menyembuhkan segala penyakit. Lebih dari itu. Mereka menemukan dalam Dia seorang Pemimpin rohani, imam agung yang saleh, tanpa salah dan tanpa noda. Yesus menghadirkan Bapa bagi mereka. Dan berada bersama Dia seperti di surga rasanya. Itulah sebabnya mereka mau mengurbankan segalanya dan menempuh perjalanan jauh untuk menemui Dia. Apakah saya sudah dekat dengan Yesus? Apa yang saya lakukan untuk bertemu dengan Dia dan tinggal selalu dalam hadirat-Nya?

Mazmur Tanggapan : Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.

Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “TUHAN itu besar!”

Bacaan Lengkap hari ini:

7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,

8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.

10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.

11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

21 January 2015

Renungan Harian, 21 Januari 2015 – Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. (Mrk 3:1-6)

Situasi seperti ini masih ada saat ini. Manusia tega membangun persekongkolan jahat. Atas nama hukum dan aturan, hasil buah dari dendam kesumat, rakyat banyak menjadi korban. Manusia sudah tuli dan buta untuk melihat dan mendengarkan suara rakyat. Dalam semangat Yesus, kita patut mendukung apapun yang baik dan benar. Harus berani membuang kepentingan sesaat dan iming-iming sesaat yang akan menjerumuskan kita. St. Agnes yang kita peringati hari ini, berani menolak semua tawaran duniawi. Beranikah kita melakukan hal yang sama?

Mazmur Tanggapan : Mzm 110:1-4

Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!

Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Bacaan Lengkap hari ini:

1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”

4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.

5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

20 January 2015

Renungan Harian, 20 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, (Mrk 2:23-38)

Bukan hari Sabat yang mengatur manusia, tetapi manusia yang mengatur hari Sabat. Aturan harus tetap ada, karena ini penting. Namun pelaksanaannya jangan membabi buta. Alangkah indahnya bila kita membangun niat untuk taat kepada aturan dengan loyalitas yang tinggi, sambil mengapresiasi orang-orang yang sedang berusaha menuju pada ketaatan sempurna. Keselamatan manusia adalah nilai tertinggi dari segala aturan.

Mazmur tanggapan: Mzm 111:1-2.4-5.9.10c

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.

Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.

Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.

Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:

23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.

24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,

26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”

27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

19 January 2015

Renungan Harian, 19 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, (Mrk 2:18-22)

Berpuasa adalah untuk mendekatkan relasi dengan Tuhan. Sebab kedekatan seperti itu kelak dapat menyelamatkan. Berpuasa untuk membantu menyucikan hati dan menguduskan diri. Oleh karena itu, jika kita puasa tetapi masih dengan perbuatan dosa, apakah artinya berpuasa? Jika hati dan pikiran masih menghakimi orang lain, apa artinya berpuasa? Karena itu sama dengan menambal baju tua dengan kain yang baru, pasti akan sobek lagi. Jangan berpuasa berlebihan hingga kita tidak punya kekuatan untuk melawan kecenderungan dosa dan lupa berbuat kebaikan.

Mazmur Tanggapan : Mzm 110:1-4

Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!

Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.

TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Bacaan Lengkap hari ini:

18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

19 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.

20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.

22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

16 January 2015

Renungan Harian, 16 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; (Mrk 2:1-12)

Kerinduan untuk bertemu Yesus, membuat orang menggunakan akalnya agar dapat berjumpa dengan Yesus. Dan niat itu tercapai! Seperti kerinduan si lumpuh yang diturunkan dari sotoh rumah. Kitapun sebagai umat beriman, hendaknya memiliki kerinduan yang sama, kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus. Dan kerinduan itu memancarkan cinta kita yang besar pada Yesus, yang telah memanggil kita menuju kesempurnaan dan keselamatan. Mari kita memupuk rasa rindu ini agar dosa kita diampuni dan kelemahan-kelemahan kita disembuhkan!

Mazmur tanggapan : Mzm 78:3.4bc.6c-7.8
Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami,
tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.
supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka,
supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya;
dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah.
Bacaan Lengkap hari ini:
1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
3  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
4  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
5  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
6  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
7  “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
8  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
9  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
10  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — :
11  “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
12  Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

12 January 2015

Renungan Harian, 12 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk 1:14-20)

Injil hari ini mengisahkan bagaimana para murid dipanggil oleh Yesus. Mereka terpanggil menjadi murid Yesus dan sejak saat itu mereka harus hidup dalam sikap tobat terus menerus dan hidup dari Injil. Hal ini bukan seuatu yang mudah dilakukan. Mereka perlu berjuang dan berusaha sungguh sungguh untuk menghadapi kesulitan yang ada. Ingatlah saat mereka dipanggil menjadi murid, tidak serta merta mereka menjadi suci. Bahkan mereka makin merasa tidak pantas bagi Tuhan. Menjadi Kristen adalah anugerah dan panggilan Allah yang harus kita syukuri.

Mazmur tanggapan. Mzm 97:1.2b.6.7c.9
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
segala allah sujud menyembah kepada-Nya.
Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Older Posts »

Powered by WordPress