Renungan Harian

9 September 2012

Renungan Harian, 9 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya (Mrk 7:31-37)

Saat ini buta dan tuli sebagai cacat badan, sudah bisa diatasi dengan latihan berkomunikasi. Yang parah adalah kebutaan dan ketulian rohani. Bila hati buta dan tuli, terang dan suara Tuhan tidak bisa tembus. Orang itu hidup terisolasi dari sumber kehidupan. Ia ada di jurang maut abadi yang sangat mengerikan. Yesus yang membuat orang buta melihat dan orang tuli mendengar, juga bisa menyembuhkan kita dari kebutaan dan ketulian rohani. Asal kita mau disembuhkan.

TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya! (Mzm 146:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
32  Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
33  Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
34  Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!
35  Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
36  Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
37  Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

2 September 2012

Renungan Harian, 2 September 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (Mrk 7:1-8.14-15.21-23)

Kebusukan hidup tidak berasal dari luar diri manusia tetapi berasal dari hati manusia. Kita kerap merasa bangga dapat menyelenggarakan upacara keagamaan dengan meriah, lancar dan sempurna. Namun kebanggaan itu baru berarti jika orang tidak bertepuk tangan untuk panitia, paduan suara dan lain lain. Tetapi umat bertepuk tangan karena mengalami Allah menyatukan, mencintai, meneguhkan bahkan berdiam di dalam diri mereka. Kita kadang begitu mudah menyalahkan orang lain sebagai sumber kebusukan dalam hidup ini. Kita lupa bahwa semua bersumber dari hati kita sendiri. 

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mzm 15:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
2  Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
3  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
4  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
5  Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
6  Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
14  Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
15  Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
21  sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
22  perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
23  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

29 August 2012

Renungan Harian 29 Agustus 2012 – Peringatan Wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yohanes dipenggal kepalanya
Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. (Mrk 6:17-29)

Yohanes Pembaptis dibunuh, tapi ia tetap hidup meneriakkan keadilan dan kasih. Kita menghadapi pergolakan yang sama sampai saat ini, yakni antara mengatakan yang benar dan jujur, atau yang menyenangkan manusia saja? Tidak jarang ada kecenderungan untuk mencari aman, sehingga bertindak tidak jujur. Realita inilah yang menimbulkan banyak penderitaan dalam kehidupan. Karena orang benar seperti Yohanes Pembaptis tersingkirkan. Beranikah kita melawan arus dengan menyatakan kebenaran?

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mzm 71:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

6 August 2012

Renungan Harian 6 Agustus 2012 – Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. (Mrk 9:2-10)

Hari ini Yesus menunjukkan sesuatu yang luar biasa kepada murid murid-Nya. Dia menghadirkan Musa dan Elia, dua pribadi agung. Kekaguman para murid membuat mereka makin fokus kepada Yesus sebagai Mesias. Kekaguman akan Yesus dan mendengarkan ajaran-Nya adalah peneguh utama hidup beriman kita. Kemuliaan Yesus ada pada salib dan kebangkitan-Nya. Maka, kemuliaan kita juga terletak pada keberanian kita untuk mati demi Injil dan hidup kudus sesuai dengan Injil. Dengan demikian, kita bisa merubah dan menguduskan sesama dan lingkungan sekitar kita.

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! (Mzm 97:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
3  dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
5  Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
6  Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
7  Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”
8  Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
9  Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
10  Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

15 July 2012

Renungan Harian, 15 Juli 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia memanggil ke 12 murid itu dan mengutus mereka berdua dua. (Mrk 6:7-13)

Yesus tidak membekali murid muridNya dengan buku pintar tentang Kerajaan Allah. Bekalnya hanya kuasa atas roh roh jahat. Misi mereka adalah misi untuk berperang, bukan dengan manusia, tapi dengan kejahatan dan dosa, serta menyelamatkan manusia dari kuasa kegelapan. Manusia terbebas dari kuasa jahat kalau ia bertobat, dan menjadi manusia baru. Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat, adalah inti pewartaan mereka. Seringkali mereka mengalami penolakan, tetapi mereka tidak boleh memaksa. Karena Allah memberi kebebasan kepada makhluk ciptaan-Nya. Itulah kebebasan dari Tuhan, apakah kita akan menolak?

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

8 July 2012

Renungan Harian, 8 Juli 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mrk 6:1-6)

Penolakan orang sedesa Yesus, muncul dari pemikiran yang sempit, kaku dan kolot. Bagaimana mungkin orang miskin, tak berpendidikan dapat melakukan mukjizat luar biasa? Orang sederhana dan tidak terhormat dianggap tidak mungkin dipakai oleh Tuhan untuk menjadi utusan-Nya. Kita harus melepaskan pikiran picik seperti itu yang akan merugikan diri kita dan orang lain. Allah dapat menunjukkan kasih-Nya melalui siapa saja, bahkan yang hina sekalipun. Mari kita mampukan diri agar dapat mengasihi sesama terutama yang paling dekat dengan kita dalam keseharian.

Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan (Mzm 123:3)

17 June 2012

Renungan Harian, 17 Juni 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. (Mrk 4:26-34)

Menjaga kelangsungan pertumbuhan benih Ker. Allah dalam hidup menggereja dan bermasyarakat adalah penting. Ketika setiap orang menaburkan benih benih Ker. Allah tanpa visi, koordinasi dan komunikasi, maka benih benih Ker. Allah tidak bisa tumbuh dengan semestinya. Jangankan berbuah , tumbuh subur saja tidak. Ini karena dalam menyebarkan benih Ker. Allah, setiap orang punya visi pribadi dan bukan visi bersama. Bila kita ingin jadi warga Ker. Allah yang baik, menaburlah dengan cara yang tepat konsisten dan konsekuen. Pastilah benih tersebut akan membawa banyak manfaat.

Untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam (Mzm 92:3)

10 June 2012

Renungan Harian, 10 Juni 2012 – Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. (Mrk 14:12-16.22-26)

Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, jutaan anak diseluruh dunia menerima komuni pertama. Itulah saat yang sangat penting dalam hidup rohani seorang anak Katolik, mereka resmi menjadi mempelai Allah dengaan boleh menerima Tubuh Kristus dalam bentuk Hosti. Kiranya semangat untuk merayakan Ekaristi  yang menggelora dari para anak muda penerima komuni pertama ini juga membuat kita memperbaharui semangat kita dan terus membiasakan diri untuk mencintai sakramen Ekaristi. Kalau bisa setiap hari, puji Tuhan.

Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN (Mzm 116:13)

9 June 2012

Renungan Harian, 9 Juni 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. (Mrk 12:38-44) 

Janda miskin adalah gambaran pribadi dari umat sederhana yang dalam segala keterbatasannya, rela memberi semua miliknya kepada Tuhan.  Janda miskin memberi teladan kepada kita untuk berani berbagi, berani menyerahkan semua milik kepada Allah. Ada semangat rela berkurban dan kerelaan untuk berbagi. Dalam keseharian, kita lebih cenderung menuntut supaya menerima sebanyak banyaknya. Tapi dibalik itu, kita pelit dan sulit untuk berbagi dan berkurban. Kalau kita pelit memberi kepada Tuhan atau sesama, bagaimana kita dapat merasa berhak untuk mendapat berkat?

Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

7 June 2012

Renungan Harian, 7 Juni 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!”  (Mrk 12:28b-34)

Sudahkah kita tidak jauh atau sudah dekat dengan Kerajaan Allah? Tidak bisa dipungkiri, sering kita jumpai kenalan yang berusaha menjauh dari Kerajaan Allah karena masih menggendong banyak masalah. Akankah mereka hancur karena kita tidak mampu membantu? Semoga, kita dimampukan menjadi laskar penyalur rahmat Allah yang menjd jaminan penyelesaian setiap masalah! Sehingga akhirnya kita didapati tidak jauh dari Kerajaan Allah karena berani berjuang mengatasi masalah dengan menyandarkan diri kepada Allah. Onward Christian soldier, marching as to war.

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress