Renungan Harian

21 January 2013

Renungan Harian, 21 Januari 2013 – Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. (Mrk 2:18-22)

Ketidak pedulian para murid Yesus akan puasa menimbulkan pertanyaan bagi orang banyak. Yesus tidak menyalahkan murid murid Yohanes dan orang Farisi yang berpuasa. Tapi ketika mereka mempersoalkan para murid-Nya tidak berpuasa, Yesus perlu menjelaskan. Puasa murid Yesus selalu dalam relasi dengan diri-Nya. Ketika bersama dengan Dia, mereka berpesta. Ketika Dia wafat, kitapun mulai berpuasa dalam pengharapan akan kedatangan-Nya kembali. Akan tiba saatnya dimana hanya akan ada pesta. Karena saat itu kita telah bersama Dia dalam kebahagiaan abadi.

TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” (Mzm 110:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

18  Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
19  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
20  Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
21  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
22  Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

19 January 2013

Renungan Harian, 19 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Mrk 2:13-17)

Setiap orang entah besar atau kecil punya dosa. Tidak lah pantas jika orang berdosa menghakimi orang lain dengan semena mena. Yesus sendiri tidak menghakimi dan menyalahkan orang orang yang berdosa. Yesus malah mencari dan menolongnya. Ia berkata : “Bukan orang sehat yang perlu tabib, tapi orang yang sakit”. Dunia akan menjadi ramah, damai dan penuh sukacita bila kita saling mengampuni dan bukan saling menghakimi. Mari kita muliakan Allah dengan mencintai sesama.

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
14  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
15  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
16  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
17  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

17 January 2013

Renungan Harian, 17 Januari 2013 – Peringatan Wajib Santo Antonis, Abbas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” (Mrk 1:40-45)

Dengan imannya, si kusta memohon pertolongan Yesus, dan Yesus menyembuhkan dia karena tergerak hati-Nya oleh iman si kusta dan rasa kasihan. Dimanapun kita berada dan apa pun yang akan kita katakan dan lakukan, bawalah dan sertakanlah selalu iman. Dengan iman kita tidak akan pernah kehilangan jatidiri sebagai murid murid dan sahabat sahabat Yesus. Kita dapat menghadapi segala sesuatu sebagai orang beriman. Kita perlu menyadari betapa pentingnya iman. Iman hendaknya selalu melekat dalam diri kita.

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun (Mzm 95:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

40  Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
41  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”
42  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
43  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
44  “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
45  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

16 January 2013

Renungan Harian, 16 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan (Mrk 1:29-39)

Segala penderitaan, luka-derita, kejahatan yang menimpa kita saat ini merupakan kesempatan bagi kita untuk bekerja sama dengan Allah. Lewat semua itu, Allah hendak menyempurnakan kita. Bahkan juga sesudah dosa, masih terdapat kemungkinan pengangkatan kodrat. Allah hanya membiarkan yang jahat itu terjadi, untuk menghasilkan darinya sesuatu yang lebih baik. Allah adalah satu satu-Nya Pencipta alam semesta. Hanya kepada-Nya kita menyerahkan diri untuk diciptakan menjadi manusia baru, lewat segala peristiwa hidup yang kita alami.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya (Mzm 105:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

29  Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
30  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
31  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
32  Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
33  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
34  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
35  Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
36  Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
37  waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”
38  Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
39  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

15 January 2013

Renungan Harian, 15 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Mrk 1:21b-28)

Allah itu penuh kuasa. Dengan kekuatan sabda-Nya, Ia menciptakan segala sesuatu. Dengan kewibawaan kata kata-Nya, Ia menyembuhkan sakit penyakit. Hari ini Injil Markus menampilkan tindakan pertama Yesus yang penuh kuasa. Mengusir setan. Apa yang mesti kita perbuat sebagai pengikut Yesus? Jangan hanya merasa heran dan kagum. Kita harus melangkah lebih jauh dan masuk lebih dalam. Kita juga harus punya kepercayaan besar kepada Yesus, Tuhan yang penuh kuasa, untuk dapat mengalahkan kuasa kejahatan dalam diri kita dan masyarakat. Bersama dengan Yesus, kita akan mampu mengalahkannya.

Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya (Mzm 8:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
22  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
23  Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
24  “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.
25  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
26  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
27  Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
28  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

14 January 2013

Renungan Harian, 14 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk 1:14-20)

Dalam ajakan Yesus, “Ikutlah Aku” terselip program yang ditawarkan kepada para murid: meninggalkan segalanya; pekerjaan; rumah; keluarga. Respon para murid luar biasa. Mereka langsung meninggalkan segalanya, mereka begitu terpesona oleh pribadi Yesus. Tidak ada siapapun yang dapat menghalangi niat mereka mengikuti Yesus. Dalam perjalanan waktu team evangelisasi Yesus ini mampu mengatasi segala hambatan yang sangat sulit. Mereka terus bergerak secara estafet, untuk “menjala manusia”sampai keujung bumi. Semoga pada Tahun Iman ini kita juga menjawab panggilan Yesus secara benar.

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! (Mzm 97:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

9 January 2013

Renungan Harian, 9 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mrk 6:45-52)

Hidup kita didunia ini bagaikan air; tenang, damai sekaligus mengancam karena bisa menenggelamkan. Badai adalah persoalan, beban kesulitan bahkan salib kehidupan. Seperti para murid, kita manusia sangat mudah ketakutan: takut menghadapi masa depan suram, takut orang kuat yang memperlakukan kita dengan sewenang-wenang, takut kuasa alam seperti badai, banjir, tsunami, gempa. Tapi ada kuasa yang mengatasi semua kekuatan itu, yakni Allah sendiri. Dengan berpaut pada-Nya, kita berani mengatasi segala badai kehidupan, sebab dalam kasih tak ada ketakutan

Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mzm 72:11)

45  Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
46  Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
47  Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
48  Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
49  Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
50  sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
51  Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
52  sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

8 January 2013

Renumgan Harian, 8 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa desa dan di kampung kampung di sekitar ini.” (Mrk 6:34-44)

Dengan segala kesulitan yang dihadapi oleh para murid untuk memberi makan 5000 orang, mereka meminta Yesus menyuruh mereka pergi saja. Pikiran seperti ini bisa ada dalam pikiran kita bila menghadapi keruwetan yang sama. Tapi pemikiran Yesus, lain, dasar pelayanan adalah tergerak hati. Iman dalam kesatuan dengan Bapa membuat-Nya sanggup menggandakan 5 roti dan 2 ikan. Kita hendaknya tidak mengabaikan umat yang membutuhkan hanya karena tidak ada kendaraan atau kurangnya fasilitas. Rupa rupa kesulitan bisa kita atasi karena percaya dan tergerak hati.

Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mzm 72:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37  Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
44  Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

3 December 2012

Renungan Harian, 3 Desember 2012 – Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. (Mrk 16:15-20)

Banyak orang Katolik berinisial F.X. Semoga mereka dan kita sekalian juga memiliki semangat Fransiskus Xaverius, misionaris besar ini yang di abad ke 16 mewartakan kabar baik dari Spanyol ke Borneo, Maluku, India dan Jepang. Segala bahaya dan rintangan diatasinya dengan kekuatan Tuhan yang menyertainya. Tidak ada batas umur dan batas waktu untuk menjadi pewarta kabar baik melalui teladan hidup dan perkataan.
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! (Mzm 117:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
19  Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

18 November 2012

Renungan Harian, 18 November 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Mrk 13:24-32)

Suka atau tidak, hidup kita didunia ini, pasti akan berakhir. Karena itu gereja mengajak kita untuk selalu waspada. Saat masih ada waktu, kita diajak untuk mengisi hidup kita ini secara baik seturut ajaran Tuhan. Menata hidup sebaik mungkin sebagai putra putri Allah, menjadi bekal kita untuk menghadapi akhir jaman. Jaman akan berakhir dan kehidupan kita akan musnah, namun kita tidak perlu takut karena bersama Tuhan kita akan diselamatkan. Yesus Putra Allah akan menjadi keselamatan bagi kita.

Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. (Mzm 16:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  “Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya
25  dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
26  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
27  Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
28  Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
29  Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
30  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.
31  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
32  Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress