Renungan Harian Ad Maiorem Dei gloriam

11 January 2015

Renungan Harian, 11 Januari 2015 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. (Mrk 1:7-11)

Pembaptisan oleh Yohanes menunjukkan bahwa dalam hidup-Nya Yesus harus ditenggelamkan. Artinya, Dia harus mengalami penderitaan dan kematian untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Dengan demikian, pembaptisan yang sekarang kita terima adalah pembaptisan untuk menerima karya penyelamatan Yesus, melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Tapi sebelum menerima baptisan, pertama  kita harus bertobat. Hanya seringkali kita putus asa dalam bertobat, karena selalu diulang lagi. Bertobat dengan kata kata membuahkan putus asa., karenanya kita harus kembali pada Yesus. Percaya pada kuasa Yesus dan ajaran-Nya. Inilah lahir baru.

Mazmur Tanggapan. Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!
Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
8  Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”
9  Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
10  Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
11  Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

7 January 2015

Renungan Harian, 7 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak. (Mrk 6:45-52)

manusia yang tidak selalu tinggal dalam doa akan mudah terpengaruh. Orang yang tidak berjaga dalam doa akan mudah gamang menghadapi kesulitan yang datang. Hal ini terjadi pada para rasul! Baru saja mengadakan pelayanan bersama Yesus. Mengapa mereka melihat Yesus seperti melihat hantu? Lingkungan akan menjadi tempat yang mengerikan jika hidup tidak dibentengi dengan doa dan hidup rohani. Jangan degil! Percayalah bahwa doa itu penting. Ingat dalam doa, Tuhan dekat dengan kita.

Mazmur Antar Bacaan. Mazmur 72:1-2.10-11.12-13
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

Bacaan Lengkap hari ini:
45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
46  Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
47  Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
48  Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
49  Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
50  sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
51  Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
52  sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

6 January 2015

Renungan Harian, 6 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka (Mrk 6:34-44)

Yesus tergerak hatinya oleh belas kasihan kepada begitu banyak orang yang mengikutinya. Sehingga Ia menyuruh murid2Nya untuk memberi makan 5000 orang. Kitapyn diminta oleh Yesus untuk berbagi dengan orang di sekitar kita. Berbagi tidak hanya harta benda, tetapi bisa juga dalam bentuk perhatian. Apakah kita sudah memperhatikan keluarga, komunitas kita? Mari kita beruaha untuk berbagi kasih dan perhatian pada sesama. Kita meneladani St. Teresa dari Avilla yang selalu memberi dengan kasih terhadap kolega sekomunitasnya.

(Mazmur antar Bacaan Mazmur 72:1-2,3-4ab.7-8)
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu,
menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

Bacaan Lengkap hari ini:
34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37  Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
44  Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

7 December 2014

Renungan Harian, 7 Desember 2014 — Minggu Advent Kedua

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu (Mrk 1:1-8)

Yohanes Pembaptis diutus mempersiapkan hati umat Israel, sehingga layak menyongsong kedatangan Sang Mesias. Ia adalah perintis jalan bagi Tuhan. Yohanes mewartakan pertobatan, baik dengan kata kata maupun cara hidupnya yang sepadan. Teladan ini menarik banyak orang untuk datang kepadanya. Mereka menjawab seruan dari perintis jalan Tuhan ini. Sebagaimana para pendengar Yohanes Pembaptis dizamannya, demikian juga kita. Kita diundang untuk bertobat dan membarui diri. Agar kita layak dan pantas untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam hati dan hidup kita.

(Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14)
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya,
Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
2  Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
3  ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya,”
4  demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”
5  Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
6  Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
7  Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
8  Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

3 December 2014

Renungan Harian, 3 Desember 2014 – Pesta Santo Fransiskus Xaverius, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Mrk 16:15-20)

St. Fransiskus Xaverius yang kita peringati hari ini, telah melakukan pesan Kristus kepada para murid-Nya. St. Fransiskus telah mengunjungi banyak tempat sampai ke Jepang dan juga Indonesia, tujuannya adalah mengabarkan Injil. Banyak orang belum mengenal Yesus sebagai pokok hakiki dari Kabar Sukacita. Dan saat orang mulai mengenal-Nya, mereka makin jatuh hati. Mengapa demikian? Karena pribadi Yesus tidak pernah luntur. Roh-Nya mampu menembus, memenuhi dan menerangi lorong-lorong kehampaan dan kegelapan hati manusia. Saatnya kita mempersilahkan Roh Yesus membakar hati kita dengan semangat misionaris yang menyala nyala.

(Mazmur 117:1.2)
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan Harian, 3 Desember 2014 – Pesta Santo Fransiskus Xaverius, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Mrk 16:15-20)

St. Fransiskus Xaverius yang kita peringati hari ini, telah melakukan pesan Kristus kepada para murid-Nya. St. Fransiskus telah mengunjungi banyak tempat sampai ke Jepang dan juga Indonesia, tujuannya adalah mengabarkan Injil. Banyak orang belum mengenal Yesus sebagai pokok hakiki dari Kabar Sukacita. Dan saat orang mulai mengenal-Nya, mereka makin jatuh hati. Mengapa demikian? Karena pribadi Yesus tidak pernah luntur. Roh-Nya mampu menembus, memenuhi dan menerangi lorong-lorong kehampaan dan kegelapan hati manusia. Saatnya kita mempersilahkan Roh Yesus membakar hati kita dengan semangat misionaris yang menyala nyala.

(Mazmur 117:1.2)
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

26 April 2014

Renungan Harian, 26 April 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”(Mrk 16:9-15)

Para rasul adalah komunitas awal penyebaran Gereja keseluruh dunia. Mereka dicela oleh Yesus karena kerapuhan iman mereka, lamban dalam mengerti dan mengimani Yesus yang sudah bangkit. Dibalik semua kerapuhan itu, mereka tetap dipilih Tuhan untuk menjadi misionaris. Bila dahulu Yesus memilih Petrus dan kawan kawan dengan segala kelemahannya, hari ini Dia memilih kita semua untuk menjadi misionaris-Nya, menjadi pemberita Injil dimana kita berada, di dalam keluarga, kantor, dan ditengah masyarakat. Apakah kita bersedia?

(Mazmur 118:1.14-15.16a.18.19-21)
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan,
TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bacaan lengkap hari ini:

9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
10  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
11  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
12  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
13  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

28 March 2014

Renungan Harian, 28 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (Mrk12:28b-34)

Jadilah orang bijaksana. Karena orang seperti itu bukan hanya tahu memilah-milah, tetapi tahu memilih terbaik. Bukan hanya tahu merinci tetapi melihat isi terdalam. Bukan hanya tahu menjawab, tetapi bertanggung jawab. Setelah bijaksana, kita dipanggil untuk rela berkorban. Itulah tingkat kebijaksanaan Allah. Salib adalah kebijaksanaan Allah. Orang bijaksana tahu membaca waktu dan akan ada waktu kebijaksanaan Allah menjadi prioritas utama.

(Mazmur 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17)
“Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;
dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.”

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

4 March 2014

Renungan Harian, 4 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk 10:28-31)

Tidak ada sesuatu yang gratis. Ungkapan ini sedikit banyak membuat Petrus bertanya tanya, apa yang akan aku dapat dengan mengikuti Yesus? Jawaban Yesus sangat indah dan mententeramkan hati. Upah bagi pengikut Yesus adalah kelimpahan dan kelipat gandaan segala kebaikan yang tak terlihat lewat hal-hal fisik saja, tetapi didalam penghayatan, didalam lubuk hati kita masing-masing. Sebab banyak orang yang sudah kaya, masih haus untuk mendapatkan lebih, sehingga menghalalkan segala cara. Apapun status kita, bila kita mengikut Yesus dengan tulus dan bahagia, upahmu besar disurga.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. (Mzm 98:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”
29  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
31  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

3 March 2014

Renungan Harian, 3 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Mrk 10:17-27)

Peringatan Yesus, betapa sukar orang kaya masuk Kerajaan Allah. Jangan salah mengerti! Yesus tidak mengatakan “mustahil” tetapi “sukar”. Itu bukan berarti tidak mungkin. Manusianyalah yang menjadi tuan terhadap hartanya, bukan sebaliknya malah diperhamba oleh hartanya. Meskipun berat manusia harus berani melakukannya. Mari kita rubah cara pandang kita terhadap kekayaan. Kaya harta, tetapi tak mampu menyelamatkan jiwa, apa artinya. Tapi kaya dalam iman dan kasih berarti keselamatan didalam Yesus. Beranikah kita meyakininya?

Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mzm 111:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 ¶  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18  Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
27  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress