Renungan Harian

13 January 2014

Renungan Harian, 13 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mrk 1:14-20)

Hari ini Yesus memulai membentuk keluarga baru dengan memilih dan dan memanggil para rasul secara pribadi untuk menjadi satu keluarga Allah dan saksi karya kasih Allah lewat kebersamaan, keberadaan dan sikap hidup Yesus sampai wafat dikayu salib. Tidak ada seorangpun didunia ini, hidup tanpa keluarga. Gereja adalah rumah tangga dan keluarga bagi siapapun, khususnya mereka yang menderita. Kita telah dipanggil dan dipilih Yesus untuk menjadi anggota tubuh mistik-Nya, yakni Gereja dan bersama-sama siap sedia melayani Allah dan sesama.

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, (Mzm 116:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

7 January 2014

Renungan Harian, 7 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki. (Mrk 6:34-44)

Lewat peristiwa penggandaan roti dan ikan, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak membiarkan kita mati kelaparan. ia peduli dengan situasi kita. Iay menyediakan makanan, bahkan Ia sendiri akan menjadi santapan kehidupan, khususnya dalam Ekaristi. Kepedulian Allah terhadap nasib kita mengundang kita untuk hidup seperti Allah dan bersikap seperti Yesus. Kita ditantang untuk juga tidak membiarkan orang lain mati kelaparan. Allah kita peduli. Kita juga harus peduli kepada sesama yang membutuhkan.

Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! (Mzm 72:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”
37  Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”
38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
39  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
43  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
44  Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

3 December 2013

Renungan Harian, 3 Desember 2013 – Pesta Santo Fransiskus Xaverius, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16:15-20)

Keberanian kita untuk mendengarkan sabda dan kehendak-Nya dalam setiap doa-doa kita akan membuka misteri Kerajaan Allah yang memang hari demi hari semakin terbuka. Sebab Kerajaan Allah diperuntukkan bagi umat-Nya, dan setiap orang diminta untuk selalu siap sedia mendengarkan-Nya. Pada peringatan St. Fransiskus Xaverius, pelindung Misi, kita diminta untuk berani duduk manis dan merenungkan bahwa Dia, Kristus Tuhan, yang selalu datang untuk mengunjungi kita dan mewartakan kabar keselamatan. Amin!

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Mrk 16:15)

Bacaan Lengkap:

15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

8 June 2013

Renungan Harian, 8 Juni 2013 – Peringatan Wajib Hati Tersuci Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.” (Mrk 12:38-44)

Yesus memuji janda itu karena ia telah memberi dengan tulus hati. Memberi persembahan hanya berdasarkan masuk akal atau tidak, tak ada maknanya. Kita perlu memberikan persembahan yang masuk akal tapi juga dengan hati. Berapapun yang kita persembahkan, berikan itu dengan sukacita. Dengan sikap hati seperti ini kita telah menyerahkan segalanya untuk Tuhan. Tak ada keluhan dan gerutuan untuk persembahan yang lahir dari lubuk hati.

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya (Tobit 13:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

38  Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
39  yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
40  yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”
41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
42  Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
43  Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
44  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

6 June 2013

Renungan Harian, 6 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum itu.(Mrk 12:28-34)

Agama Yahudi mengenal 613 peraturan hukum. Tentu sulit dihafal apalagi dilakukan oleh orang biasa yang kurang terpelajar. Yesus memberi yang sederhana. Hidup sebagai anak Allah harus dijalani dengan penuh sukacita. Hukumnya cuma satu: KASIH: Kasih kepada Allah dengan segenap hati, jiwa, budi dan kekuatan, serta kasih kepada sesama seperti kepada diri sendiri. Manakah yang lebih membahagiakan daripada mengasihi dan dikasihi? Memang hidup kristiani dimaksudkan untuk dihayati dengan gembira, dengan sukacita Kristus.

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

5 June 2013

Renungan Harian, 5 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Bonifasius, Uskup

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. (Mrk 12:18-27)

Kitab Suci memberi kita pengertian tentang kuasa dan belas kasih Allah, tentang manusia ciptaan-Nya, maksud dan tujuan hidup manusia, serta karya Allah di sepanjang sejarah. Tanpa terang firman, kita pasti sesat di jalan. Kita akan berpikir hidup hanya sebatas umur kita di bumi ini. Atau, kalau ada hidup kekal, tidak ada bedanya dengan yang kita jalani. Apakah Kitab Suci sudah berperan dalam hidup kita sebagai pelita dan terang? Apa yang saya cari kalau membaca Kitab Suci?

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. (Mzm 25:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
19  “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
20  Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
21  Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
22  Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
23  Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
24  Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
25  Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
26  Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
27  Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

4 June 2013

Renungan Harian, 4 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” (Mrk 12:13-17)

Dalam hidup kita sering menghadapi  dilema antara bertindak jujur dan kebutuhan hidup. Kesulitan hidup dalam keluarga dan komunitas membuat orang bertindak kreatif, bisa dalam bentuk kerja keras atau mengambil hak orang lain. Ini soal sikap hidup, yang penting untuk kepentingan yang lebih besar. Sesuai dengan perintah Yesus di atas. Bagi mereka yang mengambil hak orang lain, harus dengan besar hati menghentikannya.

Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. (Mzm 112:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.
14  Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”
15  Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!”
16  Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”
17  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

3 June 2013

Renungan Harian, 3 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Karolus Lwangga dkk., Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya (Mrk 12:1-12)

Dalam perumpamaannya Yesus selalu mengajak pendengar-Nya untuk mempersonifikasikan dirinya sebagai salah satu pelaku dalam perumpamaan itu. Pendengar ditantang untuk mengambil sikap dan merubah diri. Hal itu minta keterbukaan, kejujuran dan kerendahan hati. Para pendengar Yesus tahu mereka yang dimaksud dengan penggarap yang jahat, tapi mereka tidak mau berubah. Mereka bahkan memilih untuk menyingkirkan Yesus. Bagaimana kita?

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mzm 112:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
2  Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.
3  Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.
4  Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.
5  Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.
6  Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
7  Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.
8  Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.
9  Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.
10  Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:
11  hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”
12  Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

1 June 2013

Renungan Harian, 1 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Yustinus, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? (Mrk 11:27-33)

Ada dua kemungkinan: dari Allah atau dari si Jahat. Apa maksud para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua bertanya? Dari perundingan di antara mereka jelas bahwa yang mereka cari bukanlah kebenaran. Mereka merasa status dan kedudukan mereka terancam oleh Yesus. Maka mereka ingin menyingkirkan Dia, paling sedikit dengan mempermalukan Dia di depan umum. Karena tidak berhasil, mereka menyelamatkan diri dengan pernyataan: “Kami tidak tahu.” Mereka tidak mau tahu atau menutup diri terhadap kebenaran. Sejauh mana saya terbuka dan menerima kebenaran Yesus?

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,
28  dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”
29  Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
30  Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!”
31  Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
32  Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.
33  Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

30 May 2013

Renungan Harian, 30 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” (Mrk 10:46:52)

Teriakan Bartimeus adalah teriakan  penuh harapan dalam keputusa asaannya. Dia ingin mengungkapkan impian terdalam hidupnya. Dapat melihat. Luar biasa akibatnya, Yesus sungguh sungguh tergugah untuk mewujudkan impiannya. Dari sikap Bartimeus, kita belajar : JIka kita memiliki impian yang kuat, jangan pernah mau dihentikan oleh siapapun, dan berusahalah sekuat tenaga untuk mewujudkan. Yakinlah, bahwa setiap impian yang lahir dari kerinduan terdalam hati kita, selalu dapat menjadi kenyataan. Serukanlah dengan iman yang teguh, “Tuhan Yesus, kasihanilah kami!”

Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. (Mzm 33:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
47  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
48  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
49  Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
50  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
51  Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
52  Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress