Renungan Harian

24 May 2013

Renungan Harian, 24 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apa yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Mrk 10:1-12) .

Yang dimaksud adalah persatuan suami istri. Sekarang ini angka perceraian sangat tinggi dan semakin tinggi. Banyak orang memilih untuk kumpul kebo, bisa pisah kapan mau tanpa prosedur. Pasangan muda yang bertengkar mengenai hal sepele, begitu mudah mengatakan: Kita cerai saja! Mereka lupa janji kudus itu diucapkan di hadapan Tuhan dan dikukuhkan oleh Tuhan. Mestinya kata cerai itu diharamkan. Ingat masa pacaran yang disebut masa romantika. Kalau sudah memasuki jenjang perkawinan itulah saat kasih diuji dan dimurnikan.

Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mzm 119:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
2  Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”
3  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”
4  Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”
5  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
6  Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
7  sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
10  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
11  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
12  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

23 May 2013

Renungan Harian, 23 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah (Mrk 9:41-50)

Tangan, kaki dan mata adalah tiga anggota tubuh yang mudah menjerumuskan kita kedalam dosa. Tangan, kaki dan mata adalah ciptaan Allah. Ketiganya dianugerahkan Allah kepada manusia untuk mendatangkan kebaikan, bukan kejahatan. Ketiganya tidak otomatis menjad sumber dosa bila dipergunakan dengan baik dan benar. Dan kita akan mampu menggunakan ketiganya dengan baik, bila kita punya iman akan Yesus yang telah bangkit dan mengalahkan kuasa dosa. Berkat iman kepada Yesus, kita diberi kuasa untuk menang atas dosa.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mzm 1:1-2)

Bacaan Lengkap hari ini :

41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”
42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
43  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
44  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
45  Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
46  (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)
47  Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
48  di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
49  Karena setiap orang akan digarami dengan api.
50  Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

21 May 2013

Renungan Harian, 21 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, (Mrk 9:30-37)

bagi Yesus penderitaan dan kematian adalah jalan. melalui jalan inilah Dia akan bangkit dan memenuhi kehendak Bapa. Ketegaran Yesus menghadapi semua ini seharusnya menjadi berita sukacita. Para murid harus tahu, tanpa penderitaan dan kematian Yesus mereka dan kita semua tidak akan sampai kepada kehidupan abadi disurga. Kita adalah manusia penakut. Kita mau bangkit dan hidup tapi takut menderita dan mati. mari kita belajar dari Yesus dan menanggalkan rasa takut. Sebab kalau kita menderita dan mati, kita menderita dan mati dalam dan bersama Yesus.

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; (Mzm 37:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
31  sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”
32  Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
33  Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”
34  Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
35  Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”
36  Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
37  “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

20 May 2013

Renungan Harian, 20 Mei 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:14-29)

Kita mengatakan percaya pada Dia yang turun ketempat penantian dan bangkit pada hari ketiga, tapi meragukan apakah kita benar telah diselamatkan dan akan dibangkitkan pada akhir zaman. Kita ragu apakah hidup kita yang sekarang menjadi gambaran kehidupan kekal yang kelak akan kita terima? Semuanya karena kita belum menyadari sungguh-sungguh bahwa Dia telah bangkit agar kitapun bangkit bersama Dia. Rasa syukur atas semuanya itu seharusnya memotivasi kita untuk berbuat lebih baik lagi. Layaklah kita berseru, “Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini”

TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang (Mzm 93:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.
15  Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.
16  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”
17  Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
18  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”
19  Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
20  Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
21  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.
22  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
23  Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
24  Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25  Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”
26  Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.”
27  Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
28  Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”
29  Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

25 April 2013

Renungan Harian, 25 April 2013 – Pesta Santo Markus, Penginjil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Mrk 16:15-20)

Dengan menerima sakramen Baptis, kita telah menjadi bagian dari Allah dan karenanya kita juga wajib melaksanakan firman Tuhan untuk memberitakan Injil. Tidak perlu keseluruh dunia, tetapi evangelisasi pada masyarakat disekeliling kita. Kita harus dapat mewujudkan janji-janji Baptis kita, agar menjadi Injil yang hidup, dengan menjadi sahabat yang baik bagi setiap orang. Kuasa Tuhan yang akan terus menyertai hidup dan karya pelayanan kita.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. (Mzm 89:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

6 April 2013

Renungan Harian, 6 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. (Mrk 16:9-15)

Bagi kita lebih mudah mengatakan “percaya” daripada “tidak percaya” namun lebih sulit untuk melaksanakan apa yang kita percaya itu. Namun jika kita sungguh sungguh memercayakan diri kita kepada Dia yang telah bangkit dan senantiasa hadir ditengah tengah kita serta mengalahkan kekuatan jahat, maka “berbahagialah kita yang telah percaya” (Luk1:45). Karena itu, janganlah “tidak percaya”!. Semoga Tahun Iman yang tengah kita jalani juga membuat kita semakin beriman.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. (Mzm 118:21)

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
10  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
11  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
12  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
13  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
15  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

8 March 2013

Renungan Harian, 8 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Mrk 12:28b-34)

Dengan tampilnya hukum kasih, Yesus rela mengurbankan diri di kayu salib. Kita telah menikmati keselamatan karena kasih Yesus. Kita harus akui dengan jujur apa yang kita lakukan belum seberapa dibandingkan dengan kasih yang telah kita terima. Kerelaan kita masih sarat dengan muatan perhitungan. Kerelaan kita masih dalam koridor sejauh menguntungkan kita. Maka, kita harus berani bertobat. Yesus tidak perduli dengan masa lalu kita. Dia hanya ingin agar kita rendah hati, tulus dan jujur dalam beriman. Ini adalah modal untuk maju dalam kasih dan pengorbanan.

Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku! (Mzm 81:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

12 February 2013

Renungan Harian, 12 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (Mrk 7:1-13)

Dalam sebuah gereja tua terdengar para rahib menyanyikan ibadat harian dengan amat khusuk. Aku mencoba masuk, ternyata gereja kosong tidak ada orang. Aku maju sampai ke altar, yang ada cuma sebuah taperecorder memperdengarkan rekaman ibadat harian! Mungkin kalau kita memuliakan Tuhan dengan bibir tanpa hati sama dengan membunyikan rekaman. Alat itu bunyi, tapi hatinya tidak ada. Tuhan tidak menginginkan pujian kosong atau suara merdu kita. Ia merindukan kasih kita, perjumpaan dari hati ke hati dengan Dia di waktu doa.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
2  Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
3  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
4  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
5  Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
6  Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
9  Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
10  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
11  Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban—yaitu persembahan kepada Allah—,
12  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
13  Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

11 February 2013

Renungan Harian, 11 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6:53-56)

Gereja melakukan macam-macam pelayanan sebagai kelanjutan karya Yesus, antara lain pelayanan penyembuhan. Banyak orang mengalami penyembuhan karena doa-doa Gereja dan para pelayannya yang diberi anugerah khusus untuk itu. Hari ini kita juga merayakan perjumpaan St. Bernadet Soubirous dengan Bunda Maria di Lourdes. Di tempat itu sampai sekarang terjadi banyak penyembuhan, baik fisik, emosional dan psikis. Menyakiti orang itu gampang. Tapi kita dipanggil untuk menyembuhkan dengan perbuatan, sikap dan kata-kata yang menguatkan, menghibur, memberi harapan dan meringankan penderitaan.

Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm 104:24)

Bacaan Lengkap hari ini :

53  Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
54  Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
55  Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
56  Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

8 February 2013

Renungan Harian, 8 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“hatinya selalu terombang-ambing” (Mrk 6:14-29)

Itulah yang mencirikan pribadi Herodes. Ia cerdas tapi tidak punya pendirian. Yohanes Pembatis mewartakan pertobatan, perubahan hidup didasarkan pada kebenaran, kasih dan keadilan. Herodes setuju. Tapi ada orang-orang lain dalam hidupnya yang mempengaruhinya. Suara mereka lebih kuat. Mereka itu mendukung pola hidup yang didasarkan pada kuasa, kehormatan, harta dan kenikmatan. Herodes terombang-ambing antara Yohanes dan Herodias. Herodiaslah yang menang dan sang nabi dipenggal. Dia bukan korban yang terakhir, karena masih ada banyak Herodes sampai sekarang.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?  (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
15  Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”
17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress