Renungan Harian

8 February 2013

Renungan Harian, 8 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“hatinya selalu terombang-ambing” (Mrk 6:14-29)

Itulah yang mencirikan pribadi Herodes. Ia cerdas tapi tidak punya pendirian. Yohanes Pembatis mewartakan pertobatan, perubahan hidup didasarkan pada kebenaran, kasih dan keadilan. Herodes setuju. Tapi ada orang-orang lain dalam hidupnya yang mempengaruhinya. Suara mereka lebih kuat. Mereka itu mendukung pola hidup yang didasarkan pada kuasa, kehormatan, harta dan kenikmatan. Herodes terombang-ambing antara Yohanes dan Herodias. Herodiaslah yang menang dan sang nabi dipenggal. Dia bukan korban yang terakhir, karena masih ada banyak Herodes sampai sekarang.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?  (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
15  Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”
17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

7 February 2013

Renungan Harian, 7 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat (Mrk 6:7-13)

Yesus tidak ingin murid-Nya miskin dan melarat. Tetapi, Dia juga tidak menginginkan orang hidup berlebihan. Hal yang ditekankan Yesus, sebagai Putera Allah yang Tunggal, adalah kebergantungan kita pada penyelenggaraan Allah semata, bukan pada kekayaan atau kemiskinan. Ia menjamin hidup orang orang yang bekerja keras demi Kerajaan-Nya. Yesus juga tidak menjanjikan bahwa perutusan kita akan menyenangkan; justru sebaliknya. Itulah paket yang akan diterima seorang murid Yesus. dan itulah kebahagiaan seorang murid Tuhan yang memenangkan tugas perutusan-Nya.

Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu. (Mzm 48:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
9  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
10  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
11  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
12  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
13  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

6 February 2013

Renungan Harian, 6 Februari 2013 – Peringatan Wajib Santo Pauls Miki, Imam dkk. – - Martir dari Jepang

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mrk 6:1-6)

Yesus sudah melakukan banyak hal besar dan mengajar dengan penuh hikmat. Namun banyak orang masih belum percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus sangat heran atas ke tidak percayaan mereka. Hal ini memberi pesan kepada kita, bahwa untuk menerima Yesus sungguh diperlukan iman yang besar. Karena itu, pada Tahun Iman ini kita perlu memohon agar Tuhan menganugerahkan iman yang teguh sehingga kita mampu senantiasa mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat kita.

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia (Mzm 103:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
2  Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
3  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
4  Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
5  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
(6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

5 February 2013

Renungan Harian, 5 Februari 2013 – Peringatan Wajib Santa Agatha, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk 5:21-43)

Iman tidak menyelesaikan masalah. Namun, iman membantu orang yang bermasalah, menemukan solusi. Orang beriman pun tetap punya masalah, tetapi dengan iman, orang tidak cepat putus asa dalam mencari dan menemukan jalan keluar dari masalah. Dengan kata lain, iman menjadikan seseorg kreatif. Seperti yang dilakukan oleh wanita yang menderita sakit, ia yakin hanya dengan menjamah jumbai jubah Yesus, penyakitnya akan sembuh. IMAN nya, HARAPANnya dan KASIH Yesus telah menyelamatkan dia.

Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! (Mzm 22:26)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
22  datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
23  dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
24  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
25  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
26  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
27  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
28  Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
29  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
30  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
31  Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
32  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
33  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
34  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
35  Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”
36  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”
37  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
38  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
39  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
40  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
41  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
42  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
43  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

2 February 2013

Renungan Harian, 2 Februari 2013 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu (Luk 2:22-32)

Sudah berabad-abad lamanya bangsa Israel menantikan Mesias yang dijanjikan Allah melalui para nabi. Sekarang Ia sudah datang dalam rupa bayi yang kecil dan lemah ini. Roh Kudus telah menyatakan itu kepada Simeon, dan ia menatang-Nya di dalam tangannya. Sukacitanya hampir tidak terbendung. Sekarang ia siap mati, sebab tujuan hidupnya sudah tercapai. Banyak orang melihat bayi itu juga, tetapi tidak mengenali Dia. Apakah saya mengenali Penyelamat jika Ia datang? Bahkan sekarang sudah di tengah kita?

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:9)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

1 February 2013

Renungan Harian, 1 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk 4:26-34)

Tumbuhnya Kerajaan Allah adalah karya Allah, bukan jasa manusia. Kita hanya bisa menyiapkan lahannya, menaburkan benih, dan menyi-raminya. Tetapi Tuhanlah yang memberi daya tumbuh. Kadang kita tidak sabar, karena sepertinya tidak terjadi apa-apa. Kita ingin cepat melihat hasil, dan kecewa atau kecil hati kalau itu tidak segera nampak. Perlu sabar dan bertekun dalam iman serta bertahan dalam penderitaan dan perjuangan yang berat. Tuhan tidak ingkar janji.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan (Mzm 37:39)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
27  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
29  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
30  Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
31  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
32  Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
33  Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
34  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

31 January 2013

Renungan Harian, 31 Januari 2013, Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosco, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian”. (Mrk 4:21-25)

Pelita adalah lambang terang. Iman adalah terang. Kebenaran adalah terang. Allah sendiri adalah terang dan kita masing-masing juga disebut terang. Pelita yang bersinar dalam kegelapan pasti ditaruh ditempat yang strategis supaya menyinari semua orang. Dunia kita sekarang makin gelap karena iman makin redup, kebenaran makin terselubung. Banyak orang hidup tanpa Allah karena merasa tidak membutuhkan Dia. Mari kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Mzm 24:6)

Bacaan lengkap hari ini :

21  Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
22  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
23  Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
24  Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
25  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

30 January 2013

Renungan Harian, 30 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah (Mrk 4:1-20)

Firman diwartakan, didengar, dibaca, dialami. Banyak firman yang terlewatkan. Yang didengar atau dibaca pun segera dilupakan. Ladang hati perlu disiapkan dengan cermat: dibersihkan dari batu dan semak, dibajak dan dipupuk. Mungkin proses yang menyakitkan tapi perlu. Bila kita kosong dari segala egoisme, dapatlah Tuhan menaruh hukum-Nya di dalam hati kita, dan menuliskannya dalam akal budi kita. Dan jadilah kita umat Perjanjian Baru yang tumbuh dan berbuah karena berakar kuat dalam Kristus

“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” (Mzm 110:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
2  Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
3  “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4  Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
9  Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
10  Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
11  Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
12  supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
13  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
14  Penabur itu menaburkan firman.
15  Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
16  Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
17  tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
18  Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
19  lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
20  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

29 January 2013

Renungan Harian, 29 Januari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mrk 3:31-35)

Ucapan Yesus bukan mau mengingkari relasi kekeluargaan dengan ibu dan kerabat-Nya, tapi ingin menyadarkan kita semua. Yesus ingin agar semua orang tidak hanya dekat dengan Dia secara fisik; tetaip jauh lebih dalam dan nyata, yaitu melakukan apa yang sudah mereka dengar dari-Nya. Yesus ingin semua pengikut-Nya meneladani Maria, ibu-Nya yang selalu setia melakukan kehendak Allah, sehingga kita juga layak disebut anggauta keluarga Allah.

aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku. (Mzm 40:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
32  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”
33  Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
34  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
35  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

28 January 2013

Renungan Harian, 28 Januari 2013 – Peringatan Wajib Santo Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” (Mrk :22-30)
Kita mengenal Allah sebagai yang maha pengampun. Ternyata ada juga dosa yang tidak bisa diampuni-Nya. Orang Farisi melihat segala yang baik yang dilakukan Yesus. Tetapi dengan menyatakan bahwa karya Allah adalah karya roh jahat, mereka menutup jalan pengampunan bagi diri sendiri. Sebab Roh Kuduslah yang mengampuni. Kalau Ia disangkal, siapa lagi yang akan mengampuni? Tidak ada!

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; (Mzm 98:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
23  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
24  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
25  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
26  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
27  Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
28  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
29  Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.
30  Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress