Renungan Harian

8 March 2013

Renungan Harian, 8 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Mrk 12:28b-34)

Dengan tampilnya hukum kasih, Yesus rela mengurbankan diri di kayu salib. Kita telah menikmati keselamatan karena kasih Yesus. Kita harus akui dengan jujur apa yang kita lakukan belum seberapa dibandingkan dengan kasih yang telah kita terima. Kerelaan kita masih sarat dengan muatan perhitungan. Kerelaan kita masih dalam koridor sejauh menguntungkan kita. Maka, kita harus berani bertobat. Yesus tidak perduli dengan masa lalu kita. Dia hanya ingin agar kita rendah hati, tulus dan jujur dalam beriman. Ini adalah modal untuk maju dalam kasih dan pengorbanan.

Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku! (Mzm 81:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
29  Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.
32  Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
33  Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
34  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

12 February 2013

Renungan Harian, 12 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (Mrk 7:1-13)

Dalam sebuah gereja tua terdengar para rahib menyanyikan ibadat harian dengan amat khusuk. Aku mencoba masuk, ternyata gereja kosong tidak ada orang. Aku maju sampai ke altar, yang ada cuma sebuah taperecorder memperdengarkan rekaman ibadat harian! Mungkin kalau kita memuliakan Tuhan dengan bibir tanpa hati sama dengan membunyikan rekaman. Alat itu bunyi, tapi hatinya tidak ada. Tuhan tidak menginginkan pujian kosong atau suara merdu kita. Ia merindukan kasih kita, perjumpaan dari hati ke hati dengan Dia di waktu doa.

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
2  Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
3  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
4  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
5  Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”
6  Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
9  Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
10  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
11  Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban—yaitu persembahan kepada Allah—,
12  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
13  Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

11 February 2013

Renungan Harian, 11 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6:53-56)

Gereja melakukan macam-macam pelayanan sebagai kelanjutan karya Yesus, antara lain pelayanan penyembuhan. Banyak orang mengalami penyembuhan karena doa-doa Gereja dan para pelayannya yang diberi anugerah khusus untuk itu. Hari ini kita juga merayakan perjumpaan St. Bernadet Soubirous dengan Bunda Maria di Lourdes. Di tempat itu sampai sekarang terjadi banyak penyembuhan, baik fisik, emosional dan psikis. Menyakiti orang itu gampang. Tapi kita dipanggil untuk menyembuhkan dengan perbuatan, sikap dan kata-kata yang menguatkan, menghibur, memberi harapan dan meringankan penderitaan.

Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm 104:24)

Bacaan Lengkap hari ini :

53  Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
54  Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
55  Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
56  Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

8 February 2013

Renungan Harian, 8 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“hatinya selalu terombang-ambing” (Mrk 6:14-29)

Itulah yang mencirikan pribadi Herodes. Ia cerdas tapi tidak punya pendirian. Yohanes Pembatis mewartakan pertobatan, perubahan hidup didasarkan pada kebenaran, kasih dan keadilan. Herodes setuju. Tapi ada orang-orang lain dalam hidupnya yang mempengaruhinya. Suara mereka lebih kuat. Mereka itu mendukung pola hidup yang didasarkan pada kuasa, kehormatan, harta dan kenikmatan. Herodes terombang-ambing antara Yohanes dan Herodias. Herodiaslah yang menang dan sang nabi dipenggal. Dia bukan korban yang terakhir, karena masih ada banyak Herodes sampai sekarang.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?  (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
15  Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”
17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

7 February 2013

Renungan Harian, 7 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat (Mrk 6:7-13)

Yesus tidak ingin murid-Nya miskin dan melarat. Tetapi, Dia juga tidak menginginkan orang hidup berlebihan. Hal yang ditekankan Yesus, sebagai Putera Allah yang Tunggal, adalah kebergantungan kita pada penyelenggaraan Allah semata, bukan pada kekayaan atau kemiskinan. Ia menjamin hidup orang orang yang bekerja keras demi Kerajaan-Nya. Yesus juga tidak menjanjikan bahwa perutusan kita akan menyenangkan; justru sebaliknya. Itulah paket yang akan diterima seorang murid Yesus. dan itulah kebahagiaan seorang murid Tuhan yang memenangkan tugas perutusan-Nya.

Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu. (Mzm 48:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
9  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
10  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
11  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”
12  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
13  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

6 February 2013

Renungan Harian, 6 Februari 2013 – Peringatan Wajib Santo Pauls Miki, Imam dkk. – - Martir dari Jepang

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mrk 6:1-6)

Yesus sudah melakukan banyak hal besar dan mengajar dengan penuh hikmat. Namun banyak orang masih belum percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus sangat heran atas ke tidak percayaan mereka. Hal ini memberi pesan kepada kita, bahwa untuk menerima Yesus sungguh diperlukan iman yang besar. Karena itu, pada Tahun Iman ini kita perlu memohon agar Tuhan menganugerahkan iman yang teguh sehingga kita mampu senantiasa mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat kita.

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia (Mzm 103:17)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
2  Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
3  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
4  Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
5  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
(6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

5 February 2013

Renungan Harian, 5 Februari 2013 – Peringatan Wajib Santa Agatha, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk 5:21-43)

Iman tidak menyelesaikan masalah. Namun, iman membantu orang yang bermasalah, menemukan solusi. Orang beriman pun tetap punya masalah, tetapi dengan iman, orang tidak cepat putus asa dalam mencari dan menemukan jalan keluar dari masalah. Dengan kata lain, iman menjadikan seseorg kreatif. Seperti yang dilakukan oleh wanita yang menderita sakit, ia yakin hanya dengan menjamah jumbai jubah Yesus, penyakitnya akan sembuh. IMAN nya, HARAPANnya dan KASIH Yesus telah menyelamatkan dia.

Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! (Mzm 22:26)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
22  datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
23  dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
24  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
25  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
26  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
27  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
28  Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
29  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
30  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
31  Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
32  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
33  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
34  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
35  Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”
36  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”
37  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
38  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
39  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
40  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
41  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
42  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
43  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

2 February 2013

Renungan Harian, 2 Februari 2013 – Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu (Luk 2:22-32)

Sudah berabad-abad lamanya bangsa Israel menantikan Mesias yang dijanjikan Allah melalui para nabi. Sekarang Ia sudah datang dalam rupa bayi yang kecil dan lemah ini. Roh Kudus telah menyatakan itu kepada Simeon, dan ia menatang-Nya di dalam tangannya. Sukacitanya hampir tidak terbendung. Sekarang ia siap mati, sebab tujuan hidupnya sudah tercapai. Banyak orang melihat bayi itu juga, tetapi tidak mengenali Dia. Apakah saya mengenali Penyelamat jika Ia datang? Bahkan sekarang sudah di tengah kita?

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! (Mzm 24:9)

Bacaan lengkap hari ini :

22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

1 February 2013

Renungan Harian, 1 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk 4:26-34)

Tumbuhnya Kerajaan Allah adalah karya Allah, bukan jasa manusia. Kita hanya bisa menyiapkan lahannya, menaburkan benih, dan menyi-raminya. Tetapi Tuhanlah yang memberi daya tumbuh. Kadang kita tidak sabar, karena sepertinya tidak terjadi apa-apa. Kita ingin cepat melihat hasil, dan kecewa atau kecil hati kalau itu tidak segera nampak. Perlu sabar dan bertekun dalam iman serta bertahan dalam penderitaan dan perjuangan yang berat. Tuhan tidak ingkar janji.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan (Mzm 37:39)

Bacaan Lengkap hari ini :

26  Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
27  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
29  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
30  Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
31  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
32  Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
33  Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
34  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

31 January 2013

Renungan Harian, 31 Januari 2013, Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosco, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian”. (Mrk 4:21-25)

Pelita adalah lambang terang. Iman adalah terang. Kebenaran adalah terang. Allah sendiri adalah terang dan kita masing-masing juga disebut terang. Pelita yang bersinar dalam kegelapan pasti ditaruh ditempat yang strategis supaya menyinari semua orang. Dunia kita sekarang makin gelap karena iman makin redup, kebenaran makin terselubung. Banyak orang hidup tanpa Allah karena merasa tidak membutuhkan Dia. Mari kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Mzm 24:6)

Bacaan lengkap hari ini :

21  Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
22  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
23  Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
24  Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
25  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress