Renungan Harian

17 December 2014

Renungan Harian, 17 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Mat 1:1-17)

Bila kita melihat silsilah Yesus sang Penebus, maka ternyata tidak semua nya adalah mereka yang bermoral baik. Alah tidak menyembunyikan  hal hal yang memalukan.  Allah menjunjung tinggi kebenaran dengan memaparkan apa adanya. Ia mau menunjukkan kepada kita realita Yesus, Anak Allah. Sering kita merasa terpukul, bila asal usul kita diungkit ungkit. Semoga dengan melihat silsilah Yesus, kita mampu menerima apa adanya siapa diri kita.

(Mazmur 72:1-2.3-4b.7-8.17)
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

15 December 2014

Renungan Harian, 15 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” (Mat 21:23-27)

Para imam dan akhli Taurat tidak percaya bahwa kuasa Yesus itu datang dari surga. Mereka tidak berani mengatakannya. Mereka takut akan orang banyak. Jika melawan orang banyak, kekuasaan mereka akan terancam. Kehadiran Yesus nyata nayta mengancam kekuasaan dan kepercayaan orang banyak kepada mereka. Suatu kenyataan yang juga diketahui oleh para akhli Taurat bahwa ada kuasa yang bekerja dalam diri Yesus. Dengan kuasa itu, Yesus ingin memberdayakan manusia agar berkembang dalam iman. Inilah yang ditakuti oleh para akhli Taurat. Sebagai pengikut Yesus, sejauh mana kita sudah mengakui kuasa Yesus dengan iman yang penuh?

(Mazmur 25:4bc-5ab.6-7c.8-9)
ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku,
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan Lengkap hari ini:
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
24  Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
25  Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
26  Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”
27  Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesuspun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

13 December 2014

Renungan Harian, 13 Desember 2014 — Peringatan Wajib Santa Lusia, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” (Mat 17:10-13)

Ditolak dan dimusuhi adalah pengalaman yang menyakitkan. Namun, apakah dengan mengalami ketidak adilan, kita akan berontak dan ganti balas dendam? Bagaimana dengan kita yang menamakan diri Kristiani? Memang menjadi pengikut Kristus dizaman sekarang ini semakin banyak menghadapi tantangan, hambatan, bahkan penolakan. Apakah kita akan mundur teratur untuk mencari aman didunia ini? Tidak, kita harus sabar dan rendah hati, serta merefleksi diri. Belajar dari tantangan dan hambatan yang ada untuk memurnikan motivasi hidup iman, harapan dan kasih kita. Kita harus tetapkan hati untuk berani menghadapi segala hambatan yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus.

(Mazmur 80:2ac.3b.15-16.18-19)
Hai gembala Israel, pasanglah telinga,
Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar
Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,
batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang disebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu itu,

Bacaan Lengkap hari ini:
10  Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?”
11  Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
12  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.
13  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

12 December 2014

Renungan Harian, 12 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19)

Mendengarkan ajaran Yesus aja tidaklah cukup. Perlu melibatkan hati, mendengar dengan kebajikan dan tahu hikmat serta tujuan mulia Yesus, untuk apa Ia mengajar. Sikap ini seharusnya menjadi sikap dalam mendengarkan Tuhan dan juga sesama, terutama dalam komunikasi dalam komunitas. Keharmonisan komunitas sangat ditopang oleh kemampuan masing-masing anggota untuk saling mendengarkan, untuk saling mengerti. Sudahkah komunitas kita menjadi pendengar yang baik bagi satu sama lain? Semoga diberkati komunikasi dalam komunitas kita, karena satu sama lain menjadi pendengar yang baik.

Mazmur 1:1-6
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
17  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

11 December 2014

Renungan Harian, 11 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Mat 11:11-15)

Keadaan dunia sangat kacau, penuh kekerasan dan kejahatan. Meskipun demikian, Allah tak henti-hentinya mengutus hamba-Nya untuk menyelamatkan manusia. Puncaknya adalah, Allah mengutus anak-Nya sendiri. sayang! Itupun, tampaknya tidak dihiraukan, bahkan Ia disalibkan seperti penjahat. Semua ini terjadi karena kesombongan dan keserakahan manusia. Pada masa Adven ini kita sedang menantikan kedatangan Yesus. Kita masih mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri, dengan mendengarkan Allah dan membiarkan diri diselamatkan oleh-Nya.

(Mazmur 145:1.9-13ab)
Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN

Bacaan Lengkap hari ini:
11  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
12  Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
13  Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
14  dan  —  jika kamu mau menerimanya  —  ialah Elia yang akan datang itu.
15  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

10 December 2014

Renungan Harian, 10 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11:28-30)

Kita harus bersyukur sebab Tuhan mengajarkan kita untuk menerima semua beban yang dibebankan pada kita. Sebab selama kita masih hidup didunia, kita tidak mungkin bebas dari masalah dan beban kehidupan. Kita diundang untuk belajar menyadari bahwa sebenarnya semua beban itu ringan karena Dia selalu menyertai kita. Artinya, kita tidak sendirian. Allah selalu hadir lewat orang-orang disekitar kita. Merekalah yang akan membantu kita meringankan beban. Berbagi beban dan saling membantu adalah hal penting dalam bermasyarakat. Mari kita saling menanggung beban: dengan teman dan terutama Allah sendiri.

(Mazmur 103:1-2.3-4.8.10)
Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

Bacaan Lengkap hari ini:
28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

9 December 2014

Renungan Harian, 9 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. (Mat 18:12-14)

Kita masuk dikelompok yang mana? 99 atau yang 1? Baik yang 99 maupun yang 1 sama sama dikasihi Tuhan. Hanya saja, Allah ingin mendorong orang-orang yang berdosa untuk tidak ragu-ragu bertobat. Pertobatan kita dinantikan oleh Allah. Orang yang bertobat akan digendong Allah yang berarti mereka tidak perlu berjalan dengan kekuatan sendiri. Dan pertobatan kita akan menggembirakan hati Allah. Lalu kenapa kita masih ragu dan menunda sedemikian lama?

(Mazmur 96:1-2,3,10ac,11-12,13)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja!
Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,
biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai
di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
12  “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

6 December 2014

Renungan Harian, 6 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Mat 9:35-10:1.6-8)

Kita semua adalah pekerja pekerja yang diharapkan Tuhan. Dalam kesulitan, kita lebih banyak berpusat pada diri sendiri, sehingga kita tidak bisa melihat pekerjaan besar Tuhan, yaitu Kerajaan Surga sudah dekat. Kita harus mendahulukan pekerjaan Tuhan daripada kebutuhan dan beban kita sendiri. Karena Tuhan akan memberikan keringanan dan kelegaan kepada siapa saja yang memperjuangkan Kerajaan-Nya. Hidup ini terlalu singkat untuk ditangisi, kita harus bangkit. Kita harus menjadi pekerja-pekerja Tuhan yang setia dalam misi Kerajaan-Nya.

(Mazmur 147:1-2,3-4,5-6)
Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.
TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai;
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;
Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.
TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.

Bacaan Lengkap hari ini:
  9
35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
36  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
37  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
38  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
10
1    Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
6  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

5 December 2014

Renungan Harian, 5 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” (Mat 9:27-31)

Tuhan selalu mendengarkan keluh kesah umat kesayangan-Nya. Tuhan selalu menepati kerinduan umat tepat pada waktunya. Iman kita menjadi tolok ukur datangnya berkat Tuhan. Iman itu harus diwujudkan dalam hidup kita agar berdaya guna. Dua orang buta dalam Injil hari ini telah mengungkapkan imannya dengan datang kepada Yesus. Kitapun mempunyai kerinduan yang dalam, dan kerinduan ini kita perjuangkan dengan datang kepada Tuhan. Andalkan kekuatan Tuhan, niscaya keluarga kita selalu terberkati dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

(Mazmur 27:1.4.13-14)
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Lengkap hari ini:
27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”
28  Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”
29  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
30  Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.”
31  Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

4 December 2014

Renungan Harian, 4 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Mat 7:21.24-27)

Injil hari ini mengingatkan kita perlunya perjuangan serius sebagai pengikut Kristus, karena bukan hanya yang berseru, “Tuhan, Tuhan” yang akan masuk Kerajaan Surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Allah. Banyak umat membangun Gereja yang bagus dan nampak dimata sebagai tempat ibadah. tetapi Tuhan tidak melihat fisik banguan, Tuhan berbicara mengenai pembangunan iman yang kokoh seperti rumah diatas wadas. Berbuat tidak semudah berkata. Tetapi, jika kita benar mengandalkan Tuhan sebagai landasan hidup, maka Dia akan menolong kita.

(Mazmur 118:1.8-9.19-21.25-27a)
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.
Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!
Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Bacaan Lengkap hari ini:
21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Older Posts »

Powered by WordPress