Renungan Harian

5 January 2015

Renungan Harian, 5 Januari 2015

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:12-17.23-25)

Sejauh mana kita sebagai murid Yesus telah meneladani Dia? Apa arti kehadiran kita ditengah dunia? Apakah sudah menjadi tanda damai dan harapan bagi banyak orang? Atau justru kehadiran kita membawa kegelisahan, permusuhan, dan kebencian? Bila demikian, seruan yesus diatas patut kita jadikan shock terapi bagi diri kita sendiri. Iman kita pada kristus mesti nampak dalam kesaksian nyata kita ditengah dunia. Kehadiran kita mestinya sungguh menjadi kehadiran Kristus. Untuk itu, semangat pembaruan diri dan pertobatan terus menerus harus berakar dalam diri kita.

(Mazmur antar bacaan Mazmur 2:7-8.10-11)
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Bacaan Lengkap hari ini:
12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  —
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
24  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
25  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

4 January 2015

Renungan Harian, 4 Januari 2015 – Hari Raya Penampakan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. (Mat 2:1-12)

Sungguh mengejutkan bagi Herodes, bagaimana dia yang seorang raja, tidak mengetahui apa yang terjadi di kerajaannya? Seringkali kitapun tidak mengenali diri kita sendiri. Banyak hal yang dapat kita syukuri, untuk dipelajari dan dikebangkan. Kita tidak melihat keindahan dan kekuatan diri kita. mengapa itu terjadi? Karena kita terpukau dengan hal-hal yang ada diluar kita. Tapi, bila kita mau masuk kedalam relung hati kita yang terdalam serta menjumpai Tuhan yang bertahta disana, maka kita akan mengenali diri kita sendiri.

Mazmur antar bacaan Mazmur 72:1-2.7-8.10-13
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!
Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2  dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
4  Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
5  Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
6  Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”
9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
10  Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
11  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
12  Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

26 December 2014

Renungan Harian, 26 Desember 2014 — Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. (Mat 10:17-22)

Hari ini Gereja merayakan Pesta St. Stefanus, Martir Pertama. Berkat pengenalannya yang mendalam akan Yesus, St. Stefanus berani mengurbankan nyawanya. Prinsip hidup para martir terasa sangat sulit bila dipikirkan. Artinya, secara manusia rasanya mustahil hal tersebut dapat terjadi. Namun ketika hidup sungguh diarahkan kepada kristus, semangat kemartiran dengan sendirinya akan muncul dan berkembang dalam diri setiap orang. Setiap akhir misa kita mendapat tugas perutusan. Kiranya kita sungguh menyadari maknanya. Amin.

(Mazmur 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17)
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku,
lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Renungan Harian, 26 Desember 2014 — Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. (Mat 10:17-22)

Hari ini Gereja merayakan Pesta St. Stefanus, Martir Pertama. Berkat pengenalannya yang mendalam akan Yesus, St. Stefanus berani mengurbankan nyawanya. Prinsip hidup para martir terasa sangat sulit bila dipikirkan. Artinya, secara manusia rasanya mustahil hal tersebut dapat terjadi. Namun ketika hidup sungguh diarahkan kepada kristus, semangat kemartiran dengan sendirinya akan muncul dan berkembang dalam diri setiap orang. Setiap akhir misa kita mendapat tugas perutusan. Kiranya kita sungguh menyadari maknanya. Amin.

(Mazmur 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17)
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku,
lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

19 December 2014

Renungan Harian, 19 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? (Luk 1:5-25)

Seorang imam sekaliber Zakharia pun masih mempunyai keraguan akan rencana Tuhan. Apalagi kita yang awam? Memang iman bukan sesuatu yang semudah membalik tangan! Adven adalah masa untuk belajar semakin percaya kepada Allah. Bila Allah menghendaki, kita wajib mengamini, karena kehendak-Nya itu menyelamatkan, dan Allah tidak akan pernah menyengsarakan umat-Nya. Allah mampu membuat segalanya indah dan baik bagi umat-Nya. Tak ada yang mustahil bagi Allah, dan tentunya juga bagi setiap orang yang percaya! Amin!

(Mazmur 71:3-4a.5-6ab.16-17)
Bacaan lengkap hari ini:
5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
19  Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
25  “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

18 December 2014

Renungan Harian, 18 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Haruskah sebagai orang beriman kita marah marah? Sepertinya boleh saja, tapi itu bukan satu keharusan. Yang menjadi keharusan sebagai orang beriman adalah mengerti peristiwanya dan menemukan rencana Allah di dalamnya! Kita harus sadar bahwa dalam setiap peristiwa suka atau duka, Tuhan selalu punya rencana di dalamnya. Karenanya kita harus mempertimbangkan setiap peristiwa dalam terang budi dan keteduhan hati serta berkeyakinan bahwa Dia punya rencana dalam hidup kita, maka semua duka yang kita alami adalah upaya Tuhan mendewasakan iman kita.

(Mazmur 72:1-2.12-13.18-19)
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!
Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.

Bacaan lengkap hari ini:
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

17 December 2014

Renungan Harian, 17 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Mat 1:1-17)

Bila kita melihat silsilah Yesus sang Penebus, maka ternyata tidak semua nya adalah mereka yang bermoral baik. Alah tidak menyembunyikan  hal hal yang memalukan.  Allah menjunjung tinggi kebenaran dengan memaparkan apa adanya. Ia mau menunjukkan kepada kita realita Yesus, Anak Allah. Sering kita merasa terpukul, bila asal usul kita diungkit ungkit. Semoga dengan melihat silsilah Yesus, kita mampu menerima apa adanya siapa diri kita.

(Mazmur 72:1-2.3-4b.7-8.17)
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

15 December 2014

Renungan Harian, 15 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” (Mat 21:23-27)

Para imam dan akhli Taurat tidak percaya bahwa kuasa Yesus itu datang dari surga. Mereka tidak berani mengatakannya. Mereka takut akan orang banyak. Jika melawan orang banyak, kekuasaan mereka akan terancam. Kehadiran Yesus nyata nayta mengancam kekuasaan dan kepercayaan orang banyak kepada mereka. Suatu kenyataan yang juga diketahui oleh para akhli Taurat bahwa ada kuasa yang bekerja dalam diri Yesus. Dengan kuasa itu, Yesus ingin memberdayakan manusia agar berkembang dalam iman. Inilah yang ditakuti oleh para akhli Taurat. Sebagai pengikut Yesus, sejauh mana kita sudah mengakui kuasa Yesus dengan iman yang penuh?

(Mazmur 25:4bc-5ab.6-7c.8-9)
ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku,
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan Lengkap hari ini:
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
24  Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
25  Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
26  Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”
27  Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesuspun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

13 December 2014

Renungan Harian, 13 Desember 2014 — Peringatan Wajib Santa Lusia, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” (Mat 17:10-13)

Ditolak dan dimusuhi adalah pengalaman yang menyakitkan. Namun, apakah dengan mengalami ketidak adilan, kita akan berontak dan ganti balas dendam? Bagaimana dengan kita yang menamakan diri Kristiani? Memang menjadi pengikut Kristus dizaman sekarang ini semakin banyak menghadapi tantangan, hambatan, bahkan penolakan. Apakah kita akan mundur teratur untuk mencari aman didunia ini? Tidak, kita harus sabar dan rendah hati, serta merefleksi diri. Belajar dari tantangan dan hambatan yang ada untuk memurnikan motivasi hidup iman, harapan dan kasih kita. Kita harus tetapkan hati untuk berani menghadapi segala hambatan yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus.

(Mazmur 80:2ac.3b.15-16.18-19)
Hai gembala Israel, pasanglah telinga,
Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar
Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,
batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang disebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu itu,

Bacaan Lengkap hari ini:
10  Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?”
11  Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
12  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.
13  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

12 December 2014

Renungan Harian, 12 Desember 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19)

Mendengarkan ajaran Yesus aja tidaklah cukup. Perlu melibatkan hati, mendengar dengan kebajikan dan tahu hikmat serta tujuan mulia Yesus, untuk apa Ia mengajar. Sikap ini seharusnya menjadi sikap dalam mendengarkan Tuhan dan juga sesama, terutama dalam komunikasi dalam komunitas. Keharmonisan komunitas sangat ditopang oleh kemampuan masing-masing anggota untuk saling mendengarkan, untuk saling mengerti. Sudahkah komunitas kita menjadi pendengar yang baik bagi satu sama lain? Semoga diberkati komunikasi dalam komunitas kita, karena satu sama lain menjadi pendengar yang baik.

Mazmur 1:1-6
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
17  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

Older Posts »

Powered by WordPress