Renungan Harian

22 August 2014

Renungan Harian, 22 Agustus 2014 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Mat 22:34-40)

Hukum kasih yang diberikan Yesus kepada kita merupakan rangkuman dan penegasan atas seluruh tindakan kasih yang telah dilakukan-Nya kepada manusia. Yesus mengajarkan dan memberi teladan kasih kepada sesama dan karena itulah, kita menyebut Allah adalah kasih. Barangsiapa hidup didalam kasih, ia berada didalam Allah dan Allah di dalam dia. Sebaliknya, barangsiapa yang mengaku bahwa dirinya mengasihi Allah namun tidak mengasihi sesamanya, ia adalah pendusta.

(Mazmur 107:2-3,4-5,6-7,8-9)
Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,
yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.
Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;
mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka.
Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka.
Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,
sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Bacaan Lengkap hari ini:
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36  “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

21 August 2014

Renungan Harian, 21 Agustus 2014 – Peringatan Wajib Santo Pius X, Paus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? (Mat 22:1-14)

Gara gara pakaian pesta, maka seseorang dibuang kedalam api. Apakah pakaian pesta adalah sesuatu yang penting dalam sebuah pesta? Jawabannya adalah : benar. Karena pesta yang kita hadiri adalah pesta syukur bersama Allah sendiri. dan karenanya kita harus memakai baju pesta yang layak dihadapan-Nya. Itulah hati yang benar dalam perjamuan Ekaristi. Hati yang benar berarti hati yang suci murni. Kita datang kepesta Allah, tidak asal datang. Kita sungguh sungguh menyiapkan hati dan memakai jubah kebenaran!

(Mazmur 51:12-15,18-19)
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2  “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
4  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
5  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
6  dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
7  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
9  Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
10  Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
11  Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
12  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

19 August 2014

Renungan Harian, 19 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Mat 19:23-30)

Kekayaan adalah anugerah Allah yang perlu disyukuri, dan berkat anugerah itu, kita diundang untuk menjadi berkat bagi sesama. Keberanian seserang untuk berbagi berkat dengan sesama, akan mendatangkan hujan rahmat yang semakin berlimpah bagi dirinya. Lihatlah Zakheus dari sekedar keinginan melihat wajah Yesus. Dia mendapat kelimpahan berkat sehingga Yesus berkenan tinggal dirumahnya.

(Ulangan : 32:26-27ab.27cd-28.30.35cd-36ab)
Seharusnya Aku berfirman: Aku meniupkan mereka, melenyapkan ingatan kepada mereka dari antara manusia,
tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti,
jangan-jangan mereka berkata: Tangan kami jaya, bukanlah TUHAN yang melakukan semuanya ini.
Sebab mereka itu suatu bangsa yang tidak punya pertimbangan, dan tidak ada pengertian pada mereka.
Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka!
sebab hari bencana bagi mereka telah dekat,
akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.
Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya,
dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya; apabila dilihat-Nya,

Bacaan Lengkap hari ini:
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
27  Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
28  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29  Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

18 August 2014

Renungan Harian, 18 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Mat 19:16-22)

Iman tanpa perbuatan adalah hampa, cinta tanpa pengorbanan adalah gombal, maka meminta tanpa mau memberi berarti kikir. Tuhan tahu apa yang kita minta. Dia tahu apa yang membebani hidup kita sehingga kita tidak merdeka dalam hidup. Dia ingin membebaskan dan memberikan yang kita minta dengan mengambil alih semua beban berat itu. Jika kita tidak siap, tidak taat dan tidak mau, maka semuanya akan sia sia. Mari kita terus belajar dan berusaha, agar kita tidak “pulang” dengan sedih seperti orang muda dalam perikop hari ini.

(Ulangan 32:18-21)
Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.
Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bacaan Lengkap hari ini:
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

17 August 2014

Renungan Harian, 17 Agustus 2014 – Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:15-21)

Perikop ini selalu muncul pada saat HUT Proklamasi kita, mengapa demikian? Karena perikop ini menggambarkan tugas kita semua sebagai warganegara untuk melaksanakan kewajiban kepada negara dan Tuhan secara utuh. Hari ini kita layak merefleksi diri, apa yang sudah kuberikan bagi negara dan bangsa? Warganegara sejati lebih suka berbuat daripada berbicara, Lebih suka memperjuangkan kebenaran daripada memelihara kepalsuan. Sudahkah kita melakukan kewajiban sebagai warganegara sejati?

(Mazmur 101:1a.2ac.3a.6-7)
Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum,
Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela:
Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.
Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila;
Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.
Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.

Bacaan Lengkap hari ini:
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

16 August 2014

Renungan Harian, 16 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku” (Mat 19:13-15)

Sungguh suatu tindakan yang penuh kasih, bahwa Yesus memberkati dan mendoakan anak-anak yang datang kepada-Nya. Yesus tahu betul bahwa mereka membutuhkan kaih sayang dan perlindungan. Mereka adalah anugerah Allah yang mengagumkan, tindakan yesus menegaskan bahwa anak-anak mempunyai hak yang sama dengan kaum dewasa manapun. Kiranya setiap keluarga, khususnya para orang tua, suami istri, perlu menjaga keutuhan. Anak-anak harus diberi perhatian sebab mereka adalah masa depan keluarga dan Gereja, sekaligus juga titipan Tuhan.

(Mazmur 51:12-15.18-19)
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14  Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
15  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

15 August 2014

Renungan Harian, 15 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Mat19:3-12)

Kita perlu mengingat rencana Allah semula tentang arti perkawinan, bahwa sejak awal pernikahan itu bersifat monogami. Pernikahan juga menjadikan pria dan wanita menjadi satu tubuh. Karenanya perkawinan menjadi eksklusif, abadi dan tidak terceraikan. Allah terlibat dalam sakramen perkawinan, menjadi saksi dan sekaligus kasih-Nya mengikat kedua mempelai. Pasangan suami isteri menjadi pasanagn yang biasa-biasa saja setiap hari, namun setia melewati suka-duka, untung dan malang. Setialah dalam perkawinan, sehidup semati.

(Yesaya 12:2-3,4bcd,5-6)
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”
Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
“Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!
Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Bacaan Lengkap hari ini:
3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”
4  Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
5  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
7  Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
8  Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
9  Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”
10  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”
11  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12  Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

14 August 2014

Renungan Harian, 14 Agustus 2014 – Peringatan Wajib Santo Maximilianus Maria Kolbe

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat 18:21-19:1)

Mengampuni, memaafkan itu rasanya sulit. Namun, rahmat Tuhan memampukan kita. St. Maximilianus Kolbe sebagai pelindung keluarga meyakini hal ini. Karena jangankan manusia biasa, para Santo dan Santa juga mengalami godaan, mereka jatuh dan bangun kembali, berkat rahmat pengampunan yang mereka terima. Kita menyadari, bahwa kita ini manusia rapuh, tidak lepas dari kesalahan. Maka, sambil memusatkan hati pada Kerahiman Ilahi- disertai dengan berdoa Bapa kami, diharapkan kita bisa sampai pada taraf, mengampuni, memaafkan kesalahan sesama.

(Mazmur 78:56-59,61-62)
Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya;
mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang mereka, berubah seperti busur yang memperdaya;
mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung mereka.
Ketika Allah mendengarnya, Ia menjadi gemas, Ia menolak Israel sama sekali;
Ia membiarkan kekuatan-Nya tertawan, membiarkan kehormatan-Nya jatuh ke tangan lawan;
Ia membiarkan umat-Nya dimakan pedang, dan gemaslah Ia atas milik-Nya sendiri.

Bacaan Lengkap hari ini:
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”
1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

13 August 2014

Renungan Harian, 13 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.” (Mat 18:15-20)

Yesus mengajak kita agar peduli dan penuh kasih dalam menyatakan kebenaran. Lebih mudah bagi kita untuk tetap diam ketika orang lain disekitar kita berlaku tidak benar. ikap ini bertentangan dengan semangat kasih. Sering kita tahu apa yang perlu dikatakan kepada seseorang, tetapi rasa takut menghalanginya. Yesus meminta untuk menyatakan hal-hal yang benar walaupun harusmenegur namun melalui berbagai cara disampaikan dengan penuh kasih. Kasih tidak takut akan konflik, karena bila konflik ditangani dengan benar, kita akan semakin akrab satu sama lain.

(Mazmur 113:1-6)
Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,
yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Bacaan Lengkap hari ini:
15 “. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

12 August 2014

Renungan Harian, 12 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:1-5.10.12-14)

Orang tua mempunyai tanggung jawab mendidik iman Katolik anak-anaknya. Anak-anak harusdiperdalam imannya sedini mungkin. Ada banyak orang tua berpendapat, biarkan anak-anak menentukan sendiri pilihan imannya setelah mereka dewasa. Ini adalah sikap yang tidak bertanggung jawab atas tugas yang diterima orang tua ketika menerima Sakramen Perkawinan. Mereka berjanji untuk mendidik anak-anaknya secara Katolik. Ini bukan sekedar janji, tapi adalah tugas iman setiap keluarga Katolik yang mereka terima dari Allah. Agar jangan ada anak yang hilang!

(Mazmur 119:14,24,72,103,111,131)
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10  Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
12  “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.

Older Posts »

Powered by WordPress