Renungan Harian

18 March 2014

Renungan Harian, 18 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:1-12)

Ada begitu banyak nasihat yang indah, tetapi sangat langka ditemukan pribadi yang patut untuk diteladani. Ada politik yang mulia dalam memimpin kehidupan, namun sangat miskin dengan moralitas, akhirnya banyak orang terjerumus kedalam penyalah gunaan dan masuk penjara. Yesus mengajar, berbuat dan memberi teladan. Banyak orang diteguhkan , disadarkan dan disembuhkan. jangan berikan angin surga, tetapi tunjukkan keteladanan.

“siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mzm 50:23)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
2  “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
4  Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
5  Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
6  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
7  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
8  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
9  Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10  Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11  Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
12  Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

15 March 2014

Renungan Harian, 15 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (Mat 5:43-46)

Bapa tetap setia mencintai manusia, walaupun manusia sering tidak setia dan berbuat dosa. Sebagai anak-anak Bapa, kita diminta untuk menjadi sempurna seperti Bapa yang sempurna dan murah hati. Yesus sebagai perwujudan kasih Bapa yang sempurna, telah mengorbankan nyawa-Nya bagi tebusan dosa-dosa manusia. Kita malu menyebut diri murid Yesus, kalau tidak mampu mengasihi musuh sebagaimana teladan Sang Guru. Semoga mulai hari ini kita dapat belajar mengasihi musuh.

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm 119:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

14 March 2014

Renungan Harian, 14 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; (Mat 5:20-26)

Bukan hanya pembunuh yang harus dihukum tetapi juga orang yang marah terhadap saudaranya. Mengapa demikian? Karena kemarahan dan dendam juga dapat “membunuh” karakter seseorang dan menghambat perkembangannya sebagai manusia yang utuh. Kemarahan dan dendam tidak menyelesaikan masalah, bahkan membuat hubungan antar manusia menjadi rusak. Karena itulah Yesus berharap agar segera berdamai dengan lawanmu. Kiranya masa tobat agung ini dapat dipergunakan untuk meneliti seluruh kehidupan kita masing masing. Adakah sesuatu yang tidak nyaman dalam hubungan kita dengan sesama?

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm 130:3)

20  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
23  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
25  Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
26  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

13 March 2014

Renungan Harian, 13 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7-12)

Sungguh-sungguh diperlukan sikap rendah hati untuk mau datang dan mengatakan minta sesuatu. Disini, seseorang memang dilatih untuk menjadi rendah hati dan bergantung. Orang yang merasa, bahwa dirinya mampu memenuhi segala yang diinginkannya dan tidak memerlukan bantuan orang lain, cenderung menjadi sombong. Padahal, Tuhan membenci orang yang sombong. Hari ini Yesus mengajartkan kepada kita, agar mau meminta supaya diberi. Marilah kita singkirkan rasa sombong yang menghalangi kita untuk datang dan minta kepada-Nya.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Renungan Harian, 13 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7-12)

Sungguh-sungguh diperlukan sikap rendah hati untuk mau datang dan mengatakan minta sesuatu. Disini, seseorang memang dilatih untuk menjadi rendah hati dan bergantung. Orang yang merasa, bahwa dirinya mampu memenuhi segala yang diinginkannya dan tidak memerlukan bantuan orang lain, cenderung menjadi sombong. Padahal, Tuhan membenci orang yang sombong. Hari ini Yesus mengajartkan kepada kita, agar mau meminta supaya diberi. Marilah kita singkirkan rasa sombong yang menghalangi kita untuk datang dan minta kepada-Nya.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

11 March 2014

Renungan Harian, 11 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat 6:7-15)

Berdoa itu perlu dan harus, tetapi tidak perlu bertele tele. Berdoa membutuhkan ketulusan hati. Hati berbicara dari kedalaman manusia. Dari sana kita memperoleh kebenaran sejati, sebab disanalah Allah bersemayam. Maka berdoa dengan baik, berarti berdoa dari dalam hati; berbicara atas kehendak Allah yang dengan kemurahan-Nya, rela merendahkan keallahan-Nya dan berdiam dalam diri manusia lemah. Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan bukan berisi keluhan atau bertanya tentang hidup kita, melainkan murni ungkapan iman.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

10 March 2014

Renungan Harian, 10 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:31-46)

Dalam pengadilan terakhir akan dinilai perbuatan orang terhadap sesamanya. Kisah tentang pengadilan terakhir ini hendaknya lebih memotivasi kita untuk bertobat dan membarui diri. Mari kita melakukan segala hal yang baik bagi sesama, terutama yang membutuhkan. Ini menjadi jaminan kita untuk mendapat tempat yang pantas disisi-Nya. Kita pasti bisa melakukan itu. Asal berani melepaskan kepentingannya, maka pastilah semua orang bisa melakukannya.

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
32  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
33  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
37  Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
38  Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
39  Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
40  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
41  Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
42  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
43  ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
44  Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
45  Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
46  Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

9 March 2014

Renungan Harian, 9 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Mat 4:1-11)

Salah satu dosa pokok adalah kesombongan. Orang sombong ingin menjadi yang paling di atas. Ia tidak puas menjadi gambaran Allah tapi ingin menjadi seperti Allah sendiri. Setan tahu di mana titik lemah manusia. Di situlah ia diuji, dan di situ ia jatuh. Setan juga menggoda Yesus. Janji-janjinya begitu menggiurkan. Hidup menjadi begitu mudah dan mewah asal Ia mau menyembah setan. Tapi dengan tegas Yesus mengusirnya pergi. Yesus hanya mempunyai satu program, yaitu: Menyembah Tuhan Allah dan berbakti kepada Dia saja. “Jadilah kehendak-Mu, ya Bapa.”

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 51:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
2  Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
3  Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
4  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
5  Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
6  lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
7  Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!
8  Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
9  dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
10  Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
11  Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

7 March 2014

Renungan Harian, 7 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? (Mat 9:14-15)

Puasa itu punya makna yang sangat mendalam. Hal ini berkaitan dengan Yesus, Sang Pengantin dan kita sebagai sahabatNya. Relasi berkaitan dengan cinta. Tatkala merenungkan makna Puasa, kita juga merenungkan makna cinta. Cinta terhadap Tuhan, sesama dan diri kita sendiri. Dengan berpuasa kita menyatukan diri dan solider dengan Yesus yang telah menderita bagi kita. Puasa juga memberi kesempatan bagi kita untuk menjalin kesetiakawanan dengan mereka yang kekurangan. Dan puasa juga menjadi sarana latihan untuk memiliki kehendak yang kuat bagi diri kita sendiri.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Mzm 51:19

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

5 March 2014

Renungan Harian, 5 Maret 2014 – Hari Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.” (Mat 6:1-6.16-18)

Pada Hari Rabu Abu ini, kita menerima salib abu. Liturgi Gereja mengajak kita untuk kembali bertobat. Artinya, kita terus membarui kualitas hidup kita. Kita mengubah kebiasaan lama yang kurang baik, yang egois dan sering mengecewakan Tuhan dan sesama. Kita mau menjadi orang yang taat dan takut kepada Tuhan. Syaratnya adalah dengan rendah hati dan siap berkurban demi kebahagiaan sesama.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mzm 51:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress