Renungan Harian

26 March 2014

Renungan Harian, 26 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17-19)

Hari ini Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat. Apakah belum genap? Hukum Taurat adalah surat Kasih Allah, yang menjadi nyata dalam diri Yesus. Artinya, Yesus bukan hanya mengajarkan hukum Taurat, melainkan menjadi pelaksana. Selanjutnya, Ia mengajak kita sebagai pelaksana hukum Taurat yang penuh cinta kasih itu. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Sabda tanpa amalan bagaikan suara yang ber seru seru dipadang gurun, alias sia sia. Oleh karena itu hendaklah kita menjadi pelaku sabda. Karena hanya dengan cara itulah, kita menjadi anggota Kerajaan Allah.

(Mzm 147:12-13.15-16.19-20)
Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:

17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
18  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

23 March 2014

Renungan Harian, 23 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. (Yoh 4:5-42)

Cinta yang berkobar dari perempuan Samaria, menghasilkan suatu tindakan kongkrit yakni menjadi saksi bahwa Yesus yang telah mengubah hidupnya dan dia tidak takut lagi akan apa yang dikatakan orang tentang dirinya yang berdosa. Dia meninggalkan tempayan yang diperlukannya untuk membawa air, itu adalah lambang dia berani meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik. Perempuan itu masuk kekota dan mengabarkan bahwa dia telah berjumpa Mesias. Jika kita berani mengakui masa lampau kita dan kita tidak takut dan malu akan diri kita di masa lalu maka kita pun akan mengalami rahmay seperti perempuan Samaria itu.

Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (Mzm 95:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

5  Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
6  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
7  Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”
8  Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9  Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
10  Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
11  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
12  Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
13  Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
15  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
16  Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
17  Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
18  sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
19  Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
20  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
21  Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
26  Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
28  Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
29  “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
31  Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.”
32  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”
33  Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
35  Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
36  Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
37  Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
38  Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”
39  Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”
40  Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
41  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
42  dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

21 March 2014

Renungan Harian, 21 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. (Mat 21:33-43.45-46)

Perumpamaan ini Yesus menunjukkan betapa manusia menolak kasih Allah. Sadar atau tidak sadar kita pasti pernah menjadi bagian dari para penggarap kebun anggur, kita sering menolak kasih Allah. Kiranya kita menyadari bahwa menolak kasih Allah ganjarannya adalah tidak menerima Kerajaan Allah. Lantas apakah kita yang sudah dikasihi-Nya berani menerima resiko penolakan dari orang lain karena perbuatan kasih kita? Penolakan dari orang lain sejatinya adalah cara Allah untuk melatih kita menghayati yang dinamakan pengurbanan sejati.

sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. (Mzm 105:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

33 “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
34  Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
35  Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
36  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
37  Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
38  Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
39  Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
40  Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”
41  Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”
42  Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
43  Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
45  Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
46  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

19 March 2014

Renungan Harian, 19 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya (Mat 1:16.18-21.24a)

Seorang anak adalah anugerah Allah yang harus dipertanggung jawabkan keluarga kepada sang Pemberi Kehidupan. Yusuf, kepala keluarga Nazareth, tentunya merasa paling bertanggung jawab atas kehadiran sang Anak ditengah-tengah mereka. Yusuf tetap menerima kehadiran Yesus dalam aneka peristiwa nyata dalam keluarga. Yusuf adalah pria sejati, karena semua ketulusannya. Itulah yang membuat ‘Yesus tetap dalam asuhan mereka’, betah tinggal ditengah keluarga Nazareth. Santo Yusuf, doakanlah kami.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. (Mzm 89:2-3)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

18 March 2014

Renungan Harian, 18 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:1-12)

Ada begitu banyak nasihat yang indah, tetapi sangat langka ditemukan pribadi yang patut untuk diteladani. Ada politik yang mulia dalam memimpin kehidupan, namun sangat miskin dengan moralitas, akhirnya banyak orang terjerumus kedalam penyalah gunaan dan masuk penjara. Yesus mengajar, berbuat dan memberi teladan. Banyak orang diteguhkan , disadarkan dan disembuhkan. jangan berikan angin surga, tetapi tunjukkan keteladanan.

“siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mzm 50:23)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
2  “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
4  Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
5  Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
6  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
7  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
8  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
9  Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10  Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11  Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
12  Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

15 March 2014

Renungan Harian, 15 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (Mat 5:43-46)

Bapa tetap setia mencintai manusia, walaupun manusia sering tidak setia dan berbuat dosa. Sebagai anak-anak Bapa, kita diminta untuk menjadi sempurna seperti Bapa yang sempurna dan murah hati. Yesus sebagai perwujudan kasih Bapa yang sempurna, telah mengorbankan nyawa-Nya bagi tebusan dosa-dosa manusia. Kita malu menyebut diri murid Yesus, kalau tidak mampu mengasihi musuh sebagaimana teladan Sang Guru. Semoga mulai hari ini kita dapat belajar mengasihi musuh.

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm 119:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

14 March 2014

Renungan Harian, 14 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; (Mat 5:20-26)

Bukan hanya pembunuh yang harus dihukum tetapi juga orang yang marah terhadap saudaranya. Mengapa demikian? Karena kemarahan dan dendam juga dapat “membunuh” karakter seseorang dan menghambat perkembangannya sebagai manusia yang utuh. Kemarahan dan dendam tidak menyelesaikan masalah, bahkan membuat hubungan antar manusia menjadi rusak. Karena itulah Yesus berharap agar segera berdamai dengan lawanmu. Kiranya masa tobat agung ini dapat dipergunakan untuk meneliti seluruh kehidupan kita masing masing. Adakah sesuatu yang tidak nyaman dalam hubungan kita dengan sesama?

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm 130:3)

20  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
23  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
25  Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
26  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

13 March 2014

Renungan Harian, 13 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7-12)

Sungguh-sungguh diperlukan sikap rendah hati untuk mau datang dan mengatakan minta sesuatu. Disini, seseorang memang dilatih untuk menjadi rendah hati dan bergantung. Orang yang merasa, bahwa dirinya mampu memenuhi segala yang diinginkannya dan tidak memerlukan bantuan orang lain, cenderung menjadi sombong. Padahal, Tuhan membenci orang yang sombong. Hari ini Yesus mengajartkan kepada kita, agar mau meminta supaya diberi. Marilah kita singkirkan rasa sombong yang menghalangi kita untuk datang dan minta kepada-Nya.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Renungan Harian, 13 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7-12)

Sungguh-sungguh diperlukan sikap rendah hati untuk mau datang dan mengatakan minta sesuatu. Disini, seseorang memang dilatih untuk menjadi rendah hati dan bergantung. Orang yang merasa, bahwa dirinya mampu memenuhi segala yang diinginkannya dan tidak memerlukan bantuan orang lain, cenderung menjadi sombong. Padahal, Tuhan membenci orang yang sombong. Hari ini Yesus mengajartkan kepada kita, agar mau meminta supaya diberi. Marilah kita singkirkan rasa sombong yang menghalangi kita untuk datang dan minta kepada-Nya.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

11 March 2014

Renungan Harian, 11 Maret 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat 6:7-15)

Berdoa itu perlu dan harus, tetapi tidak perlu bertele tele. Berdoa membutuhkan ketulusan hati. Hati berbicara dari kedalaman manusia. Dari sana kita memperoleh kebenaran sejati, sebab disanalah Allah bersemayam. Maka berdoa dengan baik, berarti berdoa dari dalam hati; berbicara atas kehendak Allah yang dengan kemurahan-Nya, rela merendahkan keallahan-Nya dan berdiam dalam diri manusia lemah. Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan bukan berisi keluhan atau bertanya tentang hidup kita, melainkan murni ungkapan iman.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress