Renungan Harian

31 August 2013

Renungan Harian, 31 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. (Mat 25:14-30)

Dalam hidup menggereja, setiap orang Katolik diutus untuk menjadi pribadi yang sanggup berbuah dalam iman, harapan dan kasih. Untuk itu kita membutuhkan bimbingan Roh Kudus. Roh Kudus yang akan membangun, menjiwai dan menguduskan Gereja. Firman Tuhan mengajarkan bahwa pribadi yang berbuah adalah pribadi yang mendengarkan tuntunan Roh Kudus dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Mari kita dengarkan tuntunan Roh Kudus, agar kita menjadi pribadi Kristiani yang berbuah dan menjadi saluran berkat Allah bagi sesama.

sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. (Mzm 98:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
15  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
16  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
17  Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
18  Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
19  Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
20  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
21  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
22  Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
23  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
24  Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
26  Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
27  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
28  Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
29  Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
30  Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

30 August 2013

Renungan Harian, 30 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:1-13)

Kehidupan orang beriman adalah suatu penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua pada akhir zaman. Namun tak seorangpun yang tahu, kapan itu terjadi. Maka kita harus bersikap bijaksana dengan selalu membawa Kristus dalam kehidupan kita. Jadilah Kristoforus (pembawa Kristus) sejati, bukan penjaja firman yang haus materi. Kita harus menjadi seperti para wanita yang bijak dalam perumpamaan Yesus, sehingga diperbolehkan masuk kedalam ruang perjamuan Allah (baca Surga).

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mzm 97:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
2  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
3  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
4  sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
5  Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
6  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
7  Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
8  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
9  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
10  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
11  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
12  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
13  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.

29 August 2013

Renungan Harian, 29 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. (Mrk 6:17-29)

Herodes tahu, tapi ia tidak bertindak sesuai dengan apa yang ia tahu. Ketika harga dirinya terancam kalau ia tidak berbuat sesuai sumpahnya di depan umum, dengan mudah ia melepaskan prinsipnya dan membiarkan Yohanes dibunuh. Kasus Yohanes terus terulang sepanjang sejarah. Roh memang penurut, tapi daging lemah. Dan sering daging berbicara begitu keras sehingga orang-orang benar berguguran sedangkan orang jahat merajalela. Tapi kita tetap optimis dan percaya pada akhirnya kebaikan akan menang atas kejahatan.

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
20  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
21  Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
22  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!,”
23  lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
24  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
25  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
26  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
27  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
28  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
29  Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

28 August 2013

Renungan Harian, 28 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, (Mat 23:27-32)

Yesus menyumpahi orang Farisi. Yesus memang marah, tetapi tujuannya agar supaya orang Farisi menjadi insyaf dan kembali kejalan yang benar. Sadarkah kita bahwa kecaman Yesus itu juga berlaku bagi diri kita? St. Agustinus yang kita peringati hari nini adalah teladan bagi kita dalam menanggapi kecaman Yesus. Hidupnya yang rusak, berubah total dengan pertolongan Roh Kudus yang bekerja didalam dia. Masihkah kita mengandalkan Roh Kudus dalam setiap langkah hidup dan karya kita? Waspadalah terhadap roh-roh yang lain, dan taatilah Roh Kudus.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; (Mzm 139:1)

Bacaan Lemgkap hari ini :

27  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
28  Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
29  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
30  dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
31  Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
32  Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

27 August 2013

Renungan Harian, 27 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santa Monika

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. (Mat 23:23-26)

Yesus meminta orang-orang Farisi dan kita semua untuk melihat kedalam batin kita masing-masing dan kemudian membersihkannya. Kita seringkali menutupi segala kerapuhan hati dengan tampilan luar yang baik. Kita bisa tersenyum dan menyapa dengan ramah, padahal sebenarnya kita membencinya. Hidup kita penuh dengan kepalsuan. Menyadari kita adalah pribadi yang lemah, tetapi kita harus selalu tampil apa adanya. Keaslian semacam ini dibentuk dari dalam, bukan dari luar diri kita.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; (Mzm 139:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

23  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
24  Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
25  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
26  Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

26 August 2013

Renungan Harian, 26 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik (Mat 23:13-22)

Kita semua tidak jarang berbuat munafik. Rajin ke gereja dan berdoa, tetapi dibalik tindakan-tindakan lahiriah kita itu, terselubung motif-motif untuk mengelabui orang. Yesus tidak melihat tindakan-tindakan lahiriah kita dalam hal rohani itu, tetapi melihat isi hati kita. Tiada yang tersembunyi bagi Dia. Kita juga senang kalau orang lain masuk Katolik. Bahkan sering juga kita menarik orang supaya masuk Katolik. Tetapi setelah menjadi Katolik, apakah kita mendampingi mereka dan memberi contoh yang baik kepada mereka? Mari kita berlaku jujur, dan mohon ampun serta bertobat.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
14  (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)
15  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
16  Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
17  Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
18  Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
19  Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
20  Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
21  Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
22  Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

23 August 2013

Renungan Harian, 23 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Mat 22:34-40)

Bila kita berhasil menghidupi sabda Yesus hari ini, hidup kita akan terasa lebih indah. Surga tidak akan jauh dari kehidupan kita, bila ada kasih. Tapi, harus kita akui dengan jujur bahwa tidak mudah untuk mewujudkan Sabda Yesus ini. Banyak tantangan harus kita lewati. Kita harus berani mengalahkan perasaan, pikiran dan bahkan kehendak kita sendiri. Untuk itu, kita hendaknya selalu terbuka terhadap kehadiran dan bimbingan Roh Kudus agar kita mampu hidup dalam kasih.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm 146:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36  ”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

22 August 2013

Renungan Harian, 22 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. (Mat 22:1-14)

Undangan Tuhan pertama-tama adalah soal keselamatan yang ditawarkan Tuhan kepada siapapun. Untuk masuk dalam perjamuan Tuhan diharapkan kita berpakaian pantas yaitu “melakukan kasih pada sesama” Karena itu, siapapun yang menanggapi undangan Tuhan dengan sungguh-sungguh akan beroleh keselamatan. Sebaliknya, orang yang menolak undangan Tuhan akan kehilangan keselamatan yang ditawarkan-Nya. Dan ternyata, memang banyak yang diundang, tetapi hanya sedikit yang mau datang.

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; (Mzm 40:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2  ”Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
4  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
5  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
6  dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
7  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
9  Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
10  Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
11  Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
12  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

21 August 2013

Renungan Harian, 21 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Pius X, Paus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:1-16a)

Ada istilah Latin, “Suum quique tribuere”, artinya, berikanlah apa yang menjadi hak orang. Kita harus tetap berlaku adil terhadap sesama dan Tuhan. Ini salah satu keutamaan yang harus diperjuangkan. Bila kita mencermati hari-hari hidup kita, sebetulnya kita harus malu. Terlalu sering kita menuntut hak kita. Selama ini kita lebih banyak mengalami kasih daripada berbuat jasa. Kita mengeluh ini dan itu, sambil melihat banyak hal dengan kacamata adil atau tidak adil semata. Bukankah Allah selalu bertindak terhadap kita melebihi rasa keadilan?

TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! (Mzm 21:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
5  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6  Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8  Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9  Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
11  Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13  Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16  Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

20 August 2013

Renungan Harian, 20 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Bernardus dari Clairvaux, Abas dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (Mat 19:23-30)

Yang dapat diselamatkan ialah mereka yang takut akan Tuhan. Menurut St. Bernardus yang kita peringati hari ini, “Orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap temannya sendiri telah kehilangan takut akan Tuhan.” Seperti St. Bernardus, dia meninggalkan kekayaan duniawi, untuk memperoleh kekayaan rohani. Kekayaan rohani inilah yang menjadi senjata untuk melayani sesama dengan sepenuh hati. Semua ini terjadi, karena percaya akan bimbingan Roh Kudus. Pesan kenabian St. Bernardus ini perlu kita tanggapi dengan mau berbagi. Inilah cara untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan lengkap hari ini ;

23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
27  Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
28  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29  Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress