Renungan Harian

23 February 2014

Renungan Harian, 23 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena itu haruslah kamu sempurna (Mat 5:38-48)

Menjadi sempurna adalah suatu perintah. Oleh karena itu, kita harus melaksanakannya dan kita tidak boleh mengabaikan dan melupakan apa yang Yesus minta dari kita. Untuk itu, paling tidak kita seharusnya memiliki suatu keinginan untuk menjadi sempurna dan keinginan setiap hari untuk berbuat baik terhadap setiap orang yang kita jumpai. Perbuatan baik yang terus-menerus kita lakukan akan menjadi setetes air yang akan menghancurkan kekerasan hati orang-orang yang tidak mampu mencintai sesamanya. Namun, semua ini hanya bisa terjadi jika kita memohonnya didalam doa kita.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! (Mzm 103:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

22 February 2014

Renungan Harian, 22 Februari 2014 – Pesta Tahta Santo Petrus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Mat 16:13-19)

St. Petrus harus jatuh bangun untuk sampai kepada cinta yang mendalam kepada Yesus. Mulai dari menyangkal Yesus hingga melarikan diri dari Roma ketika ada penindasan terhadap orang-orang Nasrani. Tetapi Petrus tidak menyerah dan putus asa, ia berusaha belajar dari kesalahannya itu. Oleh karena itu, Pesta Takhta St. Petrus pada hari ini bukanlah soal jabatan, tetapi soal kedalam cinta Petrus kepada Yesus, yang terwujud dalam kesediaannya menggembalakan umat Nasrani yang dipercayakan kepadanya.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

16 February 2014

Renungan Harian, 16 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:17-37)
Paus Yohanes XXIII mengatakan bahwa bukan Injil yang berubah, melainkan Gereja lah yang mulai mampu untuk memahami tanda tanda zaman. Pernyataan ini adalah rangkuman dari Konsili Vatikan II. Semangat pembaharuan iman. Kita patut bersyukur Tuhan membarui semangat beriman orang Yahudi. Tetapi pernyataan itu juga ditujukan kepada kita semua. Orang Kristiani sejati harus menjadi orang yang bersemangat pembaharuan. Merubah pola pikir dan sikap dalam beriman dijaman yang penuh tantangan ini.

Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. (Mzm 119:33)

Bacaan Lengkap hari ini:

17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
18  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
20  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
23  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
25  Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
26  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
28  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
29  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
30  Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
31  Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
32  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
34  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
35  maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
36  janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
37  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

9 February 2014

Renungan Harian, 9 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat 5:13-16)

Orang Kristiani adalah terang dunia! Mereka adalah pribadi pencerah, yakni orang-orang yang membawa pencerahan dunia. Orang Kristiani bukan hanya mengurung diri dikamar, tetapi harus tampil ditengah masyarakat, bukan sekedar demi “penampilan”, melainkan agar masyarakat sekita melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah. Orang Kristiani harus menjadi pendorong utama bagi setiap orang untuk menjadi abdi Allah.

Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. (Mzm 112:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

26 January 2014

Renungan Harian, 26 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali (Mat 4:12-23)

emi keselamatan nyawa-Nya, Yesus meninggalkan Nazareth. Dan sejak saat itu Yesus memberitakan pertobatan. Yesus memulai karya-Nya justru didaerah yang tidak mengenal Allah. Dari hal ini jelas bahwa keselamatan bukan untuk orang Yahudi saja, tapi untuk segala bangsa dimuka bumi. Tindakan Yesus untuk meninggalkan Nazareth, bisa menjadi inspirasi bagi para pewarta untuk berani meninggalkan kemapanan hidup dan menyongsong tantangan baru. Peralihan inilah yang sering menuntut pengorbanan. Sayangnya, pengorbanan sering dihindari oleh banyak orang yang mengaku beriman.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 26:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22  dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

17 January 2014

Renungan Harian, 17 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Antonius Abas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Mat 19:16-26)

Yang penting bagi kita ialah kesadaran bahwa menjadi sempurna bukan hal yang mustahil. Masuk kerajaan Allah adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia semata. Pertanyaan penting bagi kita adalah mampukah kita bekerja sama dengan rahmat Allah untuk membebaskan diri kita dari himpitan kekayaan, sehingga dapat mencapai kesempurnaan?

Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. (Mzm 88:25)

Bacaan Lengkap hari ini :

dari situ.
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

12 January 2014

Renungan Harian, 12 Januari 2014 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:13-17)

Yesus merendahkan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes. Sebagai orang yang sudah dibaptis, beranikah kita merendahkan diri demi pelayanan sesama? Pelayanan itu bukan berarti menjadi “pembantu”, “pesuruh”, “petugas”, tetapi setiap tindakan yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama, itulah pelayanan. Sudahkah semua hal yang anda lakukan dalam bidang apa pun menjadi sarana kesejahteraan dan kemajuan bersama? Baptisan memberikan kewajiban kepada kita semua.

Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! (Mzm 29:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
14  Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

6 January 2014

Renungan Harian, 6 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:12-17.23-25)

Kita dipanggil untuk selalu bertobat, sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Panggilan pertobatan ini mengandaikan kita mau mendengarkan pewartaan Injil dan merenungkannya. Bukan hanya mengejar kesembuhan. Kita bertobat dari motivasi duniawi itu menuju manusia Allah yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, kita harus mengajak banyak orang untuk datang kepada Yesus dan menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka. Kita diutus menjadi saksi-Nya agar makin banyak yang bertekun didalam iman.

Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; (Mzm 7:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
24  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
25  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan

29 December 2013

Renungan Harian, 29 Desember 2013 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: Ia akan disebut Orang Nazaret. (Mat 2:19-23)

Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus. Mereka bukan orang kaya, hidupnya dalam kesulitan dan ketidak tenangan. Namun mereka kaya secara rohani, ini tampak dari iman mereka. Iman yang tanpa banyak bicara. Iman yang mendalam kepada Tuhan, hal itulah yang menyebabkan mereka menjadi Kudus. Kebersamaan mereka dalam iman adalah untuk melaksanakan perintah Tuhan. Dan mereka lakukan tanpa menawar atau mengeluh. Teladan iman ini yang perlu kita contoh. Agar kita jadi keluarga kudus yang baru.

Berbahagialah orang yang takwa dan hidup menurut perintah Allah. (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

19 Sesudah Herodes meninggal, ketika Yusuf masih di Mesir seorang malaikat Tuhan menampakkan diri lagi kepada Yusuf di dalam mimpi.
20  Malaikat itu berkata, “Orang-orang yang mau membunuh Anak itu sudah meninggal. Karena itu bangunlah, ambil Anak itu dengan ibu-Nya dan kembalilah ke Israel.”
21  Yusuf pun bangun, lalu membawa Anak itu dengan Maria kembali ke Israel.
22  Tetapi kemudian Yusuf mendengar bahwa Arkelaus, putra Herodes sudah menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Yudea. Jadi Yusuf takut pergi ke sana. Sesudah ia mendapat petunjuk Tuhan lebih lanjut dalam mimpi, ia pergi ke daerah Galilea.
23  Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: “Ia akan disebut Orang Nazaret.”

28 December 2013

Renungan Harian, 28 Desember 2013 – Pesta Kanak Kanak Suci, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. (Mat 2:13-18)

Hari ini kita merayakan Pesta Kanak kanak suci untuk memperingati ribuan anak yang dibunuh  oleh Herodes demi untuk melenyapkan Yesus. Herodes tidak dapat melihat terang dari kelahiran Yesus, meski sudah diberitahu oleh para Majus, hatinya gelap, penuh nafsu jahat untuk berkuasa dan membunuh. Ia tidak bermaksud menyembah Tuhan, melainkan memadamkan terang itu. Tapi terang itu tidak terpadamkan. Kita pun telah menerimanya. Mari kita berjalan dalam terang kasih Tuhan, dan biarkan terang itu mengusir segala kegelapan dari hidup kita.

Kita seperti burung yang lepas dari jerat pemburu, jerat itu sudah putus, dan kita pun lepas! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah ahli-ahli bintang itu berangkat, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf di dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Herodes bermaksud mencari Anak itu untuk membunuh Dia. Karena itu bangunlah, bawalah Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir. Tinggallah di sana sampai Aku berbicara lagi kepadamu.”
14  Yusuf bangun, dan malam itu juga ia membawa Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir.
15  Mereka tinggal di sana sampai Herodes meninggal. Demikian terjadilah apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, begini, “Aku memanggil Anak-Ku dari Mesir.”†
16 Ketika Herodes tahu bahwa ahli-ahli bintang dari Timur itu menipunya, ia marah sekali. Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. Itu cocok dengan keterangan yang didapatnya dari ahli-ahli bintang itu tentang saatnya bintang itu kelihatan.
17  Demikianlah terjadi apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Yeremia, yaitu,
18  ”Di Rama terdengar suara ratapan, keluhan serta tangisan. Rahel meratapi anak-anaknya; ia tak mau dihibur sebab mereka sudah tiada.”†

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress