Renungan Harian

26 August 2013

Renungan Harian, 26 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik (Mat 23:13-22)

Kita semua tidak jarang berbuat munafik. Rajin ke gereja dan berdoa, tetapi dibalik tindakan-tindakan lahiriah kita itu, terselubung motif-motif untuk mengelabui orang. Yesus tidak melihat tindakan-tindakan lahiriah kita dalam hal rohani itu, tetapi melihat isi hati kita. Tiada yang tersembunyi bagi Dia. Kita juga senang kalau orang lain masuk Katolik. Bahkan sering juga kita menarik orang supaya masuk Katolik. Tetapi setelah menjadi Katolik, apakah kita mendampingi mereka dan memberi contoh yang baik kepada mereka? Mari kita berlaku jujur, dan mohon ampun serta bertobat.

Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. (Mzm 149:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
14  (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)
15  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
16  Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
17  Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
18  Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
19  Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
20  Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
21  Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
22  Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

23 August 2013

Renungan Harian, 23 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (Mat 22:34-40)

Bila kita berhasil menghidupi sabda Yesus hari ini, hidup kita akan terasa lebih indah. Surga tidak akan jauh dari kehidupan kita, bila ada kasih. Tapi, harus kita akui dengan jujur bahwa tidak mudah untuk mewujudkan Sabda Yesus ini. Banyak tantangan harus kita lewati. Kita harus berani mengalahkan perasaan, pikiran dan bahkan kehendak kita sendiri. Untuk itu, kita hendaknya selalu terbuka terhadap kehadiran dan bimbingan Roh Kudus agar kita mampu hidup dalam kasih.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm 146:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36  ”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

22 August 2013

Renungan Harian, 22 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. (Mat 22:1-14)

Undangan Tuhan pertama-tama adalah soal keselamatan yang ditawarkan Tuhan kepada siapapun. Untuk masuk dalam perjamuan Tuhan diharapkan kita berpakaian pantas yaitu “melakukan kasih pada sesama” Karena itu, siapapun yang menanggapi undangan Tuhan dengan sungguh-sungguh akan beroleh keselamatan. Sebaliknya, orang yang menolak undangan Tuhan akan kehilangan keselamatan yang ditawarkan-Nya. Dan ternyata, memang banyak yang diundang, tetapi hanya sedikit yang mau datang.

“Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; (Mzm 40:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2  ”Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
4  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
5  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
6  dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
7  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
9  Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
10  Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
11  Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
12  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

21 August 2013

Renungan Harian, 21 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Pius X, Paus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Mat 20:1-16a)

Ada istilah Latin, “Suum quique tribuere”, artinya, berikanlah apa yang menjadi hak orang. Kita harus tetap berlaku adil terhadap sesama dan Tuhan. Ini salah satu keutamaan yang harus diperjuangkan. Bila kita mencermati hari-hari hidup kita, sebetulnya kita harus malu. Terlalu sering kita menuntut hak kita. Selama ini kita lebih banyak mengalami kasih daripada berbuat jasa. Kita mengeluh ini dan itu, sambil melihat banyak hal dengan kacamata adil atau tidak adil semata. Bukankah Allah selalu bertindak terhadap kita melebihi rasa keadilan?

TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! (Mzm 21:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2  Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
5  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6  Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
7  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
8  Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
9  Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
10  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
11  Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
12  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
13  Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
15  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
16  Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

20 August 2013

Renungan Harian, 20 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Bernardus dari Clairvaux, Abas dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (Mat 19:23-30)

Yang dapat diselamatkan ialah mereka yang takut akan Tuhan. Menurut St. Bernardus yang kita peringati hari ini, “Orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap temannya sendiri telah kehilangan takut akan Tuhan.” Seperti St. Bernardus, dia meninggalkan kekayaan duniawi, untuk memperoleh kekayaan rohani. Kekayaan rohani inilah yang menjadi senjata untuk melayani sesama dengan sepenuh hati. Semua ini terjadi, karena percaya akan bimbingan Roh Kudus. Pesan kenabian St. Bernardus ini perlu kita tanggapi dengan mau berbagi. Inilah cara untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan lengkap hari ini ;

23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
27  Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
28  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29  Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30  Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

19 August 2013

Renungan Harian, 19 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin” (Mat 19:16-22)

Ternyata, kehidupan sempurna itu tidak ditentukan oleh harta milik, tetapi oleh iman akan Allah. Orang yang beriman kepada Allah selalu perduli pada sesamanya yang terdesak kebutuhannya. Sayang, orang muda itu tidak berani mengambil resiko iman,menjual segala miliknya. Bagaimana dengan kita semua?

Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar Mzm 106:45

Bacaan lengkap hari ini :

16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

17 August 2013

Renungan Harian, 17 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. (Mat 22:15-21)

Orang-orang Farisi mau menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang politik. Kata pengantar itu bagi mereka mungkin hanya basa basi, tapi mengandung kebenaran yang dalam. Seandainya semua orang Indonesia dari pimpinan yang tertinggi sampai tukang mencabut rumput itu orang jujur, tidak takut kepada siapa pun sebab tidak mencari muka, betapa sejahteranya negara kita ini. Maka kita tidak lagi berbondong-bondong pergi mencari nafkah di negeri orang. Tidak ada pengemis atau gelandangan. Semua hidup makmur dan sejahtera di negeri yang kaya raya ini. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. (Mzm 101:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

16 August 2013

Renungan Harian, 16 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Mat 19:3-12)

Memang sangat berat untuk mempertahankan suatu perkawinan. Allah mengetahui kekuatan dan kelemahan kita. Dia telah memberi kepercayaan dengan memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan kita. Allah senantiasa mendampingi kita, terlebih pada saat yang paling sulit. Apabila kita telah menerima panggilan untuk hidup sebagai suami isteri, maka kita harus mempertanggung jawabkannya kepada Allah. Mari kita senantiasa mohon bimbingan Roh Kudus agar Dia menerangi perjalanan hidup kita sehingga dapat setia sampai mati.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 136:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”
4  Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
5  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
6  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
7  Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
8  Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
9  Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”
10  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”
11  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12  Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

15 August 2013

Renungan Harian, 15 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:21-19:1)

Yesus mengundang kita untuk menghayati pengampunan dalam hidup sehari-hari. Pengampunan harus kita lakukan tanpa batas. Memang berat, apalagi kalau sesama atau saudara kita telah banyak menyakiti dan mengecewakan kita. Pengampunan tanpa batas ini begitu penting, karena jika tidak demikian, pengampunan yang diberikan Allah kepada kita akan ditarik kembali. Orang yang tidak mengampuni dikucilkan dari belas kasih Allah. Singkatnya, pengampunan harus kita berikan dengan segenap hati dan tanpa batas, jika kita ingin menerima pengampunan Tuhan.

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, (Mzm 114:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”
1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

14 August 2013

Renungan Harian, 14 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai”. (Mat 18:15-20)

St. Maximilianus Kolbe yang kita rayakan peringatannya hari ini adalah seorang jurnalis penentang Nazi. Dengan lantang dan terus terang, ia mengkritik kebobrokan Nazi. Akibatnya dia disuntik mati di kamp Auschwitz, Polandia. Jadi, apa yang benar katakanlah dengan benar; dan apa yang salah katakan salah. Kesalahan patut dikoreksi dalam suasana persaudaraan, bukan untuk digunjingkan, tetapi jika yang dikoreksi menolak, maka anggaplah dia tidak mengenal Allah. Itulah gaya hidup Kristiani.

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mzm 66:8-9)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress