Renungan Harian

9 February 2014

Renungan Harian, 9 Februari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat 5:13-16)

Orang Kristiani adalah terang dunia! Mereka adalah pribadi pencerah, yakni orang-orang yang membawa pencerahan dunia. Orang Kristiani bukan hanya mengurung diri dikamar, tetapi harus tampil ditengah masyarakat, bukan sekedar demi “penampilan”, melainkan agar masyarakat sekita melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Allah. Orang Kristiani harus menjadi pendorong utama bagi setiap orang untuk menjadi abdi Allah.

Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. (Mzm 112:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

26 January 2014

Renungan Harian, 26 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali (Mat 4:12-23)

emi keselamatan nyawa-Nya, Yesus meninggalkan Nazareth. Dan sejak saat itu Yesus memberitakan pertobatan. Yesus memulai karya-Nya justru didaerah yang tidak mengenal Allah. Dari hal ini jelas bahwa keselamatan bukan untuk orang Yahudi saja, tapi untuk segala bangsa dimuka bumi. Tindakan Yesus untuk meninggalkan Nazareth, bisa menjadi inspirasi bagi para pewarta untuk berani meninggalkan kemapanan hidup dan menyongsong tantangan baru. Peralihan inilah yang sering menuntut pengorbanan. Sayangnya, pengorbanan sering dihindari oleh banyak orang yang mengaku beriman.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 26:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21  Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22  dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

17 January 2014

Renungan Harian, 17 Januari 2014 – Peringatan Wajib Santo Antonius Abas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Mat 19:16-26)

Yang penting bagi kita ialah kesadaran bahwa menjadi sempurna bukan hal yang mustahil. Masuk kerajaan Allah adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia semata. Pertanyaan penting bagi kita adalah mampukah kita bekerja sama dengan rahmat Allah untuk membebaskan diri kita dari himpitan kekayaan, sehingga dapat mencapai kesempurnaan?

Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. (Mzm 88:25)

Bacaan Lengkap hari ini :

dari situ.
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

12 January 2014

Renungan Harian, 12 Januari 2014 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:13-17)

Yesus merendahkan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes. Sebagai orang yang sudah dibaptis, beranikah kita merendahkan diri demi pelayanan sesama? Pelayanan itu bukan berarti menjadi “pembantu”, “pesuruh”, “petugas”, tetapi setiap tindakan yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama, itulah pelayanan. Sudahkah semua hal yang anda lakukan dalam bidang apa pun menjadi sarana kesejahteraan dan kemajuan bersama? Baptisan memberikan kewajiban kepada kita semua.

Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! (Mzm 29:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
14  Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

6 January 2014

Renungan Harian, 6 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:12-17.23-25)

Kita dipanggil untuk selalu bertobat, sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Panggilan pertobatan ini mengandaikan kita mau mendengarkan pewartaan Injil dan merenungkannya. Bukan hanya mengejar kesembuhan. Kita bertobat dari motivasi duniawi itu menuju manusia Allah yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, kita harus mengajak banyak orang untuk datang kepada Yesus dan menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka. Kita diutus menjadi saksi-Nya agar makin banyak yang bertekun didalam iman.

Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; (Mzm 7:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
24  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
25  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan

29 December 2013

Renungan Harian, 29 Desember 2013 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: Ia akan disebut Orang Nazaret. (Mat 2:19-23)

Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus. Mereka bukan orang kaya, hidupnya dalam kesulitan dan ketidak tenangan. Namun mereka kaya secara rohani, ini tampak dari iman mereka. Iman yang tanpa banyak bicara. Iman yang mendalam kepada Tuhan, hal itulah yang menyebabkan mereka menjadi Kudus. Kebersamaan mereka dalam iman adalah untuk melaksanakan perintah Tuhan. Dan mereka lakukan tanpa menawar atau mengeluh. Teladan iman ini yang perlu kita contoh. Agar kita jadi keluarga kudus yang baru.

Berbahagialah orang yang takwa dan hidup menurut perintah Allah. (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

19 Sesudah Herodes meninggal, ketika Yusuf masih di Mesir seorang malaikat Tuhan menampakkan diri lagi kepada Yusuf di dalam mimpi.
20  Malaikat itu berkata, “Orang-orang yang mau membunuh Anak itu sudah meninggal. Karena itu bangunlah, ambil Anak itu dengan ibu-Nya dan kembalilah ke Israel.”
21  Yusuf pun bangun, lalu membawa Anak itu dengan Maria kembali ke Israel.
22  Tetapi kemudian Yusuf mendengar bahwa Arkelaus, putra Herodes sudah menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Yudea. Jadi Yusuf takut pergi ke sana. Sesudah ia mendapat petunjuk Tuhan lebih lanjut dalam mimpi, ia pergi ke daerah Galilea.
23  Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: “Ia akan disebut Orang Nazaret.”

28 December 2013

Renungan Harian, 28 Desember 2013 – Pesta Kanak Kanak Suci, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. (Mat 2:13-18)

Hari ini kita merayakan Pesta Kanak kanak suci untuk memperingati ribuan anak yang dibunuh  oleh Herodes demi untuk melenyapkan Yesus. Herodes tidak dapat melihat terang dari kelahiran Yesus, meski sudah diberitahu oleh para Majus, hatinya gelap, penuh nafsu jahat untuk berkuasa dan membunuh. Ia tidak bermaksud menyembah Tuhan, melainkan memadamkan terang itu. Tapi terang itu tidak terpadamkan. Kita pun telah menerimanya. Mari kita berjalan dalam terang kasih Tuhan, dan biarkan terang itu mengusir segala kegelapan dari hidup kita.

Kita seperti burung yang lepas dari jerat pemburu, jerat itu sudah putus, dan kita pun lepas! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah ahli-ahli bintang itu berangkat, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf di dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Herodes bermaksud mencari Anak itu untuk membunuh Dia. Karena itu bangunlah, bawalah Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir. Tinggallah di sana sampai Aku berbicara lagi kepadamu.”
14  Yusuf bangun, dan malam itu juga ia membawa Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir.
15  Mereka tinggal di sana sampai Herodes meninggal. Demikian terjadilah apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, begini, “Aku memanggil Anak-Ku dari Mesir.”†
16 Ketika Herodes tahu bahwa ahli-ahli bintang dari Timur itu menipunya, ia marah sekali. Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. Itu cocok dengan keterangan yang didapatnya dari ahli-ahli bintang itu tentang saatnya bintang itu kelihatan.
17  Demikianlah terjadi apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Yeremia, yaitu,
18  ”Di Rama terdengar suara ratapan, keluhan serta tangisan. Rahel meratapi anak-anaknya; ia tak mau dihibur sebab mereka sudah tiada.”†

26 December 2013

Renungan Harian, 26 Desember 2013 – Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:17-22)

Hari ini kita merayakan St. Stefanus, martir pertama orang Kristen. Didunia modern saat ini, masih adakah orang yang mengejar kemartiran sebagai benih pewartaan? Adakah orang yang mau menumpahkan darah demi iman sementara ada banyak tawaran untuk menjadi sukses? Martirisme masih ada tetapi dalam bentuk yang berbeda. Menjadi martir modern berarti mengambil jalan berbatu disaat semua memilih jalan tol, karena harus siap untuk diejek, dihina, siap untuk kalah dan disingkirkan karena menjadi pengikut Kristus.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat

22 December 2013

Renungan Harian, 22 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Mat 1:18-24)

Keputusan Yusuf untuk menceraikan Maria dicegah oleh Allah. Melalui malaikatNya, Yusuf diberitahu tentang rahasia besar rencana Tuhan. Hanya karena imannya kepada Allah, Yesus menjadi tidak bimbang dan bingung. Dengan mantap ia mengambil maria sebagai isteri. Sebagai umat beriman kita juga dipanggil untuk mempersiapkan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa hidup kita. Panggilan yang tidak mudah dan penuh resiko. Beriman berarti ada kesediaan hati untuk mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” (Mzm 24:3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

18 December 2013

Renungan Harian, 18 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Teladanilah sikap St. Yusuf dalam menghadapi masalah. Berpikiran jernih dan tenang. Ketenangan akan membuat kita berani menghadapi masalah dan tidak lari dari kesulitan. Kalau kita belajar memberi tempat pada ketenangan, maka kita mampu mendengar suara Tuhan. Tuhan berbisik setiap saat, namun hanya dalam hati yang tenang, jernih dan pasrah, orang mampu mendengarkan bisikan Tuhan. Maka, hilangkan hati yang galau dan emosional. Mari kita berdoa agar dalam masa Adven ini diberi rahmat ketenangan hati, pikiran dan perasaan.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! (Mzm 72:2-3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress