Renungan Harian

6 January 2014

Renungan Harian, 6 Januari 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat 4:12-17.23-25)

Kita dipanggil untuk selalu bertobat, sebab Kerajaan Surga sudah dekat. Panggilan pertobatan ini mengandaikan kita mau mendengarkan pewartaan Injil dan merenungkannya. Bukan hanya mengejar kesembuhan. Kita bertobat dari motivasi duniawi itu menuju manusia Allah yang sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, kita harus mengajak banyak orang untuk datang kepada Yesus dan menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka. Kita diutus menjadi saksi-Nya agar makin banyak yang bertekun didalam iman.

Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; (Mzm 7:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
13  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
14  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
15  ”Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,  — 
16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
24  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
25  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan

29 December 2013

Renungan Harian, 29 Desember 2013 – Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yusuf

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: Ia akan disebut Orang Nazaret. (Mat 2:19-23)

Hari ini kita rayakan Pesta Keluarga Kudus. Mereka bukan orang kaya, hidupnya dalam kesulitan dan ketidak tenangan. Namun mereka kaya secara rohani, ini tampak dari iman mereka. Iman yang tanpa banyak bicara. Iman yang mendalam kepada Tuhan, hal itulah yang menyebabkan mereka menjadi Kudus. Kebersamaan mereka dalam iman adalah untuk melaksanakan perintah Tuhan. Dan mereka lakukan tanpa menawar atau mengeluh. Teladan iman ini yang perlu kita contoh. Agar kita jadi keluarga kudus yang baru.

Berbahagialah orang yang takwa dan hidup menurut perintah Allah. (Mzm 128:1)

Bacaan Lengkap hari ini:

19 Sesudah Herodes meninggal, ketika Yusuf masih di Mesir seorang malaikat Tuhan menampakkan diri lagi kepada Yusuf di dalam mimpi.
20  Malaikat itu berkata, “Orang-orang yang mau membunuh Anak itu sudah meninggal. Karena itu bangunlah, ambil Anak itu dengan ibu-Nya dan kembalilah ke Israel.”
21  Yusuf pun bangun, lalu membawa Anak itu dengan Maria kembali ke Israel.
22  Tetapi kemudian Yusuf mendengar bahwa Arkelaus, putra Herodes sudah menggantikan ayahnya menjadi raja negeri Yudea. Jadi Yusuf takut pergi ke sana. Sesudah ia mendapat petunjuk Tuhan lebih lanjut dalam mimpi, ia pergi ke daerah Galilea.
23  Di situ ia tinggal di kota yang bernama Nazaret. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi mengenai Anak itu: “Ia akan disebut Orang Nazaret.”

28 December 2013

Renungan Harian, 28 Desember 2013 – Pesta Kanak Kanak Suci, Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. (Mat 2:13-18)

Hari ini kita merayakan Pesta Kanak kanak suci untuk memperingati ribuan anak yang dibunuh  oleh Herodes demi untuk melenyapkan Yesus. Herodes tidak dapat melihat terang dari kelahiran Yesus, meski sudah diberitahu oleh para Majus, hatinya gelap, penuh nafsu jahat untuk berkuasa dan membunuh. Ia tidak bermaksud menyembah Tuhan, melainkan memadamkan terang itu. Tapi terang itu tidak terpadamkan. Kita pun telah menerimanya. Mari kita berjalan dalam terang kasih Tuhan, dan biarkan terang itu mengusir segala kegelapan dari hidup kita.

Kita seperti burung yang lepas dari jerat pemburu, jerat itu sudah putus, dan kita pun lepas! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah ahli-ahli bintang itu berangkat, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf di dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Herodes bermaksud mencari Anak itu untuk membunuh Dia. Karena itu bangunlah, bawalah Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir. Tinggallah di sana sampai Aku berbicara lagi kepadamu.”
14  Yusuf bangun, dan malam itu juga ia membawa Anak itu dengan ibu-Nya mengungsi ke Mesir.
15  Mereka tinggal di sana sampai Herodes meninggal. Demikian terjadilah apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi-Nya, begini, “Aku memanggil Anak-Ku dari Mesir.”†
16 Ketika Herodes tahu bahwa ahli-ahli bintang dari Timur itu menipunya, ia marah sekali. Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. Itu cocok dengan keterangan yang didapatnya dari ahli-ahli bintang itu tentang saatnya bintang itu kelihatan.
17  Demikianlah terjadi apa yang pernah dikatakan oleh Nabi Yeremia, yaitu,
18  ”Di Rama terdengar suara ratapan, keluhan serta tangisan. Rahel meratapi anak-anaknya; ia tak mau dihibur sebab mereka sudah tiada.”†

26 December 2013

Renungan Harian, 26 Desember 2013 – Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:17-22)

Hari ini kita merayakan St. Stefanus, martir pertama orang Kristen. Didunia modern saat ini, masih adakah orang yang mengejar kemartiran sebagai benih pewartaan? Adakah orang yang mau menumpahkan darah demi iman sementara ada banyak tawaran untuk menjadi sukses? Martirisme masih ada tetapi dalam bentuk yang berbeda. Menjadi martir modern berarti mengambil jalan berbatu disaat semua memilih jalan tol, karena harus siap untuk diejek, dihina, siap untuk kalah dan disingkirkan karena menjadi pengikut Kristus.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mzm 31:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat

22 December 2013

Renungan Harian, 22 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Mat 1:18-24)

Keputusan Yusuf untuk menceraikan Maria dicegah oleh Allah. Melalui malaikatNya, Yusuf diberitahu tentang rahasia besar rencana Tuhan. Hanya karena imannya kepada Allah, Yesus menjadi tidak bimbang dan bingung. Dengan mantap ia mengambil maria sebagai isteri. Sebagai umat beriman kita juga dipanggil untuk mempersiapkan kehadiran Tuhan dalam segala peristiwa hidup kita. Panggilan yang tidak mudah dan penuh resiko. Beriman berarti ada kesediaan hati untuk mendengar dan melakukan kehendak Tuhan.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” (Mzm 24:3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

18 December 2013

Renungan Harian, 18 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:18-24)

Teladanilah sikap St. Yusuf dalam menghadapi masalah. Berpikiran jernih dan tenang. Ketenangan akan membuat kita berani menghadapi masalah dan tidak lari dari kesulitan. Kalau kita belajar memberi tempat pada ketenangan, maka kita mampu mendengar suara Tuhan. Tuhan berbisik setiap saat, namun hanya dalam hati yang tenang, jernih dan pasrah, orang mampu mendengarkan bisikan Tuhan. Maka, hilangkan hati yang galau dan emosional. Mari kita berdoa agar dalam masa Adven ini diberi rahmat ketenangan hati, pikiran dan perasaan.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! (Mzm 72:2-3)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
23  ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita.
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

17 December 2013

Renungan Harian, 17 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Mat 1:1-17)

Kedatangan Yesus yang akan kita rayakan pada hari Natal nanti; merupakan tindakan nyata bahwa Dia sungguh berbelas kasih pada manusia yang berdosa ini, karena Dia tidak hanya hidup sebagai manusia saja tetapi juga hidup sebagai Allah. Sifat Allah yang ada pada diri-Nya inilah yang membuat Yesus mampu selalu berbelas kasih pada siapa saja. Kecenderungan kita untuk kalah dan mengalah pada dosa, karena kita hanya hidup sebagai manusia. Kita lupa untuk menghidupi sifat keilahian yang sudah dianugerahkan kepada kita. Agar kita dapat meneladani Kristus.

Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. Mzm 72:17

Bacaan lengkap hari ini :

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2  Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
3  Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
4  Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
7  Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
8  Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
9  Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
10  Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
11  Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
12  Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
13  Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
14  Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
15  Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
17  Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

15 December 2013

Renungan Harian, 15 Desember 2013 – Minggu Adven III

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat” (Mat 11:2-11)

Pertanyaan murid murid Yohanes tidak langsung dijawab Yesus. Yesus malahan menegaskan agar Yohanes melihat sendiri karya karya dan mujizat yang Yesus lakukan. Dengan pernyataan tersebut, jati diri Yesus sebagai Mesias ditampilkan. Yesus lalu menegaskan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak diri-Nya. Kita sebagai murid-murid Yesus harus yakin bahwa dalam diri Yesus itulah Mesias yang kita nantikan, yang menjadi jaminan harapan dan keselamatan kita. Dalam diri-Nya, berkat Tuhan sungguh dicurahkan.

TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!  Mzm 146:10

Bacaan Lengkap hari ini :

2  Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
3  lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”
4  Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
5  orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
6  Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
8  Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
9  Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
10  Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
11  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

14 December 2013

Renungan Harian, 14 Desember 2013 – Peringatan Wajib Santo Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13)

Yohanes Pembaptis adalah “pembuka jalan” untuk Sang Mesias, dia meluruskan jalan Tuhan (Yoh 1:23). Hari ini adalah peringatan St. Yohanes dari Salib. Sebelum meninggal ia sempat memeluk Salib Tuhan sambil berdoa, “Kedalam tangan-Mu, kuserahkan rohku” Masa Adven adalah masa persiapan untuk membuka jalan lebar-lebar dalam hati kita bagi Yesus yang akan lahir. Kiranya Adven menjadi entry point bagi kita untuk berubah dalam penantian akan Tuhan.

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Mzm 80:3

Bacaan Lengkap hari ini :

10  Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?”
11  Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
12  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”
13  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

13 December 2013

Renungan Harian, 13 Desember 2013 – Peringatan Wajib Santa Lusia, Perawan dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. (Mat 11:16-19)

Tuhan minta, agar saat seruling ditiup, kita menari; saat kidung duka dinyanyikan, kita menangis. Ini suatu perumpamaan untuk menunjukkan hidup yang berpusat pada relasi dengan sipeniup seruling dan si penyanyi kidung. Nada-nada bisa kita temukan dalam kehidupan jika kita sungguh-sungguh terbuka pada kehadiran Tuhan. Inilah makna spiritualitas dalam pengertian sederhana, yakni hidup dalam kesadaran akan Tuhan, dimana dia menjadi pusat hidup kita. Dengan demikian apapun yang kita lakukan, semuanya dijiwai oleh Tuhan.

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mzm 1:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
17  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress