Renungan Harian

10 December 2013

Renungan Harian, 10 December 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:12-14)

Yang hilang, yang lemah dan yang sakit, lebih kita perhatikan daripada yang kuat dan sehat. Walaupun sebenarnya kita mencintai semuanya. Allah berbelas kasih yang luar biasa, Ia berusaha menyelamatkan mereka yang hilang, yang sakit untuk kembali kepada-Nya. Ia menghendaki agar anak-anak-Nya tidak ada yang hilang dan binasa. Yesus sendirilah Gembala kita yang baik. Ia datang kedunia untuk mencari domba yang tersesat. mari kita bersikap seperti Yesus, yang penuh pengertian menerima kembali dan mengampuni orang berdosa yang mau bertobat dan pulang kembali.

“TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.” (Mzm 96:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

12  “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.

8 December 2013

Renungan Harian, 8 Desember 2013 – Minggu Adven Kedua

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. (Mat 3:1-12)

Yohanes menekankan pertobatan hati, kedatangan Kerajaan Allah dan menghasilkan buah yang baik dan yang buruk. Jauh dari ambisi bersaing dengan Yesus. bagi kita pertobatan batin tak bisa ditawar lagi. Yohanes menyiapkan jalan bagi Tuhan dan juga bagi kita semua untuk memuliakan nama-Nya. Masa Adven perlu kita jadikan saat penelanjangan dan pengosongan diri dari semua kemunafikan kita. Siapkan hati untuk menjadi tempat bersemayam Sang Mesias.

Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! (Mzm 72:2)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
2  “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
3  Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”
4  Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
5  Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
6  Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
8  Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
9  Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
10  Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
11  Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
12  Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

6 December 2013

Renungan Harian, 6 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” (Mat 9:27-31)

Untuk mendapatkan rahmat kita diminta untuk melewati proses iman seperti dinyatakan oleh sibuta. Mereka tidak bisa melihat Yesus tetapi bisa mendengar dan merasakan kehadiran-Nya dan kuasa-Nya yang menyembuhkan. Disini iman kita ditantang, karena kita pun tidak melihat Yesus, namun apakah kita mampu merasakan kehadiran dan kuasa-Nya yang menyembuhkan di dalam setiap peristiwa hidup kita? Hidup beriman kita menjadi miskin jika kita membatasi diri untuk percaya kepada Yesus karena hal-hal besar saja dan kurang merasakan kehadiran-Nya dalam hidup se-hari-hari. Ya Tuhan kasihanilah kami yang kurang percaya!

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 27:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”
28  Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”
29  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
30  Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.”
31  Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

5 December 2013

Renungan Harian, 5 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. (Mat 7:21,24-27)

Orang yang bijaksana membangun hidupnya diatas dasar yang teguh yaitu firman Tuhan. Akibatnya, sebesar apapun cobaan hidup, persoalan keluarga dan goncangan dunia, imannya tetap kokoh, perjuangannya tetap teguh dan pengharapannya tetap hidup dalam Tuhan. Firman Tuhan hari ini membuka pikiran kita, untuk terus menjadi orang yang bijaksana, yang terus menerus melakukan firman Tuhan. Jangan kita bertanya sudah berapa banyak, betapa sering dan berapa dalam kita memahami firman Tuhan, tetapi hendaklah seperti yang dikatakan Rasul Yakobus, Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar. 

 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. (Mzm 118:26)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

4 December 2013

Renungan Harian, 4 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. (Mat 15:29-37)

Sukacita yang dari Tuhan dinampakkan dalam Injil hari ini. Tuhan Yesus menyatakan kuasa penyembuhan-Nya atas banyak orang sakit. Juga mereka yang kelaparan karena mengikuti yesus dikenyangkan hanya melalui 7 ketul roti dan beberapa ikan. Melalui Yesus, kita mau menerima semua pengalaman hidup kita engan sukacita. Dalam penderitaan dan kemalangan, Tuhan senantiasa hadir dan memberi peneguhan dan penghiburan, bahkan perjamuan di surga pun Dia siapkan bagi semua orang. Air mata saja Dia hapuskan, apalagi penderitaan dan kemalangan. Betapa agungnya Tuhan kita. Bersukacitalah!

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mzm 23:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

29 Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ.
30  Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
31  Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.
32  Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.”
33  Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?”
34  Kata Yesus kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada lagi beberapa ikan kecil.”
35  Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.
36  Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.
37  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.

2 December 2013

Renungan Harian, 2 Desember 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” (Mat 8:5-11)

Yesus memuji kepedulian yang ikhlas dari sang perwira untuk membantu sesama. Yesus memuji orang yang percaya dan membahasakan imannya dalam hidup sehari-hari. Orang demikian layak untuk apapun dalam hidupnya. Dia layak karena mengenal Tuhan, mencintai sesama dan membawa orang lain pada kesembuhan lahir dan batin. Dalam cinta kasih, kita layak untuk apapun. Tetapi dalam dosa dan keserakahan, siapapun tidak layak untuk apapun. Jadilah pribadi yang layak karena cinta kasih; dan hendaklah kasihmu tak tergoyahkan karena ditopang oleh imanmu.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” (Mzm 122:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
6  “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
7  Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
8  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
9  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
11  Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

1 December 2013

Renungan Harian, 1 Desember 2013 – Minggu Adven I

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Mat 24:37-44)

Setiap awal masa Adven kita diingatkan bahwa yang berkuasa atas alam semesta ini adalah Tuhan. Suatu hari, Yesus, Sang Anak Manusia, akan datang untuk menyatakan kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Atas rencana kedatangan-Nya, kita harus siap sedia. Selalu siap sedia berarti hidup dengan hati yang sepenuhnya terarah kepada Tuhan. dan hidup dalam kesadaran penuh bahwa waktu akhir hidup kita maupun akhir zaman ada di dalam tangan Tuhan. Dan yang terpenting, siap sedia membawa kita kepada hidup mulia. (Kol 3:1-4)

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” (Mzm122:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

37  “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
38  Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
39  dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
40  Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;
41  kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
42  Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
43  Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
44  Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

1 November 2013

Renungan Harian, 1 November 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat 5:1-12a)

Hari ini kita merayakan : hari raya semua orang kudus. Para kudus disurga adalah orang yang paling gembira dan berbahagia, karena kerinduan terdalam mereka, yaitu hidup bahagia disurga, telah terpenuhi. Mereka dapat memandang wajah Allah secara langsung. Semua kebahagiaan itu seharusnya menjadi kerinduan kita semua untuk ikut menjadi kudus. Kerinduan itu dapat kita penuhi dengan meneladani “Jalan Kecil” St. Teresia dari Liseux , yaitu kerendahan hati, kesederhanaan dan kepercayaan.

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” Mzm 24:3

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
2  Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3  “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4  Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
7  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
8  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
9  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, 

2 October 2013

Renungan Harian, 2 Oktober 2013 – Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. (Mat 18:1-5.10)

Di mata Tuhan kita itu sangat berharga. Oleh karena itu, Ia menjaga dan melindungi jiwa-raga kita dengan mengutus para malaikat-Nya. Sadarkah, bahwa hidup kita yang begitu berharga ini senantiasa dijaga oleh malaikat pelindung?

Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (Mzm 91:11)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

1 October 2013

Renungan Harian, 1 Oktober 2013 – Pesta Santa Theresia dari kanak kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” (Mat 18:1-5)

Seorang anak kecil tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Seorang anak kecil tidak mampu melakukan hal besar. St. Teresia yang kita rayakan pestanya hari ini menyadari hal itu, maka dia berkata, “Yesus tidak meminta hasil yang besar, melainkan penyerahan diri dan hati yang tahu berterimakasih.” Menjadi seperti anak kecil adalah jalan masuk kedalam Kerajaan Surga. Itulah yang dilakukan oleh St. Teresia, orang dewasa yang menghayati spiritualitas anak kecil.

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. (Mzm 131:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress