Renungan Harian

19 August 2013

Renungan Harian, 19 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin” (Mat 19:16-22)

Ternyata, kehidupan sempurna itu tidak ditentukan oleh harta milik, tetapi oleh iman akan Allah. Orang yang beriman kepada Allah selalu perduli pada sesamanya yang terdesak kebutuhannya. Sayang, orang muda itu tidak berani mengambil resiko iman,menjual segala miliknya. Bagaimana dengan kita semua?

Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar Mzm 106:45

Bacaan lengkap hari ini :

16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

17 August 2013

Renungan Harian, 17 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. (Mat 22:15-21)

Orang-orang Farisi mau menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang politik. Kata pengantar itu bagi mereka mungkin hanya basa basi, tapi mengandung kebenaran yang dalam. Seandainya semua orang Indonesia dari pimpinan yang tertinggi sampai tukang mencabut rumput itu orang jujur, tidak takut kepada siapa pun sebab tidak mencari muka, betapa sejahteranya negara kita ini. Maka kita tidak lagi berbondong-bondong pergi mencari nafkah di negeri orang. Tidak ada pengemis atau gelandangan. Semua hidup makmur dan sejahtera di negeri yang kaya raya ini. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. (Mzm 101:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

16 August 2013

Renungan Harian, 16 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Mat 19:3-12)

Memang sangat berat untuk mempertahankan suatu perkawinan. Allah mengetahui kekuatan dan kelemahan kita. Dia telah memberi kepercayaan dengan memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan kita. Allah senantiasa mendampingi kita, terlebih pada saat yang paling sulit. Apabila kita telah menerima panggilan untuk hidup sebagai suami isteri, maka kita harus mempertanggung jawabkannya kepada Allah. Mari kita senantiasa mohon bimbingan Roh Kudus agar Dia menerangi perjalanan hidup kita sehingga dapat setia sampai mati.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 136:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”
4  Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
5  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
6  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
7  Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
8  Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
9  Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”
10  Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.”
11  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12  Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

15 August 2013

Renungan Harian, 15 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:21-19:1)

Yesus mengundang kita untuk menghayati pengampunan dalam hidup sehari-hari. Pengampunan harus kita lakukan tanpa batas. Memang berat, apalagi kalau sesama atau saudara kita telah banyak menyakiti dan mengecewakan kita. Pengampunan tanpa batas ini begitu penting, karena jika tidak demikian, pengampunan yang diberikan Allah kepada kita akan ditarik kembali. Orang yang tidak mengampuni dikucilkan dari belas kasih Allah. Singkatnya, pengampunan harus kita berikan dengan segenap hati dan tanpa batas, jika kita ingin menerima pengampunan Tuhan.

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, (Mzm 114:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”
1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

14 August 2013

Renungan Harian, 14 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai”. (Mat 18:15-20)

St. Maximilianus Kolbe yang kita rayakan peringatannya hari ini adalah seorang jurnalis penentang Nazi. Dengan lantang dan terus terang, ia mengkritik kebobrokan Nazi. Akibatnya dia disuntik mati di kamp Auschwitz, Polandia. Jadi, apa yang benar katakanlah dengan benar; dan apa yang salah katakan salah. Kesalahan patut dikoreksi dalam suasana persaudaraan, bukan untuk digunjingkan, tetapi jika yang dikoreksi menolak, maka anggaplah dia tidak mengenal Allah. Itulah gaya hidup Kristiani.

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mzm 66:8-9)

Bacaan Lengkap hari ini :

15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

13 August 2013

Renungan Harian, 13 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga”. (Mat 18:1-5.10.12-14)

Upaya seseorang untuk kembali melaksanakan tugas hariannya dengan baik dan setia adalah bentuk pertobatan. Merendahkan diri berarti menerima peran hidup yang biasa, guru, karyawan, orang tua dan berbagai peran dengan tulus dan gembira. Dengan tampil apa adanya, tidak dibuat-buat, sederhana seperti anak, mengandalkan Tuhan, memegang tangan-Nya, ikut bimbingan-Nya sampai ke tujuan. Itulah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.

Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. (Ul 32:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10  Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
12  ”Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

12 August 2013

Renungan Harian, 12 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka (Mat 17:22-27)
Yesus menjelaskan kepada Petrus bahwa rakyat seharusnya bebas dari pajak. Walaupun begitu, Yesus menyuruh Petrus menangkap ikan untuk membayar pajak supaya tidak menjadi batu sandungan. Sungguh menarik cara Yesus: Ia tidak menjalankan keadilan dengan kaku. Ia tidak mencari ribut tapi menempuh jalan damai. Bagi kita yang hidup dalam masyarakat ada banyak hal yang membingungkan. Beberapa patokan: Jangan berbuat dosa atau kejahatan. Setiap waktu lakukan yang benar, berbuat baik, amalkan kasih, meski rugi. Jangan menjadi batu sandungan.

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
23  dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
25  Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
26  Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
27  Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

9 August 2013

Renungan Harian, 9 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”. (Mat 16:24-28)

Mewujudkan ajaran Yesus hari ini tidaklah mudah, karena sangat bertentangan dengan ajaran dunia. Salib menawarkan jalan penderitaan, sedangkan dunia menawarkan kemudahan, kemuliaan duniawi, kekayaan dan cinta diri. Apakah kita masih berani menyangkal diri di tengah tawaran kemajuan teknologi dan ilmpu pengetahuan yang memberi kemudahan? Masihkah kita sanggup memikul salib demi mahkota surgawi? Mari kita hayati salib hidup ini, mengikuti Kristus yang tersalib dengan tekun dan setia sepanjang hidup.

Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. (Mzm 77:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
25  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
26  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
27  Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
28  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

8 August 2013

Renungan Harian, 8 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mat 16:13-23)

Yesus sangat marah ketika Petrus mencoba menghalangi niat-Nya ke Yerusalem. Dengan cara ini, Yesus menggagalkan rencana iblis dan taat pada rencana Allah. Roh Kudus telah bersemayam dalam diri kita, maka kita harus berani membentak si iblis agar bisa luput dari cengkeramannya. Yesus telah berdoa bagi kita dan mengutus Roh Kudus bagi kita. Kita percaya, kuasa doa Yesus akan mengantar kita sebagai pemenang melawan niat jahat iblis.

Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu (Mzm 95:7-8a)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
20  Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
22  Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
23  Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

7 August 2013

Renungan Harian, 7 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Mat 15:21-28)

Ucapan Yesus sungguh menyakitkan bagi seorang ibu yang bukan dari suku Israel dan dianggap kafir, tetapi dia tidak putus asa meminta pertolongan Yesus. Dalam arti tertentu kita sering merasa seperti perempuan kafir itu, diabaikan, dilecehkan, dikecam, sehingga kita merasa tidak pantas datang pada Tuhan. Jangan berkecil hati. Belas kasih Yesus lebih besar dari apapun. Datanglah kepada yesus, dengan penuh iman. Teruslah mohon kepada-Nya. Keselamatan diberikan Allah bagi setiap orang yang percaya. Itu sudah terjadi, dan akan terjadi juga dalam hidup kita semua.

Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. (Mzm 106:45)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
22  Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
23  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”
24  Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
25  Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
26  Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
27  Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
28  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress