Renungan Harian

1 April 2013

Renungan Harian, 1 April 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. (Mat 28:8-15)

Kedua Maria dan penjaga kubur mempunyai cerita yang berbeda tentang kubur yang kosong. Cerita kedua wanita itu didasarkan pada perjumpaan mereka dengan Yesus yang bangkit. Cerita para penjaga kubur adalah isapan jempol Mahkamah Agama dan mereka dibayar untuk menyebarkan cerita bohong itu. Malaikat, utusan Allah, memberitakan apa yang sesungguhnya terjadi, bahwa Yesus telah bangkit. Berita inilah yang harus kita imani dan wartakan. Selamat Paskah!

Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. (Mzm 16:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

8  Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
10  Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
12  Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
13  dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
14  Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”
15  Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

27 March 2013

Renungan Harian, 27 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. (Mat 26:14-25)

Apa yang dilakukan Yudas bisa terjadi pada siapapun. Orang rela “menjual” iman akan Yesus hanya untuk mendapatkan pacar atau jabatan penting yang membuat orang menghormati karena jabatan yang dimilikinya. Orang sering menjadi tidak setia kepada Tuhan karena hal hal yang menyangkut soal uang, pacar, jabatan dan kepentingan lain. Uang sejatinya tidak jahat, tetapi dapat membuat kita menjadi berdosa dan melupakan kasih dan kebaikan Allah, jika kita tidak menggunakannya dengan benar! Mari kita menggunakan uang dengan bijak sembari menyadari kasih dan kebaikan Allah!

Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! (Mzm 69:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
15  Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
16  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
18  Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
19  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
20  Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
21  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
22  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”
23  Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
24  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
25  Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

19 March 2013

Renungan Harian, 19 Maret 2013 – Hari Raya Santo Yusuf, Suami Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Mat 1:16.18-21.24)

Para bapak keluarga perlu meneladan sikap dan karakter dari St. Yusuf yang kita peringati hari ini. Ia sungguh bijak, tulus dan taat pada kehendak Allah. Itulah wujud diri sebagai orang yang beriman. Segala sesuatu yang dilakukan tetap terarah pada rencana dan kehendak Allah. Kita menyadari bahwa St. Yusuf mau menjadi alat yang digunakan oleh Allah untuk melanjutkan karya kasih-Nya didunia ini. Inilah persembahan terindah pada Tuhan. ”

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. (Mzm 89:29)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
18 ¶  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

6 March 2013

Renungan Harian, 6 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Mat 5:17-19)

Hukum Taurat Tuhan bukanlah peraturan yang membebani orang dan memberatkan hidup. Sebaliknya merupakan jalan, pedoman atau pelita hidup yang menjadikan orang bijaksana dan berakal budi. Yesus menggenapi dan menyempurnakannya dengan hukum kasih. Mengasihi sesama bukan saja seperti mengasihi diri sendiri, tetapi seperti Yesus sendiri telah mengasihi kita. Itu berarti kasih yang memberi diri tanpa batas, sampai tetes darah terakhir demi keselamatan yang dikasihi. Dan Ia menunjukkan bahwa tidak ada orang yang tidak pantas dikasihi.

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! (Mzm 147:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
18  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
19  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

5 March 2013

Renungan Harian, 5 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. (Mat 18:21-35)

Baru saja hutangnya yang amat sangat banyak itu dihapuskan tanpa syarat oleh sang raja. Sekarang ia sampai hati memperlakukan kawannya dengan begitu keras padahal hutangnya cuma sedikit. Mengapa? Mungkin karena hatinya tidak mengenal terima kasih. Ia penuh perhitungan dan tidak tahu berbelas kasih. Perlu kerendahan hati untuk mengakui dan mensyukuri kebaikan-kebaikan yang kita terima. Barulah kita terdorong untuk bermurah hati juga kepada siapa saja karena kita sendiri telah menerima kemurahan hati.

Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. (Mzm 25:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

2 March 2013

Renungan Harian, 2 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” (Luk 15:1-3.11-32)

Yesus menampakkan wajah Allah yang menyayangi dan menghapuskan kesalahan-kesalahan umat-Nya sesuai dengan doa Mikha. Ia tidak melakukan-nya dari jauh dengan memberi perintah, melainkan terjun, menyatu, menjadi solider dan bersahabat dengan orang berdosa. Ia ikut memikul beban hidup dan nasib orang tersingkir. Ia membuat mereka mengalami kepedulian, belas kasihan, pengampunan, kesembuhan, kasih tanpa syarat. Dia menjadi tabib bagi orang yang sakit jiwa dan raganya. Kita dipanggil menjadi Kristus yang baru bagi zaman ini.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mzm 103:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

27 February 2013

Renungan Harian, 27 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. (Mat 20:17-28)

Keakraban anak anak Zebedeus dengan Yesus menyebabkan mereka menuntut sesuatu yang luar biasa. Yaitu agar bisa duduk disebelah kiri dan kanan Yesus. Seringkali kita juga menuntut Allah untuk mengabulkan doa doa kita. Padahal, apapun yang kita mohon, sepenuhnya adalah urusan dan hak Allah. Allah yang berhak menentukan mana yang terbaik untuk kita. Tugas kita sebagai orang beriman adalah terbuka dan pasrah pada kehendak Allah. Beranikah kita terbuka pada kehendak Allah?

Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! (Mzm 31:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
18  “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
19  Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
20  Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21  Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
22  Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
23  Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
24  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
26  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

23 February 2013

Renungan Harian, 23 Februari 2016

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:43-48)

Menurut iman kita, kesempurnaan itu akan mewujudkan diri dalam kasih. Sebab tidak ada kesempurnaan tanpa mengasihi. Mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang menganiaya adalah cara cara untuk menjadi sempurna. Berkat keduanya, kasih Allah sungguh nyata dalam hidup kita. Kasih Allah yang tanpa batas dan tanpa syarat terwujud melalui sikap dan tindakan kita. Karena itu, siapa yang ingin menjadi sempurna harus berani berjalan beriringan dengan kasih Allah. Karena kasih adalah satu satunya lilin kecil yang menerangi kegelapan perjalanan hidup kita.

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm 119:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

43  Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

22 February 2013

Renungan Harian, 22 Februari 2013 – Pesta Takhta Santo Petrus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Mat 16:13-19)

Kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri Petrus tidak menghalangi dia untuk semakin kuat dalam iman. Keterbukaan kepada kehendak Allah telah menyingkapkan pintu kasih dan rahmat Allah kepadanya. Pintu kasih dan rahmat itu menghantar dia untuk mengenal apa yang menjadi kehendak Allah pada dirinya. Disamping itu, juga menjadi kunci keteguhan dan kesetiaan akan imannya, akan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya. Semoga kerelaan hati, keteladanan diri dan pengabdian Rasul Petrus menjadi inspirasi bagi kita dalam menghayati iman dan melayani sesama.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

21 February 2013

Renungan Harian, 21 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Mat 7:7-12)

Doa adalah salah satu cara kita mendekati Allah. Doa mempunyai kekuatan gaib. Maka jangan kita berhenti berdoa dengan tekun. Juga kalau Tuhan sepertinya belum menjawab. Ia melakukan mujizat-Nya pada waktu yang berkenan pada-Nya. Atau Ia memberi kita sesuatu yang lebih baik yang sekarang belum kita sadari maknanya. Yang pasti, Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi kita.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12  “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress