Renungan Harian

5 March 2013

Renungan Harian, 5 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. (Mat 18:21-35)

Baru saja hutangnya yang amat sangat banyak itu dihapuskan tanpa syarat oleh sang raja. Sekarang ia sampai hati memperlakukan kawannya dengan begitu keras padahal hutangnya cuma sedikit. Mengapa? Mungkin karena hatinya tidak mengenal terima kasih. Ia penuh perhitungan dan tidak tahu berbelas kasih. Perlu kerendahan hati untuk mengakui dan mensyukuri kebaikan-kebaikan yang kita terima. Barulah kita terdorong untuk bermurah hati juga kepada siapa saja karena kita sendiri telah menerima kemurahan hati.

Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. (Mzm 25:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

2 March 2013

Renungan Harian, 2 Maret 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” (Luk 15:1-3.11-32)

Yesus menampakkan wajah Allah yang menyayangi dan menghapuskan kesalahan-kesalahan umat-Nya sesuai dengan doa Mikha. Ia tidak melakukan-nya dari jauh dengan memberi perintah, melainkan terjun, menyatu, menjadi solider dan bersahabat dengan orang berdosa. Ia ikut memikul beban hidup dan nasib orang tersingkir. Ia membuat mereka mengalami kepedulian, belas kasihan, pengampunan, kesembuhan, kasih tanpa syarat. Dia menjadi tabib bagi orang yang sakit jiwa dan raganya. Kita dipanggil menjadi Kristus yang baru bagi zaman ini.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mzm 103:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
3  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

27 February 2013

Renungan Harian, 27 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. (Mat 20:17-28)

Keakraban anak anak Zebedeus dengan Yesus menyebabkan mereka menuntut sesuatu yang luar biasa. Yaitu agar bisa duduk disebelah kiri dan kanan Yesus. Seringkali kita juga menuntut Allah untuk mengabulkan doa doa kita. Padahal, apapun yang kita mohon, sepenuhnya adalah urusan dan hak Allah. Allah yang berhak menentukan mana yang terbaik untuk kita. Tugas kita sebagai orang beriman adalah terbuka dan pasrah pada kehendak Allah. Beranikah kita terbuka pada kehendak Allah?

Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! (Mzm 31:16)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
18  “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
19  Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
20  Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21  Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
22  Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
23  Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
24  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
26  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

23 February 2013

Renungan Harian, 23 Februari 2016

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:43-48)

Menurut iman kita, kesempurnaan itu akan mewujudkan diri dalam kasih. Sebab tidak ada kesempurnaan tanpa mengasihi. Mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang menganiaya adalah cara cara untuk menjadi sempurna. Berkat keduanya, kasih Allah sungguh nyata dalam hidup kita. Kasih Allah yang tanpa batas dan tanpa syarat terwujud melalui sikap dan tindakan kita. Karena itu, siapa yang ingin menjadi sempurna harus berani berjalan beriringan dengan kasih Allah. Karena kasih adalah satu satunya lilin kecil yang menerangi kegelapan perjalanan hidup kita.

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm 119:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

43  Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

22 February 2013

Renungan Harian, 22 Februari 2013 – Pesta Takhta Santo Petrus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Mat 16:13-19)

Kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri Petrus tidak menghalangi dia untuk semakin kuat dalam iman. Keterbukaan kepada kehendak Allah telah menyingkapkan pintu kasih dan rahmat Allah kepadanya. Pintu kasih dan rahmat itu menghantar dia untuk mengenal apa yang menjadi kehendak Allah pada dirinya. Disamping itu, juga menjadi kunci keteguhan dan kesetiaan akan imannya, akan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya. Semoga kerelaan hati, keteladanan diri dan pengabdian Rasul Petrus menjadi inspirasi bagi kita dalam menghayati iman dan melayani sesama.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

21 February 2013

Renungan Harian, 21 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Mat 7:7-12)

Doa adalah salah satu cara kita mendekati Allah. Doa mempunyai kekuatan gaib. Maka jangan kita berhenti berdoa dengan tekun. Juga kalau Tuhan sepertinya belum menjawab. Ia melakukan mujizat-Nya pada waktu yang berkenan pada-Nya. Atau Ia memberi kita sesuatu yang lebih baik yang sekarang belum kita sadari maknanya. Yang pasti, Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi kita.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12  “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

19 February 2013

Renungan Harian, 19 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Mat 6:7-15)

Allah mengasihi kita tanpa syarat. Tapi Ia mengampuni kita dengan syarat. Syaratnya ialah bahwa kita mengampuni orang yang bersalah pada kita. Adakah orang yang belum saya ampuni? Ada yang berkata: “Sampai mati pun aku tak akan mengampuni dia”. Mungkin kita sendiri tidak mampu. Mohon kekuatan Tuhan untuk bisa mengampuni sambil menyadari bahwa dendam hanya merugikan diri kita sendiri, menjadi sumber penyakit, dan tidak merugikan orang yang telah menyakiti kita.

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu (Mzm 34:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
8  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

18 February 2013

Renungan Harian, 18 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan (Mat 25:31-36)

Cinta kasih seseorang menjadi tiket utama untuk masuk ke dalam kebahagiaan Tuhan disurga. Cinta kasih yang dimaksudkan adalah kebaikan kebaikan apa saja yang kita lakukan kepada sesama yang sangat menderita. Orang tidak hanya menderita lapar akan makanan untuk perut. Banyak yang lapar akan cinta, perhatian, tegur sapa, sentuhan, kunjungan, peneguhan. Kita percaya apa yang kita berikan kepada yang paling miskin dan tersingkir, kita berikan kepada Tuhan sendiri

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
32  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
33  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

15 February 2013

Renungan Harian, 15 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Mat 9:14-15)

Ada apa di balik perta-nyaan itu? Iri hati sebab mereka sebenarnya tidak suka puasa? Atau sikap tidak toleran: Kalau kami puasa kamu juga harus puasa? Bagi Yesus puasa bukan tujuan melainkan sarana. Bukan puasa demi puasa, tapi harus tahu kapan berpuasa dan untuk apa berpuasa. Dalam pesta pernikahan, mungkinkah para tamu menolak makan karena mereka sedang berpuasa? Puasa harus memungkinkan kita untuk lebih berbuat kasih, berbagi dengan murah hati, bertindak benar dan adil. Maka Tuhan hadir di tengah kita.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

Bacaan lengkap hari ini :

14  Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

13 February 2013

Renunga Harian, 13 Februari 2013 – Hari Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. (Mat 6:1-6,16-18)

Hari ini mulai masa Prapaskah, masa puasa selama 40 hari. Nabi Yoel bicara tentang puasa untuk bertobat, berbalik kepada Tuhan pengasih dan penyayang. Dunia kita semakin sekular: orang hidup seolah tidak ada Allah. Berbuat dosa tidak lagi menimbulkan rasa bersalah. Keserakahan semakin menjadi dengan pengrusakan alam. Kehidupan di bumi makin terancam. Dunia perlu bertobat agar jangan binasa oleh malapetaka akibat dosa-dosa kita. Puasa adalah satu bentuk pertobatan demi pembaharuan hidup.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mzm 51:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5  “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16  “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram, mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress