Renungan Harian

16 July 2013

Renungan Harian, 16 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! (Mat 11:20-24)

Berkali kali Yesus melakukan mujizat didepan orang banyak, tetapi mereka tetap menolak Yesus dalam artian tidak mau bertobat!. Hal ini adalah dosa serius, dosa ketegaran hati. Dosa yang lebih berat daripada tidak mengenal Allah. Kecaman Yesus menjadi model bagi kita untuk memperbaharui diri dalam iman akan Kristus sebagai penyelamat sepanjang hidup kita.

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! (Mzm 69:33)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
21  ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
23  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
24  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

15 July 2013

Renungan Harian, 15 Juli 2013 – Peringatan Wajib Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.(Mat 10:34-11:1)

Pernyataan itu mengejutkan. Bukankah Yesus datang untuk membawa damai? Benar. Ia memberi kita damai dan ingin semua orang hidup dalam damai. Tapi tidak semua orang menerima pesan Yesus dengan baik. Ada yang menerima, ada yang tidak. Orang yang tidak menerima mengangkat pedang untuk membunuh mereka yang menerima. Perpecahan itu bukan kehendak Tuhan, tapi merupakan konsekuensi dari reaksi orang yang berbeda-beda. Tuhan tidak pernah memaksa. Keselamatan ditawarkan. Berbahagialah mereka yang menerimanya.

Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Mzm 124:8

Bacaan lengkap hari ini :

34  ”Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
35  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
36  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
37  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
38  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
39  Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
40  Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
41  Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
42  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

13 July 2013

Renungan Harian, 13 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Seorang murid tidak lebih daripada gurunya. (Mat 10:24-33)

Yesus tidak selalu diterima dan dihormati oleh pendengar-Nya. Ia datang untuk membawa terang kebenaran. Tapi ada yang lebih suka tinggal dalam kegelapan. Mereka berusaha memadamkan terang itu karena mengganggu. Akhirnya Yesus pembawa kebaikan dan kebenaran  dibunuh di kayu salib. Namun terang-Nya tidak bisa dipadamkan. Setiap murid Yesus dipanggil menjadi terang. Tapi di mana saja dan kapan saja selalu ada orang yang tidak menyukai terang itu. Maka di sepanjang sejarah Gereja, murid-murid Yesus yang menjadi saksi kebaikan dan kebenaran pun berguguran.

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Mzm 105:4

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
25  Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
26  Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
27  Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
28  Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
29  Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30  Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
31  Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
32  Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
33  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

12 July 2013

Renungan Harian, 12 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:16-23)

Memelihara kesetiaan kepada Tuhan itu sangat sulit dan berat. Banyak tantangannya. Kita mesti menyangkal diri, siap untuk mengalahkan kehendak diri sendiri. Menahan diri dari kesenangan dan kenikmatan duniawi. Kita biasanya cenderung menghindari penderitaan dan beban. Kita lebih memilih hal-hal yang menguntungkan dan menyenangkan. Padahal, penyangkalan diri menjadi sarana ampuh untuk makin memurnikan hidup kita sehingga menjadi persembahan yang sempurna kepada Allah. Percayalah, Allah akan selalu mendampingi perjuangan hidup kita.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Mzm 37:39

Bacaan lengkap hari ini :

16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
23  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

11 July 2013

Renungan Harian, 11 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

bangkitkanlah orang mati (Mat 10:7-15)
Kuasa menghidupkan orang mati fisik tentu ada di tangan Tuhan. Tetapi kematian mental dan kematian rohani bukan mustahil untuk dihidupkan kembali. Kita bisa menghidupkan orang yang mati mentalnya dengan memberi perhatian, peneguhan, hiburan, motivasi untuk menggali potensinya sehingga ia merasa berharga. Kita juga bisa mengajak orang yang mati rohaninya untuk datang ke Gereja, persekutuan doa, pendalaman iman. Sungguh amanat untuk menghidupkan orang mati ( mental dan rohani) itu sungguh mulia. Mari kita laksanakan dengan sukacita.

Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, (Mzm 105:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
12  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
13  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
14  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

10 July 2013

Renungan Harian, 10 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus (Mat 10:1-7)

Keluarga, masyarakat, negara dan Gereja membutuhkan orang-orang yang bijaksana dalam kepemimpinan dan pelayanan. Banyak orang pandai, namun tidak dapat melayani. Yang dibutuhkan adalah orang yang mampu menggunakan pikiran dan hati, agar dapat melayani dengan bijaksana. Kita butuh kepemimpinan seperti Yesus, yang tidak terpengaruh oleh kepentingan manapun. Bahkan setiap orang dimuka bumi merindukan pribadi seperti Yesus.Semoga kita menjadi Sumber Daya Manusia seperti para Rasul yang diutus Yesus.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (Mzm 33:18)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
2  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
3  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
4  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

9 July 2013

Renungan Harian, 9 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka (Mat 9:32-38)

Saya ingat saat berada dalam kerumunan orang banyak dan mengamati wajah orang-orang. Ada apa di balik wajah itu? Ada yang kelihatan puas dan bahagia. Ada juga yang kelihatan susah, terbeban dan kuatir. Bagaimana perasaan saya melihat orang yang susah? Barangkali saya seperti orang banyak yang tidak peduli. Tapi Yesus beda. Ia melihat mereka letih dan lesu, terombang-ambing tanpa pemimpin yang baik. Ia datang sebagai Gembala yang baik, memberi mereka hidup,  hidup berkelimpahan. Sudahkah saya mohon hidup baru itu dari Yesus?

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mzm 17:15)

32  Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
33  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”
34  Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”
35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
36  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
37  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
38  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

8 July 2013

Renungan Harian, 8 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” (Mat 9:18-26)

Yesus, Hamba yang menderita, tahu arti penderitaan. Yesus penuh kasih pada orang yang menderita. Inilah yang membuat orang beriman berani mendekat dan menjamah jubah-Nya. Inilah yang membuat banyak orang percaya, anaknya tidak mati tapi tidur. Yesus menjamah mereka dan sanggup membangunkannya kembali. Seorang beriman sering melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Tapi, itu bukan perbuatan tidak waras. Bila iman dan kasih telah berpadu, keselamatan datang menyongsong. Itulah buah iman dan kasih.

“Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mzm 91:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
19  Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
20  Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21  Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
22  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
23  Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
24  berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.
25  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
26  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

6 July 2013

Renungan Harian, 6 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? (Mat 9:14-17)

Yesus ingin kita hidup sempurna seperti Bapa. Apa maksudnya? Bukan hidup sebagai pertapa yang berpuasa terus menerus. Puasa itu baik di tempat dan pada waktu yang cocok. Orang tidak berpuasa waktu diadakan pesta. Saat Yesus datang ke tengah umat-Nya, itulah pesta. Itulah saat membuka diri untuk menyambut Sang Mempelai dan menerima kabar baik yang Ia sampaikan. Perihal puasa, nanti ada waktunya. Yesus mengajak kita bertindak atas dasar kasih. Kasih tidak fanatik. Untuk segala-nya ada waktunya.

Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! Mzm (135:3)

Bacaan Lengakp hari ini :

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
16  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
17  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

5 July 2013

Renungan Harian, 5 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan (Mat 9:9-13)

Orang Israel suka mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan untuk mohon ampun atau anugerah lain. Tetapi kehidupan mereka jauh dari kasih Tuhan dan kasih sesama. Yesus mengutip ucapan nabi Hosea (Hos 6:6) sebab, di zaman Yesus pun perilaku orang masih sama seperti di zaman Hosea (750 SM) . Yesus sebagai Putra Bapa, paling mengenal hati Bapa. Ia menunjukkan apa yang sungguh berkenan kepada Bapa, yaitu menunjukkan kasih dan belaskasih kepada sesama. Yesus merangkul orang berdosa supaya mereka bertobat dan diselamatkan.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 106:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress