Renungan Harian

27 July 2013

Renungan Harian, 27 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (Mat 13:24-30)

Jika ladang ini adalah dunia dimana kita tinggal dan gandum adalah kebaikan yang ditanam Allah, sedangkan lalang adalah segala kejahatan yang ada didunia ini. Itu berarti dimanapun kita berada, kejahatan selalu ada. Bisakah kita memberantas kejahatan itu? Kata Yesus, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai” Pada waktu menuai, gandum, atau orang yang telah berbuat kebajikan akan bangkit untuk hidup yang kekal dan lalang, atau orang yang telah berbuat jahat akan dibakar atau dihukum. Mari kita hidup sebagai gandum yang baik.

Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Mzm 50:14

Bacaan Lengkap hari ini :

24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
25  Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
26  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
27  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
28  Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
29  Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

26 July 2013

Renungan Harian, 26 Juli 2013 – Peringatan Wajib Santo Yoakim dan Santa Anna, orangtua Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Mat 13:16-17)

Kita juga adalah orang-orang yang berbahagia karena mendapat kesempatan untuk mendengarkan dan melihat keselamatan itu. Kita telah mendengar kabar tentang kasih. Kita telah mendengar kabar gembira tentang pengampunan. Kita telah mendengar kabar gembira tentang berkorban. Adakah kabar gembira itu telah mengubah hidup kita? Adakah sabda-sabda Yesus itu telah membuat kita menjadi orang-orang yang mengasihi, mengampuni dan berkorban?

Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; (Mzm 132:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

25 July 2013

Renungan Harian, 25 Juli 2013 – Hari Raya Santo Yakobus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. (Mat 20:20-28)

Yesus berkata: Apa saja yang kamu minta atas nama-Ku, akan diberikan kepadamu. Maka dengan besar hati ibu Yakobus dan Yohanes mohon tempat kehormatan bagi kedua anaknya. Dari jawaban Yesus kita belajar bahwa tidak semua permintaan akan dikabulkan. Tuhan tahu apa yang terbaik buat keselamatan kita. Bila yang kita minta tidak sesuai dengan hati Allah, tak berguna bahkan mencelakakan kita, tak akan diberi. Tapi Tuhan dalam kebaikan-Nya akan mengganti permintaan kita dengan yang lebih baik. Jadi janganlah kita takut meminta, sambil berusaha semakin mengenal hati Allah dan apa yang berkenan pada-Nya.

 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Mzm 126:5

Bacaan Lengkap hari ini :

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21  Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
22  Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
23  Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
24  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
26  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

24 July 2013

Renungan Harian, 24 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” (Mat 13:1-9)

Kita masing-masing adalah penabur benih iman. Benihnya akan jatuh diatas batu, jalanan, semak duri, bahkan dimakan burung setiap kali kita terjun bebas kedalam dosa. Namun benih akan bertumbuh subur saat kita mampu mawas diri dan disadarkan untuk bangkit kembali setiap kali terjun bebas dalam dosa. Benih tetap mempunyai makna dimanapun ia berada, bahkan yang lenyap sekalipun, karena akan menjadi sebuah pengajaran dan pencerahan bagi kita yang berjuang dengan iman yang kita miliki.

dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; (Mzm 78:24b)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
2  Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
3  Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4  Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
9  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

23 July 2013

Renungan Harian, 23 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mat 12:46-50)

Yesus membawa tatanan baru. Ia mendirikan keluarga baru Umat Allah. Keluarganya bukan didasarkan atas hubungan darah. Yang mengikat kita sebagai saudara bukan keluarga, kesamaan suku atau bangsa, melainkan iman yang membuat kita mendengarkan dan melakukan kehendak Bapa di surga. Dengan pemahaman ini, akhirnya kita dapat membangun persaudaraan yang sejati, dimana semua orang kita terima dan hargai apa adanya.

Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, (Kel 15:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
47  Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”
48  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”
49  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
50  Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

20 July 2013

Renungan Harian, 20 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. (Mat 12:14-21)

Seringkali kita mengalami kekecewaan dan keputus asaan. Sebagai anggota pengurus Dewan Pastoral Paroki, pengurus komunitas atau menjabat tugas pelayanan yang lain, pelayanan kita selalu dicela, dikritik dan dianggap tidak becus. Beranikah kita tetap setia melayani sekalipun banyak kritikan yang muncul? Kritik itu baik untuk mengevaluasi cara kerja kita. Mari kita jadikan kritik dan ejekan untuk meningkatkan kinerja kita, sampai tujuan dan niat baik kita terlaksana.

Dia yang mengingat kita dalam kerendahan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 136:23)

Bacaan Lengkap hari ini :

14 ¶  Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
15  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12 #15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
16  Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
17  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
18  ”Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
19  Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
20  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
21  Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

19 July 2013

Renungan Harian, 19 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Mat 12:1-8)

Sikap Yesus yang revolusioner disebabkan karena hukum Sabat tidak lagi ditempatkan sebagai hukum yang melayani manusia. Hukum Sabat dipergunakan oleh para Farisi untuki menindas. Yesus melihat adanya kesalahan dan ketidak adilan. Yesus menjelaskan bahwa hukum itu, apapun namanya, dibuat untuk manusia. Artinya, manusia berada di atas hukum. Hukum harus mengabdi pada kebutuhan manusia. Bila hukum dijalankan sesuai dengan hakikatnya seperti itu, maka hidup manusia akan semakin baik dan berkembang dalam keutuhan. Itulah yang diperjuangkan Yesus.

Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN (Mzm 116:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
2  Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
3  Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
5  Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
6  Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
7  Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
8  Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

18 July 2013

Renungan Harian, 18 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Mat 11:28-30)

Yesus tidak menyuruh manusia datang kepada Allah melainkan, “Marilah kepada-Ku!” Dalam pemahaman ini, undangan Yesus makin jelas maknanya. Inilah panggilan sebagai anugerah. Setiap orang yang memenuhi panggilan itu akan masuk ke dalam pengenalan yang intim dan mendalam, seperti hubungan Yesus dan Bapa. Yesuspun menjanjikan kelegaan berupa sukacita serta ketenangan jiwa. Kita perlu belajar mengenal Allah  dengan selalu datang kepada Yesus, menyatu dengan-Nya dan menjadi murid-murid-Nya yang setia.

Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, (Mzm 105:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

16 July 2013

Renungan Harian, 16 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! (Mat 11:20-24)

Berkali kali Yesus melakukan mujizat didepan orang banyak, tetapi mereka tetap menolak Yesus dalam artian tidak mau bertobat!. Hal ini adalah dosa serius, dosa ketegaran hati. Dosa yang lebih berat daripada tidak mengenal Allah. Kecaman Yesus menjadi model bagi kita untuk memperbaharui diri dalam iman akan Kristus sebagai penyelamat sepanjang hidup kita.

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! (Mzm 69:33)

Bacaan Lengkap hari ini :

20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
21  ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
23  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
24  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

15 July 2013

Renungan Harian, 15 Juli 2013 – Peringatan Wajib Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.(Mat 10:34-11:1)

Pernyataan itu mengejutkan. Bukankah Yesus datang untuk membawa damai? Benar. Ia memberi kita damai dan ingin semua orang hidup dalam damai. Tapi tidak semua orang menerima pesan Yesus dengan baik. Ada yang menerima, ada yang tidak. Orang yang tidak menerima mengangkat pedang untuk membunuh mereka yang menerima. Perpecahan itu bukan kehendak Tuhan, tapi merupakan konsekuensi dari reaksi orang yang berbeda-beda. Tuhan tidak pernah memaksa. Keselamatan ditawarkan. Berbahagialah mereka yang menerimanya.

Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Mzm 124:8

Bacaan lengkap hari ini :

34  ”Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
35  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
36  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
37  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
38  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
39  Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
40  Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
41  Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
42  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress