Renungan Harian

4 July 2013

Renungan Harian, 4 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” (Mat 9:1-8)

Ada penyakit yang melumpuhkan badan. Tapi ada penyakit yang lebih parah lagi, yaitu dosa yang melumpuhkan jiwa. Yesus mau menunjukkan bahwa Ia bukan tabib, melainkan penyelamat. Kita umumnya tidak tinggal diam kalau tiba-tiba kena stroke dan menjadi lumpuh. Segalanya kita upayakan supaya dibebaskan dari penyakit itu dan bisa berjalan kembali. Tapi kalau ada dosa, bahkan sampai banyak, yang melumpuhkan jiwa, siapa yang peduli? Yesus mengajak kita untuk tidak memperhatikan yang lahiriah saja, sebab Tuhan melihat hati.

Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup. (Mzm 116:8)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
2  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
3  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
4  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
5  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
6  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
7  Dan orang itupun bangun lalu pulang.
8  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

2 July 2013

Renungan Harian, 2 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:23-27)

Apa yang harus kita lakukan untuk memusnahkan ketrakutan yang ada dalam diri kita? Bersahabatlah selalu dengan Yesus dan menjadikan-Nya teman seperjalanan, dekat, intim dan yakin akan pertolongan-Nya. Seperti bayi dalam pangkuan ibunya, tetap tenang dan percaya, demikian juga hendaknya kita. Dunia akan selalu ribut seperti badai, kehidupan akan terus bergejolak seperti ombak. Namun selama Yesus bersama kita, kita selalu dekat, percaya dan komunikatif dengan-Nya, semua itu akan dihardik oleh Yesus. Dia-lah yang akan memusnahkan ketakutan kita.

Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Mzm 26:3

Bacaan Lengkap hari ini :

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
24  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
25  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
26  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

1 July 2013

Renungan Harian, 1 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku akan mengikut Engkau ke mana saja Engkau pergi. (Mat 8:18-22)

Sebuah pernyataan yang keluar dari hati yang tulus dan jiwa yang besar. Yesus tidak memadamkan api orang itu, tapi menghadapkannya pada realita. Ikut Yesus tidak berarti menjadi kaya, hidup terjamin. Ikut Yesus berarti memeluk kemiskinan dan tidak punya jaminan hidup karena tidak memiliki apa-apa seperti Yesus sendiri. Jaminannya adalah Bapa di surga yang tidak membiar-kan anak-anak-Nya terlantar. Namun ikut Yesus juga perkara yang mendesak. Ikutlah sekarang juga, jangan menunda-nunda sampai orangtua meninggal entah kapan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
20  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
21  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
22  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

29 June 2013

Renungan Harian, 29 Juni 2013 – Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat 16:13-19)

Hari ini kita merayakan dua rasul besar, Petrus dan Paulus. Kedua rasul besar ini memiliki pengenalan mendalam akan Yesus. Pengenalan mereka tentang Yesus tidak diperoleh secara kilat. Mereka mengalami jatuh-bangun untuk dapat mengenal Yesus secara mendalam: Petrus pernah mengingkari Yesus, dan paulus pernah menjadi pembunuh orang Kristen. Namun, setelah disadarkan dan berusaha mengenal Yesus secara mendalam, keduanya menjadi saksi iman yang berani dan tangguh. Pertanyaan Yesus diatas masih ditanyakan kepada kita hingga hari ini. Sampai kita mengenal-Nya sedalam mungkin.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 32:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

28 June 2013

Renungan Harian, 28 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Ireneus – Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Mat 8:1-4)

St. Ireneus yg kita peringati hari ini, membuktikan bahwa dengan berpasrah maka akan mendapatkan rahmat yang sesuai kehendak Tuhan. Yesus yang diutus untuk menebus dosa manusia dengan sengsara dan wafatnya juga bersikap pasrah, sepenuhnya biarlah terjadi seturut kehendak Bapa-NYa. Bagaimana dengan kehidupan kita selama ini? Apakah kita sudah memohon kepada Tuhan dengan benar? Ataukah kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan? Mari kita belajar dari orang kusta, jika Tuhan berkenan maka aku akan sembuh!

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
2  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
3  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
4  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

27 June 2013

Renungan Harian, 27 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana” (Mat 7:21-29)

Beriman bukan hanya berdoa dan berbicara banyak tentang Tuhan, tetapi seberapa banyak kita mencintai Tuhan. Mencintai Tuhan berarti berani melakukan kehendak-Nya. Mari kita uji di dalam hidup kita. Termasuk kelompok yang manakah kita? Ciri utama kalau kita tidak banyak mencintai Tuhan adalah saat kita tidak mampu menghadapi kesulitan hidup. Mencintai Tuhan adalah tanda bahwa Sabda Tuhan yang kita dengar sungguh hidup. Sabda yang berlanjut didalam tindakan, memberi harapan dan membantu kita hadapi kesulitan.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 106:1)

Bacaan lengkap hari ini :

21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
28  Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
29  sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

26 June 2013

Renungan Harian, 26 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Mat 7:15-20)

Dunia ini bagaikan pasar yang besar dan ramai. Macam-macam hal ditawarkan kepada kita disertai janji yang muluk-muluk. Banyak orang tergiur karena ingin sukses, kaya, cepat mendapat jodoh. Tapi siapakah yang bisa dipercaya dan dipegang janjinya? Kata Injil: “Lihatlah buahnya.” Apa hasil dari perkataan dan perbuatan orang itu? Orang benar dan saleh menghasilkan buah-buah kekudusan bagi Kerajaan Allah. Ia menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menjadi lebih baik, lebih sabar dan mengasihi, lebih berguna untuk membangun diri, keluarga dan lingkungannya.

 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, (Mzm 105:8)

Bacaan lengkap hari ini :

16  Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
17  Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
18  Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
19  Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
20  Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

25 June 2013

Renungan Harian, 25 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Mat 7:6.12-14)

Itulah isi dari seluruh hukum Taurat. Injil memberi rumusan yang positif, membuat kita proaktif dan kreatif untuk berbuat kasih. Kita tidak hanya menahan diri untuk tidak menyakiti orang dengan kata-kata pedas, tapi kita berusaha untuk menyenangkan sebanyak mungkin orang dengan kata-kata yang ramah dan membangun. Alangkah indahnya dunia kita andai-kata semua orang saling menyapa dan berbicara dengan kata-kata yang membesarkan hati dan berlomba-lomba berbuat baik.

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (Mzm 15:1)

Bacaan Lengkap hari ini :
6  “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
13  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
14  karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

22 June 2013

Renungan Harian, 22 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. (Mat 6:24-34)

Entah disadari atau tidak, kita kerap masih saja kuatir akan ini-itu. Yesus mengingatkan kita, agar jangan kuatir. Kekuatiran tidak akan menambah apa pun dalam hidup kita, selain justru akan membuat kita tidak mampu melihat kebaikan Allah Bapa yang telah dikerjakan dalam hidup kita. Kita adalah orang yang percaya. Percaya bahwa Allah Sang penyelenggara itu hidup. Mari kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! (Mzm 34:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

24  Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

21 June 2013

Renungan Harian, 21 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Aloysius Gonzaga

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Mat 6:19-23)

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang tak pernah puas. Ia terus ingin memiliki. Hatinya tidak pernah tenang dan selalu terarah kepada harta. Syukurlah, bila kita mampu mengarahkan hati ke harta surgawi. Bila tidak, akan banyak orang masuk penjara karena kasus harta. Sebagai orang dari keluarga bangsawan, St. Aloysius Gonzaga rela melepaskan diri dari harta dunia. Dengan tekun berdoa, matiraga dan laku tobat, ia mengarahkan hati kepada harta surgawi. Baginya, penyangkalan diri dan pertobatan hati adalah cara ampuh meraih harta surgawi.

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. (Mzm 34:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20  Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
21  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
22  Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
23  jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress