Renungan Harian

8 July 2013

Renungan Harian, 8 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” (Mat 9:18-26)

Yesus, Hamba yang menderita, tahu arti penderitaan. Yesus penuh kasih pada orang yang menderita. Inilah yang membuat orang beriman berani mendekat dan menjamah jubah-Nya. Inilah yang membuat banyak orang percaya, anaknya tidak mati tapi tidur. Yesus menjamah mereka dan sanggup membangunkannya kembali. Seorang beriman sering melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Tapi, itu bukan perbuatan tidak waras. Bila iman dan kasih telah berpadu, keselamatan datang menyongsong. Itulah buah iman dan kasih.

“Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mzm 91:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
19  Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
20  Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21  Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
22  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
23  Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
24  berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.
25  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
26  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

6 July 2013

Renungan Harian, 6 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dapatkah sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? (Mat 9:14-17)

Yesus ingin kita hidup sempurna seperti Bapa. Apa maksudnya? Bukan hidup sebagai pertapa yang berpuasa terus menerus. Puasa itu baik di tempat dan pada waktu yang cocok. Orang tidak berpuasa waktu diadakan pesta. Saat Yesus datang ke tengah umat-Nya, itulah pesta. Itulah saat membuka diri untuk menyambut Sang Mempelai dan menerima kabar baik yang Ia sampaikan. Perihal puasa, nanti ada waktunya. Yesus mengajak kita bertindak atas dasar kasih. Kasih tidak fanatik. Untuk segala-nya ada waktunya.

Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! Mzm (135:3)

Bacaan Lengakp hari ini :

14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
16  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
17  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

5 July 2013

Renungan Harian, 5 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan (Mat 9:9-13)

Orang Israel suka mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan untuk mohon ampun atau anugerah lain. Tetapi kehidupan mereka jauh dari kasih Tuhan dan kasih sesama. Yesus mengutip ucapan nabi Hosea (Hos 6:6) sebab, di zaman Yesus pun perilaku orang masih sama seperti di zaman Hosea (750 SM) . Yesus sebagai Putra Bapa, paling mengenal hati Bapa. Ia menunjukkan apa yang sungguh berkenan kepada Bapa, yaitu menunjukkan kasih dan belaskasih kepada sesama. Yesus merangkul orang berdosa supaya mereka bertobat dan diselamatkan.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 106:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
10  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
12  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
13  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

4 July 2013

Renungan Harian, 4 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” (Mat 9:1-8)

Ada penyakit yang melumpuhkan badan. Tapi ada penyakit yang lebih parah lagi, yaitu dosa yang melumpuhkan jiwa. Yesus mau menunjukkan bahwa Ia bukan tabib, melainkan penyelamat. Kita umumnya tidak tinggal diam kalau tiba-tiba kena stroke dan menjadi lumpuh. Segalanya kita upayakan supaya dibebaskan dari penyakit itu dan bisa berjalan kembali. Tapi kalau ada dosa, bahkan sampai banyak, yang melumpuhkan jiwa, siapa yang peduli? Yesus mengajak kita untuk tidak memperhatikan yang lahiriah saja, sebab Tuhan melihat hati.

Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup. (Mzm 116:8)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
2  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
3  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
4  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
5  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
6  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
7  Dan orang itupun bangun lalu pulang.
8  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

2 July 2013

Renungan Harian, 2 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:23-27)

Apa yang harus kita lakukan untuk memusnahkan ketrakutan yang ada dalam diri kita? Bersahabatlah selalu dengan Yesus dan menjadikan-Nya teman seperjalanan, dekat, intim dan yakin akan pertolongan-Nya. Seperti bayi dalam pangkuan ibunya, tetap tenang dan percaya, demikian juga hendaknya kita. Dunia akan selalu ribut seperti badai, kehidupan akan terus bergejolak seperti ombak. Namun selama Yesus bersama kita, kita selalu dekat, percaya dan komunikatif dengan-Nya, semua itu akan dihardik oleh Yesus. Dia-lah yang akan memusnahkan ketakutan kita.

Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Mzm 26:3

Bacaan Lengkap hari ini :

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
24  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
25  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
26  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

1 July 2013

Renungan Harian, 1 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Aku akan mengikut Engkau ke mana saja Engkau pergi. (Mat 8:18-22)

Sebuah pernyataan yang keluar dari hati yang tulus dan jiwa yang besar. Yesus tidak memadamkan api orang itu, tapi menghadapkannya pada realita. Ikut Yesus tidak berarti menjadi kaya, hidup terjamin. Ikut Yesus berarti memeluk kemiskinan dan tidak punya jaminan hidup karena tidak memiliki apa-apa seperti Yesus sendiri. Jaminannya adalah Bapa di surga yang tidak membiar-kan anak-anak-Nya terlantar. Namun ikut Yesus juga perkara yang mendesak. Ikutlah sekarang juga, jangan menunda-nunda sampai orangtua meninggal entah kapan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan lengkap hari ini :

18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
19  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
20  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
21  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
22  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

29 June 2013

Renungan Harian, 29 Juni 2013 – Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat 16:13-19)

Hari ini kita merayakan dua rasul besar, Petrus dan Paulus. Kedua rasul besar ini memiliki pengenalan mendalam akan Yesus. Pengenalan mereka tentang Yesus tidak diperoleh secara kilat. Mereka mengalami jatuh-bangun untuk dapat mengenal Yesus secara mendalam: Petrus pernah mengingkari Yesus, dan paulus pernah menjadi pembunuh orang Kristen. Namun, setelah disadarkan dan berusaha mengenal Yesus secara mendalam, keduanya menjadi saksi iman yang berani dan tangguh. Pertanyaan Yesus diatas masih ditanyakan kepada kita hingga hari ini. Sampai kita mengenal-Nya sedalam mungkin.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 32:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

28 June 2013

Renungan Harian, 28 Juni 2013 – Peringatan Wajib Santo Ireneus – Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Mat 8:1-4)

St. Ireneus yg kita peringati hari ini, membuktikan bahwa dengan berpasrah maka akan mendapatkan rahmat yang sesuai kehendak Tuhan. Yesus yang diutus untuk menebus dosa manusia dengan sengsara dan wafatnya juga bersikap pasrah, sepenuhnya biarlah terjadi seturut kehendak Bapa-NYa. Bagaimana dengan kehidupan kita selama ini? Apakah kita sudah memohon kepada Tuhan dengan benar? Ataukah kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan? Mari kita belajar dari orang kusta, jika Tuhan berkenan maka aku akan sembuh!

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm 128:1)

Bacaan lengkap hari ini :

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
2  Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
3  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
4  Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

27 June 2013

Renungan Harian, 27 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana” (Mat 7:21-29)

Beriman bukan hanya berdoa dan berbicara banyak tentang Tuhan, tetapi seberapa banyak kita mencintai Tuhan. Mencintai Tuhan berarti berani melakukan kehendak-Nya. Mari kita uji di dalam hidup kita. Termasuk kelompok yang manakah kita? Ciri utama kalau kita tidak banyak mencintai Tuhan adalah saat kita tidak mampu menghadapi kesulitan hidup. Mencintai Tuhan adalah tanda bahwa Sabda Tuhan yang kita dengar sungguh hidup. Sabda yang berlanjut didalam tindakan, memberi harapan dan membantu kita hadapi kesulitan.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm 106:1)

Bacaan lengkap hari ini :

21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
28  Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
29  sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

26 June 2013

Renungan Harian, 26 Juni 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Mat 7:15-20)

Dunia ini bagaikan pasar yang besar dan ramai. Macam-macam hal ditawarkan kepada kita disertai janji yang muluk-muluk. Banyak orang tergiur karena ingin sukses, kaya, cepat mendapat jodoh. Tapi siapakah yang bisa dipercaya dan dipegang janjinya? Kata Injil: “Lihatlah buahnya.” Apa hasil dari perkataan dan perbuatan orang itu? Orang benar dan saleh menghasilkan buah-buah kekudusan bagi Kerajaan Allah. Ia menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menjadi lebih baik, lebih sabar dan mengasihi, lebih berguna untuk membangun diri, keluarga dan lingkungannya.

 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, (Mzm 105:8)

Bacaan lengkap hari ini :

16  Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
17  Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
18  Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
19  Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
20  Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress