Renungan Harian

23 February 2013

Renungan Harian, 23 Februari 2016

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:43-48)

Menurut iman kita, kesempurnaan itu akan mewujudkan diri dalam kasih. Sebab tidak ada kesempurnaan tanpa mengasihi. Mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang menganiaya adalah cara cara untuk menjadi sempurna. Berkat keduanya, kasih Allah sungguh nyata dalam hidup kita. Kasih Allah yang tanpa batas dan tanpa syarat terwujud melalui sikap dan tindakan kita. Karena itu, siapa yang ingin menjadi sempurna harus berani berjalan beriringan dengan kasih Allah. Karena kasih adalah satu satunya lilin kecil yang menerangi kegelapan perjalanan hidup kita.

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. (Mzm 119:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

43  Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

22 February 2013

Renungan Harian, 22 Februari 2013 – Pesta Takhta Santo Petrus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Mat 16:13-19)

Kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri Petrus tidak menghalangi dia untuk semakin kuat dalam iman. Keterbukaan kepada kehendak Allah telah menyingkapkan pintu kasih dan rahmat Allah kepadanya. Pintu kasih dan rahmat itu menghantar dia untuk mengenal apa yang menjadi kehendak Allah pada dirinya. Disamping itu, juga menjadi kunci keteguhan dan kesetiaan akan imannya, akan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya. Semoga kerelaan hati, keteladanan diri dan pengabdian Rasul Petrus menjadi inspirasi bagi kita dalam menghayati iman dan melayani sesama.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mzm 23:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

21 February 2013

Renungan Harian, 21 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Mat 7:7-12)

Doa adalah salah satu cara kita mendekati Allah. Doa mempunyai kekuatan gaib. Maka jangan kita berhenti berdoa dengan tekun. Juga kalau Tuhan sepertinya belum menjawab. Ia melakukan mujizat-Nya pada waktu yang berkenan pada-Nya. Atau Ia memberi kita sesuatu yang lebih baik yang sekarang belum kita sadari maknanya. Yang pasti, Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi kita.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. (Mzm 138:3)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
12  “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

19 February 2013

Renungan Harian, 19 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Mat 6:7-15)

Allah mengasihi kita tanpa syarat. Tapi Ia mengampuni kita dengan syarat. Syaratnya ialah bahwa kita mengampuni orang yang bersalah pada kita. Adakah orang yang belum saya ampuni? Ada yang berkata: “Sampai mati pun aku tak akan mengampuni dia”. Mungkin kita sendiri tidak mampu. Mohon kekuatan Tuhan untuk bisa mengampuni sambil menyadari bahwa dendam hanya merugikan diri kita sendiri, menjadi sumber penyakit, dan tidak merugikan orang yang telah menyakiti kita.

Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu (Mzm 34:19)

Bacaan Lengkap hari ini :

7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
8  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

18 February 2013

Renungan Harian, 18 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan (Mat 25:31-36)

Cinta kasih seseorang menjadi tiket utama untuk masuk ke dalam kebahagiaan Tuhan disurga. Cinta kasih yang dimaksudkan adalah kebaikan kebaikan apa saja yang kita lakukan kepada sesama yang sangat menderita. Orang tidak hanya menderita lapar akan makanan untuk perut. Banyak yang lapar akan cinta, perhatian, tegur sapa, sentuhan, kunjungan, peneguhan. Kita percaya apa yang kita berikan kepada yang paling miskin dan tersingkir, kita berikan kepada Tuhan sendiri

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

31  “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
32  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
33  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
34  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
35  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
36  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

15 February 2013

Renungan Harian, 15 Februari 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Mat 9:14-15)

Ada apa di balik perta-nyaan itu? Iri hati sebab mereka sebenarnya tidak suka puasa? Atau sikap tidak toleran: Kalau kami puasa kamu juga harus puasa? Bagi Yesus puasa bukan tujuan melainkan sarana. Bukan puasa demi puasa, tapi harus tahu kapan berpuasa dan untuk apa berpuasa. Dalam pesta pernikahan, mungkinkah para tamu menolak makan karena mereka sedang berpuasa? Puasa harus memungkinkan kita untuk lebih berbuat kasih, berbagi dengan murah hati, bertindak benar dan adil. Maka Tuhan hadir di tengah kita.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51:19)

Bacaan lengkap hari ini :

14  Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15  Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

13 February 2013

Renunga Harian, 13 Februari 2013 – Hari Rabu Abu

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. (Mat 6:1-6,16-18)

Hari ini mulai masa Prapaskah, masa puasa selama 40 hari. Nabi Yoel bicara tentang puasa untuk bertobat, berbalik kepada Tuhan pengasih dan penyayang. Dunia kita semakin sekular: orang hidup seolah tidak ada Allah. Berbuat dosa tidak lagi menimbulkan rasa bersalah. Keserakahan semakin menjadi dengan pengrusakan alam. Kehidupan di bumi makin terancam. Dunia perlu bertobat agar jangan binasa oleh malapetaka akibat dosa-dosa kita. Puasa adalah satu bentuk pertobatan demi pembaharuan hidup.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! (Mzm 51:4)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5  “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16  “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram, mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

6 January 2013

Renungan Harian, 6 Januari 2013 – Hari Raya Penampakan Tuhan

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Kami datang untuk menyembah Dia.” (Mat 2:1-12)

Mengherankan mengapa ketiga majus itu menempuh perjalanan jauh penuh bahaya untuk melihat bayi  yang baru lahir. Bukan untuk mendapat hadiah atau kehormatan, melainkan hanya untuk menyembah Dia dan mempersembahkan sesuatu kepada-Nya. Berbeda sekali dengan mental kita di zaman ini: Kalau saya ikut Yesus saya mendapat apa? Apakah saya terbebas dari segala penyakit? Apakah hari tua saya terjamin?  Tuhan mengasihi kita tanpa syarat, sedangkan kita mengajukan banyak syarat kepada Tuhan. Ingatlah Tuhan tak mau kalah dengan kita dalam menunjukkan kemurahan hati.

Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! (Mzm 72:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2  dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
3  Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
4  Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
5  Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
6  Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”
9  Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
10  Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
11  Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
12  Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

28 December 2012

Renungan Harian, 28 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya (Mat 2:13-18)

Herodes begitu takut kehilangan takhta. Ia takut kepada seorang Raja Damai yang baru lahir. Takut ancaman dari seorang bayi yang baru lahir membuat Herodes kalap dan membasmi semua anak yang seumur dengan Yesus. Karena itu terjadilah bahwa anak anak kecil yang tak berdaya, yang belum tahu apa apa, menjadi martir martir kecil, seperti yang kita peringati hari ini. Apakah arti manusia dibandingkan dengan Allah yang   mahatinggi, mahamulia dan mahabesar? Mungkinkah Allah menjadi saingan kita atau Herodes? Yesus itu Raja, tapi kerajaan-Nya bukan dari bumi ini.

Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! (Mzm 124:7)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
14  Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
15  dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”
16  Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
17  Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:
18  “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”

26 December 2012

Renungan Harian, 26 Desember 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:17-22)

Hari ini kita memperingati St. Stefanus, martir pertama Gereja. Dia sudah berjuang untuk membela Kristus dan mempertahankannya sampai ajal. Cintanya kepada Allah terbawa sampai mati saat dirajam demi perjuangannya memperoleh hidup yang kekal dan keselamatan jiwa. Gereja juga mengajarkan bahwa “percaya pada Yesus dan akan Dia yang mengutus-Nya adalah perlu supaya memperoleh keselamatan. Dan tidak seorangpun menerima kehidupan kekal, kalau ia tidak bertahan sampai akhir dalam iman. Karena itu, bertahanlah dalam iman akan Tuhan sampai akhir hidup kita.

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku (Mzm 31:6)

Bacaan Lengkap hari ini :

17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress