Renungan Harian

30 August 2012

Renungan Harian, 30 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Mat 24:42-51)

Berjaga jagalah! Kata ini menimbulkan rasa was was dan takut. Padahal sebenarnya tujuannya bukan untuk menakut nakuti. Mungkinkah kita siap sedia dan berjaga tanpa rasa takut? Bisa, bila kita menantikan kedatangan tamu yang sangat kita kasihi, kita juga siap sedia dan berjaga jaga. Ada rindu, senang dan harapan. Seperti itulah seharusnya kita menanti kedatangan Tuhan diakhir hidup kita, penuh rindu, tanpa ketakutan.

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. (Mzm 145:2)

Bacaan Lengkap hari ini :

42  Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
43  Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
44  Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
45  “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
46  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
47  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
48  Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
49  Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
50  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
51  dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

28 August 2012

Renungan Harian 28 Agustus 2012 – Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. (Mat 23:23-26)

Bersihkan hatimu, maka tubuhmu akan memancarkan aura positif. Itulah kira kira pesan Yesus hari ini. St. Agustinus yang kita rayakan hari ini, telah membersihkan hati saat usianya 33 thn. dan dalam waktu 4 thn, ia berhasil menjadi Uskup, sesuatu yang luar biasa. Ia sangat menyesali mengapa begitu terlambat mengenal Yesus. Dalam esai nya yang terkenal “Pengakuan” ia katakan : “Terlambat aku mencintai-Mu, Engkau besertaku, tetapi aku berada diluar”. Janganlah kiranya kita terlambat menemukan Yesus. Ia ada didalam hati kita. Peluklah.

“TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.” (Mzm 96:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

23  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
24  Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
25  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
26  Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

25 August 2012

Renungan Harian, 25 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi janganlah kamu turuti perbuatan perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:1-12)

Yesus mengecam kaum Farisi, karena mereka tidak menjadi figur teladan. Gaya hidupnya tidak menunjukkan peran mereka sebagai pemimpin dan tidak memberi teladan bagi sesama. Mereka dikenal munafik, hanya mencari pujian dari manusia. Padahal mereka duduk dikursi Musa, kursi kehormatan yang digunakan saat mereka berkotbah. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk ambil bagian dalam karya kerasulan. Pewartaan kita akan efektif, jika cara hidup kita sesuai dengan semangat Injil. Mari kita usahakan.

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (Mzm 85:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
2  “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
3  Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
4  Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
5  Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
6  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
7  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
8  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
9  Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10  Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11  Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
12  Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”

23 August 2012

Renungan Harian, 23 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya”. (Mat 22:1-14)

Allah mengundang semua manusia untuk masuk dalam kebahagiaan Sorga, tetapi mengapa tidak banyak yang menanggapi? Ternyata kesibukan dan kebisingan dunia sudah mengalihkan fokus manusia pada undangan Allah. Bagi sebagian orang banyak hal yang menjadi lebih penting dari kebahagiaan yang ditawarkan oleh Allah. Maka dengan berat hati Allah mengatakan : “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” (ayat 14) Bagaimana dengan kita semua?  Apakah kita sudah menyambut undangan perjamuan nikah Allah dengan sepantasnya?

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! (Mzm 51:9)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
“Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
4  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
5  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
6  dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
7  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
8  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
9  Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
10  Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
11  Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
12  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

20 August 2012

Renungan Harian, 20 Agustus 2012 – Peringatan Wajib St. Bernardus, Abas Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Mat 19:16-22)

Tidak ada makan siang yang gratis. Ungkapan ini sangat populer. Begitu juga dengan pertanyaan seorang pemuda pada Yesus. Bagi Yesus tidak ada yang gratis, dalam hal ini meminta pengorbanan dari si pemuda. Melaksanakan 10 perintah Allah; Menjual seluruh hartanya dan mengikuti Dia. Pemuda itu kecewa, karena syaratnya terlalu berat. Apakah kita juga kecewa dengan syarat Yesus? Yesus tidak memaksa kita untuk menentukan pilihan. Tapi bagi Yesus tidak ada pilihan untuk dapat masuk Kerajaan Surga, hanya dengan melepaskan kita akan mendapatkan.

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. (Ul 32:18)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17  Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18  Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22  Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

18 August 2012

Renungan Harian, 18 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Biarkanlah anak anak itu, janganlah menghalang halangi mereka datang kepada-Ku (Mat 19:13-15)

Dalam kehidupan sehari hari, sering kita merasa angkuh sebagai orang dewasa. Kita merasa mampu, merasa lebih tua dan berhak untuk menang dalam segalanya. Tidak jarang anak anak kita kemudian menjadi korban dari sikap ini; sikap merasa paling benar dan harus diikuti oleh yang lebih muda. Seperti Yesus yang menyukai anak anak karena kejujurannya, kepolosannya tanpa usaha menutupi kelemahan. Kita perlu belajar dari anak anak bagaimana berhadapan dengan Allah. Seperti anak anak kita adalah pribadi yang rapuh, lemah. Dihadapan Allah, seperti anak anak kecil, kita adalah pribadi pribadi tak berdaya.

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mzm 51:12)

Bacaan Lengkap hari ini :

13  Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
14  Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
15  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

16 August 2012

Renungan Harian, 16 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat 18:21-19:1)

Inti dari ucapan Yesus ini adalah KASIH, KASIH dan KASIH. Pernah mendengar tentang seorang pemuda yang bosan mendengar pertanyaan yang sama dari ayahnya yang sudah renta? Saat ayahnya mengingatkan bahwa saat dia kecil dia juga bertanya yang sama pada ayahnya, dan ayahnya tidak bosan untuk menjwb pertanyaan yang sama itu. Itulah KASIH. Kasih itu butuh perjuangan dan pengorbanan meski kadang kita gagal dan bosan. Tapi dengan iman, kita yakin bahwa Roh Kudus akan membantu kita.

Tetapi mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya (Mzm 78:56)

Bacaan Lengkap hari ini :

21  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22  Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33  Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”
1  Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

14 August 2012

Renungan Harian, 14 Agustus 2012 – Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” (Mat 18:1-5.10.12-14)

Bagi Yesus yang terbesar dalam Kerajaan Sorga adalah mereka yang hidupnya bergantung kepada Allah. Yesus meminta kita bertobat dari sikap bergantung kepada diri sendiri. Kesombongan bahwa kita sendiri mampu menyelesaikan semua masalah. Sikap PeDe yang berlebihan ini dapat meluas kesegala bidang dan berbahaya karena cenderung menjadi angkuh dan sombong. Kita lebih senang mengandalkan kekuatan sendiri daripada kekuatan Tuhan. Mari kita merubah sikap dan menjadi rendah hati. St. Maksmimilianus adalah contoh yang mengagumkan. Dia telah bergantung total kepada Allah. Allah adalah andalan hidupnya.

Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku. (Mzm 119:111)

Bacaan Lengkap hari ini :

1  Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
12  “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

13 August 2012

Renungan Harian, 13 Agustus 2012

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” (Mat 17:22-27)

Saat Bapak Presiden membayar pajak, semua media mengeksposenya. Karena hal ini penting sebagai contoh, bahwa Presidenpun membayar pajak. Yesuspun melakukan hal yang sama, sebagai orang terpandang, Dia juga ingin menunjukkan bahwa Dia penuhi kewajiban membayar pajak saat memasuki Bait Allah. Yesus taat pada hukum karena hukum itu baik adanya. Betapa indah bila orang berlaku seperti Yesus, tidak mau jadi contoh jelek bagi orang lain. Hakikat manusia adalah menjadi berkat bagi yang lain. Mari kita teladani tindakan Yesus lewat tindakan konkrit yang dapat kita lakukan.

Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. (Mzm 148:13)

Bacaan Lengkap hari ini :

22  Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
23  dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
24  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
25  Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
26  Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
27  Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

11 August 2012

Renungan Harian, 11 Agustus 2012 – Peringatan Wajib St. Klara, Perawan.

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya”. (Mat 17:14-20)

Bagi Yesus, betapa pentingnya iman, karena dengan iman banyak orang diselamatkan. Iman memampukan kita untuk melakukan apapun, bahkan yang dimata manusia tampaknya mustahil. Hari ini kita merayakan St. Klara, yang telah menunjukkan kekuatan imannya. Saat para serdadu menyerbu biaranya, dia dengan tenang membawa Piala Sakramen Maha Kudus dan ternyata para prajurit mundur teratur. Itulah kuasa Tuhan yang ditampakkan melalui St. Klara karena ia percaya pada-Nya. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN. (Mzm 9:10)

Bacaan Lengkap hari ini :

14  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
15  katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
16  Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”
17  Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
18  Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
19  Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
20  Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, —maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress