Renungan Harian

13 August 2014

Renungan Harian, 13 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.” (Mat 18:15-20)

Yesus mengajak kita agar peduli dan penuh kasih dalam menyatakan kebenaran. Lebih mudah bagi kita untuk tetap diam ketika orang lain disekitar kita berlaku tidak benar. ikap ini bertentangan dengan semangat kasih. Sering kita tahu apa yang perlu dikatakan kepada seseorang, tetapi rasa takut menghalanginya. Yesus meminta untuk menyatakan hal-hal yang benar walaupun harusmenegur namun melalui berbagai cara disampaikan dengan penuh kasih. Kasih tidak takut akan konflik, karena bila konflik ditangani dengan benar, kita akan semakin akrab satu sama lain.

(Mazmur 113:1-6)
Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,
yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Bacaan Lengkap hari ini:
15 “. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
16  Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
17  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

12 August 2014

Renungan Harian, 12 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:1-5.10.12-14)

Orang tua mempunyai tanggung jawab mendidik iman Katolik anak-anaknya. Anak-anak harusdiperdalam imannya sedini mungkin. Ada banyak orang tua berpendapat, biarkan anak-anak menentukan sendiri pilihan imannya setelah mereka dewasa. Ini adalah sikap yang tidak bertanggung jawab atas tugas yang diterima orang tua ketika menerima Sakramen Perkawinan. Mereka berjanji untuk mendidik anak-anaknya secara Katolik. Ini bukan sekedar janji, tapi adalah tugas iman setiap keluarga Katolik yang mereka terima dari Allah. Agar jangan ada anak yang hilang!

(Mazmur 119:14,24,72,103,111,131)
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
2  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3  lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
10  Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
12  “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
14  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.

11 August 2014

Renungan Harian, 11 Agustus 2014 – Peringatan Wajib Santa Klara

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?” (Mat 17:22-27)

Apakah layak Anak Allah membayar saat masuk Bait Allah? Tapi agar tidak menjadi pembicaraan, maka Yesus tetap bermaksud membayarnya. Yesus menghormati kewajibannya.  Berkaitan dengan hak dan kewajiban ini seringkali kita menuntut lebih dari yang semestinya dan memberi kurang sari yang seharusnya. Bagi kita sebagai umat Kristiani sudah waktunya untuk mengubah cara berpikir seperti itu. Mengapa demikian? Karena kita adalah pengikut Yesus dalam pembaptisan. Seperti Yesus, sudah seharusnya kita memberi lebih dari semestinya kepada Allah dan sesama.

Mazmur 148:1-2.11-12ab.12c-14.14bcd
Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;
hai teruna dan anak-anak dara,
orang tua dan orang muda!
Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya,
menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Bacaan Lengkap hari ini:
22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
23  dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
25  Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
26  Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
27  Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

9 August 2014

Renungan Harian, 9 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya.” (Mat 17:14-20)

Iman bukanlah hal sampingan dalam beragama. Tanpa iman, agama hanya menjadi omong kosong; dan para pengikutnya menjadi pelaku ritus yang tanpa makna. Sungguh mengerikan agama tanpa iman. Karena itu iman haruslah diutamakan, kehilangan iman identik dengan “kurang percaya” Iman dan percaya menjadi sesuatu yang sangat penting dalam beragama, karena iman selalu berkaitan dengan keselamatan, baik keselamatan fisik maupun rohani.

Mazmur 9:8-9.10-11.12-13
Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
14 ¶  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
15  katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
16  Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”
17  Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
18  Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
19  Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
20  Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana,  —  maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

8 August 2014

Renungan Harian, 8 Agustus 2014 – Peringatan Wajib Santo Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Mat 16:24-28)

Dalam ketaatan penuh kepada kehendak Bapa-Nya, Yesus menempuh jalan penderitaan menuju salib. Maka, jika suatu saat kita tertimpa derita yang hebat, kehampaan yang mendalam, ingatlah bahwa Yesus telah lebih dahulu mengalaminya. Janganlah meratap dan marah seakan kita ini orang yang paling malanfg sedunia. Kita harus kuat, tegar, optimis dan mempercayakan semuanya kepada kehendak Tuhan. Karena itu bersama St. Dominikus kita berseru, “Tuhan ajarilah aku untuk sungguh percaya; percaya meski dalam kesesakan; derita dan seolah tidak ada harapan. Terpujilah nama Tuhan!

(Ulangan: 32:35cd-36ab.39abcd,41)
sebab hari bencana bagi mereka telah dekat,
akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.
Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya,
dan akan merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya;
apabila dilihat-Nya, bahwa kekuatan mereka sudah lenyap,
Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia.
Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan,
Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan,
dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.
apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.

Bacaan Lengkap hari ini:
24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
25  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
26  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
27  Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
28  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

7 August 2014

Renungan Harian, 7 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:13-23)

Pengakuan iman Petrus ini belumlah sempurna, karena ke Ilahi-an Yesus itu terjadi dalam sengsara-Nya. Kita juga diundang untuk mengakui iman kepada Yeesus. Namun, iman kita harus mengalir dan meluap dari pengalaman kita akan cinta Tuhan yang menyelamatkan dan membebaskan kita. Kalau itu yang kita alami dan rasakan, pengakuan iman kita buktikan dalam kesediaan menerima salib. Kita mau senasib dengan Yesus. Iman akan Yesus sebagai Mesias dan salib itu tak terpisahkan dari kehidupan kita.

(Mazmur 51:12-15.18-19)
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
14  Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
15  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
20  Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
22  Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
23  Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

6 August 2014

Renungan Harian, 6 Agustus 2014 – Pesta Yesus Menampakkan KemuliaanNya

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat17:1-9)

Hari ini kita merayakan Penampakan Kemuliaan Yesus. Kita diajak mengarahkan pandangan kepada Yesus yang dinyatakan sebagai Putra terkasih. Peristiwa ini merupakan kesaksian yang meneguhkan iman akan Yesus sebagai Putra Allah. Kita tidak perlu sangsi bahwa Yesus yang kita imani adalah benar benar Putra Allah. Pengalaman Petrus saat berada bersama Yesus diatas gunung, membuatnya merasa nyaman dan bahagia. Harapan kita sebagai orang beriman untuk hidup nyaman dan bahagia, selayaknya kita selalu berusaha dekat dan bersama Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita.

(Mazmur 97:1-2.5-6.9)
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2  Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
3  Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
4  Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
5  Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
6  Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.
7  Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!”
8  Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri.
9  Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

5 August 2014

Renungan Harian, 5 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Mat 15:1-2,10-14)

Salah satu penyebab retaknya hidup rumah tangga adalah kurang komunikasi. Komunikasi yang tidak lancar seringkali membuat hidup menjadi kacau. Komunikasi dalam kehidupan perkawinan dan keluarga bisa mencairkan banyak persoalan. Komunikasi yang baik membutuhkan sikap rendah hati untuk mendengarkan orang lain. Kata-kata yang baik dan bermutu keluar dari hati yang tulus. Hal ini menjadi tanda orang yang sudah dewasa dalam hidup bersama orang lain.  Karena itu, kita perlu terus belajar komunikasi yang baik dan benar.

(Mazmur 102:16-18.19-21.29.22-23)
Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,
sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,
Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.
supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,
apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Bacaan lengkap hari ini:
1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
2  “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
11  “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
12  Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”
13  Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
14  Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”

4 August 2014

Renungan Harian, 4 Agustus 2014 – Peringatan Wajib Santo Yohanes Maria Vianney, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. (Mat 14:22-36)

Peristiwa Yesus berjalan diatas air membuat ribuan orang terkagum kagum dan mencari Yeus. Bahkan mereka hanya minta diijinkan menyentuh jumbai jubah Yesus saja mereka yakin pasti sembuh! Saat ini banyak orang juga tidak bisa bersentuhan langsung dengan Kristus dan Gereja, namun hatinya melekat erat dengan Hati Yesus. Bisa karena dilarang, karena merasa berdosa, bisa karena intimidasi, tapi saat mereka sudah menyentuh jumbai jubah Yesus dan tetap disembuhkan dalam iman akan Dia.

(Mazmur 119:29,43,79,80,95,102)
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bacaan Lengkap hari ini:
22  Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
23  Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
24  Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
25  Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
26  Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!,” lalu berteriak-teriak karena takut.
27  Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
28  Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
29  Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
30  Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
31  Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
32  Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
33  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”
34  Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.
35  Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.
36  Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

3 August 2014

Renungan Harian, 3 Agustus 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” (Mat 14:13-21)

Hari ini kita diingatkan Yesus untuk tidak lepas tangan akan kebutuhan makanan sesama yang ada disekitar kita. Saya yakin, bila Yesus hadir ditengah tengah kita secara fisik, perintah yang sama akan Yesus ulangi untuk diri kita masing-masing. Kita diminta oleh Yesus untuk memperhatikan orang yang ada disekitar kita. Acuh akan cara hidup yang boros, tak perduli dengan nasib sesama, sama saja dengan mengingkari status ke-muridan kita pada Yesus. Sebenarnya kita memang mampu memberikan makanan, maka cepatlah bertindak, jangan sampai terlambat.

(Mazmur 145:8-9.15-16.17-18)
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya;
Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
15  Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”
16  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”
17  Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”
18  Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.”
19  Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
20  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
21  Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress