Renungan Harian

20 July 2014

Renungan Harian, 20 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.” (Mat 13:24-43)

Yang dibiarkan tumbuh bersama adalah gandum dan ilalang. gandum lambang orang baik dan ilalang simbol orang jahat. Masing-masing diberi kesempatan untuk hidup sampai saat Pengadilan terakhir. Injil menunjukkan akhir hidup dari orang jahat dan orang baik. yang jahat akan dicampakkan ke dapur api sedangkan yang baik akan dikumpulkan dalam lumbung. Dimana nantinya mereka akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Surga dan bangkit untuk hidup yang kekal. Jadilah anak anak Kerajaan Allah yang hidup seperti gandum, bukan seperti ilalang.

(Mazmur  86:5-6,9-10,15-16a)
Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.
Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.
Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.
Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu,

Bacaan Lengkap hari ini:
24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
25  Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
26  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
27  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
28  Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
29  Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”
31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”
33  Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
34  Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
35  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
36  Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”
37  Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
38  ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
39  Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
40  Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
41  Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
42  Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
43  Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

19 July 2014

Renungan Harian, 19 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.” (Mat 12:14-21)

Yesus dalam keseharian hidup-Nya tidak menampakkan diri sebagai Yang Perkasa. Inilah kerendahan hati-Nya yang sekaligus juga “kesalahan-Nya”. Dia tidak pernah membantah atau berteriak. Akibatnya, Dia sering tidak mendapatkan perhatian umat-Nya. Namun tak dapat disangkal bahwa banyak orang berharap kepada Yesus, karena mereka mendambakan keselamatan Ilahi. Hanya melalui Dia lah setiap orang bisa sampai kepada Bapa. Kitapun adalah orang-orang yang termasuk berharap kepada Tuhan, berkat sabda yang memperbaharui hidup kita.

(Mazmur 10:1-2,3-4,7-8,14)
Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?
Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.
Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!,” itulah seluruh pikirannya.
Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.
Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah;
Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

Bacaan Lengkap hari ini:
14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
15  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12 #15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
16  Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
17  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
18  “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
19  Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
20  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
21  Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.

18 July 2014

Renungan Harian, 18 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,” (Mat12:1-8)

Sebagai anak-anak Allah, tidaklah pantas kita disibukkan oleh hal-hal duniawi sampai mengabaikan kewajiban kita sebagai orang beriman. Semakin banyak kita mengabaikan Tuhan dan hal-hal rohani karena kesibukan pada hal-hal duniawi, itu artinya kita lebih yakin bahwa yang menjamin hidup kita ini bukanlah Tuhan. janganlah konflik antara kebutuhan hidup dan aturan agama menjadi penghalang kehidupan kita menjadi keluarga kristiani yang baik.

(Yesaya 38:10,11,12abcd,16)
Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.
Aku berkata: aku tidak akan melihat TUHAN lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak akan melihat seorangpun lagi di antara penduduk dunia.
Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala;
seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku;
TUHAN memutus nyawaku dari benang hidup.
Dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja,
Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
2  Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
3  Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
5  Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
6  Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
7  Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
8  Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Renungan Harian, 18 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,” (Mat12:1-8)

Sebagai anak-anak Allah, tidaklah pantas kita disibukkan oleh hal-hal duniawi sampai mengabaikan kewajiban kita sebagai orang beriman. Semakin banyak kita mengabaikan Tuhan dan hal-hal rohani karena kesibukan pada hal-hal duniawi, itu artinya kita lebih yakin bahwa yang menjamin hidup kita ini bukanlah Tuhan. janganlah konflik antara kebutuhan hidup dan aturan agama menjadi penghalang kehidupan kita menjadi keluarga kristiani yang baik.

(Yesaya 38:10,11,12abcd,16)
Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.
Aku berkata: aku tidak akan melihat TUHAN lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak akan melihat seorangpun lagi di antara penduduk dunia.
Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala;
seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku;
TUHAN memutus nyawaku dari benang hidup.
Dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja,
Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
2  Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
3  Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
5  Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
6  Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
7  Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
8  Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

17 July 2014

Renungan Harian, 17 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11:28-30)

Menjalani hidup keagamaan itu tidak mudah. Orang tidak boleh menjadi Katolik sekedar nama. Mereka harus mempertanggung jawabkan imannya, menjalaninya dalam proses yang panjang dan melelahkan, serta memaknainya dalam kehidupan sehari hari. Karena itulah Yesus menawarkan kesegaran dan istirahat didalam pengajaran kebijaksanaan. Kita diajar apa dalam sekolah kebijaksanaan ini? Kita belajar memikul beban hidup. Belajar menerima kuk yang dipaang diatas pundak kita. Belajar untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati. Itulah bahan pengajaran yang harus kita serap.

Mazmur 102:13-14ab,15,16-18,19-21.
Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.
Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.
Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,
sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

Bacaan Lengkap hari ini:
28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.

16 July 2014

Renungan Harian, 16 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Mat 11:25-27)

Sebagai Guru, Yesus telah berhasil mendidik orang-orang kecil mengenal Allah. Mereka telah berhasil menyerap ajaran Yesus, layaknya anak-anak yang terbuka pikirannya. Hari ini Gereja merayakan Santa Maria Bunda Karmel. Maria adalah contoh dan teladan hidup orang Katolik. Maria jugalah yang dimaksudkan oleh Yesus sebagai “orang kecil”. Karena kerendahan dan kepasrahannya, Allah telah berkenan menyingkapkan misteri-Nya kepada Maria. Karena itu bersama Bunda Maria, kita berserah pada Tuhan agar layak masuk dalam Kerajaan Surga.

(Mazmur 94:5-6,7-8,9-10,14-15)
Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas
janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh;
dan mereka berkata: “TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya.”
Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?
Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?

Bacaan Lengkap hari ini:
25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
26  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

15 July 2014

Renungan Harian, 15 Juli 2014 — Peringatan Wajib Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” (Mat 11:20-24)

Kecaman Yesus juga menjadi peringatan keras bagi kita umat Katolik, yang merasa dekat dengan Yesus. Apakah hidup kita benar-benar dijiwai semangat Injil? Bisa jadi orang yang tidak dibaptis, hidupnya lebih sesuai semangat Injil daripada kita. Kecenderungan dosa membuat kita tidak jauh berbeda dengan penduduk kota yang banyak mengalami mujizat dari Yesus, namun tidak juga bertobat. Kita merasa paling pintar, dan menganggap orang lain rendah. Bahkan kita seringkali menolak campur tangan Allah. Mari segera bertobat, sebelum Ia membinasakan kita

(Mazmur 48:2-3a.3b-4,5-6,7-8)
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!
Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.
Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;
demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.
Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

Bacaan Lengkap hari ini:
20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
21  “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
23  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
24  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

12 July 2014

Renungan Harian, 12 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. (Mat 10:24-33)

Yang mengutarakan kebenaran akan dilawan oleh orang-orang yang meraa terancam nasibnya. Inilah tantangan bagi siapa saja yang mau berkata jujur, lugas dan terbuka. Termasuk kita pengikut Kristus. Dalam moral agama untuk mengenali arti kebenaran yang tak terlihat, dan mengenal Yang Ilahi, haruslah menjamah rasa dan hati. Metodenya melalui liturgi, doa, meditasi dan latihan rohani yang menguatkan rasa dan hati manusia untuk berani berlaku jujur dan mengenal Allah yang tersembunyi.

(Mazmur 93:1ab,1c-2,5)
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan.
Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;
takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

Bacaan Lengkap hari ini:
24  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
25  Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
26  Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
27  Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
28  Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
29  Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30  Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
31  Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
32  Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
33  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

11 July 2014

Renungan Harian, 11 Juli 2014 — Peringatan Wajib Santo Benediktus, Abbas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:16-23)

Manusia bukan patung. Manusia adalah makhluk bijak. Allah menciptakan manusia  untuk dapat mempertahankan diri dari mara bahaya dan diberi kekuatan untuk mampu mempertahankan diri dengan menyertai kita semua dalam setiap langkah. Kenyataan iman ini seringkali dilupakan. Ketika bergembira dalam hidupnya, manusia lupa akan Allah. Tetapi ketika dalam penderitaan, manusia merasa ditinggalkan Allah.  Maka kita harus sadar bahwa kita harus teguh beriman, agar tidak selalu ada dalam keputus asaan. Persoalan tidak pernah habis selama hidup berlangsung. Tetapi dalam Yesus kita dapat bertahan sampai akhir.

(Mazmur 51)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
23  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

10 July 2014

Renungan Harian, 10 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Mat 10:7-15)

Injil hari ini mengingatkan kita. Kita telah memiliki kebaikan dan keselamatan dari Tuhan. bagikanlah! Bila kebaikan kita diterima, berkat Allah akan mengalir pada orang itu. Bila kita ditolak, orang itu sendiri yang dirugikan. Lalu apa gunanya kita cemas? Allah telah memberikan kebaikan kepada kita, maka bagikanlah kebaikan itu. Wariskan kebaikan dan keramahan kepada keluarga kita, agar kita semua dapat bersikap baik dan ramah kepada sesama. Kita bisa memberi karena kita telah menerima dari Allah.

Mazmur 80:2ac.3b.15-16
Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar
Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,
batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
12  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
13  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
14  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress