Renungan Harian

17 July 2014

Renungan Harian, 17 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11:28-30)

Menjalani hidup keagamaan itu tidak mudah. Orang tidak boleh menjadi Katolik sekedar nama. Mereka harus mempertanggung jawabkan imannya, menjalaninya dalam proses yang panjang dan melelahkan, serta memaknainya dalam kehidupan sehari hari. Karena itulah Yesus menawarkan kesegaran dan istirahat didalam pengajaran kebijaksanaan. Kita diajar apa dalam sekolah kebijaksanaan ini? Kita belajar memikul beban hidup. Belajar menerima kuk yang dipaang diatas pundak kita. Belajar untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati. Itulah bahan pengajaran yang harus kita serap.

Mazmur 102:13-14ab,15,16-18,19-21.
Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.
Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya.
Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,
sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,
sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,
untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

Bacaan Lengkap hari ini:
28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.

16 July 2014

Renungan Harian, 16 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Mat 11:25-27)

Sebagai Guru, Yesus telah berhasil mendidik orang-orang kecil mengenal Allah. Mereka telah berhasil menyerap ajaran Yesus, layaknya anak-anak yang terbuka pikirannya. Hari ini Gereja merayakan Santa Maria Bunda Karmel. Maria adalah contoh dan teladan hidup orang Katolik. Maria jugalah yang dimaksudkan oleh Yesus sebagai “orang kecil”. Karena kerendahan dan kepasrahannya, Allah telah berkenan menyingkapkan misteri-Nya kepada Maria. Karena itu bersama Bunda Maria, kita berserah pada Tuhan agar layak masuk dalam Kerajaan Surga.

(Mazmur 94:5-6,7-8,9-10,14-15)
Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas
janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh;
dan mereka berkata: “TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya.”
Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?
Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?

Bacaan Lengkap hari ini:
25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
26  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

15 July 2014

Renungan Harian, 15 Juli 2014 — Peringatan Wajib Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.” (Mat 11:20-24)

Kecaman Yesus juga menjadi peringatan keras bagi kita umat Katolik, yang merasa dekat dengan Yesus. Apakah hidup kita benar-benar dijiwai semangat Injil? Bisa jadi orang yang tidak dibaptis, hidupnya lebih sesuai semangat Injil daripada kita. Kecenderungan dosa membuat kita tidak jauh berbeda dengan penduduk kota yang banyak mengalami mujizat dari Yesus, namun tidak juga bertobat. Kita merasa paling pintar, dan menganggap orang lain rendah. Bahkan kita seringkali menolak campur tangan Allah. Mari segera bertobat, sebelum Ia membinasakan kita

(Mazmur 48:2-3a.3b-4,5-6,7-8)
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!
Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.
Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;
demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.
Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

Bacaan Lengkap hari ini:
20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
21  “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
23  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
24  Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

12 July 2014

Renungan Harian, 12 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. (Mat 10:24-33)

Yang mengutarakan kebenaran akan dilawan oleh orang-orang yang meraa terancam nasibnya. Inilah tantangan bagi siapa saja yang mau berkata jujur, lugas dan terbuka. Termasuk kita pengikut Kristus. Dalam moral agama untuk mengenali arti kebenaran yang tak terlihat, dan mengenal Yang Ilahi, haruslah menjamah rasa dan hati. Metodenya melalui liturgi, doa, meditasi dan latihan rohani yang menguatkan rasa dan hati manusia untuk berani berlaku jujur dan mengenal Allah yang tersembunyi.

(Mazmur 93:1ab,1c-2,5)
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan.
Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;
takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

Bacaan Lengkap hari ini:
24  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
25  Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
26  Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
27  Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
28  Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
29  Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30  Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.
31  Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
32  Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
33  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

11 July 2014

Renungan Harian, 11 Juli 2014 — Peringatan Wajib Santo Benediktus, Abbas

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:16-23)

Manusia bukan patung. Manusia adalah makhluk bijak. Allah menciptakan manusia  untuk dapat mempertahankan diri dari mara bahaya dan diberi kekuatan untuk mampu mempertahankan diri dengan menyertai kita semua dalam setiap langkah. Kenyataan iman ini seringkali dilupakan. Ketika bergembira dalam hidupnya, manusia lupa akan Allah. Tetapi ketika dalam penderitaan, manusia merasa ditinggalkan Allah.  Maka kita harus sadar bahwa kita harus teguh beriman, agar tidak selalu ada dalam keputus asaan. Persoalan tidak pernah habis selama hidup berlangsung. Tetapi dalam Yesus kita dapat bertahan sampai akhir.

(Mazmur 51)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
21  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
23  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

10 July 2014

Renungan Harian, 10 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Mat 10:7-15)

Injil hari ini mengingatkan kita. Kita telah memiliki kebaikan dan keselamatan dari Tuhan. bagikanlah! Bila kebaikan kita diterima, berkat Allah akan mengalir pada orang itu. Bila kita ditolak, orang itu sendiri yang dirugikan. Lalu apa gunanya kita cemas? Allah telah memberikan kebaikan kepada kita, maka bagikanlah kebaikan itu. Wariskan kebaikan dan keramahan kepada keluarga kita, agar kita semua dapat bersikap baik dan ramah kepada sesama. Kita bisa memberi karena kita telah menerima dari Allah.

Mazmur 80:2ac.3b.15-16
Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar
Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,
batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
12  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
13  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
14  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
15  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

9 July 2014

Renungan Harian, 9 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” (Mat 10:1-7)

Yesus memanggil para murid-Nya untuk mewartakan kabar Sukacita. Kita adalah orang-orang yang dipanggil dan diutus Yesus. Perutusan diprioritaskan untuk “kalangan dalam”, yakni domba domba yang ada dalam Gereja. Hari ini perutusan kita adalah mengingatkan semua umat Tuhan untuk tidak hanya menjadi penonton dalam Pesta Demokrasi, melainkan ikut terlibat aktif dengan ikut mencoblos calon Presiden pilihan kita. Kita juga wajib mengingatkan agar semua orang memahami Surat Gembala KWI agar kita memilih dengan cerdas. Semoga kita ikut membantu terjadinya perubahan politik yang baik bagi negara Indonesia.

(Mazmur 105:2-3,4-5,6-7)
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
2  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
3  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
4  Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
6  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

8 July 2014

Renungan Harian, 8 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” (Mat 9:32-38)

Berbuat baik harus tumbuh dari hati yang mencinta. Berbuat baik itu tidak mengharapkan apa apa. Berbuat baik mesti tulus dan dilakukan secara ikhlas. Apakah itu mungkin? Sebagai murid Yesus kita menghadapi begitu banyak orang yang membutuhkan kebaikan kita seperti yang dilakukan Yesus, itulah yang dimaksud dengan tuaian, tetapi yang sungguh-sungguh melakukan nya seperti pekerja yang hanya sedikit. Karena itu layaklah kita meminta pada Bapa disurga, agar kita diberi kemampuan untuk melakukan perbuatan baik dengan benar. Mungkin kita adalah salah satu pekerja yang dinantikan Tuhan.

(Mazmur 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10)
Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.
Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
Hai Israel, percayalah kepada TUHAN!  —  Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.
Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN!  —  Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Bacaan Lengkap hari ini:
32  Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
33  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”
34  Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”
35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
36  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
37  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
38  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

7 July 2014

Renungan Harian, 7 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Mat 9:18-26)

Dalam perjalanan iman dan pengalaman hidup ini, kita tidak pernah luput dari duka dan derita. Akan tiba waktunya bahwa kita akan merasakan ketidak berdayaan. Kita merasakan keterbatasan hidup. Kita tidak sanggup lagi menanggung salib hidup. Saat kita menerima berita duka orang-orang yang kita cintai. Atau, kita sendiri atau anggota keluarga kita menderita penyakit yang tak kunjung sembuh. Dalam situasi yang demikian apa yang menjadi kekuatan kita? Jawabannya tidak lain hanyalah Tuhan sendiri. Dengan iman yang teguh, kita andalkan Dia yang memiliki kuasa.

(Mazmur 145:2-3,4-5,6-7,8-9)
Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.
Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
19  Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
20  Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21  Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
22  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
23  Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
24  berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.
25  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
26  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

6 July 2014

Renungan Harian, 6 Juli 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat 11:25-30)

Datang kepada orang-orang dan pemimpin yang mengandalkan kekerasan, hanya akan membuat orang lain takut, berpura-pura dan tidak jujur. Namun, datang kepada Yesus akan membuat hidup kita tenang dan damai. Oleh karena itu, kita diundang untuk datang kepada Yesus, karena hidup dekat dengan Allah akan meringankan segala beban hidup kita. Memang hidup dekat dengan Allah tidak menyelesaikan persoalan, beban hidup dan penderitaan kita. Namun Dia akan membantu kita dengan meringankan beban hidup dan penderitaan kita, karena Dia turut menanggungnya.

(Mazmur 145:1-2,8-9,10-11,13cd-14)
Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

Bacaan Lengkap hari ini:
25 semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
26  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress