Renungan Harian

19 June 2014

Renungan Harian, 19 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat 6:7-15)

Mengapa kita masih perlu berdoa, jika Tuhan sudah tahu apa yang kita perlukan? Kita tetap harus berdoa untuk menegaskan diri bahwa kita percaya kepada Allah dan mengandalkan bantuan-Nya. Tuhan adalah sandaran dan penopang hidup kita. Dia selalu memperhatikan kita, maka kita harus yakin dan berseru bahwa Dia ada. Kita menaruh permohonan kepada-Nya, “Engkau ada, maka aku berseru kepada-Mu. Aku percaya, maka aku berdoa. Tidak perlu panjang lebar aku bicara, karena aku yakin Engkau mengetahuinya.

(Mazmur 97:1-2.3-4.5.6.7)
TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.
Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
14  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

18 June 2014

Renungan Harian, 18 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. (Mat 6:1-6.16-18)

Memberi sedekah adalah perbuatan mulia. Berdoa adalah perbuatan mulia untuk melatih kesetiaan pada Tuhan. Berpuasa adalah perbuatan mulia untuk melatih diri. Perbuatan perbuatan tersebut adalah tindakan penting bagi pengembangan rohani kita. Tindakan-tindakan itu penting, maka perlu perhatian dan pemahaman yang benar dari kita yang melakukan. Jika hal tersebut tidak dilakukan dengan kesungguhan dan penuh iman, maka tujuan sejatinya akan hilang. Hendaklah perbuatan apapun dalam kehidupan ini selalu memiliki muatan rohani dan kasih.

(Mazmur 31:20.21.24)
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.
Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
16 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18  supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

17 June 2014

Renungan Harian, 17 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, (Mat 5:43-48)

Kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak kekasih Allah. Tugas kita tiada lain daripada menjadi sempurna seperti Bapa di surga sempurna adanya. Itu hanya mungkin bila kita hidup bersatu dengan Yesus. Semuanya hanya bisa terjadi bila kita memenuhi panggilan-Nya untuk mengampuni dan mengasihi musuh. Karena kalau kita hanya mengasihi orang yang berbuat baik kepada kita, maka semua orangpun bisa melakukan hal itu. Tidak hanya mengampuni kita pun harus mendoakan mereka yang menganiaya kita, serta menciptakan suasana damai, rukun dan bersatu padu.

(Mazmur 51:3-4.5-6a.11.16)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

Bacaan Lengkap hari ini:
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

16 June 2014

Renungan Harian, 16 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Mat 5:38-42)

Naluri manusia nampak pada saat dia mendendam dan membenci. Ini adalah sesuatu yang harus dirubah. manuia adalah makhluk rohani, sebab dia adalah gambar dan rupa Allah. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus memberi sebuah ajaran baru yang ssunggu bermutu. Hilangkan dendam dan kebencian. Kebaikan harus menggantikan kejahatan; kasih dan pengampunan harus menjadi ganti dari sikap balas dendam kebencian. Jadikan kasih dan pengampunan sebagai kekuatan dan sumber kehidupan kita sebagai orang Kristiani.

(Mazmur 5:2-3.5-6.7)

Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Bacaan Lengkap hari ini:
38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42  Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

15 June 2014

Renungan Harian, 15 Juni 2014 – Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16-19)

Tritunggal Mahakudus bukanlah Allah yang berada jauh dari kita, tetapi masuk dalam kenyataan dan pengalaman hidup kita sebagai orang Kristen. Tritunggal Mahakudus bagi kita merupakan misteri iman yang tak pernah tuntas kita pahami. Otak kita pun tak mampu. Akan tetapi, makin dalam iman kita kepada Yesus Kristus, makin dalam pula pengenalan dan pengalaman iman kita akan misteri Tritunggal Mahakudus.

Daniel 3:52-56
Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allah nenek moyang kita, dipuji dan ditinggikan di atas semua selamanya, Dan terpujilah namaMu yang suci dan mulia, dipuji dan ditinggikan di atas semua untuk segala usia.
Terpujilah Engkau di Bait-Mu yang kudus, dipuji dan mulia di atas semua selamanya.
Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan Anda, dipuji dan ditinggikan di atas semua selamanya.
Terpujilah Engkau yang melihat ke kedalaman dari takhta Anda atas kerub, dipuji dan ditinggikan di atas semua selamanya.
Terpujilah Engkau di cakrawala langit, terpuji dan mulia selamanya.

Bacaan Lengkap hari ini:
16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
17  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
18  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
19  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

14 June 2014

Renungan Harian, 14 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Janganlah sekali-kali bersumpah, (Mat 5:33-37)

Yesus bersabda: Jangan bersumpah, jika ya, katakanlah ya; jika tidak, katakanlah tidak. Janganlah kiranya kita hidup dalam alam kepalsuan dan kemunafikan di hadapan Tuhan dan sesama. Tanpa tawar menawar, kejujuran adalah kebijakan yang terbaik. Nyatalah, bahwa kejujuran merupakan titik awal melawan kekuatan jahat, sebab ketidak jujuran adalah karya jahat setan. Semoga kita sanggup dan mampu menjadi orang yang jujur.

(Mazmur 16:1-2a.5.7-8.9-10)
Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku,
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
34  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
35  maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
36  janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
37  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

13 June 2014

Renungan Harian, 13 Juni 2014 – Peringatan Wajib Santo Antonius dari Padua

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Mat 5:27-32)

Yesus ingin mengingatkan kita, agar pandangan mata kita sungguh jernih dalam melihat segala seuatu. Pandangan mata yang melihat segala sesuatu, kemudian menghubungkannya dengan Sang Pencipta; dan kemudian mensyukuri serta mengaguminya, maka seluruh keberadaan tubuh kita akan menjadi selaras dan seimbang dengan maksud Allah menciptakan mata kita. Hal ini memang tidak mudah, tetapi dengan bantuan Roh Kudus akan dapat terlaksana.

(Mazmur 27:7-8a,8b-9abc,13-14)
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku,
janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka;
Engkaulah pertolonganku,
janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Lengkap hari ini:
27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
28  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
29  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
30  Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
31  Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
32  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

12 June 2014

Renungan Harian, 12 Juni 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, (Mat 5:20-26)

Keluarga adalah tempat mempersembahkan hidup kepada Allah, juga pengabdian kepada anggota keluarga. Oleh karena itu, jangan membawa kemarahan, umpatan dalam keluarga, karena akan merusak arti persembahan hidup kita sendiri dalam keluarga. Mari kita memperindah persembahan keluarga dalam mezbah yang penuh sikap batin yang ramah, anggun dan damai, sehingga hidup keluarga kita menjadi tempat yang nyaman bagi setiap orang yang ada dalam rumah kita.

(Mazmur 65:10abcd.10e-11.12-13)
Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka.
Ya, demikianlah Engkau menyediakannya:
Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak;
tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai;

Bacaan Lengkap hari ini:
20  Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
23  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
25  Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
26  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

11 June 2014

Renungan Harian, 11 Juni 2014 – Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat (Mat 10:7-13)

Hidup keluarga kristiani adalah kesaksian paling ampuh ditengah masyarakat. Tidak dengan membuka mulut untuk bersaksi, tetapi dengan teladan hidup yang nyata sebagai orang kristiani. Yakinlah bahwa pekerjaan, yang diawali dan diakhiri dengan doa, akan berbuah limpah bagi kita dan bagi banyak orang. Yang terpenting adalah menunjukkan bahwa dalam hidup kita Allah meraja. Ada yang patut diingat, semua ini membutuhkan kesetiaan, kegigihan dan kerendahan hati serta penyertaan Roh Kudus.

(Mazmur 98:1.2-3ab.3c-4.5-6)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2  TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
3  Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
5  Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
6  dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

Bacaan Lengkap hari ini:
7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
12  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
13  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

10 June 2014

Renungan Harian, 10 June 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5:13-16)

Cahaya sekecil apapun, mampu memberi penglihatan dalam kegelapan. Menjadi terang bisa dimulai dari hal-hal kecil. Dalam kehidupan berkeluarga, mampukah kita menjadi terang ditengah keluarga, sehingga anggota keluarga merasakan indahnya kehadiran kita? Pertanyaannya, ditengah-tengah kesibukan kita masing-masing, maukah kita memberi waktu untuk kegiatan bersama keluarga, agar supaya tugas kita sebagai terang keluarga dapat makin diteguhkan dan menjadi evangelisasi pada masyarakat disekitar?

(Mazmur 4:2-3.4-5.7-8)
Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!
Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela
Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.
Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
Banyak orang berkata: “Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?” Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!
Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

Bacaan Lengkap hari ini:
13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress