Renungan Harian

2 August 2013

Renungan Harian, 2 Agustus 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. (Mat 13:54-58)

Meski ditolak dikota asal-Nya, Yesus masih bermurah hati untuk tetap memberikan hikmat dan kebijaksanaan-Nya. Namun, efeknya akan semakin pudar seiring dengan melemahnya pengertian kita akan yang Mahakudus. Karena itu, untuk memperoleh hidup yang berhikmat, kita harus selalu bermenung atas kehidupan ini, bersyukur dan selalu mohon bimbingan Roh Kudus, sebab hikmat dunia selalu bertentangan dengan hikmat Allah. Dengan demikian iman kita akan Tuhan akan makin bertambah,  dan hikmat Tuhan menyertai kita.

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, (Mzm 81:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

54  Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
55  Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
56  Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
57  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.”
58  Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

1 August 2013

Renungan Harian, 1 Agustus 2013 – Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria De Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

‘Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.” (Mat: 13:47-53)

Hanya orang yang mengerti dengan pikirannya dan menyadari dengan hatinya bahwa orang jahat yang sampai akhir hidupnya tidak mau bertobat akan dibuang keneraka, maka ia akan segera bertobat. Itu kalau dia ingin beroleh selamat di akhirat. Jika kita pun mengerti, janganlah kita menjadi orang jahat. Ingatlah, ikan yang baik dikumpulkan dalam pasu, dan yang buruk dibuang!

 Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! Mzm 84:1

Bacaan Lengkap hari ini :

47  ”Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
48  Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
49  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
50  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
51  Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”
52  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”
53 Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

31 July 2013

Renungan Harian, 31 Juli 2013 – Peringatan Wajib Santo Ignatius Loyola, Imam

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. (Mat 13:44-46)

Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam. Orang rela menjual semua harta bendanya untuk mendapatkan Kerajaan Surga. Apakah demikian yang terjadi? Tidak, orang berlomba lomba mengejar harta dunia dan bukan harta surgawi. Bagi banyak orang, kekayaan berlimpah itu jaminan hidup. Padahal, tidak demikian! Kekayaan yang hanya untuk memuliakan diri sendiri akan menghantar kepada kehancuran. Hidup didunia hanyalah sebuah persiapan untuk mencapai kepenuhan hidup bersama Kristus dalam kasih dan pengurbanan kepada sesama.

Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduslah Ia! (Mzm 99:5)

Bacaan Lengkap hari ini :

44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

30 July 2013

Renungan Harian, 30 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. (Mat  13:36-43)

Segala yang baik dan kudus kita hubungkan dengan terang. Bagi orang yang meninggal kita mohon supaya ia diterangi oleh cahaya abadi. Bahkan lebih dari itu. Menurut Injil mereka tidak hanya diterangi, tetapi sendiri menjadi terang benderang seperti matahari. Semasa hidupnya pun, orang benar sudah memancarkan cahaya, sebab kebenaran selalu bersinar, kejahatan diliputi kegelapan. Kita orang beriman diajak hidup dalam terang Tuhan. Biarlah segala pikiran dan tindak tanduk kita terang, tak bercacat, sehingga menjadi pujian bagi Tuhan.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mzm 103:8)

Bacaan Lengkap hari ini :

36  Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”
37  Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
38  ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
39  Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
40  Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
41  Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
42  Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
43  Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

29 July 2013

Renungan Harian, 29 Juli 2013 – Peringatan Wajib Santa Marta

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya. (Mat 13:31-35)

Hari ini kita rayakan peringatan St. Marta. Marta yang sibuk bekerja untuk Yesus. Sikap Marta ini menjadi teladan bagi kita untuk melakukan apapun bagi Tuhan, meskipun kecil dan sederhana, tetapi Tuhan yang akan membesarkan. Seperti juga biji sesawi, kecil dan tidak berarti, tetapi jika dirawat dengan baik maka akan tumbuh besar menjadi pohon yang rindang.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! (Mzm 107:1)

Bacaan lengkap hari ini :

31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”
33  Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
34  Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
35  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

27 July 2013

Renungan Harian, 27 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (Mat 13:24-30)

Jika ladang ini adalah dunia dimana kita tinggal dan gandum adalah kebaikan yang ditanam Allah, sedangkan lalang adalah segala kejahatan yang ada didunia ini. Itu berarti dimanapun kita berada, kejahatan selalu ada. Bisakah kita memberantas kejahatan itu? Kata Yesus, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai” Pada waktu menuai, gandum, atau orang yang telah berbuat kebajikan akan bangkit untuk hidup yang kekal dan lalang, atau orang yang telah berbuat jahat akan dibakar atau dihukum. Mari kita hidup sebagai gandum yang baik.

Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Mzm 50:14

Bacaan Lengkap hari ini :

24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
25  Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
26  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
27  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
28  Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
29  Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

26 July 2013

Renungan Harian, 26 Juli 2013 – Peringatan Wajib Santo Yoakim dan Santa Anna, orangtua Santa Perawan Maria

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Mat 13:16-17)

Kita juga adalah orang-orang yang berbahagia karena mendapat kesempatan untuk mendengarkan dan melihat keselamatan itu. Kita telah mendengar kabar tentang kasih. Kita telah mendengar kabar gembira tentang pengampunan. Kita telah mendengar kabar gembira tentang berkorban. Adakah kabar gembira itu telah mengubah hidup kita? Adakah sabda-sabda Yesus itu telah membuat kita menjadi orang-orang yang mengasihi, mengampuni dan berkorban?

Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; (Mzm 132:11)

Bacaan Lengkap hari ini :

16  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
17  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

25 July 2013

Renungan Harian, 25 Juli 2013 – Hari Raya Santo Yakobus, Rasul

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. (Mat 20:20-28)

Yesus berkata: Apa saja yang kamu minta atas nama-Ku, akan diberikan kepadamu. Maka dengan besar hati ibu Yakobus dan Yohanes mohon tempat kehormatan bagi kedua anaknya. Dari jawaban Yesus kita belajar bahwa tidak semua permintaan akan dikabulkan. Tuhan tahu apa yang terbaik buat keselamatan kita. Bila yang kita minta tidak sesuai dengan hati Allah, tak berguna bahkan mencelakakan kita, tak akan diberi. Tapi Tuhan dalam kebaikan-Nya akan mengganti permintaan kita dengan yang lebih baik. Jadi janganlah kita takut meminta, sambil berusaha semakin mengenal hati Allah dan apa yang berkenan pada-Nya.

 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Mzm 126:5

Bacaan Lengkap hari ini :

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21  Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
22  Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
23  Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
24  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25  Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
26  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

24 July 2013

Renungan Harian, 24 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.” (Mat 13:1-9)

Kita masing-masing adalah penabur benih iman. Benihnya akan jatuh diatas batu, jalanan, semak duri, bahkan dimakan burung setiap kali kita terjun bebas kedalam dosa. Namun benih akan bertumbuh subur saat kita mampu mawas diri dan disadarkan untuk bangkit kembali setiap kali terjun bebas dalam dosa. Benih tetap mempunyai makna dimanapun ia berada, bahkan yang lenyap sekalipun, karena akan menjadi sebuah pengajaran dan pencerahan bagi kita yang berjuang dengan iman yang kita miliki.

dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; (Mzm 78:24b)

Bacaan Lengkap hari ini :

1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
2  Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
3  Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4  Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
9  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

23 July 2013

Renungan Harian, 23 Juli 2013

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mat 12:46-50)

Yesus membawa tatanan baru. Ia mendirikan keluarga baru Umat Allah. Keluarganya bukan didasarkan atas hubungan darah. Yang mengikat kita sebagai saudara bukan keluarga, kesamaan suku atau bangsa, melainkan iman yang membuat kita mendengarkan dan melakukan kehendak Bapa di surga. Dengan pemahaman ini, akhirnya kita dapat membangun persaudaraan yang sejati, dimana semua orang kita terima dan hargai apa adanya.

Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, (Kel 15:1)

Bacaan Lengkap hari ini :

46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
47  Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”
48  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”
49  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
50  Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress