Renungan Harian

21 October 2014

Renungan Harian, 21 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. (Luk 12:35-38)

Hidup kita elalu dihadapkan pada banyak penantian akan datangnya Kerajaan Allah dan rahmat rahmat Tuhan. Semua itu membutuhkan harapan yang mampu menjaga kita agar selalu siap siaga. Yakinlah ketika kita menanti dengan penuh harapan, maka kita tak akan pernaah kecewa. Karena pada akhirnya kita pun boleh menerima rahmat Allah dengan sukacita di dalam hidup kita. Orang yang setia menanti Tuhan tidak akan dikecewakan oleh Allah.

(Mazmur 85:9ab.10-14)
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN.
Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Lengkap hari ini:
35  “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
36  Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
37  Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
38  Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

20 October 2014

Renungan Harian, 20 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan (Luk 12:13-21)

Ketamakan adalah cinta berlebih terhadap sesuatu. Orang tamak sering lupa pada Allah, lupa berdoa. Padahal berdoa adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah atas rahmat-Nya. Orang tamak bekerja juga pada hari Minggu, mereka tidak merasa salah dengan tangan tangan mereka yang rakus dan serakah. Hari ini Yesus memperingatkan kita semua, hidup kita tidak tergantung pada kekayaan, tetapi pada mata batin yang selalu tertuju ke surga. Orang yang demikian akan tekun dalam ibadat Gereja, khusuk dalam berdoa, khidmat dalam mengikuti Misa dan murah hati dalam berbagi kekayaan. Mereka kaya dihadapan Allah.

(Mazmur 100:2-5)
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Lengkap hari ini:
13 ¶  Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”
14  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”
15  Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
16  Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
17  Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
18  Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
19  Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
20  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
21  Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

19 October 2014

Renungan Harian, 19 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

“Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?” (Mat 22:15-21)

Yesus mengetahui niat jahat orang-orang Farisi, sehingga Ia mengeluarkan kata yang keras. Kita, bukanlah orang Farisi, melainkan orang-orang yang telah mengenal Kristus. Walau tak dapat disangkal kedekatan pengenalan kita berbeda beda. Kita tidak akan mau mencobai Dia, karena kita mengenal sang Guru mulia ini. Justru seharusnya Yesus yang banyak bertanya kepada kita, Apakah kita, yang sudah rajin berdoa, masih perlu berbuat baik kepada sesama? Tentu Yesus akan meneguhkan kita dengan ucapannya: Bukankah yang kita lakukan terhadap sesama itu sama dengan persembahan kita kepada Tuhan?

(Mazmur 96:1.3.4.5.7-9.9-10)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.
Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.
Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!
Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bacaan Lengkap hari ini:
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

18 October 2014

Renungan Harian, 18 Oktober 2014 – Pesta Santo Lukas, Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:46

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk 10:1-9)

St. Lukas yang kita rayakan pestanya hari ini adalah seorang berpendidikan tinggi, pekerjaannya adalah dokter. tetapi dia siap dan berani meninggalkan semuanya demi memenuhi perutusan Allah untuk menyampaikan kabar sukacita Kerajaan Allah. Injil hari ini mengingatkan kita akan panggilan sejati sebagai orang Kristen, yaitu membawa damai kepada sesama. Komitmen apa yang harus kita bangun dalam diri kita agar bisa merasakan damai yang sejati? Hiduplah dan berimanlah dengan sepenuh hati. Hati yang terbuka selalu siap menerima damai, ketika damai itu datang.

(Mazmur 145:10-11.12-13ab.17-18)

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.
TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Renungan Harian, 18 Oktober 2014 – Pesta Santo Lukas, Penulis Injil

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Luk 10:1-9)

St. Lukas yang kita rayakan pestanya hari ini adalah seorang berpendidikan tinggi, pekerjaannya adalah dokter. tetapi dia siap dan berani meninggalkan semuanya demi memenuhi perutusan Allah untuk menyampaikan kabar sukacita Kerajaan Allah. Injil hari ini mengingatkan kita akan panggilan sejati sebagai orang Kristen, yaitu membawa damai kepada sesama. Komitmen apa yang harus kita bangun dalam diri kita agar bisa merasakan damai yang sejati? Hiduplah dan berimanlah dengan sepenuh hati. Hati yang terbuka selalu siap menerima damai, ketika damai itu datang.

(Mazmur 145:10-11.12-13ab.17-18)

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.
TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
4  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
5  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
6  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
7  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
8  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
9  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

17 October 2014

Renungan Harian, 17 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Luk 12:1-7)

Rasa takut manusia jangan sampai menjauhkan kita dari penghayatan hidup iman secara terbuka dan transparan. Mengapa takut jika orang tahu agama kita? Apakah kita berbuat jahat apabila kita menunjukkan diri sebagai pengikut Kristus? Rasa takut harusnya kita tujukan kepada Allah, sebab dialah yang memberi kita kehidupan.  Allah adalah Bapa yang sayang pada anak-Nya. Bila burung pipit yang ga ada harganya saja disayang, apalagi kita? Bila kita menjalani hidup secara benar, takut berbuat jahat, maka kita telah hidup sebagai orang yang takut akan Allah.

(Mazmur 33:1-2.4-5.12-13)
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;

Bacaan Lengkap hari ini:
1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
2  Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
3  Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
4  Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
5  Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
6  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,
7  bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

16 October 2014

Renungan Harian, 16 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. (Luk 11:47-54)

Kita kadang merasa lebih penting untuk menghormati orang yang sudah mati. Kita bangun makam yang bagus, berziarah sampai mengingat ingat kebaikan almarhum. Hal ini memang baik dan penting, namun ha lain yang lebih penting dan tidak boleh diabaikan adalah menghormati mereka disaat masih hidup dan ada bersama kita saat ini. Orang tua, suami isteri anak anak dan sesama. Kepada merekalah pertama tama kita harus memberikan kasih sayang, menunjukkan sikap hormat dan meneladan segala kebaikannya. Kuburan indah tidak ada artinya, jika selama hidupnya kita tidak mencintai almarhum.

Mazmur 98: 1,2-3ab,3cd-4,5-6
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel,
segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

Bacaan Lengkap hari ini:
47  Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
48  Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
49  Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
50  supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
51  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
52  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”
53  Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
54  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

15 October 2014

Renungan Harian, 15 Oktober 2014 – Peringatan Wajib Santa Theresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun. (Luk 11:42-46)

Sikap munafik seperti orang Farisi dan ahli Taurat muncul ketika orang hanya “bersandiwara”. Dalam diri mereka tidak ada hal nyata atas nilai hidup, yang mereka tunjukkan dalam penampilan. Sikap munafik membuat nilai luhur kehidupan menjadi kehilangan arti dan makna. Akibatnya, orang lain akan bersikap acuh terhadap nilai-nilai luhur yang membawa orang pada kebaikan bersama. Dengan membereskan sisi dalam batin kita sendiri dan bersikap jujur, maka Tuhan bertakhta dalam hati kita.

(Mazmur 1:1-4.6)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Lengkap hari ini:
42  Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
43  Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
44  Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”
45  Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”
46  Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.

14 October 2014

Renungan Harian, 14 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Bagi orang yang ada dalam Kristus Yesus yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih (Gal 4:31b-5:6).

Apa yang akan kita temukan bila kita dalam Kristus? Segalanya. Yang paling berharga ialah iman, hubungan pribadi yang sangat dalam dengan Dia. Iman itu diwujudkan dalam perbuatan-perbuatan kasih. Orang Farisi di zaman Yesus membanggakan ketaatan mereka pada hukum taurat yang mereka patuhi seteliti mungkin. Mereka ingin tampil baik, maka sangat memperhatikan apa yang bisa dilihat orang. Tapi Tuhan melihat hati, dan Ia melihat betapa kotornya bagian dalam itu karena tak ada kasih.

(Mazmur 119:41.43.44.45.47-48)
Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu
Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Bacaan Lengkap hari ini:
31b kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.
1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
2  Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
3  Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5  Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

13 October 2014

Renungan Harian, 13 Oktober 2014

Filed under: Renungan Harian — Tags: , — Renungan Harian @ 05:30

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita (Gal 4:22-24.26-27.31-5:1).

Secara politik kita bangsa yang merdeka. Tapi kita belum betul-betul merdeka selama kita masih menjadi hamba dosa. Ada penipu, penjudi, perampok, koruptor, budak seks, dan lain lain. Dosa menjadi pola hidup yang sulit dilepaskan. Ada lagi keterikatan pada barang tertentu seperti narkoba. Hati apakah yang berkenan kepada Tuhan? Hati yang lepas bebas dari segala yang duniawi untuk bertaut pada Tuhan saja. Bila kita menjadikan Tuhan satu-satunya harta kita, maka semua yang lain menjadi kurang penting.

(Mazmur 113: 1-2.3-4.5a.6-7)
Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Siapakah seperti TUHAN,
yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,

Bacaan Lengkap hari ini:
22  Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
23  Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
24  Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar  —
26  Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
27  Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami.”
31  Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.
1    Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Older Posts »

Powered by WordPress